TES SEPAKBOLA

download TES SEPAKBOLA

of 43

  • date post

    13-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.393
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of TES SEPAKBOLA

TES SEPAKBOLATes pengukuran kekuatan otot tungkai a. Tujuan dari tes pengukuran ini yaitu untuk mengukur kekuatan maksimum. Tes ini menggunakan alat leg dynamometer. b. Pelaksanaan tes pengukuran kekuatan otot tungkai dengan cara testee siap dengan berdiri diatas leg dinamometerdengan kedua lutut ditekuk sejajar dengan sudut 600, badannya tegak pandangan ke depan kedua tangan memegang pegangan kemudian berusaha meluruskan tungkai tetapi tidak boleh dengan gerakan pengejut dan tangan tetap rileks tidak menarik pegangan. c. Cara pengambilan hasil tes dapat dilihat pada monitor leg dynamometer, kemudian dicatat hasilnya dengan satuan berat kilogram. Setiap testee melakukan dua kali dengan istirahat yang cukup dan nilai yang tertinggi yang dijadikan nilai akhir.

A. PENGERTIAN TES DAN PENGUKURAN Tes dan pengukuran dapat kita definisikan seperti berikut : TES : Suatu instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang seseorang / suatu obyek tertentuk (bentuk atau sasaran) PENGUKURAN : Suatu proses untuk memperoleh besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang baku. (alatnya) Jadi dapat kita simpulkan bahwa tes dan pengukuran olahraga adalah kumpulan informasi dari dari sesuatu yang diukur, hasilnya hanyalah data-data atau angka-angka hasil pengukuran dan hasil penguukran ini dilakukan untuk evaluasi atau untuk mengembangkan prestasi olehraga. B. TES ANTROPOMETRI Tes untuk mengetahui Komposisi tubuh maupun bentuknya atau pengukuran atas struktur tubuh manusia. Beberapa pengukuran antropometri pokok/dasar antara lain : 1. Berat Badan ( Body Weight ) 2. Tinggi Badan ( Stature Hight ) 3. Tinggi Duduk ( Sitting Height ) 4. Lebar Bahu ( Bi-acromiale diemeter ) 5. Lebar Pinggul ( Bi-ilium diameter ) 6. Lebar Sendi Siku ( Bi-epicondilar diameter humerus ) 7. Lebar Sendi Lutut (Bi-epicondilar diameter femur ) 8. Tebal Lemak Kulit ( skinfold caliper ) Tricep Subscapula Abdominal Quadriceps Biceps Suprailium Hamstring Tujuan akhir dari pengukuran Antropometri adalah menetapkan bentuk atau tipe badan seseorang. Tapi pada bahasan kali ini hanya akan dibahas tentang Berat Badan ( Body Weight ), Tinggi Badan ( Stature Hight ) dan Indeks Masa Tubuh (IMT). Berat Badan ( Body Weight ), Tinggi Badan ( Stature Hight ) Pengukuran tinggi badan dan berat badan sangat penting manusia lebih-lebih pada pengembangan prestasi bagi siswa atau atlet. Dengan Pengukuran tinggi dan berat badan dapat mengetahui IMT ( indeks masa tubuh ). Prosedur pelaksanaan tes sebagai berikut :

a. Berdiri tegak lurus b. Pandangan lurus kedepan c. Saat pengukuran berat badan, atlet atau orang coba menggunakan pakaian seminim mungkin d. Tinggi badan satuan alatnya adalah Cm, berat badan satuan alatnya adalah kilogram (Kg). e. Alat yang digunakan, antropometer, meteran yang sudah ditera dan timbangan yang sudah ditera Standar berat badan ideal ( Brocce Formula ) Berat Badan ideal = 90 % X ( Tinggi Badan 100 ) Batas kewajaran sebagai berikut : Paling Berat = 120 % X ( Tinggi Badan 100 ) Paling Ringan = 80 % X ( Tinggi Badan 100 )

Ex : Diket : Berat badan = 70 Kg Tinggi badan = 172 cm BB ideal = 90% x (172 -100 ) 64, 8 kg Berat badan max = 120 % x (172 100 ) 86.4 kg Berat badan min = 80 % x (172 100 ) 57,6 kg Bila lebih dari 86,4 kg berarti terlalu gemuk. Bila kurang dari 57,6 kg berarti terlalu kurus Dari data yang diperoleh dari pengukuran tinggi dan berat badan, akan dapat diperoleh juga data Indeks Masa Tubuh. Yaitu dengan rumus IMT sebagai berikut : IMT= Keterangan : BB = Berat Badan ( Kg ) TB = Tinggi Badan ( cm ) IMT = Indeks Masa Tubuh ( Kg/m) Ex : Diket : BB = 70 Kg TB = 172 Cm IMT = ?? IMT = 70 = 70 = 70 = 23.66 ( Kg/m) (172)2 cm (2958)cm (2, 958)m Ketentuan IMT:

Underweight = 12 - 19 kg/m Ideal = 20 - 25 kg/m Overweight = 26 - 29 kg/m Obesitas = > 29 kg/m C. TES KELENTUKAN ( FLEXIBILITY ) Tes kelentukan atau flexibility meter dilakukan untuk memperoleh data dimana dari data tersebut kita dapat mengetahui tingket kelentukan seseorang. Tingkat kelentukan seseorang pasti berbeda satu sama lain. Sehingga memang perlu diadakan pengukuran untuk mengambil data kelentukan seseorang, karena sangat bermanfaat untuk beberapa tujuan yang diinginkan seseorang. Alat yang digunakan untuk tes kelentukan biasanya yaitu bangku/mistar dengan ukuran 50 cm atau biasa juga yang disebut dengan Flexibility Meter. Satuan alat ini yaitu Centimeter (Cm).Ada beberapa macam jenis tes dari tes kelentukan atau flexibility. Tapi akan dijelaskan dibawah tentang 2jenis tes kelentukan, yaitu sit and reach dan standing trunk flexion. Sit and Reach Prosedur pelaksanaan tes : Peserta atau orang coba tidak memkai alas kaki Peserta duduk dengan kaki lurus menyentuh balok tes. Lutut bagian belakang lurus ( tidak boleh ditekuk ) Pelan-pelan bungkukkan badan dengan posisi tangan lurus, ujung jari dari kedua tangan menyentuh mistar skala/pengukur. Tangan yang mendorong harus selalu menempel di alat tes. Dimulai dari angka -20. ( karena tingkat kelentukan masing- masing individu itu berbeda-beda, jadi jika hal ini dimulai dari angka nol, objek sudah tidak mampu ) Dilakukan 3 x, diambil hasil tes yang terbaik. Norma Sit and reach. Kategori Pria Wanita Bagus Sekali +21 +22 Bagus +17 +18 Sedang +11 +12 Cukup +5 +8 Kurang -2 +2 Standing Trunk Flexion Prosedur pelaksanaan tes : Peserta atau orang coba tidak memakai alas kaki Peserta berdiri dengan kaki lurus diatas balok tes. Lutut bagian belakang lurus ( tidak boleh ditekuk ) Pelan-pelan bungkukkan badan dengan posisi tangan lurus, ujung jari dari kedua tangan menyentuh mistar skala/pengukur. Tangan yang mendorong harus selalu menempel di alat tes. Dimulai dari angka -20. ( karena tingkat kelentukan masing- masing individu itu berbeda-beda, jadi jika hal ini dimulai dari angka nol, objek sudah tidak mampu ) Dilakukan 3 x, diambil hasil tes yang terbaik.

D. TES KELINCAHAN ( AGILITY ) Tes agility atau yang kita kenal sebagai tes kelincahan terdiri dari bebrapa gabungan komponen fisik yang lain. Tes agility terdiri dai kelentukan, kecepatan, dan keseimbangan.sehingga memang tes agility ini sangat manfaatnya dan sangat dibutuhkan dikalangan penguji atau pengetes ( guru atau pelatih pada khususnya ). Bagi orang ciba atau atlet akn membutuhkan bebrapa kemampuan dan dasar dari ketiga komponenn ( kelentukan, keseimbangan, dan kecepatan ) tersebut jika akan melakukan tes agility atau kelincahan. Ada beberapa macam jenis tes dari tes Kelincahan atau Agility, Tapi akan dijelaskan dibawah tentang 2jenis tes kelincahan. Yaitu Squat Thrust dan Shuttle Run. Squat thrust Prosedur pelaksanaan tes : Pelaksanaan tes dilakukan selam 30 detik Posisi berdiri, kemudian dimulai dengan meloncat keatas dengan tangan diangkat keatas. Setelah meloncat, ketika turun, langsung ke posisi jongkok dan tangan menyntuh lantai didepan tubuh.dibarengi dengan kaki yang langsung dibuang kebelakang, kaki lurus, begitu juga tangan yang lurus menyentuh lantai, sehingga posisi tubuh Push- up. Setelah itu posisi kaki dipindah lagi ke posisi jongkok untuk mengambil awalan untuk loncat lagi atau ke posis mulai.. Dapat dihitung sekali ketika satu loncatan. Jika tidak sesuai dengan prosedur tes, maka tidak dihitung. Shuttle Run Shuttle run yaitu biasa dikiaskan lari bolak-balik. Ditempuh dengan jarak 40 meter. Jarak lintasan bisa dimodifikasi sendiri oleh pengetes. Jika terdapat tiga garis dan masing-masing garis berjarak 5 meter, maka orang coba akan melakukan 4 kali melewati garis finis. Ex : A Start / Finis B 1 2 3 4 5 Keterangan : Terdapat 3 garis, garis A, garis B dan garis start finis. Tanda panah adalah praktek lari yang akan dilakukan oleh orang coba. Prosedur pelaksanaan tes : Start berdiri. Kaki menginjak garis start dan tidak boleh melebihi garis start. Menunggu aba-aba ( peluit atau ucapan siap, ya Kedua kaki melewati garis A kemudian lari menuju garis B dan melewatinya, lalu kembali lagi. Finis, jika salah satu kaki menginjak garis finis. Alat yang harus disiapkan sebelum tes yaitu, stop watch, peluit, dan 3 garis. E. TES KESEIMBANGAN ( BALANCE )

Tes ini dilaksanakan agar penguji atau pengetes dapat mengetahu tingkat keseimbangan orang coba atau atlet. Tes ini juga akan bermanfaat untuk pengembangan prestasi, motivasi dan tujuan pengukuran yang lain yang dibutuhkan penguji. Di dalam komponen tes keseimbangan terdapat banyak macam jenis tes yang bisa dilaksanakan. Diatntaranya adalah: 1. Static Balance 2. Tripod balance 3. Tip Up Balance 4. Handstand 5. Head Balance Tapi dibawah ini akan dijelaskan prosedur pelaksanaan tes keseimbangan yang menggunakan alat coba yang bernam Balance One Prosedur Pelaksanaannya sebagai berikut : Pertama-tama. Alat tes harus On. Tombol On/Off berada dibelakang. Alat pijakan keseimbangan disatukan dengan alatnya. Alat tes bisa disesuaikan dengan tinggi badan orang coba. Setelah itu berdiri diatas alat pijakan dengan satu kaki saja. Antara kaki yang satu dengan kaki yang lain tidak boleh bersentuhan atau fikasih jarak keduanya. Tangan direntangkan dan mata dipejamkan. Alat akan menghitung jika sudah ada tanda mulai brupa bunyi. Sebelumnya alat akan menhitung mundur dari 5. baru akan menghitung. Satuan alat ini adalah detik Dilakukan 3 kali, diambil hasil yang terbaik. Standart hasil tes ini adalah 10 detik. Semakin banyak semakin bagus. F. TES REAKSI Tes reaksi pada dasarnya dilaksanakan untuk mengetahui tingkat reaksi seseorang dalam suatu kondisi tertentu.hal ini sangat diperlukan dalam pengembangan prestasi. Karena akna banyak kita hadapi berbagai situasi dal berolahraga. Tes reaksi diantaranya adalah Whole Body Reaction dan Speed Anticipation Reaction. Whole Body Reaction Jenis tes ini terdapat dua macam. Yaitu Visual dan Audiovisual. Jika visual hanya menggunakan alat indra mata saja dalam tes ini.yaitu dengan melihat cahaya pada alat tes. Disana akan terdapat tiga warna. ( red, blue, and yellow ) Tetapi jika yang Audiovisual y