PEMBINAAN JIWA KORPS, KODE ETIK, DAN DISIPLINPNS .masing, umpamanya Kode Etik Guru, Kode Etik...

download PEMBINAAN JIWA KORPS, KODE ETIK, DAN DISIPLINPNS .masing, umpamanya Kode Etik Guru, Kode Etik Perawat, Kode Etik Dokter dan sebagainya. Kode etik instansi dan kode etik profesi

of 26

  • date post

    01-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    247
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of PEMBINAAN JIWA KORPS, KODE ETIK, DAN DISIPLINPNS .masing, umpamanya Kode Etik Guru, Kode Etik...

  • Modul UD Tk.I danUPKP BPOM RI

    Pembinaan Jiwa Korps, Kode Etik, dan Disiplin PNS 5. 1

    MODUL 5

    PEMBINAAN JIWA KORPS, KODE ETIK, DAN DISIPLINPNS

    Reviewer: Dr. Hamidah, S.E., M.Si.

    MATERI UJIAN DINAS DAN UJIAN PENYESUAIAN KEPANGKATAN (UPKP)

    APARATUR SIPIL NEGERA (ASN) BADAN POM RI 2015

  • Modul UD Tk.I danUPKP BPOM RI

    Pembinaan Jiwa Korps, Kode Etik, dan Disiplin PNS 5. 2

    Modul 5 PEMBINAAN JIWA KORPS, KODE ETIK,

    DAN DISIPLIN PNS

    A. Pendahuluan Kelancaran tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional sangat

    dipengaruhi oleh kesempurnaan pengabdian aparatur negara.Pegawai Negeri

    Sipil(PNS) merupakan unsur aparatur negara yang bertugas memberikan pelayanan

    yang terbaik, adil dan merata kepada masyarakat. Untuk menjamin tercapainya tujuan

    pembangunan nasional, diperlukanPNS yang netral, mampu menjaga persatuan dan

    kesatuan bangsa, profesional dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas,

    serta penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945,

    Negara dan Pemerintah Republik Indonesia.

    Agar PNS mampu melaksanakan tugasnya sebagaimana tersebut di atas

    secara berdaya guna dan berhasil guna, diperlukan pembinaan secara terus menerus

    dan berkesinambungan. Pembinaan jiwa korps akan berhasil dengan baik apabila

    diikuti dengan pelaksanaan dan penerapan kode etik dalam kehidupan sehari-hari

    PNS.Dengan adanya kode etik bagi PNS dimaksudkan sebagai bagian dari upaya

    meningkatkan kualitas PNS dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

    Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2004

    Tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS antara lain diatur mengenai nilai-

    nilai dasar yang terkandung di dalam pembinaan jiwa korps dan kode etik yang

    memuat kewajiban PNS terhadap negara dan Pemerintah, terhadap organisasi,

    terhadap masyarakat, terhadap diri sendiri, dan terhadap sesama PNS, serta

    penegakan kode etik.

    B. Deskripsi Singkat

    Modul ini membahas Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri

    Sipil, dan Disiplin PNS.

    C. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

    Setelah mengikuti proses pembelajaran ini peserta diharapkan memahami

    maknaPembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, dan Disiplin PNS,serta dapat

    menerapkannya dalam rangka pelaksanaan tugas di unit kerja dandi kehidupan sehari-

    hari.

  • Modul UD Tk.I danUPKP BPOM RI

    Pembinaan Jiwa Korps, Kode Etik, dan Disiplin PNS 5. 3

    D. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)

    Setelah mempelajari modul ini, para peserta mampu:

    1) Menjelaskan Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS sesuaidengan Peraturan

    Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004;

    2) Menjelaskan Disiplin PNS sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun

    2010,sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011;

    3) Menjelaskan pengertian Jiwa Korps PNS, tujuan pembinaan Jiwa Korps, ruang

    lingkup pembinaan Jiwa Korps, nilai-nilai dasar PNS, etikaPNS, kode etik PNS dan

    penegakan kode etik PNS, budaya organisasi, dan KORPRI, sesuai dengan

    Keppres No. 83. Tahun 1971 tentang Korpri sebagai organisasi kedinasan;

    4) Menjelaskan pengertian disiplin PNS, kewajiban dan larangan PNS, pelanggaran

    dan jenis hukuman disiplin, tata cara pemanggilan, pemeriksaan, penjatuhan dan

    penyampaian hukuman disiplin, upaya administratif, dan berlakunya hukuman

    disiplin; dan

    5) Menjelaskan pengertian penilaianprestasi kerja PNS, prinsip penilaian prestasi

    kerja, sasaran kerja pegawai (SKP), ketentuan umum penyusunan SKP, unsur-

    unsurSKP, cara penilaian prestasi kerja, pelaksanaan penilaian SKP, penilaian

    perilaku kerja, pejabat penillai, atasan pejabat penilai, dan pelaksanaan penilaian,

    serta keberatan atas hasil penilaian prestasi kerja.

    E. Materi Bahasan Materi bahasanmata pelajaran ini terdiri atas 2 (dua) kegiatan belajar yaitu:

    1. PembinaanJiwa Korps dan Kode Etik PNS;

    2. Disiplin PNS;

    F. Uraian Materi Kegiatan Belajar 1: PEMBINAAN JIWA KORPS DAN KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL 1. Pengertian Jiwa KORPS

    Seuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2004

    tentang pembinaan jiwa Korps dan kode etik PNS menjelaskan bahwa jiwa Korps PNS

    adalah rasa kesatuan dan persatuan, kebersamaan, kerjasama, tanggung jawab,

    dedikasi, disiplin, kreativitas, kebanggaan, dan rasa memiliki organisasi PNS dalam

    rangka mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Pembinaan

  • Modul UD Tk.I danUPKP BPOM RI

    Pembinaan Jiwa Korps, Kode Etik, dan Disiplin PNS 5. 4

    Jiwa Korps PNS dimaksudkan untuk meningkatkan perjuangan, pengabdian,

    kesetiaan, dan ketaatan PNS kepada Negara Kesatuan dan Pemerintah Republik

    Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    2. Tujuan Pembinaan Jiwa KORPS Pembinaan Jiwa Korps PNS bertujuan untuk:

    a) Membina karakter/watak, memelihara persatuan dan kesatuan secara

    kekeluargaan guna mewujudkan kerjasama dan pengabdian kepada

    masyarakat serta meningkatkan kemampuan dan keteladanan PNS.

    b) Mendorong etos kerja PNS untuk mewujudkan PNS bermutu tinggi dan

    bertanggungjawabsebagai unsur aparatur negara dan abdi masyarakat.

    c) Menumbuhkan dan meningkatkan semangat, kesadaran, dan wawasan

    kebangsaan PNS sehingga dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa

    dalamNegara Kesatuan Republik Indonesia.

    3. Ruang Lingkup Pembinaan Jiwa KORPS Ruang lingkup pembinaan Jiwa Korps PNS mencakup:

    a) Peningkatan etos kerja dalam rangka mendukung produktivitas kerja dan

    profesionalitasPNS serta berpartisipasi dalam penyusunan kebijakan

    Pemerintah yang terkait dengan PNS;

    b) Partisipasi dalam penyusunan kebijakan Pemerintah yang terkait dengan

    Pegawai Negeri Sipil;

    c) Peningkatan kerjasama antara PNS untuk memelihara dan

    memupukkesetiakawanan dalam rangka meningkatkan Jiwa Korps PNS;

    d) Perlindungan terhadap hak-hak sipilatau kepentingan PNS sesuaidengan

    peraturan perundang-undanganyang berlaku dengan tetap mengedepankan

    kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.

    4. NIlai-Nilai Dasar Nilai-nilai dasar yang harus dijunjung tinggi oleh PNS meliputi:

    a) Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;

    b) Kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan UUD 1945;

    c) Semangat nasionalisme;

    d) Mengutamakan kepentingan negara di atas pribadi atau golongan;

    e) Ketaatan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan;

  • Modul UD Tk.I danUPKP BPOM RI

    Pembinaan Jiwa Korps, Kode Etik, dan Disiplin PNS 5. 5

    f) Penghormatan terhadap hak asasi manusia;

    g) Tidak diskriminatif;

    h) Profesionalisme, netralitas, dan bermoral tinggi; dan

    i) Semangat Jiwa Korps.

    5. Etika Pegawai Negeri Sipil Dalam pelaksanaan tugas kedinasan dan kehidupan sehari-hari setiap PNS

    wajib bersikap dan berpedoman pada etika sebagai berikut:

    a. Etika dalam bernegara, meliputi:

    1) Melaksanakan sepenuhnya Pancasila dan UUD 1945;

    2) Mengangkat harkat dan martabat bangsa dan negara;

    3) Menjadi perekat dan pemersatu bangsa dalam Negara Kesatuan Republik

    Indonesia dan menaati semua peraturan perundang-undangan yang berlaku

    dalam melaksanakan tugas;

    4) Akuntabel dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan

    yangbersih dan berwibawa;

    5) Tanggap, terbuka, jujur, dan akurat, serta tepat waktudalam melaksanakan

    setiap kebijakan dan program Pemerintah;

    6) Menggunakan atau memanfaatkan semua sumber daya Negara secara efisien

    dan efektif; dan

    7) Tidak memberikan kesaksian palsu atau keterangan tidak benar.

    b. Etika dalam berorganisasi,meliputi:

    1) Melaksanakan tugas dan wewenang sesuai ketentuan;

    2) Menjaga informasi yang bersitat rahasia;

    3) Melaksanakan setiap kebijakan yang ditetapkan pejabat berwenang;

    4) Membangun etos kerja untuk meningkatkan kinerja organisasi;

    5) Menjalin kerjasama secara kooperatif dengan unit kerja lain yang terkait dalam

    rangka pencapaian tujuan;

    6) Memiliki kompetensi dalam pelaksanaan tugas;

    7) Patuh dan taat terhadap standar operasional dan tata kerja;

    8) Mengembangkan pemikiran secara kreatif dan inovatif dalam rangka

    peningkatan kinerja organisasi; dan

    9) Berorientasi pada upaya peningkatan kualitas kerja

  • Modul UD Tk.I danUPKP BPOM RI

    Pembinaan Jiwa Korps, Kode Etik, dan Disiplin PNS 5. 6

    c. Etika dalam bermasyarakat, meliputi:

    1) Mewujudkan pola hidup sederhana;

    2) Memberikan pelayanan dengan empati, hormat, dan santun tanpa pamrih dan

    tanpa unsur pemaksaan;

    3) Memberikan pelayanan cepat, tepat, terbuka, adil, tidak diskriminatif;

    4) Tanggap terhadap keadaan lingkungan masyarakat; dan

    5) Berorientasi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    d. Etika terhadap diri sendiri, meliputi:

    1) Jujur dan terbuka serta tidak memberikan informasi tidak benar;

    2) Bertindak dengan penuh kesungguhan dan ketulusan;

    3) Menghindari konflik kepentingan pribadi, kelompok, golongan;

    4) Berinisiatif untuk meningkatkan kualitas pengetahuan, kemampuan,

    keterampilan,dan sikap;

    5) Memiliki daya juang yang tinggi;

    6) Memelihara keseha