TaTa Kelola peRusahaan - Wom TaTa Kelola peRusahaan CoRpoRaTe goVeRnanCe TaTa Kelola peRusahaan...

download TaTa Kelola peRusahaan - Wom TaTa Kelola peRusahaan CoRpoRaTe goVeRnanCe TaTa Kelola peRusahaan Corporate

of 126

  • date post

    26-Sep-2020
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TaTa Kelola peRusahaan - Wom TaTa Kelola peRusahaan CoRpoRaTe goVeRnanCe TaTa Kelola peRusahaan...

  • P.

    172

    PT Wahana OTTOmiTra mulTiarTha Tbk SOar TO GrEaTEr hEiGhTS

    TaTa Kelola Perusahaan CorPoraTe GovernanCe

    TaTa Kelola peRusahaan Corporate Governance

    Perseroan telah memiliki Kode Etik dan Pedoman Tingkah Laku, pendeteksian risiko dini serta kebijakan reward and punishment. Code of Conduct and Behaviour Guidelines development, detection of early risks as well as reward and punishment policies.

    Dasar-dasar Pelaksanaan gCg Pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance atau GCG) di Perseroan didasarkan pada standar penerapan pada industri keuangan secara umum, dengan mengacu ke berbagai ketentuan dan peraturan perundang-undangan serta praktik-praktik terbaik yang berlaku di industri keuangan.

    gCg Implementation References The Company in general implements Good Corporate Governance (GCG) based on the financial industry implementation standard, by reffering to the prevailing rules and laws and regulatories as well as best practices.

  • P.

    173

    SOAR TO GREATER HEIGHTS PT WAHAnA OTTOmITRA mulTIARTHA Tbk

    laporan Tahunan 2018 AnnuAl REPORT 2018

    Corporate Governance Tata kelola Perusahaan

    Ketentuan dan peraturan yang dimaksud meliputi: 1. Undang-Undang nomor 40 Tahun 2007

    tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”). 2. Undang-undang nomor 8 Tahun 1995 tentang

    Pasar Modal (“UU Pasar Modal”). 3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”)

    dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) antara lain: • POJK no. 18/POJK.03/2014 tanggal 18

    november 2014 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan.

    • POJK no. 17/POJK.03/2014 tanggal 18 november 2014 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan.

    • POJK no. 28/POJK.05/2014 tanggal 19 november 2014 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan.

    • POJK no. 35/POJK.05/2018 tanggal 27 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

    • POJK no. 30/POJK.05/2014 tanggal 19 november 2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang baik bagi Perusahaan Pembiayaan.

    • POJK no. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten Atau Perusahaan Publik.

    • POJK no. 21/POJK.04/2015 tanggal 16 november 2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka.

    • POJK no. 27/POJK.03/2016 tanggal 22 Juli 2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Pihak Utama lembaga Jasa Keuangan.

    • POJK no. 13/POJK.03/2017 tanggal 27 Maret 2017 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik Dalam Kegiatan Jasa Keuangan.

    • POJK no. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.

    • POJK no. 56/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal.

    The following are the rules and regulatories: 1. law no. 40 of 2017 regarding the limited

    liability Company (”Company law”). 2. law no. 8 of 1995 regarding the Capital Market

    (”Capital Market Regulation”). 3. Financial Services Authority Regulations

    (”POJK”) and Circular letters (”SEOJK”), among others: • POJK no. 18/POJK.03/2014 dated 18

    november 2014 on the Implementation of Integrated Governance for Financial Conglomerates.

    • POJK no. 17/POJK.03/2014 dated 18 november 2014 on the Implementation of Integrated Risk Management for Manajemen Risiko Terintegrasi Financial Conglomerates.

    • POJK no. 28/POJK.05/2014 dated 19 november 2014 on Financing Companies’ business licsence and Institutional.

    • POJK no. 35/POJK.05/2018 dated 27 December 2018 on the Financing Companies business Implementation.

    • POJK no. 30/POJK.05/2014 dated 19 november 2014 on Good Corporate Governance for Financing Companies.

    • POJK no. 33/POJK.04/2014 dated 8 December 2014 on the board of Directors and board of Commissioners of Issuers or Public Companies.

    • POJK no. 21/POJK.04/2015 dated 16 november 2015 on the Implementation of Governance Guidelines for Public Companies.

    • POJK no. 27/POJK.03/2016 dated 22 July 2016 on the Fit and Proper Test for Main Parties of the Financial Services Institutions.

    • POJK no. 13/POJK.03/2017 dated 27 March 2017 on the Rendering of Public Accountant and Public Accountant Firm Services in the Financial Services Activities.

    • POJK no. 35/POJK.04/2014 dated 8 December 2014 on the Corporate Secretary of Issuers or Public Companies.

    • POJK no. 56/POJK.04/2015 dated 23 December 2015 on the Establishment and Development of Internal Audit Unit Charter.

  • P.

    174

    PT Wahana OTTOmiTra mulTiarTha Tbk SOar TO GrEaTEr hEiGhTS

    TaTa Kelola Perusahaan CorPoraTe GovernanCe

    • SEOJK no. 36/SEOJK.03/2017 tanggal 11 Juli 2017 tentang Tata Cara Penggunaan Jasa Akuntan Publik Dan Kantor Akuntan Publik Dalam Kegiatan Jasa Keuangan.

    Penerapan Prinsip-Prinsip gCg Seiring dengan meningkatnya risiko bisnis dan tantangan yang dihadapi oleh industri perusahaan pembiayaan, Perseroan menyadari bahwa penerapan GCG merupakan suatu keharusan untuk mempertahankan dan menjaga keberlangsungan usaha Perseroan serta memelihara kepercayaan para pemegang saham dan pemangku kepentingan terhadap Perseroan.

    Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan penerapan prinsip-prinsip GCG dalam menjalankan kegiatan usahanya sebagaimana telah diamanatkan oleh peraturan perundang- undangan yang berlaku bagi Perseroan. Oleh karena itu, dalam menjalankan usahanya Perseroan senantiasa menerapkan prinsip-prinsip GCG yang meliputi:

    1. Keterbukaan Transparency

    Yaitu keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam pengungkapan dan penyediaan informasi yang relevan mengenai Perseroan yang mudah diakses oleh Pemangku Kepentingan, sesuai peraturan perundang-undangan di bidang pembiayaan serta standar, prinsip dan praktik penyelenggaraan usaha pembiayaan yang sehat.

    Transparency in decision making process and in the disclosure and provision of relevant information on the Company, which are accessible by the Stakeholders, according to the laws and regulatories for financing industry, including standards, principles and practices of sound financing business.

    • Pemenuhan oleh Perseroan: Keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan Perseroan telah menerapkan keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan pada rapat Direksi, rapat Dewan Komisaris, dan rapat komite-komite Perseroan. Hal dimaksud tercermin dalam risalah rapat Direksi, rapat Dewan Komisaris dan rapat komite-komite Perseroan.

    • Keterbukaan dalam pengungkapan dan penyediaan informasi yang relevan - Perseroan telah mencantumkan informasi yang dibutuhkan oleh debitur/

    konsumen di dalam perjanjian pembiayaan/akad pembiayaan; - Perseroan telah menyampaikan laporan-laporan kepada OJK sesuai dengan

    ketentuan;

    Perseroan mengungkapkan informasi dengan jelas dan mudah diakses oleh para pemangku kepentingan dengan cara mengungkapkan informasi penting dengan memperhatikan tata cara yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan cara antara lain pemanfaatan web Perseroan untuk menyediakan pengungkapan informasi termasuk berupa laporan Tahunan, laporan Keuangan, realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, laporan terkait obligasi dan lain- lain sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    • SEOJK no. 36/SEOJK.03/2017 dated 11 July 2017 on the Procedures of Rendering the Public Accountant and Public Accountant Firm Services in the Financial Services Activities.

    gCg Principles Coherent with the increasing business risks and challenges faced by the financing industry, the Company realizes that GCG implementation is pivotal in sustaining and maintaining business continuity, as well as keeping the shareholders and stakeholders’ trusts to the Company.

    The Company committed to continue improving GCG principles implementation in its business activities as has been mandated by the prevailing laws and regulatories. To that end, the Company implements the following GCG principles which covers:

    Corporate Governance Tata kelola Perusahaan

  • P.

    175

    SOAR TO GREATER HEIGHTS PT WAHAnA OTTOmITRA mulTIARTHA Tbk

    laporan Tahunan 2018 AnnuAl REPORT 2018

    • Implementation in the Company: Transparency in decision making process The Company has implemented the transparency in decision making process through the meetings of the board of Directors, board of Commissioners and committees. This is reflected from the meeting minutes of the board of Directors, board of Commissioners and committees.

    • Transparency in relevant information disclosures and provisions - The Company has stated required information by the debtors/consumers in

    the financing agreements; - The Company has submitted reports to OJK in accordance with the rules.

    The Company discloses clear and accessible information to the stakeholders through key information disclosures by taking into account the procedures in the prevailing regulatories. This among others are done through the Company website for the disclosure of informations, such as Annual Reports, Financial Statements, realization of the IPO proceeds, bonds reports and others according to the applicable regulations.

    2. Akuntabilitas Accountability

    Yaitu kejelasan f