Permainan Sepakbola Sebagai Wahana Pembinaan Sikap Sosial ...· dan benar, artinya sikap dan...

download Permainan Sepakbola Sebagai Wahana Pembinaan Sikap Sosial ...· dan benar, artinya sikap dan perilaku

If you can't read please download the document

  • date post

    06-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Permainan Sepakbola Sebagai Wahana Pembinaan Sikap Sosial ...· dan benar, artinya sikap dan...

Permainan Sepakbola Sebagai WahanaPembinaan Sikap Sosial Anak UsiaSekolah Dasar

Komarudin .Universitas Negeri Yogyakarta

Abstract. As a social being (homo socius), man have to interact with the surroundingenvironment. Man existence only worth when his or her existence give positive impact0/1 how his or her social community interact and lead into a mutual life, in the otherwords a human being wiil positively interact with surrounding if that being have apositive social behaviour as well.

A man social behaviour does not automatically emerge by itself, it has to be developedand nourish since childhood especially in the stage on elementary school. At thislevel, children start to interact with environment beside his or her own family. One ofthe best ways to develop it is through playing sport activity like soccer.

Soccer games contain positive values such as teamwork, respect each other, sportive,tolerance, discipline, and iron will. These values will effect on the kid social behaviour.

Which give the child positive effect on the future when interacting wit/) the socialenvironment.

Kata Kuncl: Sepakbola, Sikap Sosial, Anak Usia Sekolah DDsar.

Pendahuluan

Manusia adali:lhmakhluk Tuhan yang memilikidua dimensi yaitusebagai makhlukpribadi dan makhluk sosial. Antara manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluksosial merupakan satu kesatuan yang harus dikembangkan secara selaras, serasidan seimbang. Kedudukan manusia mempunyai arti di dalam lingkungannya apabiiDdi dalam berhubungan dengan manusia lainnya terjalin komunikasi yang baik, sDlingbantu membantu, hormat menghormati dan bekerja sama. Dengan demikian di antaramanusia satu dengan lainnya seharusnyalah dapat membentuk suatu hubunganyangbersifattakeandgive, tanpahal itumanusiaakanmendapatkankesulitDndalamhidup bermasyarakat demi mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan.

Manusia terlahir mempunyai banyak kelebihan dDn kekuat~m. Pada hakikatnya

Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, Volume 3,No.1,2005 33

- - - - - - - - -- - -

Komarudln

kekuatanmanusiatidakhanyasemata-mataterletakpadakemampuanfisikataujiwanyasaja, melainkan kekuatan manusia juga terletak dalam kemampuannya bekerja samadengan manusia la'innya. Kerja sarna antar manusia itulah yang akan dapatmengantarkan seseorang manusia pada tingkat, mutu, martabat, dan harkatnyasebagaimana manusia yang hidup pada zaman sekarang dan zaman yang akan datang.

Pola kerja sama manusia satu dengan lainnya dapat terjalin dengan baik apabila

setiap insan yang ada di dalamnya dapat bersikap dan bertingkah laku secara baikdan benar, artinya sikap dan perilaku yang dimunculkan adalah yang sesuai dengan

etika dan tata cara hubungan kemasya~katan yang diberlakukan, Pola kerja samaantar manusia ini harus dibentuk mulai dari masa anak-anak, terutama pada masausia sekolah dasar, saat dimana lingkungan keluarga sudah tidak lagi cukupmemberikan fasilitas untuk mengembangkan fungsi-fungsi anak sehingga anakmemerlukan satu lingkungan sosial baru yang lebih luas: Sekolah akan memberikanpengaruh yang sangat besar pada anak sebagai individu dan sebagai makhluk sosial,peraturan sekolah. otoritas guru, disiplin kerja, cara belajar, kebiasaan bergaul danmacam-macam tuntutan sekolah yang cukup ketat akan memberikan segi-segikeindahan dan kesenangan pada diri anak, serta secara tidak langsung telahmembiasakan anak terhadap pola kerja sama agar dapat menyelesaikan semua

tugas kehidupannya tersebut sehingga kelak jika sudah beranjak remaja dan dev.:asaakan terbiasa dengan pola kerja sama yang ada di masyarakat sehingga akan denganmudah menyesuaikan dengan lingkungan sekitamya.

Kerja sama pada masa anak-anak dapat terjadi melalui berbagai bentuk dankesempatan, salah satu bentuk yang paling efektif adalah melalui kegiatan permainan.Hal ini sesuai dengan karakter anak yang masih dalam taraf pertumbuhan dan

perkembangan baik fisik maupun psikis yang cenderung ingin selalu bermain,bergerak dan beraktivitas. Salah satu bentuk permainan yang dapat dilakukan olehanak-anak adalah melalui permainan sepakbola.

Membicarakan sesuatu yang berkaitan derigan sepakbola dari berbagai sudutpandang sangatlah menarik. Harapan pemerintah untuk memasyarakatkan olahragadan mengolahragakan masyarakat khususnya dalam permainan sepakbola sudahmembuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Dari waktu ke waktu permainansepakbola baik yang bersifat rekreatif. edukatif maupun prestatif telah banyakdiselenggarakan diberbagai tempat dan kesempatan dari tingkat anak-anak sampaidewasa dalam bentuk amatir maupun profesional.

. Permainan sepakbola bagi anak usia sekolah dasar sudah barang tentu harusdisesuaikan dengan kondisi tumbuh kembang anak itu sandiri, sehingga dari beberapa

peraturan resmi yang digunakan dalam permainan sepakbola pada umumnya adabeberapa hal yang mengalami penyesuaian baik mengenai peraturan permainan.ukuran bola maupun lapangan, ataupun beberapa peraturan khusus lainnya.

Melalui permainan sepakbola seorang anak akan memperoleh kesempatan dankeuntungan dalam mengaktualisasikan dirinya ditengah-tengah masyarakat.Permainan sepakbola tidak hanya memberikan manfaat untuk fis.ik dan mental saja.

34 Jumal Pendldlkan Jasmanllndonesla, Volume 3,No.1, 2005

-~---~ -~ --- -- ------

Permainan Sepakbola Sebagal Wahana PembinaanSikap Sosial Anak Usia Sekolah Dasar

tetapi juga dapat memberikan manfaat secara sosiologis bagi pelakunya. Permainansepakbola dapat menjadi wahana dalam pengembangan berbagai aspek kehidupanmanusia termasuk di dalamnya adalah pembinaan sikap sosial.

Anak Usia Sekolah Dasar dan Lingkungannya

Telah banyak ahli yang meninjau sitat hakikat manusia, ada ahli yang melihatmanusia sebagai makhluk individual,ada ahli yang melihat manusia sebagai makhluksosial, di samping ada ahli yang melihat manusia sebagai makhluk individualsekaligus makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk individual,manusia mcmpunyaihubungan dengan dirinya sendiri, adanya dorongan untuk mengabdi kepada dirinyasendiri. Manusia sebagai makhluk sosial, adanya hubungan dengan manusia danlingkungan sekitarn~a (Elizabeth B. Hurlock, 1996: 268).

Di antara teori-teori perkembangan, ada yang menitikberatkan bahwa lingkunganakan membentuk manusia seluas-Iuasnya dan pembawaan tidak mempunyaipengaruh, tetapi sebaliknya ada teori yang memandang bahwa pembawaan yangakan menentukan manusia itu, sedangkan lingkungan tidak berperan. Dalam hal iniMonks, F.J. dkk, (2004: 276) mengemukakan bahwa teori yang pertama sering disebutteori empirisme atau juga disebut teori tabularasa yang dikemukakan oleh John Locke,sedangkan teori yang kedua sering disebut teori nativisme yang dikemukakan olehSchopenhauer. Kedua teori terse but merupakan teori-teori yang sangat ekstrim, teoriyang satu bertentangan dengan teori yang lain. Pada umumnya para ahli mengikutiteori yang ketiga, yaitu teori konvergensi yang dikemukakan oleh W. Stern yangmemandang baik pembawaan maupun lingkungan secara bersama-sama mempu-nyai peranan dalam pembentukan atau perkembangan manusia.

Dari uraian tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa; (1) manusia itu dapatmengalami perubahan-perubahan sebagai akibat adanya perkembangan pada dirimanusia itu, dan (2) dalam perkembangan manusia itu faktor pembawaan dan faktorlingkungan secara bersama-sama mempunyai peranan, walaupun tidak mengingkariadanya teori-teori yang lain.

Karena manusia sebagai makhlukindividual,maka dalam tindakan-tindakannyamanusia kadang-kadang menjurus kepada kepentingan'pribadi. Namun karenamanusia juga sebagai makhluksosial, dalam tindakan-tindakannyamanusiajugasering menjurus kepada kepentingan-kepentingan masyarakat. Seperti dikemukakanoleh Kunkel salah seorang tokoh dalam psikologi individual, bahwa manusia itu

mempunyai dorongan untuk mengabdi kepada dirinya sendiri (/chaftigkeit) dandorongan untuk mengabdi kepada masyrakat (Sachlichkeit) secara bersama-sama,man.usia merupakan kesatuan dari keduanya. Berdasarkan hal tersebut manusiadigambarkan sebagai dua buah garis lurus yang berpotongan tegak lurus satu denganyang lain, gambaran inilah.yang sering disebut sebagai thermometer harga diri (BimoWalgito, 2002:21).

Seorang anak usia sekolah dasar berinteraksidengan lingkungan hidupnya. lamempengaruhidan dipengaruhioleh lingkungannya.la membentukdan dibentuk

Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia, Volume 3, No.1, 2005 35

- ---

Komarudin

ilih lin~h~n~qnhi~~~ny~, ~~~f~ 8~fi~ be~ar \erdapa\ Quamacam bentuk hubunianatau interaksi anak dengan lingkungan hidupnya, yaitu: Interaksi yang bersifat positifdan interaksi yang bersifat negatif (Suhandoyo, 1993: 17). Anak yang mampuberinteraksi secara positif adalah anak yang dapat mengubah lingkungan dal"!perubahan-perubahan yang dilakukan tersebut tetap menjaga kelangsungan fungsiserta ekosisitem yang ada. Berbalikan dengan interaksi yang positif, seorang anakyang b~rinteraksi secara negatif terhadap lingkungannya adalah apabila perubahan-perubahan yang diperbuatnya, baik fisik maupun sosio kultural melebihi ambangbatas daya dukung lingkungannya sehingga dapat mempengaruhi keseimbanganekosistem.

Berbagai bentuk hubungan antara seorang anak usia sekolah dasar denganlingkungannya, akan dicerminkan melaiui pola-pola sikap atau perilaku anak dalamkehidupannya sehari-hari. Munculnya perbedaan perilaku atau sikap anak yang satudengan yang lainnya disebabkan adanya usaha pemenuhan berbagai macamkebutuhan. Berdasarkan teori Hierarchy of Human Needs dari Abraham Maslow yangdikutip oleh Suhandoyo (1993: 18), bahwa kebutuhan seorang manusia secara umumitu ada lima macam yaitu; (1) Kebutuhan pemenuhan fisiologi (physiological needs)misalnya makan, minum dan istirahat, (2) Kebutuhan akan rasa aman (safety), (3)Kebutuhan akan rasa kasih saying, (4) Kebutuhan