[PPT]MODEL-MODEL viewMODEL-MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MODEL PEMBELAJARAN...

download [PPT]MODEL-MODEL viewMODEL-MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK MODEL PEMBELAJARAN

of 50

  • date post

    27-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    324
  • download

    26

Embed Size (px)

Transcript of [PPT]MODEL-MODEL viewMODEL-MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MODEL PEMBELAJARAN...

  • MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

    MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

    MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM

    MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK

    MODEL PEMBELAJARAN PAIKEM

    MODEL PEMBELAJARAN COLABORATIVE

    *

  • MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)

    Pembelajaran Kontekstual adalah konsep pembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

    *

  • LANDASAN FILOSOFISMODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL:

    CTL mencerminkan konsep saling bergantungan.

    CTL mencerminkan prinsip deferensiasi

    CTL mencerminkan prinsip pengorganisasian diri

    *

  • Landasan filosofi CTL adalah

    konstruktivisme artinya filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak bisa dipisah-pisahkan harus utuh.Konstruktivisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awal abad ke 20 yaitu filosofi belajar yang menekankan kepada pengembangan minat dan pengalaman siswa

    *

  • KOMPONEN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

    Konstruktivisme

    Inkuiri

    Bertanya

    Masyarakat belajar

    Pemodelan

    Refleksi

    Penilaian

    *

  • POLA /SKENARIO PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

    Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dari TK SD SMTP SMTA dan PT.

    Contoh-contoh pengkaitan dalam CTL di kelas :

    Di kelas yang sudah tinggi para guru mendorong siswa untuk membaca, menulis dan berpikir dengan cara kritis dengan meminta mereka untuk fokus pada persoalan-persoalan kontroversial di lingkungan atau masyarakat (misalnya melakukan penelitian di perpustakaan, melakukan survey lapangan dan mewawancarai pejabat).

    *

  • Lanjutan

    bSeorang guru IPS, meminta kelompok untuk menentukan pembicaraan tamu/narasumber untuk menjelaskan hal yang sedang diteliti tentang .

    c. Di suatu kelas yang membahas tentang pariwisata siswa diminta untuk membahas potensi pariwisata di wilayahnya dari berbagai sudut pandang dan ide-idenya.

    d. Menyuruh anak mengadakan simulasi mengenai kejadian-kejadian yang memicu perang dunia II, pecahnya G 30 S PKI, dll.

    e. Seorang guru matematika memberi tugas pada siswa tentang kegiatan di masa datang cara menabung untuk masa pensiun.

    *

  • LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

    1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.

    2 . Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.

    3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.

    4. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok)

    5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.

    6. Lakukan refleksi di akhir penemuan.

    7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.

    *

  • CIRI KELAS YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL

    Pengalaman nyata

    Kerjasama saling menunjang

    Gembira belajar dengan bergairah

    Pembelajaran terintegrasi

    Menggunakan berbagai sumber

    Siswa aktif dan kritis

    Menyenangkan tidak membosankan

    Sharing dengan teman

    Guru kreatif

    *

  • LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL

    Memilih tema

    Menentukan konsep-konsep yang dipelajari

    Menentukan kegiatan kegiatan untuk investigasi konsep-konsep terdaftar

    Menentukan mata pelajaran terkait(dalam bentuk diagram)

    Mereviu kegiatan-kegiatan & mata pelajaran yang terkait

    Menentukan urutan kegiatan

    Menyiapkan tindak lanjut

    *

  • COLLABORATIVE LEARNING MODEL

    *

  • COLLABORATIVE LEARNING

    Kerja Sama Dua orang atau lebih

    Memecahkan masalah Bersama

    Mencapai Tujuan Tertentu

    *

  • COLABORATIVE LEARNING

    Dua unsur penting

    Ada tujuan yang sama

    diskusi menentukan strategi,keputusan bersama,persoalan milik bersama

    Ketergantungan yang positif anggota berhasil bila seluruh anggota bekerja sama

    *

  • KETERGANTUNGAN DIBANTU DENGAN CARA

    Memberi tugas peran khusus anggota sbb :

    Pengamat

    Pengklarifikasi

    Perekam

    Pendorong

    Pecah tugas menjadi sub-sub tugas yang diperlukan untuk melengkapi keberhasilan tugas

    *

  • BENTUK-BENTUK BELAJAR COLLABORATIVE

    STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD):

    Sajian Dosen

    Diskusi Kelompok siswa

    Tes/Kuis/Silang tanya antar kelompok

    Penguatan dosen

    *

  • STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD)

    Lima langkah pokok:

    Presentasi guru,perhatian cermat siswa, membantu quis

    Tim (kelompok):

    Fungsi utama :membantu anggota mengerjakan quis dengan baik

    Anggota mengerjakan SST yang terbaik untuk tim

    Presentasi Dosen satu atau dua pereode

    Satu atau dua periode praktek kelompok,ada quis individual

    Siswa tidak diijinkan saling bantu

    *

  • MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    *

  • PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

    Konsep Pembelajaran Kooperatif

    Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar.Siswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesama siswa.

    *

  • CIRI-CIRI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    Saling ketergantungan positif

    Interaksi tatap muka

    Akuntabilitas individual

    Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi.

    *

  • Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif

    Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial

    Memungkinkan para siswa saling belajar mengenal sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan

    Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial

    Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri/egois

    5. Meningkatkan rasa saling percaya kerpada sesama manusia

    *

  • TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF

    A. Metode STAD (Student Teams Achievement Division) untuk mengajarkan kepada siswa baik verbal maupun tertulis.

    Langkah-Langkah :

    Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok.

    Tiap anggota menggunakan lembar kerja akademik kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar anggota tim.

    Tiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materi yang telah diberikan.

    Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap materi, yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.

    *

  • B. Metode Jigsaw

    Dikembangkan oleh Slavin dkk

    Langkahnya :

    Kelas dibagi menjadi beberapa tim/kelompok anggotanya 5-6 yang karakteristiknya heterogen.Bahan yang disajikan bentuk teks, tiap siswa bertanggung jawab mempelajari.Setiap kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab mengkaji bagiannya. Bila berkumpul disebut kelompok pakar.

    *

  • LANJUTAN

    Para siswa yang ada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula untuk mengajar anggota baru mengenai materi yang dipelajari dalam kelompok pakar.Setelah diadakan pertemuan dan diskusi para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yang pernah di pelajari.Pemberian skor diberikan / dilakukan seperti dalam metode STAD. Nilai tertinggi diberi penghargaan oleh guru.

    Contoh-contoh bisa dibaca di buku.

    *

  • Metode lain yang bisa digunakan dalam pembelajaran Kooperatif:

    Metode G (Group Investigation)

    Metode Struktural

    Dua Tinggal Dua Tamu

    Keliling Kelompok

    Kancing Gemerincing

    *

  • PEMBELAJARAN

    QUANTUM TEACHING

    *

  • PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING

    Proses pembelajaran quantum teaching intinya pembelajaran yang menyenangkan, kreatif tidak membosankan.

    Kalau semua itu tidak tercapai, guru harus ganti strategi dengan menggunakan multi media, sehingga membuat pembelajaran lebih efektif, proses belajar saat ini boleh dikatakan aktif, partisipatif, konstruktif, komunikatif dan berorientasi pada tujuan.

    *

  • Pembelajaran yang kurang berhasil disebabkan tiga hal al :

    Perkembangan kebutuhan dan aktivitas berbagai bidang kehidupan selalu meninggalkan hasil kerja lembaga pendidikan / kemajuan di luar lebih pesat.

    Pandangan dan temuan-temuan baru dari berbagai bidang tentang pembelajaran dan pengajaran membuat paradigma, falsafah dan metodologi pembelajaran yang ada sekarang ini tidak cocok lagi.

    Berbagai permasalahan dan kenyataan negatif tentang hasil pembelajaran menuntut diupayakannya pembaharuan paradigma, falsafah dan metodologi pengajaran.

    *

  • DASAR TEORI QUANTUM TEACHING

    Quantum Bermakna

    Pembelajaran quantum merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif dan pemrograman neorologi yang jauh sebelumnya sudah ada dikaitkan dengan penemuan empiris sehingga terjadi keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan yang pada dasarnya anak itu mempunyai kecerdasan ganda.

    *

  • Karakteristik Umum Pembelajaran Quantum

    Berpangkal pada psikologi kognitifBersifat Humanistis bukan positivistis-empirisSiswa sebagai pebelajar menjadi pusat perhatian.Lebih bersifat pada konstruktivistisMemusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna.Sangat menekankan pada pencapaian pembelajaran dengan taraf keberh