Patah Tulang Atau Fraktur2

of 14

  • date post

    14-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    385
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Patah Tulang Atau Fraktur2

PENDAHULUAN P3 K secara harfiah merupakan tindakan yang dapat diberikan / dilakukan oleh orang yang terlatih atau memahami tentang seluk-beluk anatomi-kesehatan dasar. Kemampuan dasar ini dapat diperoleh melalui pendidikan umum formal, pelatihan ataupun pengalaman. Pertolongan pertama mempunyai makna tindakan yang pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih baik, sehingga tujuan dari P3K sesungguhnya adalah: mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah, menghentikan perdarahan, mencegah nyeri dan menjamin fungsi saluran napas, sehingga korban dapat terselamatkan dari bahaya maut semaksimal mungkin. Ada juga korban tidak hanya mengalami trauma sejenis, tetapi juga kompleks sehingga penolong pun diharuskan untuk mampu memberikan pertolongan sekaligus ataun sesuai prioritas yang mengancam nyawa.

PATAH TULANG ATAU FRAKTUR Seringkali patah tulang atau fraktur terjadi karena berbagai jenis kecelakaan. Patah tulang bisa terjadi di mana saja. Patah tulang pada garis besarnya ada dua jenis, yakni pertama patah tulang tertutup, artinya tulang tidak sampai mencuat keluar menembus jaringan kulit. Yang kedua patah tulang terbuka, yakni tulang menembus jaringan kulit sehingga tulang yang patah itu terlihat. Untuk patah tulang yang terbuka harus lebih hati-hati karena bahaya infeksi dan bahaya lain karena tulang yang patah itu bila digerakkan bisa melukai pembuluh darah sekitarnya sehingga terjadi perdarahan baru (Ircham Machfoedz, 2007:83). 1. Fraktur tulang tengkorak Mungkin terjadi luka pada kulit kepala, tetapi bisa juga tidak. Korban barangkali tidak sadar. Darah atau cairan putih seperti air mungkin keluar dari hidung atau telinga. Barangkali juga terjadi memar di belakang telinga dan sekitar mata. Bahaya paling besar pada fraktur tulang kepala ini adalah kerusakan pada otak. Tindakan pertolongan: a. Penderita jangan banyak diangkat-angkat. b. Gerakan agak keras bisa memperparah keadaannya. c. Agar tidak mengganggu jalan nafas, maka bersihkanlah mulut, hidung, tenggorokan dari lendir, darah atau muntahan. d. Baringkanlah korban dalam kedudukan miring, atau kepalanya ditelungkupkan, tujuannya untuk memudahkan aliran lendir atau muntah yang dapat mengganggu pernafasan.e. Ketika membaringkan tersebut letakkan kepala lebih rendah dari bagian tubuh

lainnya, kecuali ada tanda-tanda patah tulang belakangnya.f.

Bersihkanlah kotoran-kotoran yang melekat pada luka.

g. Bila ada perdarahan yang besar usahakan menghentikan dengan menekan lembut daerah yang mengeluarkan darah dengan kain bersih. h. Segeralah panggil petugas kesehatan. (Ircham Machfoedz, 2007:83-84) 2. Fraktur tulang rahang Fraktur atau patah tulang rahang, dapat diketahui dari bentuknya yang menjadi tidak lurus, sakit waktu menggerakkan rahangnya, disusul dengan pembengkakan. Tindakan pertolongan: a. Untuk menghambat pembengkakan kompres dengan es.

b. Balutlah dengan pembalut atau kain bersih, dari dagu sampai kepala dengan tujuan mengurangi gerakan.c. Setelah itu segeralah dibawa ke rumah sakit.

d. Dokter gigi atau dokter gigi ahli bedah mulut, akan mereposisi (mereposisikan kembali serta berusaha merawatnya). (Ircham Machfoedz, 2007:84)

Gambar 1 Cara membalut rahang yang patah dengan mempergunakan pembalut segi tiga 3. Fraktur tulang leher Oleh karena tulang leher merupakan bagian dari tulang belakang, tempat pusat susunan syaraf pusat dari otak keseluruh tulang belakang lewat, maka kecelakaan fraktur atau patah tulang leher termasuk kecelakaan berat. Tandanya jika terjadi fraktur tulang leher ini leher akan tengadah, sementara tangan seluruhnya tidak dapat digerakkan, karena sysraf yang menggerakkannya cedera. Tindakan pertolongan: a. Bila ada perdarahan segera dihentikan dengan menekan pada pangkalnya. b. Lihat apakah ada perdarahan di tenggorokan, jika ada harus segera dibersihkan agar tidak menghalangi pernafasan. c. Setelah itu balutlah leher untuk mengurangi gerakan. d. Setelah itu korban diangkat dengan usungan beralaskan kayu.e. Di bawah samping leher diberi bantalan dan korban segera dibawa ke rumah

sakit. (Ircham Machfoedz, 2007:84-85).

4. Fraktur tulang selangka Tulang selangka adalah tulang yang menghubungkan pangakal tulang dada dengan tulang bahu. Tulan ini terletak dangkal di bawah kulit sehingga mudah untuk diraba. Pada orang kurus bahkan tulang ini nampak membayang di bawah kulit. Apabila tulang selangka patah, bahu disisi itu akan condong ke arah dada. Selain itu, di daerah yang patah akan terasa nyeri. Dekat di bawah tulang selangka terdapat pembuluh-pembuluh darah yang cukup besar. Sehingga apabila tulang itu patah, harus difikirkan adanya bahaya pembuluh-pembuluh tersebut terlukai oleh patahan tulang. Tindakan pertolongan: Kenakan balutan ransel kepada penderita (lihat gambar 3).

Caranya: Dari

pundak kiri pembalut di silangkan melalui punggung ke ketiak kanan.

Selanjutnya dari bawah ketiak kanan ke depan dan keatas pundak kanan. Demikian seterusnya, dan akhirnya dengan sebuah peniti ujung pembalut dikaitkan dengan pembalut di bawahnya. Setelah itu lengan digantung ke leher. Sebaiknya di bawah ketiak diberi alas kain, agar pembalut tidak melukai kulitnya. Kemudian kirim ke rumah sakit. (Ircham Machfoedz, 2007:83). 5. Fraktur lengan atas Tandanya terasa nyeri bila diletakkan dibagian yang patah, dan juga terjadi nyeri sumbu, artinya jika diletakkan dari ujung ke ujung akan terasa nyeri. Tindakan pertolongan: Di sepanjang lengan atas disamping bidai, kemudian diikat dengan balutan.a.

b. Siku dilipat, lengan bawah dirapatkan ke dada, lengan digantungkan ke leher. c. Jika fraktur terjadi di dekat sendi siku, maka biarkan lurus, termasuk dengan lengan bawah, tidak perlu digantung di leher. d. Segera bawa korban ke rumah sakit.

(Ircham Machfoedz, 2007:85)

6. Fraktur lengan bawah Tulang lengan bawah ada dua buah, yang satu searah dengan ibu jari, yang lainnya searah dengan kelingking. Fraktur bisa hanya salah satu atau keduanya. Jika fraktus terjadi pada pergelangan tangan, bisa patah keduanya. Tindakan pertolongan: a. Pasanglah bidai sepanjang lengan bawah dua buah atau sepasang, bersebelahan di bagian luar dan bagian dalam. b. Ikatlah bidai tersebut dengan pembalut atau sobekan kain bersih. Bisa juga bidai jika terpaksa dibuat dari tumpukan karton tebal. c. Kemudian dilipatkan menutup lengan bawah di bagian luar dan dalam, kemudian diikat seperti diatas. d. Setelah itu, gantungkanlah lengan yang sudah dibidai itu di leher. Segera bawa korban ke rumah sakit. (Ircham Machfoedz, 2007:85)

7. Fraktur tulang pegelangan tangan dan tulang telapak tangan Sendi pergelangan tangan tersusun oleh beberapa keping tulang yang kecilkecil. Satu saja diantaranya ada yang patah, pergelangan itu akan sulit untuk digerakkan. Kadang kadang patah tulang pergelangan juga diikuti oleh patah ujung kedua tulang lengan bawah (lihat gambar 25) Karena patah tulang pergelangan dapat menimbulkan kaku sendi maka penderita harus segera dikirim ke rumah sakit. Pertolongan pertamanya tidak jauh beda dengan patah tulang lengan bawah, hanya saja bidai diperpanjang sampai telapak tangan. Tulang telapak tangan dapat patah apabila terkena pukulan langsung yang keras, misalnya pada adu tinju. 8. Fraktur tulang jari tangan Tindakan pertolongan: a. Patah tulang jari tangan dapat dibidai dengan benda-benda yang mudah didapat di sekitar kita. Misalnya bambu, sendok es krim, atau kawat tusuk konde. b. Apabila mungkin (tidak terasa sakit bila membengkokkan jari), sebaiknya jari dibidai dalam kedudukan setengah melengkung (lihat Dislokasi).

(Kartono Mohamad, 2001:80) 9. Fraktur tulang iga

Tanda-tanda patah tulang iga ialah: dada sakit untuk bernafas, untuk batuk atau bersin. Selain itu juga terasa nyeri apabila bagian yang patah ditekan. Nyeri sumbu juga terdapat pada patah tulang iga. Yaitu iga yang patah akan terasa sakit apabila ditekan dari arah tulang punggung dan tulang dada. Iga yang patah dapat berbahaya bagi paru-paru, karena paru-paru dapat tertusuk oleh bagian yang patah. Untuk memastikannya, penderita sebaiknya dibawa ke dokter setelah ditolong seperlunya. Tindakan pertolongan: a. Iga yang patah difiksasi (aitu ditopang agar tidak bergera) dengan mempergunakan plaster biasa. Cara pembidaian langsung menggunakan plaster ini disebut stapping. Kadang-kadang sulit untuk memastikan iga-iga mana saja yang patah, maka strapping diberikan kepada seluruh iga. b. Pertamakali dada dibersihkan dengan air atau alkohol. Dan setelah di keringkan, baru plester dipasang. Caranya: suruh penderita menarik nafas dalam dan kemudian di keluarkan lagi sampai habis. Pada saat nafasnya berhenti setelah dikeluarkan itulah plester dipasang. Plester dipasang sejajar iga mulai dari ruas tulang belakang hingga ke tulang dada. c. Stapping dimulai dari iga terbawah terus ke atas. Plester yang ke dua dipasang menindih yang pertama, dan seterusnya (lihat gambar 27)

Apabila patah tulang iga disertai batuk darah, berarti penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. (Kartono Mohamad, 2001:81) 10. Fraktur tulang belakang Tulang belakang yang patah dapat membahayakan sumsum tulang belakang yang terlindung di dalam cincinnya. Sumsum tulang belakang ialah bagian dari susunan syaraf pusat, yang berisi serabut-serabut syaraf yang membawa berita dan perintah dari dan ke otak. Maka apabila sumsum tulang belakang rusak, hubungan antara alat tubuh dan otak terputus. Akibatnya dapat berupa kelumpuhan. Ruas tulang belakang yang patah biasanya terjadi karena pukulan langsung pada tulang belakang tersebut. Patah tulang belakang yang tidak disertai kerusakan sumsum tulang belakang mempunyai tandatanda nyeri pada tempat yang patah, baik karena tertekan atau karena pergerakan pinggang. Rasa nyeri menjalar sampai paha dan betis. Tindakan pertolongan:

a. Biarkan penderita dalam keadaan terbaring.

b. Jangan diubah atau disuruh duduk. c. Sia