PENGARUH KEPEMIMPINAN PELAYAN (SERVANT LEADERSHIP

download PENGARUH KEPEMIMPINAN PELAYAN (SERVANT LEADERSHIP

of 32

  • date post

    14-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of PENGARUH KEPEMIMPINAN PELAYAN (SERVANT LEADERSHIP

  • 1

    PENGARUH KEPEMIMPINAN PELAYAN (SERVANT

    LEADERSHIP) DAN KOMPETENSI

    TERHADAP KEPUASAN KERJA DALAM

    MENINGKATKAN KINERJA PENGAJAR (Studi Pada Lembaga Bimbingan Belajar Ganesha Operation)

    Masrul Saragih, Indi Djastuti1, Mirwan Surya Perdhana2

    Jurusan Magister Manajemen Universitas Diponegoro

    Jl. Erlangga Tengah No.17 Semarang 50241, Phone: +62248449010

    This study aimed to examine the effect of servant leadership and

    competencies to job satisfaction and teacher performance, and also the effect of job satisfaction on the teachers performance. The research problem is how

    to increase the performance of teachers through servant leadership,

    competence, and job satisfaction.

    This research was conducted at the Tutoring Institute of Ganesha

    Operation by the number of respondents was 120 faculty which spread in

    Branch of Semarang and Magelang etc. Data were collected by distributing a

    questionnaire to present the questions covered by 4 variables with each five indicators for each variable studied.

    Processing data used Structural Equation Modeling (SEM) which was

    run by the software Analysis of Moment Structure (AMOS). The results of data

    analysis concluded that the servant leadership gave positive and significant

    impact on job satisfaction, servant leadership did not affect the teachers

    performance, competence was not a positive effect on job satisfaction,

    competence did not affect teachers performance and job satisfaction gave

    positive and significant effect on the teachers performance. The empirical findings showed that servant leadership affected job

    satisfaction, then job satisfaction will further affect teacher performance.

    Keywords: servant leadership, competence, job satisfaction and teacher

    performance

  • 2

    I. PENDAHULUAN

    Dalam sebuah organisasi,

    faktor yang paling penting adalah

    sumber daya manusia (human

    resources), karena sumber daya

    manusia tersebut yang akan

    menjalankan roda organisasi.

    Kemampuan yang dimiliki oleh

    sumber daya manusia tersebut maka

    organisasi dapat berjalan secara

    optimal dan mencapai tujuan

    organisasi. Kemampuan yang harus

    dimiliki meliputi kemampuan teknis,

    teoritis, konseptual dan moral dari

    setiap pelaku dalam organisasi

    tersebut. Di sisi lain perusahaan tidak

    mungkin mengoperasikan

    kegiatannya tanpa sumber daya

    manusia yang terlibat langsung

    dalam tumbuh berkembangnya

    perusahaan. Manusia selalu berperan

    aktif dan dominan dalam setiap

    kegiatan organisasi, karena manusia

    menjadi perencana, pelaku, dan

    penentu terwujudnya tujuan

    organisasi. Oleh karena itu, tenaga

    kerja yang bekerja sesuai dengan

    fungsinya akan menunjang

    tercapainya keberhasilan tujuan

    organisasi. Tujuan organisasi tidak

    mungkin terwujud tanpa peran aktif

    karyawan meskipun alat-alat yang

    dimiliki perusahaan begitu

    canggihnya. Untuk mengetahui

    sejauh mana keberadaan, peran, dan

    kontribusi sumber daya manusia

    dalam mencapai tujuan organisasi,

    tentu diperlukan pengkuran kinerja.

    Organisasi yang berhasil dan efektif

    merupakan organisasi yang salah

    satu cirinya adalah memiliki individu

    yang di dalamnya memiliki kinerja

    yang baik. Organisasi yang efektif

    atau berhasil akan ditopang oleh

    sumber daya manusia yang

    berkualitas.

    Kepemimpinan sampai saat

    ini masih dipandang sebagai faktor

    yang sangat penting dalam

    organisasi, bahkan juga

    mempengaruhi hampir semua

    kehidupan manusia. Dunia

    pendidikan mempunyai karateristik

    yang khas sehingga membutuhkan

    kepemimpinan tertentu. Dunia

    pendidikan di Indonesia saait ini

    sedang aktif melakukan perubahan,

    sehingga pemimpinnya harus mampu

    membuat perubahan yang berguna.

    Menurut Frost (2003) menekankan

    bahwa akibat krisis kepemimpinan,

    banyak orang yang menderita,

    mengalami burn-out, yang tidak

    dapat menikmati hidup dalam

    pekerjaannya, serta banyak biaya

    yang dikeluarkan untuk mengobati

    sakit emosional di tempat kerja. Ada

    kebutuhan yang besar saat ini untuk

    melakukan pendidikan

    kepemimpinan untuk generasi yang

    akan datang, termasuk

    kepemimpinan di lembaga

    pendidikan.

    Bass (2000) menyatakan

    bahwa tentang tranformational

    leadership dengan bentuk

    kepemimpinan yang lain menyatakan

    bahwa terdapat banyak kesamaan

    servant leadership dengan

    tranformational leadership.

    Kesamaan tersebut terkait dengan

    karateristik vision, influence,

    credibility, trust, dan service. Namun

    servant leadership mempunyai

    tingkat lebih tinggi dari

    tranformational leadership karena

    terdapat penyamaan motif pemimpin

    dan bawahan. Polley (2002) juga

    membuat perbandingan servant

    leadership dengan tiga paradigma

    kepemimpinan sebelumnya yaitu

    pendekatan trait, behavioral, dan

  • 3

    contingency. Polley juga menyatakan

    bahwa servant leadership sangat

    dekat kesamaannya dengan

    tranformational leadership. Sampai

    saat ini penelitian mengenai

    Kepemimpinan Melayani masih

    sangat langka. Oleh karena itu

    penulis tertarik untuk meneliti gaya

    kepemimpinan Servant Leadership

    ini dalam organisasi di Indonesia.

    Sumber daya berkualitas

    antara lain dapat ditunjukkan dengan

    kinerja dan produktivitas yang tinggi.

    Kinerja seseorang berkaitan dengan

    kualitas perilaku yang berorientasi

    pada tugas dan pekerjaan. Demikian

    juga dengan kinerja pengajar, yang

    mana kinerja pengajar ini dapat

    dilihat dari dua sudut yaitu

    administrasi dan pengembangan

    profesi. Pendidikan dan latihan

    merupakan dua pengertian yang

    berkaitan sangat erat. Pendidikan

    lebih menekankan pada aspek

    intelektualitas melalui proses

    interaksi antara pelatih dan peserta

    dengan tujuan membuka cakrawala

    berpikir yang luas dan gagasan yang

    rasional. Pelatihan lebih

    memfokuskan pada aspek-aspek

    yang bersifat keterampilan motorik.

    Adapun upaya untuk membina dan

    mengembangkan sumber daya

    manusia diakui merupakan tugas

    yang cukup berat dan memerlukan

    keterlibatan dari semua pihak.

    Keberhasilan pendidikan

    sesungguhnya akan terjadi bila ada

    interaksi antara tenaga pendidik

    dengan peserta didik. Pengajar

    sebagai tenaga pendidik merupakan

    pimpinan pendidikan, pengajar

    sangat menentukan dalam proses

    pembelajaran di kelas, dan peran

    kepemimpinan tersebut akan

    tercermin dari bagaimana pengajar

    melaksanakan peran dan tugasnya,

    ini berarti kinerja pengajar

    merupakan faktor yang amat

    menentukan bagi mutu pembelajaran

    atau pendidikan yang berimplikasi

    pada kualitas output pendidikan

    setelah menyelesaikan sekolah

    (Engkay, 2010).

    Komponen yang paling

    strategis dan sistematik di antara

    komponen-komponen yang

    dikemukakan di atas adalah

    komponen pengajar atau guru,

    terutama yang berkenaan dengan

    kinerja dalam menampilkan

    kemampuan professionalnya. Dalam

    bahasa inggris, istilah kinerja adalah

    performance. Performance

    merupakan kata benda. Salah satu

    entry-nya adalah thing done

    (sesuatu hasil yang telah dikerjakan).

    Jadi arti Performance atau kinerja

    adalah hasil kerja yang dapat dicapai

    oleh seseoarang atau kelompok

    orang dalam suatu organisasi, sesuai

    dengan wewenang dan tanggung

    jawab masing-masing dalam rangka

    upaya mencapai tujuan organisasi

    bersangkutan secara legal, tidak

    melanggar hukum dan sesuai dengan

    moral maupun etika.

    Menurut Mangkunegara

    (2001:67) kinerja adalah hasil kerja

    secara kualitas dan kuantitas yang

    dicapai oleh seorang pegawai dalam

    melaksanakan tugasnya seusai

    dengan tanggung jawab yang

    diberikan kepadanya. Pendidikan

    merupakan suatu permasalahan yang

    sangat kompleks, mengingat banyak

    faktor-faktor dan beberapa

    komponen-komponen yang

    mempengaruhinya. Faktor dan

    komponen tersebut adalah pengajar

    atau guru. Guru merupakan

    komponen pendidikan yang

  • 4

    memegang peranan penting dan

    utama, karena keberhasilan proses

    belajar mengajar sangat ditentukan

    oleh guru . Guru menjadi subyek

    pendidikan yang mempunyai tugas

    menyampaikan materi pelajaran

    kepada siswa melalui interaksi dan

    komunikasi secara langsung dalam

    proses belajar mengajar

    (Ikhsan,2010).

    Tabel 1.1

    Kinerja Pengajar Ganesha Operation Cabang Semarang-dsk Tahun

    Pelajaran 2014/2015 (Dalam Grade)

    No Poin Penilaian Jumlah

    Pengajar

    GRADE

    A % B %

    1 Kemampuan pengajar ini sangat baik dalam

    menjelaskan teori/materi yang sedang diajarkan 234 172 73,50% 62 26,50%

    2 Kemampuan pengajar ini sangat baik dalam

    membahas soal-soal yang sedang diajarkan 234 172 73,50% 62 26,50%

    3

    Kemampuan pengajar ini sangat baik dalam

    membuat siswa mudah mengerti materi yang

    sedang diajarkan

    234 147 62,82% 87 37,18%

    4

    Kemampuan pengajar ini sangat baik dalam

    membuat sisw