Penuntun Praktikum fisdas

download Penuntun Praktikum fisdas

of 27

  • date post

    10-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    120
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Penuntun Praktikum fisdas

PENUNTUN PRAKTIKUMFISIKA DASAR

Oleh :Tim Asisten Praktikum Fisika Dasar

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONALUNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURATFAKULTAS TEKNIKPROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGANBANJARBARU

2014

PERATURAN UMUM PRAKTIKUM

1. Praktikan wajib datang dan melakukan percobaan dengan jadwal waktu yang telah ditentukan (tidak boleh terlambat).2. Sebelum waktunya, praktikan tidak diperkenankan memasuki ruang praktikum.3. Praktikan diwajibkan memakai pakaian rapi, sopan, memakai sepatu dan memakai jas lab (tidak boleh memakai kaos oblong).4. Sebelum praktikum, teori dan petunjuk praktikum harus dipahami.5. Sebelum praktikum, praktikan wajib menyerahkan laporan pendahuluan sesuai dengan tugas praktikum masing masing.6. Praktikan wajib membawa penuntun praktikum.7. Untuk percobaan yang yang menggunakan arus listrik, jangan dulu dihubungkan dengan arus jaringan PLN sebelum diperiksa dan disetujui oleh asisten pengawas.8. Bila terjadi kerusakan atau kehilangan alat selama praktikum, praktikan bertanggung jawab untuk memperbaiki atau mengganti alat tersebut.9. Praktikan yang dibawah pengaruh minuman beralkohol dan obat obatan terlarang dilarang mengikuti praktikum.10. Praktikan dilarang membawa senjata tajam selama praktikum (dalam ruang laboratorium).11. Selama praktikum (dalam ruang laboratorium), praktikan dilarang keras merokok, bercanda, ribut dan berjalan-jalan.12. Sanksi atas pelanggaran yang dilakukan adalah mutlak kewenangan tim asisten. 13. Selesai melakukan percobaan, praktikan harus membuat laporan sementara dari hasil percobaan (tidak perlu dihitung).14. Sesudah melakukan percobaan, praktikan harus membuat laporan akhir yang diserahkan minggu berikutnya (1 minggu).15. Praktikan yang tidak menyerahkan laporan akhir atau terlambat akan dikurangi nilainya dan bila berturut-turut 2 kali tidak menyerahkan laporan, praktikan tersebut tidak boleh mengikuti praktikum selanjutnya.

ASISTEN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

1. SupriadiH1C1090302. Satrio RamadhanH1C1090703. Ema Tri WahanaH1C1090214. M. Fajar PrawiraH1C1090585. Azhar HanafiH1C1090106. Nurkholis SutrisnoH1C109063

DAFTAR ISI

COVERPERATURAN UMUM PESERTA PRAKTIKUMPERCOBAAN I: ALAT UKUR DASAR LISTRIKPERCOBAAN II : USAHA DAN ENERGIPERCOBAAN III : HUKUM KIRCHOFFPERCOBAAN IV: MUAI PANJANG ZAT PADATPERCOBAAN V: GAYA LORENTZPERCOBAAN VI: PESAWAT SEDERHANA SISTEM KATROL

BAB IALAT UKUR DASAR LISTRIK

1.1 Tujuan PraktikumTujuan praktikum ini adalah mengetahui fungsi dan pemakaian alat ukur dasar listrik.

1.2 Dasar TeoriMultimeter adalah alat yang sering digunakan dalam pengukuran besaran besaran listrik. Multimeter sering dikenal dengan AVOmeter ( singkatan daripada Ampermeter, Voltmeter, Ohmmeter). Multimeter terbagi jadi dua jenis, yaitu analog dan digital. Multimeter analog menggunakan jarum penunjuk sebagai penunjuk nilai atau besarnya satuan listrik, sedangkan multimeter digital menggunakan angka angka sebagai penunjuk nilai (Tipler, 2001)

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat kita menggunakan Multimeter adalah :1. Memperhatikan posisi jarum penunjuk2. Menentukan letak saklar3. Menghubungkan colokan terminal positif dan negative4. Membaca skala

Jenis-jenis resistor adalah resistor kawat gulungan (kawat nekelin), resistor keramik atau dari karbon yang disemprotkan pada keramik dll.

Harga resistor dapat dibaca langsung dari gelang-gelang berwarna (empat buah gelang) biasanya disebut kode warna.

1.3 Tugas Awala. Apa yang dimaksud dengan arus searah dan arus bolak-balik ?b. Kenapa untuk pengukuran tegangan harus parallel dengan R dan untuk pengukuran arus harus seri dengan R.c. Apa keistimewaan dari osiloskop dan apa saja kegunaannya?1.4 Alat dan Bahan1. Multimeter 2. Hambatan geser3. Resistor 4. Kapasitor

1.5 Prosedur Kerja1. Penggunaan Voltmeter Amperemeter dan Multimeter Analog / Digital :A. Mengukur tegangan AC (arus bolak balik)a. Merangkai alat seperti pada gambar

b. Mengukur tegangan dan arus pada Rc. Melakukan berulang kali untuk pengukuran tegangan arus dan mengganti R dengan harga yang lain.B. Mengukur tegangan DC ( arus searah)Melakukan tahap yang sama seperti arus bolak balik dengan mengganti sumber tegangan DC.C. Mengukur ResistorMengukur nilai resistor yang diberikan oleh asisten, lakukan berulang kali..

1.6 Tugas Akhira. Tentukan nilai R dari data pengamatan dengan menggunakan teorema sesatan, untuk sumber tegangan AC dan DC.b. Tentukan nilai R yang sebenarnya dengan menggunakan teori ralat.

1.7 Daftar PustakaR. Resnick & D. Haliday, Fisika (Terjemahan P.Silaban & E. Sucipto), Erlangga, Jakarta, 1983.Sutrisno, Seri Fisika Dasar, Penerbit ITB, 1978.Tipler, P.A. ,Fisika Untuk Sains dan Teknik 2 , Penerbit Erlangga, 2001.

BAB IIUSAHA DAN ENERGI

2.1Tujuan Percobaan1. Menentukan besar usaha yang dilakukan pada satu bidang miring2. Menentukan besar energi potensial yang bekerja pada percobaan

2.2 Dasar TeoriKata usaha atau kerja memiliki berbagai arti dalam percakapan sehari-hari. Namun dalam fisika, usaha memiliki arti khusus, untuk memaparkan bagaimana dikerahkannya gaya pada benda, hingga benda berpindah. Usaha ( W ) terjadi bila sebuah gaya bekerja pada suatu benda dan dapat mengatasi hambatan yang ada sehingga benda tersebut berpindah tempat atau kecepatannya berubah.Secara matematis, usaha yang dilakukan oleh gaya yang konstan didefinisikan sebagai hasil kali perpindahan dengan gaya yang sejajar dengan perpindahan.

Perpindahan pada balok

Persamaan matematisnya adalah :W = F sF adalah gaya yang sejajar dengan perpindahan dan s adalah perpindahan.Apabila gaya konstan tidak searah dengan perpindahan, sebagaimana tampak pada gambar di bawah, maka usaha yang dilakukan oleh gaya pada benda didefinisikan sebagai perkalian antara perpindahan dengan komponen gaya yang searah dengan perpindahan. Komponen gaya yang searah dengan perpindahan adalah F cos .

Gaya konstan tidak searah dengan perpindahan

Secara matematis dirumuskan sebagai berikut :

2.3 Tugas Awal1. Jelaskan pengetian usaha di dalam fisika ?2. Tuliskan satuan usaha dalam SI dan CGS beserta dimensinya ?3. Tuliskan perbedaan usaha dan gaya ?

2.4 Alat dan Bahan

No.Nama Alat dan BahanJumlah

1Dasar statif1 buah

2Batang statif panjang1 buah

3Jepit penahan1 buah

4Balok penahan1 buah

5Katrol kecil ( 50 mm)2 buah

6Steker perangkai1 buah

7Bidang miring1 buah

2.5 Prosedur Percobaan 1. Rakit statif sesuai gambar

Gambar Sistem percobaan Usaha dan energi

1. Rakit bidang miring pada balok penahan menggunakan jepit penahan.1. Tentukan berat kedua katrol + seteker perangkai ( w = mg).catat hasil pengamatan pada tabel.1. Kaitkan katrol pada dinamometer dan taruh diatas bidang miring.1. Atur ketinggian bidang miring (mulai dari h=30 cm).1. Amati gaya yang terjadi (FR) pada dinamometer dan catat hasilnya pada tabel.1. Lepaskan dinamometer dari katrol dan taruh katrol diatas bidang miring yang paling atas (ketinggian diatas bidang horizontal h = 30 cm). Lepaskan katrol agar menggelincir pada bidang miring hingga sampai pada bidang horizontal ( di titik B pada gambar 2). Usaha yang dilakukan gaya FR= FR .l (l = panjang bidang miring = 100 cm ).1. Isikan nilai usaha = FR .l pada tabel pengamatan dan lengkapi pula harga w.h.1. Ulangi langkah 4 sampai 8 dengan mengubah ketinggian (h) bidang miring sesuai table di bawah.1. Ulangi langkah 3 sampai 9 setelah menambah dua beban pada katrol.

Gambar Sistem pada percobaanTabel pengamatan Tanpa tambahan beban.Tinggi h (m)w (N)w.h(Joule)FR(N)Usaha=FR . l(Joule)

0,3

0,4

0,5

Tabel pengamatan Dengan tambahan beban.Tinggi h (m)w (N)w.h(Joule)FR(N)Usaha=FR . l(Joule)

0,3

0,4

0,5

2.6 Tugas Setelah Percobaan1. Tuliskan faktor apa saja yang mempengaruhi besar usaha pada percobaan ini ?2. Adakah perbedaan antara nilai usaha yang didapat dari rumus w.h dan FR.l ?3. Tuliskan kesimpulan dari percobaan ini ?

2.7 Daftar Pustaka R. Resnick & D. Haliday, Fisika (Terjemahan P.Silaban & E. Sucipto), Erlangga, Jakarta, 1983.Sutrisno, Seri Fisika Dasar, Penerbit ITB, 1978.

BAB IIIHUKUM KIRCHOFF

3.1 Tujuan PraktikumTujuan dari praktikum kali ini adalah menyelidiki hubungan arus datang dan arus pergi pada suatu percabangan.3.2 Dasar TeoriHukum I kirchhoff berbunyi sebagai berikut.Pada rangkaian listrik bercabang, jumlah kuat arus yang masuk pada suatu titik percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik ituAturan Kirchhoff yang pertama adalah suatu pernyataan tentang kekekalan muatan listrik. Semua muatan yang memasuki titik tertentu dalam sebuah rangkaian harus keluar dari titik tersebut karena muatan tidak dapat bertambah pada sebuah titik. Hukum I Kirchhoff secara matematis dapat dituliskan sebagai:Hukum Kirchoff I atau biasa disebut Hukum Titik Cabang didasarkan pada kekuatan muatan yang telah digunakan untuk menurunkan Resistor parallel. Hokum ini menyatakan bahwa pada setiap titik cabang jumlah semua arus yang masuk cabang harus sama dengan semua arus yang keluar. Hukum titik cabang Kirchoff didasarkan pada kekekalan muatan. Muatan yang dimasuki sebuah titik cabang harus keluar tidak ada yang hilang atau diambil (Giancoli, 2001)Hukum Kirchoff II atau juga disebut hokum loo didasarkan pada kekekalan energy. Hukum ini menyatakan bahwa jumlah perubahan potensial mengelilingi lintasan tertutup pada suatu rangkain haruslah nol (Giancoli, 2001)3.3 Tugas Pendahuluan1. Dari gambar berikut, (bila perlu dengan memasang amperemeter) pada masing-masing cabang buktikan bahwa I masuk = I keluar :a.

b.

3.4 Alat dan Bahan1. Catu Daya2. Kabel penghubung3. Papan Rangkaian4. Jembatan Penghubung5. Hambatan 47 6. Hambatan 56 7. Hambatan 100 8. Sakelar satu K