Lap. KP PLN

Click here to load reader

  • date post

    25-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    291
  • download

    21

Embed Size (px)

description

nabila bontet tp cantik

Transcript of Lap. KP PLN

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan formal semakin di tuntut kemampuannya untuk menghasilkan lulusan yang terampil, berilmu dan mempunyai wawasan yang luas tentang teknologi serta mampu mengamalkan kemampuan tersebut pada masyarakat maupun dunia kerja. Penerapan dan pemahaman materi kuliah yang diperoleh adalah hal penting untuk di lakukan. Dalam ruang lingkup kampus sangat terbatas untuk melakukannya. Oleh karena itu untuk memberikan gambaran yang luas terhadap cara menerapkan materi kuliah yang diperoleh dibutuhkan sarana penyalur yang baik. Kerja praktek selain sebagai salah satu mata kuliah wajib juga merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan materi kuliah yang dieroleh selama ini.PT. PLN merupakan perusahaan penyedia listrik untuk umum satusatunya di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi PLN adalah mulai terjadinya krisis energi yang mengglobal. Harga bahan bakar minyak di tingkat internasional terus meningkat. Hal ini menyebabkan PLN harus melakukan efisiensi di segala sektor, dan yang paling utama adalah di sektor penyediaan tenaga listrik.Dalam hal ini yang berperan penting dalam susut energi listrik di PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung adalah Bidang Distribusi. Salah satu langkah efisiensi yang dilakukan PT. PLN adalah menekan susut seminimal mungkin, baik susut teknik maupun non teknik. Penekanan susut teknik yang dilakukan oleh PT. PLN Rayon Kayu Agung salah satunya adalah dengan pemeliharaan jaringan listrik semaksimal mungkin, sehingga susut teknik akibat jaringan dapat diminimalisir. Salah satu contoh upaya pemeliharaan jaringan listrik tersebt adalah pemerataan beban dalam program pengurangan susut teknik dengan jalan mengurangi arus balikan yang terjadi pada hantaran netral.

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan Kerja Praktek di PT.PLN (Persero) Rayon Kayu Agung ini adalah :1. Mengetahui sistem dan lingkungan kerja di PT.PLN (Persero) Rayon Kayu Agung.2. Mengetahui dan menambah pengetahuan di bidang kelistrikan melalui ruang lingkup kerja di PLN Kayu Agung.3. Mengaplikasikan dan membandingkan antara teori di kampus dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

1.3 ManfaatAdapun manfaat dari kegiatan Kerja Praktek di PT.PLN (Psersero) Rayon Kayu Agung ini adalah:1. Mendapatkan pengalaman kerja yang dapat diterapkan sebagai modal persiapan untuk memasuki dunia kerja.2. Memahami dan bertambahnya pengetahuan di bidang Kelistrikan.3. Memahami penerapan ilmu teori yang diberikan dikampus dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Kerja Praktek ini berlangsung mulai tanggal 2 Januari sampai dengan tanggal 31 Januari kegiatan di laksanakan di PT.PLN (Persero) Wilayah S2JB Area Palembang Rayon Kayu Agung.

1.5 Ruang Lingkup Permasalahan

Pada pembahasan masalah ini penulis fokus dengan melakukan pengamatan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan bidang yang terintegrasi dengan kelistrikan. Dan dalam hal ini penulis membatasi masalah pada bidang Distribusi di PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung.1.6 Metodologi Pengumpulan Data

Tahapan pengumpulan data diperoleh secara langsung dari objek penelitian. Cara-cara yang mendukung untuk mendapatkan data primer adalah sebagai berikut:1. Studi lapanganStudi ini dilakukan dengan cara pengamatan (observasi) yaitu teknik pengumpulan data dengan cara terjun langsung dalam pekerjaan sehingga diperoleh kebenaran data.2. Studi pustakaStudi kepustakaan yaitu memperoleh data dari buku-buku, modul-modul, internet dan bahan bacaan lain yang berhubungan dengan permasalahan yang dikaji.3. WawancaraDengan metode wawancara, data diperoleh dengan cara mewawancarai pegawai dan karyawan mengenai materi yang berkaitan dengan masalah yang dibahas pada laporan ini.

1.7 Sistematika Penulisan

Laporan Kerja Praktek ini dibagi menjadi 5 Bab. Adapun sistematika penulisan Laporan Kerja Praktek ini adalah:1. Bab I PendahuluanTerdiri dari penjelasan tentang latar belakang, tujuan dan manfaat, ruang lingkup atau batasan masalah, metode penulisan, dan sistematika penulisan laporan.2. Bab II Tinjauan UmumTerdiri dari penjelasan tentang sejarah perusahaan , lokasi, visi, misi, peraturan kerja, dan sistem manajemen di PT.PLN (Persero)3. Bab III Pelaksanaan Kerja PraktekTerdiri dari penjelasan tentang unit kerja praktek, prosedur, dan kegiatan kerja praktek.4. Bab IV Kesimpulan dan SaranBab ini berisi kesimpulan serta saran mengenai kerja praktek yang dilakukan di PT.PLN (Persero) Rayon Kayu Agung dan masalah yang dibahas pada laporan ini.

BAB IIGAMBARAN UMUM

2.1 Sejarah Perusahaan PT.PLNPT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung saat merupakan unit pelayanan jasa ketenagalistrikan untuk wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di bawah naungan PT. PLN (Persero) Area Palembang, Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (WS2JB).PT. PLN (Persero) Area Kayu Agung berlokasi di Jl. Letnan Muchtar Soleh No. 147. PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung berdiri pada tahun 1980 yang diresmikan langsung oleh Kepala PLN Wilayah 4. Semula, PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung melayani wilayah ketenagalistrikan dari Indralaya s.d Tugu Mulyo. Namun pada tahun 2004, dilakukan pemekaran kabupaten, terbentuknya Kabupaten Ogan Ilir sehingga wilayah kerja PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung juga mengalami pemecahan menjadi 3 (tiga), yaitu PT. PLN (Persero) Rayon Indralaya, PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung, dan PT. PLN (Persero) Rayon Tugu Mulyo.PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung melayani wilayah ketenagalistrikan sebanyak 50.202 Pelanggan, 395 Gardu Distribusi, 372.99 KMS Jaringan Tegangan (JTM), dengan Omset Rp. 4,4 Miliar setiap bulannya.

2.4Struktur OrganisasiPT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung dipimpin oleh seorang Manajer Rayon yang dibantu oleh 2 (dua) orang Supervisor, yaitu Supervisor Pelayanan ADM dan Supervisor Teknik. Spv. Pelayanan ADM membawahi kinerja Pelayanan, meliputi Pembacaan Meter, Penagihan Tunggakan, Pemasangan Baru, Perubahan Daya, Keuangan, serta Administrasi. Seangkan Spv. Teknik membawahi kinerja di bidang teknik meliputi Jaringan Distribusi, Gardu Distribusi, Susut Teknis, Pelayanan Teknik dan Gangguan.

Gambar 2.1 Strukrur Organisasi PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung

BAB IIIPELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

3.1 Unit Kerja PraktekKerja praktek ini dilaksanakan dari tanggal 02 Januari 2013 hingga tanggal 31 Januari 2013 di PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung pada bidang Teknik Distribusi. Teknik Distribusi dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :1. Jaringan Distribusi2. Transaksi Energi Distribusi

Setiap bagian dari Teknik Distribusi mempunyai tugas kerja masing-masing sesuai target kinerja. Adapun tugas dari tiap bagian yaitu:

1. Jaringan DistribusiTugas kerja dalam bagian ini meliputi sistem kelistrikan mulai dari Gardu Induk Tegangan Menengah (TM), Gardu Hubung (GH), Kubikel TM/TR, Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Gardu Distribusi dan Jaringan Tegangan Rendah sampai ke Sambungan Rumah Pelanggan.

2. Transaksi Energi DistribusiTugas kerja dalam bagian ini meliputi sistem transaksi energi yang berupa pencatatan meter, baik meter pelanggan TR, TM atau TT. Bagian ini banyak berhubungan dengan alat ukur ( Kwh Meter 1 fasa, 3 Fasa, Kvarh Meter dll) dan proteksi (CT, PT, Relay, LBS, CB dll.)

3.2 Kegiatan Kerja yang dilakukanAdapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama Kerja Praktek di PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung, yaitu:

Table 3.1 . Daftar Kegiatan Kerja PraktekNo.Hari / TanggalLokasi / AlamatUraian PekerjaanKeterangan

1.Rabu / 2-1-2013Kantor PLN Rayon Kayu Agung, Ds. Pangarayan & Ds. Tanjung LubukPengenalan Sistem kelistrikan Kayu Agung, Penggantian Kwh Meter 3 Fasa AMRisasiBTS Telkomsel Tj. Lubuk dan SMK Negeri 2 KA

2.Kamis / 3-1-2013K.383 / Jl. Guru-guruPerbaikan NH Holder dan Kabel Puding TRPecah Beban JTR

3.Jumat / 4-1-2013Jl. Let Muchtar SolehSurvei Jaringan Tegangan MenengahUsulan Pembesaran Penampang SUTM Penyulang Krakatau Jurusn Cempaka

4.Senin / 7-1-2013Tulung SelapanPenggantian Kwh Meter Semi Elektronik Ke Analog100 Kwh Meter Analog

5.Selasa / 8-1-2013Tulung SelapanPenggantian Kwh Meter Semi Elektronik Ke Analog100 Kwh Meter Analog

6.Rabu / 9-1-2013Tulung SelapanPenggantian Kwh Meter Semi Elektronik Ke Analog100 Kwh Meter Analog

7.Kamis / 10-1-2013K.270 / Ds. KandisPenggantian FCO Trafo2 Buah FCO Sambung Langsung

8.Jumat / 11-1-2013Jl. Kayu Agung InderalayaSurvei JTM Penyulang Krakatau dan KerinciSurvei Tanam Tumbuh mendekati SUTM

9.Senin / 14-1-2013Ds. MangunjayaPenggantian Kwh Meter 3 Fasa AMRisasiBTS Telkomsel dan BTS XL

10.Selasa / 15-1-2013Kecamatan CempakaSurvei GPS Jaringan SUTMPenyulang Krakatau Jurusan Cempaka

11.Rabu / 16-1-2013Kecamatan CempakaSurvei GPS Jaringan SUTMPenyulang Krakatau Jurusan Cempaka

12.Kamis / 17-1-2013Kecamatan CempakaSurvei GPS Jaringan SUTMPenyulang Krakatau Jurusan Cempaka

13.Jumat / 18-1-2013Kecamatan PampanganPemasangan Fault IndicatorJurusan Menggeris

14.Senin / 21-1-2013K.11 Ds. Sungai PinangPemerataan Beban Gardu DistribusiPecah Beban JTR

15.Selasa / 22-1-2013Kecamatan PampanganSurvei GPS Jaringan SUTMPenyulang Arwana

16.Rabu / 23-1-2013Kecamatan PampanganSurvei GPS Jaringan SUTMPenyulang Arwana

17.Jumat / 25-1-2013Kecamatan PampanganSurvei GPS Jaringan SUTMPenyulang Arwana

18.Senin / 28-1-2013Tanjung RancingPencatatan stand Kwh Meter bermasalahPencatatan menggunakan Smartphone

19.Selasa / 29-1-2013Tanjung RancingPencatatan stand Kwh Meter bermasalahPencatatan menggunakan Smartphone

20.Rabu / 30-1-2013Jl. Lintas TimurPemeliharaan LBS Wisata MinangPenyulang Kerinci Jur. Wisata Minang

21.Kamis / 31-1-2013K.12 Ds. Sungai PinangPemerataan Beban Gardu DistribusiPecah Beban JTR

3.3 Hasil pelaksanaan kerja praktekPelaksanaan kerja praktek yang dilakukan tanggal 02 Januari 2013 sampai dengan 31 Januari 2013 di PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung, mahasiswa mendapatkan hasil dengan data sebagai berikut: Tanggal 1 28 Desember 2012Mahasiswa mengajukan proposal Kerja Praktek dan disetujui untuk melakukan Kerja Praktek di PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung mulai tanggal 02 Januari 2013 sampai dengan tanggal 31 Januari 2013 Tanggal 02 Januari 2013Mahasiswa diperkenalkan pada Sistem Kelistrikan Distribusi Pada wilayah Kerja PT. PLN (Persero) Rayon Kayu Agung Mulai dari GH Kayu Agung, beberapa Jurusannya dan gardu-gardu distribusi yang ada di kota Kayu Agung dan Pemasangan Kwh Meter 3 fasa AMRisasi.

Gambar 3.1 Single Line Diagram Sistem Kelistrikan PLN Rayon Kayu AgungSistem Kelistrikan PLN Rayon Kayu Agung Terdiri Dari Gardu Induk (GI), SUTM Penyulang (Incoming), Gardu Hubung (GH), Jurusan Penyulang ( Outgoing), Jaringan tegangan Menengah, Gardu Distribusi 20 Kv/380 V, Jaringan Tegangan Rendah, Sambungan Rumah, Serta proteksi di setiap bagian sistem.Di setiap jurusan penyulang outgoing GH mempunyai single line diagram masing-masing. Berikut Single line setiap outgoing GH di PLN Kayu Agung :

Gambar 3.2 Single Line Jurusan Kota Penyulang Krakatau

Gambar 3.3 Single Line Jurusan Cempaka Penyulang Krakatau

Gambar 3.4 Single Line Jurusan Wisata Minang Penyulang Kerinci

Gambar 3.5 Single Line Jurusan Sungai Pinang Penyulang Kerinci

Gambar 3.6 Single Line Jurusan SP. Padang Penyulang Kerinci

Gambar 3.7 Single Line Jurusan Pampangan Penyulang ArwanaKWH Meter adalah alat penghitung pemakaian energi listrik. Alat ini bekerja menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut menggerakan piringan yang terbuat dari alumunium. Pengukur Watt atau Kwatt, yang pada umumnya disebut Watt-meter/Kwatt meter disusun sedemikian rupa, sehingga kumparan tegangan dapat berputar dengan bebasnya, dengan jalan demikian tenaga listrik dapat diukur, baik dalam satuan WH (watt Jam) ataupun dalam Kwh (kilowatt Hour). KWH Meter dibagi menjadi 2, KWH meter 1 fasa dan KWH Meter 3 Fasa.Automatic Meter Reading (AMR) adalah sistem pembacaan meter jarak jauh secara otomatis, terpusat dan terintegrasi dari ruang kontrol melalui media komunikasi telepon publik (PSTN), telepon selular (GSM), PLC atau gelombang radio, menggunakan software tertentu tanpa terlebih dahulu melakukan pemanggilan (dial up) secara manual. Sistem AMR diterapkan pada pelanggan potensial dengan daya terpasang diatas 197 kVA.Konfigurasi peralatan yang digunakan :1. meter elektronik atau digital yang dipasang di pelanggan2. modem dan saluran telepon3. komputer yang terdapat diruang control

Dengan dipasangnya AMR pada pelanggan maka pemakaian kwh oleh pelanggan dapat dipantau / dibaca setiap saat dari kantor PLN dengan hasil yang lebih akurat dengan bantuan aplikasi komputer sehingga kesalahan baca yang dilakukan pertugas tidak akan terjadi dan kepercayaan pelanggan kepada PLN dapat tetap terjaga.Cara Kerjanya : Awalnya, pembacaan meter dilakukan dengan menggunakan kabel (wired) atau direct dialling/reading. Komputer terhubung ke meter dengan menggunakan kabel komunikasi (RS-232 atau RS-485) atau optical probe jika pembacan dilakukan di lapangan. Namun belakangan ini, banyak teknologi komunikasi yang dapat digunakan oleh sistem AMR. Seperti PSTN (telpon rumah), GSM, Gelombang Radio, PLC (Power Line Carrier), dan terakhir, memungkinkan pembacaan meter menggunakan LAN/WAN/WIFI untuk meter yang sudah support TCP/IP. Digital KWH meter ini dikontrol oleh sebuah mikrokontroler dengan tipeAVR90S8515 dan menggunakan sebuah sensor digital tipe ADE7757 yang berfungsi untuk membaca tegangan dan arus (dengan beban mencapai 500 Watt) untuk mengetahui besar energi yang digunakan pada instalasi rumah. Seven Segment sebagai penampil data besaran energi listrik yang digunakan di rumah.Dari komponen-komponen tersebut dihasilkan sebuah KWH meter moderen dengan tampilan digital yang dapat mengukur besaran penggunaan energi, dengan batasan maksimal beban 500 watt. Dengan sebuah system pembayaran moderen membeli sebuah voucher elektronik, berisi besaran digital (berfungsi sebagai pulsa) sebagai pembanding besaran energi yang digunakan. Secara otomatis sistem ini memutuskan tegangan rumah bila besaran tersebut mencapai nilai 0. Seluruh rangkaian membutuhkan daya 446,5mW diharapkan tidak merugikan PLN.

Gambar 3.8 KWH Meter 3 Fasa AMR

Tanggal 03 Januari 2013Mahasiswa mengikuti pemeliharaan gardu distribusi di K.383 Jalan Guru-guru Kayu Agung. Pemeliharaan tersebut meliputi perbaikan NH Holder dan Perbaikan Kabel Puding TR.Gardu Distribui merupakan salah satu komponen dari suatu system distribusi yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan ke konsumen atau untuk membagikan / mendistribusikan tenaga listrik pada beban / konsumen, baik konsumen tegangan menengah maupun konsumen tegangan rendah. Transformator distribusi digunakan untuk menurunkan tegangan listrik dari jaringan distribusi tegangan menengah menjadi tegangan terpakai pada jaringan distribusi tegangan rendah (step down trafo) ; misalkan tegangan 20 KV menjadi tegangan 380/220 V.Berikut Single Line Diagram Gardu Distribusi :

Gambar 3.9 Gardu DistribusiPerbaikan / pemeliharaan NH Holder dikarenakan NH Holder tersebut telah rusak akibat korona dan konsleting arus. NH Holder yang diganti ada 2 buah. Begitu pula dengan kabel pudding TR, diganti karena kabel telah rusak akibat beban lebih pada kabel tersebut.

Gambar 3.10 NH Holder & Kabel Puding TR1. Tanggal 04 Januari 2013 Mahasiswa melakukan Survei Jaringan Tegangan Menengah Penyulang Krakatau Jurusan Cempaka di kota Kayu Agung. Survei dilakukan untuk mengetahui jarak jaringan dan ukuran kabel SUTM yang akan di usulkan untuk pembesaran penampang SUTM dari 3 x 35 mm2 menjadi 3 x 150 mm2.Berikut Hasil Survei JTM Jurusan Cempaka :

Gambar 3.11 Hasil Survei SUTM Jurusan CempakaPembesaran penampang dari 3 x 35 mm2 menjadi 3 x 150 mm2 dilakukan karena semakin besar luas penampang, maka aka semakin kecil tahanan kabel, sehingga losses atau susut tegangan jaringan akan semakin kecil. Sesuai Rumus :R = . L / ADimana R = Tahanan / resistansi = Massa jenis penghantarL = PanjangA = Luas penampang penghantar Tanggal 07 Januari 2013Mahasiswa bersama tim HAR APP Kayu Agung melakukan penggantian kwh meter semi elektronik ke kwh meter analog pada daerah yang mengalami tegangan drop > 160 Volt di Kecamatan Tulung Selapan.Jenis- Jenis Kwh MeterApabila dilihat dari cara kerjanya, KWH Meter dibedakan menjadi :1. KWH meter Analog2. KWH meter DigitalUntuk Penjelasannya dapat dilihat dibawah ini :1. KWH meter AnalogAdapun bagian-bagian utama dari sebuah KWH meter Analog antara lain, sebagai berikut :1. kumparan tegangan2. kumparan arus3. piringan aluminium4. magnet tetap5. gear mekanik yang mencatat jumlah perputaranpiringan aluminium6. Bendera pengereman berfungsi mengatur piringan pengujian beban nol pada tegangan normal.7. Lidah pengereman adalah merupakan pasangan dengan bendera(8).Posisi lidah pengereman dan bendera pengereman harus tepat sehingga: Pada beban nol,tegangan norminal piringan berhenti pada saat posisi mereka berdekatan. Tetapi arus mula (0,5 % Id) piringan harus dapat berputar > 1 putaran.

Gambar 3.12 Kwh Meter Analog2. KWH Meter DigitalKWH Meter digital digunakan untuk mengatasi kelemahan dari KWH Meter analog. Adapun kelebihan dari KWH Meter Digital antara lain sebagai berikut : Sistem pembayarannya dengan sistem prabayar, dengan sistem prabayar menggantikan cara pembayaran umumnya, dengan menggunakan kartu prabayar elektronik pengganti tagihan bulanan. KWH meter denan tampilan digital yang menyala dan berukuran cukup besar. Akurasi perhitungan KWH, tidak adanya tunggakan pembayaran tagihan listrik, kemudahan memutus sambungan listrik pelanggan yang melakukan tunggakan tagihan dengan menggunakan alat yang bisa di set up dari jarak maximal 200 meter.

Gambar 3.13 Kwh Meter Elektronik Tanggal 10 Januari 2013Mahasiswa bersama tim HAR Jaringan Kayu Agung melakukan perbaikan / pemeliharaan Gardu distribusi, penggantian FCO rusak di gardu K.270 Ds Kandis.Fuse cut out atau biasa disingkat FCO adalah peralatan proteksi yang bekerja apabila terjadi gangguan arus lebih. Alat ini akan memutuskan rangkaian listrik yang satu dengan yang lain apabila dilewati arus yang melewati kapasitas kerjanya. Kerja FCO adalah ketika terjadi gangguan arus maka fuse pada cut out akan putus, seperti yang ada pada SPLN 64 tabung ini akan lepas dari pegangan atas, dan menggantung di udara, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke sistem.Adapun cara perlindungannya adalah dengan melelehkan fuse link, sehingga dapat memisahkan antara bagian yang sehat dan yang terganggu. Sedangkan fuse link itu sendiri adalah elemen inti dari FCO yang terletak di dalam fuse holder dan mempunyai titik lebur tertentu. Jika beban jaringan sesudah FCO menyentuh titik lebur tersebut, maka fuse link akan meleleh dan akan memisahkan jaringan sebelum FCO dengan jaringan sesudah FCO.Cut Out biasanya digunakan pada jaringan distribusi 20 kV untuk proteksi trafo distribusi dari arus lebih akibat hubung singkat,dan juga diletakkan pada percabangan untuk proteksi jaringan.Namun ada kelemahan dari pengaman jenis ini, yaitu penggunaannya terbatas pada penyaluran daya yang kecil, serta tidak dilengkapi dengan alat peredam busur api yang timbul pada saat terjadi gangguan hubung singkat. Gambar 3.14 Fuse Cut Out Tanggal 11 Januari 2013Mahasiswa bersama tim Supervisor Teknik Rayon Kayu Agung melakukan survei jaringan tegangan menengah untuk melihat keadaan tanam tumbuh yang telah mendekati SUTM guna mencegah terjadinya gangguan SUTM akibat tanam tumbuh. Setelah survei akan dilaksanakan pekerjaan pampas pohon. Tanggal 14 Januari 2013Mahasiswa bersama staf Distribusi Rayon Kayu Agung melanjutkan pekerjaan pemasangan Kwh meter AMRisasi di BTS Telkomsel dan XL Ds. Mangunjaya. Tanggal 14-16 Januari 2013Mahasiswa bersama staf Distribusi Rayon Kayu Agung melakukan survei SUTM Penyulang Krakatau Jurusan Cempaka menggunakan GPS untuk mendukung sistem GIS pada distribusi PLN Area Palembang.GIS (Geographic Information System) adalah suatu perangkat untuk mengumpulkan, menyimpan, menampilkan, dan mengkorelasikan data spatial dari fenomena geografis untuk dianalisis, dan hasilnya dikomunikasikan kepada pemakai data, bagi keperluan pengambilan keputusan. KOMPONEN GIS (GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM)

Gambar 3.15 Komponen GISSistem Pemosisi Global [1] (bahasa Inggris: Global Positioning System (GPS)) adalah sistem untuk menentukan letak di permukaan bumi dengan bantuan penyelarasan (synchronization) sinyal satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan letak, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS antara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS).[2] Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun,[3] termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital.

Gambar 3.16 Global Positioning System ( GPS ) Tanggal 18 Januari 2013Mahasiswa bersama Tim Har Jaringan melakukan pemasangan Fault Indicator di SUTM Penyulang Arwana Jurusan Menggeris. Fault Indicator dipasang untuk memudahkan lokalisir daerah gangguan, karena bila terjadi gangguan di jurusan tersebut, lampu indikator akan menyala. Petugas akan lebih mudah untuk mengisolir daerah gangguan. Gambar 3.17 Fault Indicator SUTM

Tanggal 21 Januari 2013Mahasiswa bersama Tim Har Jaringan melakukan pekerjaan pemerataan beban gardu K.11 Ds. Sungai Pinang. Pemerataan beban gardu dilakukan untuk menurunkan losses jaringan. Apabila beban gardu tidak seimbang maka arus netral akan semakin besar. Semakin besar arus netral maka semakin besar losses terjadi, karena arus pada netral tidak terukur dalam pengukuran yg dilakukan PLN. Untuk menentukan titik keseimbangan pembebanan pada trafo satu fasa atau tiga fasa dengan daya yang berbeda kita perlu menentukan presentase pembebanan tiap fasa, kemudian dari hasil presentase pembebanan per-fasa tersebut kita dapat mengetahui pola pembebanan trafo tersebut sudah seimbang sesuai dengan kapasitas masing-masing trafo tersebut atau belum. Untuk selanjutnya presentase beban per- fasa tersebut diseimbangkan dengan menggunakan presentase total beban trafo sebagai titik keseimbangan pembebanan. Pemerataan beban bisa dilakukan di dalam Rak PHB TR dengan cara merubah kabel puding jurusan pada rel busbar. Tetapi itu tidak bisa dilakukan apabila ada pelanggan dari gardu tersebut yang mempunyai beban bersifat motor seperti PDAM. Pemerataan beban juga dilakukan dengan membagi beban pada JTR dan memindahkan Sambungan Rumah (SR) dari fasa yang berbeban berat ke fasa yang berbeban lebih ringan.Setelah dilakukan pemerataan beban, ukurlah beban gardu tersebut pada saat beban puncak untuk mengevaluasi hasil pekerjaan pemerataan beban. Apabila beban telah mendekati seimbang, maka pasti nilai arus pada netral akan semakin kecil. Semakin kecil arus netral semakin kecil losses pada gardu tersebut. Tanggal 22-25 Januari 2013Mahasiswa bersama staf Distribusi Rayon Kayu Agung melakukan survei SUTM Penyulang Arwana mulai dari GH SP Padang sampai Tulung Selapan menggunakan GPS untuk mendukung sistem GIS pada distribusi PLN Area Palembang.

Tanggal 28-29 Januari 2013Mahasiswa bersama tim catat meter PLN Rayon Kayu Agung melakukan pencatatan kwh meter yang bermasalah menggunakan pencatatan sistem smartphone.Pola pencatatan kwh meter PLN tidak lagi mencatat secara manual, sekarang pencatatan menggunakan smartphone yang berbasis android dimana sang pencatat meter langsung mencatat angka stand kwh meter di smartphone tersebut,lalu angka stand tersebut akan langsung terkirim ke server pencatat meter. Pencatatan menggunakan smartphone juga dilengkapi dengan foto, jadi tidak akan ada lagi kesalahan catet meter dan langsung ada bukti foto dari lapangan.

Gambar 3.18 Petugas catat meter menggunakan Smartphone

Tanggal 30 Januari 2013Mahasiswa bersama Tim Har Jaringan melakukan pekerjaan pemeliharaan LBS Wisata minang di Jl. Lintas timur.Swich pemutus beban (Load Break Switch, LBS) merupakan saklaratau pemutus arus tiga fase untuk penempatan di luar ruas pada tiangpancang, yang dikendalikan secara elektronis. Switch dengan penempatandi atas tiang pancang ini dioptimalkan melalui control jarak jauh dan skemaotomatisasi. Swich pemutus beban juga merupakan sebuah sistempenginterupsi hampa yang terisolasi oleh gas SF6 dalam sebuah tangki bajaanti karat dan disegel. Sistem kabelnya yang full-insulated dan sistempemasangan pada tiang pancang yang sederhana yang membuat prosesinstalasi lebih cepat dengan biaya yang rendah.Sistem pengendalianelektroniknya ditempatkan pada sebuah kotak pengendali yang terbuat daribaja anti karat sehingga dapat digunakan dalam berbagai kondisilingkungan. Panel pengendali (user-friendly) dan tahan segala kondisi cuaca.Sistem monitoring dan pengendalian jarak jauh juga dapat ditambahkantanpa perlu menambahkan Remote Terminal Unit (RTU).Konstruksi dan Operasi Load Break Switch dan Sectionaliser diuraikansebagai berikut. Load Break Swicth menggunakan puffer interrupter didalam sebuah tangki baja anti karat yang dilas penuh yang diisi dengan gasSF6. Interrupter tersebut diletakkan secara berkelompok dan digerakkanoleh mekanisme pegas. Ini dioperasikan baik secara manual maupundengan sebuah motor DC dalam kompartemen motor di bawah tangki.Listrik motor berasal dari batere-batere 24V dalam ruang kontrol.Transformer-transformer arus dipasang di dalam tangki dan dihubungkan keelemen-elemen elektronik untuk memberikan indikasi gangguan dan linemeasurement. Terdapat bushing-bushing epoksi dengan transformertegangan kapasitif, ini terhubung ke elemen-elemen elektronik untukmemberikan line sensing dan pengukuran. Elemen-elemen elektronik kontrolterletak dalam ruang kontrol memiliki standar yang sama yang digunakanuntuk mengoperasikan swicthgear intelijen, yang dihubungkan ke swicthgeardengan kabel kontrol yang dimasukkan ke Swicth Cable Entry Module(SCEM) yang terletak di dalam kompartemen motor.

Gambar 3.19 Load Breaking Switch (LBS) SF6

Tanggal 30 Januari 2013Mahasiswa bersama Tim Har Jaringan melakukan pekerjaan pemerataan beban gardu K.12 Ds. Sungai Pinang.

BAB IVKESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

34

A3C 3x70 mm2 7,78 kms

PT. PLN (PERSERO)AREA PALEMBANGRAYON KAYUAGUNG

PT. PLN (PERSERO)CABANG PALEMBANGRANTING KAYUAGUNG

AKTIVA

NAMA

PARAF

DIPERIKSA

AGUS

FIRDAUS

A. RAHMAN

DIUSULKAN

DIPERIKSA

PT. PLN (PERSERO)CABANG PALEMBANGRANTING KAYUAGUNG

AKTIVA

NAMA

PARAF

DIPERIKSA

MANAJER

JUNIYARDI

DIGAMBAR

PAIZAL MW

IRFAN

SINGLE LINE DIAGRAM PENY. ARWANAKANTOR PELAYANAN PAMPANGAN