Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

of 34 /34
LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN PRODUKSI Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi Disusun Oleh: Aditia Setiawan (0800580) Rizki Maulana Hadi (0902103) Rezha Kurniawan (0902101) PROGRAM DIPLOMA III JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

Transcript of Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Page 1: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN PRODUKSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi

Disusun Oleh:

Aditia Setiawan (0800580)Rizki Maulana Hadi (0902103)Rezha Kurniawan (0902101)

PROGRAM DIPLOMA IIIJURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN

FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUANUNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

Page 2: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada era globalisasi ini, arus informasi teknologi berjalan dengan begitu

cepat. Dan ini tentu sangat berperaruh terhadap perkembangan dunia teknologi

Khususnya pada teknologi industry. Hal ini ditandai dengan semakin canggihnya

peralatan-peralatan maupun mesin-mesin yang digunakan baik di industry

maupun dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita rasakan. Salah satu bidang

yang erat kaitannya dengannya perkembangan teknologi ini adalah bidang

pemesinan. Dimana pada bidang pemesinan ini telah terjadi perubahan revolusi

yang cukup besar. Dari alat yang sederhana yang kemudian berubah menjadi alat

yang cukup canggih. Jikalau dahulu para petani menggunakan cangkulnya untuk

menggarap lahan/tanah namun sekarang para petani sudah menggunakan traktor.

Hal itu merupakan salah satu bukti perkembangan teknologi masa kini.

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi ini tentunya akan

semakin merangsang kemampuan berfikir setiap individu/manusia. Setiap

individu/manusia tentunya akan semakin memahami bagaimana menghasilkan

suatu produk yang kreatif, inovatif dan efisien. Hal ini tentu salah satunya

berkaitan dengan bagaimana proses produksi itu dilakukan. Khususnya dalam

penggunaan mesin-mesin produksi tersebut. Kapan mesin itu harus dioperasikan,

bagaimana cara penggunaan mesin tersebut, dan yang terpenting adalah

bagaimana cara melakukan perawatan dan perbaikan mesin tersebut sehingga

mesin tersebut memiliki umur pakai yang lama dan proses produksi pun dapat

dilakukan secara efisien.

Teknik perawatan dan perbaikan mesin produksi merupakan salah satu

bahan ajar yang diberikan di lembaga-lembaga pendidikan kejuruan khususnya

di bidang pemesinan. Dimana teknik perawatan dan perbaikan mesin produksi

ini diberikan untuk menunjang skill yang dimiliki oleh setiap pelajar/mahasiswa

dalam proses pemesinan. Laporan praktikum ini dibuat dengan maksud untuk

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 1

Page 3: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

menganalisis setiap mesin-mesin produksi dan memastikan bahwa mesin-mesin

produksi yang akan digunakan tersebut benar-benar dalam kondisi baik dan siap

digunakan.

B. BATASAN MASALAH

Adapun batasan masalah dalam laporan praktikum ini yaitu penulis hanya

akan menjelaskan tentang:

1. Bagaimana cara melakukan suatu perawatan dan perbaikan mesin yang

baik dan benar?

C. TUJUAN PENULISAN

Seperti halnya pada penjelasan kata pengantar diatas, bahwa secara umum

tujuan penulisan laporan praktek ini adalah sebagai berikut:

1. Mengenal lebih dalam mengenai keadaan suatu mesin dan dapat

mengetahui bagaimana cara melakukan suatu perawatan dan perbaikan

yang baik benar.

2. Menganalisis setiap komponen-komponen yang terdapat pada mesin dan

sekaliligus melakukan suatu perbaikan apabila ditemukan suatu kerusakan

pada mesin tersebut.

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 2

Page 4: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

BAB II

ISI LAPORAN

A. TUJUAN PRAKTEK

Perawatan adalah suatu aktivitas yang dilaksanakan untuk memelihara

semua fasilitas/peralatan bengkel agar selalu dalam kondisi baik dan siap pakai

serta terhindar dari kerusakan yang mungkin terjadi baik yang terduga maupun

yang tak terduga (makhzu, 1999).

Penggunaan sistem perawatan yang terjadwal baik akan menjaga peralatan

atau mesin bisa bekerja secara maksimal atau produktifitasnya maksimal atau

produksinya memuaskan.

1. Tujuan secara Umum

Beberapa tujuan perawatan secara umum terhadap peralatan atau mesin

antara lain :

a. Merawat mesin atau peralatan sehingga selalu dalam kondisi optimal

produktifitasnya dan dapat dipercaya kualitas produksinya

b. Mencegah hal–hal yang diharapkan seperti kerusakan yang tiba–tiba

terhadap mesin/peralatan pada saat beroperasi.

c. Menaikkan kemampuan mesin untuk berproduksi dengan melakukan

perubahan untuk lebih mengefisienkan kerja mesin.

2. Tujuan Secara Khusus

Adapun yang menjadi tujuan secara khusus dalam praktek perawatan ini

adalah:

a. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknik Perawatan dan

Perbaikan Mesin Perkakas.

B. OBJEK PERAWATAN DAN PERBAIKAN

Objek perawatan dan perbaikan atau sasaran pada proses perawatan dan

perbaikan yang dilakukan antara lain:

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 3

Page 5: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

1. Mesin Milling tipe

Pada mesin milling ini, tindakan yang dilakukan adalah melakukan

perawatan-perawatan standar seperti; membersihkan mesin, melakukan

pengecekan alat-alat kelengkapan mesin, alat-alat bantu, Oli/pelumas, dan

sebagainya.

2. Mesin Bubut tipe

Pada mesin bubut ini, tindakan yang dilakukan adalah melakukan

perawatan-perawatan standard, melakukan pengecekan system kerja

mesin dan membuat komponen-komponen yang telah rusak atau hilang.

sehingga mesin bubut tersebut tetap utuh dengan kelengkapannya dan

juga fungsinya.

3. Mesin Bubut tipe

Pada mesin bubut ini, tindakan yang dilakukan adalah selain melakukan

perawatan-perawatan standar juga dilakukan tindakan perbaikan yang

cukup besar, antara lain merakit kembali komponen-komponen yang

terdapat pada mesin bubut ini dan membuat komponen-komponen yang

telah rusak ataupun hilang.

C. LANDASAN TEORI

Perawatan adalah suatu aktivitas yang dilaksanakan untuk memelihara

semua fasilitas/peralatan bengkel agar selalu dalam kondisi baik dan siap pakai

serta terhindar dari kerusakan yang mungkin terjadi baik yang terduga maupun

yang tak terduga (makhzu, 1999).

Penggunaan sistem perawatan yang terjadwal baik akan menjaga peralatan

atau mesin bisa bekerja secara maksimal atau produktifitasnya maksimal atau

produksinya memuaskan.

1. Pengelompokan Teknik Perawatan

Berdasarkan kondisi mesin maka teknik perawatan dikelompokkan pada:

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 4

Page 6: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

a. Perawatan Preventif/Pencegahan

Perawatan preventif/pencegahan adalah perawatan yang dilakukan

terhadap mesin guna mencegah terjadinya kerusakan atau kemacetan pada saat

diperjalanan dari pabrik ke tempat pemakai dan selama mesin dipakai. Teknik

perawatan ini umumnya dilakukan pada mesin yang kondisinya masih baru dan

baik (belum pernah rusak).

Tanda-tanda/kondisi mesin yang memerlukan perawatan preventif adalah:

1) Mesin dalam keadaan baik atau jalan

2) Semua komponen berfungsi dengan baik.

3) Hasil produk dapat memenuhi standar yang ditentukan

Kecendrungan tindakan perawatan Preventif lebih banyak pada komponen

tranmisi. Tindakan-tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah :

1) Pemeriksaan

2) Pembersihan

3) Pelumasan

4) Penggantian komonen

5) Penguncian

6) Penyetelan.

Program perawatan preventif secara preodik, program tersebut seperti:

1) Memeriksa kondisi komponen dan member oli seperti:

Bantalan

Ulir penggerak/pengangkatan

Roda gigi pangganti

2) Mengganti komponen/bahan yang telah habis masa pakai seperti:

Oli bak roda gigi setelah 6000 jam dipakai

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 5

Page 7: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Bantalan setalah 22000 jam dipakai

b. Perawatan Korektif/Pembetulan

Perawatan korektif adalah tindakan perawatan yang dilakukan untuk

mengatasi kerusakan-kerusakan atau kemacetan yang terjadi berulang kali.

Prosedur ini diterapkan pada peralatan atau mesin yang sewaktu- waktu dapat

rusak. Dalam kaitan ini perlu dipelajari penyebabnya- penyebabnya, perbaikan

apa yang dapat dilakukan, dan bagaimanakah tindakan selanjutnya untuk

mencegah agar kerusakan tidak terulang lagi. Pada umumnya usaha untuk

mengatasi kerusakan itu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

merubah proses

merancang kembali komponen yang gagal

mengganti dengan komponen baru atau yang lebih baik

meningkatkan prosedur perawatan preventif. Sebagai contoh, melakukan

pelumasan sesuai ketentuannya atau mengatur kembali frekuensi dan isi

daripada pekerjaan inspeksi.

Meninjau kembali dan merubah sistem pengoperasian mesin. Misalnya

dengan merubah beban unit, atau melatih operator dengan sistem operasi

yang lebih baik, terutama pada unit-unit khusus.

Tindakan perawatan korektif yang harus dilakukan sebagai berikut:

1) Pemeriksaan

Memeriksa dan memastikan kerusakankomponen secara manual dan

dengan alat.

2) Membuat rencana perbaikan

Menulis rencana atau prosedur pelaksnaan perawatan yang mencakup

tindakan perbaikan, tenaga kerja, bahan dan alat yang diperlukan. Teknik

parbaikan (pembetulan, pembuatan dan penggantian) dan biayaperbajkan.

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 6

Page 8: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

3) Pembongkaran

Membongkar komponen/komponen yang terkait dengan dengan komponen

yang rusak secara berurutan mulai dari komponen baik sampai komponen

yang rusak.

Membersihkan, memeriksa, memperbaiki, dan mengganti komponen yang

rusak

4) Pelumasan

Melumasi komponen yang dibuka dan komponen yang telah diperbaiki

dengan gomok(khusus komponen yang telak pada kontak roda gigi perlu

diganti oli pelumasnya.

Pemasangan, memasang komponen –komponen pengganti atau yang telah

diperbaiki secara berturut mulai dari komponen pengganti sampai pada

komponen yang dibuka sebelumnya.

5) Uji stndar

Menguji kedudukan dan gerakan komponen yang dipasang serta menyetel

posisi kedudukan dan keluesan geraknya.

Oleh karena itu dalam perawatan korektf terjadi tindakan dan peroses

membuka, memeperbaki dan memasang komponen mesin yang dalam

keadaan baik maka harus dilakukan pekerjaan tersrbut secara hatu-

hati,cerma,aman dan baik.

c. Perawatan Over Houl/Berat

Perawatan Over Haul/berat adalah perawatan yang dilakukan terhadap

mesin yang mengalami banyak kerusakan pada komponen-komponen utamanya.

Sehingga hasil ukurannya jauh menyimpang dari ukuran standar.

d. Perawatan Terencana

Perawatan terencana adalah perawatan yang dilakukan terhadap mesin yang

dibuat secara sistematis dan terencana sebelum mesin digunakan atau dipakai.

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 7

Page 9: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

2. Perawatan dan Perbaikan pada Mesin Perkakas

a. Perbaikan dan Perawatan Mesin Bubut

Seperti pada umumnya mesin, maka mesin bubut memerlukan perawatan

yang baik, agar ia dapat selalu siap untuk dioperasikan. Perawatan mesin produksi

dilakukan secara umum dan khusus. Petunjuk perawatan umum pada mesin bubut

biasanya telah diberikan oleh pabrik pembuat mesin, sedangkan perawatan khusu

harus dicari berdasarkan pengalaman dan berdasarkan teori-teori mengenai

perbaikan terhadap peralatan atau mesin. Perawatan dan perbaikan ini dilakukan

dengan cara menganalisis seluruh komponen-komponen yang terdapat pada mesin

bubut.

1) Perawatan Umum

Untuk menjaga agar mesin tidak cepat rusak diperlukan perawatan dan

pengoperasian yang benar dan seksama. prosedur perawatan mesin bubut ini

adalah:

Mesin bubut ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung

Dalam pelaksanaan perawatan seperti pengantian oli pelumasan mesin

dan pemberian grease,diharuskan memakai oli yang dipersyaratkan oleh

pabrik pembuat mesin

Setelah selesai mengoperasikan mesin,bersihkan bagian-bagian mesin

dari beram-beram hasil pemotongan dan cairan pendingin.

Untuk pemasangan benda kerja pada poros utama,tidak diperkenakan

memukul benda kerja secara keras dengan mengunakan palu/hammer

Jaga dan perhatikan secara seksama selama pengoperasian mesin,jangan

sampai beram-beram yang halus dank eras terutama beram besi tulang

jatuh ke meja mesin dan terbawa oleh eretan.

Setelah selesai mengoperasikan mesin,atur semua handel-handel pada

posisi netral dan mematikan sumber tenaga mesin

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 8

Page 10: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

2) Perawatan khusus

Perawatan khusus ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat,

berdasarkan pengalaman dan buku petunjuk perawatan yang diberikan oleh

pabrik pembuat mesin.

Motor utama (motor pembangkit)

Ada dua kerusakan yang biasa terjadi pada motor pembnagkit yaitu:

(a) Motor tidak mampu bekerja

Ada 7 kemungkinan yang menyebabkan motor pembangkit tidak mau

bekerja:

Tegangan dari sumber tenaga yang masuk kemotor pembangkit

rendah, sehingga tidak sanggup membangkitkan motor pembangkit

Arus yang masuk ke motor pembangkit beda phasanya, maka

diperlukan pengikuran arus yang masuk satu phasa atau tiga phasa

sesuai dengan motor pembangkit.

Sekring pada circuit breaker putus/terbakar, apabila terjadi hal

yang demikian, maka gantilah sekring tersebut dengan yang baru

dan spesifikasi yang sama.

Tidak sempurnanya kontak-kontak pada switch atau saklar.

Coil pada saklar terbakar

Tidak terjadi hubunga pada kontak limit switch

Rem motor tidak berfungsi secara baik

(b) Motor cepat panas

Ada dua penyebab yang mengakibatkan motor penggerak menjadi cepat

panas yaitu :

Perbedaan tegangan

Periksa tegangan listrik yang masuk

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 9

Page 11: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Beban motor yang berlebihan

Dengan adanya beban yang berlebihan dari yang ditentukan akan

dapat menimbulkan panas berlebihan pada yang berlebihan pada

motor pengerak, untuk itu perlu diatur kembali beban agar sesuai

dengan yang telah ditentukan

3) Bagian-bagian Mesin Bubut dan Kerusakannya

a) Kepala tetap

Pada mesin bubut adalah memegang kunci utama pada keberhasilan pekerjaan

mengunakan mesin bubut. Kerusakan yang umum terjadi pada kepala tetap

mesin bubut di antaranya adalah:

Putaran poros utama tersendat-sendat

Putaran poros utama terlalu berat

Suhu atau temperature pada kepala lepas terlalu tinggi

Terjadinya suara yang bising pada kepala lepas

Tidak senter

b) Eretan

Kesalahan atau kerusakan yang sering timbul pada eretan adalah sebagai

berikut:

Eretan sangat berat meluncur pada mesin bubut.penyelesaianya lakukan

pemeriksaan baut-baut penyetel kerapatan eretan, apabila terlalu kuat

longarkan baut-baut tersebut.

Hasil pekerjaan tidak rata.hal ini terjedi karene adanya ganguan pada

pinion gear. usaha mengetasinya ialah dengan memperbaki gigi pinion

atau menganti gigi pinion yang baru

Pemakanan pada benda kerjs tidak rata pada waktu langkah otomatis

atau penyayatan otomatis. Hal ini disebabkan oleh tidak senternya poros

trasportir.

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 10

Page 12: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Terlalu berat pada waktu pemotongan menyilang.kemungkinan ini

disebabkan terlalu kuatnya pengikat baut untuk pemotonga menyilang.

Tidak rata permukaan penyayatan menyilang (facing). hal ini

kemungkinan di sebabkan tidak tepatnya penyetelan baut-baut pengikat

poros utuk pemakanan.

Teralalu keras gerakan toolpost. hal ini disebabkan oleh gangguan

pemasangan pasak.

Kedudukan toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik.

Pompa pada apron sangat sulit dioprasikan.hal ini disebabkan minyak

pelumas yang sudsh kotor. lakukan pembersian atau pengantian minyak

pelumas serta membersihkan pipa-pipa salurannya.

c) Kepala lepas

Kepala lepas mudah bergetar atau tidak setabil selama pelaksanan

pembubutan. Jika hal ini terjadi kemungkinan ialah kurang kuatnya pengikat

baut pengikat kepala lepas dengan meja atau rangka mesin.

4) Perbaikan mesin Bubut

Perbaikan mesin bubut yang telah dilakukan antara lain:

Perakitan Komponen-Komponen Mesin Bubut menjadi suatu mesin

bubut yang utuh.

Melengkapi/membuat komponen-komponen mesin bubut yang tidak

tersedia. Antara lain; poros-poros, handle, roda gigi, baut-baut dan

sebagainya. Gambar kerja terlampir.

b. Perawatan dan Perbaikan Mesin Frais

1) Struktur Mesin Frais

Ada mesin dimana benda kerjanya tidak bergerak namun perkakasnya

bergerak seperti mesin ketam, kempa gurdi (drill press), mesin fris (frais machine)

dan gerinda. Pada mesin pemotong fris, perkakas yang berputar digunakan hanya

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 11

Page 13: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

pada perkakas pengebor. Mesin fris banyak digunakan untuk memotong lubang

lingkaran, membuat jalur pasak, membuat celah, menggergaji, memfrais slab dan

permukaan, memotong roda gigi dan untuk membentuk benda yang bentuknya

tidak umum. Tenaga untuk pemotongan berasal dari energi listrik yang diubah

menjadi gerak utama oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama

tersebut akan diteruskan melalui suatu transmisi untuk menghasilkan gerakan

putar pada spindel mesin frais.

Spindel mesin frais adalah bagian dari sistem utama mesin frais yang

bertugas untuk memegang dan memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau

gerakan pemotongan. Gerakan pemotongan pada cutter jika dikenakan pada benda

kerja yang telah dicekam maka akan terjadi gesekan/tabrakan sehingga akan

menghasilkan pemotongan pada bagian benda kerja. Hal ini dapat terjadi karena

material penyusun cutter mempunyai kekerasan diatas kekerasan benda kerja.

2) Elemen Dasar

Mesin frais dibangun dari elemen-elemen yang berwadah sendiri yang

masing-masingnya mempunyai fungsi tersendiri. Elemen-elemen dasar tersebut

antara lain: kepala tetap (headstock), kolom, meja, sadel, bangku (bed), landasan,

dan rel melintang atau meluncur.

Kepala Tetap (head stock) adalah bagian yang menggerakkan dan

mengumpan perkakas potong atau alat yang memutar komponen.

Spindel bisa berputar dalam arah kebalikan untuk digunakan dalam

pembuatan ulir dan pengetapan.

Bangku atau dasar berfungsi untuk menyangga komponen lainnya.

Kolom menyediakan dukungan vertikal dan memandu kepala tetap untuk

mesin kelas tertentu.

Meja berfungsi untuk menyangga benda kerja atau bagian yang akan

dimesin dan untuk menyediakan penempatan serta penjepitan benda kerja.

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 12

Page 14: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Landasan (runway) berfungsi membawa kolom pada mesin serut jenis

lantai dan meja putar. Kalau dasar kolom, kolom dan kepala tetap adalah

sebuah satuan integral maka elemen pendukung disebut bangku dan bukan

sebuah landasan meskipun keduanya sama dalam prinsip.

Penyangga ujung atau ekor tetap berfungsi sebagai penyangga luar untuk

perkakas potong atau benda kerja.

3) Perawatan Mesin

Sebuah mesin dalam menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan

perawatan yang intensif pada setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan

untuk mesin frais, adapun beberapa langkah yang diperlukan dalam

pemeliharaannya dalam kurun waktu tertentu adalah sebagai berikut:

Perawatan setiap enam bulan:

Bersihkan bagian bawah motor dan tiup saluran udaranya. Cek

kekencangan baut pengikat bagian bawah.

Bersihkan kotak terminal dan cek terminal penghubung, bersihkan dengan

pengering silika gel.

Cek tahanan isolasi dan kontinuitas lilitan dengan megger 500 V dan catat

hasil pembacaan sebelum tutup kotak terminal dipasang.

Cek sambungan keamanan penghubung ke tanah.

Lumasi bantalan motor dengan pelumas yang sesuai.

Bila motor sudah dipasang dengan bantalannya, alirkan oli dari bantalan.

Periksa gerakan bantalan dan catat hasil yang terbaca sebelum dipasang.

Bersihkan bantalan dengan dibilas oli dan isi kembali hingga batasnya.

Gunakan oli menurut tingkat spesifikasinya.

Pada motor yang sudah dilengkapi bantalannya, cek celah udara yang

terlihat pada semua bagian dan catat hasilnya. Cek kelurusan kopling

motor.

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 13

Page 15: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Perawatan setiap dua tahun:

Bersihkan bagian bawah motor dan tiup salurannya.

Lepaskan hubungan motor utama dengan kabelnya, alarm dan

rangkaiannya serta tandai kabel-kabel untuk mempermudah

pemasangannya. Lindungi kabel-kabel agar tidak rusak.

Lepaskan motor dari unit yang digerakkan dan bawa ke bengkel untuk

pemeriksaan. Semua bagian harus dilindungi, diberi tanda dan simpan di

tempat aman.

Tarik kopling atau puli dari porosnya dan cek alur pasak serta poros dari

goresan. Cek kopling dan keausannya.

Cek keausan bantalannya, ukur clearance olinya. Cek lubang pelumasan

dan saluran oli, apakah tersumbat.

Keluarkan motor dari tutupnya.

Cek bantalan gelindingnya dang anti kalau diperlukan.

Keluarkan motor dan cek apakah batang rotor dan ringnya mengalami

retak-retak.

Cek lapisan rotor dan perhatikan tanda-tanda gesekan antara stator dan

rotor.

Bersihkan lilitan stator dengan meniupkan udara kering dari kompresor dan

bersihkan lilitan stator dari oli dan kotoran, gunakan fluida yang bersih.

Hindarkan lilitan stator dari pengaruh-pengaruh yang menghanguskan

isolasi dan   balutan-balutan yang merusak.

Cek lapisan stator, apakah bebas dari kebakaran dan dudukan stator sudah

bersih.

Pemasangan motor dan pengepasan kopling perlu dicek.

Tempatkan motor pada dudukannya dan luruskan kopling terhadap unit

yang digerakkan dan catat hasilnya.

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 14

Page 16: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Cek celah udara pada semua posisi dan catat sketsanya.

Lepas hubungan semua kabel, test motor dan kabel untuk tahanan isolasi

serta   kontinuitasnya.

Cek kebersihan kotak terminal, periksa kondisi semua gasket dan jika perlu

perbaiki  dengan pengering silika gel.

Cek bantalan motor yang diisi dengan oli yang ditentukan. Cek motor

dalam  keadaan bebas, putarkan dengan tangan.

Lakukan tindakan keamanan, jalankan motor tanpa kopling untuk

mengecek  putarannya dan dengarkan suara bantalannya. Jika kondisinya

sudah baik,  hubungkan kopling motor dengan unit yang digerakkan.

D. TINDAKAN/LANGKAH KERJA PERAWATAN DAN PERBAIKAN

1. Mesin Milling tipe KNUTH

Mesin milling ini berada pada keadaan yang sangat baik, hanya perlu

dilakukan perawatan preventif saja sehingga mesin tetap dalam keadaan

optimal dan siap untuk digunakan. Pada mesin milling ini, tindakan yang

dilakukan adalah melakukan perawatan-perawatan standar antara lain:

a. Membersihkan seluruh bagian mesin

b. Melakukan pengecekan komponen/kelengkapan mesin, alat-alat

bantu, Oli/pelumas, dan sebagainya.

Table 1.1 Daftar komponen/kelengkapan mesin milling

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 15

No. Nama Komponen/Alat Jumlah Keterangan

1. Ragum Mesin Milling 1 V

2. Penyangga 1 V

3. Poros pendukung 1 V

4. Kepala pembagi 1 V

5. Kepala lepas 1 V

6. Arbor 1 V

7. Tool holder 1 V

8. Piringan pembagi 3 V

9. Chuck pisau milling 1 box V

Page 17: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Tabel 1.2 Daftar peralatan mesin milling

No. Nama Alat Ukuran Keterangan

1. Kunci pas 16 – 17 V

12 – 13 V

2. Kunci L - V

3. Handle - V

4. Kabel - V

Oli/pelumas yang digunakan pada mesin milling ini adalah “Cell”

dan kualitas oli/pelumas pada saat dilakukan pengecekan yaitu masih

dalam keadaan baik dan masih dalam keadaan usia pakai.

c. Membuat peralatan/kelengkapan mesin

Adapun mengenai peralatan/kelengkapan mesin yang telah dibuat/

diperbaiki antara lain; lemari/bok tempat penyimpanan peralatan

dan komponen-komponen seperti pada table diatas dengan

spesifikasi sebagai berikut:

Ukuran 200 x 100 x 60 mm

Terdiri dari 3 rak (atas, tengah, dan bawah)

1) Rak 1 (Atas)

Kunci Pas 16-17

Kunci Pas 12-13

Kunci “L”

Handle

Kotak Sarung pisau milling (arm)

Kabel

2) Rak 2 (Tengah)

Arbor

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 16

Page 18: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Tool Holder

Piringan Pembagi

Kotak Baut-baut & Mur

3) Rak 3 (Bawah)

Ragum Mesin Milling

Penyangga

Poros Pendukung

Kepala Pembagi

Kepala Lepas

2. Mesin Bubut tipe EMCO

Mesin bubut ini berada dalam kondisi yang cukup baik, hanya perlu

dilakukan perawatan preventif dan sedikit perbaikan pada beberapa

komponen sehingga mesin tetap dalam keadaan optimal dan siap untuk

digunakan. Pada mesin bubut ini, tindakan yang dilakukan adalah

melakukan perawatan-perawatan standard, antara lain:

a. Membersihkan seluruh bagian mesin

b. Melakukan pengecekan system kerja mesin

Setelah dilakukan pengecekan terhadap system kerja mesin, seluruh

system kerja mesin berjalan dengan baik dan tidak ditemukan

adanya kesalahan system kerja.

c. Melakukan pengecekan komponen/kelengkapan mesin, alat-alat

bantu, Oli/pelumas, dan sebagainya.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap komponen/kelengkapan

mesin, telah ditemukan beberapa kerusakan dan ketidak

tersediaannya beberapa peralatan, antara lain:

Saluran air pendingin/coolant tersumbat

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 17

Page 19: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Perbaikan dilakukan dengan cara membersihkan saluran

coolant yang tersumbat sekaligus menguras dan mengganti air

coolant dengan yang baru.

Tidak tersedianya handle kepala lepas/hilang

Perbaikan yang dilakukan adalah dengan cara dibuat

d. Membuat peralatan dan kelengkapan mesin

Komponen yang telah dibuat adalah handle untuk kepala lepas.

Gambar kerja terlampir.

3. Mesin Bubut jenis Standard

Mesin bubut ini berada pada keadaan yang rusak berat sehingga harus

dilakukan perawatan overhaul/berat. Pada mesin bubut ini, tindakan yang

dilakukan, antara lain:

a. Melakukan pengecekan terhadap komponen/kelengkapan mesin.

Diantaranya:

Sistem transmisi

Sistem kelistrikan

Eretan atas

Kepala lepas, dan sebagainya.

b. Merakit/memasangkan komponen-komponen yang sudah tersedia

pada mesin bubut.

c. Melakukan perbaikan pada komponen-komponen yang rusak.

d. Membuat komponen-komponen yang belum tersedia/hilang.

E. TEMUAN PRAKTEK

1. Mesin Milling tipe KNUTH

Pada mesin milling ini, Adanya sedikit kesulitan pada saat pemasangan

komponen-komponen untuk mesin milling horizontal. Pada saat akan

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 18

Page 20: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

melakukan penggantian jenis mesin milling yaitu dari mesin milling

vertical ke mesin milling horizontal atau sebaliknya, pada jenis mesin

milling ini, harus dilakukan pemutaran pada dudukan tempat poros/arbor

berada.

2. Mesin Bubut tipe EMCO

Pada mesin bubut ini, tindakan yang dilakukan adalah hanya melakukan

perawatan-perawatan standard, sedikit perbaikan pada beberapa

komponen dan tidak ditemukan adanya kerusakan atau penanganan yang

besar.

3. Mesin Bubut jenis Standard

Pada mesin bubut ini, ditemukan banyak sekali kerusakan sehingga mesin

bubut ini harus dilakukan perawatan over haul/berat. tindakan yang

dilakukan adalah selain melakukan perawatan-perawatan standar juga

dilakukan tindakan perbaikan yang cukup besar, antara lain merakit

kembali komponen-komponen yang terdapat pada mesin bubut ini dan

membuat komponen-komponen yang telah rusak, tidak tersedia/ hilang.

Kerusakan-kerusakan yang ditemukan pada mesin:

Sistem transmisi

Sistem transmisi pada mesin ini banyak ditemukan komponen-

komponen yang tidak tersedia/hilang. Perbaikan yang dilakukan

adalah dengan membuat komponen-komponen yang telah hilang

tersebut, antara lain; roda gigi, poros, pasak, handle, dan

sebagainya.

Sistem kelistrikan

Pada sistem kelistrikan telah ditemukan beberapa komponen yang

tidak tersedia/hilang dan pada permasalahan ini belum dilakukan

tindakan lanjut.

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 19

Page 21: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Eretan atas

Pada eretan atas, telah banyak ditemukan kerusakan pada beberapa

komponen ataupun komponen-komponen tersebut yang tidak

tersedia/hilang, shingga eretan atas ini lumpuh total dan tidak dapat

dioperasikan. Perbaikan yang dilakukan pada eretan atas ini yaitu

dengan memasangkan komponen-komponen yang sudah tersedia

dan membuat komponen-komponen yang belum tersedia.

Komponen-komponen yang belum tersedia antara lain; poros ulir,

pasak, poros toolpost, handle, mur dan baut, dan sebagainya. Pada

eretan mesin bubut ini ditemukan juga beberapa komponen yang

telah rusak, antara lain; lintasan eretan atas, yaitu lintasan yang

tersedia tidak sesuai dengan landasan mesin bubut. Sehingga harus

dilakukan proses pemesinan.

Kepala lepas

Pada kepala lepas ini, telah ditemukan beberapa komponen yang

tidak tersedia, antara lain; poros pengunci bawah beserta

landasannya, pasak. Perbaikan yang dilakukan pada kepala lepas ini

yaitu dengan memasangkan komponen-komponen yang tersedia

seperti poros dan membuat komponen-koponen yang belum

tersedia.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 20

Page 22: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

Dari pemaparan mengenai perawatan dan perbaikan mesin diatas maka

dapat diambil kesimpulan bahwa:

Perawatan dan perbaikan mesin merupakan bagian terpenting dalam

suatu proses produksi dimana setiap mesin hendaknya dilakukan perawatan

dan perbaikan secara berkala agar mesin-mesin tersebut memiliki usia pakai

yang lama dan selalu dalam keadaan baik apabila mesin itu akan digunakan.

B. Saran

Sebagai saran dari dari pelakasanaan praktek perawatan dan perbaikan

mesin ini, antara lain:

1. Kepada setiap pelajar/mahasiswa yang mengikuti praktik perawatan dan

perbaikan mesin ini, hendaknya disarankan agar selalu berada dibawah

arahan pembimbing, agar setiap tindakan yang dilakukan benar-benar

sesuai dengan prosedur.

2. Dalam melakukan setiap analisis hendaknya dilakukan dengan sangat

teliti dan hati-hati dan tentunya harus memperhatikan keselamatan kerja.

DAFTAR PUSTAKA

http://khup.com/download/0_keyword-perawatan-preventif-mesin-bubut/bab-viii-

penerapan-jadwal-kritis.pdf

http://mesin.utm.ac.id/profil/visi/130-perawatan-mesin-bubut.html

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 21

Page 23: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

http://www.lintasberita.com/go/1215267

http://perkakaspunya.blogspot.com/

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 22

Page 24: Laporan Praktikum Perawatan jadi.docx

LAMPIRAN

| Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin Produksi 23