Organisasi PLN

download Organisasi PLN

of 44

  • date post

    08-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    991
  • download

    48

Embed Size (px)

description

Organisasi PLN

Transcript of Organisasi PLN

  • Sosialisasi Perubahan Organisasi PT PLN (Persero) Agustus 2015

    Divisi Pengembangan Organisasi PT PLN (Persero)

  • LATAR BELAKANG MENGAPA ORGANISASI PLN HARUS BERUBAH ?

  • Visi, Misi, RJPP, Penugasan Pemerintah : - 35.000 MW - + 45.000 kms Kebutuhan dana Rp 1200 T Pertumbuhan demand - Penjualan naik 16.200 GWh/thn, - Pelanggan baru 2,3 jt/thn - RE dari 84% menjadi 97%. Operasi : - Kecukupan & Keandalan - Kecepatan pelayanan - Pengembangan daerah Konstruksi : - Perijinan dan pertanahan - Keakuratan FS, Disain - Pengawasan konstruksi - Kecepatan pembangunan Tantangan daerah - 1.922.570 km daratan - 2.342 pulau berpenghuni Keuangan : - Akuntabilitas

    Dirut 17 Juni 2015 Strategy : Hulu ke Hilir, Akuntabel, Fokus, Cepat

    Dasar pikir Struktur Organisasi - Mampu melaksanakan proyek 35.000 MW - Mampu mengelola pertumbuhan kelistrikan seluruh Indonesia - Mampu memberdayakan local resources - Cepat dalam mengambil keputusan - Akuntabel hulu ke hilir (end to end)

    Strategi korporat menghadapi tantangan kedepan

  • Sesuai Kepdir (Sirkuler) No. 001/DIR/2015 Tgl 6 Januari 2015 Tentang Pembagian Sementara Tugas dan Wewenang Anggota Direksi PLN

    DIREKTUR (OPERASI JAWA

    BALI) Supangkat Iwan S

    DIREKTUR (OPERASI LUAR

    JAWA BALI) Amir Rosidin

    DIREKTUR (PENGADAAN & ENERGI PRIMER)

    Amin Subekti

    DIREKTUR (KONSTRUKSI &

    EBT) Nasri Sebayang

    DIREKTUR (PERENCANAAN &

    PEMBINAAN AFILIASI) Murtaqi Syamsuddin

    DIREKTUR (SDM & UMUM)

    Sofyan Basir (dirangkap)

    DIREKTUR (KEUANGAN)

    Sarwono Sudarto

    DIVISI PEMBANGKITAN

    JAWA-BALI

    DIVISI PEMBANGKITAN

    SUMATERA

    DIVISI TRANSMISI JAWA-

    BALI-SUMATRA

    DIVISI KONSTRUKSI PEMBANGKIT

    DIVISI KONSTRUKSI

    JARINGAN

    DIVISI PEMBANGKITAN

    INDONESIA TIMUR

    DIVISI TRANSMISI

    INDONESIA TIMUR

    DIVISI DISTRIBUSI & PELAYANAN PELANGGAN

    INDONESIA TIMUR

    DIVISI BATUBARA

    DIVISI GAS DAN BBM

    DIVISI PERENCANAAN PENGADAAN

    STRATEGIS, ENJINIRING &TEKNOLOGI

    DIVISI PENGADAAN

    STRATEGIS

    DIVISI PENGADAAN

    IPP

    DIVISI BISNIS & TRANSAKSI

    TENAGA LISTRIK

    DIVISI PERENCANAAN

    KORPORAT

    DIVISI PERENCANAAN

    SISTEM

    DIVISI ENERGI BARU DAN

    TERBARUKAN

    DIVISI PENGEMBANGAN

    ORGANISASI

    DIVISI PENGEMBANGAN

    SISTEM SDM

    DIVISI PENGEMBANGAN SDM & TALENTA

    DIVISI UMUM &

    MANAJEMEN KANTOR PUSAT

    DIVISI KEUANGAN KORPORAT

    DIVISI PERENCANAAN & PENGENDALIAN

    ANGGARAN

    DIVISI PERBENDAHARAAN

    DIVISI AKUNTANSI, PAJAK

    & ASURANSI

    DIVISI SISTEM INFORMASI

    DIVISI ADMINISTRASI KONSTRUKSI

    DIREKTUR UTAMA

    Sofyan Basir

    DIREKTUR (NIAGA, MANAJEMEN

    RISIKO & KEPATUHAN)

    Nicke Widyawati

    DIVISI NIAGA

    DIVISI MANAJEMEN

    RISIKO

    DIVISI DISTRIBUSI & PELAYANAN PELANGGAN

    DIVISI DISTRIBUSI & PELAYANAN PELANGGAN JAWA-BALI

    SATUAN PENGAWAS INTERN

    SEKRETARIAT PERUSAHAAN

    SATUAN PELAYANAN HUKUM

    KORPORAT

    SATUAN PENGENDALIAN

    KINERJA KORPORAT

    DIVISI PERTANAHAN DAN

    KELEMBAGAAN

    DIVISI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

    UNIT INDUK PEMBANGKITAN

    UNIT INDUK PENYALURAN &

    PENGATUR BEBAN

    UNIT INDUK WILAYAH

    UNIT INDUK DISTRIBUSI

    UNIT INDUK PEMBANGUNAN

    USAHA PATUNGAN

    ANAK PERUSAHAAN

    UNIT INDUK PUSAT-PUSAT

    Direksi 8 + 1

    Divisi / Satuan 37

    Unit 47

    Kekuatan Organisasi :

    Review Organisasi PLN

    Regional

  • NAD

    BABEL

    LAMPUNG

    S2JB

    KALBAR

    KALSELTENG

    KALTIM

    MALUKU

    SULUTENGGO

    SULSERABAR

    NTB NTT JATIM

    JATENG JABAR

    JAYA

    BALI Operasi Jawa Bali

    Operasi Luar Jawa Bali

    EPC KIT : 5.214 MW TRS : 34.611 kms GI : 42.706 MVA

    Review organisasi PLN : Beban Operasi tidak merata

    Pendapatan Rp 53T Aset Rp 136T Pelanggan 19,9juta Luas 1.775.713m2 Pulau 16.333

    Pendapatan Rp 184T Aset Rp 264T Pelanggan 37,1juta Luas 135.218m2 Pulau 1.171

    EPC KIT : 5.019 MW TRS : 10.784 kms GI : 67.883 MVA

    77% Pendapatan di Jawa Bali (Rp 184T) 66% Aset di Jawa Bali (Rp 264T) 74% Pelanggan di Jawa Bali (37 Jt) 90% Luas area di Luar Jawa Bali 93% Banyak pulau di Luar Jawa Bali 77% Transmisi akan dibangun di Luar

    Jawa Bali

  • Review organisasi PLN

    Beban tidak merata :

    2 Direktorat menangani operasi dengan beban biaya operasi Rp 277T, aset Rp 660T, pelanggan 57 juta

    1 Direktorat Konstruksi menangani konstruksi pembangkit 10 GW dan 46.000 kms transmisi

    1 Direktorat Pengadaan menangani pengadaan CAPEX dan OPEX dengan nilai > Rp 200 Trilyun

    Direktorat NRK tidak memiliki integrasi yang jelas antar Divisi dibawahnya.

    Direktorat tidak bertanggungjawab pada proses bisnis hulu ke hilir yang tegas sehingga mengakibatkan adanya silo, lamban dan pertanggungjawaban yang

    samar.

    Unit yang berada dibawah BOD mengakibatkan

    akuntabilitas pertanggung jawaban tidak berada

    pada satu Direktur.

    Masih terdapat tumpang tindih dan ketidakjelasan

    fungsi yang memperlambat pekerjaan

  • SEJARAH ORGANISASI PLN KONSEP ORGANISASI FUNGSIONAL DAN REGIONAL PERNAH DITERAPKAN PLN

  • Organisasi PLN 2008 : Regional

    2 Regional

  • Organisasi PLN 2010 : Regional

    3 Regional

    Jawa Bali

    Indonesia Timur

    Indonesia Barat

  • Organisasi PLN 2012 : Regional

    3 Regional

  • ARAHAN CEO HULU KE HILIR DAN CEPAT DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN STRUCTURE FOLLOW STRATEGY

  • Arahan CEO PLN tentang Organisasi kedepan

  • - Mampu melaksanakan proyek 35.000 MW

    - Mampu mengelola pertumbuhan kelistrikan seluruh Indonesia

    - Mampu memberdayakan local resources

    - Cepat dalam mengambil keputusan

    - Akuntabel hulu ke hilir (end to end)

    - Bertanggungjawab keseluruhan dalam satu wilayah

    - Terdapat fungsi korporasi yang mendukung regional

    Dengan philosophy tersebut, maka organisasi yang dirancang adalah organisasi dengan fungsi

    operasional dan bisnis yang disesuaikan dengan karakteristik daerahnya.

    Daerah-daerah tertentu dikelola oleh seorang Direktur yang bertanggungjawab mulai dari

    konstruksi, operasi pembangkit, transmisi dan distribusi (end to end).

    Dengan demikian akuntabilitas pengelolaan kelistrikan daerah ada pada seorang Direktur

    Dengan mempertimbangkan pembagian beban dan

    tanggungjawab, maka struktur organisasi PLN dirancang berupa :

    - Direktorat yang bertanggung jawab pada fungsi

    korporat dan - Direktorat yang bertanggungjawab pada fungsi

    Bisnis Regional (end to end)

    Structure Follows Strategy

    Strategi Korporat Struktur Organisasi

  • DISAIN ORGANISASI INTEGRASI FUNGSI KORPORAT DAN FUNGSI REGIONAL

  • DIREKTUR (REGIONAL)

    DIREKTUR UTAMA

    FUNGSI PERENCANAAN

    KORPORAT

    FUNGSI PENGADAAN

    FUNGSI REGIONAL

    FUNGSI PENGEMBANGAN

    REGIONAL

    FUNGSI KONSTRUKSI

    REGIONAL

    FUNGSI OPERASI

    REGIONAL

    Konsep Organisasi : Integrasi Fungsi Korporat dan Fungsi Regional

    Hulu ke hilir (end to end) konstruksi sampai operasi

    DIVISI PENGEMBANGAN

    REGIONAL

    FUNGSI PEMBANGUNAN

    (UNIT) Jalur komando Jalur koordinasi

    FUNGSI OPERASI PEMBANGKIT

    (UNIT)

    FUNGSI OPERASI TRANSMISI

    (UNIT)

    FUMNGSI OPERASI DISTRIBUSI

    (UNIT)

    Fungsi Regional : bertanggungjawab secara keseluruh dalam suatu wilayah

    Fungsi Korporat : Support

  • ORGANISASI PLN BARU MENGAKOMODASIKAN CORPORATE FUNCTION DAN BISNIS REGIONAL

  • PEMBAGIAN FUNGSI ORGANISASI

    DIREKTUR UTAMA

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL JAWA

    BAGIAN TENGAH-

    DIREKTORAT PERENCANAAN

    KORPORAT

    DIREKTORAT

    KEUANGAN

    DIREKTORAT HUMAN CAPITAL MANAGE

    MENT

    DIREKTORAT

    BISNIS REGIONAL SUMATERA

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL JAWA

    BAGIAN TIMUR DAN

    BALI

    DIREKTORAT PENGADAAN

    KORPORAT

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL KALIMANTAN

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL MALUKU PAPUA

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL JAWA

    BAGIAN BARAT

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL SULAWESI

    NUSA TENGGARA

    FUNGSI KORPORAT

    FUNGSI BISNIS

    REGIONAL

    Bertanggung jawab mulai dari konstruksi, operasi pembangkit, transmisi dan distribusi (end to end). Dengan demikian akuntabilitas pengelolaan kelistrikan daerah ada pada seorang Direktur

    Bertanggung jawab sebagai fungsi korporasi dan penunjang untuk mendukung operasional seluruh regional

  • STRUKTUR ORGANISASI FUNGSI KORPORAT Peraturan Direksi No. 0015.P/DIR/2015 tgl 18 Agustus 2015

  • STRUKTUR ORGANISASI FUNGSI BISNIS REGIONAL Peraturan Direksi No. 0015.P/DIR/2015 tgl 18 Agustus 2015

  • Organisasi PLN Peraturan Direksi No. 0015.P/DIR/2015 tgl 18 Agustus 2015

    DIREKTUR

    PERENCANAAN

    KORPORAT

    DIREKTUR

    PENGADAAN

    DIREKTUR

    HUMAN

    CAPITAL

    MANAGEMENT

    DIREKTUR

    KEUANGAN

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    SUMATRA

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    MALUKU &

    PAPUA

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    SULAWESI &

    NUSA

    TENGGARA

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    KALIMANTAN

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    JAWA BAGIAN

    TIMUR & BALI

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    JAWA BAGIAN

    TENGAH

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    JAWA BAGIAN

    BARAT

    SATUAN PENGAWASAN

    INTERN

    SEKRETARIAT

    PERUSAHAAN

    SATUAN

    PENGENDALIAN

    KINERJA

    KORPORAT

    SATUAN HUKUM

    KORPORAT

    SATUAN

    PENGADAAN IPP

    SATUAN

    BATUBARA

    SATUAN GAS &

    BBM

    PUSAT

    PENGATUR

    BEBAN

    DIVISI

    PERENCANAAN

    SISTIM

    DIVISI

    PERENCANAAN

    KORPORAT

    DIVISI

    KESELAMATAN

    DAN

    KESEHATAN

    KERJA,

    KEAMANAN &

    LINGKUNGAN

    DIVISI ENERGI

    BARU &

    TERBARUKAN

    DIVISI

    MANAJEMEN

    RESIKO &

    KEPATUHAN

    DIVISI

    TRANSAKSI

    TENAGA

    LISTRIK &

    KEMITRAAN

    BISNIS

    DIVISI

    ENJINIRING &

    PERENCANAAN

    PENGADAAN

    DIVISI

    PERIJINAN &

    PERTANAHAN

    DIVISI

    ADMINISTRASI

    KONSTRUKSI

    DIVISI SUPPLY

    CHAIN

    MANAGEMENT

    DIVISI

    PENGADAAN

    STRATEGIS

    SATUAN

    KOMUNIKASI

    KORPORAT

    DIVISI UMUM

    DIVISI

    PENGEMBANGAN

    ORGANISASI

    DIVISI

    TREASURY

    DIVISI

    ANGGARAN

    DIVISI

    KEUANGAN

    DIVISI

    AKUNTANSI

    DIVISI HUMAN

    CAPITAL

    MANAGEMENT

    SYSTEM

    DIVISI

    PENGEMBANGAN

    TALENTA

    DIVISI

    NIAGA

    DIVISI

    SISTEM DAN

    TEKNOLOGI

    INFORMASI

    DIVISI

    PENGEMBANGAN

    REGIONAL

    SUMATRA

    DIVISI

    KONSTRUKSI

    REGIONAL

    SUMATRA

    DIVISI OPERASI

    REGIONAL

    SUMATRA

    UIP I

    UIP II

    DIVISI

    PENGEMBANGAN

    REGIONAL JBB

    DIVISI

    KONSTRUKSI

    REGIONAL JBB

    DIVISI OPERASI

    REGIONAL JBB

    DIVISI

    PENGEMBANGAN

    REGIONAL JBT

    DIVISI

    KONSTRUKSI

    REGIONAL JBT

    DIVISI OPERASI

    REGIONAL JBT

    DIVISI

    PENGEMBANGAN

    REGIONAL

    JBTB

    DIVISI

    KONSTRUKSI

    REGIONAL

    JBTB

    DIVISI OPERASI

    REGIONAL

    JBTB

    DIVISI

    PENGEMBANGAN

    REGIONAL

    KALIMANTAN

    DIVISI

    KONSTRUKSI

    REGIONAL

    KALIMANTAN

    DIVISI OPERASI

    REGIONAL

    KALIMANTAN

    DIVISI

    PENGEMBANGAN

    REGIONAL

    SUL & NT

    DIVISI

    KONSTRUKSI

    REGIONAL

    SUL & NT

    DIVISI OPERASI

    REGIONAL

    SUL & NT

    DIVISI

    PENGEMBANGAN

    REGIONAL

    MAL & PA

    DIVISI

    KONSTRUKSI

    REGIONAL

    MAL & PA

    DIVISI OPERASI

    REGIONAL

    MAL & PA

    DIREKTUR

    UTAMA

    UIP III PEMBANGKIT

    TJB

    PEMBANGKIT

    SUMBAGUT DISJAYA

    DISBANTEN DISJABAR

    DISJATIM

    DISBALI

    WIL

    KALBAR

    UIP XI

    UIP XII

    UIP XIII

    UIP XIV

    UIP XV

    UIP IV

    UIP V

    UIP VII

    UIP VIII

    UIP IX

    UIP X

    UIP VI

    UIP XVI

    TRANSMISI

    JBT

    TRANSMISI

    JBTB

    PEMBANGKIT

    SUMBAGSEL

    DISJATENG

    TRANSMISI

    JBB

    WIL

    KALSELTENG

    WIL

    KALTIMRA

    WIL

    SULUTENGGO

    WIL

    SULSELRABAR

    WIL MALUKU

    MALUKU UTARA

    WIL PAPUA

    PAPUA BARAT

    WIL

    ACEH

    P3B

    SUMATRA WIL

    NTB

    WIL

    NTT

    WIL

    SUMUT

    WIL

    RIAU & KEPRI

    WIL

    SUMBAR

    WIL SUMSEL

    JAMBI

    BENGKULU

    WIL

    BABEL

    DIS

    LAMPUNG

    PUSAT

    MANAJEMEN

    KONSTRUKSI

    PUSDIKLAT

    PUSHARLIS

    PUSAT

    SERTIFIKASI

    PUSENLIS

    PUSLITBANG

    BOARD OF DIRECTORS

    UNIT

  • NAD

    BABEL

    LAMPUNG

    S2JB

    KALBAR

    KALSELTENG

    KALTIM

    MALUKU

    SULUTENGGO

    SULSERABAR

    NTB NTT JATIM

    JATENG JABAR

    JAYA

    BALI

    Beban Operasi 7 Direktorat Bisnis Regional

    4 3 2

    1 5 6

    7

    Pendapatan Rp 80,T Aset Rp 76T Pelanggan 11,0juta Luas 480.793m2 Pulau 5.277

    Pendapatan Rp 20.4T Aset Rp 30,9T Pelanggan 4,9 juta Luas 255,812m2 Pulau 4.556

    Pendapatan Rp 16T Aset Rp 23T Pelanggan 2,9juta Luas 544.150m2 Pulau 1.061

    Pendapatan Rp 6.7 T Aset Rp 5,9 T Pelanggan 0,862juta Luas 494,956m2 Pulau 5.439

    Pembagian Beban Operasi dan Pelayanan Pelanggan

    Pendapatan Rp 71T Aset Rp 107T Pelanggan 6,11juta Luas 10.327m2 Pulau 349

    Pendapatan Rp 42T Aset Rp 55T Pelanggan 10.591juta Luas 53.580m2 Pulau 372

    Pendapatan Rp 86T Aset Rp 102T Pelanggan 20,4juta Luas 71.3121m2 Pulau 450

  • NAD

    BABEL

    LAMPUNG

    S2JB

    KALBAR

    KALSELTENG

    KALTIM

    MALUKU

    SULUTENGGO

    SULSERABAR

    NTB NTT JATIM

    JATENG JABAR

    JAYA

    BALI

    Beban Konstruksi 7 Direktorat Bisnis Regional

    EPC KIT : 1.108 MW TRS :18.504 kms GI : 32.406 MVA (UIP I, II & III)

    EPC KIT : 916 MW TRS : 7.883 kms GI : 3.920 MVA (UIP IX & X)

    EPC KIT : 2.022 MW TRS : 4.986 kms GI : 4.150 MVA (UIP XI, XII & XIII

    EPC KIT : 1.158 MW TRS : 3.238 kms GI : 2.240 MVA (UIP XIV, XV)

    Pembagian Beban EPC Pembangkit dan Transmisi

    EPC KIT : 1.540 MW TRS :3.168 kms GI : 43.641 MVA (UIP IV, V)

    EPC KIT : 1.150 MW TRS : 2.307 kms GI : 13.418 MVA (UIP VII & VIII)

    EPC KIT : 2.329 MW TRS :5.309 kms GI : 10.824 MVA (UIP VI & XVI)

    4 3 2

    1 5 6

    7

  • RANGKAP JABATAN DIREKSI PENGATURAN SEMENTARA UNTUK MEMPERCEPAT JALANNYA ORGANISASI BARU

  • DIREKTUR PEMBINA S Iwan S

    DIREKTUR PEMBINA Amir R

    DIREKTUR PEMBINA Amin S

    DIREKTUR PEMBINA Murtaqi S

    RANGKAP JABATAN DIREKSI PADA ORGANISASI PT PLN (PERSERO)

    DIREKTUR UTAMA

    (Sofyan Basir)

    BOARD OF DIRECTORS

    SATUAN PENGAWASAN INTERN

    PUSAT PENGATUR BEBAN

    SATUAN BATUBARA

    SEKRETARIAT PERUSAHAAN

    SATUAN HUKUM KORPORAT

    SATUAN PENGENDALIAN KINERJA KORPORAT

    SATUAN GAS & BBM

    DIREKTUR BISNIS

    REGIONAL JAWA

    BAGIAN TENGAH

    (S Iwan S)

    -

    DIREKTUR PERENCANAAN

    KORPORAT

    (Murtaqi S)

    DIREKTUR KEUANGAN

    (Sarwono S)

    DIREKTUR HUMAN CAPITAL

    MANAGEMENT

    (Sarwono S)

    DIREKTUR BISNIS

    REGIONAL SUMATERA

    (Amir R)

    DIREKTUR BISNIS

    REGIONAL JAWA

    BAGIAN TIMUR DAN

    BALI (Nicke W)

    DIREKTUR PENGADAAN

    (Nicke W)

    DIREKTUR BISNIS

    REGIONAL KALIMANTAN

    (Nasri S)

    DIREKTUR BISNIS

    REGIONAL MALUKU PAPUA

    (Amin S)

    DIREKTUR BISNIS

    REGIONAL JAWA

    BAGIAN BARAT

    (Nasri S)

    SATUAN PENGADAAN IPP

    DIREKTUR BISNIS

    REGIONAL SULAWESI

    NUSA TENGGARA

    (Amin S)

    SATUAN KOMUNIKASI KORPORAT

    DIVISI

    UNIT

    DIVISI

    UNIT

    DIVISI

    UNIT

    DIVISI DIVISI

    UNIT

    DIVISI

    UNIT

    DIVISI

    UNIT

    DIVISI

    UNIT

    DIVISI

    UNIT

    DIVISI

    UNIT

    DIVISI

    UNIT

    Keputusan Direksi Sirkuler No. 062/DIR/2015 tgl 19 Agustus 2015

  • TANGGAL EFEKTIF ORGANISASI BARU KEWENANGAN DIREKSI SESUAI ORGANISASI BARU BERJALAN BERTAHAP DENGAN PENGATURAN YANG BAIK

  • TANGGAL EFEKTIF ORGANISASI BARU

    Organisasi PLN Pusat Baru akan berjalan mulai Tanggal 1 September 2015 Mulai tanggal tersebut Satuan, Sekper, Divisi bertanggungjawab kepada Direktur sesuai pengaturan organisasi baru Mulai tanggal tersebut Unit PLN bertanggungjawab kepada Direktur sesuai pengaturan organisasi baru Secara bertahap kelengkapan organisasi baru, khususnya SDM dan Sarana Prasarana akan dipenuhi Proses migrasi dilaksanakan secara bertahap dan lembut (smooth)

    Nota Dinas : 00058/SDM.01.03/DIRUT/2015

  • PENGATURAN DIVISI DAN BIDANG PADA MASA TRANSISI PENGATURAN PADA MASA TRANSISI SAMPAI ORGANISASI BARU EFEKTIF

  • PENGATURAN PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PADA MASA TRANSISI UNTUK JABATAN MANAJEMEN ATAS PADA KANTOR PUSAT

    Organisasi Lama Organisasi Baru

    1 KDIV SIS DIRREN DIRREN

    2 KDIV RKO DIRREN DIRREN

    3 KDIV RET DIRREN DIRREN

    4 KDIV BTL DIRREN DIRREN

    5 KDIV DAS DIRDAN DIRDAN

    6 KDIV IPP DIRDANBOD

    Pembina DIRREG-JBT

    Divisi IPP menadi Satuan dibawah BOD

    dengan pembina harian dibawah

    DIR REG-JBT

    7 KDIV BAT DIRDANBOD

    Pembina DIRREG-SUM

    Divisi BAT menadi Satuan dibawah BOD

    dengan pembina harian dibawah

    DIR REG-SUM

    8 KDIV GBM DIRDANBOD

    Pembina DIRREG-SNT

    Divisi GBM menadi Satuan dibawah BOD

    dengan pembina harian dibawah

    DIR REG-SNT

    9 KDIV SCM DIRDAN DIRDAN

    DIRREG-SUM

    DIRREG-JBB

    DIRREG-JBT

    DIRREG-JBTB

    DIRREG-KAL

    DIRREG-SNT

    DIRREG-MP

    DIRREG-SUM

    DIRREG-JBB

    DIRREG-JBT

    DIRREG-JBTB

    DIRREG-KAL

    DIRREG-SNT

    DIRREG-MP

    12 KDIV AKO DIRKON DIRDAN

    13 KDIV EBT DIRKON DIR REN

    DIRREG-JBB

    DIRREG-JBT

    DIRREG-JBTB

    15 KDIV KIT-SUM DIR OP-JBS DIRREG-SUM

    DIRREG-SUM

    DIRREG-JBB

    DIRREG-JBT

    DIRREG-JBTB

    DIRKON

    DIR OP-JBS

    DIR OP-JBS

    Bertanggung jawab kepada

    DIRKON

    11

    14

    KDIV KON-KIT

    KDIV KON-JAR

    KDIV KIT-JB

    No Divisi/ Satuan

    10

    16 KDIV TRS-JBS

    Catatan

    Divisi Konstruksi Pembangkit membagi

    pekerjaan, dokumentasi, dan

    tanggungjawab kepada Direktorat

    Regional yang baru

    Divisi Konstruksi Jaringan membagi

    pekerjaan, dokumentasi, dan

    tanggungjawab kepada Direktorat

    Regional yang baru

    Divisi Pembangkitan Jawa Bali membagi

    pekerjaan, dokumentasi, dan

    tanggungjawab kepada Direktorat

    Divisi Transmisi Jawa Bali Sumatera

    membagi pekerjaan, dokumentasi, dan

    tanggungjawab kepada Direktorat

    Regional yang baru

  • PENGATURAN PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PADA MASA TRANSISI UNTUK JABATAN MANAJEMEN ATAS PADA KANTOR PUSAT

    Organisasi Lama Organisasi Baru

    DIRREG-JBB

    DIRREG-JBT

    DIRREG-JBTB

    18 KDIV DIS-SUM DIR OP-JBS DIRREG-SUM

    DIRREG-KAL

    DIRREG-SNT

    DIRREG-MP

    DIRREG-KAL

    DIRREG-SNT

    DIRREG-MP

    DIRREG-KAL

    DIRREG-SNT

    DIRREG-MP

    22 KDIV AGA DIR RNK DIRKEU

    23 KDIV MRO DIR RNK DIRREN

    24 KDIV PNK DIR RNK DIRDAN

    25 KDIV ORG DIR SDM DIRHCM

    26 KDIV SDM DIR SDM DIRHCM

    27 KDIV TLN DIR SDM DIRHCM

    28 KDIV MUM DIR SDM DIRHCM

    29 KDIV KEU DIR KEU DIR KEU

    30 KDIV ANG DIR KEU DIR KEU

    31 KDIV BDH DIR KEU DIR KEU

    32 KDIV AKT DIR KEU DIR KEU

    33 KDIV SIM DIR KEU DIR KEU

    34 SETPER DIREKSI DIRUT

    35 KSPKK DIREKSI DIRUT

    36 KSPI DIRUT DIRUT

    DIR OP-IT

    DIR OP-IT

    DIR OP-JBS

    DIR OP-IT

    Bertanggung jawab kepadaNo Divisi/ Satuan

    KDIV TRS-IT

    KDIV DIS-IT21

    17

    19

    20

    KDIV DIS-JB

    KDIV KIT-IT

    Divisi Distribusi Jawa Bali membagi

    pekerjaan, dokumentasi, dan

    tanggungjawab kepada Direktorat

    Divisi Pembangkitan Indonesia Timur

    membagi pekerjaan, dokumentasi, dan

    tanggungjawab kepada Direktorat

    Divisi Transmisi Indonesia Timur

    membagi pekerjaan, dokumentasi, dan

    tanggungjawab kepada Direktorat

    Divisi Distribusi Indonesia Timur

    membagi pekerjaan, dokumentasi, dan

    tanggungjawab kepada Direktorat

    Catatan

  • PROSES BISNIS ORGANISASI BARU INTEGRASI INVESTASI DAN OPERASI

  • PROSES BISNIS KONSTRUKSI ORGANISASI BARU Level 0 (Direktorat)

  • PROSES BISNIS KONSTRUKSI ORGANISASI BARU Level 1 (Divisi / Satuan / Unit)

  • PROSES BISNIS KONSTRUKSI ORGANISASI BARU

  • PROSES BISNIS KONSTRUKSI ORGANISASI BARU

  • PROSES BISNIS KONSTRUKSI ORGANISASI BARU

  • PROSES MIGRASI ORGANISASI KANTOR PUSAT BEDOL DIVISI DAN MIGRASI KE DIVISI BARU

  • MIGRASI ORGANISASI LAMA KE BARU

    1. Skema Migrasi Divisi yang tidak berubah : Bedol Divisi, seluruh pegawai pada Divisi lama pindah ke Divisi baru

    2. Kepala Divisi langsung bertanggungjawab kepada Direktur diatasnya

    3. Divisi yang berubah (konstruksi dan operasi) dipecah dan disebar diorganisasi baru

  • MIGRASI DIREKTORAT PERENCANAAN KORPORAT

    1. Skema Migrasi Direktorat Perencanaan : Bedol Divisi, seluruh pegawai pada Divisi lama pindah ke Divisi baru

    2. Kepala Divisi langsung bertanggungjawab kepada Direktur Perencanaan Korporat

    Organisasi Saat Ini Organisasi Baru

  • MIGRASI DIREKTORAT PENGADAAN

    1. Skema Migrasi Direktorat Pengadaan : Bedol Divisi, seluruh pegawai pada Divisi lama pindah ke Divisi baru

    2. Kepala Divisi langsung bertanggungjawab kepada Direktur Pengadaan Korporat

    3. Divisi Pengadaan IPP, Batubara dan Gas & BBM menjadi Satuan dan berada dibawah pembinaan Direktur Pengadaan

    Organisasi Saat Ini Organisasi Baru

  • MIGRASI DIREKTORAT HCM DAN KEUANGAN

    1. Skema Migrasi Direktorat HCM dan Keuangan : Bedol Divisi, seluruh pegawai pada Divisi lama pindah ke Divisi baru

    2. Divisi Umum dipecah menjadi dua Divisi yaitu Divisi Umum dan Divisi HSSE 3. Kepala Divisi langsung bertanggungjawab kepada Direktur HCM dan

    Keuangan

    Organisasi Saat Ini Organisasi Baru

  • MIGRASI DIVISI KONSTRUKSI DAN DIVISI OPERASI

    Organisasi Saat Ini Organisasi Baru

    Konsep migrasi : 1. Divisi Konstruksi dan Operasi mengalami migrasi dengan perubahan struktur dan nama Divisi seperti skema diatas. 2. Divisi selain Divisi Konstruksi dan Operasi mengalami migrasi dengan konsep bedol divisi tanpa merubah

    struktur dan nama Divisi. Misal Divisi Pengadaan GBM berubah menjadi Satuan Pengadaan GBM.

  • RE ORGANISASI UNIT PLN INTEGRASI MENYELURUH

  • Didalam evaluasi terhadap organisasi saat ini ditemui bahwa terdapat peluang untuk meningkatkan kinerja operasi melalui restrukturisasi (pembentukan atau pemecahan) organisasi operasi yang ada, khususnya organisasi unit induk di Jawa. Restrukturisasi ini meliputi : Restrukturisasi Unit P3B JB menjadi : Unit Transmisi Jawa Bagian Barat yang mengelola asset transmisi di Jawa bagian Barat; Unit Transmisi Jawa Bagian Tengah yang mengelola asset transmisi di Jawa bagian

    Tengah Unit Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali yang mengelola asset transmisi di Jawa

    Bagian Timur dan Bali; Unit Pusat Pengatur Beban yang mengelola operasi transmisi di seluruh Jawa Bali

    Restrukturisasi Unit UPJB : Unit UPJB direstrukturisasi dan diserahkan pengelolaannya ke Anak Perusahaan (IP dan/atau PJB), Restrukturisasi Distribusi Jakarta Raya Tangerang dan Distribusi Jawa Barat Banten melalui pembentukan Unit Baru Distribusi Banten Perubahan nama Jasa Manajemen Konstruksi menjadi Pusat Manajemen Konstruksi dan Nama Jasa Sertifikasi menjadi Pusat Sertifikasi

    Perubahan Organisasi Unit Induk

  • Terima Kasih Divisi Pengembangan Organisasi

    Agustus 2015