Perbandingan Routing OSPF dengan Routing EIGRP

download Perbandingan Routing OSPF dengan Routing EIGRP

of 37

  • date post

    01-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    603
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Comparing routing ospf with eigrp

Transcript of Perbandingan Routing OSPF dengan Routing EIGRP

  • Simulasi dan Analisis Perbandingan

    Protokol Routing OSPF dan EIGRP

    Menggunakan Packet Tracer

    Ditujukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan

    Mata Kuliah Instalasi dan Pengukuran Jaringan

    Kelompok 4

    1104120054 Muhammad Irfan Hakim

    1104120069 Ryan Danny Kresnawan

    1104120074 Ihsan Aris Saputra

    1104121156 Trio Wibowo Martha

    PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER

    FAKULTAS TEKNIK ELEKTRO

    UNIVERSITAS TELKOM

    2014 / 2015

  • 2

  • i

    KATA PENGANTAR

    Puji Syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas

    rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan

    tugas besar, Simulasi dan Analisis Perbandingan Protokol

    Routing OSPF dan EIGRP Menggunakan Packet Tracer. Adapun maksud dan tujuan penulisan laporan adalah

    untuk memaparkan perencanaan simulasi dan hasil analisis.

    Dalam proses pengerjaan tugas besar maupun penulisan

    proposal, kami yakin tanpa petunjuk serta bimbingan dan

    pengarahan dari berbagai pihak, kami tidak mampu menyusun

    secara baik dan sistematis. Atas terselesainya laporan ini kami

    mengucapkan terima kasih kepada:

    1. Bapak Budhi Irawan, S.Si., MT., selaku dosen pembimbing mata kuliah Instalasi dan Pengukuran

    Jaringan.

    2. Serta teman-teman yang berpartisipasi dalam pembuatan tugas besar ini.

    Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini

    masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik, saran maupun

    koreksi yang membangun sangat kami harapkan dan akan

    menjadi acuan dalam membuat perancangan dan laporan

    selanjutnya. Semoga laporan perancangan ini dapat bermanfaat

    bagi kami khususnya dan pembaca.

    Bandung, 28 Oktober 2014

  • ii

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR ............................................................ iDAFTAR ISI .......................................................................... iiBAB I PENDAHULUAN ...................................................... 1

    1.1 Latar Belakang ..................................................... 11.2 Rumusan Masalah ................................................ 11.3 Tujuan ................................................................... 1

    BAB II DASAR TEORI ......................................................... 21.1 Jaringan Komunikasi ............................................ 21.2 Routing ................................................................. 5

    BAB III PERANCANGAN SKENARIO .............................. 93.1 Desain Sistem ....................................................... 93.2 Desain Topologi dan Konfigurasi Jaringan .......... 10

    BAB IV ANALISIS ............................................................... 164.1 Aplikasi PING ...................................................... 184.2 Layanan HTTP ..................................................... 214.3 Layanan FTP ........................................................ 244.4 Analisis Rute Pengiriman Data ............................ 27

    BAB V KESIMPULAN ......................................................... 32DAFTAR PUSTAKA ............................................................. 33

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Dalam dynamic routing, diperlukan protokol routing untuk

    mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti

    perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi

    routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routing

    didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute backup bila rute

    utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute

    mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

    Protokol routing dibagi menjadi beberapa macam, yaitu RIP,

    IGRP, OSPF, EIGRP, dan BGP. Dari beberapa macam protokol

    routing tersebut, OSPF dan EIGRP yang kami pilih untuk

    melakukan simulasi dan analisis yang bertujuan mengetahui

    perbandingan antara dua protokol routing tersebut dalam hal

    kecepatan transfer file dan penentuan rute terbaik.

    1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka didapat beberapa

    rumusan masalah, yaitu:

    1. Apakah perbedaan antara protokol routing OSPF dan EIGRP?

    2. Bagaimana cara mengkonfigurasi sebuah jaringan dengan menggunakan protokol routing OSPF dan EIGRP?

    3. Bagaimana perbandingan cara kerja antara protokol routing OSPF dan EIGRP?

    1.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan simulasi ini berdasarkan dengan

    rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:

    1. Mengenal dan mempelajari perbedaan protokol routing OSPF dan EIGRP.

    2. Mengkonfigurasi dan mensimulasikan router dengan menggunakan protokol routing OSPF dan EIGRP pada

    Packet Tracer.

    3. Menganalisis perbandingan antara protokol routing OSPF dan EIGRP dalam hal kecepatan transfer file dan

    penentuan rute.

  • 2

    BAB II

    DASAR TEORI

    2.1 Jaringan Komunikasi

    Komunikasi data, cepat atau lambat pada akhirnya akan

    mengarah kesuatu sistem jaringan. Hubungan komunikasi data

    yang paling sederhana adalah merupakan hubungan dari satu titik

    ketitik yang lain. Dalam hal ini hanya melibatkan satu pemancar

    data kesatu penerima data. Apabila hubungan ini dikembangkan

    dan akhirnya melibatkan penerima lainnya ataupun pemacar

    lainnya, maka terbentuklah sebuah jaringan komunikasi data.

    Pengertian jaringan disini dapat diartikan sebagai suatu

    sistem yang terkordinir dan saling berhubungan yang terdiri atas

    beberapa terminal ataupun PC ataupun mini-komputer dan

    mainframe yang bekerja sendiri-sendiri tetapi dapat saling

    bertukar data ataupun saling memanfaatkan segala sumber daya

    yang tersedia. CPU yang ada dipusat disebut sebagai server

    ataupun host komputer, dan terminal yang ada juga disebut

    sebagai node ataupun simpul. Jaringan yang ada juga merupakan

    gabungan dari unsur hardware dan software sesuai dengan

    persyaratan yang dibutuhkan.

    a. Local Area Network (LAN), merupakan suatu jaringan yang terdiri dari sejumlah komputer dalam satu area

    tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu

    kantor atau gedung (10-1000 meter).

  • 3

    Jaringan LAN biasanya akan terdiri atas:

    - File server, berfungsi untuk mengontrol harddisk serta menghubungkannya kedalam jaringan.

    - Utility server, dengan adanya peralatan ini memungkinkan untuk setiap pemakai didalam jaringan

    bisa menggunakan beberapa peralatan, seperti

    misalnya modem, ploter dan lainnya.

    - Printer server, berfungsi untuk membagi pengakesan printer kedalam jaringan sehingga bisa dimanfaatkan

    seluruh pemakai.

    - Gateway, merupakan suatu perlatan didalam jaringan yang berguna untuk melakukan komunikasi dengan

    jaringan yang lain.

    Sesuai dengan namanya, maka LAN hanya bisa

    menjangkau daerah yang areanya terbatas (local), seperti

    misalnya dalam satu gedung, satu departemen ataupun

    satu kampus (saat ini pengertian terbatas diartikan tidak

    lebih dari 20 km). Dan dikarenakan pendeknya jarak yang

    ada, maka kecepatan transmisi data menjadi sangat tinggi.

    Media transmisi data yang digunakan pada LAN

    biasanya berupa kabel untiran seperti halnya yang

    digunakan pada kabel telpon, ataupun kabel koaksil yang

    biasanya digunakan pada televisi, ataupun kabel serat

    optik. Penggunaan udara sebagai media transmisi pada

    LAN pada saat ini belum umum digunakan. Dalam hal

    ini, jaringan LAN biasanya tidak memerlukan adanya

    modem.

    b. Wide Area Newtwork (WAN), merupakan suatu jaringan yang terdiri atas dua ataupun lebih komputer dalam suatu

    area yang luas dan mampu menjangkau batas provinsi

    bahkan sampai luar negara (100-1.000 kilometer).

    Dihubungkan dengan fasilitas komunikasi seperti

    misalnya sistem telpon, satelit, kabel bawah laut, ataupun

    pemancar gelombang-mikro. Bentuk ini biasanya

    digunakan oleh perusahaan besar ataupun departemen

    pemerintahan.

  • 4

    Pada saat ini, banyak sekali perusahaan yang memiliki

    cabang yang tersebar diberbagai kota ataupun berbagai

    negara. Setiap cabang yang ada, kemudian saling

    dihubungkan dengan sebuah jaringan yang bermuara pada

    kantor pusat. Pada saat ini, jaringan yang ada dapat

    menangani banyak hal, seperti misalnya melakukan

    komunikasi suara, data ataupun komunikasi

    gambar/video.

    WAN memiliki beberapa karakteristik antaralain

    sebagai berikut:

    1. Terhubung ke peralatan yang tersebar ke area geografik yang luas.

    2. Menggunakan jalur layanan umum untuk membentuk jaringan di dalam area geografik

    tersebut.

    3. Menggunakan koneksi serial untuk akses bandwidth di seluruh area geografik tersebut.

    Hal pertama yang harus dilakukan ketika merancang

    jaringan WAN adalah memetakan topologi WAN dan

    desain jenis koneksi yang akan digunakan. WAN harus

    berorientasi jaringan (ISDN, T1, dan sebagainya) atau

    dibangun di seluruh jaringan publik packet-switching

    (frame relay, ATM, Internet).

  • 5

    Beberapa model topologi jaringan WAN yaitu:

    1. Star 2. Ring 3. Fully Meshed 4. Packet Switched

    Jaringan WAN biasanya dimanfaatkan untuk

    menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan

    lokal yang lain, dan juga dimanfaatkan untuk

    menghubungkan LAN antar lokasi. Jarak yang bisa

    ditempuh oleh suatu jaringan WAN berkisar pada 100

    KM sampai dengan 1000 KM. Dan mempunyai

    kecepatan antara