Makalah Paradigma Sehat

download Makalah Paradigma Sehat

of 23

  • date post

    30-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    43
  • download

    0

Embed Size (px)

description

blok 2

Transcript of Makalah Paradigma Sehat

Bab 1Pendahuluan

1.1 Latar belakangPenyakit Demam berdarah Dengue telah dikenal di indonesia sebagai penyakit yang endemis terutama bagi anak-anak. Di Indonesia BDB timbul sebagai wabah untuk pertama kalinya di surabaya pada tahun 1968. Sampai saat ini DBD dilaporkan dari 26 provinsi dan telah menyebar dari daerah perkotaan ke daerah pedesaan dan selama tahun 1974-1982 dilaporkan sebanyak 3500-7800 kasus dengan Case Fatality Rate 3,9%. Penyebab penyakit ini ialah virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty sebagai faktor utama disamping nyamuk Aedes Albopictus.1Wabah penyakit demam berdarah yang sering terjadi di berbgai daerah di Indonesia di beberapa tahun yang lalu perlu mendapat perhatian. Begitu pula vektor Aedes Aegepty yang terdapat baik di daerah pedesaan maupun perkotaan memberi resiko timbul wabah penyakit di masa akan datang. Untuk mengatasi masalah penyakit demam berdarah di Indonesia telah puluhan tahun dilakukan bebrbagai upaya pemerantasan vektor, tetapi hasilnya belum optimal. Kejadian luar biasa (KLB) masih sering terjadi secara teoritis ada empat cara untuk memuuskan rantai penularan DBD ialah melenyapkan virus, isolasi penderita, mencegah gigitan nyamuk (vector) dan penggalian vektor. Untuk pengendalian vektor dilakukan dengan dua cara yaitu cara kimia dan pengelolaan lingkungsn, salah satunya dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN).(1,2)

1.2 TujuanTujuan umum : Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan demam berdarah dengan 3MTujuan khusus :1. Masyarakat mampu mencegah timbulnya penyakit demam berdarah2. Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat3. Masyarakat dapat menghilangkan jentik-jentik nyamuk penyebab demam berdarah4. Masyarakat tidak lagi berperilaku sembarangan

1.3 ManfaatAdapun manfaat dari makalah ini dapat dilihat dari dua segi, yaitu :A. Bagi PembacaDiharapkan dapat memberikan pengetahuan tambahan untuk mencegah penyabaran penyakit demam berdarah melalui metode pemberantasan nyamukB. Bagi PenulisPenulis dapat melatih ketrampilan dalam mengolah informasi yang ada sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dalam hal ini adalah mengenai demam berdarah dengue dengan metode pemberantasan sarang nyamuk (PSN)

Bab IIPembahasan

2.1. Pemberantasan Sarang Nyamuk2.1.1 PengertianPemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue adalah kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular Demam Berdarah Dengue (Aedes Aegypti) di tempat tempat perkembengbiakannya.(3,6)2.1.2 Tujuan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBDMengendalikan populasi nyamuk aedes aegypti, sehingga penularan DBD dapat dicegah atau dikurangi.(1,2)2.1.3 Sasaran Pemberantasan Sarang Nyamuk DBDSasaran pemberantasan sarang nyamuk DBD yaitu semua tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, antara lain: Tempat penampunga air (TPA) untuk keperluan sehari hari. Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari hari. Tempat penampung air alamiah.42.1.4 Ukuran Keberhasilan Pemberantsan Sarang Nyamuk DBDKeberhasailan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk DBD antara lain dapat diukur dengan Angka Bebas Jentik (ABJ), apabila ABJ lebih atau sama dengan 95 % di harapkan penularan DBD dapat di cegah atau di kurangi.(1,2,10)2.1.5 Cara Pemberantasan Sarang Nyamuk DBDPemberantasan sarang nyamuk DBD dilakukan dengan cara 3M , yaitu : Menguras dan menyikat tempat tempat penampungan air, seperti bak mandi/wc, drum, dll seminggu sekali (M1). Menutup rapat rapat tempat penampungan air, seperti gentong air/tempayan, dll (M2). Mengubur dan menyingkirkan barang barang bekas yang dapat menampung air hujan (M3).(1,2)

Selain itu ditambah dengan cara lainnya, seperti: Mengganti air vas bunga, tempat minim burung atau tempat lainnya yang sejenis seminggu sekali. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancer/rusak. Menutup lubang lubang pada potongan bambu /pohon, dll. Menaburkan bubuk larvasida, misalnya di tempat tempat yang sulit di kuras atau di daerah yang sulit air. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak bak penampung air. Memasang kawat kasa. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai. Menggunakan kelambu. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.Keseluruhan cara tersebut di atas di kenal dengan istilah 3M Plus.2.1.6 Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBDPelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk DBD menurut Depkes RI (2005), yaitu: Di rumahDilaksanakan oleh anggota keluarga Tempat tempat umumDilaksanakan oleh petugas yang di tunjuk oleh pimpinan atau pengelola tempat tempat umum, seperti:1. kantor oleh petugas kebersihan kantor2. sekolah oleh petugas sekolah3. pasar oleh petugas kebersihan pasar, dll.2.1.7 Jenis Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD a). Bulan Bakti Gerakan 3M Bulan bakti gerakan 3M atau juga dengan istilah bulan kewaspadaan 3M sebelum musim penularan atau gerakan 3M sebelum masa penularan (G 3M SMP) adalah suatu kegiatan yang di laksanakan pada saat sebelum terjadi penularan DBD, yaitu bulan dimana jumlah kasus DBD paling rendah, berdasarkan jumlah kasus rata rata perbulan selama 5 tahun terakhir. Kegiatan ini dilakukan selama sebulan penuh dengan mengajak warga melakukan PSN DBD dipimpin oleh Kepala wilayah setempat serta melibatkan lintas sector. Kegiatan ini di prioritaskan di desa/kelurahan rawan 1 (endemis) agar sebelum terjadi puncak penularan virus dengue, populasi nyamuk penular dapat ditekan serendah rendahnya sehingga Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicegah.(1,12)

b). Penyuluhan Kepada KeluargaSelain penyuluhan secara individu yang dilakukan penyuluhan kepada masyarakat luas juga dilakukan secara kelompok (seperti pada pertemuan kader, arisan, dan selapanan) dan secara missal (seperti pada saat pertunjukan layer tancap, ceramah agama dan pertemuan musyawarah desa).9c). Pergerakan Masyarakat Dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD Pergerakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk secara terus menerus dan berkesinambungan sesuai dengan situasi dan kondisi masing masing daerah, apabila terjadi KLB atau wabah, dilakukan penyemprotan insektisida/pemberantasan vector dengan pengasapan (fogging) yang dilaksanakan 2 siklus dengan interval satu minggu yang melibatkan petugas dinas kesehatan kabupaten/kota,puskesmas dan tenaga lain yang terlatih.(7-9) 2.1.8 Perlunya 3MSudah tidak diragukan lagi bahwa penyebaran wabah dengue disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegipty terutama nyamuk betina. Nyamuk ini sangat pintar menyembunyikan suaranya dengan membuat gerakan sayap yang halus sehingga nyaris tak trdengar. Nyamuk betina ini menghisap darah menusia sebagai bahan untuk mematangkan telurnya. Bila nyamuk jenis lain bertelur dan menetaskan pada sarangnya, Aedes aegipty betina melakukannya diatas permukaan air karena dengan demikianlah telur telurnya itu berpotensi menetas dan hidup, telur menjadi larva yang kemudian mencari makan dengan memangsa bakteri yang ada di air tersebut, nyamuk penyebab demam berdarah ini berkembang biak pada genangan air terutama yang kotor. Penyebaran wabah dengue dipengaruhi oleh ada tidaknya nyamuk aedes aegipty yang dipengaruhi lagi oleh ada tidaknya genangan air yang kotor, oleh karena itu pengontrolan dengue bias dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut :a). Pertama adalah membunuh nyamuk baik dengan peptisida maupun dengan ovitrap, yakni dengan bak perangkap yang di utup kasa, penggunaan peptisida selain memerlukan biaya dan berbahaya pada manusia, juga akan memicu munculnya nyamuk yang resisten, sehingga cara ini bukanlah cara yang efektif untuk jangka panjang, untuk jangka pendek cara ini masih digunakanb). Kedua adalah membuat nyamuk trasgenik supaya tidak terinfeksi oleh virus dengue, jika nyamuk tidak bisa terinfeksi oleh virus dengue otomatis manusia tidak akan pernah terinfeksi oleh virus dengue. Cara ini digunakan oleh beberapa peneliti unutk mengatasi masalah malaria,namun pengembangan cara ini masih memerlukan puluhan tahun untuk bias di aplikasikanc). Cara yang ketiga adalah PSN yang efektif dan efisien melalui kegiatan 3M yaitu dengan menguras tempat penyimpanan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang barang bekas yang memungkinkan dijadikan tempat perindukan dan perkembangbiakan jentik nyamuk aedes aegipty, menutup lubang lubang pada bamboo dengan tanah atau adukan semen, melipat pakain/kain yang bergantungan pada kamar agar nyamuk tidak hinggap disitu, untuk tempat tempat air yang tidak memungkinkan atau sulit di kuras taburkan bubuk abate kedalam genangan air tersebut untuk membunuh jenti jentik nyamuk, ulangi hal ini setiap 2-3 bulan sekali.(1-3)

2.2 Keadaan Bebas Jentik DBD2.2.1 Pengertian Keadaan Bebas JentikDari pengertian ABJ (Angka Bebas Jentik) di atas maka dapat disimpulkan bahwasanya Keadaan Bebas Jentik merupakan suatu keadaan dimana ABJ lebih atau sama dengan 95 %.(1,9)2.2.2 Pengertian DBDPenyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue dan terutama menyerang anak-anak dengan ciri-ciri demam tinggi mendadak dengan manifestasi pendarahan dan bertendensi menimbulkan shock dan kematian. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dengan manifestasi klinis, demam,nyeri otot, dan atau nyeri sendi yang disertai lekopenia, ruam, limfa demopati, trombositopenia dan datesis hemoregic. Suatu infeksi arboirus (arthropod borne virus)akut, ditularkan oleh nyamuk spesies aedes.(1,6) 2.2.3 Penyebab Demam Berdarah DenguePenyebab penyakit adalah virus dengue. Virus ini termasuk kelompok arthropoda. Borne viruses (arbovirosis). Sampai saat ini dikenal ada 4 serotype virus yaitu :1. dengue 1 diisolasi oleh sabin pada tahun 19442. dengue 2 diisolasi oleh sabin pada tahun 19443. dengue 3 diisolasi oleh sather4. dengue 4 diisolasi oleh satherkeempat type virus tersebut telah ditemukan diberbagai daerah di indonesia dan yang terbanyak adalah type 2 dan type 3. penelitian di indonesia menunjukkan dengue type 3 merup