Konsep Paradigma Sehat Dan Sejarah Perkembangan Promosi Kesehatan

download Konsep Paradigma Sehat Dan Sejarah Perkembangan Promosi Kesehatan

of 29

  • date post

    12-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    45
  • download

    7

Embed Size (px)

description

Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku

Transcript of Konsep Paradigma Sehat Dan Sejarah Perkembangan Promosi Kesehatan

  • KONSEPPERKE

    UNTU

    yang dibina

    F

    I

    P

    P

    R

    T

    FA

    PROGRAM

    P PARADIGMA SEHAT DAN SEJAEMBANGAN PROMOSI KESEHAT

    MAKALAH

    TUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

    Dasar Promosi Kesehatan

    ina oleh Ibu dr. Tisnalia Merdya Andyastanti, S

    Disusun Oleh:

    Fajar Nisyinta A. 130612607883 Imasdeka Khoirunnisak 130612607871

    Putri Ines Anggraini 130612607824

    Putri Sarifatul Milla 130612607845

    Rahma Ismayanti 130612607891

    Tanjung Hidayat 130612607867

    UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

    JURUSAN ILMU KESEHATAN

    M STUDI ILMU KESEHATAN MASYAR

    Januari 2015

    ARAH TAN

    H

    , S.Ked

    RAKAT

  • DAFTAR ISI

    HALAMAN SAMPUL

    DAFTAR ISI

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 Latar belakang .................................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 2 1.3 Tujuan Penulisan .............................................................................. 2

    BAB II PEMBAHASAN

    2.1 Konsep Paradigma Sehat ................................................................. 3 2.1.1 Definisi Paradigma ................................................................. 3 2.1.2 Definisi Sehat ......................................................................... 3 2.1.3 Paradigma Sehat ..................................................................... 5 2.1.4 Dasar Pemikiran Paradigma Sehat ......................................... 8 2.1.5 Faktor Pendukung Paradigma Sehat ....................................... 12 2.1.6 Strategi Pembangunan Kesehatan .......................................... 13 2.1.7 Tiga Pilar Indonesia Sehat ...................................................... 14 2.1.8 Indikator Utama Indonesia Sehat ........................................... 14

    2.2 Sejarah Perkembangan Promosi Kesehatan ..................................... 15 2.2.1 Latar Belakang Munculnya Promosi Kesehatan .................... 15 2.2.2 Istilah Promosi Kesehatan ...................................................... 16 2.2.3 Perkembangan Promosi Kesehatan di Indonesia .................... 17 2.2.4 Promosi Kesehatan di Era Reformasi dan Desentralisasi ...... 18 2.2.5 Konferensi International Health Promotion ........................... 20

    BAB III PENUTUP

    3.1 Kesimpulan ..................................................................................... 24 3.2 Saran ................................................................................................ 25

    DAFTAR PUSTAKA

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 memberikan batasan: kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Batasan yang diangkat dari batasan kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang paling baru ini memang lebih luas dan dinamis dibandingkan dengan batasan sebelumnya yang mengatakan, bahwa kesehatan adalah keadaan sempurna, baik fisik, mental, maupun sosial, dan tidak hanya bebas dari penyakit dan cacat. Pada batasan yang terdahulu, kesehatan itu hanya mencakup tiga aspek, yakni: fisik, mental, dan sosial, tetapi menurut UU No. 36 Tahun 2009, kemudian kesehatan itu mencakup lima aspek yakni fisik (badan), mental (jiwa), sosial, spiritual, ekonomi.

    Hal ini berarti kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial saja, tetapi juga diukur dari produktivitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Bagi yang belum memasuki usia kerja, anak dan remaja; atau bagi yang sudah tidak bekerja (pensiun) atau usia lanjut, berlaku produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan, misalnya sekolah atau kuliah bagi anak dan remaja, dan kegiatan pelayanan sosial bagi usia lanjut. Kelima dimensi kesehatan tersebut saling mempengaruhi dalam mewujudkan tingkat kesehatan pada seseorang, kelompok, atau masyarakat. Itulah sebabnya, kesehatan itu bersifat holistik atau menyeluruh.

    Derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni: lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan (herediter). Karena itu upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat harus ditujukan pada keempat faktor utama tersebut bersama-sama.

  • 2

    Pendidikan atau promosi kesehatan pada hakikatnya adalah upaya intervensi yang ditujukan pada faktor perilaku. Namun pada kenyataannya tiga faktor yang lain perlu intervensi pendidikan atau promosi kesehatan juga, karena perilaku juga berperan pada faktor-faktor tersebut. Apabila lingkungan baik dan sikap masyarakat positif maka lingkungan dan fasilitas tersebut niscaya akan dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat.

    Pemerintah, swasta, dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat telah menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan lingkungan di masyarakat, tetapi kurang dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakatnya, begitupun dengan penyediaan fasilitas kesehatan yang tidak diimbangi dengan peran masyarakat dalam menyelasaikan permasalahan kesehatannya. Agar perilaku masyarakat sesuai

    dengan nilai-nilai kesehatan atau perilaku sehat, maka diperlukan pendidikan atau promosi kesehatan.

    1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana konsep paradigma sehat? 2. Bagaimana sejarah perkembangan promosi kesehatan?

    1.3 Tujuan Penulisan 1. Memahami konsep paradigma sehat 2. Memahami sejarah perkembangan promosi kesehatan

  • 3

    BAB II

    PEMBAHASAN

    2.1 Konsep Paradigma Sehat 2.1.1 Definisi Paradigma

    Paradigma adalah suatu cara pandang mendasar atau cara kita melihat, memikirkan, memaknai, menyikapi, serta memilih tindakan atas fenomena yang ada. Paradigma merupakan suatu diagram atau kerangka berfikir yang menjelaskan suatu fenomena. Mengandung berbagai konsep yang terkait dengan fokus keilmuannya. (Konsep Dasar Keperawatan. Oleh Ns. Asmadi, S.Kep ) dalam Hudaya, Isna. (2010). Beberapa pengertian dari Paradigma: 1. Paradigma adalah hubungan teori-teori yangmembentuk susunan yang

    mengukur teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga menimbulkan hal-hal yang perlu diselidiki. (Depkes RI, 1980)

    2. Paradigma adalah pola pikir dalam memahami dan menjelaskan aspek tertentu dari setiap kenyataan. (Fegurson)

    3. Menurut Thomas Kuhn (1979) paradigma sebagai model, pola atau pandangan dunia yang dilandasi pada dua karakteristik yaitu penampilan dari kelompok yang menunjukkan keberadaannya terhadap sesuatu yang diyakini dan terbuka untuk penyelesaian masalah dalam kelompoknya.

    Berdasarkan pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Paradigma Kesehatan adalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan terhadap berbagai fenomena yang ada dalam bidang kesehatan.

    2.1.2 Definisi Sehat Menurut WHO (World Heath Organisatin) definisi sehat merupakan suatu

    keadaan kondisi fisik, mental dan kesejahteraan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan.

  • 4

    Health is a state of complete physical, mental, and social well being and not merely the absence of diseases or infirmity

    Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan No. 9 Tahun 1960, Bab I Pasal 2 adalah keadaan yang meliputi kesehatan badan (jasmani), rohani (mental), dan sosial, serta bukan hanya keadaan bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Dan menurut UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa : Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

    Menurut WHO, ada tiga komponen penting yang merupakan satu kesatuan dalam definisi sehat yaitu: 1. Sehat Jasmani

    Sehat jasmani merupakan komponen penting dalam arti sehat seutuhnya, berupa sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bersinar, rambut tersisir rapi, berpakaian rapi, berotot, tidak gemuk, nafas tidak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit dan seluruh fungsi fisiologi tubuh berjalan normal.

    2. Sehat Mental Sehat Mental dan sehat jasmani selalu dihubungkan satu sama lain dalam pepatah kuno Jiwa yang sehat terdapat di dalam tubuh yang sehat (Men Sana In Corpore Sano).

    Atribut seorang insan yang memiliki mental yang sehat adalah sebagai berikut: a. Selalu merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya, tidak pernah menyesal

    dan kasihan terhadap dirinya, selalu gembira, santai dan menyenangkan serta tidak ada tanda-tanda konflik kejiwaan.

    b. Dapat bergaul dengan baik dan dapat menerima kritik serta tidak mudah tersinggung dan marah, selalu pengertian dan toleransi terhadap kebutuhan emosi orang lain.

    c. Dapat mengontrol diri dan tidak mudah emosi serta tidak mudah takut, cemburu, benci serta menghadapi dan dapat menyelesaikan masalah secara cerdik dan bijaksana.

  • 5

    3. Kesejahteraan Sosial Batasan kesejahteraan sosial yang ada di setiap tempat atau negara sulit diukur dan sangat tergantung pada kultur, kebudayaan dan tingkat kemakmuran masyarakat setempat. Dalam arti yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial adalah suasana kehidupan berupa perasaan aman damai dan sejahtera, cukup pangan, sandang dan papan. Dalam kehidupan masyarakat yang sejahtera, masyarakat hidup tertib dan selalu menghargai kepentingan orang lain serta masyarakat umum.

    4. Sehat Spiritual Spiritual merupakan komponen tambahan pada definisi sehat oleh WHO dan memiliki arti penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Setiap individu perlu mendapat pendidikan formal maupun info