Makalah Kelompok 1 Ekologi Mas Udi

Click here to load reader

  • date post

    29-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    224
  • download

    0

Embed Size (px)

description

makalah

Transcript of Makalah Kelompok 1 Ekologi Mas Udi

21

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakangEkologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan-hubungan timbal balik antar organisme hidup dengan lingkungannya. Salah satu kajian dari ekologi adalah ekosistem tempat organism itu hidup. Ekosistem (satuan fungsi dasar dalam ekologi) adalah suatu sistem yang didalamnya terkandung komunitas hayati dan saling mempengaruhi antara komponen biotik dan abiotik (Odum,1998).Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem disusun oleh dua komponen, yaitu lingkungan fisik atau makhluk tidak hidup (komponen abiotik) dan berbagai jenis makhluk hidup (komponen biotik). Kedua komponen tersebut saling berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Satuan makhluk hidup dalam ekosistem dapat berupa individu, populasi, atau komunitas. Setiap individu, populasi dan komunitas menempati tempat hidup tertentu yang disebut habitat. Komunitas dengan seluruh faktor abiotiknya membentuk suatu ekosistem (Heddy, 1986).Makhluk hidup dalam perkembangan dan pertumbuhannya tidak dapat hidup sendiri, selalu memerlukan makhluk lainnya dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Antara makhluk yang satu dengan makhluk yang lain selalu berhubungan dan mengadakan kontak . Dalam kehidupan, setiap organisme selalu memerlukan sesuatu dari lingkungannya dan lingkungan akan menerima sesuatu dari organisme. Sehingga organisme dan lingkungan saling mengadakan hubungan timbal balik (intraksi) yang disebut ekosistem. Ekosistem diartikan sebagai hubungn timbal balik (interaksi) antara makhluk hidup dengan lingkungan.

1.2 Rumusan Masalah1 Apa pengertian dari ekosistem?2 Apa saja komponen-komponen yang terdapat di dalam ekosistem?3 Bagaimana interaksi yang terjadi dalam komponen ekosistem?4 Apa saja tipe-tipe ekosistem darat?5 Apa peran dari ekosistem?

1.3 Tujuan1 Mengetahui pengertian dari ekosistem.2 Mengetahui komponen-komponen yang terdapat di dalam ekosistem.3 Mengetahui interaksi yang terjadi dalam komponen ekosistem.4 Mengetahui tipe-tipe ekosistem darat.5 Mengetahui peranan dari ekosistem.

1.4 Manfaat1 Sebagai tambahan informasi kepada mahasiswa mengenai ekosistem baik komponen, interaksi maupun peranannya

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1Pengertian EkosistemPara penulis menggunakan istilah yang berbeda terhadap pengertian ekosistem, Karl Mobius (1877) dari Jerman menyebut ekosistem dengan kata biocoenosis. Pada tahun 1887 seorang ahli ekologi dari Amerika bernama S.A. Forbes, menggunakan istilah microcosm. Seorang ahli berkebangsaan Rusia bernama V.V. Dokuchaev dan G. F. Morozov (1846-1903) menggunakan istilah biokoenosis dalam menyebut ekosistem. Friederichs (1930) menggunakan istilah holocoen, Thienemann (1939) menggunakan istilah biosystem, Vernadsky (1944) menggunakan istilah bionert body dalam menyebut istilah ekologi (Indriyanto, 2006).Beberapa definisi tentang ekosistem dapat diuraikan sebagai berikut: Istilah ekosistem pertama kali dikemukakan oleh A.G. Transley pada tahun 1935, berkebangsaan Inggris. Ekosistem adalah suatu sistem yang saling terkait antara organisme hidup dan organisme tak hidup atau lingkungan fisiknya (Odum, 1993 dalam Indriyanto, 2006). Menurut Woodbury (1945) dalam Setiadi (1983), ekosistem adalah tatanan kesatuan secara kompleks yang di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan, dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya menjadi mata rantai siklus materi dan aliran energi. Ekosistem yaitu unit fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya mencakup organisme dan lingkungan (biotik dan abiotik), dan diantara keduanya saling berpengaruh (Odum, 1993). Ekosistem merupakan tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling berpengaruh (UU Lingkungan Hidup, 1997 dalam Indriyanto, 2006). Soemartowo (1983), dalam bukunya menuliskan bahwa ekosistem ialah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Resosoedarmo et al. (1986), mengemukakan bahwa ekosistem merupakan satuan fungsional dasar dalam ekologi yang di dalamnya tercakup organisme dan komponen abiotik yang saling berpengaruh. Ekosistem memiliki ukuran yang beraneka ragam besarnya bergantung kepada tingkat organisasinya.Jadi, secara garis besar ekosistem merupakan gabungan dari komunitas yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan lingkungannya. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.

2.2Komponen-komponen EkosistemIndriyanto (2006) mengemukakan bahwa berdasarkan struktur dasar ekosistem, maka komponen ekosistem terdiri atas:1. Komponen biotik yaitu komponen makhluk hidup. Misalnya binatang, tumbuhan, dan mikrobaa. Berdasarkan segi trofik atau nutrisi, komponen biotik dalam ekosistem terdiri atas: Komponen Autotrof, berasal dari kata autos artinya sendiri, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Jadi komponen autotrof adalah organisme yang mampu mensintesis makanannya sendiri (dapat mensintesis bahan anorganik menjadi bahan organik) dengan bantuan klorofil dan energi berupa radiasi matahari. Misalnya tumbuhan, alga hijau dan sebagainya (Indriyanto, 2006). Komponen Heterotrof, berasal dari kata hetero artinya berbeda atau lain, dan trophikos artinya menyediakan makanan. Jadi komponen heterotrof adalah organisme yang hidupnya selalu memanfaatkan bahan organik sebagai bahan makanannya, dari organisme autotrof. Kemudian menguraikan bahan organik kompleks menjadi bahan anorganik yang sederhana. Misalnya hewan, jamur, jasad renik, manusia (Indriyanto, 2006).b. Secara struktur tingkatannya, komponen biotik dalam ekosistem terdiri atas: Produsen, yaitu organisme autotrof yang pada umumnya berupa tumbuhan hijau, menggunakan energi dari radiasi matahari dalam proses fotosintesis, sehingga mampu mengasimilasi CO2 dan H2O menghasilkan energi kimia yang tersimpan dalam karbohidrat (Indriyanto, 2006). Konsumen, yaitu makhluk hidup yang bergantung pada produsen sebagai makanan untuk memperoleh energi. Berdasarkan jenis makannya konsumen dibagi menjadi tiga, yaitu: 1. Herbivora, konsumen yang memakan tumbuhan. Contohnya: sapi dan kerbau.2. Karnivora, konsumen yang memakan hewan lain. Contohnya: harimau dan serigala.3. Omnivora, konsumen yang memakan tumbuhan dan hewan. Contohnya: manusia (Indriyanto, 2006).c. Sedangkan berdasarkan tingkatan dalam hal makan-memakan, konsumen dibagi menjadi empat, yaitu: Konsumen primer, yaitu golongan herbivora, misalnya: serangga, kelinci, kijang, sapi, kerbau, kambing, zooplankton, crustacea, mollusca, dll. Konsumen sekunder, yaitu golongan karnivora kecil (misalnya: anjing, kucing, rubah, anjing hutan, burung jalak, burung gagak) dan omnivora (misalnya: manusia, burung gereja). Konsumen tersier, yaitu golongan karnivora besar (karnivora tingkat tinggi), karnivora besar ini memangsa karnivora kecil, herbivora, maupun omnivora. Misalnya: singa, harimau, serigala, burung rajawali, dll. Mikro konsumen, yaitu tumbuhan atau binatang yang hidupnya sebagai parasit, scavenger, dan saproba. Pengurai, yaitu mikroorganisme yang hidupnya bergantung kepada bahan organik dari organisme yang telah mati (binatang, tumbuhan, dan manusia yang telah mati). Dentritivor, yaitu organisme pemakan partikel-partikel organik atau detritus. Contohnya cacing tanah, lipang, dan siput. Decomposer, yaitu organisme yang bertugas mengubah partikel-partikel organik menjadi partikel anorganik. Contohnya jamur dan bakteri (Indriyanto, 2006).

2. Komponen abiotik, yaitu komponen benda tak hidup. Misalnya cahaya, suhu, air, kelembaban, tanah, udara, garam-garam mineral, dan topografi.a) Cahaya Cahaya berperan penting dalam kehidupan organisme, salah satu contohnya adalah cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan energi terbesar yang dibutuhkan oleh makhluk hidup, misalnya tumbuhan dalam proses fotosintesis (Indriyanto, 2006).b) Suhu atau TemperaturSuhu merupakan komponen abiotik yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup. Salah satunya berkaitan dengan reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Misalnya reaksi enzimatis yang memerlukan suhu tertentu dan rusak pada suhu tinggi (Indriyanto, 2006).c) Air Air merupakan unsur utama yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup karena sebagian besar tubuh organisme terdiri dari air (H2O). Di alam, air dapat berbentuk padat (misalnya kristal es atau salju), cair, dan gas (Indriyanto, 2006).d) Kelembaban Kelembaban merupakan salah satu komponen abiotik di udara dan tanah. Kelembaban di udara berarti kandungan uap air di udara, sedangkan kelembaban di tanah berarti kandungan air di tanah. Kelembaban yang diperlukan oleh makhluk hidup berbeda-beda. Kelembaban ini dibutuhkan oleh makhluk hidup agar tubuhnya tidak cepat kering karena penguapan (Indriyanto, 2006).e) TanahTanah merupakan unsur utama dalam kehidupan di Bumi baik berguna untuk tempat hidup, sember mineral, air, dll. Dimana jika faktor satu ini tidak ada maka tidak ada tempat bagi mahluk hidup itu untuk tinggal (Indriyanto, 2006).f) Udara atau AnginAngin termasuk salah satu faktor yang sangat mempengaruhi cuaca dan iklim di Bumi, sehingga faktor ini juga yang membuat perbedaan iklim di setiap wilayah Bumi. Udara juga merupakan atmosfer yang mengandung berbagai senyawa yang dibutuhkan oleh mahluk hidup seperti halnya oksigen, karbondioksida, nitrogen, dan lain sebagainya yang bermanfaat di atmosfer Bumi (Indriyanto, 2006).g) Garam-garam mineralGaram-garam mineral sangat dibutuhkan oleh mahluk hidup untuk tumbuh dan berkembang. Karena garam mineral sangat berperan dalam proses metabolisme dan seluruh aktifitas sel dalm jaringan-jaringan tubuh. Garam-garam mineral ini akan terus bersiklus di Bumi (Indriyanto, 2006).h) TopografiTopografi adalah letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas p