PBL 9 BLOK 7

download PBL 9 BLOK 7

of 18

  • date post

    15-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    0

Embed Size (px)

description

tes

Transcript of PBL 9 BLOK 7

Tinjauan pustaka

Penyumbatan pada Arteri KoronariaImeldaB5Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Krida WacanaJln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510. Telephone : (021) 5694-2061, fax : (021) 563-1731

AbstrakJantung secara umum berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh dan menampungnya kembali setelah dibersihkan organ paru-paru. Jantung akan menyediakan oksigen darah yang cukup dan dialirkan ke seluruh tubuh, serta membersihkan tubuh dari hasil metabolisme. Jantung mendapatkan aliran darah dari arteri koronaria. Sirkulasi koronaria meliputi seluruh permukaan jantung, membawa oksigen dan nutrisi ke miokardium. Bertambahnya usia serta mengkonsumsi makanan berlemak tinggi dapat menimbulkan penyakit pada jantung salah satunya adalah penyumbatan pada arteri koronaria. Kata kunci: arteri koronaria, penyumbatan arteri koronaria

AbstractHeart generally has a function to pump blood throughout the body and to hold them back after cleaning lungs. Heart will provide oxygen enough blood and flown to the body, as well as purging the body from the rest of the result of the metabolism. Heart get blood flow from the coronary arteries. Coronary circulation covers the entire surface of the heart, carrying oxygen and nutrients to the myocardium. Age and fatty food consumption high can give rise to heart disease in one of them is blockage of coronary arteries. Keywords: coronary arteries, blockage of coronary arteries

PendahuluanJantung mendapatkan aliran darah dari arteri koronaria. Sirkulasi koronaria meliputi seluruh permukaan jantung, membawa oksigen dan nutrisi ke miokardium melalui cabang-cabang intramiokardium yang kecil-kecil. Arteri koroner bertanggung jawab untuk membawa darah ke otot jantung.1 Kadang-kadang arteri bisa tersumbat yang disebabkan oleh plak dan bahan lemak lainnya. Sumbatan ini akhirnya memperlambat aliran darah atau dapat menghentikan aliran darahsepenuhnya. Ketika seseorang memiliki penyumbatan arteri koroner, ia akan mengalami nyeri di dada atau mengembangkan serangan jantung. Namun, dengan melakukan operasi bypass arteri koroner, aliran darah ke jantung membaik dan akhirnya mengurangi nyeri dada dan risiko serangan jantung. Biasanya arteri (pembulih darah) koroner jantung yang sudah rusak/tersumbat diganti dengan arteri yang diambil dari sekitar otot dada pasien (arteri thoracica interna).1

IsiIdentifikasi Istilah yang Tidak diketahuiTidak adaRumusan MasalahSumbatan pada arteri coronaria sinistraHipotesis Keluhan yang terjadi karena sumbatan arteri coronaria sinistra sehingga dialihkan ke sisi distal sumbatan.

PembahasanArteri koronariaArteri koronaria adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. Muara arteri koronaria ini terdapat dalam sinus valsalva dalam aorta, tepat di atas katup aorta. Sirkulasi koroner terdiri dari arteri koronaria kiri dan arteri koronaria kanan. Arteri koronaria kiri mempunyai dua cabang, yaitu arteri desendens arteri kiri dan arteri sirkumpleksa kiri. Arteri-arteri ini berjalan melingkar jantung dalam dua celah anatomi eksterna: sulkus atrioventrikularis yang melingkari jantung diantara atrium dan ventrikel, dan sulkus interventrikularis yang memisahkan kedua ventrikel. Tempat pertemuan kedua celah dipermukaan posterior jantung merupakan bagian jantung yang kritis, dipandang dari sudut anatomi dikenal sebagai kruks jantung yaitu bagian jantung yang terpenting dari jantung. Nodus AV berlokasi pada tempat pertemuan ini. Karena itu pembuluh manapun yang melintasi kruks tersebut merupakan pembuluh yang menghantarkan ke nodus AV.2Arteri koronaria kanan berjalan ke lateral mengitari sisi kanan jantung di dalam sulkus interventrikularis kanan. Pada 90 % jantung, arteri koronaria kanan pada waktu mencapai posterior jantung akan menuju kruks lalu turun menuju menuju afeks jantung dalam sulkus interventrikularis posterior. Arteri koronaria kiri tidak bercabang lagi sesudah meninggalkan pangkalnya di aorta. Aretri sirkumpleksa kiri berjalan ke lateral di bagian kiri jantung dalam sulkus atrioventrikularis kiri.2Distribusi secara berkeliling ini sesuai dengan sebutan dan tujuan fungsinya sebagai pembuluh sirkumpleksia. Demikian juga arteri desendens arterior kiri menyatakan perjalanan anatomis dari cabang arteri tersebut. Arteri tersebut berjalan ke bawah pada permukaan jantung dalam sulkus interventrikularis anterior. Kemudian arteri ini melintasi apeks jantung dan berbalik arah dan berjalan ke atas sepanjang permukaan posterior sulkus interventrikularis untuk bersatu dengan cabang distal arteri koronaria kanan.2Setiap pembuluh utama mencabangkan pembuluh epikardial dan intramiokardia yang khas. Arteri desendens arterior kiri membentuk percabangan septum yang memasok 2/3 bagian arterior septum dan cabang-cabang diagonal yang berjalan di atas permukaan anterolateral dari ventrikel kiri. Permukaan posterolateral dari ventrikel kiri diperdarahi oleh cabang-cabang marginal dari arteri sirkumpeksa.3

Jalur-jalur anatomis ini menghasilkan suatu korulasi antar arteri koronaria dan penyediaan nutrisi otot jantung. Pada dasarnya arteri koronaria dextra memberikan darah ke atrium kanan, ventrikel kanan dan dinding inferior ventrikel kiri. Arteria sirkumpleksa sinistra memberikan darah pada atrium kiri dan dinding posteriolateral ventrikel kiri. Arteri desendens arterior kiri memberikan darah ke dinding depan ventrikel kiri yang masif.4Penyediaan nutrisi pada penghantar merupakan suatu korelasi kritis lain yang juga ditentukan oleh jalur-jalur anatomis. Meskipun nodus SA letaknya letaknya di atrium kanan, tetapi pada 55% individu mendapat darah dari arteri koronaria kanan, dan 45% individu mendapat darah dari suatu cabang yang berasal dari arteria sirkumpleksa kiri. Nodus AV yang dipasok oleh arteri yang melintasi kruks, yaitu dari arteri koronaria kanan pada 90% individu dan pada 10% sisanya dari arteria sirkumpleksa kiri.4Anastomosis antara cabang arteria juga ditemukan pada sirkulasi koroner. Anastomosis ini tidak berfungsi pada keadaan normal, akan tetapi mempunyai arti yang sangat penting bagi sirkulasi kolateral maupun sirkulasi alternatif untuk berfungsi daerah miokardium yang tidak mendapatkan aliran darah akibat lesi obstuktif pada jalur koroner yang normal.3Vena-vena jantungDistribusi vena koronaria pararel dengan distribusi arterianya. Sistim vena jantung mempunyai 3 bagian yaitu vena thelesia yang merupakan sistem yang terkecil, menyalurkan sebagian darah dari miokardium atrium kanan dan ventrikel kanan, vena kardiak anterior yang mempunyai fungsi mengosongkan sebagian besar isi jaringan vena ventrikel kanan langsung ke atrium kanan, sinus koronarius dan cabangnya merupakan sistimvena yang paling besar dan paling penting berfungsi menyalurkan pengembalian darah jaringan vena miokardial ke dalam atrium kanan melalui ostium sinus koronaria disamping muara vena kava inferior.3Thorax (Dada)Toraks merupakan bagian superior trunkus antara leher dan abdomen. Toraks terdiri dari rongga toraks dan isinya, serta dinding toraks.2 Rongga toraks terbagi menjadi 3 rongga utama:51. Kompartemen sentral (mediastinum), merupakan rongga yang menyokong struktur viscera toraks kecuali paru-paru.2. Kompartemen lateral (pulmonary cavities) yang berada di sisi kanan dan kiri dari mediastinum. Sebagian besar rongga toraks diisi oleh paru-paru.

Dinding toraksDinding toraks terdiri dari thoracic cage dan otot-otot, serta kulit, jaringan subkutan, dan fasia yang menyelimuti bagian anterolateral.6Bentuk kubah dari thoracic cage berfungsi untuk:51. Melindungi organ-organ internal toraks dan abdomen dari tekanan luar.2. Memberikan resistansi terhadap tekanan internal yang negatif yang dihasilkan oleh elastic recoil paru-paru dan pergerakan inspirasi.3. Sebagai attachment dan menyokong ekstrimitas atas.4. Sebagai origo dari banyak otot yang bergerak dan mempertahankan posisi ekstrimitas-atas relatif terhadap trunkus, dan juga sebagai origo dari otot-otot abdomen, leher, punggung, dan respirasi. Rangka toraks (thoracic skeleton) membentuk osteocartilaginous thoracic cage, yang melindungi viscera toraks dan beberapa organ abdominal.Rangka toraks terdiri dari:5A. 12 pasang tulang rusuk (ribs) dan kartilago kosta yang terkait1. Rusuk merupakan tulang pipih bengkok yang membentuk hampir seluruh thoracic cage.2. True (vertebrocostal) ribs : rusuk 1-7, yang menempel langsung ke sternum melalui kartilago kosta masing-masing rusuk.3. False (vertebrochondral) ribs : rusuk 8-9 dan biasanya 10. Kartilagonya terhubung dengan kartilago rusuk diatasnya sehingga koneksi ke sternum tidak langsung.4. Floating (vertebral, free) ribs : rusuk 11, 12 dan kadang-kadang 10. Kartilago rudimentarius dari rusuk tidak terhubung baik langsung ataupun tidak langsung ke sternum, dan berakhir posterior abdominal musculature.B. 12 vertebra torakal dan diskus intervertebral, serta sternumKarakteristik vertebra torakal:5 Bilateral costal facets (demifacet) di badannya, biasanya inferior dan superior, untuk artikulasi dengan head of ribs. Costal facets di prosesus transversum untuk artikulasi dengan tuberkulum dari rusuk, kecuali inferior 2 atau 3 vertebra torakal. Prosesus spinosum yang panjang dan miring ke inferior.Celah/bukaan torakal (thoracic aperture)Terdiri dari:6A. Bukaan superior (thoracic inlet), yang dibatasi oleh:1. Posterior: vertebra T12. Lateral: sepasang rusuk pertama dan kartilago kostanya3. Anterior: batas superior manubriumB. Struktur yang melewati: trachea, esophagus, saraf dan pmebuluh yang memperdarahi kepala, leher, dan ekstrimitas atas.C. Bukaan inferior (thoracic outlet), yang dibatasi oleh:1. Posterior : vertebra T122. Posterolateral: sepasang rusuk ke 11 dan 123. Anterolateral: kartolago kosta 7-10 yang berartikulasi, memberntuk costal margin4. Anterior: xiphisternal jointD. Struktur yang melewati: esophagus, IVC, aortaOtot dinding toraks61. Serratus posterior superior:Berfungsi untuk elevasi rusuk, Origo: prosesus spinosum C7-T3Insersi: batas sup