Jurnal I.docx

download Jurnal I.docx

of 35

  • date post

    01-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    190
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Jurnal I.docx

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah (Muslich, 2007). Dalam KTSP, proses pembelajaran yang terjadi adalah berpusat pada siswa (Student Centered Learning). Siswa dituntut untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, maka guru bertindak sebagai fasilitator terhadap permasalahan yang dipecahkan oleh siswa. Ketercapaian kompetensi dasar dalam KTSP adalah sangat penting karena merupakan parameter untuk mengetahui keberhasilan metode pembelajaran yang digunakan untuk mengajar siswa.Fisika adalah suatu ilmu yang lebih banyak memerlukan pemahaman daripada penghafalan, maka kunci kesuksesan dalam belajar fisika adalah kemampuan memakai tiga hal pokok fisika yaitu konsep, hukum-hukum atau asas-asas, dan teori-teori (Budikase, 1995). Dalam pembelajaran fisika, kemampuan pemahaman konsep merupakan syarat mutlak dalam mencapai keberhasilan belajar fisika. Hanya dengan penguasaan konsep fisika seluruh permasalahan fisika dapat dipecahkan, baik permasalahan fisika yang ada dalam kehidupan sehari-hari maupun permasalahan fisika dalam bentuk soal-soal fisika di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pelajaran fisika bukanlah pelajaran hafalan tetapi lebih menuntut pemahaman konsep bahkan aplikasi konsep tersebut (Piping, 2005).Berdasarkan pada hasil wawancara yang telah dilakukan, selama ini pelaksanaan pembelajaran masih jarang menggunakan media, alat peraga, dan masih jarang dilakukan praktikum, serta berpusat pada guru. Selain itu, metode pembelajaran yang selama ini dilaksanakan masih berpusat pada guru sehingga siswa tidak aktif. Metode pembelajaran seperti ini masih perlu dilakukan perbaikan agar siswa dapat secara aktif ikut ambil bagian dari setiap proses belajar mengajar yang dilaksanakan. Pada dasarnya, pembelajaran yang berorientasi pada KTSP adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered Learning) bukan berpusat pada guru saja (Teacher Centered Learning), seperti yang selama ini dilakukan.B. Rumusan Masalah PenelitianBerdasarkan latar belakang di atas, masalah umum dalam penelitian tersebut adalah Adakah peningkatan hasil belajar dengan menerapkan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya di SMP Negeri 1 Demak?.Secara khusus masalah penelitian tersebut dirumuskan ke dalam sub-sub masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana hasil belajar siswa sebelum diajarkan dengan penerapan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya di SMP Negeri 1 Demak?2. Bagaimana hasil belajar siswa sesudah diajarkan dengan penerapan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya di SMP Negeri 1 Demak?3. Bagaimana aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Demak selama diterapkan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya?

C. Tujuan PenelitianSecara umum penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui adakah peningkatan hasil belajar dengan menerapkan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya di SMP Negeri 1 Demak. Secara khusus tujuan penelitian tersebut adalah untuk mendapatkan informasi tentang:1. Hasil belajar siswa sebelum diajarkan dengan penerapan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya di SMP Negeri 1 Demak.2. Hasil belajar siswa sesudah diajarkan dengan penerapan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya di SMP Negeri 1 Demak.3. Aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Demak selama diterapkan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya.

D. Manfaat Penelitian1. Manfaat TeoritisHasil penelitian tersebut dapat meningkatkan wawasan keilmuan terutama ilmu pendidikan fisika khususnya pada materi Cahaya, dan dapat menjadi bahan bacaan dan referensi mahasiswa/ i untuk melakukan kegiatan penelitian.

2. Manfaat Praktisa. Bagi penelitiDapat menambah dan meningkatkan pengetahuan tentang pendekatan pembelajaran Problem Based Instruction.b. Bagi guruDapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam menggunakan pembelajaran Problem Based Instruction supaya dapat mencapai tujuan pembelajaran yang dikehendaki.

E. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup penelitian meliputi variabel dan definisi operasional, sebagai berikut:1. Variabel PenelitianSecara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau obyek, yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (Hatch dan Farhady, 1981). Kerlinger (1973) variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Sedangkan menurut Sugiyono (2012: 61) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.Variabel dalam penelitian ini yaitu:a. Variabel Bebas Menurut Haryono (2005: 207) variabel bebas adalah kondisi-kondisi atau karakteristik-karakteristik yang oleh peneliti dimanipulasi dalam rangka untuk menerangkan hubungannya dengan fenomena yang diobservasi. Fungsi variabel ini sering disebut variabel pengaruh sebab berfungsi mempengaruhi variabel lain. Sedangkan menurut Sugiyono (2012: 61) variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya.

b. Variabel Terikat Nawawi (2007: 61) menyatakan bahwa variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul dipengaruhi atau ditentukan oleh adanya variabel bebas. Menurut Sugiyono (2012: 61) variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah:1. Hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diajarkan dengan penerapan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya di SMP Negeri 1 Demak.2. Aktivitas belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Demak selama diterapkan pembelajaran Problem Based Instruction berbantuan alat peraga pada materi Cahaya.

c. Variabel Kontrol Nawawi (2007:61) mengemukakan bahwa variabel kontrol adalah sejumlah gejala, faktor atau unsur yang dengan sengaja dikendalikan, agar tidak mempengaruhi variabel bebas dan variabel terikat. Sedangkan menurut Sugiyono (2012: 64) variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah : 1. Jumlah jam pelajaranJumlah jam pelajaran adalah sama, baik dikelas kontrol maupun kelas eksperimen.2. Guru yang mengajarGuru yang mengajar di kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah guru yang sama yaitu peneliti.3. Materi pelajaranMateri yang diajarkan di kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah materi yang sama yaitu Cahaya.

2. Definisi OperasionalMenurut Marzuki, definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat yang dapat diamati. Untuk menghindari perbedaan penafsiran pada istilah-istilah yang terdapat di dalam penelitian ini, maka perlu diberikan batasan-batasan dari istilah tersebut. Adapun istilah yang perlu dijelaskan sebagai berikut:a. PenerapanPenerapan adalah pelaksanaan. Penerapan yang dimaksud dalam penelitian tersebut adalah pelaksanaan pendekatan pembelajaran Problem Based Instruction pada materi Cahaya untuk dilihat pengaruhnya terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Demak.

b. Pembelajaran Problem Based Instruction Didalam proses belajar mengajar, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut metode mengajar. Di dalam penelitian tersebut pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pembelajaran Problem Based Instruction. Yang dimaksud dengan pembelajaran Problem Based Instruction dalam penelitian tersebut adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang membantu siswa untuk menemukan masalah dari suatu peristiwa yang nyata, mengumpulkan informasi melalui strategi yang telah ditentukan sendiri untuk mengambil satu keputusan pemecahan masalahnya yang kemudian akan dipresentasikan dalam bentuk unjuk kerja (Afcariono, 2008). Pembelajaran Problem Based Instruction merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga siswa dituntut untuk aktif melakukan eksperimen dan guru hanya sebagai fasilitator terhadap kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Pembelajaran Problem Based Instruction adalah pembelajaran yang mengacu pada KTSP, sehingga diharapkan kompetensi dasar dari masing-masing siswa dapat tercapai melalui kegiatan pembelajaran Problem Based Instruction ini.

c. Alat Peraga Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien. (Sudjana, 2002: 59 ).Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, metode dan alat, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran agar sampai tujuan. Dalam pencapaian tersebut, peranan alat peraga memegang peranan yang penting sebab dengan adanya alat peraga ini bahan dengan mudah dapat