Laporan kkn lawada

download Laporan kkn lawada

of 26

  • date post

    09-Dec-2014
  • Category

    Career

  • view

    295
  • download

    6

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Laporan kkn lawada

  • 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan dalam bentuk kegiatan pengalaman ilmu oleh mahasiswa kepada masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan secara melembaga dan terstruktur sebagai bagian dari pelaksanaan kurikulum pendidikan tinggi, yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa program studi PAI Strata Satu (S1) dengan status intrakurikuler wajib. Penyelenggaraan Program Kuliah Kerja Nyata bertolak pada landasan pemikiran bahwa STAI Syarif Muhammad Raha merupakan bagian dari masyarakat. Eksistensi STAI Syarif Muhammad Raha diharapkan berada di tengah-tengah masyarakat sekaligus menjadi milik masyarakat. Sejalan dengan adanya dinamika masyarakat, maka pelaksanaan KKN disesuaikan dengan kebutuhan yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Begitupun demikian, keluasan kegiatan akan disesuaikan dengan tema yang digarap dalam pelaksanaan kegiatan KKN periode ini. Dalam pelaksanaannya kuliah kerja nyata mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut : 1. Interdisipliner, cross sectoral , dan komprehensif. Pola pikir yang ingin dikembangkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi lembaga dilandasi oleh kenyataan, bahwa hampir setiap persoalan hidup dalam masyarakat mempunyai hubungan satu dengan yang lain (complicated), sehingga penyelesaian dengan pola pendekatan monodisiplin kurang efektif. Kuliah kerja nyata dimaksudkan untuk pengisi kekurangan tersebut dengan memberikan pengalaman cara berfikir interdisipliner, terpadu, dan komprehensif. 2. Berdimensi luas, pragmatis, dan praktis. Kuliah kerja nyata bertolak dari fakta yang ada di masyarakat, serta timbulnya berbagai persoalan di masyarakat perlu adanya pola pikir secara komprehensif dan pragmatis dengan pendekatan lintas ilmu, baik berdemensi eksakta maupun non eksakta, yang berteknologi maupun non teknologi. berbagai disiplin ini dan metode pendekatan sangat menunjang tingkat keberhasilan dalam pemecahan masalah serta pemberian solusi yang

2. bermanfaat. Dengan pembekalan ilmu pengetahuan keagamaan yang diperoleh dari bangku perkuliahan diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran, tenaga, dan lain sebagainya kepada masyarakat. Dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa didorong untuk mengadakan kegiatan di luar bidang studi dan mahasiswa dapat melakukan studi lintas disiplin ilmu dengan teman dari berbagai fakultas lain maupun melakukan diskusi, bertukar pikiran serta pengalaman baik dengan teman maupun masyarakat tempat lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang hasilnya dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, yakni mahasiswa, pemerintah dan masyarakat. 3. Keterpaduan antara pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yang termanifestasikan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui KKN mahasiswa mengenal persoalan masyarakat yang bersifat cross sectoral serta belajar memecahkan masalah dengan pendekatan ilmu (interdisipliner). Mahasiswa perlu menelaah dan merumuskan masalah yang dihadapi masyarakat serta memberikan alternatif pemecahannya (penelitian), kemudian membantu memecahkan dan menanggulangi masalah tersebut. B. Visi dan Misi Visi : 1. Menghasilkan santriwan dan santriwati yang berkualitas dan berwawasan Islami. 2. Menjadikan santri mahir dalam hal Baca Tulis Alquran. 3. Membantu memecahkan masalah / persoalan yang ada di masyarakat Misi : 1. Mengaktifkan kembali TPQ anak-anak Desa Lawada. 2. Meningkatkan kualitas santri dalam hal baca tulis Alquran. 3. Meningkatkan hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. C. Tujuan KKN Kegiatan PPL-KKN terpadu yang diselenggarakan STAI Syarif Muhammad Raha bertujuan : a. Menghasilkan sarjana yang menghayati permasalahan masyarakat dan mampu memberi solusi permasalahan secara pragmatis. 3. b. Memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menerapkan dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai secara interdisipliner ke dalam kehidupan nyata di masyarakat. c. Membentuk kepribadian mahasiswa sebagai kader pembangunan dengan wawasan berfikir yang komprehensif. d. Melatih kemampuan mahasiswa untuk menerapkan teori dan informasi ilmu pengetahuan yang telah diperoleh kepada masyarakat; e. Mengembangkan pemikiran dan wawasan mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah yang berkembang di masyarakat secara interdisipliner dan lintas sektoral; f. Menumbuhkan dan mematangkan jiwa pengabdian kepada masyarakat dan bertanggung jawab terhadap proses pembangunan dan masa depan bangsa, negara dan agama; g. Meningkatkan komunikasi timbal balik antara STAI Syarif Muhammad Raha dengan pemerintah daerah dan masyarakat sehingga mahasiswa dapat lebih berperan dalam pembangunan sesuai dengan masalah yang berkembang di masyarakat. D. Manfaat KKN Kegiatan KKN yang diselenggarakan STAI Syarif Muhammad Raha diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi mahasiswa, masyarakat dan Lembaga STAI Syarif Muhammad Raha. Beberapa manfaat bagi masing-masing komponen yaitu : a. Bagi Mahasiswa 1) Memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam mengelola dan melaksanakan proses manajerial lembaga kemasyarakatan; 2) Menambah pengalaman mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai problem kehidupan masyarakat. b. Bagi Masyarakat 1) Pemberian bantuan pemikiran, tenaga dan spirit dalam pemecahan masalah yang ada di masyarakat; 2) Pola pikir dalam merencanakan, merumuskan, melaksanakan berbagai program kegiatan keagamaan di masyarakat; 4. 3) Tumbuhnya dorongan potensi dan inovasi di kalangan anggota masyarakat setempat dalam upaya memenuhi kebutuhan lewat pemanfaatan ilmu; 4) Meningkatkan hubungan social antara masyarakat dengan STAI Syarif Muhammad Raha. c. Bagi STAI Syarif Muhammad Raha a. Melalui mahasiswa/ dosen pembimbing, diperoleh umpan-balik sebagai pengayaan materi kuliah, penyempurnaan kurikulum, dan sumber inspirasi bagi suatu rancangan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang lain atau penelitian guna pengembangan kegiatan tridarma perguruan tinggi; b. Terjalinnya kerja sama yang lebih baik dengan masyarakat untuk terus secara aktif terlibat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah-tengah masyarakat; c. Diperolehnya bahan masukan bagi peningkatan atau perluasan kerjasama dengan pemerintahan setempat, termasuk dengan instansi vertikal yang terkait. E. Target Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan STAI Syarif Muhammad Raha memiliki target sebagai berikut : 1. Terciptanya kerjasama antara masyarakat dan pemerintah desa dengan Perguruan Tinggi 2. Tersosialisasikannya pengetahuan dan pemahaman mahasiswa melalui kegiatan yang dilakukan di masyarakat 3. Membaca perubahan yang signifikan bagi santri dalam hal baca tulis Alquran 4. Terciptanya interaksi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat 5. Menghasilkan santri-santri yang berkualitas dan berwawasan Islami. F. Lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa STAI Syarif Muhammad Raha berlokasi di Desa Lawada Jaya Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna, Provinsi Sultra. G. Waktu Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlokasi di Desa Lawada Jaya dilaksanakan mulai 24 Mei s/d 24 Juni 2014. 5. BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI 1. Deskripsi Wilayah (Monografi Desa) Desa Lawada Jaya merupakan salah satu desa di Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna dengan luas wilayah 760 Ha yang terbagi dalam II dusun yakni Dusun I Dusun II, dengan batas batas wilayah sebagi berikut : Sebelah utara berbatasan dengan desa Sidomakmur Sebelah Selatan berbatasan dengan desa Wakontu Sebelah Timur berbatasan dengan desa Lakalamba Sebelah Barat berbatasan dengan desa Katangana Adapun jarak Desa Lawada Jaya dari Ibukota Kecamatan 15 kilometer. 2. Potensi Desa Desa Lawada memiliki jumlah penduduk sebanyak 854 jiwa dengan jumlah jiwa laki- laki 435 jiwa sedangkan jumlah perempuan 419 jiwa, yang dihimpun oleh 205 Kepala Keluarga (KK), dengan angka kelahiran 40% pertahun dan anka kematian 20% per tahun. Desa Lawada disisi kehidupan masyarakat menggunakan sistim gotong royong dalam praktek pelaksanaan pembangunan pemerintahan dan kemasyarakatan, mereka selalu mendukung program-program pemerintah dalam pembangunan Desa dan setiap kegiatan terlebih dahulu dimusyawarakan dan dikerjakan secara bersama-sama bila itu memang perlu dan dalam kegiatan kemasyarakatan. Desa Lawada Jaya memiliki beberapa potensi yang dapat dikembangkan sebagai komoditi perekonomian yang terbagi kedalam beberapa jenis potensi seperi Pertanian, peternakan. Sebagian besar lokasi tanah di Desa Lawada digunakan sebagai lahan pertanian. Adapun potensi pertanian yang dimiliki oleh Desa Lawada yaitu berupa tanaman padi (sawah) jagung, umbi-umbian dan tanaman jangka panjang lainnya. Mayoritas penduduk Desa Lawada bekerja sebagai Petani dan masyarakat desa Lawada mayoritas adalah petani 6. padi (sawah). Dimana desa Lawada memiliki potensi dalam bidang pertanian yang didukung oleh kesuburan tanah dan juga masyarakatnya yang giat bekerja, masyarakat desa Lawada memiliki semangat yang tinggi dalam bekerja sehingga masyarakat desa Lawada bisa dikategorikan petani yang sukses. Disamping itu, masyarakat desa Lawada juga memiliki potensi di bidang peternakan, seperti sapi, kambing, dan ayam. Dengan potensi-potensi yang dimiliki tersebut masyarakat desa Lawada bisa mencapai taraf hidup yang maksimal. Sebagaimana yang telah dikemukan sebelumya, bahwa desa Lawada memiliki luas wilayah 760 Ha dengan rincian sebagai berikut : No Luas Yang Terpakai Yang Belum Terpakai 1 760 Ha 420 Ha 340 Ha Tabel 1. Luas wilayah Desa Lawada Jaya Kec. Sawerigadi a. Penggunaan Tanah Sebagian besar lokasi tanah di Desa Lawada digunakan sebagai lahan pertanian sesuai dengan penduduknya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. b. Hasil Produksi pertanian, peternakan Adapun potensi pertanian yang dimiliki oleh desa Lawada yaitu berupa tanaman padi seluas 105 Ha, tanaman ubi seluas 25 Ha, dan tanaman jagung seluas 35 Ha, dan selebihnya adalah tanaman jangka panjang seperti jati, jeruk, rambutan dan lain-lain. Adapun potensi d