METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

of 22 /22
1 Terbit Online pada laman webjurnal:https://jurnal.stairahmaniyah.ac.id/index.php/alulum Vol. 1 No. 1 (2021) ISSN Media Elektronik: xxxx-xxxx METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA DENGAN METODE PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI Oleh: Sonin Abstrak: Metode sebagai jalan untuk mencapai suatu tujuan tidak terkecuali dalam proses pembeajaran, maka menunjukkan bahwasanya metode mempunyai peranaan penting dalam upaya menjamin kelangsungan proses belajar mengajar. Karena itu seorang guru sebelum menyampaikan materi pelajaran seorang guru di tuntut untuk menentukan terlebih dahulu metode yang akan digunakan, mengetahui kelebihan dan kekurangan dari metode itu sendiri, kesesuain metode dengan materi, tingkat perkembangan anak didik, sarana dan prasarana pendukung dan kemampuan guru dalam penggunaan metode yang akan dipakai. Beberapa metode yang sering diterapkan Rasulullah SAW dalam membentuk akhlak dan kepribadian Islami adalah metode keteladanan, metode pembiasaan dan metode targhib wa tarhib (pemberian motivasi), metode dialog (tanya jawab), metode ceramah, metode perumpamaan, metode nasihat, dan metode demonstrasi. Sedangkan metode pendidikan Islam yang sangat terkenal saat ini adalah “Metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi dan pengembangan dari metode-metode yang diterapkan oleh Rasulullah. 1 Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman bermunculan metode-metode baru dalam dunia pendidikan sehingga metode-metode lama dianggap usang dan tidak relevan lagi dengan pendidikan masa kini. Sedangkan krakteristik methodologi pembelajaran dalam pendidikan Islam itu sendiri secara umum yang paling menonjol adalah sebagai berikut: 1. Berpadunya antara metode dan cara-cara pengajaran dari segi tujuan dan alat dengan jiwa dan ahlak Islam yang mulia. 2 2. Metode hendaklah bersifat luwes, dapat menerima perubahan dan penyesuaian dengan keadaan dan suasana serta sifat peserta pendidik. 3 3. Metode hendaknya sungguh-sungguh mengaitkan antara teori dan praktek, proses belajar dan amal, memelihara hafalan dan kemampuan berpikir. 4. Menekankan kebebasan kepada peserta didik untuk berdiskusi, berdebat dan berdialog dalam batas-batas kesopanan dan hormat menghormati. 4 Melihat dari karakteristik methodologi pembelajaran pendidikan Islam di atas dan keberhasilan Rasullah Saw dalam mendidik para sahabat maka penulis berhipotesa bahwa metode pendidikan Rasulullah Saw masih relevan dengan metode pendikan masa kini. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disimpulkan bahwa metode-metode yang diterapkan Rasulullah SAW bersifat fleksibel dan masih sangat relevan dengan metode pendidikan masa kini yaitu: Metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode demonstrasi dan metode-metode lain yang merupakan hasil dari pengembangan metode- metode disebut. Diterima Redaksi: 21-06-2021 Selesai Revisi: 23-06-2021 Diterbitkan Online: 27-06-2021 Kata Kunci: Metode Pendidikan Rasulullah SAW, Relevansi, Pendidikan Masa Kini 1 Zuhairini Abdul Ghofur dan Slamet AS Yusuf, Metodik khusus Pendidikan Agama, (Surabaya : Usaha Nasional, 1983), hal. 82 2Oemar Muhammad al Thoumy al Sayibany, Op. Cit., hal. 83. 3 Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, ( Jakarta :Rajawali press, 1986), hal, 21 4 Nasution, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, ( Jakarta, Bumi Aksara, 1982 ), hal, 33

Transcript of METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

Page 1: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

1

Terbit Online pada laman webjurnal:https://jurnal.stairahmaniyah.ac.id/index.php/alulum

Vol. 1 No. 1 (2021) ISSN Media Elektronik: xxxx-xxxx

METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA

DENGAN METODE PENDIDIKAN ISLAM MASA KINI

Oleh: Sonin

Abstrak: Metode sebagai jalan untuk mencapai suatu tujuan tidak terkecuali dalam proses

pembeajaran, maka menunjukkan bahwasanya metode mempunyai peranaan penting dalam

upaya menjamin kelangsungan proses belajar mengajar. Karena itu seorang guru sebelum

menyampaikan materi pelajaran seorang guru di tuntut untuk menentukan terlebih dahulu

metode yang akan digunakan, mengetahui kelebihan dan kekurangan dari metode itu sendiri,

kesesuain metode dengan materi, tingkat perkembangan anak didik, sarana dan prasarana

pendukung dan kemampuan guru dalam penggunaan metode yang akan dipakai.

Beberapa metode yang sering diterapkan Rasulullah SAW dalam membentuk

akhlak dan kepribadian Islami adalah “metode keteladanan, metode pembiasaan dan metode

targhib wa tarhib (pemberian motivasi), metode dialog (tanya jawab), metode ceramah,

metode perumpamaan, metode nasihat, dan metode demonstrasi”. Sedangkan metode

pendidikan Islam yang sangat terkenal saat ini adalah “Metode ceramah, metode tanya

jawab, metode demonstrasi dan pengembangan dari metode-metode yang diterapkan oleh

Rasulullah”.1

Akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman bermunculan metode-metode baru

dalam dunia pendidikan sehingga metode-metode lama dianggap usang dan tidak relevan

lagi dengan pendidikan masa kini.

Sedangkan krakteristik methodologi pembelajaran dalam pendidikan Islam itu sendiri

secara umum yang paling menonjol adalah sebagai berikut:

1. Berpadunya antara metode dan cara-cara pengajaran dari segi tujuan dan alat dengan

jiwa dan ahlak Islam yang mulia.2

2. Metode hendaklah bersifat luwes, dapat menerima perubahan dan penyesuaian dengan

keadaan dan suasana serta sifat peserta pendidik.3

3. Metode hendaknya sungguh-sungguh mengaitkan antara teori dan praktek, proses

belajar dan amal, memelihara hafalan dan kemampuan berpikir.

4. Menekankan kebebasan kepada peserta didik untuk berdiskusi, berdebat dan berdialog

dalam batas-batas kesopanan dan hormat menghormati.4

Melihat dari karakteristik methodologi pembelajaran pendidikan Islam di atas dan

keberhasilan Rasullah Saw dalam mendidik para sahabat maka penulis berhipotesa bahwa

metode pendidikan Rasulullah Saw masih relevan dengan metode pendikan masa kini.

Berdasarkan hasil penelitian ini maka disimpulkan bahwa metode-metode yang

diterapkan Rasulullah SAW bersifat fleksibel dan masih sangat relevan dengan metode

pendidikan masa kini yaitu: Metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode

demonstrasi dan metode-metode lain yang merupakan hasil dari pengembangan metode-

metode disebut. Diterima Redaksi: 21-06-2021 Selesai Revisi: 23-06-2021 Diterbitkan Online: 27-06-2021

Kata Kunci: Metode Pendidikan Rasulullah SAW, Relevansi, Pendidikan Masa Kini

1 Zuhairini Abdul Ghofur dan Slamet AS Yusuf, Metodik khusus Pendidikan Agama,

(Surabaya : Usaha Nasional, 1983), hal. 82

2Oemar Muhammad al Thoumy al Sayibany, Op. Cit., hal. 83.

3 Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, ( Jakarta :Rajawali press, 1986), hal, 21

4 Nasution, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, ( Jakarta, Bumi

Aksara, 1982 ), hal, 33

Page 2: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

1

Pendahuluan

Dari segi bahasa metode berasal

dari dua suku kata yaitu, meta dan hodos.

Meta berarti “melalui” dan hodos berarti

”jalan atau cara”.5 Dengan demikian

metode dapat berarti cara atau jalan yang

harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.

Selain itu ada pula yang mengatakan

bahwa metode adalah “suatu sarana untuk

menemukan, menguji dan menyusun data

yang diperlukan bagi pengembangan

ilmu”. Ada lagi pendapat yang

mengatakan bahwa “metode sebenarnya

jalan untuk mencapai suatu tujuan”.6 Jalan

untuk mencapai suatu tujuan itu bermakna

cara untuk menemukan, menguji dan

menyusun data yang diperlukan bagi

pengembangan ilmu atau

tersistematisasikannya suatu pemikiran.

Dalam kegiatan belajar mengajar metode

diperlukan oleh guru dan penggunaanya

bervariasi sesuai dengan materi yang akan

disampaikan serta tujuan yang ingin

dicapai setelah pengajaran berakhir.

Metode mempunyai peranaan

penting dalam upaya menjamin

kelangsungan proses belajar mengajar

lebih–lebih lagi bagi seorang guru yang

akan menyampaikan materi pelajaran.

Sebelum menyampaikan materi pelajaran

5 Zuhairini Abdul Ghofur dan Slamet AS.

Yusuf, metodik khusus Pendidikan Agama,

(Surabaya: Usaha Nasional 1983), hal. 82 6 M. Athiyah Al-Abrassyi, Dasar-dasar

Pokok Pendidikan Islam, (Jakarta : Bulan Bintang,

1970), hal.10.

seorang guru di tuntut untuk mengetahui

apa dulu pengertian metode, kelebihan

dan kekurangan dari metode itu sendiri.

Dengan menguasai metode mengajar

merupakan keniscayaan, sebab seorang

guru tidak akan dapat mengajar dengan

baik apabila tidak menguasai metode

secara tepat. Makin tepat metode yang

digunakan oleh seoarang guru dalam

kegiatan belajar mengajar, diharapkan

makin efektif pula pencapaian tujuan

pembelajaran. Pada dasarnya pendidikan

Islam menganut “prinsip-prinsip

demokrasi, kebebasan, persamaan dan

kesempatan yang sama buat belajar tanpa

diskriminasi antara sikaya dan simiskin”.7

Artinya semuanya berhak mendapatkan

pendidikan yang layak baik pada keluarga

dan para sahabat serta kaum muslimin.

Keberhasilan pendidikan yang

dilakukan oleh Rasulullah SAW karena

disebabkan oleh beberapa faktor. Dimana

salah satu faktor yang mendukung

keberhasilan pendidikannya adalah “metode

yang beliau gunakan, tanpa sebuah metode,

maka pikiran, pengetahuan, keterampilan,

pengalaman dan sikap tidak akan berpindah

dari pendidik kepeserta didik dalam mencapai

tujuan pendidikan”. Bagaimanapun baiknya

materi pengajaran yang disampaikan tanpa

menggunakan metode yang baik semuanya itu

tidak akan berhasil dengan memuaskan. Oleh

7 Oemar Muhammad Al-Tomy Al-Saibany,

Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta : Bulan

Bintang, 1979), hal.554.

Page 3: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

2

karena pentingnya kedudukan yang dimiliki

oleh metode dalam proses pendidikan dan

pengajaran, maka para pendidik dalam

berbagai zaman menaruh perhatian besar

untuk mengangkat derajat metode pendidikan.

Para pakar pendidikan Islam telah

mengakui bahwa “Rasulullah adalah pendidik

yang agung yang selalu memperhatikan

penggunaan metode yang baik dalam

mendidik dan membimbing umatnya.

Abdurrahman an- Nahwi dalam bukunya

“Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan

Islam” mengatakan bahwa:

Orang yang mengkaji kepribadian

Rasulullah SAW akan mengetahui bahwa

beliau adalah benar-benar pendidik yang

agung, mempunyaai metode pendidikan yang

luar biasa dan memperhatikan segala

kebutuhan dan tabiat anak. Beliau

memerintahkan agar pembicaraan yang

diarahkan kepada orang lain hendaknya

disesuaikan dengan tarap berfikir mereka.

Disamping itu beliau tidak pernah lalai untuk

menyeru agar mereka beribadah kepada Allah

SWT, guna menyempurnakan fitrah dan

mendidik jiwa secara perlahan serta

menyatukan hati mereka.8

Dari beberapa metode yang

diterapkan Rasulullah SAW dalam

membentuk akhlak dan kepribadian Islami

adalah “metode keteladanan, metode

pembiasaan dan metode targhib wa tarhib

(pemberian motivasi), metode dialog (tanya

jawab), metode ceramah, metode

8 Abdurrahman An-Nahlawi, Prinsip-

Prinsip dan Metode Pedidikan Islam, (Bandung :

1989), hal. 47

perumpamaan, metode nasihat, dan metode

demonstrasi”. Sedangkan metode pendidikan

Islam yang sangat terkenal saat ini adalah

“Metode ceramah, metode tanya jawab,

metode demonstrasi dan pengembangan dari

metode-metode yang diterapkan oleh

Rasulullah”.9 Sebagaimana dengan latar

belakang diatas, maka peneliti akan

mengadakan penelitian yang berjudul

“Metode Pendidikan Rasulullah SAW dan

Relevansinya dengan Metode Pendidikan

Masa Kini”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah

diatas, dapat dirumusan permasalahan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana metode pendidikan

Islam pada masa Rasulullah SAW

?

2. Bagaimana relevansi metode-

metode tersebut dalam konteks

pendidikan Islam masa kini?

Deskripsi Teoritis

Dalam penelitian ini ada beberapa

pendapat Menurut Para ahli yang berkaitan

dengan kerangka teori penelitian ini. Menurut

Barnadib dalam buku Ta’dib menyebutkan

bahwa metode ialah “suatu jalan atau cara

yang harus dilalui untuk mencapai suatu

tujuan”.10

Adapun menurut Knox dalam buku

dasar-dasar pendidikan sains menyebutkan

9 Zuhairini Abdul Ghofur dan Slamet AS

Yusuf, Metodik khusus Pendidikan Agama,

(Surabaya : Usaha Nasional, 1983), hal. 82 10

Ramayulis, Metodologi Pengajaran

Islam(Jakarta:Kalam Mulia 1994), hal. 103

Page 4: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

3

bahwa metode adalah “suatu cara untuk

melangkah maju dengan terencana dan teratur

untuk mencapai suatu tujuan tertentu, yang

dengan sadar mempergunakan pengetahuan-

pengetahuan sistematis untuk keadaan yang

berbeda-beda”.11

Adapun bagian – bagian dari

metode adalah :

1. Guru yaitu semua orang yang

berwenang dan bertanggung jawab

terhadap pendidikan murid, baik

secara individual atau klasikal, baik

disekolah maupun luar sekolah.

2. Materi pembelajaran atau materi

ajar (instructional materials) adalah

pengetahuan, sikap dan

keterampilan yang harus dipelajari

siswa dalam rangka mencapai

standar kompetensi yang telah

ditentukan. Materi pelajaran

diartikan pula sebagai bahan

pelajaran yang harus dikuasai oleh

siswa sesuai dengan tujuan

pembelajaran. Materi pembelajaran

pada hakekatnya merupakan

pengetahuan, nilai-nilai dan

keterampilan sebagai isi dari suatu

mata pelajaran yang diarahkan

untuk mencapai tujuan

pembelajaran. Sehingga dapat

dikatakan bahwa materi pelajaran

adalah berbagai pengalaman yang

akan diberikan kepada siswa selama

11

Akmal Hawi, Kompetensi Guru PAI, (

Palembang :Rafah Press 2009),hal. 32.

mengikuti proses pendidikan atau

proses pembelajaran.

Prinsip-Prinsip Dasar Metode

Mengajar Dalam Pendidikan Islam.

Semua orang mengakui adanya

hubungan yang erat antara metode dan proses

belajar mengajar. tujuan akhir metode

mengajar adalah berhasilnya proses belajar

mengajar dengan baik. Karena adanya

hubungan yang erat antara metode mengajat

dan proses belajar mengajar, maka sudah

menjadi kewajiban pendidik untuk memahami

proses belajar mengajar dan metode yang

digunakannya. Ia juga harus memahami

prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar

bagi metode pendidikan.

Adapun beberapa prinsip yang

menjadi dasar metode mengajar dalam

pendidikan Islam, yaitu:

1. Pentingnya menjaga motivasi,

kebutuhan, minat dan keinginan peserta

didik dalam proses belajar mengajar.

Sebab dengan menggerakkan motivasi

yang ada pada peserta didik akan

menjadikan peserta didik belajar lebih

efektif. Siapapun orangnya jika bekerja

dengan landasan motivasi yang kuat,

maka ia tidak akan cepat lelah. Oleh

sebab itu seorang pendidik harus

mampu memelihara motivasi peserta

didiknya termasuk kebutuhan,

keinginan dan minatnya. Sehingga para

peserta didik dapat lebih aktip dan

bergairah dalam belajar. Sehubungan

dengan hal ini Hadirja Paraba

mengatakan bahwa ”memberikan

Page 5: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

4

petunjuk, tuntunan dan keteladanan

merupakan salah satu cara mencapai

keberhasilan dalam pendidikan Islam.12

2. Pentingnya menjaga tujuan belajar dan

membantu peserta didik untuk

mengembangkan tujuan tersebut. Sebab

dengan tujuan yang jelas dalam proses

belajar akan sangat membantu peserta

didik untuk menentukan tujuannya

dalam belajar dan menjaga tujuan

tersebut dalam proses belajar mengajar.

Menjaga dan membantu murid tidaklah

bertentangan dengan falsafah

pendidikan Islam. Malah sebaliknya,

keduanya sesuai dengan jiwa

pendidikan Islam yang selalu menjaga

kemaslahatan dan tujuan-tujuan yang

baik.13

3. Memperhatikan tahap perkembangan

dan kematangan peserta didik dalam

menyerap dan menerima materi

pelajaran. Seorang pendidik harus

menjaga tahap perkembangan

kematangan peserta didik dan

pengalaman-pengalaman dalam proses

belajar mengajarnya. Termasuk

menyesuaikan materi yang diberikan

kepada peserta didik dengan tahap

perkembangan berpikir mereka. Oleh

karena itu pendidik yang baik adalah

pendidik yang mengajarkan kepada

peserta didiknya sesuai dengan tahap

kematangan jasmani, akal dan emosi

mereka, dan memulai dari yang telah

12

Oemar Muhammad al Sayibany, Op

Cit, hal. 594 13

Hadirja Paraba, Op. Cit., hal.15.

diketahui kepada yang belum diketahui,

dari yang kongkrit kepada yang

abstrak, dari yang sederhana kepada

yang komplek dan dari yang mudah

kepada yang susah, serta menjaga dan

memperhatikan perbedaan individu

peserta didik. Seorang pendidik harus

mengetahui bahwa diantara peserta

didik ada kelainan dan perbedaan

dalam segala aspek.14

Adapun menurut Tabrani Rusyan dkk

dalam bukunya yaitu pendekatan dalam

proses belajar mengajar dalam hal ini

menjelaskan bahwa:

Perbedaan individu dapat ditinjau dari

dua segi, yaitu segi horizontal dan segi

vertikal. Dari segi horizontal, setiap individu

berbeda satu sama lain dalam bidang

mentalnya seperti tingkat kecerdasan emosi,

minat, ingatan dan sebagainya. Dari segi

vertikal tidak ada dua individu yang sama

dalam hal bentuk, tinggi, besar badannya dan

berbeda-beda dalam segi jasmaniyah.15

Jadi berdasarkan dari penjelasan diatas,

prinsip-prinsip dasar metode mengajar dalam

pendidikan Islam yaitu harus memperhatikan

tahap perkembangan dan kematangan peserta

didik dalam menerima materi yang

disampaikan oleh pendidik, serta memberi

motipasi kepada peserta didik dalam proses

belajar agar dapat menjadikan peserta didik

14

Tabrani Rosyan, et.al, Pendekatan

dalam Proses Belajar Mengajar, ( Bandung:

Remaja Rosda Karya, 1994), hal 31

15 Thabrani Rusyan, et, al,

Pendekatan dalam proses belajar

mengajar, (Bandung: Remaja

Rosdakarya, 1994), hal. 31.

Page 6: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

5

belajar lebih efektif. Untuk itu hendaklah

seorang guru menyadari pentingnya menjaga

perbedaan dan kelainan yang ada pada peserta

didik dalam segala bentuk. Oleh karena itu

pendekatan mutlak diperlukan oleh seorang

guru dalam proses belajar mengajar termasuk

dalam pemilihan dan penggunaan metode

agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Ciri-Ciri Metode Mengajar dalam

pendidikan Islam.

Walaupun methodologi pembelajaran

dalam pendidikan Islam berbeda, tetapi

terdapat ciri-ciri dan tujuan-tujuan umum

tersebut tidak keluar dari ciri-ciri dan sifat-

sifat serta prinsip-prinsip umum yang terdapat

pada tujuan-tujuan, kurikulum dan metode

mengajar, karena semuanya merupakan

bagian dan aspek-aspek dari proses

pendidikan. Diantara ciri-ciri umum metode

mengajar yang paling menonjol adalah

sebagai berikut:

1. Berpadunya antara metode dan cara-

cara pengajaran dari segi tujuan dan

alat dengan jiwa dan ahlak Islam

yang mulia. Pendidik muslim

hendaknya mengambil tujuan-tujuan

pengajaran dari akhlak Islam.Ia

melaksanakannya dalam suasana

keislaman yang sempurna. Misalnya

seorang guru memulai pelajarannya

dengan menyebut asma Allah SWT

dan shalawat kepada Rasulullah

SAW, dengan tujuan mendapat ridho

atas apa yang telah dilakukan. 16

2. Metode hendaklah bersifat luwes,

dapat menerima perubahan dan

penyesuaian dengan keadaan dan

suasana serta sifat peserta pendidik.

Dengan demikian metode yang

digunakan oleh seorang guru

hendaknya disesuaikan dengan

materi, tujuan pelajaran dan keadaan

peserta didik serta tahap kematangan

mereka. Oleh karena itu kompetensi

guru dalam memilih dan

menggunakan metode mengajar

sangat diperlukan demi tercapainya

proses belajar mengajar yang baik.17

3. Metode hendaknya sungguh-sungguh

mengaitkan antara teori dan praktek,

proses belajar dan amal, memelihara

hafalan dan kemampuan berpikir.

karena itu seorang pendidik harus

selalu membimbing peserta didiknya

untuk menerapkan teori-teori yang

telah di dapatnya dalam kehidupan

sehari-hari, sehingga apa yang telah

disampaikan oleh pendidik akan

selalu melekat dan menyatu dengan

jiwa dan pikirannya. Hal ini harus

disertai keteladanan seorang guru

16

Oemar Muhammad al

Thoumy al Sayibany, Op. Cit., hal. 83. 17 Sardiman, Interaksi dan

Motivasi Belajar Mengajar, ( Jakarta

:Rajawali press, 1986), hal, 21

Page 7: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

6

dalam proses pendidikan. Jadi

metode - metode pendidikan Islam

berusaha memadukan dan

mengaitkan antara semua perkara

yang berlawanan tersebut.

4. Menekankan kebebasan kepada

peserta didik untuk berdiskusi,

berdebat dan berdialog dalam batas-

batas kesopanan dan hormat

menghormati. Para peserta didik

mempunyai kebebasan mutlak untuk

menyatakan pendapat di depan

gurunya dan untuk berbeda dalam

berpendapat. Beranjak dari hal

tersebut maka dapat dilihat bahwa

konsep demokrasi dalam pendidikan

sangat diperhatikan oleh Islam.

Dengan adanya kelonggaran yang

diberikan kepada anak didik dalam

beragumen akan dapat membantu

merangsang cara berpikir mereka.18

Dari penjelasan tentang ciri-ciri

metode mengajar dalam pendidikan Islam

di atas dapat disimpulkan bahwasanya

penggunaan metode harus tepat dengan

materi yang akan disampaikan oleh

pendidik serta memberi kebebasan kepada

peserta didik untuk berdiskusi

18

Nasution, Berbagai

Pendekatan dalam Proses Belajar dan

Mengajar, ( Jakarta, Bumi Aksara, 1982 ),

hal, 33

mengeluarkan pendapat mereka didepan

guru maupun peserta didik yang lain.

Macam-Macam Metode Dalam

Pendidikan.

Macam-macam metode mengajar

dalam proses pendidikan secara global sudah

sangat terkenal dalam dunia pendidikan.

Diantara metode-metode tersebut adalah:

1. Metode ceramah.

Metode ceramah adalah metode yang

boleh dikatakan metode tradisional.

Karena metode ini sudah sejak dulu

dipergunakan sebagai alat komunikasi

lisan antara pendidik dengan peserta

didik dalm proses belajar mengajar.

Metode ini lebih banyak menuntut

keaktifan pendidik daripada peserta

didik, Jadi metode ceramah adalah

”cara penyajian pelajaran yang

dilakukan pendidik dengan penuturan

atau penjelasan lisan secara langsung

terhadap peserta didik”.19

2. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah ”cara

penyajian pelajaran dalam bentuk

pertanyaan yang harus dijawab,

terutama dari pendidik kepada peserta

didik, tetapi dapat pula dari peserta

didik kepada pendidik. Metode ini

sudah lama dikenal dan dipakai orang

semenjak zaman Yunani. Ahli-ahli

pendidikan Islam telah mengenal

metode ini, yang dianggap oleh

19

Syaiful Bahri Djamarah,

Op. Cit., hal. 109.

Page 8: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

7

pendidikan modern berasal dari

socrates seorang filosof Yunani

3. Metode demonstrasi

Metode demonstrasi adalah ”cara

penyajian bahan pelajaran dengan

memperagakan atau mempertunjukkan

kepada siswa suatu proses, situasi atau

benda tertentu yang sedang dipelajari

dan sering disertai dengan penjelasan

lisan”.20

4. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara

penyajian bahan pelajaran, dimana para

guru memberikan kesempatan pada

para siswa membentuk kelompok untuk

membicarakan suatu pembicaraan

ilmiah guna mengumpulkan pendapat,

membuat kesimpulan dan menyusun

berbagai alternatip pemecahan atas

suatu masalah. Dalam metode diskusi

yang perlu mendapat perhatian

hendaknya para siswa dapat

berpartisipasi secara aktif dalam setiap

forum diskusi. Semakin banyak siswa

terlibat dalam menyumbangkan

pikirannya, akan semakin banyak pula

yang mereka pelajari.

Penjelasan di atas sudah

tergambarkan secara global tentang sebagian

metode yang digunakan dalam proses

pendidikan dewasa ini. Tetapi perlu diketahui,

bahwa metode-metode pendidikan modern

20

Pohan , James.W. dan Baker,

Eva.L., Teknik mengajar secara

sistematis, (Jakarta: Penerbit. Rineka

Cipta, 2005), hal, 11

pada umumnya berorientasi pada

pengembangan aspek kognetif (pengetahuan)

dan psikomotor (ketrampilan) peserta didik,

sedangkan pengembangan aspek afektif

(mental dan keimanan) kurang mendapat

perhatian.

Metode pendidikan Islam berusaha

untuk menyempurnakan dan menutupi

sebagian kekurangan dari metode pendidikan

modern yang banyak berasal dari barat

dengan memperhatikan pengembangan aspek

afektif menuju kepada terbentuknya pribadi

muslim. Metode-metode pendidikan Islam

yang banyak dipergunakan oleh para pendidik

Islam dari berbagai zaman, dalam

pembentukan pribadi muslim diantaranya

adalah :

a. Metode Teladan

Pendidikan dengan metode teladan

berarti pendidikan dengan memberi

contoh, baik berupa tingkah laku, cara

berpikir dan lain-lain. Keteladanan

dalam metode pendidikan adalah

”metode yang paling meyakinkan

keberhasilannya dalam meyakinkan

dan membentuk moral spritual dan

sosial anak”.21

Hal ini disebabkan

karena keteladanan merupakan contoh

terbaik dalam pandangan anak yang

tanpa disadari atau tidak akan terpatri

dalam jiwa dan perasaannya.

Mengenai metode ini Alla Swt

Berfiman:

Artinya : “Sesungguhnya dalam

diri Rasullullah itu kamu dapat

21

Ibid, hal. 96.

Page 9: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

8

menemukan teladan yang baik

bagimu (yaitu) bagi orang yang

mengharap (rahmat) Allah dan

(kedatangan) hari kiamat dan

dia banyak menyebut Allah.

Dari ayat diatas Al-Baidhawi memberi

makna uswatun hasanah pada ayat di

atas adalah perbuatan baik yang dapat

dicontoh. Dengan demikian,

keteladanan menjadi penting dalam

pendidikan, keteladanan akan menjadi

metode yang ampuh dalam membina

perkembangan anak didik. Keteladanan

sempurna, adalah keteladanan

Rasulullah saw., yang dapat menjadi

acuan bagi pendidik sebagai teladan

utama, sehingga diharapkan anak didik

mempunyai figur pendidik yang dapat

dijadikan panutan.

b. Metode Pembiasaan

Pembiasaan adalah upaya praktis dalam

pembinaan dan pembentukan anak.22

Hasil dari pembiasaan yang dilakukan

oleh pendidik adalah terciptanya suatu

kebiasaan bagi peserta didik.

Pembiasaan dalam pendidikan agama

hendaknya dimulai sedini mungkin.

Rasulullah SAW memerintahkan

kepada pendidik agar mereka

menyuruh anak-anak mereka

mengerjakan sholat tatkala berumur

tujuh tahun.

c. Metode Nasihat

Dimaksud dengan nasihat ialah

penjelasan tentang kebenaran dan

22

Ibid, hal. 99.

kemaslahatan dengan tujuan

menghindarkan orang yang dinasehati

dari bahaya, serta menunjukkannya

kejalan yang mendatangkan

kebahagiaan dan manfaat.23

Metode

nasihat merupakan salah satu metode

yang penting dalam pendidikan Islam.

Salah satu hal yang harus diperhatikan

dalam menggunakan metode nasihat,

pendidik hendaknya berusaha

menghindari perintah dan larangan

langsung. Sebaiknya pendidik

menggunakan teknik-teknik tidak

langsung, seperti bercerita dan

membuat perumpamaan.

d. Metode Targhib wa tarhib (motivasi)

Metode targhib wa tarhib adalah cara

memberi pelajaran dengan memberi

dorongan (motivasi) untuk memperoleh

kegembiraan bila mendapatkan sukses

dalam kebaikan, sebaliknya bila tidak

sukses karena tidak mau mengikuti

petunjuk yang benar akan mendapat

kesusahan.24

Jadi tekanannya adalah

”targhib” agar orang melakukan

kebaikan, sedangkan ”tarhib” agar

orang menjauhi kejahatan dan

kemaksiatan. Metode ini banyak

disebutkan dalam Al-Qur’an seperti

dalam surat Al-Waqi’ah, disebutkan

tentang balasan orang-orang yang

beriman dan beramal shaleh berupa

kebahagiaan hidup di surga, dan

23

Abdurrahman An Nahlawi,

Op. Cit., hal. 253. 24

H. M. Arifin, Ilmu

Pendidikan Islam, Op. Cit.,

hal. 77.

Page 10: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

9

sebaliknya orang sesat yang tidak

mentaati perintah Allah SWT

mendapatkan balasan hidup yang

sengsara di neraka. Metode ini sangat

efektip bila mana diikuti dengan hadiah

atau pemberian hukuman yang bersifat

mendidik kalau diperlukan.

Metodologi Penelitian

1. Jenis Penelitian

Berdasarkan sumber data, jenis

penelitian dalam penulisan skripsi ini

adalah penelitian kepustakaan ( library

research ) berupa penelitian kualitatif

yang bersifat deskriptif kualitatif yaitu

dengan jalan menguraikan data dan

mencari hubungan-hubungan masalah

yang telah ditelaah, kemudian ditarik

kesimpulan secara deduktif yaitu

“menarik kesimpulan dari pernyataan-

pernyataan yang bersipat dari umum ke

khusus, sehingga penyajian hasil

penelitian dapat dipahami dengan

mudah”.25

2. Jenis dan Sumber Data

a. Jenis Data

Jenis data yang digunakan adalah data

kualitatif yakni data yang berkaitan

dengan penelitian ini yaitu metode

pendidikan Rasulullah SAW dan

relevansinya dengan pendidikan masa

kini.

b. Sumber Data

25

Nana Syaodih

Sukmadinata, Metodologi Penelitian

Pendidikan, (Bandung : Remaja Rosda

Karya, 2007), Hal. 18

1. Sumber data primer yaitu

sumber data yang di ambil

dari Al-Qur’an dan hadits-

hadist Rasulullah SAW.

2. Sumber data sekunder yaitu

sumber data penunjang dari

data primer seperti buletin,

majalah, buku-buku, dan

sebagainya yang mempunyai

hubungan dengan penelitian

tersebut.

3. Metode Pengumpulan Data.

Dalam metode pengumpulan data

digunakan metode dokumentasi yaitu

“mencari data mengenai hal–hal atau

variabel yang berupa catatan, buku,

surat kabar, majalah, agenda, dan lain

sebagainya”.26

Jadi metode

dokumentasi merupakan teknik

pengumpulan data yang berupa catatan

yang dapat dijadikan sebagai bukti dan

mengumpulkan data dari bahan–bahan

tertulis. Dokumentasi merupakan

catatan peristiwa yang berlalu, metode

ini digunakan untuk menghimpun data

tertentu melalui catatan dokumentasi

yang ada pada objek yang diteliti.

4. Teknik Analisa Data

Data yang telah terkumpul dalam

penelitian ini dihimpun dan

diklasifikasikan, untuk selanjutnya

dianalisa secara deskriptif kualitatif

yaitu dengan jalan menguraikan data

dan mencari hubungan-hubungan

26

Akmal Hawi. Kompetensi

Guru PAI, (Palembang : Rafah Press,

2008), hal 1-2

Page 11: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

10

masalah yang telah ditelaah, kemudian

ditarik kesimpulan secara deduktif

yaitu menarik kesimpulan dari

pernyataan-pernyataan yang bersipat

dari umum ke khusus, sehingga

penyajian hasil penelitian dapat

dipahami dengan mudah. Adapun

langkah-langkah analisisnya menurut

Miles & Huberman adalah:

a. Reduksi data merupakan

bagian dari analisis. Reduksi

data merupakan suatu bentuk

analisis yang menajamkan,

menggolongkan,

mengarahkan, membuang

yang tidak perlu, dan

mengorganisasi data dengan

cara sedemikian rupa hingga

kesimpulan-kesimpulan

finalnya dapat ditarik dan

diverifikasi.

b. Penyajian data merupakan

salah satu kegiatan dalam

pembuatan laporan hasil

penelitian yang telah

dilakukan agar dapat

dipahami dan dianalisis sesuai

dengan tujuan yang di

inginkan. Data yang disajikan

harus sederhana agar mudah

dibaca. Penyajian data juga

dimaksudkan agar para

pengamat dapat dengan

mudah memahami apa yang

kita ajukan untuk selanjutnya

dilakukan penelitian atau

perbandingan dan lain-lain.

c. Verifikasi data merupakan

pemeriksaan tentang

kebenaran sesuatu, baik

berupa laporan atau suatu

informasi. Sementara data

merupakan satuan terkecil

yang diwujudkan dalam

bentuk angka atau huruf yang

menggambarkan tentang nilai

dari suatu variabel. Dengan

demikian, teknis verifikasi

data adalah suatu cara untuk

melakukan pemeriksaan

tentang kebenaran nilai dari

suatu variabel. Verifikasi data

sangat diperlukan sehingga

hasil analisis data akan

bermanfaat bagi pembuatan

keputusan bila data yang ada

adalah data yang baik dan

benar.

Pembahasan Hasil Penelitian

A. Relevansi Metode Pendidikan

Rasulullah SAW Dengan Metode

Pendidikan Islam Masa Kini

Sebagaimana telah diuraikan

pada teori sebelumnya, bahwa ada

beberapa metode pendidikan yang

digunakan oleh Rasulullah SAW yaitu

metode keteladanan, metode

Page 12: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

11

pembiasaan dan metode targhib wa

tarhib dan lain-lain. Maka dari itu pada

bab ini akan dianalisis tentang

relevansinya masing-masing metode

tersebut dengan metode Pendidikan

Islam Masa Kini.

1. Metode Keteladanan.

Pemilihan metode yang

tepat adalah suatu hal yang mutlak

dalam setiap kegiatan

pembelajaran. Penerapan metode

harus memperhatikan baik faktor

pendidik, anak didik, tujuan

maupun faktor-faktor lain. Sutu

metode yang bagus ditangan

pendidik yang satu, mungkin

kurang baik di tangan pendidik

yang lain. Demikian halnya

metode yang sesuai dengan tujuan

yang satu belum tentu sesuai

dengan tujuan yang lain. Dengan

demikian penerapan metode

keteladanan tapatnya digunakan

dalam bidang studi Akidah

Akhlak, dikarenakan metode

keteladanan merupakan sarana

pendidikan yang peling tinggi. Hal

ini terjadi karena secara Naluriah

dalam diri anak ada potensi untuk

meniru hal-hal yang ada disekitar .

keteladanan mempunyai arti

penting dalam mendidik dan

membina akhlak anak didik, kalau

pendidik berakhlak baik ada

kemungkinan anak didiknya juga

berahklak baik karena murid

meniru gurunya, begitu sebaliknya

jika pendidik berahklak buruk

maka ada kemungkinan murid

berahklak buruk juga.

Keteladanan dalam

pendidikan merupakan metode

yang berpengaruh dalam aspek

moral spiritual anak dalam hal

keagamaan sesuai dengan sifat

agama pada anak, maka kegiatan

yang paling dominan dalam

keberagaman anak adalah proses

peniruan, kecenderungan guru

sangat berpengaruh terhadap

kepribadian anak. Oleh karena itu

baik buruknya pribadi anak, taat

tidaknya anak pada ajaran Agama

akan sangat bergantung pada

contoh dan keteladanan yang

dilihatnya dari keseharian orang

tua. Dengan demikian keteladanan

guru adalah suatu perbuatan atau

tingkah laku yang baik yang patut

ditiru oleh anak didik yang

dilakukan oleh seorang guru

didalam tugasnya sebagai

pendidik, baik tutur kata ataupun

perbuatannya yang dapat

diterapkan dalam kehidupan

sehari-hari.27

Disamping itu

metode keteladanan sangat

penting, karena dalam belajar

orang pada umumnya lebih muda

menangkap yang kongkrit dari

pada yang abstrak. Abdullah

Nashih Ulwan, sebagaimana

27

Ramayulis, Op. Cit., hal. 97.

Page 13: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

12

dikutip oleh Heri Noer Aly

mengatakan: ”Pendidik barangkali

merasa mudah mengkonsumsikan

pesannya secara lisan, namun anak

akan merasa kesulitan dalam

memahami pesan itu apabila ia

melihat pendidiknya tidak

memberi contoh tentang pesan

yang disampaikannya”.28

Denagan

demikian jelaslah bahwa

penggunaan metode keteladanan

dalam pendidikan, khususnya

pendidikan yang berhubungan

dengan aspek moral spiritual itu

sangat penting. Karena moral atau

ahlak itu dipelajari oleh peserta

didik bukan semata-mata melalui

pemahaman tetapi melalui

peniruan dan kebiasaan.

Dalam kehidupan sehari-

hari dapat kita saksikan tindakan

keagamaan yang dilakukan anak-

anak yang pada dasarnya mereka

peroleh dari meniru. Berdo’a

ketika habis shalat dapat dilakukan

anak-anak karena melihat

perbuatan dilingkungannya, baik

berupa pembiasaan ataupun

pengajaran yang intensif. Para ahli

psikologi menganggap bahwa

”dalam segala hal anak merupakan

peniru yang ulung, Sifat meniru

ini merupakan metode yang positif

dalam pendidikan moral dan

28

Heri Noer Aly, Ilmu Pendidikan

Islam, (Jakarta: Logos, 1999), hal. 178

keagamaan pada anak”.29

Hal

senada juga diungkapkan oleh

Charles Bird sebagaimana dikutip

oleh H. M. Arifinmengatakan

bahwa ”peniruan (imitasi)

terhadap perbuatan orang lain

adalah merupakan salah satu aspek

dari kegiatan belajar manusia”.30

2. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi

merupakan metode yang paling

baik diterapkan dalam proses

pengajaran ketika kita menyajikan

materi yang berkenaan dengan

praktek atau kerja fisik. Artinya

dengan melalui metode

demonstrasi keaktifan peserta

didik akan bertambah, lebih-lebih

kalau peserta didik diikut sertakan.

Contohnya pada saat materi

tentang ibadah haji dan umrah,

peserta didik mendemonstrasikan

kedepan bagaimana cara-cara

mengelilingi ka’bah disertakan

bacaannya, dengan menggunakan

alat media yang telah mereka

siapkan. Dengan demikian

pengalaman peserta didik akan

bertambah karena peserta didik

terlibat secara langsung dalam

mempraktekkan materi yang

disajikan. Sehingga ia dapat

menerima pengalaman yang bisa

29

Jalaluddin dan Ramayulis,

Pengantar Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta: Kalam

Mulia,1989), hal. 30 30

H. M. Arifin, Psikologi Da’wah,

(Jakarta: Bumi Aksara,1997), hal. 113.

Page 14: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

13

menambah wawasan dan

mengembangkan kecakapannya,

dalam ssuatu metode

demonstrasipeserta didik bukan

hanya mendengar materi yang

disajikan tetapi juga

memperhatikan dengan seksama.

Dengan metode

demonstrasi pengertian tentang

materi yang disampaikan lebih

cepat tercapai, karena peserta

didik dalam menanggapi suatu

proses pembelajaran dengan

menggunakan alat pendengar,

penglihat dan bahkan dengan

perbuatannya, sehingga

mempermudah dalam pemahaman

materi yang disajikan. Melalui

mertode demonstrasi perhatian

peserta didik akan dapat

dipusatkan dan titik yang dianggap

sangat penting oleh pendidik dapat

diamati oleh peserta didik

seperlunya, karena sewaktu

demonstrasi, perhatian peserta

didik hanya tertuju kepada sesuatu

yang didemonstrasikan.

Dengan demikian

diharapkan kepada para pendidik,

hendaknya dalam mempersiapkan

demonstrasi benar-benar teliti dan

penuh kecermatan dengan

mempertimbangkan berbagai hal

termasuk perumusan tujuan

instruksional khusus yang jelas,

yang meliputi berbagai aspek,

sehingga diharapkan peserta didik

dapat melaksanakan dan

menetapkan garis besar lngkah-

langkah denstrasi serta

mempertimbangkan waktu yang

dibutuhkan. Kiranya nilai-nilai

yang terkandung dalam metode

demonstrasi itulah yang

menyebabkan metode demonstrasi

masih tetap diterapkan sebagai

salah satu metode dalam

pendidikan masa kini.

3. Metode Pembiasaan.

Para pakar pendidikan

moderen berpendapat bahwa

metode pembiasaan merupakan

metode yang sangat penting dalam

pembentukan moral, terutama

karena pembiasaan itu

berpengaruh baik terhadap jiwa

manusia yang memberikan rasa

nikmat jika diamalkan sesuai

dengan moral atau ahlaq yang

telah terbentuk dalam dirinya. Ahli

pendidikan Amerika Serikat, John

Dewey pernah mengatakan bahwa:

Pendidikan moral itu terbentuk

dari proses pendidikan dalam

kehidupan dan kegiatan yang

dilakukan oleh murid secara terus

menerus. Sama halnya dengan

metode keteladanan, metode

pembiasaan juga tepat digunakan

dalam bidang studi Akidah

Akhlak, karena ahlaq tidak dapat

diajarkan melaui cara lain kecuali

pembiasaan melakukan perbuatan

Page 15: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

14

yang berproses, yang mengandung

keutamaan-keutamaan. Dalam

hubungan ini hendaknya kita tidak

melupakan bahwa sesungguhnya

nilai ajaran agama kita

mengandung watak sosial, yang

dengan watak ini jika peserta didik

membiasakan berbuat demikian

niscaya perbuatan itu akan

menjadi salah satu

kepribadiannya. Dengan demikian

dapat dipahami bahwa ahlaq baik

tidak akan terbentuk kecuali

dengan membiasakan suatu

perbuatan yang sesuai dengan sifat

ahlaq itu. Metode pembiasaan

sangat diperlukan terutama bagi

anak-anak. Hal ini disebabkan

karena mereka belum menginsafi

apa yang disebut dengan baik dan

buruk dalam arti susila. Selain itu

mereka belum memiliki

kewajiban-kewajiban yang harus

dikerjakan seperti halnya orang

dewas. Ingatan mereka belum kuat

dan akan dengan mudah

melupakan sesuatu yang barui

terjadi. Apabila pada anak-anak

yang baru lahir, semua itu belum

ada sama sekali . Dalam kondisi

seperti ini mereka perlu dibiasakan

dengan tingkah laku, ketrampilan,

kecakapan dan pola pikir tertentu.

Sehubungan dengan hal ini

hujjatul Islam Imam Al-Ghazali,

mengatakan "jikalau sejak tumbuh

anak itu tumbuhnya sudah

diajarkan dan dibiasakan yang

baik-baik, maka nantinya setelah

ia mencapai usia hampir baligh,

tentulah ia akan mendapat

mengetahui rahasianya yakni

mengapa perbuatan-perbuatan

yang tidak baik itu dilarang oleh

orang tuanya”.31

4. Metode Targhib wa tarhib.

Penggunaan metode

targhib wa tarhib (motivasi)

dalam proses pendidikan sangat

diperlukan. Oleh karena itu

seorang guru harus mampu

memberikan motivasi dengan

beraneka macam cara, serta

menciptakan suasana yang

kondusif sehingga peserta didik

dapat belajar dengan perasaan

bahagia dan bergairah. Hal ini

akan membantu kelancaran dalam

proses belajar mengajar yang pada

gilirannya akan dapat

mempermudah jalan menuju

kepada pendidikan yang

diharapkan. Metode targhib wa

tarhib dalam pendidikan modern

dikenal dengan metode motivasi.

Metode targhib wa tarhib (

motipasi ) ini cocok digunakan

dalam bidang studi apapun, karena

motipasi merupakan hal yang

sangat penting dalam setiap proses

31

Zainuddin, et., al, Seluk Beluk

Pendidikan dari Al-Ghazali, (Jakarta: Bumi

Aksara, 1991, hal. 107

Page 16: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

15

pembelajaran. Contohnya

”memotipasi agar siswa lebih giat

lagi dalam belajar, supaya

mendapatkan nilai yang sesuai

dengan apa yang diharapkan ”.

Rasulullah SAW selalu

berusaha memotivasi dan memberi

sugersti kepada peserta didiknya

untuk berbuat kebajikan dan

meninggalkan kemungkaran.

Semua itu beliau lakukan agar

peserta didiknya lebih bergairah

dan lebih bersemangat dalam

melakukan suatu amal perbuatan.

Karena tanpa adanya motivasi

yang tinggi maka semua perbuatan

yang dilakukan seseorang tidak

akan membuahkan hasil yang

baik. Bahkan para pakar

pendidikan modern telah sepakat

bahwa motivasi mutlak diperlukan

dalam proses belajar mengajar.

Beberapa eksperimen

membuktikan adanya peranan

motivasi yang sangat besar untuk

membangkitkan aktivitas dan

gairah belajar. Richard A. Fear,

sebagaimana dikutip oleh

Ramayulis menyatakan bahwa

”motivasi yang dimiliki seseorang

akan menentukan keberhasilan

suatu pekerjaan”.32

Perlu diketahui bahwa ada

dua jenis motivasi, yang kedua

jenis motivasi tersebut sangat

32

Ramayulis, Op. Cit.,hal. 85.

berperan besar dalam pencapaian

hasil proses belajar mengajar,

yaitu:

a. Motivasi intrinsik

adalah suatu cita-cita

atau daya yang telah

ada dalam diri individu

yang mendorong

seseorang untuk

melakukan sesuatu

b. Motivasi ekstrinsik

adalah segala sesutau

yang datang dari luar

yang menjadi

pendorong bagi peserta

didik untuk berbuat

lebih giat.

Dengan demikian jelaslah

bahwa seorang pendidik haruslah

dapat memainkan peranan yang

tepat, guna mencapai pendidikan

yang tepat, guna mencapai tujuan

pendidikan yang diinginkan. Salah

satu diantara alat untuk

memotivasi peserta didik adalah

pujian. Dalam melaksanakan

proses pengajaran kepada umatnya

Rasulullah SAW sering

menggunakan cara ini. Cara yang

digunakan Rasulullah SAW

sampai sekarang masih digunakan

oleh pendidik dalam rangka

memotivasi peserta didiknya. Dan

memang secara psikologis setiap

Page 17: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

16

individu membutuhkan akan

pujian dari orang lain.

5. Metode Nasihat.

Metode nasihat ini

mengarah kepada pembentukan

iman, mempersiapkan moral,

spiritual dan sosial anak. Nasihat

akan dapat membukakan mata

peserta didik pada hakikat sesuatu

dan mendorongnya serta

menghiasinya dengan ahlaq yang

mulia. Oleh karena itulah

Rasulullah SAW sering

memberikan nasihat kepada para

sahabatnya dalam mengajarkan

nilai-nilai luhur Islam. Sudah

menjadi kata sepakat bahwa

nasihat yang tulus akan berbekas

dan berpengaruh jika memasuki

jiwa yang hening, hati terbuka,

akal yamg bijak dalam berpikir.

Di samping itu dengan

metode nasihat pendidik akan

dapat menanamkan pengaruh yang

baik apabila digunakan

dengansebaik mungkin. Bahkan

dengan metode nasihat ini

pendidik mempunyai kesempatan

luas untuk mengarahkan peserta

didik pada berbagai kabaikan dan

kemaslahatan. Untuk itu kepada

pendidik hendaknya dalam

memberikan mnasihat harus

dialndasi dengan ketulusan dan

keikhlasan sekaligus bertanggung

jawab.

Dalam interaksi antara

pihak yang memberi nasihat dan

yang diberi nasihat seringkali

terjadi kesalahpahaman yang

disebabkan ketika pihak yang

diberi nasihat merasa direndahkan

dan karenanya nasihat terasa

membosan. Oleh sebab itu dalam

menggunakan metode nasihat,

pendidik hendaknya menghindari

perintah dan larangan langsung,

sehingga peserta didik tidak

merasa diremehkan.

6. Metode Ceramah.

Metode ceramah

merupakan cara menyampaikan

materi ilmu pengetahuan dan

agama kepada peserta didik dan

dilakukan secara lisan. Isinya

mudah dipahami dan mampu

menstimulasi pendengar (peserta

didik) untuk melakukan hal-hal

yang baik dan benar dari isi

ceramah yang disampaikan.

Metode ceramah ini lebih tepat

digunakan dalam pembelajaran

yang berhubungan dengan aspek

keimanan dan akidah.

Sebagaimana gambaran Nabi

Musa menyampaikan risalah dan

mengajak Fir’aun yang bertindak

melampau batas untuk beriman

kepada Allah swt. Namun, dalam

situasi tertekan Nabi Musa

memohon kepada Allah swt. agar

pembicaraan yang disampaikan

Page 18: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

17

mempunyai bobot, logis, fasih,

dan jelas, sehingga materi ceramah

yang disampaikan dapat dipahami,

dimengerti, dan dapat diterima

dengan baik. Dengan demikian

banyak manfaat yang dapat

diambil dari penggunaan metode

ceramah ini, walaupun masih ada

kelemahan pada metode ceramah.

Manfaat dari metode ceramah itu

sendiri antara lain:

a. Tidak membutuhkan

tenaga yang banyak dan

waktu yang lama

b. Dapat diikuti oleh peserta

didik yang jumlahnya besar

c. Melatih peserta didik untuk

menggunakan

pandangannya dengan

baik, sehingga mereka bisa

menagkap dan

menyimpulkan.

Dengan metode ceramah

pendidik akan dapat menguasai

keadaan, karena pendidik akan

dapat mengamati gerak-gerik

peserta didik setiap saat. Dengan

ceramah juga seorang pendidik

akan dapat menyampaikan materi

dalam jumlah yang agak banyak.

Perlu diketahui oleh pendidik

bahwa isi ceramah harus

disesuaikan dengan tingkat

kesanggupan para peserta didik

yang menjadi sasaran ceramah,

sebagaimana yang telah diterapkan

oleh Rasulullah SAW, karena

tanpa adanya penyesuaian antara

materi dan kemampuan peserta

didik tujuan yang diharapkan dari

metode ceramah tidak akan

mungkin tercapai. Dalam

ceramahpun seorang pendidik

harus dapat menggunakan bahasa

yang indah, tutur kata terperinci,

jelas dan tidak terburu-buru serta

sesekali diselingi dengan canda

tawa sehingga peserta didik tidak

lekas bosan. Oleh karena itu daya

tarik ceramah bisa berbeda-beda

tergantung pada siapa

pembicaranya dan bagaimana

pribadi si pembicara. Beberapa

hal tersebut bisa menjadi faktor

yang bisa membuat orang tertarik

atau tidak untuk mendengarnya,

maka dari itu seorang pendidik

haruslah oranng yang memiliki

kualitas yang baik, baik dari segi

ilmu mapun ahlaqnya. .

7. Metode Perumpamaan.

Para pakar pendidikanpun

mengakui akan pentingnya metode

perumpamaan dalam pendidikan

terutama mengenai pendidikan

moral dan keimanan, karena

“perumpamaan akan memberi

kesan pengaruh yang dalam pada

diri anak dan sangat berperan

dalam kehidupan sehari-hari

dalam membentuk sikap dan

Page 19: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

18

tingkah lakunya”.33

Metode

perumpamaan dapat mempertajam

nalar dan mengembangkan potensi

berpikir untuk meningkatkan

kecerdasan. Perumpamaan

biasanya hanya dapat dipahami

oleh peserta didik yang memiliki

penalaran yang kuat serta tajam,

karena pada dasarnya untuk

menelaah sebuah perumpamaan

dibutuhkan konsentrasi yang

matang. Untuk itu seorang

pendidik diharapkan mampu

menjelaskan materi secara

terperwinci, sehingga mudah

dipahami.

Perumpamaan yang baik

adalah perumpamaan yang mampu

menerangkan tentang sesuatu,

bukan Cuma sekedar basa-basi,

sehingga perumpamaan yang

digunakan mampu menyentuh

perasaan dan pemikiran peserta

didik..

Demikianlah relevansi

beberapa metode Rasulullah SAW

dengan metode pendidikan

kontemporer, Apabila dianalisis

secara mendalam maka akan

ditemukan nialai-nilai penting

yang terdapat dalam metode

pendidikan yang digunakan oleh

Rasululullah SAW yang sampai

saat ini masih sesuai dan sangat

33

Asnelly Ilyas, Op. Cit. Hal. 42

diperlukan dalam dunia

pendidikan.

Simpulan

Berdasarkan hasil analisa penelitian

ini, maka dapat diambil kesimpulan

sebagai berikut:

1. Dalam memberikan pendidikan

dan pengajaran kepada peserta

didiknya (kelurga, para sahabat

dan umatnya) Rasulullah SAW

selalu menggunakan metode yang

baik dan fleksibel. Sehingga apa

yang beliau sampaikan mudah

diterima dan dilaksanakan oleh

peserta didiknya. Diantara metode-

metode Rasulullah SAW dalam

rangka membentuk pribadi yang

beriman dan bertakwa adalah:

metode keteladanan, metode

dialog, metode nasihat, metode

ceramah, metode perumpamaan

dan metode demonstrasi. Semua

metode tersebut saling

berhubungan dan saling

mendukung antara satu metode

dengan metode lainnya.

Metode-metode yang diterapkan

Rasulullah SAW ternyata masih sangat

relevan dengan metode pendidikan masa kini

yaitu: Metode ceramah, metode tanya jawab,

metode diskusi, metode demonstrasi dan

metode-metode lain yang merupakan hasil

dari pengembangan metode-metode disebut di

atas. Hal ini dapat dilihat dari nilai-nilai yang

Page 20: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

19

terkandung dalam metode pendidikan

Rasulullah SAW yang ternyata masih sesuai

dan dinilai penting untuk diterapkan dalam

metode pendidikan masa kini,sesuai dengan

materi yang diberikan. Dan juga pemikiran

para pakar pendidikan modern yang

mengakui akan pentingnya penggunaan-

penggunaan metode tersebut

3. Peserta didik adalah komponen

pasukan dalam sistem pendidikan,

yang selanjutnya diproses dalam

proses pendidikan, sehingga

menjadi manusia yang berkualitas

sesuai dengan tujuan pendidikan

nasional. Sebagai suatu komponen

pendidikan.34

Metode Pendidikan Islam menurut

Muhammad al Toumy al Syaibany adalah

“suatu usaha mengubah tingkah laku individu

dalam kehidupan pribadinya dan dalam alam

sekitarnya melalui proses pendidikan”.35

Sedangkan Sholih Al Fauzan dan Syakir Ali

Syalim menambahkan bahwa “Islam

mewajibkan kepada orang tua untuk mendidik

anaknya dengan pendidikan yang baik dan

benar sesuai dengan manhaj Islam”.36

Adapun

Menurut Ahmad D. Marimba memberikan

pengertian bahwa “metode pendidikan Islam

adalah bimbingan jasmani dan rohani

berdasarkan hukum-hukum agama Islam

34

Satori Djam’an dkk.Profesi

Keguruan, ( Jakarta : kalam mulia 2010 ), Hlm, 21 35

HM. Arifin, Filsafat Pendidikan

Islam, (Jakarta : Bina Aksara 1987), hal. 13 36

Sholih Al Fauzan dan Syakir ali

Syalim Ad daulah, Pemuda Islam,( Surabaya:

Risalah Gusti 1992), hal. 5

menuju kepada terbentuknya kepribadian

utama menurut ukuran-ukuran Islam”.37

Jadi

metode pendidikan Rasulullah SAW adalah

suatu jalan atau cara yang digunakan oleh

Rasulullah SAW dalam membimbing dan

mendidik umatnya. Sedangkan Metode

pendidikan masa kini adalah suatu jalan atau

cara-cara pendidikan yang muncul dan

diterapkan dalam pendidikan masa kini.

37

Ahmad D. Marimba, Pengantar

Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung : Al-Ma’arif

1989), hal. 28

Page 21: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

2

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Hamid Al-Hasyimi, Mendidik Ala Rasulullah. (Jakarta Selatan, Pustaka Azzam, 2001 )

Abdullah Nashih Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam ( Semarang, Asy Syifa,

1981 )

Abdurrahman Shaleh Abdullah, Teori-teori pendidikan berdasarkan Al-Qur’an, (Jakarta,

Gema Insani Press, 1990 )

Abdurrahman, An-NAHLAWI, Prinsip-Prinsip dan Metode Pendidikan Islam, (Bandung,

Diponegoro, 1989 )

Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, ( Surabaya, Bina Ilmu, 1982 )

Abu Hamid Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, ( Semarang, Asy- syifa, 1991 )

Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, ( Bandung, Al-Ma’arif, 1989 )

Ali Al-Jumbulati, Perbandingan Pendidikan Islam, ( Jakarta Rineka Cipta, 1994 )

Al Qura’an dan Terjemahannya, Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an Depertemen Agama R.I

( Bandung, PT. Syamil Cipta Media 2005 )

AM. Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, ( Jakarta :Rajawali press,

1986 )

Arikunto, Suharsimi, Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktek, ( Bandung,

Rineka Cipta, 1993)

Asnelly Ilyas, Mendambakan Anak Shaleh, ( Bandung, Mizan, 1997 )

Bambang Tri Cahyono Manajemen sumber Daya Manusia ( Yogyakarta, IPWI, 1996 )

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Jakarta, Proyek Penyelenggara

Terjemah Alqur’an, 1998 )

H. M. Arifin, Ilmu Pendidika Islam, ( Jakarta, Bumi Aksara, 1994 )

Hadirja Paraba, Wawasan Tugas Tenaga Guru dan Pembina Pendidikan Agama Islam, (

Jakarta, Friska Agung Insani, 1999 )

Haekal, Sejarah Hidup Muhammad SAW, ( Jakarta, Tinta Mas, 1990 )

Hamza B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya Analisis di bidang Pendidikan

( Jakarta, Bumi Aksara, 2009 )

Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam, ( Bandung, AL-Mu’arif,

1991 )

Husaini Usman, Manajemen, Teori Praktik, dan Riset pendidikan ( Jakarta, PT Bumi

Aksara, 2006 )

Heri Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam, ( Jakarta, logos, 1999 )

Isbandi Rukmito Adi, Psikologi , Pekerjaan Sosial, dan dan Ilmu Kesehatan Sosioal : Dasar-

dasar Pemikiran, ( Jakarta, Grafindo Persada, 1994 )

Jalaluddin, Ramayulis, Pengantar Ilmu dan Jiwa Agama, ( Jakarta, Kalam Mulia, 1989 )

Jalaluddin et.al, Seluk Beluk Pendidikan dari Al-Ghazali, ( Jakarta, Bumi Aksara, 1991 )

Khairiyah H. Thaha, Konsep Ibu Teladan, ( Surabaya, Risalah Gusti, 1992 )

M. Manullang dan Marihot Manullang, Manejemen Sumber daya Manusia ( Yogyakarta,

BPFE, 2001)

M. Nur Ghufron , Teori – teori Psikologi ( Yogyakarta, Ar-Ruzzemedia, 2010 )

Muhammad Bin Ismail Al-Bukhari, Shaheh Bukhari, ( Bandung, Asy’ Syifa, 1993 )

Muhammad Ra’fat Sa’id, Rasulullah SAW, Profil Seorang Pendidik, ( Jakarta, Firdaus, 1994

)

Najib Khaliq Al-Amin, Tarbiyah Rasulullah, ( Jakarta, Gema Insani Press, 1996 )

Nana Syaudih Sukmadinata, Metodelogi pendidikan ( Bandung, Remaja Rosda Karya, 2007 )

Oemar Hamalik, Psikolagi Belajar dan Mengajar ( Bandung, Sinar Baru Algensido,

Page 22: METODE PENDIDIKAN RASULULLAH SAW DAN RELEVANSINYA …

3

2009 )

Peter Salim dan Yeni Salim, kamus besar kontemporer (Jakarta, Modern English Press, 1991 )

Purwanto, M. Ngalim, Psikologi pendidikan (Bandung, Rajawali Rosdakarya, 1990 )

Purwanto, M. Ngalim, Psikologi pendidikan( Bandung, Rajawali Rosdakarya, 1996 )

Ramayulis, Metodologi Pengajaran Islam, ( Jakarta, Kalam Mulia,1994 )

Sugono, Dendy, dkk, Kamus Bahasa Indonesia,( Jakarta, Pusat Bahasa Depertemen

Pendidikan Nasional, 2008 )

Syaiful Bahri Jamarah, Strategi Belajar Mengajar, ( Jakarta, Rineka Cipta, 1997)

Tabrani Rosyan, et.al, Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, ( Bandung, Remaja

Rosda Karya, 1994 )

T. M. Hasbi Ash Shiddieqy, Pedoman Shalat, ( Jakarta, Bulan Bintang, 1974 )

Yahya Jaya, Sepritualisasi Islam, ( Bandung, Ruhama, 1994 )

Yusuf Qardhawi, Konsepsi Ilmu dalam Persepsi Rasulullah SAW, ( Jakarta, Firdaus, 1994 )

Zuhairini, Abdul Ghofir, Slamet As Yusuf, Metodik Kusus Pendidikan Agama, ( Surabaya,

Usaha Nasional, 1983 )

Zuhairini, et.al, Sejarah Pendidikan Islam, ( Jakarta, Bumi Aksara, 1992 )

Wahosumidjo, Kepemimpinan dan Motivasi ( Jakarta, Ghalia Indonesia, 1992)