Laporan Resmi Praktikum Mikroteknik Squash

download Laporan Resmi Praktikum Mikroteknik Squash

of 23

  • date post

    08-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    112
  • download

    7

Embed Size (px)

description

mikroteknik

Transcript of Laporan Resmi Praktikum Mikroteknik Squash

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM MIKROTEKNIKMetode SquashDisusun Untuk Memenuhi Ujian Kompetensi Mata Kuliah Mikroteknik Semester V

Disusun Oleh :Wike Trajuningtyas OktavianaK4312073

PENDIDIKAN BIOLOGIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA2014

I. JUDULMetode Squash

II. TUJUANMembuat preparat pembelahan mitosis sel-sel akar bawang merah dengan metode Squash

III. ALAT DAN BAHAN Alat:1. Vlakon2. Object glass3. De glass4. Pipet tetes5. Mikroskop6. Kuas7. Bunsen8. Penjepit9. Gelas Bekker 10. Termometer11. Cutter12. Pensil berpenghapus13. Kaki tiga dan kasa

Bahan:1. 0,5 cm ujung akar bawang merah (Allium cepa). Pengambilan jam 8 pagi.2. Alkohol absolut3. Larutan Asam Asetat Glasial (AAG)4. Akuades5. HCL 1 N6. Safranin 1%7. Gliserin8. Cutex bening9. Tissue

IV. CARA KERJA1. Memotong akar bawang merah 0,5 cm dari bagian ujung (usahakan tudung akar ikut dalam potongan).2. Fiksasi: menggunakan larutan Farmers (alkohol absolut: Asam Asetat Glasial = 3:1) selama 2 x 24 jam pada suhu 5oC.3. Washing: dengan akuades sebanyak 3 kali.4. Hidrolisa: dengan menggunakan HCL 1 N. Memanaskan vlakon tersebut pada temperatur 60oC selama 8 menit.5. Washing: dengan akuades sebanyak 3 kali, kemudian melakukan staining dengan menggunakan safranin 1% selama 3 menit. Selanjutnya mencuci dengan akuades sebanyak 3 kali.6. Squashing: mengambil 1 ujung akar yang berwarna merah, meletakkan di atas gelas benda, kemudian menetesi dengan gliserin dan menutup dengan gelas penutup, menekan gelas penutup yang tepat di bawahnya terdapat ujung akar bawang merah menggunakan gagang pensil berpenghapus hingga ujung akar hancur. Mengamati di bawah mikroskop mulai dari perbesaran kecil menuju ke perbesaran yang lebih besar.7. Labeling: di sebelah kiri gelas penutup diletakkan etiket dan diberi keterangan: nama spesies, dan sebagainya.

PRINSIP KERJA

V. DATA HASIL PENGAMATANNoNama PreparatGambar

1Squash Akar Bawang Merah (Allium cepa) Crystal violet Perbesaran 40x

Perbesaran 40x

Perbesaran 40x

Perbesaran 40x

Perbesaran 40x

Tumbuhan pada masa awal perkembangan mengalami pertumbuhan sangat banyak, tumbuhan mengalami pembelahan sel secara tidak langsung yang disebut juga denganmitosis, mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel memproduksi dirinya sendiri dengan jumlah kromosom sel induk. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut turut. Peristiwa ini terjadi bersama-sama dengan pembelahan sitoplasmadanbahan-bahan di luar inti sel dan memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hampir semua organisme.Pada percobaan kali ini digunakan metode squash atau preparat pejetan. Terdapat beberapa tahapan penting dalam pembuatan preparat ujung akar Allium cepadengan metode squash ini, yaitu penumbuhan akarAllium cepa, fiksasi akarAllium cepa, maserasi, pewarnaan, dan pembuatan preparat ujung akarAllium cepa. Berikut merupakan pembahasan dari masing-masing tahapan:1. Penumbuhan AkarAllium cepaPada proses penyiapan ini bawang merah yang digunakan merupakan bawang merah yang sudah mengalami dormansi, sehingga secara fisiologis ia sudah siap untuk mulai bertunas jika ditumbuhkan pada media tertentu. Pemilihan media tumbuh berupa air memiliki beberapa pertimbangan tertentu berdasarkan keuntungan akhir yang akan didapatkan. Praktikan menggunakan air sebagai media tumbuh karena akar yang dihasilkan akan tumbuh lurus dan diameter akar yang diperoleh relatif berukuran lebih besar. Bentuk akar yang lurus akan lebih memudahkan pada saat melakukan pengamatan karena biasanya sel-selnya akan berjajar dengan rapiddan diameter akar yang besar otomatis akan memiliki kapasitas yang lebih untuk menampung sel dalam jumlah yang relatif lebih banyak, sehingga akan memudahkanmata praktikandalammengamati sel-sel yang sedang mengalami proses mitosis.

2. Fiksasi akarAllium cepaProsedur pertama untuk fiksasai adalah pemotongan ujung akar sepanjang kurang lebih 1 cm. Kemudian dimasukkan ke dalam botol vlakon yang bersi fiksatif yang terdiri dari asam asetat glasial (AAG) dan alkohol absolut dengan perbandingan 1:3.Penggunaan asam asetat glasial dan jugaalkohol absolutmerupakan langkah fiksatif untuk bisa menghentikan aktivitas seluler dan mengawetkan proses yang terjadi ketika ujung akar tersebut dipotong. Dengan demikian proses mitosis yang mungkin terjadi pada waktu pemotongan dapat dijebak dalam keadaan terfiksatif sehingga nanti pada saat pengamatan preparat squash di bawah mikroskop akan menunjukkan aktivitas sel-selmeristem ujung akar.Rendaman ujung akar Allium cepa dengan larutan fikastif ini kemudian ditempatkan dalam freezer dengan suhu 5oC selama 2 x 24 jam.Penempatan rendaman ujung akar ke dalam refrigerator bertujuan untuk memantapkan proses fiksasi, karena mungkin saja dengan perbandingan 3 : 1 masing-masing untukalkohol absolutdan asam asetat glasial pekat belum begitu kuat untuk memfiksasi jaringan yang ada, sehingga dengan menggunakan bantuan temperatur ruang yang rendah,yakni 5-6oC maka dapat ikut menekan aktivitas seluler yang ada karena suhu yang relatif rendah biasanya mampu menggiring tumbuhan untuk melakukan aktivitas dormansi, dengan kata lain proses metabolisme lambat laun akan terhenti.

3. Maserasi/ HidrolisaSetelah rendaman ujung akar Allium cepa dengan larutan fiksatif dikeluarkan dari dalam freezer, langkah selanjutnya adalahpencucian ujung akar terfiksatif dengan menggunakan air sebanyak 3 kali. Hal ini selain bertujuan untuk membersihkan larutan fiksatif yang ada (karena dikhawatirkan kandungan larutan fiksatif yang terlampau banyak dapat mengganggu proses pewarnaan dengan Crystal violet pada proses selanjutnya) dan juga untuk memberikanperlakuankhusus pada ujung akar tersebut setelah disimpan pada suhu rendah, agar nantinya pada waktu pemanasan tidak terjadi shock-temperature yang terlampau hebat yang dimungkinkan bisa menghancurkan akar secara fisik.Setelah pencucian selesai, proses selanjutnya adalahmaserasi. Dalam proses maserasi ini ujung akar Allium cepadiberi HCl 1 N hingga potongan ujung akar bawang merah yang ada terendam sepenuhnya dalam HCl 1 N. Maserasi merupakan suatu treatment yang dilakukan untuk memisahkan sel yang satu dengan sel yang lain dengan cara melarutkanpektin,selulosa, dan kandungan sel lain yang menyebabkan sel tersebut kuat. Sehingga pada akhirnyadengan adanya proses hidrolisa atau maserasi,jaringan akan menjadi lunak dan diharapkan akan menjadi selapis saja, karena akan mempermudah proses pengamatan tahapan pembelahan mitosis yang berhasil terfiksasi. HCl merupakan asam yang cukup kuat untuk maserasi preparat.Untuk mempercepat terjadinya proses maserasi dengan bantuan larutan HCl 1 N maka setelah proses ini dilanjutkan dengan proses pemanasan potongan ujung akar pada penangas air, pada suhu 55oC 60oC selama kurun waktu8 menit. Suhu dijaga jangan sampai melebihi 600C karena jaringan yang sudah setengah lunak dengan keberadaan HCl akan mudah hancur pada suhu di atas 60oC.Pemanasan dilakukan untuk membantu mempercepat proses reaksi pelunakan menggunakan HCl 1 N. Hal demikian dikarenakan adanya peningkatan suhu akan berbanding lurus dengan peningkatan kecepatan reaksi.Setelahproses pemanasan di dalam penangas airselesai, potongan ujung akar bawang merah dicuci di dalam petridish sebanyak 3 kali untuk menghilangkan sisa-sisa HCL yang ada, karena diketahui bahwa konsentrasi akan struktur serta fungsionalitas dariCrystal violet mudah terganggu dengan adanya zat-zat asam kuat lemah atau pun kuat (dan mungkin juga senyawa yang bersifat basa), sehingga semua sisa HCl harus benar-benar dibuang.

4. PewarnaanProses selanjutnya setelah pencucian selesai adalah pewarnaan dengan menggunakan Crystal violet.Dalm proses pewarnaan ini,kumpulan potongan ujung akarditempatkanpada salah satu sisi dari petridish. Hal ini untuk melakukan langkah efisiensi penggunaan pewarna ini, karena Crystal violetadalahsenyawa pewarna untuk kromosomyangbukan merupakan barang ekonomis sehingga penggunaannya pun harus seefisien mungkin. Proses pewarnaan ini memakan waktu5 menit agar seluruh jaringan terwarnaidengan sempurna.Proses selanjutnya ketika pewarnaan ini selesai adalah pencucian potongan ujung akar. Prosedur pencucianpada tahap ini sama dengan prosedur pencucianpada langkah sebelumnya, yakni dicuci sebanyak 3 kali dan tetap di dalam petridish dengan menggunakan pipet tetes.

5. Pembuatan PreparatLangkah berikutnya setelah pencucian dari pewarnaan adalah pembuatan preparat ujung akar Allium cepa yang merupakan daerah pembelahan mitosis. Dengan menggunakan kuas yang telah dibasahi terlebih dahulu, sebuah potongan ujung akar dipindahkan ke atas gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup yang ditempatkan di atas obyek (potongan ujung akar), kemudian secara hati-hati dengan menggunakan ujung kuku untuk menekan potongan ujung akar tersebut sehingga pada nantinya akan meratakan sel-sel meristem ujung akar tersebut hingga terpisah satu dengan yang lainnya sehingga akan mempermudah proses pengamatan.Setelah melalui beberapa tahapan metode squash tersebut, maka preparat sudah siap untuk diamati di bawah mikroskop. Preparat yang sudah selesai dibuat inisecepatnyaharus diamati,karena sel ataupun jaringan yang sudah mengalami berbagai perlakuan seperti yang telah dilakukan tersebut, akan cepat sekali mengalami kerusakan, sehingga harus segera diamati adakah proses mitosis pada preparat ujung akar tersebut.Pengamatan yang dilakukan adalah melihat tahapan-tahapan yang terjadi selama pembelahan mitosis di bawah mikroskop dan selanjutnya melakukandokumentasi dengan pemotretansetelahdiperoleh tahapan pembelahan mitosis pada preparat akar bawang merah.Interval waktu fase mitosis (Fase M) yang terjadi pada sel terjadi kurang lebih selama 1 jam. Tahap mitosis ini merupakan tahap di mana terjadi pembelahan sel (baik pembelahan bi