LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN...

of 49 /49
L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS PORTER DAN ANALISIS VALUE SHOPS Tanggal: 28 Oktober 2005 Nama: Benny Bernadus Jabatan: Kepala Departemen T&D 1. Menurut Bapak/Ibu siapa saja yang dapat dikatakan sebagai pelanggan (penikmat jasa) dari PT. RCTI? 2. Menurut Bapak/Ibu siapa saja pesaing utama dalam industri sejenis dari PT. RCTI? 3. Menurut Bapak/Ibu siapa saja yang dapat dikategorikan sebagai pemasok utama bagi PT. RCTI dan bagaimana kontribusi pemasok tersebut bagi PT. RCTI? Apakah pemasok memiliki peluang berintegrasi ke depan? 4. Menurut Bapak/Ibu siapa saja yang dapat digolongkan sebagai pendatang baru yang cukup potensial atau harus diperhitungkan yang dapat mengancam eksistensi PT. RCTI? 5. Menurut Bapak/Ibu apa saja yang dapat dikategorikan sebagai produk substitusi/pengganti untuk menggantikan produk/jasa yang dihasilkan oleh PT. RCTI?

Transcript of LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN...

Page 1: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L1

LAMPIRAN 1

DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL

WAWANCARA ANALISIS PORTER DAN ANALISIS VALUE

SHOPS

Tanggal: 28 Oktober 2005

Nama: Benny Bernadus

Jabatan: Kepala Departemen T&D

1. Menurut Bapak/Ibu siapa saja yang dapat dikatakan sebagai pelanggan (penikmat

jasa) dari PT. RCTI?

2. Menurut Bapak/Ibu siapa saja pesaing utama dalam industri sejenis dari PT. RCTI?

3. Menurut Bapak/Ibu siapa saja yang dapat dikategorikan sebagai pemasok utama

bagi PT. RCTI dan bagaimana kontribusi pemasok tersebut bagi PT. RCTI? Apakah

pemasok memiliki peluang berintegrasi ke depan?

4. Menurut Bapak/Ibu siapa saja yang dapat digolongkan sebagai pendatang baru yang

cukup potensial atau harus diperhitungkan yang dapat mengancam eksistensi PT.

RCTI?

5. Menurut Bapak/Ibu apa saja yang dapat dikategorikan sebagai produk

substitusi/pengganti untuk menggantikan produk/jasa yang dihasilkan oleh PT.

RCTI?

Page 2: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L2

Jawaban

1. Yang dapat dikategorikan sebagai pelanggan (penikmat jasa) dari PT. RCTI adalah

seluruh pemirsa televisi yang berada di Indonesia (yang dapat menangkap channel

RCTI).

2. Pesaing utama dalam industri sejenis dari PT. RCTI adalah SCTV, Indosiar, AN TV,

Metro TV, dan Trans TV.

3. Pemasok utama bagi PT. RCTI adalah Production House (PH) local dan luar negeri,

pemasok peralatan operasional perusahaan, dan pemasok sumber daya manusia.

Peluang pemasok untuk berintegrasi ke depan adalah kecil. Maksudnya adalah

pemasok cukup sulit melakukan perluasan atau perkembangan produk/bisnisnya untuk

dapat melakukan bisnis broadcasting. Selain itu PT. RCTI juga melakukan in house

production sehingga tidak tergantung pada pemasok.

4. Yang dapat digolongkan sebagai pendatang baru yang cukup potensial bagi PT. RCTI

adalah semua statsiun televisi yang terdapat di Indonesia dan masih berumur kurang

dari 4 tahun.

5. Yang dapat dikategorikan sebagai produk pengganti untuk menggantikan jasa/produk

yang dihasilkan oleh PT. RCTI adalah internet, radio, media cetak seperti surat kabar,

tabloid, dan majalah.

Analisis Value Shops

Pertanyaan dibawah ini diajukan sebagai dasar untuk keperluan analisis value shops

terhadap PT. RCTI.

1. Menurut Bapak/Ibu apa arti business acquisition dalam proses bisnis PT. RCTI?

2. Menurut Bapak/Ibu apa saja yang menjadi problem specification dalam proses

bisnis PT. RCTI?

Page 3: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L3

3. Menurut Bapak/Ibu apa yang dimaksud dengan knowledge application dalam

proses bisnis PT. RCTI?

4. Menurut Bapak/Ibu bagaimana alokasi sumber daya dalam proses bisnis pada

PT. RCTI?

5. Menurut Bapak/Ibu apa yang dimaksud dengan marketing the capability dalam

proses bisnis PT.RCTI?

6. Bagaimana kebijakan yang Bapak/Ibu ambil apabila ada masalah yang timbul

dalam memproduksi suatu produk/program acara?

Catatan: untuk pertanyaan mengenai execute solution tergantung pada masalah yang

dihadapi oleh PT. RCTI karena setiap masalah memiliki pemecahan masalah yang berbeda.

Untuk suatu masalah bisa didapatkan beberapa solusi alternatif, kemudian dari alternatif

solusi yang ada dipilih satu solusi yang terbaik.

Jawaban

1. Makna business acquisition dalam proses bisnis bagi PT. RCTI dapat dilihat dari dua

sisi. Yang pertama berasal dari klien perusahaan (business client) dan sisi lainnya

adalah berasal dari keinginan pemirsa RCTI.

2. Yang menjadi problem specification bagi PT. RCTI adalah mengenai pengembangan

ide-ide kreatif agar program acara mendapatkan antusiasme dari pemirsa ketika

acara tersebut ditayangkan. Pada intinya problem specification setiap perusahaan

tidak jauh berbeda semuanya untuk mengatasi masalah yang timbul atau

mengantisipasi masalah yang akan timbul, tetapi bagi PT. RCTI lebih kea rah

pengembangan ide-ide kreatif.

Page 4: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L4

3. Knowledge application bagi PT. RCTI adalah suatu cara untuk menangkap data dan

pengetahuan penting sehingga menghasilkan informasi yang berguna bagi PT. RCTI

dalam meningkatkan proses bisnisnya.

4. Alokasi sumber daya pada proses bisnis PT. RCTI adalah menempatkan sumber daya

yang sesuai dengan ide, konsep, format dan isi dari suatu produk yang akan dibuat.

5. Yang dimaksud dengan marketing the capablility bagi PT. RCTI adalah memasarkan

produk yang dihasilkan dengan cara yang tepat dan sesuai.

6. Kebijakan yang diambil apabila ada masalah yang timbul dalam memproduksi suatu

produk/program acara adalah mengidentifikasi masalah yang ada, kemudian

membuat model untuk pemecahan masalah setelah didapatkan model yang cocok,

maka dihasilkan solusi-solusi alternatif. Langkah terakhir yang dilakukan adalah

menetapkan dan menjalankan solusi terbaik.

Page 5: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L5

LAMPIRAN 2

DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL

WAWANCARA ANALISIS CSF

Tanggal: 8 November 2005

Nama: Benny Bernadus

Jabatan: Kepala Departemen T&D

Pertanyaan

1. Critical Success Factor (CSF) adalah faktor-faktor kritis penentu keberhasilan dan

kegagalan organisasi dalam mencapai sasarannya. Menurut Anda apa saja yang

menjadi faktor kritis penentu keberhasilan pada divisi SDM PT. RCTI?

2. Menurut Anda apa saja indikator dari faktor kritis penentu kesuksesan divisi SDM PT.

RCTI?

Jawaban

1. Yang merupakan faktor kritis penentu keberhasilan/kesuksesan divisi SDM PT. RCTI antara

lain:

1. Dukungan yang konsisten dari manajemen puncak

2. Kesiapan SDM di departemen sumber daya manusia

3. Peran para pejabat pimpinan sebagai people manager

4. Kesadaran pada setiap SDM akan team work dan efisiensi, serta dorongan

berprestasi yang dilengkapi dengan profesionalisme dan didasari sikap

menjunjung tinggi nilai-nilai moral

5. Kesiapan dan kelengkapan sistem pengelolaan/kebijakan SDM

Page 6: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L6

6. Pelatihan intensif yang didukung dana yang memadai dan sesuai dengan

competencies requirement

7. Penggunaan HRIS sehingga data record lengkap dan up to date

8. Kualitas materi dan pembicara atau instruktur untuk pelatihan, seminar, dan

workshop.

9. Meningkatkan profesionalisme dan suasana yang nyaman di tempat kerja.

2. Indikator dari CSF divisi SDM PT. RCTI adalah:

1. Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu

2. Pemberian pelatihan/training

3. Promosi karyawan secara berkala sesuai dengan kompetensi yang dimiliki

4. Tingkat mutasi lebih kecil dari 10%

5. Materi dari pelatihan yang berkualitas dan dapat diterima oleh peserta pelatihan

6. Penyesuaian kompensasi dan benefit secara berkala

7. Memberikan fasilitas kredit

8. Pemberian reward

9. Tingkat absen (tidak masuk) <15% atau tingkat masuk kerja >85%

10. Tingkat turn over karyawan <5% dan rata-rata diatas 3 tahun

11. Pengadaan family gathering maupun employee gathering dilakukan secara berkala

Page 7: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L7

LAMPIRAN 3

DAFTAR PERTANYAAN UNTUK PEMBOBOTAN NILAI

KORPORASI PT RCTI

Daftar pertanyaan di bawah ini digunakan untuk mendapatkan nilai korporasi PT.

RCTI. Pertanyaan-pertanyaan di bawah berhubungan dengan nilai-nilai dan resiko-resiko

yang harus diperhatikan oleh PT. RCTI. Penentuan nilai-nilai dan resiko-resiko tersebut akan

membantu dalam menilai investasi proyek TI. Terdapat hubungan yang signifikan untuk nilai-

nilai dan resiko-resiko pada PT. RCTI ditandai dengan nilai 0-5.

Lingkari nilai yang Anda pilih !

Financial Values

1. ROI

Dari 0 sampai 5, seberapa penting persentase tingkat pengembalian atas

investasi teknologi informasi (ROI) bagi PT. RCTI?

Strategic Values

1. Strategic match

Dari 0 sampai 5, seberapa besar teknologi informasi mendukung atau selaras

dengan tujuan strategis korporasi atau lini bisnis PT. RCTI?

0 1 2 3 4 5

0 1 2 3 4 5 sangat tidak penting sangat penting

Page 8: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L8

sangat kecil sangat besar

2. Competitive advantage

Dari 0 sampai 5, seberapa besar teknologi informasi dapat meningkatkan

kemampuan bersaing bagi pangsa pasar perusahaan atau lini bisnis PT. RCTI?

3. Competitive response

Dari 0 sampai 5, seberapa besar penundaan penerapan teknologi informasi

dapat mengakibatkan kegagalan kompetitif bagi PT. RCTI?

4. Management information for critical success factors

Dari 0 sampai 5, seberapa besar kontribusi adanya teknologi informasi bagi

kebutuhan manajemen akan informasi yang berkaitan dengan faktor-faktor

kritis yang menunjang kesuksesan PT. RCTI?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

5. Strategic I/T architecture

Dari 0 sampai 5, seberapa besar keharusan/kebutuhan suatu proyek teknologi

informasi dijalankan dengan mengikuti rencana atau blueprint teknologi informasi

PT. RCTI?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

Page 9: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L9

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

Stakeholder Values

1. Service and quality

Dari 0 sampai 5, seberapa besar hubungan antara adanya teknologi informasi

dengan peningkatan pelayanan kunci atau pengukuran kualitas apapun pada PT.

RCTI?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

2. Environmental quality

Dari 0 sampai 5, seberapa besar teknologi informasi berdampak terhadap

peningkatan kualitas lingkungan (stakeholder) PT. RCTI?

3. Agility, learning and empowerment

Dari 0 sampai 5, seberapa besar teknologi informasi dapat membuat

pekerja/karyawan dan proses bisnis PT. RCTI menjadi lebih fleksibel, cerdas, dan

cepat beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan

internal dan eksternal industri.

4. Cycle time

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

Page 10: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L10

Dari 0 sampai 5, seberapa besar teknologi informasi dapat menyediakan sebuah

tingkat (waktu) keadaan menanggapi sesuatu yang tidak bisa dibandingkan

dengan pesaing-pesaingnya sehubungan dengan peningkatan posisi kompetitif PT.

RCTI?

5. Mass customization

Dari 0 sampai 5, seberapa besar teknologi informasi dapat menyediakan sebuah

tingkat customization yang tidak bisa dibandingkan dengan pesaing- pesaingnya

sehubungan dengan peningkatan posisi kompetitif PT. RCTI?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

Competitive Strategy Risks

1. Business strategy risk

Dari 0 sampai 5, seberapa besar kekuatan eksternal jangka panjang

(pengorganisasian ulang politis, kelompok pemerintah, perubahan demografis, dll)

dapat menghambat atau mempengaruhi penerapan teknologi informasi pada PT.

RCTI?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

2. IT strategy risk

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

Page 11: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L11

Dari 0 sampai 5, seberapa besar interdependensi dan ketidaksesuaian yang

timbul di area teknologi informasi sanggup mempengaruhi kelangsungan

bisnis masa depan PT. RCTI?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

Organizational Strategy Risks and Uncertainties

1. Business organization risk

Dari 0 sampai 5, seberapa besar ketidaksiapan formulasi rencana domain

bisnis, manajemen domain, rencana kontigensi, proses-proses, prosedur- prosedur,

pelatihan bagi pemakai, manajemen unggulan, definisi produk, dan pemahaman

kebutuhan pasar dalam rangka menerapkan teknologi informasi pada PT. RCTI?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

2. IT definitional uncertainty

Dari 0 sampai 5, seberapa besar ketidaktahuan PT. RCTI akan persyaratan-

persyaratan dan spesifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk menerapkan

teknologi informasi?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

3. IT technical and implementation risk

Page 12: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L12

Dari 0 sampai 5, seberapa besar keahlian baru yang dibutuhkan oleh staf dan

manajemen untuk menjalankan teknologi informasi dan seberapa besar

ketergantungan PT. RCTI pada perangkat keras, piranti lunak, aplikasi piranti

lunak, dan implementasi aplikasi dalam menerapkan teknologi informasi?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

4. IT services delivery risk

Dari 0 sampai 5, seberapa besar perubahan yang dibutuhkan dalam sistem

service delivery komputer, seberapa besar investasi pengembangan pada staf,

piranti lunak, perangkat keras, dan manajemen perlu untuk menyediakan

akomodasi bagi teknologi informasi?

0 1 2 3 4 5 sangat kecil sangat besar

Page 13: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L13

LAMPIRAN 4

KUISIONER UNTUK PENILAIAN TERHADAP DOMAIN BISNIS

Pilihlah salah satu dari angka 0 sampai 5 yang paling sesuai/mencerminkan keadaan pada

domain bisnis PT. RCTI sehubungan dengan investasi Human Resource Information

Systems!

Lingkari angka yang Anda pilih!

Strategic Values

Strategic Match

Strategy match berfokus pada derajat dimana sebuah proyek teknologi informasi

mendukung atau selaras dengan pernyataan tujuan strategis perusahaan atau lini bisnis.

Skor berkisar dari nol (tidak memiliki hubungan dengan pernyataan tujuan strategis bisnis)

hingga lima (memiliki hubungan langsung).

0 Pembangunan proyek TI tidak memiliki hubungan langsung dengan pencapaian

pernyataan tujuan strategis perusahaan, lini bisnis, ataupun departemen apapun.

1 Pembangunan tidak memiliki hubungan langsung dengan pencapaian pernyataan

tujuan strategis perusahaan, lini bisnis, dan departemen manapun, tetapi akan

mencapai efisiensi operasional yang lebih baik.

2 Pembangunan proyek TI memiliki hubungan langsung dengan pencapaian

pernyataan tujuan strategis perusahaan, lini bisnis, dan departemen manapun.

Tetapi merupakan prasyarat bagi proyek teknologi informasi lainnya dalam mencapai

sebagian tujuan perusahaan, lini bisnis, ataupun departemen.

3 Pembangunan proyek TI tidak memiliki hubungan langsung dengan pencapaian

pernyataan tujuan strategis perusahaan, lini bisnis, dan departemen manapun, tetapi

Page 14: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L14

merupakan prasyarat bagi proyek teknologi informasi lainnya dalam mencapai tujuan

perusahaan, lini bisnis, ataupun departemen.

4 Pembangunan proyek TI secara langsung bisa mencapai sebagian pernyataan tujuan

strategis perusahaan atau lini bisnis.

5 Pembangunan proyek TI memiliki hubungan langsung terhadap pencapaian seluruh

tujuan strategis perusahaan atau lini bisnis.

Competitive Advantage

Competitive advantage berfokus pada derajat dimana sebuah proyek teknologi

informasi atau sistem informasi manajemen mendukung perusahaan untuk

mempertahankan atau meningkatkan keunggulan kompetitifnya.

0 Pembangunan proyek TI TIdak menciptakan akses atau pertukaran data antara

perusahaan dengan konsumen, pemasok, dan unit kerjasama lainnya. Pembangunan

proyek TI hanya untuk penggunaan internal dan TIdak secara langsung

meningkatkan posisi kompetitif perusahaan atau lini bisnis dengan cara

meningkatkan efisiensi operasional.

1 Pembangunan proyek TI tidak menciptakan akses atau pertukaran data seperti

diatas, tetapi meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dengan meningkatkan

efisiensi operasinya yang menunjang kinerja kompetitif perusahaan. Pembangunan

proyek TI tidak memiliki dampak efektivitas terhadap operasional penjualan.

2 Pembangunan proyek TI tidak menciptakan akses atau pertukaran data seperti

diatas, tetapi secara langsung meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dengan

meningkatkan operasinya pada suatu area strategis perusahaan.

3 Pembangunan proyek TI menyediakan sedikit akses keluar atau pertukaran data

dan memberikan kontribusi yang cukup dalam meningkatkan posisi kompetitif

perusahaan.

Page 15: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L15

4 Pembangunan proyek TI menyediakan akses keluar atau pertukaran data yang

cukup banyak dan secara substansial meningkatkan posisi kompetitif perusahaan

dengan menyediakan tingkat pelayanan yang lebih baik daripada para pesaing.

5 Pembangunan proyek TI menyediakan akses keluar atau pertukaran data dalam

jumlah banyak dan sangat meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dengan

tingkat layanan yang tidak dimiliki oleh pesaing.

Competitive Response

Competitive response mengukur derajat kegagalan sistem yang mengakibatkan

kegagalan kompetitif bagi perusahaan. Faktor ini berhubungan dengan kerugian yang akan

diterima oleh perusahaan karena adanya penundaan dalam mengimplementasikan sistem

informasi (masalah ketepatan waktu pengimplementasian).

0 Pembangunan proyek TI dapat ditunda setidaknya dalam jangka waktu 12 bulan ke

depan tanpa mempengaruhi posisi kompetitif atau sistem dan prosedur yang ada

secara substansial dapat memberikan hasil yang sama dan tidak mempengaruhi

posisi kompetitif.

1 Penundaan pembangunan proyek TI tidak mempengaruhi posisi kompetitif

perusahaan dan biaya tenaga kerja yang rendah diharapakan terjadi untuk

menghasilkan signifikan hasil yang sama.

2 Penundaan pembangunan proyek TI tidak mempengaruhi posisi kompetitif

perusahaan dan upah tenaga kerja mungkin meningkat untuk menghasilkan

signifikan hasil yang sama.

3 Jika pembangunan proyek TI ditunda, perusahaan tetap mampu memberikan respon

terhadap perubahan yang diperlukan tanpa mempengaruhi posisi kompetitif

perusahaan walaupun kekurangan sistem yang baru, perusahaan secara substansial

Page 16: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L16

tidak kehilangan kemampuannya untuk berubah secara cepat dan efektif dalam

lingkungan kompetitif.

4 Penundaan pembangunan proyek TI mungkin mengakibatkan kerugian kompetitif

bagi perusahaan atau kehilangan kesempatan kompetitif. Keberhasilan kegiatan yang

ada pada perusahaan dapat menjadi terbatas karena kurangnya sistem yang

dibangun.

5 Penundaan pembangunan proyek TI akan mengakibatkan kerugian kompetitif

perusahaan masa datang, atau kehilangan peluang kompetitif atau keberhasilan

kegiatan yang ada pada perusahaan pasti menjadi terbatas karena kurangnya sistem

yang dibangun tidak memadai.

Management Information for Critical Success Factors

Management information for critical success factors berfokus pada derajat dimana

sebuah proyek sistem informasi menyediakan manajemen informasi pada aktivitas utama

perusahaan atau lini bisnis. Faktor ini berhubungan dengan pengukuran kontribusi proyek

bagi kebutuhan manajemen akan informasi berkaitan dengan aktivitas kritis perusahaan.

0 Pembangunan proyek TI tidak berkaitan dengan peningkatan informasi manajemen

dalam mendukung faktor keberhasilan kunci (CSFs) atau aktivitas kunci yang terkait

atau kegiatan utama perusahaan ( Management Information Support of Core

Activities/MISCA).

1 Pembangunan proyek TI tidak berkaitan dengan MISCA tetapi menyediakan banyak

data bagi fungsi-fungsi yang mendukung secara langsung kegiatan utama

perusahaan.

2 Pembangunan proyek TI tidak berkaitan dengan MISCA tetapi menyediakan banyak

informasi bagi fungsi yang mendukung secara langsung kegiatan utama perusahaan.

Page 17: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L17

3 Pembangunan proyek TI tidak berkaitan dengan MISCA tetapi memberikan informasi

penting bagi fungsi yang diidentifikasikan sebagai kegiatan utama perusahaan.

Informasi ini bersifat operasional.

4 Pembangunan proyek TI penting untuk menciptakan MISCA di masa mendatang.

5 Pembangunan proyek TI penting untuk menciptakan MISCA di masa sekarang.

Stakeholder Values

Service and Quality

Penilaian faktor ini dilakukan untuk menghitung seberapa besar dampak proyek

terhadap peningkatan pelayanan dan kualitas yang akan dicapai perusahaan. Faktor ini

berhubungan dengan kepuasan user.

0 Pembangunan proyek TI tidak berhubungan dengan faktor pelayanan dan kualitas

perusahaan. Penundaan proyek secara umum tidak akan mempengaruhi kemampuan

bersaing/kemampuan kompetitif perusahaan.

1 Pembangunan proyek TI tidak berhubungan dengan peningkatan faktor pelayanan

dan kualitas perusahaan tetapi mempunyai pengaruh positif yang tidak begitu besar

terhadap pelanggan. Penundaan proyek pada dsarnya tidak akan mempengaruhi

kemampuan bersaing/kemampuan kompetitif perusahaan.

2 Pembangunan proyek TI tidak berhubungan dengan peningkatan faktor kelayakan

dan kualitas perusahaan tetapi mempunyai pengaruh positif yang besar untuk

meningkatkan citra di benak pelanggan. Penundaan proyek pada dsarnya masih

tidak akan mempengaruhi kemampuan bersaing/kemampuan kompetitif perusahaan.

3 Pembangunan proyek TI secara tidak langsung berhubungan dengan peningkatan

faktor pelayanan dan kualitas perusahaan karena aplikasi ini merupakan aktivitas

pendahuluan dari serangkaian kegiatan dan akan meningkatkan citra di benak

Page 18: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L18

pelanggan. Penundaan proyek secara umum akan berdampak negatif kecil terhadap

keunggulan bersaing/keunggulan kompetitif perusahaan.

4 Pembangunan proyek TI berhubungan langsung dengan peningkatan faktor

pelayanan dan kualitas perusahaan di masa yang akan datang, dan akan

menyebabkan beberapa perbaikan unmtuk masa sekarang, dan akan segera

meningkatkan citra di benak pelanggan. Penundaan proyek akan berdampak negatif

cukup besar terhadap keunggulan bersaing/keunggulan kompetitif perusahaan.

5 Secara keseluruhan pembangunan proyek TI adalah penting untuk meningkatkan

pelayanan dan kualitas pada masa sekarang, dan sangat perlu untuk

mempertahankan citra di benak pelanggan. Penundaan proyek akan menciptakan

ketidakuntunagn kompetitif(competitive disadvantage) atau kehilangan daya saing.

Environmental Quality

Environmental quality mengukur derajat dimana kualitas lingkungan yang menjadi

dambaan setiap stakeholder perusahaan merupakan tema strategis yang akan terus

berlangsung di masa depan.

0 Pembangunan proyek Ti tidak berhubungan dengan dampak lingkungan tertentu

apapun (positif atau negatif). Penundaan proyek TI tidak memiliki konsekuensi

kompetitif.

1 Pembangunan proyek Ti tidak berhubungan dengan dampak lingkungan tertentu

apapun (positif atau negatif), tetapi pembangunan proyek TI memiliki dampak

emosional yang potensial terhadap stakeholders. Penundaan pembangunan proyek

TI mungkin tidak akan mempengaruhi posisi kompetitif.

2 Pembangunan proyek TI berhubungan secara tidak langsung dengan sebuah isu

lingkungan tertentu dan memiliki potensi untuk menciptakan citra positif bagi

Page 19: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L19

perusahaan karena dampak emosional yang diterima. Penundaan proyek TI tidak

akan mempengaruhi posisi kompetitif perusahaan secara signifikan.

3 Pembangunan proyek TI berhubungan secara tidak langsung dengan sebuah isu

lingkungan tertentu dan merupakan dasar bagi proyek bersifat lingkungan yang

merupakan kunci dengan dampak emosional yang tinggi. Penundaan proyek TI

mungkin mengakibatkan sedikit ketidakuntungan kompetitif.

4 Pembangunan proyek TI adalah penting untuk peningkatan kualitas lingkungan

perusahaan di masa depan dan mungkin berkontribusi terhadap beberapa

peningkatan saat ini. Pembangunan proyek TI ini mungkin merupakan keharusan di

masa depan karena dampak emosionalnya. Penundaan akan mengakibatkan

beberapa ketidakuntungan kompetitif.

5 Pembangunan proyek TI adalah penting untuk peningkatan kualitas lingkungan

perusahaan pada periode saat ini, atau mungkin adalah keharusan, atau proyek TI

ini akan membangun kepemimpinan industri. Penundaan akan mengakibatkan

ketidakuntungan kompetitif atau kehilangan peluang kompetitif.

Agility, Learning, and Empowerment

Berfokus pada kemampuan karyawan dan proses bisnis yang ada untuk dapat lebih

fleksibel dan cepat menyesuaikan semua perubahan yang mungkin terjadi di dalam

perusahaan. Perubahan yang tidak mungkin ditiadakan di dalam perusahaan menuntut

kemampuan dari semua karyawan untuk melakukan penyesuaian tersendiri.

0 Pembangunan proyek TI dapat ditunda tanpa berakibat/berpengaruh pada

kemampuan bersaing/posisi kometitif perusahaan sehingga tidak menyebabkan

perubahan pada proses bisnis. Dengan syarat sistem lama harus tetap dapat

memberikan dukungan pada semua proses bisnis yang ada.

Page 20: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L20

1 Dengan adanya pembangunan proyek TI baru, sangat kurangnya kecerdasan,

kemampuan belajar, dan pemberian wewenang akan menyebabkan perusahaan

kehilangan kemampuan bersaing dan kesempatan yang ada.

2 Dengan adanya pembangunan proyek TI baru, kurangnya kecerdasan, kemampuan

belajar, dan pemberian wewenang akan menyebabkan proses bisnis menjadi kurang

responsive sehingga mengurangi kemampuan bersaing perusahaan.

3 Dengan adanya pembangunan proyek TI baru, kecerdasan, kemampuan belajar, dan

pemberian wewenang yang cukup tinggi membuat perusahaan mampu menghadapi

perubahan dalam lingkungan yang kompetitif.

4 Dengan adanya pembangunan proyek TI baru, kecerdasan, kemampuan belajar, dan

pemberian wewenang yang tinggi membuat perusahaan mampu menghadapi

perubahan dalam lingkungan yang kompetitif.

5 Dengan adanya pembangunan proyek TI baru, kecerdasan, kemampuan belajar, dan

pemberian wewenang yang sangat tinggi membuat perusahaan mampu menghadapi

perubahan dalam lingkungan yang kompetitif.

Cycle-time

Cycle time berfokus pada segala elemen di dalam proses, mulai dari membangun

budaya inovatif yang merangsang ide untuk produk baru melalui pengembangan dan

produksi serta pengantaran produk ke pelanggan secara sukses dan membangun sebuah

standar industri atau praktek terbaiknya. Penilaian faktor ini dilakukan untuk menghitung

seberapa besar dampak dari implementasi proyek terhadap waktu semua komponen atau

elemen yang terlibat di dalam suatu proses bisnis.

0 Pembangunan proyek TI tidak berhubungan dengan peningkatan waktu suatu proses

bisnis, seperti proses penerimaan informasi kepada bagian lain dan proses lain yang

Page 21: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L21

ada di perusahaan. Penundaan proyek ini tidak akan mengakibatkan berkurangnya

kemampuan bersaing perusahaan.

1 Pembangunan proyek TI tidak berhubungan dengan peningkatan waktu suatu proses

bisnis. Tetapi aplikasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi operasional yang

berhubungan dengan kemampuan bersaing perusahaan. Penundaan proyek ini tidak

akan mengakibatkan berkurangnya kemampuan bersaing perusahaan.

2 Pembangunan proyek TI tidak berhubungan dengan peningkatan waktu suatu proses

bisnis. Tetapi aplikasi ini mampu meningkatkan efisiensi operaional pada bagian-

bagian strategis perusahaan yang berhubungan dengan kemampuan bersaing

perusahaan. Penundaan proyek ini tidak akan mengakibatkan berkurangnya

kemampuan bersaing perusahaan.

3 Pembangunan proyek TI menyebabkan sedikit peningkatan dalam hal waktu pada

beberapa proses bisnis yang ada. Penundaan proyek mengakibatkan hilangnya

sedikit kemampuan bersaing perusahaan.

4 Pembangunan proyek TI menyebabkan sedikit peningkatan dalam hal waktu pada

beberapa proses bisnis yang ada. Peningkatan proses ini mampu melibihi dari

beberapa pesaing utama yang ada. Penundaan proyek ini mengakibatkan hilangnya

kemampuan bersaing perusahaan.

5 Pembangunan proyek TI menyebabkan peningkatan yang besar dalam hal waktu

pada beberapa proses bisnis yang ada. Peningkatan proses ini mampu melampaui

beberapa pesaing yang ada. Penundaan proyek ini menyebabkan hilangnya

kemampuan bersaing perusahaan.

Mass Customization

Mass Customization memerlukan kemampuan untuk menghasilkan berbagai macam

variasi produk yang lebih cepat melalui penyesuaian.

Page 22: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L22

0 Pembangunan proyek TI tidak berhubungan dengan mass customization dalam

perancangan, pengembangan, produksi, atau pengantaran produk atau jasa apapun

kepada perusahaan dan pelanggannya, pemasoknya, dan unit kerja samanya.

Penundaan proyek TI tidak memiliki konsekuensi kompetitif.

1 Pembangunan proyek TI tidak berhubungan dengan kegiatan mass customization

dalam hal-hal di atas, tetapi meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dengan

meningkatkan pengembangan produksi, atau efisiensi operasional lainnya untuk

sementara yang berhubungan dengan kinerja kompetitif. Penundaan proyek TI

mungkin tidak akan mempengaruhi posisi kompetitif.

2 Pembangunan proyek TI tidak berhubungan erat dengan kegiatan mass customization

dalam hal-hal di atas, tetapi secara sementara meningkatkan pengembangan,

produksi, atau efisiensi operasional lainnya saat ini dalam sebuah area strategis kunci.

Penundaan royek TI tidak akan mempengaruhi posisi kompetitif secara signifikan.

3 Pembangunan proyek TI memfasilitasi beberapa derajat mass customization dalam

hal-hal di atas, dan secara cukup meningkatkan posisi kompetitif perusahaan.

Penundaan mungkin mengakibatkan sedikit ketidakuntungan kompetitif.

4 Pembangunan proyek TI memfasilitasi sebuah derajat mass customization yang cukup

dalam hal-hal di atas, dan secara signifikan meningkatkan posisi kompetitif perusahaan

ke sebuah tingkat keadaan menanggapi pesaing yang banyak. Penundaan setahun

akan mengakibatkan beberapa ketidakuntungan kompetitif.

5 Pembangunan proyek TI memfasilitasi sebuah derajat mass customization yang tinggi

dalam hal-hal di atas, dan secara hebat meningkatkan posisi kompetitif perusahaan

dengan menyediakan sebuah tingkat penyesuaian yang tidak bisa dibandingkan

dengan pesaing-pesaing. Penundaan akan mengakibatkan ketidakuntungan kompetitif.

Page 23: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L23

Competitive Strategy Risks

Business strategy risk

Penilaian faktor ini dilakukan untuk menghitung resiko bisnis yang mungkin timbul

karena implementasi suatu proyek TI. Faktor ini meliputi semua resiko jangka panjang

yang mempengaruhi strategi bisnis yang sudah ada seperti keadaan pasar, kondisi politik,

kecenderungan pasar, dan regulasi (peraturan) pemerintah.

0 Pembangunan proyek TI yang baru merefleksikan suatu strategi yang sukses untuk

memimpin pasar. Tidak ada tekanan jangka panjang (penyesuaian politik, peraturan,

dan perubahan demografis) dari pihak luar.

1 Pembangunan proyek TI yang baru mewakili suatu tingkat perubahan yang diterima

sebagai peningkatan positif oleh pelanggan. Tidak ada tekanan jangka panjang dari

pihak luar.

2 Pembangunan proyek TI yang baru mewakili suatu perbedaan dengan pemimpin

pasar. Meskipun akan mengganggu, pelanggan akan merasakan manfaat jangka

panjang. Tidak ada tekanan dari luar yang sepertinya akan menghilangkan manfaat

jangka panjang dari proyek ini terhadap konsumen atau manfaat jangka pendek

terhadap perusahaan.

3 Pembangunan proyek TI yang baru memiliki resiko yang sedang (medium risk).

Aplikasi ini menyebabkan perubahan yang moderat dalam hubungan pelanggan

(customer relationship) tetapi hubungan tersebut luat. Adanya tekanan dari pihak

luar yang mungkin menghilangkan manfaat jangka panjang bagi pelanggan tetapi

manfaat jangka pendek terhadap perusahaan masih dapat dipertahankan.

4 Pembangunan proyek TI yang baru memiliki resiko yang cukup tinggi. Proyek ini

menyebabkan banyak perubahan dari sisi pelanggan, ditambah lagi hubungan antara

perusahaan dengan pelanggan sangat lemah. Ada tekanan dari pihak luar yang

mungkin menghilangkan semua manfaat yang dicapai.

Page 24: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L24

5 Pembangunan proyek TI yang baru memiliki resiko yang tinggi. Proyek ini

membutuhkan kekuatan bersaing yang signifikan untuk memaksa perubahan yang

cukup banyak dalam hubungan pelanggan.

Organizational Strategy Risks and Uncertainties

Business Organization Risk

Berfokus pada derajat dimana sebuah organisasi mampu membawa perubahan yang

dibutuhkan oleh proyek Sistem Informasi Manajemen. Kemampuan organisasi itu meliputi

keahlian yang dimiliki dalam organisasi, kemampuan manajerial, atau pengalaman.

Evaluasi faktor ini memperhatikan pengguna dari organisasi area bisnis, bukan organisasi

teknis. Business Organization Risk berfokus pada resiko jangka pendek yang terkait dengan

perancangan ulang proses bisnis dan restrukturisasi organisasional.

0 Domain bisnis organisasi memiliki rencana yang terfomulasikan dengan baik untuk

mengimplementasikan proyek TI. Manajemen siap dan proses-proses serta prosedur-

prosedur mempunyai dokumentasi. Ada rencana konfigurasi untuk proyek TI,

terdapat sebuah proyek unggulan, dan produk atau nilai tambah kompetitif

terdefinisi dengan baik untuk pasar yang dipahami dengan baik

1-4 Nilai dari 1 hingga 4 tergantung pada situasi yang membutuhkan gabungan dari

elemen-elemen keadaan siap dengan elemen-elemen resiko. Tandailah dengan

checkmark untuk elemen-elemen di bawah ini.

Ya Tidak Tidak diketahui

Rencana domain bisnis yang terfomulasi dengan baik ( ) ( ) ( )

Manajemen domain bisnis pada tempatnya ( ) ( ) ( )

Rencana contigency pada tempatnya ( ) ( ) ( )

Proses dan prosedur pada tempatnya ( ) ( ) ( )

Page 25: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L25

Ya Tidak Tidak diketahui

Pelatihan bagi para pengguna terencana ( ) ( ) ( )

Adanya manajemen unggulan ( ) ( ) ( )

Produknya ditentukan dengan baik ( ) ( ) ( )

Kebutuhan pasar diketahui dengan baik ( ) ( ) ( )

5. Organisasi domain bisnis tidak memiliki rencana untuk mnegimplementasikan sistem

yang diajukan. Manajemen tidak pasti mengenai tanggung jawab. Proses-proses dan

prosedur-prosedur tidak terdokumentasi. Tidak ada rencana kontigensi yang siap.

Tidak ada unggulan yang terdefinisi bagi proyek TI ini. Produk atau nilai tambahan

kompetitif terdefinisi dengan buruk. Tidak ada pasar yang dipahami dengan baik.

Page 26: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L26

LAMPIRAN 5

KUISIONER UNTUK PENILAIAN TERHADAP DOMAIN

TEKNOLOGI

Kuinioner ini dibuat untuk mengevaluasi nilai dan resiko akibat investasi dalam teknologi

informasi oleh PT. RCTI.

Pilihlah salah satu dari angka 0 sampai 5 yang paling sesuai/mencerminkan keadaan pada

domain teknologi PT. RCTI sehubungan dengan investasi sistem e-hrm!

Lingkari angka yang Anda pilih!

Strategic Values

Strategic I/T Architecture

Strategy I/T architecture mengevaluasi derajat dimana sebuah proyek diselaraskan

dengan keseluruhan strategi sistem informasi perusahaan, dicerminkan terhadap

perencanaan sistem informasi (blue print) organisasi untuk jangka panjang.

0 Pembangunan proyek TI yang baru tidak sesuai dengan perencanaan startegi

sistem informasi (blue print) perusahaan. Penundaan setahun tidak memiliki

konsekuensi kompetitif.

1 Pembangunan proyek TI yang baru merupakan bagian dari perencanaan strategi

sistem informasi perusahaan, tetapi prioritasnya tidak ditentukan. Penundaan

setahun mungkin tidak akan mempengaruhi posisi kompetitif.

2 Pembangunan proyek TI yang baru merupakan bagian dari perencanaan strategi

sistem inforamsi perusahaan, dan memiliki pay off (hasil) yang rendah, bukan

merupakan prasyarat bagi proyek lain yang terdapat dalam perencanaan

strategis sistem informasi perusahaan, juga tidak terkait erat dengan prasyarat

proyek lainnya.

Page 27: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L27

3 Pembangunan proyek TI yang baru merupaklan bagian integral dari perencanaan

strategi sistem informasi perusahaan, dan memiliki pay off (hasil) yang cukup,

bukan merupakan prasyarat bagi proyek lain yang terdapat dalam perencanaan

strategis sistem informasi perusahaan, tetapi agak terkait dengan prasyarat

proyek lainnya.

4 Pembangunan proyek TI yang baru merupaklan bagian integral dari perencanaan

strategi sistem informasi perusahaan, dan memiliki pay off (hasil) yang tinggi,

bukan merupakan prasyarat bagi proyek lain yang terdapat dalam perencanaan

strategis sistem informasi perusahaan, tetapi sangat terkait dengan prasyarat

proyek lainnya.

5 Pembangunan proyek TI yang baru merupaklan bagian integral dari perencanaan

strategi sistem informasi perusahaan, dan akan diimplementasikan lebih dulu.

Setiap proyek merupakan prasyarat bagi proyek lain yang terdapat dalam

perencanaan strategis sistem informasi (blue print) perusahaan.

Competitive Strategy Risks

I/T Strategy Risk

I/T strategy risk menmcerminkan tingkat dampak potensial pada strategi teknologi

informasi jangka panjang secara keseluruhan, termasuk arsitektur dan platform,

interdependensi sistem, strategi bisnis, keseimbangan, dan keahlian kritis. I/T strategy risk

berfokus pada competitive strategy risk yang terlibat sebagai akibat dari perubahan

struktur bisnis, termasuk aliansi, join ventura, dan perusahaan virtual, serta perlunya untuk

mendukung perusahaan seiring dengan I/T strategy risk menyesuaikan diri dengan

permintaan baru pasar.

0 Arsitektur dan platform yang digunakan sangat fleksibel dan sangat sesuai dengan

rencana jangka panjang dari perusahaan. Tidak ada ketergantungan dan

Page 28: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L28

detidaksesuaian yang akan menghapus skenario strategi TI yang telah direncanakan

dan dibangun untuk mendukung skenario bisnis saat ini.

1 Diketahui terdapat ketergantungan dan ketidaksesuaian, tetapi hanya pada sebagian

kecil rencana masa yang gakan datang. Tidak dibutuhkan suatu kemampuan dasar

yang baru.

2 Diketahui terdapat ketergantungan dan ketidaksesuaian, tetapi hanya pada beberapa

dari rencana masa yang akan datang. Kemampuan dasar yang ada akan

memeperkuat dan menangani kebutuhan-kebutuhan baru.

3 Diketahui terdapat ketergantungan dan ketidaksesuaian pada beberapa dari rencana

masa depan. Kemampuan dasar yang ada sangat lemah.

4 Diketahui terdapat ketergantungan dan ketidaksesuaiaan pada sebagian besar dari

rencana masa depan yang akan datang. Dibutuhkan suatu kemampuan dasar dari

luar.

5 Arsitektur dan platform yang digunakan tidak fleksibel dan tidak sesuai dengan

renacana jangka panjang dari perusahaan, sehingga terjadi ketergantungan dan

ketidaksesuaian dengan strategi TI dan tidak mampu memberikan dukungan

terhadap bisnis perusahaan.

Organizational Strategy Risk and Uncertainties

I/T Definitional Uncertainty

Mengkaji derajat seberapa besar domain teknologi informasi dapat menangkap

dengan tepat kebutuhan pengguna (user requirement), spesifikasi sistem dan kompleksitas

dari area teknologi informasi sehingga memungkinkan suatu proyek TI yang sedang

dikembangkan tidak mudah berubah. Selain itu, dengan adanya hal ini akan memberikan

suatu kepastian kepada tim TI dalam organisasi untuk mengembangkan suatu sistem. I/T

definitional uncertainty mencerminkan tingkat kestabilan lingkungan yang menerima. Hal

Page 29: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L29

penting dalam pengukuruan resiko adalah dimana dimensi ini berhubungan dengan potensi

proyek untuk mencapai tujuan-tujuan pada derajat dimana mereka bisa dispesifikasikan.

0 Persyaratan jelas dan disetujui. Spesifikasinya jelas dan disetujui. Area yang telah

diinvestigasi jelas. Memiliki probabilitas yang tinggi dari tidak adanya perubahan.

1 Persyaratan cukup jelas. Spesifikasinya cukup jelas dan mantap. Tidak ada

persetujuan formal. Area yang diinvestigasi jelas. Probabilitas yang rendah dengan

adanya perubahan yang tidak rutin.

2 Persyaratan cukup jelas. Spesifikasinya cukup jelas. Area yang diinvestigasi jelas.

Memiliki probabilitas perubahan non rutin yang masuk akal dan layak.

3 Persyaratan cukup jelas. Spesifikasinya tidak jelas. Area yang diinvestigasi jelas.

Perubahan hampir pasti dan hampir mendesak.

4 Persyaratan tidak jelas. Spesifikasinya tidak jelas. Area yang diinvestigasi agak

rumit/komplek. Perubahan hampir pasti, bahkan selama berlangsungnya proyek

tersebut.

5 Persyaratan tidak diketahui. Spesifikasi tidak diketahui. Area mungkin cukup

komplek. Perubahan mungkin terjadi selama berlangsungnya proyek, tetapi kuncinya

adalah persyaratan yang tidak diketahui.

I/T Technical and Implementaition Risk

Faktor ini digunakan untuk mengetahui kesiapan di dalam melaksanakan proyek

sistem informasi yang berhubungan erat dengan keterampilan yang dibuthkan dan tingkat

ketergantungan perangkat keras dan lunak. Faktor ini mengukur ketergantungan proyek

pada teknologi baru atau yang belum pernah dicoba yang mungkin melibatkan sebuah

teknologi tunggal atau kombinasi dari kumpulan keahlian teknis, perangkat keras, atau

peralatan piranti lunak. Faktor ini merefleksikan lima resiko komponen dalam proyek TI.

A. Keterampilan yang dibutuhkan pada tahap implementasi

Page 30: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L30

0 Tidak diperlukan keterampilan baru bagi staf dan manajemen. Keduanya

telah berpengalaman.

1 Dibutuhkan beberapa keterampilan baru bagi staf, tidak untuk

manajemen.

2 Dibutuhkan beberapa keterampilan baru bagi staf dan manajemen.

3 Dibutuhkan beberapa keterampilan baru bagi staf, terlebih lagi bagi

manajemen.

4 Keterampilan baru banyak dibutuhkan bagi staf, beberapa bagi

manajemen.

5 Keterampilan baru banyak dibuhkan bagi staf dan manajemen.

B. Ketergantungan perangkat keras

0 Perangkat keras tersedia, digunakan pada aplikasi yang sejenis.

1 Perangkat keras tersedia, digunakan pada aplikasi berbeda.

2 Perangkat keras tersedia dan sudah diuji, tetapi tidak beroperasi.

3 Perangkat keras sudah ada, tetapi belum dimanfaatkan.

4 Beberapa fitur dari perangkat keras tidak diuji atau dimanfaatkan.

5 Persyaratan saat ini tidak tersedia, perlu membeli yang baru.

C. Ketergantungan piranti lunak (selain aplikasi piranti lunak)

0 Piranti lunak standar, atau tidak membutuhkan pemograman.

1 Piranti lunak yang digunakan standar, atau membutuhkan pemograman

yang tidak kompleks.

2 Dibutuhkan beberapa antar muka antar piranti lunak dan mungkin

membutuhkan pemograman yang kompleks.

Page 31: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L31

3 Dalam pengoperasian piranti lunak, dibutuhkan beberapa fitur baru,

mungkin juga dibutuhkan antar muka yang kompleks antar muka yang

kompleks antar piranti lunak.

4 Dibutuhkan fitur yang tidak tersedia sekarang dan dibuthkan juga

teknologi terbaru yang lumayan canggih (state of the art).

5 Dibutuhkan teknologi terbaru yang sangat canggih.

D. Aplikasi piranti lunak (Application Software)

0 Program yang ada hanya membutuhkan modifikasi minimal.

1 Program tersedia secara komersial dan hanya membutuhkan modifikasi

yang minimal. Atau program sudah tersedia di dalam perusahaan, hanya

saja dibutuhkan modifikasi yang agak banyak, atau piranti lunak yang

dibangun di dalam perusahaan dengan kompleksitas desain yang minimal.

2 Program tersedia secara komersial namun membutuhkan modifikasi yang

cukup banyak. Atau progrom sudah tersedia di dalam perusahaan, hanya

saja dibutuhkan modifikasi yang banyak, atau piranti lunak akan dibangun

sendiri dengan kompleksitas desain yang minimal, tetapi pemograman

yang lumayan kompleks.

3 Piranti lunak tersedia secara komersial, tetapi sangat kompleks, atau

piranti lunak dibangun sendiri dengan faktor kesulitan sedang.

4 Piranti lunak tidak tersedia di pasar. Membutuhkan rancangan dan

pemograman yang kompleks dengan faktor kesulitan sedang.

5 Piranti lunak tidak tersedia di pasar. Membuthkan rancangan dan

pemograman yang kompleks, bahkan jika dikontrakan ke pihak luar

perusahaan sekalipun.

Page 32: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L32

E. Ketergantungan Implementasi aplikasi

0 Tidak membuthkan keahlian khusus, membutuhkan waktu yang singkat,

dan sederhana untuk dibuat. Aplikasi serupa sudah ada di perusahaan.

1 Aplikasi dengan ukuran menengah jika dibandingkan dengan aplikasi yang

sudah ada. Tingkat kesulitan yang relatif rendah, dibutuhkan sedikit

keahlian khusus.

2 Dibutuhkan teknik pemograman khusus .Jika dibandingkan aplikasi yang

sudah ada di perusahaan, sistem ini memiliki tingkat kesulitan menengah,

sehingga dibutuhkan waktu yang agak lama untuk membangunnya.

3 Dibutuhkan suatu keahlian khusus untuk sistem ini. Dibandingkan dengan

sistem yang sudah ada di perusahaan, sistem ini memiliki tingkat kesulitan

yang cukup tinggi. Dibutuhkan beberapa desain dan pemograman yang

cukup kompleks. Dalam implementasinya, dibutuhkan waktu yang cukup

lama dan cukup sulit diprediksi. Sistem ini merupakan aplikasi dengan

ukuran besar.

4 Dibutuhkan suatu keahlian khusus untuk sistem ini. Sistem yang serupa

mungkin ada tetapi diluar perusahaan. Dibutuhkan beberapa desain dan

pemograman yang kompleks. Dibutuhkan waktu yang lama dan sulit untuk

diprediksi untuk mengimplementasikannya. Sistem ini merupakan aplikasi

dengan ukuran sangat besar.

5 Dibutuhkan suatu desain dan pemograman yang sangat kompleks,

sehingga tidak dapat diprediksi waktu implementasinya. Sistem ini

merupakan aplikasi dengan ukuran sangat besar.

Page 33: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L33

I/T Services Delivery Risk

Faktor ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar resiko yang akan dihadapi

perusahaan dengan adanya sistem yang baru. Pelayanan akan lebih banyak dilakukan oleh

sistem tersebut. Penilaian ini dipusatkan pada resiko jangka pendek yang mungkin

dihadapi oleh perusahaan.

0 Sistem ini menggunakan fasilitas dan layanan yang ada. Tidak ada investasi dalam

prasyarat sistem yang dibutuhkan (misalnya manajemen basis data), tidak ada biaya

awal yang bukan merupakan bagian dari proyek aplikasi yang secara langsung

diantisipasi.

1 Perubahan satu elemen dari sistem pengiriman layanan komputer dibutuhkan bagi

proyek TI ini. Investasi-investasi awal yang terkait pada implementasi proyek di luar

biaya langsung proyek relatif kecil.

2 Dibutuhkan sedikit perubahan pada beberapa pengiriman layanan komputer.

Beberapa investasi awal dibutuhkan untuk mengakomodasi proyek ini, kemungkinan

dibutuhkan beberapa investasi berikutnya untuk integrasi lebih lanjut suatu proyek

TI ke dalam mainstream dari lingkungan sistem informasi.

3 Dibutuhkan perubahan yang cukup terhadap beberapa elemen sistem penyampaian

pelayanan komputer. Beberapa investasi awal dibutuhkan untuk mengakomodasi

proyek ini, dan akan dibutuhkan beberapa investasi berikutnya untuk integrasi lebih

lanjut suatu proyek aplikasi TI ke dalam mainstream dari lingkungan sistem

informasi.

4 Dibutuhkan perubahan yang cukup terhadap beberapa elemen sistem penyampaian

layanan komputer pada banyak area. Beberapa investasi awal yang cukup besar

dalam staff, piranti lunak, perangkat keras, dan manajemen dibutuhkan untuk

mengakomodasi suatu proyek TI. Investasi ini tidak termasuk dalam biaya proyek

Page 34: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L34

secara langsung, tetapi mewakili investasi awal fasilitas sistem informasi untuk

menciptakan lingkungan yang dibutuhkan pada proyek TI.

5 Dibutuhkan perubahan mendasar terhadap beberapa elemen sestem penyampaian

layanan komputer pada banyak area. Investasi awal yang dipertimbangkan dalam

staff, piranti lunak, perangkat keras, dan menejemen dibutuhkan untuk

mengakomodasi sebuah proyek. Investasi ini tidak termasuk dalam biaya proyek

secara langsung, tetapi mewakili investasi fasilitas sistem informasi untuk

menciptakan lingkungan yang dibutuhkan pada implementasi proyek TI.

Page 35: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L35

LAMPIRAN 6

SUKU BUNGA BANK INDONESIA 2005

SUKU BUNGA SBI

Grafik Timeseries Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.75 % Dikeluarkan Tanggal : 12/14/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.75 % Dikeluarkan Tanggal : 12/7/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.25 % Dikeluarkan Tanggal : 11/30/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.25 % Dikeluarkan Tanggal : 11/23/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.25 % Dikeluarkan Tanggal : 11/16/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.25 % Dikeluarkan Tanggal : 11/9/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 11.00 % Dikeluarkan Tanggal : 10/26/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 11.00 % Dikeluarkan Tanggal : 10/19/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 11.00 % Dikeluarkan Tanggal : 10/12/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 11.00 % Dikeluarkan Tanggal : 10/5/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 10.00 % Dikeluarkan Tanggal : 9/28/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 10.00 % Dikeluarkan Tanggal : 9/21/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 10.00 % Dikeluarkan Tanggal : 9/14/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 10.00 %

Page 36: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L36

Dikeluarkan Tanggal : 9/7/2005Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 9.51 % Dikeluarkan Tanggal : 8/31/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.75 % Dikeluarkan Tanggal : 8/24/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.75 % Dikeluarkan Tanggal : 8/16/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.71 % Dikeluarkan Tanggal : 8/10/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.50 % Dikeluarkan Tanggal : 8/3/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.49 % Dikeluarkan Tanggal : 7/27/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.49 % Dikeluarkan Tanggal : 7/20/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.49 % Dikeluarkan Tanggal : 7/13/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.44 % Dikeluarkan Tanggal : 7/6/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.25 % Dikeluarkan Tanggal : 6/29/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.18 % Dikeluarkan Tanggal : 6/22/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.06 % Dikeluarkan Tanggal : 6/15/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.02 % Dikeluarkan Tanggal : 6/8/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.98 % Dikeluarkan Tanggal : 6/1/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.95 % Dikeluarkan Tanggal : 5/25/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.90 % Dikeluarkan Tanggal : 5/18/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

Page 37: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L37

1 Bulan 7.87 % Dikeluarkan Tanggal : 5/11/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.81 % Dikeluarkan Tanggal : 5/4/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.70 % Dikeluarkan Tanggal : 4/20/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.53 % Dikeluarkan Tanggal : 4/6/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.44 % Dikeluarkan Tanggal : 3/16/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.43 % Dikeluarkan Tanggal : 3/2/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.43 % Dikeluarkan Tanggal : 2/16/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.42 % Dikeluarkan Tanggal : 2/2/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.42 % Dikeluarkan Tanggal : 1/19/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.42 % Dikeluarkan Tanggal : 1/5/2005

Page 38: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L38

LAMPIRAN 7

GOLONGAN TARIF DASAR LISTRIK

LAMPIRAN I KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 89 TAHUN 2002 TANGGAL : 31 DESEMBER 2002

GOLONGAN TARIF DASAR LISTRIK

NO. GOLONGAN

TARIF TR/TM/TT*

BATAS DAYA KETERANGAN

1. S-1 / TR 220 VA Golongan Tarif Untuk Pemakaian Sangat Kecil

2. S-2 / TR 250 VA s/d 200 kVA Golongan Tarif Untuk Keperluan Pelayanan Sosial Kecil Sampai dengan sedang

3. S-3 / TM diatas 200 kVA Golongan Tarif Untuk Keperluan Pelayanan Sosial

4. R-1 / TR 250 VA s/d 2.200 VA Golongan Tarif Untuk Keperluan Rumah Tangga Kecil

5. R-2 / TR diatas 2.200 VA s/d 6.600

VA Golongan Tarif Untuk Keperluan Rumah Tangga Menengah

6. R-3 / TR di atas 6.600 VA Golongan Tarif Untuk Keperluan Rumah Tangga Besar

7. B-1 / TR 250 VA s/d 2.200 VA Golongan Tarif Untuk Keperluan Bisnis Kecil

8. B-2 / TR diatas 2.200 VA s/d 200

kVA Golongan Tarif Untuk Keperluan Bisnis Menengah

9. B-3 / TM diatas 200 kVA Golongan Tarif Untuk Keperluan Bisnis Besar

10. I-1 / TR 450 VA s/d 14 kVA Golongan Tarif Untuk Keperluan Industri Kecil / Rumah Tangga

11. I-2 / TR diatas 14 kVA s/d 200 kVA Golongan Tarif Untuk Keperluan Industri Sedang

12. I-3 / TM diatas 200 kVA Golongan Tarif Untuk Keperluan Industri Menengah

13. I-4 / TT 30.000 kVA ke atas Golongan Tarif Untuk Keperluan Industri Besar

14. P-1 / TR 250 VA s/d 200 kVA Golongan Tarif Untuk Keperluan Kantor Pemerintah Kecil dan Sedang

15. P-2 / TM diatas 200 kVA Golongan Tarif Untuk Keperluan Kantor Pemerintah Besar

16. P-3 / TR Golongan Tarif Untuk Keperluan Penerangan Jalan

17. T / TM diatas 200 kVA

Golongan Tarif Untuk Traksi diperuntukkan bagi Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT.Kereta Api Idonesia

18. C / TM diatas 200 kVA

Golongan Tarif Curah (bulk) Untuk Keperluan penjualan secara curah (bulk) kepada pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan untuk Kepentingan Umum (PIUKU)

19. M / TR,TM,TT Golongan Tarif multiguna diperuntukkan hanya bagi pengguna listrik yang memerlukan pelayanan dengan kualitas khusus dan yang karena berbagai hal tidak termasuk dalam ketentuan golongan tarif S,R,B,I dan P

Page 39: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L39

Keterangan: TR : Tegangan Rendah TM : Tegangan Menengah TT : Tegangan Tinggi

PRESIDEN REPUBLIK

INDONESIA, ttd,

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-Undangan,

Lambock V.Nahattands

Page 40: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L40

LAMPIRAN 8

TARIF DASAR LISTRIK UNTUK KEPERLUAN INDUSTRI

LAMPIRAN V B KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 89 TAHUN 2002

TANGGAL : 31 DESEMBER 2002

TARIF DASAR LISTRIK UNTUK KEPERLUAN INDUSTRI BIAYA BEBAN

(RP./kVA/bulan) BIAYA PEMAKAIAN

(RP./kWh)

NO. GOL TARIF

BATAS DAYA

1 Juli s.d

30 September 2003

1 Oktober s.d

31 Desember 2003

1 Juli s.d

30 September 2003

1 Oktober s.d

31 Desember 2003

1. I-1 / TR s.d 450 VA 26.000 27.000

Blok I : 0 s.d 30 kWh : 160 Blok II : di atas 30 kWh : 395

Blok I : 0 s.d 30 kWh : 161 Blok II : di atas 30 kWh : 435

2. I-1 / TR 900 VA 31.500 33.500

Blok I : 0 s.d 72 kWh : 315 Blok II : di atas 72 kWh : 405

Blok I : 0 s.d 72 kWh : 350 Blok II : di atas 72 kWh : 465

3. I-1 / TR 1.300 VA 31.800 33.800

Blok I : 0 s.d 104 kWh : 450 Blok II : di atas 104 kWh : 460

Blok I : 0 s.d 104 kWh : 475 Blok II : di atas 104 kWh : 495

4. I-1 / TR 2.200 VA 32.000 33.800

Blok I : 0 s.d 196 kWh : 455 Blok II : di atas 196 kWh : 460

Blok I : 0 s.d 196 kWh : 480 Blok II : di atas 196 kWh : 495

5. I-1 / TR

di atas 2.200 VA

s.d 14 kVA

32.200 34.000

Blok I : 0 s.d 80 jam nyala : 455 Blok II : di atas 80 jam nyala berikutnya : 460

Blok I : 0 s.d 80 jam nyala : 480 Blok II : di atas 80 jam nyala berikutnya : 495

6. I-2 / TR

di atas 14 kVA s.d.200

kVA

32.500 35.000 Blok WBP = K x 440 Blok LWBP = 440

Blok WBP = K x 466 Blok LWBP = 466

7. I-3 / TM

di atas 200 kVA 29.500 31.300

0 s.d 350 jam nyala Blok WBP = K x 439 Di atas 350 jam nyala, Blok WBP = 439 Blok LWBP = 439

0 s.d 350 jam nyala Blok WBP = K x 468 Di atas 350 jam nyala, Blok WBP = 468 Blok LWBP = 468

8. I-4 / TT 30.000

kVA ke atas

27.000 28.700 434 460

Catatan

:

Page 41: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L41

K : Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat ( 1,4 <= K <= 2 ), yang ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Perusahaan Listrik Negara.

WBP : Waktu Beban Puncak LWBP : Luar Waktu Beban Puncak

Jam nyala : adalah kWh per bulan dibagi dengan kVA tersambung

PRESIDEN REPUBLIK

INDONESIA, ttd,

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-Undangan,

Lambock V.Nahattands

Page 42: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L42

LAMPIRAN 9

COUNTRY DEFAULT SPREADS AND RISK PREMIUMS

This table summarizes the latest bond ratings and appropriate default spreads for different countries. While you can use these numbers as rough estimates of country risk premiums, you may want to modify the premia to reflect the additonal risk of equity markets. To estimate the long term country risk premium, I start with the country rating (from Moody's: www.moodys.com) and estimate the default spread for that rating (based upon traded country bonds) over a default free government bond rate. This becomes a measure of the added country risk premium for that country. I add this default spread to the historical risk premium for a mature equity market (estimated from US historical data) to estimate the total risk premium. In the short term especially, the equity country risk premium is likely to be greater than the country's default spread. You can estimate an adjusted country risk premium by multiplying the default spread by the relative equity market volatility for that market (Std dev in country equity market/Std dev in country bond). I have used the emerging market average of 1.5 (equity markets are about 1.5 times more volatile than bond markets) to estimate country risk premium. I have added this to the historical premium for the US of about 4.84% to get the total risk premium.

Country Long-Term RatingAdj. Default SpreadTotal Risk PremiAlderney Aaa 0 4.84% Andorra Aaa 0 4.84% Argentina B3 650 14.59% Australia Aaa 0 4.84% Austria Aaa 0 4.84% Bahamas A1 80 6.04% Bahamas-Off Shore Banking Center Aaa 0 4.84% Bahrain Baa1 120 6.64% Bahrain-Off Shore Banking Aa3 70 5.89% Barbados A3 95 6.27% Belgium Aa1 60 5.74% Belize B1 450 11.59% Bermuda Aaa 0 4.84% Bolivia B3 650 14.59% Bosnia & Herzogovina B3 650 14.59% Botswana A1 80 6.04%

Page 43: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L43

Brazil Ba3 400 10.84% Bulgaria Ba1 250 8.59% Canada Aaa 0 4.84% Cayman Islands Aa3 70 5.89% Cayman Islands Off Shore Banking Aaa 0 4.84% Chile A1 80 6.04% China A2 90 6.19% Colombia Baa2 130 6.79% Costa Ba1 250 8.59% Croatia Baa1 120 6.64% Cuba Caa2 750 16.09% Cyprus A2 90 6.19% Czech Republic A1 80 6.04% Denmark Aaa 0 4.84% Dominican Republic B3 650 14.59% Ecuador B3 650 14.59% Egypt Baa1 120 6.64% El Salvador Baa2 130 6.79% Estonia A1 80 6.04% Eurozone Aaa 0 4.84% Fiji Islands Ba2 300 9.34% Finland Aaa 0 4.84% France Aaa 0 4.84% Germany Aaa 0 4.84% Greece A1 80 6.04% Guatemala Ba1 250 8.59% Guernsey Aaa 0 4.84% Honduras B2 550 13.09% Hong Kong Aa3 70 5.89% Hungary A1 80 6.04% Iceland Aaa 0 4.84% India Ba2 300 9.34% Indonesia B2 550 13.09% Ireland Aaa 0 4.84% Isle of Man Aaa 0 4.84% Israel A2 90 6.19% Italy Aa2 65 5.82% Jamaica Ba2 300 9.34% Japan A2 90 6.19% Jersey Aaa 0 4.84% Jordan Baa3 145 7.02%

Page 44: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L44

Kazakhstan Baa1 120 6.64% Korea A3 95 6.27% Kuwait A2 90 6.19% Latvia A2 90 6.19% Lebanon B3 650 14.59% Liechtenstein Aaa 0 4.84% Lithuania A3 95 6.27% Luxembourg Aaa 0 4.84% Macao A1 80 6.04% Malaysia A3 95 6.27% Malta A3 95 6.27% Mauritius A2 90 6.19% Mexico Baa1 120 6.64% Moldova Caa1 750 16.09% Morocco Ba1 250 8.59% Netherlands Aaa 0 4.84% New Zealand Aaa 0 4.84% Nicaragua B3 650 14.59% Norway Aaa 0 4.84% Oman Baa2 130 6.79% Pakistan B2 550 13.09% Panama Baa2 130 6.79% Panama Off-shore Banking Aa2 65 5.82% Papua New Guinea B1 450 11.59% Paraguay Caa1 750 16.09% Peru Baa3 145 7.02% Philippines Ba2 300 9.34% Poland A2 90 6.19% Portugal Aa2 65 5.82% Qatar A3 95 6.27% Romania Ba3 400 10.84% Russia Baa3 145 7.02% San Marino Aaa 0 4.84% Sark Aaa 0 4.84% Saudi Arabia Baa2 130 6.79% Singapore Aaa 0 4.84% Slovakia A3 95 6.27% Slovenia Aa3 70 5.89% South Africa A2 90 6.19% Spain Aaa 0 4.84% Suriname Ba3 400 10.84%

Page 45: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L45

Sweden Aaa 0 4.84% Switzerland Aaa 0 4.84% Taiwan Aa3 70 5.89% Thailand Baa1 120 6.64% Trinidad & Tobago Baa1 120 6.64% Tunisia Baa2 130 6.79% Turkey B2 550 13.09% Turkmenistan B2 550 13.09% Ukraine B1 450 11.59% United Arab Emirates A1 80 6.04% United Kingdom Aaa 0 4.84% United States Aaa 0 4.84% Uruguay B3 650 14.59% Venezuela B1 450 11.59% Vietnam B2 550 13.09%

Last updated: January 2005

Aswath Damodaran

LAMPIRAN 10

PERHITUNGAN TINGKAT DISKONTO NPV DAN IRR

Page 46: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L46

Data di bawah ini adalah kumpulan suku bunga SBI yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia

(dengan jangka waktu 1 bulan) selama tahun 2005.

SUKU BUNGA BANK INDONESIA SUKU BUNGA SBI

Grafik Timeseries Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.75 % Dikeluarkan Tanggal : 12/14/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.75 % Dikeluarkan Tanggal : 12/7/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.25 % Dikeluarkan Tanggal : 11/30/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.25 % Dikeluarkan Tanggal : 11/23/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.25 % Dikeluarkan Tanggal : 11/16/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 12.25 % Dikeluarkan Tanggal : 11/9/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 11.00 % Dikeluarkan Tanggal : 10/26/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 11.00 % Dikeluarkan Tanggal : 10/19/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 11.00 % Dikeluarkan Tanggal : 10/12/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 11.00 % Dikeluarkan Tanggal : 10/5/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 10.00 % Dikeluarkan Tanggal : 9/28/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 10.00 % Dikeluarkan Tanggal : 9/21/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 10.00 % Dikeluarkan Tanggal : 9/14/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

Page 47: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L47

1 Bulan 10.00 % Dikeluarkan Tanggal : 9/7/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 9.51 % Dikeluarkan Tanggal : 8/31/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.75 % Dikeluarkan Tanggal : 8/24/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.75 % Dikeluarkan Tanggal : 8/16/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.71 % Dikeluarkan Tanggal : 8/10/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.50 % Dikeluarkan Tanggal : 8/3/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.49 % Dikeluarkan Tanggal : 7/27/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.49 % Dikeluarkan Tanggal : 7/20/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.49 % Dikeluarkan Tanggal : 7/13/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.44 % Dikeluarkan Tanggal : 7/6/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.25 % Dikeluarkan Tanggal : 6/29/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.18 % Dikeluarkan Tanggal : 6/22/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.06 % Dikeluarkan Tanggal : 6/15/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 8.02 % Dikeluarkan Tanggal : 6/8/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.98 % Dikeluarkan Tanggal : 6/1/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.95 % Dikeluarkan Tanggal : 5/25/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.90 % Dikeluarkan Tanggal : 5/18/2005

Page 48: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L48

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.87 % Dikeluarkan Tanggal : 5/11/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.81 % Dikeluarkan Tanggal : 5/4/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.70 % Dikeluarkan Tanggal : 4/20/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.53 % Dikeluarkan Tanggal : 4/6/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.44 % Dikeluarkan Tanggal : 3/16/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.43 % Dikeluarkan Tanggal : 3/2/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.43 % Dikeluarkan Tanggal : 2/16/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.42 % Dikeluarkan Tanggal : 2/2/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.42 % Dikeluarkan Tanggal : 1/19/2005

Jangka Waktu Suku Bunga

1 Bulan 7.42 % Dikeluarkan Tanggal : 1/5/2005

Rata-rata suku bunga SBI 2005 adalah 9.211%

Perhitungan tingkat diskonto bagi NPV dan IRR pada bab 5 menggunakan biaya

modal dengan pendekatan premi resiko. Pendekatan premi resiko memakai tingkat

pengembalian bebas resiko dan tingkat premi resiko di dalam perhitungannya. Menggunakan

rumus : kcs = kd + RPcs

Dalam kasus ini, tingkat pengembalian bebas resiko di Indonesia mengacu kepada

suku bunga SBI rata-rata tahun 2005 sebesar 9.211%, sedangkan tingkat premi resiko

mengacu kepada premi resiko negara Indonesia tahun 2005 (13.09%) menurut versi Aswath

Damodaran. Jadi tingkat diskonto NPV dan IRR adalah 9.211% + 13.09% = 22.301%

Page 49: LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN …thesis.binus.ac.id/doc/lampiran/2006-2-00984-MNSI-lampiran.pdf · L1 LAMPIRAN 1 DAFTAR PERTANYAAN DAN RANGKUMAN HASIL WAWANCARA ANALISIS

L49