KREASI KERAJINAN DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK

of 16 /16
31 ILMIAH MAHASISWA PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44 Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645 KREASI KERAJINAN DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK Murti Kanti 1 , Mukhirah 2 , Rosmala Dewi 2 Program Studi Pendidikan Kesejateraan Keluarga Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Email Correspondence : [email protected] ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah plastik dengan menciptakan benda kerajinan yang bernilai ekonomis dan tanggapan mahasiswa terhadap daya terima produk kerajinan limbah plastik. Penelitian menggunakan metode eksperimen terapan pada limbah plastik dengan teknik makrame. Data daya terima responden diperoleh melalui dokumentasi, kepustakaan, dan penyebaran angket kepada 40 Mahasiswa Tata Busana FKIP Unsyiah secara total sampling. Hasil penelitian menunjukan limbah plastik dapat diatasi dan dimanfaatkan menjadi benda kerajinan daur ulang yang bernilai ekonomis dengan teknik makrame. Menciptakan makrame dengan tiga desain yaitu: desain I letak makrame digantung tidak menempel pada dinding, desain II memiliki satu tempat untuk meletakkan vas bunga, tata letak dari kerajinan makrame menempel pada dinding dan desain III lebih besar, memiliki tiga tempat untuk menggantung vas bunga. Tanggapan mahasiswa pada desain I dan II lebih mendominasi memiliki bobot persentasi yang sama sehingga keduanya disukai. Tanggapan terhadap bentuk kreasi mahasiswa lebih menyukai desain III, sedangkan pada motif mahasiswa lebih menyukai desain I, untuk warna banyak mahasiswa yang menyukai pada makrame desain II dengan paduan warna yaitu merah muda dan biru. Mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan limbah plastik sebagai karya kerajinan daur ulang, tidak hanya kerajinan makrame, namun dapat dijadikan sebagai bentuk kerajinan lain yang bernilai ekonomis. Kata Kunci: Daur Ulang, Kreasi, Limbah Plastik ABSTRACT This study aims to analyze the use of plastic waste by creating handicraft objects with economic value and student responses to the acceptance of plastic waste craft products. The research used an applied experimental method on plastic waste with the macrame technique. Respondent acceptance data were obtained through documentation, literature, and distributing questionnaires to 40 students of the FKIP Unsyiah Dressmaking by total sampling. The results showed that plastic waste can be overcome and used as recycled handicraft objects with economic value using the makrame 1 Alumni Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah 2 Dosen Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah

Embed Size (px)

Transcript of KREASI KERAJINAN DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK

JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
Murti Kanti1, Mukhirah2, Rosmala Dewi2
Program Studi Pendidikan Kesejateraan Keluarga
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.
Email Correspondence : [email protected]
kerajinan yang bernilai ekonomis dan tanggapan mahasiswa terhadap daya terima produk kerajinan
limbah plastik. Penelitian menggunakan metode eksperimen terapan pada limbah plastik dengan
teknik makrame. Data daya terima responden diperoleh melalui dokumentasi, kepustakaan, dan
penyebaran angket kepada 40 Mahasiswa Tata Busana FKIP Unsyiah secara total sampling. Hasil
penelitian menunjukan limbah plastik dapat diatasi dan dimanfaatkan menjadi benda kerajinan daur
ulang yang bernilai ekonomis dengan teknik makrame. Menciptakan makrame dengan tiga desain
yaitu: desain I letak makrame digantung tidak menempel pada dinding, desain II memiliki satu
tempat untuk meletakkan vas bunga, tata letak dari kerajinan makrame menempel pada dinding dan
desain III lebih besar, memiliki tiga tempat untuk menggantung vas bunga. Tanggapan mahasiswa
pada desain I dan II lebih mendominasi memiliki bobot persentasi yang sama sehingga keduanya
disukai. Tanggapan terhadap bentuk kreasi mahasiswa lebih menyukai desain III, sedangkan pada
motif mahasiswa lebih menyukai desain I, untuk warna banyak mahasiswa yang menyukai pada
makrame desain II dengan paduan warna yaitu merah muda dan biru. Mahasiswa dan masyarakat
diharapkan dapat memanfaatkan limbah plastik sebagai karya kerajinan daur ulang, tidak hanya
kerajinan makrame, namun dapat dijadikan sebagai bentuk kerajinan lain yang bernilai ekonomis.
Kata Kunci: Daur Ulang, Kreasi, Limbah Plastik
ABSTRACT
This study aims to analyze the use of plastic waste by creating handicraft objects with economic
value and student responses to the acceptance of plastic waste craft products. The research used an
applied experimental method on plastic waste with the macrame technique. Respondent acceptance
data were obtained through documentation, literature, and distributing questionnaires to 40
students of the FKIP Unsyiah Dressmaking by total sampling. The results showed that plastic waste
can be overcome and used as recycled handicraft objects with economic value using the makrame
1 Alumni Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah
2 Dosen Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
technique. Creating a macrame with three designs, namely: design I, the location of the macrame
to be hung not on the wall, design II has one place to put a flower vase, the layout of the macrame
craft attached to the wall and design III is larger, has three places to hang a flower vase. Student
responses to designs I and II are more dominant, have the same percentage weighting so that both
are preferred. The response to the form of student creations prefers design III, while on the motive
students prefer design I, for the colors many students prefer macramé design II with a combination
of colors namely pink and blue. Students and the community are expected to be able to use plastic
waste as recycled handicrafts, not only for makrame crafts, but also as other forms of handicraft
that have economic value.
1 Alumni Jurusann Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah
2 Dosen Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Unsyiah
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
menjadi penyebab rusaknya lingkungan,
mengatakan, Indonesia merupakan negara
dibuang sembarangan sehingga mencemari
lingkungan, terutama lingkungan perairan
Saat ini plastik merupakan suatu masalah
serius yang mengancam keselamatan bumi.
Tumpukan limbah terutama plastik
dapat menimbulkan banjir, bahkan merusak
ekosistem laut. Sebagaimana pendapat
laut, sehingga dapat menyebabkan kematian
pada hewan-hewan laut akibat
mengkonsumsi limbah plastik. Partikel
plastik menyebabkan turunnya tingkat
pengurai seperti cacing.
Pendukung munculnya limbah
makanan saja tetapi berbagai produk yang
dikonsumsi dan digunakan oleh manusia.
Contohnya sepert makanan ringan, detergen,
minyak, cairan pencuci piring dan masih
banyak lagi produk yang dikemas
menggunakan plastik. Semakin banyak
Kenyataan yang terjadi saat ini limbah
plastik tidak pernah dimanfaatkan oleh
masyarakat, limbah plastik banyak dibuang
di tempat-tempat umum dan dibiarkan begitu
saja. Kebiasaan masyarakat dalam
menghilangkan dan memusnahkan limbah
pembakaran. Pembakaran sampah sangat
berpengaruh terhadap ekosistem lingkungan
dan laut, pembakaran limbah plastik dapat
mempengaruhi tipisnya lapisan ozon yang
pada akhirnya dapat menyebabkan
pemanasan global bagi bumi.
Tuti Hendrawati Mintarsih mengungkapkan,
pemukiman, 75% terdiri dari limbah organik
sedangkan sisanya merupakan sampah
memanfaatkannya sebagai kompos, briket
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
sebagai benda kerajinan daur ulang. Limbah
plastik dapat diolah menjadi benda kerajinan
yang menarik dan bernilai ekonomis (Irma
Mulyani, 2017:74). Banyak benda kerajinan
yang dapat dibuat menggunakan limbah
plastic sebagai suatu kreatifitas. Kreativitas
merupakan kemampuan untuk mencipta atau
daya cipta. Kreatifitas merupakan suatu
kemampuan yang sangat berarti dalam
kehidupan manusia. Kreativitas tidak hanya
sekedar keberuntungan tetapi merupakan
Salah satu contoh dari kreatifitas
melalui kerajinan makrame yang merupakan
daur ulang limbah plastik. Makrame
merupakan kerajinan yang dibuat dengan cara
teknik simpul menyimpul dan merangkai tali
dan benang sehingga menghasilkan suatu
karya (Nurfaradisa, 2018:52). Umumnya
pengrajin membuat makrame menggunakan
peneliti membuat kerajinan makrame dengan
memanfaatkan limbah plastik, selain
mengurangi penumpukan limbah kerajinan
yang bernilai ekonomis. Berkenaan dengan
permasalahan limbah plastik yang terus
terjadi perlu adanya penanganan agar
masyarakat dapat memanfaatkan limbah
menganalisis pemanfaatan limbah plastik
kerajinan limbah plastik.
adalah metode eksperimen terapan (applied
research). Margono (2009:6)
mengungkapkan penelitian eksperimen
dengan hati-hati, sistematis dan terus menerus
terhadap suatu masalah. Penelitian
eksperimen terapan berfungsi untuk
terhadap masalah tertentu menggunakan
dalam Depdiknas (2008:13) menjelaskan
responden menggunakan pendekatan
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
(Sugiyono, 2013:14). Metode kuantitatif
mengetahui respon responden terhadap
dengan teknik makrame.
Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan
bergerak melakukan eksperimen, ditinjau dari
peralatan, kesehatan serta keselamatan kerja.
Waktu penelitian ini dilaksanakan dimulai
dari tanggal 20 Mei s/d 21 Juli 2020.
Penelitian dimulai dari pembuatan kreasi
kerajinan daur ulang limbah plastik dengan
teknik makrame desain I, II dan III.
Selanjutnya untuk mengetahui respon dari
responden peneliti menyebarkan angket
kepada responden. Eksperimen dilaksanakan
gantungan vas bunga dengan tiga model,
menentukan teknik makrame yang digunakan,
menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
dan membuat makrame dari limbah plastik.
Limbah plastik merupakan bahan
tempat untuk menggantung vas bunga dengan
teknik makrame. Bahan lain, kayu berbentuk
pipa dan ring besi digunakan sebagai bahan
untuk menggantung limbah plastik yang
sudah dipilin dan disimpul berbentuk motif
hingga menjadi benda kerajinan makrame.
Tali kur digunakan untuk menggantung hasil
kerajinan makrame di dinding. Alat yang
digunakan untuk membuat benda kerajinan
dari limbah plastik terdiri dari gunting. Alat
lem tembak, digunakan untuk merekatkan dan
menyambung hasil pilinan limbah plastik.
Proses rancangan yang dikerjakan dapat
dilihat pada gambar 1, 2 dan 3 berikut.
Desain Pertama
Sumber: Sketsa Rancangan Penulis
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
Sumber: Sketsa Rancangan Penulis
Sumber: Sketsa Rancangan Penulis
berbeda-beda. Setiap desain disesuaikan
keseimbangan.
pertama ini lebih sederhana dalam proses
pemilinan bahan serta teknik simpul yang
digunakan. Bentuk dan motif makrame ini
tidak seperti bentuk serta motif pada desain
kedua dan ketiga. Pada desain pertama
kerajinan makrame berbentuk bulat dan tidak
memiliki banyak motif.
dapat dilihat dari segala sisi karena makrame
ini digantung tidak menempel di dinding.
Pembuatan makrame desain pertama
merah. Warna merah pada makrame memberi
efek cerah, ditambah dengan bunga pada
warna hijau akan semakin menambah
kecerahan dari makrame.
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
berikut:
sudah dibersihkan.
potongan memanjang.
proses pemilinan plastik dilakukan
dengan cara telebih dahulu
menggabungkan dua lembar plastik
yang sudah dipotong memanjang.
Sumber: Dokumentasi Penelitian
menggunakan lem tembak hingga
sebanyak delapan helai (Gambar 5).
Gambar 5: Meletakkan Hasil Pilinan
pada Ring
dengan menggunakan teknik simpul
sampai berbentuk motif dari makrame
(Gambar 6 dan 7).
Sumber: Dokumentasi Penelitian
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
Sumber: Dokumentasi Penelitian
menggunakan dua warna limbah plastik yang
berbeda, yaitu warna biru dan warna merah
muda. Pemilihan warna biru memberikan
kesan dan efek cerah sedangkan warna merah
muda memberi efek kelmbutan dari kerajinan
makrame. Makrame desain kedua memiliki
satu tempat untuk menggantung vas bunga.
Tata letak makrame desain kedua menempel
di dinding.
berikut:
sudah dibersihkan.
potongan memanjang.
proses pemilinan plastik dilakukan
dengan cara telebih dahulu
menggabungkan dua lembar plastik
yang sudah dipotong memanjang.
satu pilinan.
menggunakan lem tembak hingga
berbeda, yaitu 9 helai warna biru dan
9 helai warna merah muda (Gambar
8).
Sumber: Dokumentasi Penelitian
dengan menggunakan teknik “simpul
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
(Gambar 9).
Simpul Rantai
setiap helainya, maka jumlah pilinan
plastik menjadi dua kali lipat dari 18
helai menjadi 36 helai.
9. Selanjutnya melakukan teknik
“simpul gordin” secara vertikal
dan membentuk tempat untuk
11, 12).
Teknik Simpul Gordin
Sumber: Dokumentasi Penelitian
Sumber: Dokumentasi Penelitian
Sumber: Dokumentasi Peneliti
pembuatannya. Peneliti mencoba melakukan
pembuatannya dilakukan pertama karena
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
sehingga membutuhkan waktu yang lebih
lama. Makrame desain ketiga lebih besar dan
memiliki tiga tempat untuk meletakkan vas
bunga. Tata letak markame desain ketiga
sama seperti makrame desain kedua yaitu
diletakkan dengan cara digantung menenpel
pada dinding. Warna limbah plastik yang
digunakan pada desain ketiga warna merah
muda. Warna merah muda memberi kesan
lembut dan netral, sehingga pada saat
diletakkan vas yang berisi bunga selain dari
warna hijau makrame tetap dapat digunakan
tanpa perlu mengganti makrame warna lain.
Adapun tahap-tahap dalam pembuatan
berikut:
sudah dibersihkan.
potongan memanjang.
proses pilinan plastik dilakukan
dengan cara telebih dahulu
menggabungkan dua lembar plastik
yang sudah dipotong memanjang.
menggunakan lem tembak hingga
sebanyak 24 helai.
dengan menggunakan teknik “simpul
5. Teknik “simpul rantai” telah selesai
untuk setiap helainya, maka jumlah
pilinan plastik menjadi dua kali lipat
dari 24 helai menjadi 48 helai
(Gambar 13)
Simpul Rantai
makrame. Selanjutnya membentuk
Terakhir membuat bentuk bulatan
14,15, 16).
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
Teknik Simpul Ganda
Sumber: Dokumentasi Penelitian
Sumber: Dokumentasi Penelitian
Sumber: Dokumentasi Penelitian
cara mengolah dan memanfaatkannya
sampah di lingkungan, daur ulang akan
menghasilkan suatu benda kerajinan yang
bernilai ekonomis. Fatimah Wati (2018:20)
bahwa limbah plastik dapat dimanfaatkan
sebagai benda kerajinan seperti jas hujan dari
pembungkus deterjen dan minyak goreng,
dompet koin dari tutup botol, dompet/tas dari
pembungkus makanan dan kalung atau tirai
dari botol minuman. Selanjutnya hasil
penelitian Irma Muliani (2017:82)
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
memanfaatkan kembali dalam kehidupan
hiasan photo booth sebagai salah satu peluang
usaha.
bernilai ekonomis dan dapat dijadikan sebagai
peluang usaha. Hasil penelitian ini penulis
membuat makrame dengan memanfaatkan
Umumnya kerajinan dengan teknik
atau tali. Berbeda dengan Hasil penelitian
Nurfaradisa (2018:53) menunjukkan bahwa
dengan teknik makrame dari bahan kain perca
dengan berbagai macam teknik simpul. Dapat
disimpulkan bahwa pembuatan makrame
pemanfaatan dari adanya daur ulang limbah
plastik. Pemanfaatan limbah plastik menjadi
kerajinan makrame dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari. Makrame yang dibuat
tidak hanya memiliki nilai hias, tetapi juga
memiliki nilai guna yaitu dapat dimanfaatkan
sebagai tempat untuk meletakkan atau
menggantung vas bunga.
kerajinan makrame. Desain merupakan
dihasilkan pada kertas dan mengandung nilai
keindahan dan nilai pakai. Menurut Mia dan
Syifa (2014:1) Desain merupakan perumusan
dari proses berfikir, pertimbangan dan
perhitungan dari desainer yang diwujudkan
dalam bentuk gambar.
makrame desain pertama dapat dilihat dari
segala sisi karena makrame ini digantung
tidak menempel di dinding. Desain II
menggunakan dua warna yang berbeda dari
limbah plastik yaitu warna biru dan merah
muda. Sedangkan pada desain III
menggunakan warna yang lebih lembut dari
desain I dan II. Tata letak kerajinan makrame
desain II dan III digantung dan menempel di
dinding. Tingkatan warna yang digunakan
mulai dari warna yang paling terang pada
desain I, kemudian warna kombinasi pada
desain II dan yang terakhir warna paling muda
pada desain III. Tujuannya ialah agar terdapat
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
juga sebagai daya tarik bagi responden
sebagaimana Verra Zahara (2018:87)
mengungkapkan faktor yang sangat
warna. Warna merupakan sumber daya tarik
konsumen terhadap produk kerajinan yang
dihasilkan oleh pengrajin.
dari makrame tersebut. Manfaat dari kerajinan
makrame sebagai benda hias sekaligus
sebagai tempat untuk meletakkan vas bunga.
Menurut Ilman (2018:66) bahwa, “inovasi
baru adalah membuat perubahan atau
memperkenalkan gagasan baru, produk baru,
pelayanan baru dan cara-cara baru yang lebih
bermanfaat”. Berdasarkan pendapat tersebut
meningkatkan kualitas produk, fungsi produk,
menambah menariknya suatu desain produk,
serta dapat menyesuaikan biaya operasional
dengan keinginan responden. Dengan
plastik merupakan inovasi baru yaitu dengan
memanfaatkan limbah plastik, karena pada
umumnya pembuatan makrame hanya
menghasilkan kerajinan daripada makrame
orang akan memiliki tanggapan yang berbeda
dari objek yang dilihat. Segala objek yang ada
di depan penglihatan manusia biasanya akan
ditangkap melalui suatu kesimpulan. Jika
suatu objek tersebut terlihat menarik perhatian
dari pandangan matanya maka akan terjadi
proses pengamatan. Setelah proses
sikap dan partisipasi dapat dilihat dengan
adanya respon dari masyarakat.
Sikap, persepsi dan partisipasi
item pertama dan kedua responden sangat
suka terhadap ide pembuatan kerajinan
makrame dapat dilihat pada (Gambar 17).
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
Sebagian besar (52,5%) responden
setengahnya (42,5%) sedangkan responden
pembuatan makrame yaitu sebagian kecil
(5%). Tanggapan responden terhadap jenis
bahan yang digunakan dalam pembuatan
makrame dapat dilihat pada (Gambar 18).
Gambar 18: Tanggapan Responden
Pembuatan Produk Kerajinan Makrame
setengahnya (50%) sedangkan responden
yang digunakan dari pembuatan kerajinan
makrame. Alasan sebagian responden tidak
menyukai jenis bahan yang digunakan karena
hasil kerajinan makrame terlihat sedikit kaku
karena menggunakan bahan plastik, berbeda
dengan bahan yang digunakan pada umumnya
yaitu menggunakan tali
Namun, dalam penelitian ini minat responden
lebih kepada desain I dan II. Responden lebih
tertarik pada makrame desain I dikarenakan
makrame desain I menggunakan limbah
plastik dengan warna yang terang sehingga
terlihat lebih cerah pada saat diletakkan bunga
berwarna hijau. Sedangkan responden tertarik
pada makrame desain II karena menggunakan
dua warna yang berbeda yaitu warna biru dan
merah muda. Hasil persentase penelitian
makrame pada desain I dan II memiliki bobot
yang sama sehingga dapat dilihat bahwa
keduanya sama-sama disukai oleh responden.
KESIMPULAN
mengolah dan memanfaatkannya menjadi
di lingkungan.
Ide Pembuatan Makrame
Jenis Bahan
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
tiga desain, desain I dengan tata letak
makrame digantung tidak menempel di
dinding. Desain II tata letak makrame
menmpel pada dinding dan makrame
desain III lebih besar memiliki tiga tempat
untuk menggantung vas bunga. Tata letak
makrame desain ketiga menenpel pada
dinding.
persentasi yang sama sehingga dapat
dilihat bahwa keduanya sangat disukai oleh
responden. Tanggapan responden
sangat disukai adalah desain II, desain I
dan desain III.
tidak hanya digunakan sebagai kerajinan
makrame, namun dapat digunakan untuk
membuat kerajinan dalam bentuk lainnya
yang memiliki nilai guna dan nilai jual
yang terlihat menarik bagi responden.
2. Diharapkan adanya penelitian lebih lanjut
mengenai daur ulang limbah plastik untuk
mengurangi sampah dan meningkatkan
2018. Kreatifitas Mahasiswa Tata
Busana dalam Penggunaan Busana
Kuliah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
2020.
http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/ar
ticle/view/9724
Metode Penelitian Pendidikan.
Direktorat Tenaga Kependidikan,
Direktorat Jenderal Peningkatan
Usaha Kerajinan Limbah Plastik di
Desa Nusa. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Program Studi Pendidikan
Kesejahteraan Keluarga FKIP
Juli 2020.
Busana dari Pola Hingga Jadi.
Jakarta: Prima.
Meningkatkan Kinerja Koperasi.
Irma Muliani, Fitriana, Rosmala Dewi. 2017.
Pemanfaatan Limbah Plastik Pada
Photo Booth Acara Resepsi
JURNAL VOLUME: 5 NOMOR : 4 NOVEMBER 2020 hal 31-44
Website : http://www.jim.unsyiah.ac.id/pkk/issue/view/ 645
Pernikahan. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
20 Juli 2020.
Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pembuatan Tas Mukena dengan
Perca. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
September 2020.
Surabaya Terhadap Blur dalam
Komunikasi, 5(1), 1-10.
Bandung: Alfabeta
Yogyakarta: Deepublish 81.
Daya Tarik Wisatawan pada Produk
Kerajinan Bordir Aceh. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
2 Desember 2020.