Lingkungan Dan Keselamatan Jalan

17
1. ANALISA KELAYAKAN LINGKUNGAN DAN KESELAMATAN JALAN 1.1. ANALISA KELAYAKAN LINGKUNGAN Kondisi Flora dan Fauna Anggrek Tien Soeharto Salah satu jenis tumbuhan (jenis anggrek) yang endemik atau yang hanya tumbuh di Sumatera Utara adalah Anggrek Tien Soeharto atau sering juga disebut dengan Anggrek Hartinah (Cymbidium Hartinahianum). Habitatnya ditemukan di Desa aniara Tele Ke!amatan Harian Kabu"aten Ta"anuli Utara (berbatasan dengan Kabu"aten Dairi). #okasi ini da"at di!a"a dengan kendaraan "ribadi mau"un kendaraan umum dari kota $edan melalui kota Sidikalang (ibukota Kabu"aten Dairi) sejauh %&& km' selama lebihkurang jam "erjalanan. unga angkai unga angkai (Amor"ho"hallus Titanum) ini tumbuh di Ka asan Taman *isata+Cagar Alam Sibolangit. unga ini memberi "esona tersend karena selain keindahannya juga "ertumbuhannya yang tinggi dan besar. ,tulah sebabnya dise juga dengan nama Su eg -aksasa. unga yang tumbuh "ada tahun // ' tingginya men!a"ai 0 & !m. Sedangkan sebelumnya tahun /1/ tingginya men!a"ai & !m. Dan di"rediksi akan tumbuh lagi seterusnya di Taman *isata Sibolangit. unga Kenanga unga Kenanga (Cananga 2dorata) meru"akan tanaman asli ,ndonesia. Tanaman ini satu s dengan sirsak dan srikaya' yaitu suku Annona!eae.Ditinjau dari sosok tanamannya' unga Kenanga ini dibedakan atas 0 jenis' yaitu3 jenis "ohon dan jenis"erdu' akan teta"i' keduanya termasuk dalam s"esies yang sama. Tanaman Kenanga yang berbentuk "ohon tingginya bisa men!a"ai 0&45& meter' sedangkan yang berbentuk "erdu tingginya hanya men!a"ai 45 meter. Kenanga meru"akan tanaman yang ber"otensi !uku" tinggi.

description

mengenai lingk & kesjal

Transcript of Lingkungan Dan Keselamatan Jalan

1. ANALISA KELAYAKAN LINGKUNGAN DAN KESELAMATAN JALAN1.1. ANALISA KELAYAKAN LINGKUNGAN

Kondisi Flora dan Fauna

Anggrek Tien SoehartoSalah satu jenis tumbuhan (jenis anggrek) yang endemik atau yang hanya tumbuh di Sumatera Utara adalah Anggrek Tien Soeharto atau sering juga disebut dengan Anggrek Hartinah (Cymbidium Hartinahianum). Habitatnya ditemukan di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Tapanuli Utara (berbatasan dengan Kabupaten Dairi). Lokasi ini dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dari kota Medan melalui kota Sidikalang (ibukota Kabupaten Dairi) sejauh 400 km, selama lebih kurang 5 jam perjalanan.

Bunga BangkaiBunga Bangkai (Amorphophallus Titanum) ini tumbuh di Kawasan Taman Wisata/Cagar Alam Sibolangit. Bunga ini memberi pesona tersendiri karena selain keindahannya juga pertumbuhannya yang tinggi dan besar. Itulah sebabnya disebut juga dengan nama Suweg Raksasa. Bunga yang tumbuh pada tahun1995, tingginya mencapai 210 cm. Sedangkan sebelumnya tahun 1989 tingginya mencapai 150 cm. Dan diprediksi akan tumbuh lagi seterusnya di Taman Wisata Sibolangit.

Bunga KenangaBunga Kenanga (Cananga Odorata) merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini satu suku dengan sirsak dan srikaya, yaitu suku Annonaceae. Ditinjau dari sosok tanamannya, Bunga Kenanga ini dibedakan atas 2 jenis, yaitu: jenis pohon dan jenis perdu, akan tetapi, keduanya termasuk dalam spesies yang sama. Tanaman Kenanga yang berbentuk pohon tingginya bisa mencapai 20-30 meter, sedangkan yang berbentuk perdu tingginya hanya mencapai 1-3 meter. Kenanga merupakan tanaman yang berpotensi cukup tinggi.

Secara tradisional, bunganya berfungsi sebagi bunga tabur di pemakaman, campuran bunga rampai atau sebagai hiasan pada sanggul wanita. Bunga Kenanga juga dapat mendatangkan devisa, dari bunganya yang wangi terkandung minyak atsiri. Selain itu bagian batangnya mempunyai nilai ekonomis, kayunya yang ukuran besar dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai perkakas rumah tangga, peti, dan sebagainya.

Daun SangDaun Sang pertama kali ditemukan oleh Profesor Teijsman, seorang ahli botani dari Belanda. Menurut IUCN jenis tumbuhan ini telah masuk dalam Red Data Book sebagai jenis yang terancam punah.

Beo NiasSalah satu jenis burung yang berasal dari Sumatera Utara dan banyak diminati oleh masyarakat adalah burung beo. Burung beo banyak dipelihara sebagai burung kesayangan karena kepandainnya bisa menirukan suara manusia. Di antara jenis beo yang ada, Beo Nias (Gracula Religiosa Robusta) termasuk yang paling populer dan banyak diminati penggemarnya. Beo Nias merupakan jenis beo yang endemik di Sumatera, habitatnya dijumpai di Kabupaten Nias. Untuk mencapai lokasi ini ditempuh dengan cara: mengendarai kendaraan pribadi atau kendaraan umum dari Medan sampai ke pelabuhan laut Sibolga dengan waktu tempuh sekitar 8 jam. Dari pelabuhan ini, dengan menggunakan kapal feri melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Gunung Sitoli dengan waktu tempuh sekitar 12 jam. Alternatif lain adalah menggunakan pesawat terbang dari Medan dengan waktu tempuh 1 jam.

Kadar Polusi

Baku mutu lingkungan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.

Baku mutu lingkungan ini berfungsi untuk menentukan terjadinya pencemaran lingkungan hidup, untuk mengatakan atau menilai bahwa lingkungan telah rusak atau tercemar dan untuk mengetahui telah terjadi perusakan atau pencemaran lingkungan digunakan. Secara prinsip setiap orang diperbolehkan untuk membuang limbah ke media lingkungan hidup, sal dapat memnuhi beberapa persyaratan, antra lain memenuhi baku mutu lingkungan hidup; dan mendapat izin dari Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. Baku mutu lingkungan hidup meliputi baku mutu air; baku mutu air limbah; baku mutu air laut; baku mutu udara ambien; baku mutu emisi; baku mutu gangguan; dan baku mutu lain sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Standar Kualitas Udara

Baku mutu udara ambien adalah ukuran batas atau kadar zat, energi, dan/atau komponen yang ada atau yang seharusnya ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam udara ambien.

Tabel Baku Mutu UdaraNoParameterWaktu PengukuranBaku Mutu (g/Nm3)Metode AnalisisPeralatan

1SO2 (Sulfur Dioksida)1 jam900PararosanilinSpektrofotometer

24 jam 365

1 tahun60

2CO (Karbon Monoksida)1 jam30.000NDIRNDIRAnalyzer

24 jam 10.000

1 tahun

3NO2 (Nitrogen Dioksida)1 jam400SaltzmanSpektrofotometer

24 jam 150

1 tahun100

4O3 (Oksidan)1 jam 235ChemiluminescentSpektrofotometer

1 tahun50

5HC (Hidro Karbon)3 jam160FlamelonizationGas Chromatogarfi

6PM 10 (Partikel < 10 m)24 jam150GravimetricHi - Vol

7PM 2,5 (Partikel < 2,5 m)24 jam65GravimetricHi - Vol

1 tahun15

8TSP (debu)24 jam230GravimetricHi - Vol

1 tahun90

9Pb (Timah Hitam)24 jam2GravimetricEkstraktif PengabuanAAS

1 tahun1

10Dustfall (Debu Jatuh)30 hari 10 Ton/km3/bln (pemukiman)20 ton/km3/bln (industri)GravimetricCannister

11Total Fluorides 24 jam3Specific ion electodeImpinger atau Countinous Analyzer

90 hari0.5

12Fluor Indeks30 hari40 g/100 cm3 dari kertas limed filterColourimetricLimed Filter Paper

13Khlorine & Khlorine Dioksida24 jam150Spesific Ton ElectrodeImpinger atau Countinous Analyzer

14Sulphat Indeks30 hari1 mg SO/100 cm3 dari Lead PeroksidaColourimetricLead Peroxida Candle

Sumber : Lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999

Standar Kualitas AirBaku mutu air adalah ukuran batas/kadar makhluk hidup,zat,energy/komponen yg ada/harus ada dan/unsur pencemar yg ditenggang keberadaannya di dalam air.

Tabel Baku Mutu AirNoJenis ParameterSatuanKadar maksimum yang diperbolehkan

1Parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan

Parameter Mikrobiologi

1. E. ColiJumlah per 100 ml sampel0

2. Total Bakteri KoliformJumlah per 100 ml sampel0

Kimia Anorganik

1. Arsen mg/l0,01

2. Fluoridamg/l1,5

3. Total Kromiummg/l0,05

4. Kadmiummg/l0,003

5. Nitrit (sebagai NO2-)mg/l3

6. Nitrat (sebagai NO3-)mg/l50

7. Sianidamg/l0,07

8. Seleniummg/l0,01

2Parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan

Parameter Fisik

1. BauTidak berbau

2. WarnaTCU15

3. Total zat padat terlarut (TDS)mg/l500

4. KekeruhanNTU5

5. RasaTidak berasa

6. SuhuCSuhu Udara 3

Parameter Kimiawi

1. Aluminiummg/l0,2

2. Besimg/l0,3

3. Kesadahanmg/l500

4. Khloridamg/l250

5. Manganmg/l0,4

6. pH6,5 8,5

7. Sengmg/l3

8. Sulfatmg/l250

9. Tembagamg/l2

10. Amoniamg/l1,5

Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan No 492/MENKES/PER/IV/2010

Standar Tingkat KebisinganKebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Tingkat kebisingan adalah ukuran energi bunyi yang dinyatakan dalam satuan Desibel disingkat dB. Baku tingkat kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan dari usaha atau kegiatan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Pengukuran tingkat kebisingan secara langsung harus menggunakan Sound Level Meter yang memenuhi persyaratan standard IEC (International Electrotechnical Commission) 651 kelas 2.

Tabel Baku Tingkat KebisinganNo.Peruntukan Kawasan / Lingkungan KegiatanTingkat Kebisingan dB(A)

aPeruntukan Kawasan

1. Perumahan dan Permukiman55

2. Perdagangan dan Jasa70

3. Perkantoran dan Perdagangan65

4. Ruangan Terbuka Hijau50

5. Industri70

6. Pemerintahan dan fasilitas Umum60

7. Rekreasi 70

8. Khusus:60

Bandara Udara-

Stasiun Kereta Api -

Pelabuhan Laut70

Cagar Budaya60

bLingkungan Kegiatan

1. Rumah sakit atau sejenisnya55

2. Sekolah atau sejenisnya55

3. Tempat Ibadah atau sejenisnya55

Sumber : Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep 48/MENLH/11/1996

Standar Tingkat GetaranGetaran adalah gerakan bolak-balik suatu massa melalui keadaan seimbang terhadap suatu titik acuan. Getaran dibagi menjadi 3 yaitu: Getaran mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatan kegiatan manusia Getaran seismik adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan manusia Getaran kejut adalah getaran yang berlangsung secara tiba-tiba dan sesaat

Baku tingkat getaran mekanik dan getaran kejut adalah batas maksimal tingkat getaran mekanik yang diperbolehkan dari usaha atau kegiatan pada media padat sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan bangunan.

Tabel Baku Tingkat Getaran untuk Kenyamanan dan KesehatanFrekuensi (Hz)Nilai Tingkat Getaran, dalam micron (10-6 meter)

Sangat MenggangguMenggangguTidak NyamanMenyakitkan

4< 100100 500> 500 1000> 1000

5< 8080 350> 350 1000> 1000

6,3< 7070 275> 275 1000> 1000

8< 5050 160> 160 500> 500

10< 3737 120> 120 300> 300

12,5< 3232 90> 90 220> 220

16< 2525 60> 60 120> 120

20< 2020 40> 40 85> 85

25< 717 30> 30 50> 50

31,5< 212 20> 20 30> 30

40< 99 15> 15 20> 20

50< 88 12> 12 15> 15

63< 66 9> 9 12> 12

Sumber : Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 49 tahun 1996

Rencana Tata Ruang Wilayah

Gambar Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Sumatera Utara

Gambar Kawasan Lindung Prov. Sumatera Utara

Tabel Jenis Tata Guna Lahan Prov. Sumatera UtaraNoJenis Tata Guna LahanLuas Lahan (ha)

1Hutan 3.742.120

Kawasan Suaka Alam / Kawasan Pelestarian Alam477.070

Hutan Lindung1.297.330

Hutan Produksi Terbatas879.270

Hutan Produksi Tetap1.035.690

Hutan Produksi yang dapat dikonversi52.760

2Lahan Pertanian

Padi807.302

Karet489.491

3Daerah Irigasi Teknis132.524

Sumber: Keputusan Menteri Kehutanan No. 44 Tahun 2005

Di Provinsi Sumatera Utara telah ditetapkan kawasan andalan yang merupakan bagian dari kawasan budi daya baik di ruang darat maupun ruang laut yang pengembangannya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bagi kawasan tersebut dan kawasan di sekitarnya.Kawasan Andalan NasionalKawasan AndalanSektor Unggulan

Perkotaan Metropolitan Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo (Mebidangro)industri,perkebunan,pariwisata,pertanian, perikanan

Pematang Siantar danSekitarnyaPerkebunan,pertanian,industri,pariwisata

Rantau Prapat-KisaranPerkebunan,kehutanan, pertanian,perikanan,industri

Tapanuli dan SekitarnyaPerkebunan,pertambangan, perikanan laut,pertanian,industri,pariwisata

Nias dan SekitarnyaPariwisata,perkebunan,perikanan

Laut Lhokseumawe-Medandan SekitarnyaPerikanan,pertambangan

Laut Selat Malaka dan SekitarnyaPerikanan,pertambangan

Laut Nias dan SekitarnyaPerikanan, pertambangan

Sumber: PP No. 26 Tahun 2008Di samping kawasan andalan terdapat kawasan strategis provinsi. Kawasan strategis provinsi merupakan bagian wilayah provinsi yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi baik di bidang ekonomi dan sosial budaya maupun lingkungan.Kawasan strategis provinsi berfungsi: (1) untuk mewadahi penataan ruang kawasan yang tidak bisa terakomodasi dalam rencana struktur ruang dan rencana pola ruang; (2) sebagai alokasi ruang untuk berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat dan kegiatan pelestarian lingkungan dalam wilayah provinsi yang dinilai mempunyai pengaruh sangat penting terhadap wilayah provinsi; dan (3) sebagai dasar penyusunan rencana tata ruang kawasan strategis provinsi. Kawasan strategis provinsi di Sumatera Utara ditetapkan berdasarkan kepentingan: (1) pertumbuhan ekonomi; (2) sosial dan budaya; dan (3) fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.Kawasan Strategis Kepentingan Pertumbuhan Ekonomi1. Kawasan agropolitan dataran tinggi Bukit Barisan, meliputi sentra produksi:a. Merek, Kabupaten Karob. Siborong borong, Kabupaten Tapanuli Utarac. Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutand. Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosire. Harian, Kabupaten Samosirf. Silimakuta, Kabupaten Simalungung. Sitinjo, Kabupaten Dairih. Siempat Rube, Kabupaten Pakpak Bharat, dani. Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar1. Kawasan pengembangan ekonomi terpadu Simalungun-Batubara-Asahan meliputi:b. KawasanTanjungbalai-Asahanb. KawasanSimalungun-Batubara, danb. Kawasan Pengembangan Ekonomi Khusus Sei Mangke1. Kawasan pengembangan ekonomi terpadu Labuhanbatu dan sekitarnya.1. Kawasan pengembangan ekonomi terpadu pantai barat dan sekitarnya meliputi:d. Kawasan Labuan Angin-Sibolgad. Kawasan Mandailing Natal-Tapanuli Selatan,dand. Kawasan Perkotaan Padangsidimpuandan sekitarnya1. Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu Kepulauan NiasKawasan Strategis Kepentingan Sosial Budaya1. Kawasan situs dan bangunan bersejarah di kawasan perkotaan Mebidangro, meliputi:a. Situs dan peninggalan bersejarah Kota Cina di Kota Medan dan Kota Rantang di Kabupaten Deli Serdanga. Bangunan bersejarah di Koridor Kota Lama Belawan dan Kota Lama Kesawan di Kota Medan, dana. Bangunan bersejarah budaya Kesultanan Deli di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang1. Kawasan religi dan situs candi/biara di Kabupaten Padanglawas dan Padanglawas Utara1. Kawasan Tradisional Bawomataluo Kabupaten Nias Selatan dan sekitarnya1. Kawasan religi dan situs bersejarah Islam di Barus Kabupaten Tapanuli Tengah1. Kawasan religi dan situs bersejarah suku Batak di Pusuk BuhitKabupaten SamosirKawasan Strategis Kepentingan Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup1. Kawasan Ekosistem Leuser dan Bahorok2. Kawasan Konservasi Hutan Batang Toru3. Kawasan Konservasi Taman Nasional Batang Gadis(TNBG) diKabupaten Mandailing NatalKawasan Strategis Nasional1. Dari sudut kepentingan pertahanan keamanan, yaitu Pulau Berhala diKabupaten Serdang Bedagai,Kawasan Perbatasan Laut R.I. dengan Malaysia;2. Dari sudut kepentingan ekonomi, yaitu Kawasan Perkotaan Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo (Mebidangro)3. Dari sudut kepentingan lingkungan, yaitu Kawasan Danau Toba dan sekitarnyaPada tahun 2011 diterbitkan Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Pasal 123 ayat (4) Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro berperan sebagai alat operasionalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan sebagai alat koordinasi pelaksanaan pembangunan di kawasan Mebidangro.Peraturan Presiden No. 13 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan ketentuan Pasal 123 ayat (4) Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera.

1.2. ANALISA KELAYAKAN SOSIAL KEMASYARAKATAN

Kota Medanadalahibu kotaprovinsiSumatera Utara,Indonesia. Kota ini merupakan merupakan metropolitan terbesar di luar PulauJawadan kota terbesar ketiga di Indonesia setelahJakartadanSurabaya.Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisataBrastagidi daerah dataran tinggiKaro, objek wisataOrangutandiBukit Lawang,Danau Toba. Kota Medan memiliki luas 26.510 ha. Secara geografis kota Medan terletak pada 3 30' 3 43' Lintang Utara dan 98 35' - 98 44' Bujur Timur. Untuk itu topografi kota Medan cenderung miring ke utara dan berada pada ketinggian 2,5 - 37,5 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, penduduk Medan berjumlah 2.109.339 jiwa. Penduduk Medan terdiri atas 1.040.680 laki-laki dan 1.068.659 perempuan. Di siang hari, jumlah ini bisa meningkat hingga sekitar 2,5 juta jiwa dengan dihitungnya jumlah penglaju (komuter). Sebagian besar penduduk Medan berasal dari kelompok umur 0-19 dan 20-39 tahun (masing-masing 41% dan 37,8% dari total penduduk). Dilihat dari struktur umur penduduk, Medan dihuni lebih kurang 1.377.751 jiwa berusia produktif, (15-59 tahun). Selanjutnya dilihat dari tingkat pendidikan, rata-rata lama sekolah penduduk telah mencapai 10,5 tahun. Dengan demikian, secara relatif tersedia tenaga kerja yang cukup, yang dapat bekerja pada berbagai jenis perusahaan, baik jasa, perdagangan, maupun industri manufaktur. Laju pertumbuhan penduduk Medan periode tahun 2000-2004 cenderung mengalami peningkatantingkat pertumbuhan penduduk pada tahun 2000 adalah 0,09% dan menjadi 0,63% pada tahun 2004. Sedangkan tingkat kapadatan penduduk mengalami peningkatan dari 7.183 jiwa per km pada tahun 2004.

Kota Tebing Tinggiadalah salah satukotamadya yang ada di sumatra utara. Kota tebing tinggi merupakan kota yang sangat penting , karena merupakan kota persimpangan. Dimana kota ini menjadi jalur segitiga. Yaitu menuju kota medan , menuju kota siantar (pintu masuk ke danau toba) dan menuju kisaran ( kabupaten Asahan). Kota ini memiliki luas sebesar 38.438 km2 yang dihuni oleh 145.248 jiwa.Segitiga Penghubung kota Pematang Siantar dan Kota Kisaran menuju Kota Medan

Tebing Tinggi beriklim tropis dataran rendah. Ketinggian 26 24 meter di atas permukaan laut dengan topografi mendatar dan bergelombang. Temperatur udara di kota ini cukup panas yaitu berkisar 25 - 27C. Sebagaimana kota di Sumatera Utara, curah hujan per tahun rata-rata 1.776mm/tahun dengan kelembaban udara 80%-90%. Di Tebing Tinggi terdapat empat sungai yang mengalir dari barat menuju timur. Keempat sungai tersebut adalahSungai Padang,Sungai Bahilang,Sungai Kalembah, danSungai Sibaran. Daerah sekitar Sungai Padang dan Bahilang merupakan wilayah potensi banjir, yaitu Kelurahan Bandar Utama, Persiakan, Bandar Sono, Mandailing, Bagelan, Rambung, Tambangan, Brohal dan Rantau Laban.

Sedangkan Perbarakanmerupakan salah satudesayang ada di kecamatanPagar Merbau, KabupatenDeli Serdang, provinsiSumatera Utara,Indonesia. Serta Kuala Tanjungmerupakan salah satudesayang ada di kecamatanSei Suka, KabupatenBatu Bara, provinsiSumatera Utara,Indonesia. Di Desa ini Terdapat Pabrik Peleburan alumunium PT. INALUM dan beberapa perusahaan lainnya serta Pelabuhan Laut Kuala Tanjung yang dikelola PT. PELINDO.

1.3. ANALISA KESELAMATAN JALAN

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 19/PRT/M/2011 mengenai Syarat Teknis Jalan dan Kriteria Perencanaan Teknis Jalan, keselamatan jalan adalah pemenuhan fisik elemen jalan terhadap persyaratan teknis jalan dan kondisi lingkungan alan yang menghindarkan atau tidak menjadi sebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, setiap jalan yang didesain dan dibangun sesuai dengan spesifikasi pada peraturan tersebut sudah dapat dipastikan merupakan jalan yang berkeselamatan. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak selalu dapat dilakukan secara ideal sesuai dengan standar yang berlaku, hal ini bisa terjadi karena kendala teknis seperti kondisi medan dan kondisi lingkungan maupun kendala non teknis seperti keterlambatan pembebasan lahan atau pemblokiran anggaran. Jalan nasional yang berada dibawah wewenang kementerian Pekerjaan Umum tergolong ke dalam fungsi jalan arteri. Adapun persyaratan teknis jalan untuk jalan bebas hambatan antara lain adalah:

Tabel Persyaratan Teknis Jalan Bebas HambatanNoSpesifikasi penyediaan prasarana jalanJalan Bebas Hambatan

1LHRT (smp/hari)Medan Datar 156.000 117.000 78.000

Medan Bukit 153.000 115.000 77.000

Medan Gunung 146.000 110.000 73.000

2Fungsi Jalan (Penggunaan Jalan)Arteri (Kelas I, II, III, Khusus)Kolektor (Kelas I, II, III)

3Tipe Jalan Paling Kecil4/2 T

4Kecepatan Rencana (km/jam)Medan Datar80 120

Medan Bukit70 110

Medan Gunung60 - 100

5Potongan MelintangRumaja paling kecilLebar, m42,5035,5028,50

Tinggi, m5,00

Dalam, m1,50

Badan Jalan (lebar paling kecil, m)Arteri21,00

Lebar jalur lalu lintas, mVr < 80 km/jam2 x (4 x 3,50)2 x (3 x 3,50)2 x (2 x 3,50)

Vr 80 km/jam2 x (4 x 3,60)2 x (3 x 3,60)2 x (2 x 3,60)

Lebar bahu Jalan paling kecil, mMedan DatarBahu Luar 3,50 dan Bahu Dalam 0,50

Medan BukitBahu Luar 2,50 dan Bahu Dalam 0,50

Medan GunungBahu Luar 2,00 dan Bahu Dalam 0,50

Lebar median paling kecil, m (lebar median termasuk lebar bahu dalam, lebar marka garis tepi termasuk bahu dalam)Direndahkan9,00

Ditinggikan2,80 ; ditinggikan setinggi kereb dan dilengkapi rel pengaman, untuk kecepatan rencana < 80 km/jam; Konfigurasi lebar bahu dalam + bangunan pemisah setinggi 1,10 m + bahu dalam : 1,50 + 0,80 + 1,50

3,80 ; ditinggikan setinggi 1,10 m berupa penghalang beton, untuk kecepatan rencana 80 km/jam dengan konfigurasi lebar bahu dalam + bangunan pemisah setinggi 1,10 m + bahu dalam : 1,50 + 0,80 + 1,50

Lebar pemisah lajur, paling kecil, mDengan rambuJembatan

Tanpa rambu

Untuk jalan sepeda motorLebar paling kecil 2 m + pagar pemisah

Lebar Trotoar1,0

Lebar Saluran tepi paling kecil, m1,00

Kemiringan normal perkerasan jalan, %3

Kemiringan bahu jalan paling besar, %5

6Potongan MemanjangJarak antar jalan masuk paling dekat, kmPada jalan bebas hambatan, tidak ada jalan masuk langsung dan tidak ada persimpangan sebidang. Jarak antar persimpangan tidak sebidang paling kecil 5 km

Jarak antar persimpangan sebidang paling dekat, km

Superelevasi paling besar, %8

Kekesatan melintang paling tinggi0,14

Kekesatan memanjang paling tinggi0,33

Kelandaian paling besar, %Alinemen datar4

Alinemen bukit5

Alinemen gedung6

Sumber : Lampiran Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 19/PRT/M/2011

Mengidentifikasi hal hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas pada jalan dari sisi geometrik. Adapun hal hal yang perlu diperhatikan pada ruas jalan diantaranya: jarak pandang untuk kecepatan lalu lintas yang digunakan, kesesuaian alinyemen horizontal dan vertikal dengan kecepatan lalu lintas (derajat kelengkungan, radius, dll) ketersediaan lajur mendahului, lebar lajur untuk mendahului, ketersediaan lajur pendakian, semua lebar lajur, lebar perkerasan dan lebar jembatan konsisten.

METODE SURVEY

Metode survey dilakukan dengan melakukan pengumpulan data sekunder. Adapun data data yang perlu dikumpulkan antara lain:1) Dokumen Rencana Tata Ruang Tata Wilayah Dokumen ini diperlukan untuk melakukan evaluasi jenis kawasan yang akan dilewati oleh jalan yang akan dibangun. Dokumen ini dapat diperoleh dari Bappeda setempat.2) Data Biologis Lingkungan Dokumen ini diperlukan untuk mengevaluasi dan meminimalisir tingkat kerusakan yang dapat disebabkan dengan adanya pembangunan jalan tersebut. Adapun data data yang dimaksud antara lain: Data Kualitas Udara Data Kualitas Air Data Tingkat Kebisingan Data Tingkat GetaranData tersebut dapat diperoleh dari Badan Lingkungan Hidup setempat.3) Data Sosial Kemasyarakatan Kependudukan berupa tingkat pendidikan, mata pencaharian dan kesehatan masyarakat.Data tersebut diperlukan untuk mengevaluasi dampak adanya pembangunan jalan tersebut pada kondisi sosial kemasyarakatan masyarakat di kawasan sekitar. Adapun data data yang dimaksud antara lain: Data Jumlah Penduduk Data Tingkat Pendidikan Data Mata Pencaharian Data tersebut di atas dapat diperoleh dari Badan Pusat Statistik setempat.