Laporan Ppi

Click here to load reader

download Laporan Ppi

of 76

  • date post

    18-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    116
  • download

    7

Embed Size (px)

description

f,dnv,d

Transcript of Laporan Ppi

Executive SummaryPerusahaan PT Murni Jaya memproduksi susu pasteurisasi adalah susu segar terbaik yang harus segera dikonsumsi paling lambat 40 hari setelah dilakukan pengemasan dan dalam temperatur penyimpanan 40C. Susu ini diproses dengan pemanasan secara ultra pasteurisasi sehingga waktu simpannya dapat diperpanjang dari susu pasteurisasi biasa.Perusahaan PT Murni Jaya bergerak dalam bidang agroindustri khususnya pengolahan susu segar menjadi susu pasteurisasi. Dikelolah oleh Head of Milk Processing yang membawahi 8 departemen yaitu Finance and Administration Department., Procurment Department, HRD Department, Engineering Department, QA and Enviroment Department, Production Department, Planning and Logistic Department dan R & D Department. Beberapa departemen tersebut membawahi section kerja. Semua pihak yang bekerja dalam perusahaan ini menjalin kerja sama demi kelancaran dan kemajuan perusahaan. Perusahaan ini akan mulai beroperasi secepatnya setelah dana bantuan cair.Agroindustri susu segar pasteurisasi dengan Kapasitas 42000 L/hari diasumsikan suplai susu ditransfer langsung setiap harinya oleh peternakan yang terintegrasi oleh unit pengolahan dengan produksi awal 42000 Liter per hari. Jumlah produk yang dihasilnya yang dihasilkan 36000 pack dengan harga jual Rp. 18000/pack = Rp. 648.000.000 / hari untuk produksi awal dan akan meningkat sampai mencapai tingkat produktif sapi pera. Biaya bahan baku Rp. 10.502/pack, biaya kemasan Rp 186/pack dan biaya tetap ditargetkan Rp 13/pack. Maka omzet per tahun sebesar Rp 233.280.000.000. besaran omzet ini akan bertambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar akan susu segar pasteurisasi.Finance and Administration Department., untuk mempersiapkan, memeriksa, dan menganalisa laporan keuangan. Selain itu merencanakan dan menganalisa laporan cash flow, menganalisa data dan informasi, mengelola, memelihara, serta mengembangkan sistem informasi untuk memudahkan pengguna dalam mendapatkan informasi cepat, tepat, akurat dalam pengambilan keputusan. Procurment Department bertanggung jawab terhadap pemesanan barang, baik peralatan produksi, maupun alat penunjang lain. Sedangkan bagian HRD Department bertanggung jawab dalam program requirement karyawan, menyusun program pelatihan bagi karyawan baru, membuat laporan kepegawaian, dan mengatur jam kerja tenaga kerja langsung ataupun tidak langsung. Selanjutnya, Engineering Department bertanggung jawab dalam pengontrolan kinerja dari tiap aliran proses produksi dalam sisi keteknikan untuk menjaga performa produksi. Pada bagian QA and Enviroment Department menangani pengendalian mutu dan bertanggung jawab dalam menjamin kualitas seluruh rangkaian produksi yang berhubungan dengan pihak luar untuk menghasilkan produk berkualitas. Dan juga, menjamin pengelolaan limbah. Selanjutnya, Production Department melaksanakan produksi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, serta memastikan seluruh bagian produksi yang berada dibawah tanggung jawabnya, menjalankan tugas dengan baik. Terakhir, berperan dalam meningkatkan efisiensi produk dan membuat perencanaan program cost reduction. Fungsi dari Planning and Logistic Department melakukan penjadwalan produksi dan bertanggung jawab dalam penerimaan Job Order serta mengatur pengadaan bahan baku, sistem penggudangan dan pengiriman produk jadi ke distributor. Terakhir untuk bagian dan R & D Department berperan dalam menganalisa ataupun pengujian mulai dari bahan baku, in process hingga produk jadi. Melakukan inovasi dan pengembangan produk sesuai dengan jadwal yang disusun oleh Production Department .Produk yang dihasilkan dari Perusahaan PT Murni Jaya yaitu susu pasteurisasi dengan kualitas prima, susu ini banyak diminati oleh pasar ekspor dan sebagai bahan baku produk minuman dan makanan di restoran maupun cafe dalam lokal. Hal yang membedakan produk susu pasteurisasi ini dengan UHT adalah temperatur selama sterilisasi yaitu sebesar 125-1270C dan kemasan yang digunakan.Dana awal yang dibutuhkan dalam perusahaan PT Murni Jaya sebagai biaya total didirikannya agroindustri ini sebesar Rp143.038.580.800. Pendanaan ini untuk sebagai biaya investasi, biaya tetap, dan biaya variabel selama 1 tahun. Pendapatan yang diperoleh akan dijadikan modal untuk mendirikan agroindustri susu pasteurisasi dalam kemasan dengan skala industri nasional. Jika perencanaan tidak berjalan sebagaimana mestinya maka strategi alternatif yang kami ambil yaitu mengumpulkan kembali modal untuk membangun kembali perusahaan ini dan mencari tahu penyebab dari kegagalan.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat lebih dikembangkan. Agroindustri merupakan salah satu sektor andalan yang telah menjadi tulang punggung perekonomian bangsa dengan memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki bersama dengan sektor perikanan, kelautan, peternakan dan kehutanan, sehingga saat ini agroindustri semakin mendapat dukungan dari pemerintah dan menjadi salah satu sektor yang tumbuh dengan pesat.Subsektor peternakan merupakan satu elemen yang memiliki banyak manfaat dan berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia, salah satu produk keluarannya adalah agroindustri susu segar. Kondisi geografis, ekologi, dan kesuburan lahan di beberapa wilayah Indonesia memiliki karakteristik yang cocok untuk pengembangan agroindustri ini. Selain itu, dari sisi permintaan, produksi susu dalam negeri masih belum mencukupi untuk menutupi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Saat ini produksi dalam negeri baru bisa memasok tidak lebih dari 30% dari permintaan nasional, sisanya 70% berasal dari impor. Pesatnya pertumbuhan ekonomi di kota kota besar juga berpengaruh terhadap pola konsumsi makanan, yang menjadi penyebab menjamurnya pendirian restoran, kafe, dan waralaba di kota kota besar terutama di negara negara asia. Tentunya industri makanan dan minuman seperti restoran, kafe, dan waralaba ini tidak sedikit membutuhkan pasokan produk susu segar sebagai bahan utama atau bahan tambahan untuk produk yang dihasilkannya dengan kualitas tinggi.Proyeksi produksi susu segar dan pasar susu nasional dari tahun 2010 sampai 2015 belum mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Selain karena jumlah populasi sapi perah nasional yang masih terlalu sedikit, modal juga menjadi kendala bagi peternak untuk mengembangkan usahanya. Saat ini permintaan susu segar pada tahun 2011 hingga 2015 diperkirakan mengalami peningkatan rata-rata 6,3 persen per tahun. Namun demikian, penawaran susu segar relatif tetap. Kebutuhan susu nasional pada tahun 2010 yang mencapai 3,1 juta ton hanya dapat dipenuhi sebesar 690.000 ton, sedangkan pada tahun 2011 kebutuhan susu nasional 3,2 juta ton hanya di-supply produksi susu dalam negeri sebesar 800.000 ton susu, dan sisanya masih impor. Bahkan pada tahun 2011 sampai 2015 diperkirakan produksi susu relatif tetap pada jumlah 800.000 ton, sedangkan kebutuhan susu nasional terus mengalami peningkatan antara 200.000 ton sampai 300.000 ton tiap tahunnyaPeta ekonomi dunia, saat ini Indonesia berada pada posisi sebagai konsumen produk susu. Karena sampai dengan saat ini industri pengolahan susu nasional masih tergantung kepada impor bahan baku susu. Apabila kondisi tersebut tidak dibenahi dengan membangun sebuah sistem agribisnis yang berbasis petemakan, maka Indonesia akan terus menjadi negara pengimpor hasil temak khususnya sapi. Hal ini merupakan ironi, karena Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya alam yang cukup dan berpotensi memiliki daya saing khususnya dalam hal ketersediaan pakan dan harga jual susu yang lebih rendah.Peluang pengembangan agroindustri susu segar sangat terbuka, khususnya untuk pasaran dalam negeri, karena sebagian dari produk susu saat ini masih diimpor dari New Zealand dan Australia, yang merupakan negara penghasil susu terbesar di dunia selain Amerika Serikat.Peluang cukup besar tersebut dapat diraih, minimal akan mengurangi ketergantungan impor susu dari kedua negara tersebut dan secara perlahan kebutuhan susu dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Peluang ekspor juga masih terbuka, karena apabila kualitas susu yang diproduksi di dalam negeri dapat ditingkatkan, maka susu yang dihasilkan dapat diekspor ke negara-negara yang selama ini juga masih tergantung pada susu dari New Zealand dan Australia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, dan masih rendahnya konsumsi susu bila dibandingkan dengan negara-negara lain, menunjukkan adanya peluang untuk meningkatkan konsumsi susu dalam negeri karena jumlah penduduk yang jumlahnya sangat besar. Oleh karena itu, industri pengolahan susu segar merupakan sektor agroindustri yang potensial dan memiliki prospektif yang cukup tinggi untuk dibangun dan dikembangkan di Indonesia karena beberapa alasan yaitu kondisi geografis yang mendukung, peluang pasar yang besar, permintaan yang terus meningkat, serta dapat membantu mencukupi kebutuhan susu segar nasional.

Tujuan

Tujuan Pembuatan Proposal yaitu untuk Mengolah susu segar menjadi susu pasteurisasi dengan bantuan teknologi modern sehingga produktivitas sumberdaya tercapai. Selain itu juga untuk memberikan nilai tambah pada susu, tidak hanya nilai tambah harga jual tetapi juga nilai tambah guna dan umur simpan.Manfaat

Untuk masyarakat Penyedia sumber protein hewani untuk masyarakat Membuka lapangan kerja bagi para petani Memberikan kemudahan akses dalam memperoleh susu pasteurisasi

Untuk perusahaan Perputaran uang cepat karena susu merupakan kebutuhan sehari-hari manusia, baik dari usia muda maupun tua. Pengolahan susu pasteurisasi cukup mudah dilakukan sehingga tidak membutuhkan biaya pengolahan yang besar. Produk susu pasteurisasi memiliki banyak keunggulan terutama dalam umur simpan sehingga produsen tidak khawatir dengan proses penjadwalan produksi. Produk susu pasteurisasi dapat dikembangkan dengan mengkombinasikan berbagai varian rasa buah sehingga tidak menimbulkan kesan j