ASKEP CA COLON jadi.docx

of 61 /61
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT CA COLON Oleh: 1. Edi Sukaca 2. Endri Dharma 3. Eko Prasetyo 4. Maria Safe 5. Nunung S 6. Riska Ridlowati 7. Yorli A. PROGRAM STUDI S1 TRANSFER ILMU KEPERAWATAN STIKES KARYA HUSADA PARE KEDIRI 2015/2016

Transcript of ASKEP CA COLON jadi.docx

Page 1: ASKEP CA COLON jadi.docx

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN PENYAKIT CA COLON

Oleh:

1. Edi Sukaca 2. Endri Dharma3. Eko Prasetyo4. Maria Safe5. Nunung S6. Riska Ridlowati7. Yorli A.

PROGRAM STUDI S1 TRANSFER ILMU KEPERAWATAN

STIKES KARYA HUSADA PARE KEDIRI

2015/2016

Page 2: ASKEP CA COLON jadi.docx

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CA COLON

PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG

Kanker kolon dan rektum adalah kanker yang menyerang usus besar dan rektum.

Penyakit ini adalah kanker peringkat 2 yang mematikan. Usus besar adalah bagian dari sistem

pencernaan. Sebagaimana kita ketahui sistem pencernaan dimulai dari mulut, lalu

kerongkongan (esofagus), lambung, usus halus (duodenum, jejunum, ileum), usus besar

(kolon), rektum dan berakhir di dubur. Usus besar terdiri dari kolon dan rektum. Kolon atau

usus besar adalah bagian usus sesudah usus halus, terdiri dari kolon sebelah kanan (kolon

asenden), kolon sebelah tengah atas (kolon transversum) dan kolon sebelah kiri (kolon

desenden). Setelah kolon, barulah rektum yang merupakan saluran di atas dubur. Bagian

kolon yang berhubungan dengan usus halus disebut caecum, sedangkan bagian kolon yang

berhubungan dengan rektum disebut kolon sigmoid.

Kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang bersifat ganas. Bisa mengenai organ apa

saja di tubuh manusia. Bila menyerang di kolon, maka disebut kanker kolon, bila mengenai di

rektum, maka disebut kanker rektum. Bila mengenai kolon maupun rektum maka disebut

kanker kolorektal.

Kanker kolon sebagaimana sifat kanker lainnya, memiliki sifat dapat tumbuh dengan

relatif cepat, dapat menyusup atau mengakar (infiltrasi) ke jaringan disekitarnya serta

merusaknya, dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke

organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh, seperti ke lever, paru-paru, yang pada akhirnya

dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik.

2.      RUMUSAN MASALAH

1.      Anatomi dan fisiologi system pencernaan

2.      Gangguan system pencernaan

3.      Pengkajian Ca kolorektal beredasarkan riwayat kesehatan, pola fungsional Gordon, dan

pemerikasaan fisik,

4.      Rumusan diagnose NANDA, NIC, NOC

Page 3: ASKEP CA COLON jadi.docx

3.      TUJUAN

1.      Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi system pencernaan

2.      Untuk mengetahui gangguan system pencernaan

3.      Untuk mengetahui pengkajian Ca kolorektal beredasarkan riwayat kesehatan, pola fungsional

Gordon, dan pemerikasaan fisik,

4.      Untuk mengetahui rumusan diagnose NANDA, NIC, NOC

Page 4: ASKEP CA COLON jadi.docx

BAB IIISI

a.      ANATOMI SISTEM PENCERNAAN

Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal adalah sistem organ dalam manusia

yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi,

menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak

dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.

Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung,

usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang

terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

A. Mulut

Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Bagian dalam dari mulut

dilapisi oleh selaput lendir. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di

permukaan lidah.

Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi

belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. Ludah

dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-

enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim

(misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Proses

menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis.

B. Tenggorokan ( Faring)

Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Didalam lengkung

faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar

limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan

nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas

tulang belakang

Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantaraan lubang

bernama koana, keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang

yang disebut ismus fausium

Tekak terdiri dari; Bagian superior yaitu bagian yang sama tinggi dengan hidung,

bagian media bagian yang sama tinggi dengan mulut dan bagian inferior bagian yang sama

tinggi dengan laring.

Page 5: ASKEP CA COLON jadi.docx

Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yang

menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga,Bagian media disebut orofaring,bagian

ini berbatas kedepan sampai diakar lidah bagian inferior disebut laring gofaring yang

menghubungkan orofaring dengan laring.

C. Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan adalah saluran berotot yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari

bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui kerongkongan dengan

menggunakan proses peristaltik.

Esofagus bertemu dengan faring pada ruas ke-6 tulang belakang. Menurut histologi.

Esofagus dibagi menjadi tiga bagian:

·         bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka)

·         bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus)

·         serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).

D. Lambung

Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kacang keledai.

Terdiri dari 3 bagian yaitu

·         Kardia.

·         Fundus.

·         Antrum.

Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin

(sfinter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter menghalangi

masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.

Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk

mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3

zat penting :

* Lendir

Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Setiap

kelainan pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada

terbentuknya tukak lambung.

* Asam klorida (HCl)

Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin

guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang

terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.

* pepsin (enzim yang memecahkan protein)

Page 6: ASKEP CA COLON jadi.docx

E. Usus halus (usus kecil)

Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di

antara lambung dan usus besar. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut

zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang

melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang

dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula

dan lemak.

Lapisan usus halus ; lapisan mukosa (sebelah dalam), lapisan otot melingkar (M

sirkuler), lapisan otot memanjang (M Longitidinal) dan lapisan serosa (Sebelah Luar)

Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong

(jejunum), dan usus penyerapan (ileum).

1. Usus dua belas jari (Duodenum)

Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah

lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari

merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di

ligamentum Treitz.

Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus

seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat

sembilan. Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan

kantung empedu.

Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang

merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui

sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan

megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.

2. Usus Kosong (jejenum)

Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua

dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada

manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus

kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium.

Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili),

yang memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua

belas jari, yakni berkurangnya kelenjar Brunner. Secara hitologis pula dapat dibedakan

Page 7: ASKEP CA COLON jadi.docx

dengan usus penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk

membedakan usus kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.

3. Usus Penyerapan (illeum)

Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem

pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan

jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau

sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.

F. Usus Besar (Kolon)

Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan

rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses.

Usus besar terdiri dari :

* Kolon asendens (kanan)

* Kolon transversum

* Kolon desendens (kiri)

* Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)

Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa

bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.

Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin

K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa

menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi

yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.

G. Usus Buntu (sekum)

Usus buntu atau sekum dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung

pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada

mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang

besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau

seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.

H. Umbai Cacing (Appendix)

Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi pada

organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat

menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau

peritonitis (infeksi rongga abdomen).

Page 8: ASKEP CA COLON jadi.docx

Pada orang dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari

2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa

berbeda – bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.

I. Rektum dan anus

Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon

sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara

feses. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu

pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka

timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). Mengembangnya dinding rektum karena

penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan

keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan

dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi

tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan

anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk

menunda BAB.

Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar

dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari

usus. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh

melalui proses defekasi yang merupakan fungsi utama anus.

J. Pankreas

Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu

menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas

terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas

jari).

Pankraes terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu :

* Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan

* Pulau pankreas, menghasilkan hormon

Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon

ke dalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat

dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh

tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai

saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang

berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.

Page 9: ASKEP CA COLON jadi.docx

K. Hati

Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam badan manusia dan memiliki

berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.

Organ ini memainkan peran penting dalam metabolisme dan memiliki beberapa

fungsi dalam tubuh termasuk penyimpanan glikogen, sintesis protein plasma, dan penetralan

obat. Dia juga memproduksi bile, yang penting dalam pencernaan. Istilah medis yang

bersangkutan dengan hati biasanya dimulai dalam hepat- atau hepatik dari kata Yunani untuk

hati, hepar.

Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh

darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang

bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai

vena porta. Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana

darah yang masuk diolah.

Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya

dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.

L. Kandung empedu

Kandung empedu adalah organ berbentuk buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50

ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Pada manusia, panjang kandung

empedu adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau gelap – bukan karena warna jaringannya,

melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan dengan

hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.

Empedu memiliki 2 fungsi penting yaitu:

· Membantu pencernaan dan penyerapan lemak

· Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama haemoglobin (Hb) yang

berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

b.      FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN

1.      MULUTMulut adalah rongga lonjong pada permulaan saluran pencernaan. Bagian dalam dari

mulut dilapisi oleh selaput lendir. Di dalam mulut terdapat :

a.       Lidah.

Lidah adalah organ muskular yang melekat pada tulang hioid dan mandibula.

Fungsi lidah yaitu :

·         Sebagai organ pengecap.

Page 10: ASKEP CA COLON jadi.docx

Pengecapan relatif sederhana terdiri dari manis,asam, asin, dan pahit.

·         Membantu dalam mengunyah makanan.

·         Membantu dalam menelan.

·         Membantu bicara.

b.      Gigi.

Terdapat dua kelompok gigi, yaitu gigi sementara atau gigi sulung dan gigi tetap.

Terdapat 20 gigi sulung, 10 setiap rahang. Gigi tetap lebih banyak, yaitu 23, 16 pada setiap

rahang. Gigi berfungsi sebagai pemotong makanan, yaitu oleh gigi depan dan dikunyah oleh

gigi belakang menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna.

c.       Kelenjar saliva.

Terdapat tiga pasang kelenjar saliva. Kelenjar parotis merupakan kelenjar yang paling

besar, dan merupakan kelenjar yang dipengaruhi oleh penyakit, yang umumnya disebut

gondongan. Kelenjar submandibular dan kelenjar submaksilaris, keduanya terbuka dalam

lantai mulut. Saliva disekresi secara refleks akibat adanya makanan di dalam mulut atau oleh

refleks yang dikondisikan, yang memungkinkan saliva disekresi akibat penglihatan, bau, atau

pikiran tentang makanan. Saliva mengandung air dalam jumlah besar yang melembabkan dan

melunakkan makanan, lendir mengombinasi makanan dan melumasinya sehingga dapat

disalurkan kebawah esofagus, dan enzim amilase saliva, yang bekerja pada saat karbohidrat

dan mengeluarkannya kedalam maltosa dan dekstrin. Saliva juga membersihkan mulut dan

gigi dan mempertahankan bagian lunak fleksibel. Ludah juga mengandung antibodi dan

enzim (misalnya lisozim) yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung.

Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis.

Selama dalm proses pencernaan, makanan dihancurkan menjadi zat-zat sederhana

yang dapat diresap dan digunakan oleh sel jaringan tubuh. Berbagai perubahan sifat makanan

terjadi karena kerja berbagai enzim yang terkandung dalam berbagai cairan pencerna. Setiap

jenis zat ini mempunyai tugas khusus menyaring dan bekerja atas satu jenis makanan dan

tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis zat lainnya.

Ptialin (enzim amilase) misalnya bekerja hanya atas gula dan tepung, sedangkan

pepsin hanya ats protein. Satu jenis cairan pencerna, misalnya cairan pankreas, dapat

mengandung beberapa enzim dan setiap enzim bekerja hanya atas satu jenis makanan.

Page 11: ASKEP CA COLON jadi.docx

2.      TENGGOROKAN ( FARING)

Sementara makanan dikunyah dengan baik dan dilembabkan, lidah menggulungnya

kedalam bolus dan membawanya kearah bagian oral faring. Palantum mole naik untuk

menyumbat naso faring dan epiglotis bergerak keatas dan kedepan, sehingga bolus berjalan

ke pintu masuk faring yang tertutup dan kedalam bagian laring dari faring dan kemudian ke

esofagus. Ini adalah contoh koordinasi muskular yang sangat baik dan bila tidak dicapai

dengan benar, maka akan tersedak.

3.      KERONGKONGAN ( ESOFAGUS)

Esofagus adalah sebuah tabung berotot yang panjangnya 20-25 cm, diatas dimulai

dari faring sampai pintu masuk kardiak lambung dibawah. Esofagus berdinding 4 lapis.

Disebelah luar terdiri atas lapisan jaringan ikat yang renggang, sebuah lapisan otot yang

terdiri atas dua lapis serabut otot, yang satu berjalan longitudinal dan yang lain sirkuler,

sebuah lapisan submukosa dan di paling dalam terdapat selaput lendir (mukosa). Lapisan

muskular dua pertiga bagian atas esofagus adalah otot lurik volunter. Peristaltik mengandung

makna gelombang dilatasi yang diikuti oleh gelombang kontraksi, dimana serat otot rileks

dan berkontraksi. Proses ini memerlukan waktu kira-kira 9 detik untuk satu gelombang

peristaltik melewati bolus makanan dari faring ke lambung.

4.      LAMBUNG

Lambung adalah bagian saluran cerna yang paling lebar dan terletak diantara ujung

esofagus dan pangkal usus halus. Makanan masuk kedalam lambung dari kerongkongan

melalui otot berbentuk cincin (sfinter) yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan

normal, sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung kedalam kerongkongan.

Fungsi lambung:

·         Lambung menerima makanan dan bekerja sebagai penampung untuk jangka waktu pendek.

·         Semua makanan dicairkan dan dicampurkan dengan asam hidrokhlorida. Dan dengan cara ini

disiapkan untuk dicernakan oleh usus.

·         Protein diubah menjadi pepton.

·         Susu dibekukan dan kasein dikeluarkan.

·         Pencernaan lemak dimulai didalam lambung.

·         Faktor antianemi dibentuk.

·         Khime, yaitu isi lambung yang cair, disalurkan msuk duodenum.

Page 12: ASKEP CA COLON jadi.docx

·         Melanjutkan pencernaan makanan dengan bantuan getah lambung.

·         Mengaduk makanan.

Sel-sel yang melapisi lambung, menghasilakn 3 zat penting :

a.   Lendir.

Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Setiap kelainan pada

lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak

lambung.

b.   Asam klorida (HCl)

Asam klorida menciptakan suaasana yang sangat asam yang diperlukan oleh pepsin guna

memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan senagai penghalang

terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri. Manfaat asam lambung :

-          Memberi reaksi asam yang diperlukan oleh enzim lambung.

-          Membunuh bakteri.

-          Mengontrol piulorus.

-          Menghentikan kerja ptialin.

-          Mengubah pepsinogen menjadi pepsin.

c. Prekursor pepsin (enzim yang mememcahkan protein).

Proses mekanik pada lambung, yaitu gerakan peristaltik dimulai tinggi di fundus, berjalan

berulang-ulang, setiap menit tiga kali dan merayap perlahan-lahan ke pilorus.

Proses kimianya yaitu terdapat beberapa enzim pencerna dalam getah lambung :

-          Pepsin, yang dihasilkan dari pepsinogen dalam lingkungan asam hidroklhorida dan bekerja

atas protein, mengubahnya menjadi bahan yang lebih mudah larut, yang disebut pepton.

-          Rennin, ialah ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dari kasinogen yang dapat

larut. Kasein ialah protein susu dan setelah dipisahkan nya dapat dipengaruhi oleh fermen

pepsin.

-          Lipase lambung, sebuah enzim yang memecahkan lemak. Supaya dapat dibedakan dari

lipase dari getah pankreas, terdapat dalam jumlah lebih kecil dalam lambung, dan pencernaan

lemak mulai disini.

Page 13: ASKEP CA COLON jadi.docx

5.      USUS HALUS

Fungsi usus halus adalah mencerna dan mengabsorpsi khime dari lambung. Isinya yang

cair (khime) dijalankan oleh serangkaian gerakan peristaltik yang cepat. Setiap gerakan

lamanya satu sekon dan antara dua gerkana ada istirahat beberapa sekon. Terdapat dua

gerakan lain,

-          Gerakan segmental ialah gerakan yang memisahkan beberapa segmen usus satu dari yang

lain karena diikat oleh gerakan konstriksi serabut sirkuler. Hal ini memungkinkan isis yang

cair ini sementara bersentuhan dengan dinding usus untuk digesti dan absorpsi. Kemudian

segmen yang berisis itu hilang untuk timbul lebih jauh lagi dalam usus tadi.

-          Gerakan pendulum atau ayunan, menyebabakna isis usus bercampur. Dua cairan pencerna

masuk duodenum melalui saluran-saluran mereka, yaitu empedu melalui hati dan getah

pankreas dari pankreas.

Tiga fase pencernaan.

·         Fase sefalik.

Fase kita terjadi ketika kita berfikir,melihat atau mencium makanan dan hal ini menstimulai

pelepasan getah lambung dan pergerakan lambung. Ini adalah alasan mjengapa lambung kita

keroncongan ketika kita lapar.

·         Fase gastrik.

Terjadi ketika makanan ada didalam lambung dan keberadaan makanan ini merangsang

pelepasan getah dan gerakan lambung.

·         Fase usus/intestinal terjadi ketika makanan memasuki duodenum dan sekresi serta gerakan

didalam lambung dihambat oleh mekanisme yang digambarkan, yang melibatkan baik

mekanisme hormonal dan neural.

Getah pankreas mengandung air, garam alkalin, tiga enzim yang bekerja pada tiga jenis

makanan yang berbeda.

Kandungan getah pankreas.

·         Tripsinogen.

Mengubah pepton dan protein menjadi asam amino kletika di ubah menjadi tripsin aktif oleh

enterokinase. Bila tripsin aktif disekresi oleh pankreas dia akan mampu mencerna protein dari

sel-sel aktif yang membentuk kelenjar dan duktus-duktus nya. Tripsin menjadi aktif hanya

biula tercampur dengan makanan dan getah usus halus di dalam usus.

·         Amilase.

Mengubah zat pati, masak dan tidak masak menjadi maltosa.

Page 14: ASKEP CA COLON jadi.docx

·         Lipase.

Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah empedu mengemulsi lemak, untuk

meningkatkan area permukaan.

Kelenjar Usus Halus

Nama Sifat Kedudukan FungsiKrip lieberkuhn

Kelenjar brunner

Kelenjar soliter

Kelenjar peyer

Kelenjar tubeler sederhana

Kelenjar bertandan kecil

Kelompok folikel atas nodul jarinag limfe

Kelompok kelenjar soliter

Diseluruh selaput lendir usus halus

Dilapisan submukosa usus, terutama di duodenum

Diseluruh selaput lendir mukosa usus halus

Di permukaan mukosa ileum.

Menegluarkan getah usus, sukus enterikus.

Sekresi zat pelindung alkali untuk duodenum

Pelindung usus terhadap serangan bakteri.

Uus halus tediri dari 3 bagian :

a.       Usus dua belas jari (duodenum)

Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal yang tidak terbungkus

seluruhnya oleh selaput peritoneum. Makanan masuk kedalam duodenum melalui sfinter

pilorus dalam jumlah yang bisa dicerna oleh usus kecil. Saluran empedu dan saluran pankreas

masuk kedalam duodenum pada satu lubang yang disebut ampula hepatopankreatika atau

ampula vateri. Ketika makanan dari lambunh masuk ke duodenum, hormon-hormon

dilepaskan dan secara simulan merangsang pelepasan empedu dari kandung empedu dan

getah pankreas dari pankreas. Hormon-hormon ini, kolesistokinin, sekretin, dan hormon lain

yang disebut peptida inhibisi gastrik, juga menghambat gerakan di dalam lambung dan

sekresi getah lambung. Selain itu, masuknya makanan ke dalam duodenum juga merangsang

saraf refleks enterogastrik yang mempunyai efek iunhibitor pada lambung.

b.      Usus kosong (jejunum)

Page 15: ASKEP CA COLON jadi.docx

Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili),

yang memperluas permukaan dari usus. Fungsi usus kosong ini adlah penyerapan bahan-

bahan makanan, penyerapan kembali zat-zat yang di hasilkan oleh tubuh sendiri.

c.       Usus penyerapan (illeum)

Illeum menempati tiga perlima akhir. Jejunum dan ileum dihubungkan kedinding

abdomen oleh lipatan peritoneum yang disebut mesentrik. Fungsi usus ini adalah sebagai

penyerapan dan sebagai perlindungan imunologis.

i. Pankreas.

Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki fungsi :

Pankreas terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu :

§  Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan.

§  Pulau pankreas, menghasilkan hormon.

Pankreas melepaskan enzim pencernaan kedalam duodenum dan melepaskan hormon

kedalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat

dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein kedalam bentuk yang dapat digunakan oleh

tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai

saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang

berfungsi melindungi duodenum dengan cara meneeetralkan asam lambung.

ii. Hati.

Organ ini memainkan peran penting dalam metabolisme dan memiliki beberapa

fungsi dalam tubuh termasuk penyimpanan glikogen, sintesis protein plasma, dan penetralan

obat. Dia juga memproduksi bile, yang penting dalam pencernaan. Zat-zat gizi dari makanan

diserap kedalam dinding usus yang akan kaya akan pembuluh darah yang kecil-kecil

(kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah kedalam vena yang bergabung dengan vena yang

lebih besar dan pada akhirnya masuk kedalam hati sebagai vena porta. Vena porta terbagi

menjadi pembuluh-pembuluh kecil didalam hati, dimana darah yang mauk diolah. Hati juga

mengubah zat buangan dan bahan racun untuk dibuat mudah untuk eksresi kedalam empedu

dan urine.

           

Page 16: ASKEP CA COLON jadi.docx

iii. Kandung empedu.

Kandung empedu adalah organ berbentuk buah pir yang dapat menyimpan 50 ml

empedu yang dibutuhkan untuk sistem pencernaan.

Empedu memiliki 2 fungsi penting :

·         Membantu pencernaan dan penyerapan lemak.

·         Berperan dalam pembunagan limbah tertentu dari tubuh, terutama hemoglobin (Hb) yang

berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

Fungsi kholeretik nya ialah menambah sekresi empedu. Fungsi kholagogi menyebabkan

kandung empedu mengosongkan diri.

6.      USUS BESAR

Usus besar membentang dari ujung ileum sampai ke anus.

Fungsi usus besar :

·         Absorpsi air, garam dan glukosa.

·         Pencernaan zat putih telur

·         Pencernaan hidrat arang

·         Pencernaan lemak

·         Menyekresi feses

Banyak nya bakteri yang terdapat didalam usus besar bverfungsi mencerna beberapa

bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Bakteri didalam usus besar juga berfungsi

membuat zat-zat penting, seperti Vitamin K. bakteri ini npenting untuk fungsi normal dari

usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri

didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir

dan air, terjadilah diare.

Bagian- bagian usus besar :

-          Sekum

Pada sekum terdapat katup ileo-sekum. Katup ini merupakan sfinter dan mencegah isis

sekum masuk kembali kedalam ileum. Dengan masuknya makanan kedalam lambung,

kontraksi duodenum dimulaidan usus halus beristirahat, diikuti pasase isi ileum kedalam

sekum melalui katup ilo-sekum. Hal ini disebut refleks gastro-ileum.

Page 17: ASKEP CA COLON jadi.docx

-          Kolon asenden.

Kolon ini naik disisi kanan abdomen kepermukaan bawah hati, tempat ia menekuk

kedepan dan kekiri pada fleksura kolik kanan.

-          Kolon transversum.

Kolon ini berjalan menyilang abdomen kepermukaan baweah limpa pada arkus terinversi.

Disini, kolon menekuk dengan tajam kearah bawah pada fleksura kolik kiri.

-          Kolon desenden.

Kolon ini berjalan kebawah pada sisi kiri abdomen ke pintu masuk pelvis minor, dimana

ia menjadi kolon sigmoid.

-          Kolon sigmoid

Kolon ini membentuki lengkung yang panjang dan berdada dalam pelvis minor.

7.      REKTUM

Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar ( setelah kolon

sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara

feses. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu

pada kolon desenden. Jika kolon desenden penuh dan tinja masuk kedalam rektum, maka

timbul keinginan untuk buang air besar. Mengembangnya dinding rektum karena

penumpukan material didalam rektum akan memicu sistem saraf yang menimbulkan

keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasitidak terjadi, seringkali material

dikembalikan ke usus besar, dimana [penyerpan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi

tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

8.      ANUS

Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah

dikeluarkan dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian

lainnya dari usus. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh sphinkter.feses dibuang dari

tubuh melaui proses defekasi, yang merupakan fungsi utama anus.

Page 18: ASKEP CA COLON jadi.docx

2.      GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN

Salah satu gangguan sistem pencernaan adalah ca kolorektal.

Usus besar adalah bagian dari sistem pencernaan (digestive system) dimana materi

yang dibuang (sampah) disimpan. Rektum adalah ujung dari usus besar dekat dubur (anus)

dimana mereka saling membentuk suatu pipa panjang yang berotot yang disebut usus besar.

Tumor usus besar dan rektum adalah pertumbuhan-pertumbuhan yang datangnya dari

dinding dalam dari usus besar.

Kanker Ca Kolorektal dapat menyerang dan merusak jaringan-jaringan dan organ-

organ yang berdekatan dimana sel-sel kanker dapat pecah dan keluar menyebar pada bagian-

bagian lain tubuh (seperti hati dan paru-paru dimana tumor-tumor baru terbentuk).

Secara global tumor ini adalah pemimpin ketiga penyebab kanker pada pria dan

keempat penyebab kanker pada wanita.

·         Etiologi

Penyebab dari Ca Colorektal tidak diketahui secara pasti, namun terdapat factor-factor

predisposisi yang terdiri dari:

1.      Usia lebih dari 40 tahun

2.      Riwayat keluarga

3.      Riwayat kanker di bagian tubuh yang lain

4.      Polip Benigna, Polip Kolorektal, Polip Adematosa atau adenoma Villus

5.      Kolitis ulseratif lebih dari 20 tahun

6.      Sedentary Life style, merokok, Obesitas.

7.      Kebiasaan makan tinggi kolesterol/lemak dan protein (konsumsi daging) serta rendah serat /

Karbohidrat Refined yang mengakibatkan perubahan pada flora feses dan perubahan

degradasi garam-garam empedu atau hasil pemecahan protein dan lemak yang bersifat

karsinogenik.

Tanda-tanda Ca Kolon (tergantung pada letak tumor)

1.      Pendarahan pada rektal

2.      Anemia

3.      Perubahan feses

Adapun hal pertama yang ditunjukan oleh Ca Kolon adalah

1.      Teraba massa

2.      Pembuntuan kolon sebagian atau keseluruhannya

Page 19: ASKEP CA COLON jadi.docx

3.      Perforasi pada karakteristik kolon dengan distensi abdominal dan nyeri.

·         Manifestasi Klinis

Gejala sangat ditentukan oleh lokasi kanker, tahap penyakit dan fungsi segmen usus

tempat kanker berlokasi. Gejala paling menonjol adalah perubahan kebiasaan defekasi,

pasase darah dalam feses, anemia yang tidak diketahui penyebabnya, anoreksia, penurunan

berat badan dan keletihan. Selain itu gejala yang sering dihubungkan dengan lesi sebelah kiri

adalah nyeri dangkal abdomen dan melena (feses hitam seperti ter). Sedangkan lesi sebelah

kanan adalah nyeri abstruksi (nyeri abdomen dan kram, penipisan feses, konstipasi, dan

distensi) serta adanya darah merah dalam feses.

Gambaran klinis sangat bervariasi dan tidak spesifik. Bisa dijumpai tanpa keluhan

sampai adanya keluhan berat dan tergantung pada lokasi / besarnya tumor. Pada karsinoma

kolon kanan, klien datang dengan keluhan ada masa di abdomen kanan, obstruksi akan timbul

bila tumor sudah besar. Tumor kolon kiri lebih cepat terjadi obstipasi dan tanda-tanda

obstruksi.

Pada penderita Ca Colorektal umumnya Asymptomatis atau relative bergejala ringan

pada saat penyakit ditemukan. Gejala yang muncul dapat berkaitan dengan saluran cerna.

Tanda dan gejala sangat ditentukan oleh lokasi kanker, tahap penyakit dan fungsi segmen

usus tempat kanker berlokasi. Rasa tidak enak di perut atau Nyeri abdomen merupakan

keluhan paling sering disampaikan penderita. Perdarahan Peranal sebagai keluhan pertama

penderita dengan gejala berupa perdarahan segar bercampur atau tanpa disertai tinja.

Perubahan pola defekasi dapat berupa; diare/ konstipasi, bentuk tinja seperti pensil, serta

perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar. Adapun gejala lain yaitu: Anemia

idiopatik, Nausea, malaisea, Haemoroid, Anoreksia, dan Perubahan Berat badan (BB

menurun) akibat iritasi dan respon refluks

·         Patofisiologi

Kanker kolon dan rektum terutama (95%) adenokarsinoma (muncul dari lapisan epitel

usus). Dimulai sebagai polip jinak tetapi dapt menjadi ganas dan menyusup serta merusak

jaringan, meluas kedalam struktur sekitarnya. Sel kanker dapat terlepas dari tumor primer dan

menyebar ke bagian tubuh yang lain (sering ke hati).

Umumnya tumor kolorektal adalah adenokarsinoma yang berkembang dari polyp

adenoma. Insidensi tumor dari kolon kanan meningkat, meskipun umumnya masih terjadi di

rektum dan kolon sigmoid. Pertumbuhan tumor secara tipikal tidak terdeteksi, menimbulkan

beberapa gejala. Pada saat timbul gejala, penyakit mungkin sudah menyebar kedalam lapisan

Page 20: ASKEP CA COLON jadi.docx

lebih dalam dari jaringan usus dan oragan-organ yang berdekatan. Kanker kolorektal

menyebar dengan perluasan langsung ke sekeliling permukaan usus, submukosa, dan dinding

luar usus. Struktur yang berdekatan, seperti hepar, kurvatura mayor lambung, duodenum,

usus halus, pankreas, limpa, saluran genitourinary, dan dinding abdominal juga dapat dikenai

oleh perluasan. Metastasis ke kelenjar getah bening regional sering berasal dari penyebaran

tumor. Tanda ini tidak selalu terjadi, bisa saja kelenjar yang jauh sudah dikenai namun

kelenjar regional masih normal (Way, 1994). Sel-sel kanker dari tumor primer dapat juga

menyebar melalui sistem limpatik atau sistem sirkulasi ke area sekunder seperti hepar, paru-

paru, otak, tulang, dan ginjal. “Penyemaian” dari tumor ke area lain dari rongga peritoneal

dapat terjadi bila tumor meluas melalui serosa atau selama pemotongan pembedahan.

Awalnya sebagai nodul, kanker usus sering tanpa gejala hingga tahap lanjut. Karena

pola pertumbuhan lamban, 5 sampai 15 tahun sebelum muncul gejala (Way, 1994).

Manifestasi tergantung pada lokasi, tipe dan perluasan, dan komplikasi. Perdarahan sering

sebagai manifestasi yang membawa klien datang berobat. Gejala awal yang lain sering terjadi

perubahan kebiasaan buang air besar, diarrhea atau konstipasi. Karekteristik lanjut adalah

nyeri, anorexia, dan kehilangan berat badan. Mungkin dapat teraba massa di abdomen atau

rektum. Biasanya klien tampak anemis akibat dari perdarahan

Prognosis kanker kolon tergantung pada stadium penyakit saat terdeteksi dan

penanganannya. sebanyak 75 % klien kanker kolorektal mampu bertahan hidup selama 5

tahun. Daya tahan hidup buruk / lebih rendah pada usia dewasa tua (Hazzard et al., 1994).

Komplikasi primer dihubungkan dengan kanker kolorektal : (1) obstruksi usus diikuti dengan

penyempitan lumen akibat lesi; (2) perforasi dari dinding usus oleh tumor, diikuti

kontaminasi dari rongga peritoneal oleh isi usus; (3) perluasan langsung tumor ke organ-

organ yang berdekatan.

Komplikasi

Pertumbuhan tumor dapat menyebabkan abstruksi usus parsial/lengkap. Pertumbuhan

dan ulserasi dapat juga menyerang pembuluh darah sekitar kolon yang menyebabkan

hemologi. Perforasi dapat terjadi dan mengakibatkan pembentukan abses. Peritanitis dan atau

sepsis dapat menimbulkan syok.

Gangguan Pada Rektal

Prolapsus rektum adalah turunnya rektum melalui anus, prolapsus yang hanya bersifat

sementara dan hanya mengenai lapisan rektum (mukosa), sering terjadi pada bayi normal, hal

Page 21: ASKEP CA COLON jadi.docx

ini disebabkan karena bayi mengedan selama buang air besarnya dan jarang berakibat serius.

Sedangkan pada orang dewasa, prolapsus bagian lapisan rektum cenderung menetap dan bisa

memburuk, sehingga lebih banyak bagian dari rektum yang turun.

Adapun penyebabnya yaitu,

1.      Enterobiasis

2.      Trikuriasis

3.      Fibrosis kistik

4.      Malnutrisi dan malabsorsi

5.      Sembelit.

Gejalanya, prolapsus rektum menyebabkan rektum berpindah keluar, sehingga lapisan

rektum terlihat seperti jari berwarna merah gelap dan lembab yang keluar dari anus.

3.      PENGKAJIAN CA KOLOREKTAL

Pengkajian Ca Colorektal

Pengkajian   adalah  langkah   awal  dan   dasar   dalam   proses keperawatan      secara   

menyeluruh      (Boedihartono,        1994     : 10). Berdasarkan klasifikasi Doenges dkk.

(2000) riwayat keperawatan yang perlu dikaji adalah:

1.      Aktivitas/istirahat:Gejala:

a. Kelemahan,kelelahan/keletihanb. Perubahan pola istirahat/tidur malam hari; adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tidur

misalnya nyeri, ansietas dan berkeringat malam hari. c. Pekerjaan atau profesi dengan pemajanan karsinogen lingkungan, tingkat stres tinggi.2.      Sirkulasi:Gejala:

a. Palpitasib. nyeri dada pada aktivitas

Tanda :

a. Dapat terjadi perubahan denyut nadib. Dapat terjadi perubahan tekanan darah.

3.      Integritas ego:Gejala:

a. Faktor stres(keuangan, pekerjaan, perubahan peran) dan cara mengatasi stres (merokok, minum alkohol, menunda pengobatan, keyakinan religius/spiritual)

b. Masalah terhadap perubahan penampilan (alopesia, lesi cacat, pembedahan)c. diagnosis, perasaan tidak berdaya, putus asa, tidak mampu, tidak bermakna, rasa

bersalah, kehilangan kontrol, depresi.Tanda:

Page 22: ASKEP CA COLON jadi.docx

a. Menyangkalb. menarik diric. marah.

4.    Eliminasi:Gejala:

a. Perubahan pola defekasib. Darah pada fesesc. Nyeri pada defekasi

Tanda:

a. Perubahan bising usus, distensi abdomenb. Teraba massa pada abdomen kuadran kanan bawah

5.   Makanan/cairan:Gejala:

a. Riwayat kebiasaan diet buruk (rendah serat, tinggi lemak, pemakaian zat aditif dan bahan pengawet)

b. Anoreksia, mual, muntahc. Intoleransi makanan

Tanda: 

a. Penurunan berat badanb. massa otot

6.   Nyeri/ketidaknyamanan:Gejala:

a. Gejala nyeri bervariasi dari tidak ada, ringan sampai berat tergantung proses penyakit7.   Keamanan:Gejala:

a. Komplikasi pembedahan atau efek sitostika.Tanda:

a. Demamb. Lekopeniac. Trombositopeniad. Anemia

8.   Interaksi socialGejala:

a. Lemahnya system pendukung (keluarga, kerabat, lingkungan)b. perubahan peran sosial yang berhubungan dengan perubahan status kesehatan.

9. Penyuluhan/pembelajaran:

a. Riwayat kanker dalam keluargab. Masalah metastase penyakit dan gejala-gejalanyac. Kebutuhan terapi pembedahan, radiasi dan sitostatika.

Page 23: ASKEP CA COLON jadi.docx

d. Masalah pemenuhan kebutuhan/aktivitas sehari-harid.      Pemeriksaan fisik

·         Auskultasi bising usus

·         Palpasi abdomen untuk area nyeri tekan, distensi, dan masa padat

·         Inspeksi specimen terhadap karakter dan adanya darah.

4.      PERUMUSAN DIAGNOSA NANDA, NIC, DAN NOC

·         DIAGNOSA NANDA,NIC,NOC PREOPERATIF

NANDA NOC NIC

Page 24: ASKEP CA COLON jadi.docx

1.      Nyeri kronik

berhubungandengan

proses penyakit

Definisi: Pengalaman

emosional dan sensori

yang tidak

menyenangkan yang

muncul dari kerusakan

jaringan secara aktual

dan potensial atau

menunjukkan adanya

kerusakan

Do : pasien tampak

meringis karena nyeri

perutnya.

Nadi :110 x/mnt

anorexia

Ds: pasien mengatakan

nyeri hebat di perut

bahkan ke punggungnya.

Pasien mengatakan tidak

bisa tidur karena nyeri

yang dirasakannya

a.    Kontrol Nyeri

Definisi : Tindakan pribadi

untuk mengontrol nyeri.

Indikator:

-Mengenali faktor penyebab

-Mengenali onset (lamanya

sakit)

-Menggunakan metode

pencegahan

-Menggunakan metode

nonanalgetik untuk

mengurangi nyeri

-Menggunakan analgetik

sesuai kebutuhan

-Mencari bantuan tenaga

kesehatan

-Melaporkan gejala pada

tenaga kesehatan

-Menggunakan sumber-

sumber yang tersedia

-Mengenali gejala-gejala

nyeri

-Mencatat pengalaman nyeri

sebelumnya

-Melaporkan nyeri sudah

terkontrol

b.      Tingkat nyeri

Defenisi : Seberapa besar

seseorang melaporan dan

mendemontrasian nyeri

indikator:

-melaporkan adanya nyeri

-luas bagian tubuh yang

terpengaruh

a.      Manajemen nyeri

Definisi : Penanggulangan nyeri

atau penurunan nyeri sampai

tingkat kenyamanan yang dapat

diterima oleh pasien.

Aktivitas :

        Lakukan pengkajian nyeri secara

komprehensif termasuk lokasi

karakteristik, durasi, frekuensi,

kualitas, dan factor presipitas

        Observasi reaksi non verbal dari

ketidaknyamanan

        Gunakan teknik komunikasi

terapeutik untuk mengetahui

pengalaman nyeri pasien

        Kaji budaya yang mempengaruhi

respion nyeri

        Determinasi akibat nyeri terhadap

kualitas hidup

        Bantu pasien dan keluarga untuk

mencari dan menemukan dukungan

        Control ruangan yang dapat

mempengaruhi nyeri

        Kurangi factor presipitasi nyeri

        Pilih dan lakukan penanganan

nyeri

        Ajarkan pasien untuk memonitor

nyeri

        Kaji tipe dan sumber nyeri untuk

menentukan intervensi

        Berikan analgetik untuk

mengurangi nyeri

        Evaluasi keefektifan control nyeri

        Tingkatkan istirahat

Page 25: ASKEP CA COLON jadi.docx

-frekuensi nyeri

-panjangnya episode nyeri

-pernyataan nyeri

-ekspresi nyeri pada wajah

-posisi tubuh protektif

        Kolaborasikan dengan dokter jika

ada keluhan dan tindakan nyeri

tidak berhasil

b.Pemberian analgetic

Defenisi: menggunakan agen

farmakologi untuk mengurangi

nyeri.

Aktifitas:

-   Menentukan lokasi, karakteristik,

mutu, dan intensitas nyeri sebelum

mengobati pasien

-   Periksa order/pesanan medis untuk

obat, dosis, dan frekuensi yang

ditentukan analgesic

-   Cek riwayat alergi obat

-   Tentukan analgesic yang cocok,

rute pemberian dan dosis optimal.

-   Utamakan pemberian secara IV

dibanding IM sebagai lokasi

penyuntikan, jika mungkin

-   Monitor TTV sebelum dan sesudah

pemberian obat narkotik dengan

dosis pertama atau jika ada catatan

luar biasa.

-   Cek pemberian analgesic selama

24 jam untuk mencegah terjadinya

puncak nyeri tanpa rasa sakit,

terutama dengan nyeri yang

menjengkelkan

-   Mengevaluasi efektivitas analgesic

pada interval tertentu, terutama

setelah dosis awal, pengamatan

juga diakukan melihat adanya tanda

dan gejala buruk atau tidak

Page 26: ASKEP CA COLON jadi.docx

 

Ansietas bd

strees,perubahan status

kesehatan,ancaman

kematian

Definisi: perasaan tidak

enak atau ketakutan

disertai dengan respon

otonom (sumber sering

tidak spesifik atau tidak

diketahui individu),

perasaan ketakutan yang

disebabkan oleh

antisipasi bahaya. Ini

adalah sinyal peringatan

yang memperingatkan

bahaya yang akan datang

dan memungkinkan

individu untuk

mengambil langkah

untuk menangani dengan

mengobati.

Tingkat cemas

Definisi: keparahan

diwujudkan ketegangan

ketakutan atau kegelisahan

yang timbul dari sumber yang

tidak dapat diidentifikasikan

Indikator:

- tidak ada kegelisahan

- tidak ada penderitaan

- serangan panik

-Masalah kebiasaan

b. Coping

Definisi:Tindakan

pribadiuntuk

mengelolastessor pada

individu

Indikator:

-

Mengidentifikasipolakopinge

fektif

menguntungkan ( berhubungan

dengan pernapasan, depresi, mual

muntah, mulut kering dan

konstipasi)

-   Dokumentasikan respon pasien

tentang analgesic, catat efek yang

merugikan

Pengurangan Kecemasan

Definisi:Meminimalkan

kekhawatiran,ketakutan,firasat, atau

kegelisahanyang berkaitan

dengansumberyang tidak

teridentifikasibahayayang

diantisipasi.

Aktivitas:

-menggunakanpendekatan

yangtenangmeyakinkan

-menyatakanharapanuntuk

perilakupasien

-menjelaskan

semuaprosedur,termasuksensasidip

erkirakan akan dialamiselama

prosedur

-Tinggal denganpasienuntuk -

mempromosikankeselamatan

danmengurangi rasa taku

-menyediakanobjek

yangmelambangkanperasaan aman

-mendengarkan dgn perhatian

-mendorongkeluargauntuk tinggal

denganpasien

b.Terapirelaksasi

Page 27: ASKEP CA COLON jadi.docx

        DO : pasien tampak

gelisah, ini terlihat dari

raut wajah pasien

        Klien terlihat sangat

kuatir dapat dilihat

dengan sering nya klien

bertanya tentang operasi

yang akan dilakukannya

DS : Pasien mengatakan

kalau ia sangat cemas

sekali, karena takut

operasinya akan gagal

-Mengindentifikasi pola

koping tidak efektif

-laporanpenurunanstres

-menyesuaikan

denganperubahan hidup

Definisi: menggunakanteknik

untukmendorong

danmendapatkanrelaksasiuntuk

tujuanpenurunantanda-tandayang

tidak diinginkandan gejalaseperti

nyeri,ketegangan otot ataucemas.

Aktivitas:

-      menjelaskanalasan untukrelaksasi

danmanfaat,batas,dan

jenisrelaksasiyang tersedia

(misalnya musik, meditasi,

pernapasan berirama, relaksasi

rahang,dan relaksasiotot progresif.

-      menentukan

apakahintervensirelaksasidi masa

lalutelah berguna.

-      mempertimbangkankesediaan

individuuntuk

berpartisipasi,kemampuan untuk

berpartisipasi,

preferensi,pengalaman masa lalu,

kontraindikasi,

sebelummemilihstrategirelaksasikh

usus.

-      memberikanpenjelasan

tentangpilihanintervensirelaksasi.

-      mengajakpasien untukbersantai dan

membiarkansensasiterjadi.

-      menggunakan nada suara dengan

kecepatan yang lambat, ritmis kata.

-      menunjukkan dan mempraktekkan

teknik relaksasi dengan pasien

h.mengantisipasi kebutuhan untuk

Page 28: ASKEP CA COLON jadi.docx

 

3 Ketidakseimbangan

nutrisi kurang dari

kebutuhan tubuh b.d

mual,muntah dan

anorexia

DO :

-    Klien tampak lesu dan

lemah

-    Muntah (+)

-    Mual (+)

-    Porsi makan tidak habis,

hanya ½ porsi , 2 x

makan

-    Konjunctiva anemis

DS :

-       Klien mengeluh lemah

-       Klien mengeluh tidak

nafsu makan

a.    Status nutrisi

Indikator :

·  Intake nutrisi terpenuhi

·  Intake makanan dan cairan

terpenuhi sesuai keb. tubuh

·  Energi dalam batas normal

·  Massa Tubuh dalam batas

normal

·  Berat Tubuh kembali normal

b.   Pemasukan nutrisi

Indikator :

·      Pemasukan kalori

penggunaan relaksasi

-      menganjurkanseringmengulang

ataumempraktekkanlatihan yang

dipiliih

-     

mengembangkanrekamanteknikrela

ksasibagiindividu untuk digunakan,

yang sesuai

-      mengevaluasi

danmendokumentasikanrespon

terhadap terapirelaksasi

a.      Gangguan Managemen Makan

-   Menetapkan jumlah berat badan

harian yang diinginkan

-   Berdiskusi dengan ahli gizi untuk

menentukan asupan kalori harian

yang diperlukan untuk mencapai

dan / atau mempertahankan target

berat

-   Ajarkan dan memperkuat konsep

gizi yang baik dengan pasien (dan

lain-lain yang signifikan, yang

sesuai)

-   Dorong pasien untuk

mendiskusikan dengan ahli diet

preferensi makanan

-   Kembangkan hubungan yang

mendukung dengan pasien

-   Memonitor intake dan output

cairan, yang sesuai

-   memantau asupan kalori makanan

sehari-hari

Page 29: ASKEP CA COLON jadi.docx

-       Klien mengeluh mual

dan muntah

·      Pemasukan protein

·      Pemasukan lemak

·      Pemasukan karbohidrat

·      Pemasukan vitamin

·      Pemasukan mineral

·      Pemasukan ion

·      Pemasukan kalsium

c.    Kontrol berat badan

Indikator :

       Menyeimbangkan latihan

dengan intake kalori

       Memilih nutrisi makanan dan

snack

       Menggunakan seplemen

nutrisi jika perlu

       Mempertahankan pola makan

yang dianjurkan

Mempertahankan

keseimbangan cairan

d.   Status nutrisi

Indikator :

-       Intake nutrisi terpenuhi

-       Intake makanan dan cairan

terpenuhi sesuai keb. tubuh

-       Energi dalam batas normal

-       Massa Tubuh dalam batas

normal

-       Berat Tubuh kembali normal

e.    Pemasukan nutrisi

Indikator :

-   Pemasukan kalori

-   mendorong pasien asupan makanan

pemantauan diri atau harian dan

berat badan / pemeliharaan, jika

diperlukan

-   membangun harapan untuk

perilaku makan yang tepat, asupan

makanan / cairan, dan jumlah

aktivitas fisik

b.      Management Cairan

-  Timbang tren harian dan pantau

-  Menjaga asupan akurat dan

merekam output

-  Masukkan kateter urin, jika sesuai

-  Status hidrasi memantau (misalnya,

membran mukosa lembab,

kecukupan pulsa, dan tekanan

darah ortostatik), yang sesuai

-  Memantau hasil laboratorium yang

relevan dengan retensi cairan

(misalnya, peningkatan berat jenis,

peningkatan BUN, penurunan

hematokrit, dan tingkat osmolalitas

urin meningkat)

a.      Management Nutrisi

-  menanyakan apakah memiliki

alergi makanan

-  memastikan pasien preferensi

pangan

-  menentukan-bekerja sama dengan

ahli gizi, sesuai-jumlah kalori dan

jenis nutrisi yang dibutuhkan untuk

memenuhi persyaratan gizi

-  mendorong asupan kalori yang

sesuai untuk tipe tubuh dan gaya

Page 30: ASKEP CA COLON jadi.docx

-   Pemasukan protein

-   Pemasukan lemak

-   Pemasukan karbohidrat

-   Pemasukan vitamin

-   Pemasukan mineral

-   Pemasukan ion

-   Pemasukan kalsium

f.     Kontrol berat badan

Indikator :

-  Menyeimbangkan latihan

dengan intake kalori

-  Memilih nutrisi makanan dan

snack

-  Menggunakan seplemen

nutrisi jika perlu

-  Mempertahankan pola makan

yang dianjurkan

-  Mempertahankan

keseimbangan cairan

hidup

·         DIAGNOSA NANDA,NIC,NOC POST OPERATIF

NANDA NOC NIC

Page 31: ASKEP CA COLON jadi.docx

1.      Resiko infeksi b.d

jaringan trauma, kulit

rusak, dan prosedur

invasif

Definisi : peningkatan

resiko masuknya

orgaanisme patogen.

DO :

-   Klien memperoleh

tindakan Infasif.

-   Kerusakan jaringan

karena luka operasi

DS:

        Klien mengeluh nyeri

pada daerah sekitar

operasi.

        Klien mengatakan

lukanya sulit mengering

a.       Pengetahuan :Kontrol

infeksi

Definisi : meminimalisir/

mengurangi perpindahan agen-

agen penyebab infeksi

(bakteri, mikroba dan lain-

lain)

Indikator:

        Mendeskripsikan tanda-tanda

dan gejala

        Mendeskripsikan tampilan

prosedur-prosedur

        Mendeskripsikan

pengontrolan prosedur-

prosedur

        Mendeskripsikan aktivitas-

aktivitas meningkatkan daya

tahan terhadap infeksi

        Mendeskripsikan cara

pengobatan untuk diagnosa

        Mendeskripsikan tingkat

keberhasilan diagnose infeksi

b.      Kontrol resiko

Indikator:

        Mengetahui resiko

        Memperhatikan factor resiko

lingkungan

        Perhatikan factor resiko

perilaku individu

        Kembangkan strategi

pengawasan factor resiko yang

efektif

        Tentukan strategi kontrol

resiko yang dibutuhkan

a.       Pengontrolan infeksi

Definisi: meminimalkan

mendapatkan infeksi dan transmisi

agen infeksi.

Aktivitas :

-  Ciptakan lingkungan ( alat-alat,

berbeden dan lainnya) yang

nyaman dan bersih terutama setelah

digunakan oleh pasien

-  Gunakan alat-alat yang baru dan

berbeda setiap akan melakukan

tindakan keperawatan ke pasien

-  Tempatkan pasien yang harus

diisolasi yang sesuai dengan

kondisi pasien

-  Batasi jumlah pengunjung sesuai

kondisi pasien

-  Instruksikan kepada pengunjung

untuk selalu mencuci tanagn

sebelum dan sesudah memasuki

ruangan pasien

-  Gunakan sabun antimikroba untuk

proses cuci tangan

-  Cuci tangan sebelum dan sesudah

melakukan tindakan kepada pasien

-  Gunakan selalu handscoon sebagai

salah satu ketentuan kewaspadaan

universal

-  Gunakan baju yang bersih atau

gown ketika menangani pasien

infeksi

-  Gunakan sarung tangan yan g steril,

jika memungkinkan

Page 32: ASKEP CA COLON jadi.docx

        Menjalankan strategi

        Mengikuti strategi yang

dipilih

        Mengubah gaya hidup untuk

mengurangi resiko

-  Jaga dan lindungai area atau

ruangan yang diindikasikan dan

digunakan untuk tindakan invasive,

operasi dan gawat darurat

b.      Proteksi infeksi

Defenisi : menghindari dan

mendeteksi secara dini adanya

resiko infeksi pada pasien.

Aktivitas :

-  Monitor tanda-tanda dan gejala

sistemik dan local dari infeksi.

-  Monitor daerah yang mudah

terinfeksi.

-  Monitor jumlah granulosit, WBC,

dan perbedaan nilai.

-  Ikuti kewaspadaan neutropenic.

-  Batasi pengunjung.

-  Pertahankan teknik asepsis untuk

pasien yang berisiko.

-  Inspeksi kulit dan membran

mukosa yang memerah, panas, atau

kering.

-  Inspeksi kondisi dari luka operasi

-  Tingkatkan intake nutrisi yang

cukup.

-  Anjurkan intake cairan.

-  Anjurkan istirahat.

-  Monitor perubahan tingkat energi /

malaise.

-  Anjurkan peningkatan mobilitas

dan latihan.

-  Beri agen imun.

-  Instruksi pasien untuk mendapatkan

antibiotik sesuai resep.

Page 33: ASKEP CA COLON jadi.docx

-  Ajari pasien dan keluarga tentang

tanda dan gejala dari infeksi dan

kapan mereka dapat melaporkan

untuk mendapatkan perawatan

kesehatan.

-  Ajari pasien dan anggota keluarga

bagaimana menghindari infeksi.

-  Berikan ruangan privasi jika

dibutuhkan.

-  Laporkan kemungkinan adanya

infeksi dalam upaya pengendalian

infeksi.

-  Laporka kebiasaan positif dalam

mengendalikan infeksi.

c.       Perawatan luka

Definisi : Pencegahan komplikasi

pada luka dan mengajarkan

perawatan luka

-  Anjurkan pasien untuk

menggunakan pakaian yang

longgar

-  Jaga kulit agar tetap bersih dan

kering

-  Mobilisasi pasien (ubah posisi

pasien) setiap dua jam sekali

-  Monitor kulit akan adanya

kemerahan

-  Monitor aktivitas dan mobilisasi

pasien

-  Monitor status nutrisi pasien

-  Memandikan pasien dengan sabun

dan air hangat

-  Kaji lingkungan dan peralatan yang

Page 34: ASKEP CA COLON jadi.docx

menyebabkan tekanan

-  Observasi luka : lokasi, dimensi,

kedalaman luka,

karakteristik,warna cairan,

granulasi, jaringan nekrotik, tanda-

tanda infeksi lokal, formasi traktus

-  Ajarkan pada keluarga tentang luka

dan perawatan luka

-  Kolaborasi ahli gizi pemberian diet

TKTP, vitamin

-  Lakukan tehnik perawatan luka

dengan steril

-  Berikan posisi yang mengurangi

tekanan pada luka

2.kerusakan integritas

kulit bd insisi

bedah,pemasangan

stoma dan kontaminasi

fekal terhadap kulit

periostoma

Defenisi :kerusakan

membran

mukosa,corneal,jaringan

pembungkus atau

jaringan subkutan.

DO: adanya bekas

jahitan pada kulit

Adanya kemerahan

didekitar luka

DS:klien mengatakan

daerah disekitar luka

masih berair dan nyeri

Klien mengeluh daerah

a.      Penyembuhan luka

Indikator:

-   Pengamatan luka

-   Pengeluaran nanah berkurang

-   Pengeluaran racun pada luka

-   Mengatasi eritema disekitar

kulit

-   Mengatasi peningkatan suhu

kulit

-   Mengatasi bau busuk pada

luka

-   M Engatasi kulit yang

mengelupas

b.      Perawatan ostomy

-   Menjelaskan fungsi ostomy

-   Menjelaskan tujuan ostomy

-   Tindakan yang tepat pada alat

stoma

-   Memelihara perawatan kulit

a.      Perawatan luka

-  Bersihkan luka dan pasang perban

-  Pantau karakteristik luka

-  Bersihkan luka dengan cairan Nacl

atau antibiotik

-  Berikan perawatan didaerah insisi

-  Jaga kesterilan ketika melakukan

perawatan luka

-  Ganti balutan sesuai jumlah dainase

-  Bandingkan dengan teratur dan

catat banyaknya perubahan pada

luka.

-  Ajarkan pasien dan keluarga

tentang bagaimana tanda dan gejala

infeksi pada luka

-  Catat lokasi,ukuran dan bentuk luka

b.                     Perawatan ostomy

-  Ajarkan pasien dan keluarga dala

penggunaan peralatan dan

Page 35: ASKEP CA COLON jadi.docx

di sekitar luka terasa

hangat dan kemerahan

di sekitar ostomy

-   Menggunakan teknik irigasi

yang benar

-   Memantau untuk komplikasi

yang berhubungan dengan

stoma

-   Memantau jumlah konsistensi

untuk stoma

perawatan ostomy

-  Ajarkan pasien dan keluarga dalam

melakukan demonstrasi

penggunaan ostomy

-  Bantu pasien melengkapi peralatan

yang dibutuhkan

-  Berikan posisi yang tepat pada

peralatan ostomi sesuai kebutuhan

klien

-  Monitor penyembuhan luka

-  Monitor komplikasi post operatif

-  Monitor penyembuhan stoma

-  Tukar atau kosongkan kantiung

ostomy dengan tepat

-  Periksa perawatan pasien terhadap

ostomi

-  Monitor pola eliminasi

-  Ajarkan pasien dalam

mengidentifikasi faktor yang

mempengaruhi eliminasi.

b.      pengawasan kulit

-     Inspeksi kulit dari kemerahan

sensasi hangat atau pengeringan

-     Observasi keparahan

warna,sensasi,panas,pembengkakan

dan berdenyut,tekstur

-     Inspeksi kondisi insisi bedah

dengan tepat

-     Gunakan peralatan dalam

pengkajian untuk mengidentifikasi

kerusakan pada kulit

-     Monitor warna dan tempeatur kulit

-     Monitor kulit dan membran mukus

pada area perubahan warna,memar

Page 36: ASKEP CA COLON jadi.docx

2.      Gangguan citra tubuh

b.d pemasangan stoma

Defenisi :

Kebingungan tentang

gambaran mental fisik

pribadi

DS :

-Klien mengatakan

merasa kurang percaya

diri dengan keadaanya

yang sekarang apalagi

dengan terpasang nya

stoma

-                      Kilen

mengatakan malu dan

tidak nyaman dengan

keadaannya

DO:

-Klien telah menjalani

operasi dan dibentuk

adanya stoma dan

telihat risih dengan

stoma yang terpasang

tersebut.

a.      Citra Tubuh

Defenisi: Persepsi positif

terhadap penampilan dan

fungsi pribadi tubuh

Indicator:

-    Mengenal diri secara

mendalam

-    Kesesuaian antara keadaan

tubuh yang sebenarnya dan

tubuh yang ideal

-    Menggambarkan bagian tubuh

yang dipengaruhi

-    Kepuasan terhadap

penampilan tubuh

-    Kepuasan terhadap fungsi

tubuh

-    Penyesuaian terhadap

perubahan penampilan fisik

-    Penyesuaian terhadap

perubahan fungsi tubuh

-    Penyesuaian terhadap

perubahan status kesehatan

b.      Harga diri

Defenisi : kemampuan untuk

membedakan pribadi awal dan

dan kerusakan

-     Monitor klit terhadap ruam dan

luka

-     Monitor kulit terhadap kekeringan

dan kelembaban

-     Monitor infeksi

-     Melatih dan mengajarkan anggota

keluarga tentang gejala dan tanda

kerusakan kulit

a.      Perbaikan Citra Tubuh

Defenisi : Peningkatan persepsi

sadar dan ketidaksadaran dan sikap

ke depan terhadap tubuhnya

Aktivitas:

-   Menentukan dugaan citra tubuh

pasien, sesuai dengan

perkembangannya

-   Membantu pasien untuk

mendiskusikan perubahan yang

terjadi akibat penyakit dan

pembedahan

-   Membantu pasien memelihara

perubahan tubuh

-   Membantu pasien untuk

membedakan penampilan fisik dari

perasaan yang beharga

-   Membantu pasien untuk

menentukan akibat dari persepsi

yang sama penampilan tubuh.

-   Monitoring pandangan diri secara

berkala

-   Montoring pernyataan tentang

persepsi identitas diri sehubungan

denagn bagian tubuh dan berat

Page 37: ASKEP CA COLON jadi.docx

- Raut wajah klien

tampak sedih

akhir dan

mengkarakteristikkannya

Indikator:

-   mengatakan penerimaan diri

-   menerima keterbatasan diri

-   menjaga postur yang terbuka

-   menjaga kontak mata

-   mampu mendeskripsikan

keadaan dirinya

-   komunikasi terbuka

-   menghormati orang lain

-   secara seimbang dapat

berpartisipasi dan

mendengarkan dalam

kelompok

-   menerima kritik yang

konstruktif

-   menggambarkan keberhasilan

dalam bekerja

-   menggambarkan keberhasilan

dalam kelompok sosial

-   menggambarkan kebanggaan

terhadap diri

badan

-   Menentukan apakah perubahan

citra tubuh berkontribusi dalam

isolasi social

-   Membantu pasien dalam

mengidentifikasi penampilan yang

akan meningkat

b.      Peningkatan Koping

Defenisi : membantu pasien untuk

beradapatasi terhadap stressor

tertentu, perubahan, atau, ancaman

yang mengganggu.

Aktivitas :

-  Menghargai/menilai penyesuaian

diri pasien terhadap perubahan citra

tubuh,sesuai dengan kebutuhan.

-  Menghargai/menilai pengaruh

situasi kehidupan pasien terhadap

peran dan hubungan

-  Menilai pemahaman pasien

terhadap proses penyakit

-  Menggunankan pendekatan yang

menenangkan dan menentramkaan

hati

-  Memberikan sebuah suasana

penerimaan

-  Membantu pasien membangun

sebuah penilaian yang objektiv

terhadap penyakit

-  Membantu pasien untuk

mengidentifikasi informasi yang

menarik dan dibutuhkan

-  Memberikan fakta informasi

Page 38: ASKEP CA COLON jadi.docx

mengenai diagnosis, penyembuhan,

dan prognosis

-  Mendorong pasien untuk

berinteraksi dengan orang lain

-  Memperkenalkan pasien dengan

seseorang yang telah berhasil

mengatasi masalah dengan

pengalaman yang sama

-  Mendorong klien untuk

mengungkapkan perasaan,

pendapat, dan ketakutan

-  Mendorong pasien untuk

mengidentifikasi kekuatan dan

kemampuan

-  Menilai kebutuhan/keinginan

pasien terhadap dukungan sosial

-  Mendorong keikutsertaan keluarga

-  Membantu pasien untuk

memperbaiki gambaran/konsep

yang salah

c.       Dukungan Emosional

Aktivitas :

-  Diskusikan dengan pasien

pengalaman emotional

-  Membuat pernyataan dukungan

atau empati

-  Rangkul atau sentuh pasien dengan

penuh dukungan

-  Mendorong pasien untuk

mengekspresikan perasaan

takut,marah atau sedih

-  Mendiskusikan akibat dari rasa

bersalah dan malu

-  Memberikan dukungan sepanjang

Page 39: ASKEP CA COLON jadi.docx

fase menolak,marah,menawar,dan

penerimaan dari duka cita

-  Mendorong klien berbicara atau

menangis dengan maksud

mengurangi respon emosi

-  Memberikan bantuan dalam

pembuatan keputusan

BAB IIIPENUTUP

1.      KESIMPULAN

Kanker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pembagian sel yang tidak

teratur dan kemampuan sel-sel ini untuk menyerang jaringan biologis lainnya,baik dengan

pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke

tempat yang jauh(metastasis). Pertumbuhan yang tidak teratur ini menyebabkan kerusakan

DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembagian sel, dan fungsi lainnya

(Gale,2000).

Page 40: ASKEP CA COLON jadi.docx

Kanker kolon adalah suatu bentuk keganasan dari masa abnormal/neoplasma yang

muncul dari jaringan epithelial dari colon (Brooker, 2001). Ka nke r ko lon / u sus be s a r

ada l ah t umbuhnya se l kanke r yang ganas di dalam permukaan usus besar atau

rektum (Boyle& Langman, 2000). Kanker kolon adalah pertumbuhan sel yang bersifat ganas

yang tumbuh pada kolon dan menginvasi jaringan sekitarnya (Tambayong, 2000).

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, alih bahasa: Waluyo Agung., Yasmin Asih., Juli., Kuncara., I.made karyasa, EGC, Jakarta.

Doenges,M.E., Moorhouse, M.F., Geissler, A.C., 1993, Rencana Asuhan Keperawatan untuk perencanaan dan pendukomentasian perawatan Pasien, Edisi-3, Alih bahasa; Kariasa,I.M., Sumarwati,N.M., EGC, Jakarta.McCloskey&Bulechek, 1996, Nursing Interventions Classifications, Second edisi, By Mosby-Year book.Inc,Newyork

NANDA, 2001-2002, Nursing Diagnosis: Definitions and classification, Philadelphia, USA

Page 41: ASKEP CA COLON jadi.docx

Sjamsuhidayat & wong,2005, Buku ajar ilmu bedah, EGC , Jakarta

Suyono,dkk, 2001, Buku ajar ilmu penyakit dalam, jilid II, edisi 3, Balai penercit FKUI, Jakarta.

University IOWA., NIC and NOC Project., 1991, Nursing outcome Classifications, Philadelphia, USA