Pedoman Tata Kelola

download Pedoman Tata Kelola

of 78

  • date post

    27-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    841
  • download

    112

Embed Size (px)

description

Pedoman

Transcript of Pedoman Tata Kelola

CODE OF CG RNI-Sept04

BAB IPENDAHULUAN

1.1. Pengertian Pola Tata Kelola Berdasarkan pasal 13 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pola tata kelola merupakan peraturan internal Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit Kerja yang akan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK- BLUD). Selanjutnya dalam pasal 31 dan 32 Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 disebutkan, BLUD beroperasi berdasarkan pola tata kelola atau peraturan internal, yang memuat antara lain:a. struktur organisasi; menggambarkan posisi jabatan, pembagian tugas, fungsi, tanggung jawab, dan wewenang dalam organisasi,b. prosedur kerja; menggambarkan hubungan dan mekanisme kerja antar posisi jabatan dan fungsi dalam organisasi,c. pengelompokan fungsi yang logis; menggambarkan pembagian yang jelas dan rasional antara fungsi pelayanan dan fungsi pendukung yang sesuai dengan prinsip pengendalian intern dalam rangka efektifitas pencapaian organisasi, d. pengelolaan sumber daya manusia; merupakan pengaturan dan kebijakan yang jelas mengenai sumber daya manusia yang berorientasi pada pemenuhan secara kuantitatif dan kualitatif/kompeten untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi secara efisien, efektif, dan produktif.

1.2. Prinsip-Prinsip Tata Kelola Prinsip-prinsip tata kelola BLUD sebagaimana disebutkan dalam pasal 31 dan 32 Permendagri Nomor 61 Tahun 2007, terdiri dari:a. Transparansi; merupakan azas keterbukaan yang dibangun atas dasar kebebasan arus informasi agar informasi secara langsung dapat diterima bagi yang membutuhkan.b. Akuntabilitas; merupakan kejelasan fungsi, struktur, sistem yang dipercayakan pada BLUD agar pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan.c. Responsibilitas; merupakan kesesuaian atau kepatuhan dalam pengelolaan organisasi terhadap prinsip bisnis yang sehat serta perundang-undangan.d. Independensi; merupakan kemandirian pengelolaan organisasi secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan praktek bisnis yang sehat.

1.3. Tujuan Penerapan Pola Tata Kelola Pola Tata Kelola yang diterapkan pada Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit bertujuan untuk:a. Memaksimalkan kinerja pelayanan dengan cara meningkatkan prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian dan kewajaran agar Rumah Sakit memiliki daya saing yang kuat,.b. Mendorong pengelolaan rumah sakit secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan peningkatan kemandirian organ rumah sakit.c. Mendorong agar organ rumah sakit dalam membuat keputusan dan menjalankan kegiatan senantiasa dilandasi dengan nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran atas adanya tanggung jawab sosial rumah sakit terhadap stakeholder.d. Meningkatkan kontribusi rumah sakit dalam mendukung kesejahteraan umum masyarakat melalui pelayanan kesehatan.

1.4. Sumber Referensi Pola Tata Kelola Sumber referensi untuk menyusun Pola Tata Kelola Rumah Sakit adalah:a. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.05/2007 tentang Dewan Pengawas pada Badan Layanan Umum.c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.d. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 772/MENKES/SK/VI/2002 Tanggal 21 Juni 2002 tentang Pedoman Peraturan Internal Rumah Sakit (Hospital By Law). e. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 631/MENKES/SK/IV/2005 Tanggal 25 April 2005 tentang Pedoman Peraturan Internal Staf Medis (Medical Staff ByLaws) di Rumah Sakitf. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/02/M.PAN/1/2007 Tanggal 25 Januari 2007 tentang Pedoman Organisasi Satuan Kerja Di Lingkungan Instansi Pemerintah Yang Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umumg. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No. KEP-117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktik-Praktik Good Corporate Governance (GCG) di Lingkungan BUMN.h. Praktik-praktik terbaik (best practices) penerapan etika bisnis dalam dunia usaha.

1.5. Perubahan Pola Tata Kelola Pola Tata Kelola rumah sakit ini akan direvisi apabila terjadi perubahan terhadap peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pola tata kelola Badan Layanan Umum Rumah Sakit sebagaimana disebutkan di atas, serta disesuaikan dengan fungsi, tanggung jawab, dan kewenangan organ rumah sakit serta perubahan lingkungan.

BAB IISTRUKTUR ORGANISASI

2.1. Struktur Organisasi dan Uraian TugasRumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek adalah unsur pendukung tugas Bupati Trenggalek di bidang pelayanan kesehatan . Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek dipimpin oleh seorang Direktur yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati Trenggalek melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek. Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek tersebut mempunyai tugas penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang pelayanan kesehatan . Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, maka Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek mempunyai fungsi :a. Perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan pelayanan kesehatan berdasarkan peraturan perundang undanganb. Pendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah di bidang pelayanan kesehatanc. Pengkoordinasian penyelenggaraan pelayanan kesehatan.d. Penyelenggaraan dan pengelolaan administrasi dan urusan rumah tangga RSUD.e. Penyelenggaraan tugas pelayanan medis dan penunjang medis, keperawatan, serta pengendalian dan pelaporan.f. Pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas pelayanan medis dan penunjang medis, keperawatan, serta pengendalian dan pelaporan.g. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dan kinerja RSUD.h. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana disebut di atas, RSUD mempunyai kewenangan:a. Perumusan kebijakan penyelenggaraan pelayanan kesehatan.b. Penyelenggaraan pelayanan medis.c. Penyelenggaraan pelayanan penunjang medis dan non medis.d. Penyelenggaraan pelayanan dan bimbingan asuhan keperawatan.e. Penyelenggaraan layanan rujukan.f. Usulan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan.g. Penyelenggaraan perencanaan, penelitian, dan pengembangan.h. Pemanfaatan peluang pasar sesuai dengan kemampuannya dengan tetap mengutamakan fungsi sosial.i. Pengaturan personil, keuangan dan perlengkapan lingkup RSUD.j. Penyelenggaraan kerjasama di Bidang pelayanan kesehatan.

2.2. Struktur Organisasi Sebelum Penerapan BLUD2.2.1. Bagan dan Struktur OrganisasiStruktur Organisasi dan Uraian Tugas Sebelum Penerapan PPK-BLUD mendasarkan pada Peraturan Bupati Trenggalek Nomor 99 tahun 2008 tanggal 27 Oktober 2008 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi dan tatakerja Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek. Peraturan Bupati tersebut telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah. Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek ditetapkan seperti dalam gambar 2.1 di bawah ini:

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Sub BagianKeuanganSub Bagian KepegawaianSub BagianUmum dan Perencanaan

DIREKTUR BAGIAN TATA USAHA

BIDANG PELAYANAN MEDIS & PENUNJANG MEDIS BIDANGKEPERAWATAN SeksiPelayanan Medis SeksiPelayanan Penunjang Medis Seksi Pelayanan Keperawatan

BIDANGPENGENDALIAN & PELAPORAN SeksiRekam Medis SeksiEvaluasi & Pelaporan

SeksiSarana & Prasarana Keperawatan

Gambar 2.1Bagan Struktur Organisasi RSUD dr. Soedomo Sebelum BLUD

Dari gambar 2.1 tersebut terlihat bahwa struktur organisasi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Kabupaten Trenggalek terdiri dari:a. Direkturb. Bagian Tata Usaha, membawahi :1. Sub Bagian Umum dan Perencanaan ;2. Sub Bagian Keuangan;3. Sub Bagian Kepegawaian;c. Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis, membawahi :1. Seksi Pelayanan Medis;2. Seksi Pelayanan Penunjang Medis;d. Bidang Keperawatan, membawahi:1. Pelayanan keperawatan;2. Sarana dan Prasarana Keperawatan;e. Bidang Pengendalian dan Pelaporan membawahi :1. Seksi Rekam Medis;2. Seksi Evaluasi dan Pelaporan;f. Kelompok Jabatan Fungsional.Selain yang disebut dalam struktur organisasi di Rumah Sakit juga terdapat unit-unit non struktural yang terdiri dari : 1. Komite Medik2. Komite Keperawatan3. Satuan Pengawas Intern (SPI)4. Instalasi

2.2.2. Uraian Tugas Pokok dan FungsiUraian tugas masing-masing struktur yang terdapat dalam bagan organisasi maupun unit-unit non struktural seperti diuraikan di atas adalah sebagai berikut:

a. DirekturDirektur mempunyai tugas menyelenggarakan, memimpin, mengkoordinasikan, membina dan mengendalikan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Umum Daerah.

b. Bagian Tata UsahaBagian Tata Usaha mempunyai tugas pokok mengkoordinasikan perumusan kebijakan teknis, membina dan memberikan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan RSUD.Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud Bagian Tata Usaha mempunyai fungsi :1) Pengkoordinasian perumusan kebijakan teknis berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kebijakan Direktur;2) Perumusan kebijakan teknis dan penyusunan program / kegiatan ketatausahaan;3) Pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan RSUD;4) Penyelenggaraan, pembinaan dan pengendalian pelayanan administrasi umum, kepegawaian, dan penatausahaan keuangan;5) Pengkoordinasian penyusunan perencanaan, evaluasi dan pelaporan kinerja RSUD;6) Pelaksanaan tugas kedinasan yang diberikan oleh Direktur sesuai dengan bidang tugasnya.Bagian Tata Usaha da