Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

of 14 /14
Rancang Bangun Jaringan -XII Modul Dynamic Routing Konfigurasi RIPv2 dan EIGRP Program Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan Mata Pelajaran : Rancang Bangun Jaringan Kelas/ Semester : XII / 1 Materi Pokok/ Tema : Routing Menggunakan Protokol Distance Vector Indikator: 1. Siswa dapat memahami protokol routing jenis distance vector pada jaringan perusahaan. 2. Siswa dapat menalar protokol routing jenis distance vector pada jaringan perusahaan. 3. Siswa dapat melakukan konfigurasi routing secara dynamic (khusus menggunakan protokol RIPv2 dan EIGRP) Skenario Gambar. Desain Skenario Praktikum Dynamic Routing “RIP”

description

modul eigrp

Transcript of Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Page 1: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Modul Dynamic Routing

Konfigurasi RIPv2 dan EIGRP

Program Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan

Mata Pelajaran : Rancang Bangun Jaringan

Kelas/ Semester : XII / 1

Materi Pokok/ Tema : Routing Menggunakan Protokol Distance Vector

Indikator:

1. Siswa dapat memahami protokol routing jenis distance vector pada

jaringan perusahaan.

2. Siswa dapat menalar protokol routing jenis distance vector pada

jaringan perusahaan.

3. Siswa dapat melakukan konfigurasi routing secara dynamic

(khusus menggunakan protokol RIPv2 dan EIGRP)

Skenario

Gambar. Desain Skenario Praktikum Dynamic Routing “RIP”

Page 2: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Alat dan Bahan

1. PC / Laptop

2. Software Simulasi Cisco Paket Tracer 6.2

Dasar Teori

Routing adalah proses dimana suatu router menforward paket ke jaringan yang

dituju. Suatu router membuat keputusan berdasarkan ip address yang dituju oleh

paket. Jenis konfigurasi routing biasanya dibedakan menjadi 2 yaitu Static Routing

dan Dynamic Routing. Static Routing biasanya digunakan untuk jaringa

dalam lingkup kecil yang routernya tidak terlalu banya. Sedangkan Dynamic Routing

digunakan untuk jaringan yang besar dan banyak router. Dynamic routing

membutuhkan Routing Protokol untuk membuat table routingnya. Routing protocol

merupakan aturan yang mempertukarkan informasi routing yang nantinya akan

membentuk table routing.

Menurut Jeff Dolye, semua routing protocol dibangun dengan algoritma, dimana

algoritma tersebut merupakan sebuah prosedur atau langkah-langkah untuk

memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Dari algoritma routing

protocol tersebut minimal memiliki spesifikasi sebagai berikut:

a. Memiliki cara atau prosedur untuk menyampaiakan informasi tentang kondisi

jaringan ke router lain.

b. Memiliki cara atau prosedur untuk menerima informasi kondisi jaringan dari

router lain.

c. Memiliki cara atau prosedur yang paling optimum untuk menentukan route

perjalanan paket yang mengacu pada informasi table routing yang dimiliki.

d. Memiliki cara atau prosedur untuk memberikan reaksi, kompensasi, dan

informasi terhadap kondisi perubahan topologi jaringan

internetworking. Rick Graiani dan Allan Johnson mengklasifikasikan

protocol routing sebagai berikut:

Page 3: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Distance Vector Routing Protocol

Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing

dari router ke router. Perubahan table routing ini di-update antar router yang saling

berhubungan saat terjadi perubahan topologi. Setiap router menerima table routing dari

router tetangga yang terhubung secara langsung.Proses routing ini disebut juga dengan

routing Bellman-Ford atau Ford-Fulkerson. Routing vektor jarak beroperasi dengan

membiarkan setiap router menjaga tabel (sebuah vektor) memberikan jarak yang terbaik

yang dapat diketahui ke setiap tujuan dan saluran yang dipakai menuju tujuan tersebut.

Tabel-tabel ini di-update dengan cara saling bertukar informasi dengan router

tetangga.

Routing distance vektor bertujuan untuk menentukan arah atau vektor dan

jarak ke link-link lain di suatu internetwork. Sedangkan link-state bertujuan untuk

menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork. Misal, router Y

menerima tabel informasi estimasi dari router X, dimana terdapat Xi, yang

menyatakan estimasi waktu yang dibutuhkan oleh X untuk sampai ke router i. Bila Y

mengetahui delay ke X sama dengan m milidetik, Y juga mengetahui bahwa Y dapat

mencapai router i dalam Xi + m milidetik. Struktur data tabel Distance Vector:

Setiap node (router) memilikinya,

Baris di gunakan menunjukkan tujuan yang mungkin,

Kolom digunakan menunjukkan untuk setiap node tetangga secara langsung,

Sebagai contoh: pada router X, untuk tujuan Y melalui tetangga Z.

Pembentukan tabel routing dilakukan dengan cara tiap-tiap router saling bertukar

informasi routing dengan router yang terhubung secara langsung.

Proses pertukaran informasi dilakukan secara periodik, misal setiap 45 detik.

Page 4: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Update table routing dilakukan ketika terjadi perubahan toplogi jaringan. Sama

dengan proses discovery, proses update perubahan topologi step-by-step dari router

ke router. Gambar diatas menunjukkan algoritma distance vector memanggil ke

semua router untuk mengirim ke isi table routingnya. Table routing berisi informasi

tentang total path cost yang ditentukan oleh metric dan alamat logic dari router

pertama dalam jaringan yang ada di isi table routing, seperti skema oleh gambar di bawah

ini.

Analogi distance vector dapat dianalogikan dengan jalan tol. Tanda yang

menunjukkan titik ke tujuan dan menunjukkan jarak ke tujuan. Dengan adanya

tanda-tanda seperti itu pengendara dapat dengan mudah mengetahui perkiraan jarak

yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan. Dan tentunya jarak terpendek adalah

rute yang terbaik.

Convergence

Convergence adalah suatu bahasan dalam Dynamic routing yang mempunyai

keadaan dimana ketika semua router telah mempunyai routing tabel mereka sendiri sacara

tetap dan konsisten. Jaringan yang Convergence ketika semua router telah mendapatkan

hasil lengkap dan akurat mengenai informasi jaringan. Waktu convergence adalah

waktu saar semua router berbagi informasi, menghitung jalur terbaik, mengperbaharui

Routing tabel mereka. Jaringan tidak akan berhenti beroperi sanpai semua network

mendapatkan status convergence, kebanyakan jaringan mempunyai waktu yang singkat

untuk mengubah statusnya menjadi convergence.

Convergence mengambungkan sifat kolaborasi dan independen,artinya selain router

membuat informasi routingnya sendiri tapi juga berkerjasama dengan router lain untuk

menentukan jalur tebaik, serta mengantisipasi terhadap perubahan topologi bersama

router lain.pencapaian status convergence secara cepat menandakan protokol routing

yang lebih baik, RIP dan IGRP adalah jenis convergence yang lambat, EIGRP dan OSPF

adalah jenis convergence yang cepat.

Langkah Kerja

Praktikum RIPv2

Dalam dynamic routing, admin tidak diharuskan untuk membuat table routing, table ini

dibuat untuk membantu administrator yang baru mencoba untuk mengkonfigurasi sebuah

router.

Router A

No Destination Netmask Gateway Interface Status Keterangan

1 192.168.1.0 /24 * Eth0 DC Ditambahkan

2 192.168.2.0 /24 * Eth1 DC Ditambahkan

3 192.168.3.0 /24 192.168.2.253 Eth0 IC -

4 192.168.4.0 /24 192.168.2.253 Eth0 IC -

5 192.168.5.0 /24 192.168.2.253 Eth0 IC -

Router B

No Destination Netmask Gateway Interface Status Keterangan

1 192.168.1.0 /24 192.168.2.254 Eth1 IC -

2 192.168.2.0 /24 * Eth0 DC Ditambahkan

3 192.168.3.0 /24 * Eth1 DC Ditambahkan

4 192.168.4.0 /24 * Eth2 DC Ditambahkan

5 192.168.5.0 /24 192.168.3.253 Eth0 IC -

Page 5: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Router C

c. Mengkonfigurasi IP Address pada masing-masing PC dan Router

Device IP Address Gateway Interface

PC0 192.168.1.1/24 192.168.1.254 Fa 0/2 (switch)

PC1 192.168.1.2/24 192.168.1.254 Fa 0/3 (switch)

PC2 192.168.5.1/24 192.168.5.254 Fa 0/2 (switch)

PC3 192.168.5.2/24 192.168.5.254 Fa 0/3 (switch)

PC4 192.168.4.1/24 192.168.4.254 Fa 0/2 (switch)

PC5 192.168.4.2/24 192.168.4.254 Fa 0/3 (switch)

ROUTER A 192.168.2.254/24 Fa 0/0 (router)

ROUTER A 192.168.1.254/24 Fa 0/1 (router) & Fa 0/1 (switch)

ROUTER B 192.168.2.253/24 Fa 0/0 (router)

ROUTER B 192.168.3.254/24 Fa 0/1 (router)

ROUTER B 192.168.4.254/24 Eth 0/0/0 (router) & Fa 0/1

(switch)

ROUTER C 192.168.5.254/24 Fa 0/0 (router) & Fa 0/1 (switch)

ROUTER C 192.168.3.253/24 Fa 0/1 (router)

d. Mengkonfigurasi dynamic routing menggunakan protocol RIPv2 pada masing-masing

Router

No Destination Netmask Gateway Interface Status Keterangan

1 192.168.1.0 /24 192.168.2.254 Eth1 IC -

2 192.168.2.0 /24 192.168.3.254 Eth1 IC -

3 192.168.3.0 /24 * Eth0 DC Ditambahkan

4 192.168.4.0 /24 192.168.3.254 Eth1 IC -

5 192.168.5.0 /24 * Eth1 DC Ditambahkan

a. Pertama kita membuka software Cisco Packet Tracer

b. Membuat sebuah rangkaian jaringan seperti gambar di bawah ini

Page 6: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

1. Router A

a) Pada Router A. Masuk ke konfigurasi A dan lihat table routing pada router tersebut,

secara default sebelum dikonfigurasi maka hanya akan ada network dengan status

directly connected

b) Menambahkan perintah berikut ini untuk mengkonfigurasikan router A

dengan protocol RIPv2

c) Setelah itu mengecek kembali tabel routing

Bagaimana hasilnya ?

Jawab :

……..(hasil screen shot tabel routing)……

……..

…….

Terlihat bahwa table routing di router A sebelum dan sesudah di

konfigurasi tidak mengalami perubahan. Apakah konfigurasi sudah benar?

YA, konfigurasi sudah benar. Hanya saja, kita baru mengkonfigurasi

router A dan belum mengkonfigurasi router yang lain. RIP

mendefinisikan 2 jenis pesan (message): Request messages dan Response

messages. Request message digunakan untuk meminta router neighbor

mengirimkan update. Response message membawa update. Karena

router lain belum dikonfigurasi jadi belum ada response message yang

diterima, sehingga table routing akan tetap sama.

Page 7: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

2. Router B

a) Melihat table routing router B

b) Konfigurasi protocol RIPv2 dengan menambah perintah berikut ini!

c) Lihat kembali table routing router B dengan perintah show ip route!

Jawab :

….. (screen shoot hasil table routing)…..

d) Apa terdapat tambahan informasi pada hasil dengan table routing? Jika ya,

Sebutkan!

Jawab : …

Setelah memperhatikan table routing pada router B sebelum dan sesudah

dikonfgurasi memang tidak sama halnya dengan router A tadi. Terdapat informasi

tambahan pada table routing router B setelah router B dikonfigurasi. Tambahan itu

diawali oleh label R dimana itu berarti RIP yang menandakan bahwa informasi

tersebut merupakan indirect connection.

Sama halnya seperti router A. RIP mendefinisikan 2 jenis pesan (message): Request

messages dan Response messages. Request message digunakan untuk meminta

router neighbor mengirimkan update. Response message membawa update. Ketika

router B mengrimkan request messages kepada router A maka router akan

mengirimkan response message kepada router B mengenai table routingnya (router

A) sehingga akan meng-up date dari table routing router B sehingga bisa

menambahkan indirect connection melalui router A.

Pada saat pertama kali aktif, RIP mem-broadcast keluar sebuah paket yang

membawa Request message melalui semua interface yang mengenable RIP. Proses

RIP kemudian memasuki fase mendengarkan Request RIP atau mengirimkan

Response message. Neighbor yang menerima pesan Request akan mengirimkan

Response yang berisi tabel routing mereka.

Page 8: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

3. Router C

a) Melihat table routing router C

b) Konfigurasi protocol RIPv2 dengan menambah perintah berikut ini!

c) Lihat kembali table routing router C dengan perintah show ip route!

Jawab :

….. (screen shoot hasil table routing)…..

d) Apa terdapat tambahan informasi pada hasil dengan table routing? Jika ya, Sebutkan!

Jawab : …

e. Mengecek hasil konfigurasi RIPv2 pada masing-masing router.

a) Hasil table routing router A

…..(screenshoot hasil table routing)…..

Berikan penjelasan tentang hasil table routing router A!

b) Hasil table routing router B

Hasil table routing router B

…..(screenshoot hasil table routing)…..

Berikan penjelasan tentang hasil table routing router B!

c) Hasil table routing router C

Hasil table routing router C

…..(screenshoot hasil table routing)…..

Berikan penjelasan tentang hasil table routing router C!

f. Hasil cek konektivitas antar PC

a) Lakukan trancert dan pin PC1 ke PC5

Page 9: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Berikan penjelasan dari hasil tracert dan ping PC1 ke PC5

b) Lakukan tracert dan ping PC3 ke PC4

…… (screenshoot tracert dan ping PC3 ke PC4)…..

Berikan penjelasan dari hasil tracert dan ping PC3 ke PC4

c) Lakukan tracert dan ping PC0 ke PC3

…… (screenshoot tracert dan ping PC0 ke PC3)…..

Berikan penjelasan dari hasil tracert dan ping PC0 ke PC3

d) Jelaskan perbedaan dan persamaan RIPv1 dengan RIPv2!

Page 10: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Praktikum EIGRP

a. Membuat skenario praktikum

b.Menentukan IP address untuk masing-masing device yang ada pada skenario yang telah

dibuat. Misalnya disediakan Network 192.168.5.0/26

c. Konfigurasi IP Address masing-masing device sesuai tabel dibawah ini!

Device IP Address Gateway Interface

PC0 192.168.5.1/29 192.168.5.6 Fa0/2 (switch) PC1 192.168.5.2/29 192.168.5.6 Fa0/3 (switch) PC2 192.168.5.9/29 192.168.5.14 Fa0/2 (switch) PC3 192.168.5.10/29 192.168.5.14 Fa0/3 (switch) PC4 192.168.5.18/29 192.168.5.22 Fa0/2 (switch) PC5 192.168.5.19/29 192.168.5.22 Fa0/3 (switch) PC6 192.168.5.25/29 192.168.5.30 Fa0/2 (switch) PC7 192.168.5.26/29 192.168.5.30 Fa0/3 (switch) Router A 192.168.5.6/29 Fa0/0 (router) & Fa0/1(switch) Router A 192.168.5.37/29 Fa0/1 (router) Router B 192.168.5.14/29 Fa0/0 (router) & Fa0/1(switch) Router B 192.168.5.45/29 Fa0/1 (router)

Page 11: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Router C 192.168.5.38/29 Fa0/0 (router) Router C 192.168.5.46/29 Fa0/1 (router) Router C 192.168.5.53/29 Eth0/0/0 (router) Router D 192.168.5.58/30 Fa0/0 (router) Router D 192.168.5.62/30 Fa0/1 (router) Router D 192.168.5.54/29 Eth0/0/0 (router) Router E 192.168.5.22/29 Fa0/0 (router) & Fa0/1(switch) Router E 192.168.5.57/30 Fa0/1 (router) Router F 192.168.5.30/29 Fa0/0 (router) & Fa0/1(switch) Router F 192.168.5.61/30 Fa0/1 (router)

d. Mengkonfigurasi routing pada setiap router sesuai dengan table routing yang

telah dibuat

Router A

Router>enable

Router#configure terminal

Router(config)#router eigrp 1

Router(config-router)#network 192.168.5.0

Router(config-router)#network 192.168.5.32

Router(config-router)#exit

Router(config)#exit

Router#

Router B

Router(config)#router eigrp 1

Router(config-router)#network 192.168.5.8

Router(config-router)#network 192.168.5.40

Router(config-router)#exit

Router(config)#exit

Router#

Router C

Router(config)#router eigrp 1

Router(config-router)#network 192.168.5.32

Router(config-router)#network 192.168.5.40

Router(config-router)#network 192.168.5.48

Router(config-router)#exit

Router(config)#exit

Router#

Page 12: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Router D

Router(config)#router eigrp 1

Router(config-router)#network 192.168.5.48

Router(config-router)#network 192.168.5.56

Router(config-router)#network 192.168.5.60

Router(config-router)#exit

Router(config)#exit

Router#

Router E

Router(config)#router eigrp 1

Router(config-router)#network 192.168.5.56

Router(config-router)#network 192.168.5.16

Router(config-router)#exit

Router(config)#exit

Router#

Router F

Router(config)#router eigrp 1

Router(config-router)#network 192.168.5.60

Router(config-router)#network 192.168.5.24

Router(config-router)#exit

Router(config)#exit

Router#

e. Hasil konfigurasi routing

jawab :

1. screenshoot routing tabel dari masing-masing router!

2. Berikan penjelasan dari hasil screenshoot routing tabel setiap router!

Contoh :

Hasil screenshoot routing tabel router A

Page 13: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

Berikan penjelasan dari hasil screenshoot routing tabel router A!

f. Menguji konektivitas jaringan yang telah di-routing

a) Lakukan tracert dan ping PC0 ke PC7

Berikan penjelasan dari hasil tracert dan ping PC0 ke PC7

Page 14: Modul Dynamic Routing-FIX-KELAS XII

Rancang Bangun Jaringan -XII

b) Lakukan tracert dan ping PC1 ke PC5

…… (screenshoot tracert dan ping PC1 ke PC5)…..

Berikan penjelasan dari hasil tracert dan ping PC1 ke PC5

c) Lakukan tracert dan ping PC6 ke PC2

…… (screenshoot tracert dan ping PC6 ke PC2)…..

Berikan penjelasan dari hasil tracert dan ping PC6 ke PC2