Ikatan Hidrogen Kelompok 3

download Ikatan Hidrogen Kelompok 3

of 9

  • date post

    08-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    22
  • download

    0

Embed Size (px)

description

-------

Transcript of Ikatan Hidrogen Kelompok 3

Ikatan Hidrogen

IKATAN HIDROGENKELOMPOK 3Annisa Lea Kharismayani (04)Hanum Salsabila (11)Melinia Murti Lisfitria(16)Puji Pangestu(21)Siti Munawaroh(27)Tita Berlian Septiane(29)Wisal Ajiaksa(32)

A. Pengertian Ikatan HidrogenIkatan Hidrogen adalah ikatan yang terbentuk antara molekul molekul yang sangat polar dan mengandung atom hidrogen. Ikatan kovalen polar terbentuk karena antar atom yang berikatan kovalen tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan. Perbedaan ini menyebabkan pemisahan muatan pada kedua atom yang berikatan. Semakin besar perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk.Besaran tingkat pemisahan muatan (polarisasi muatan) dinamakan momen dipol. Momen dipol merupakan hasil perkalian antara nilai muatan dan jarak antar muatan.Momen dipol berbanding terbalik dengan nilai muatan, sedangkan nilai suatu muatan bergantung pada perbedaan.

B. Gaya ElektrostatikAkibat adanya perbedaan keelektron negatifan, pada molekul molekul senyawa polar terdapat kutub yang bermuatan positif dan negatif (dipol). Gaya elektrostatik antar molekul inilah yang mendasari pembentukan ikatan hidrogen dan gaya tarik antar dipol. Gaya elektrostatik inipula yang menyebabkan air yang bersifat polar dapat melarutkan senyawa senyawa polar yang lain, seperti HCL, HF, dan alkohol.

Gaya dipol dipol yang paling kuat adalah ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen terjadi jika atom hidrogen berikatan dengan dua atau lebih atom lainnya yang memilikki keelektronegatifan tinggi (N, O, dan F). Kekuatan ikatan hidrogen sekitar 5%-10% dari kekuatan ikatan kovalen kimia. Senyawa yang memiliki ikatan hidrogen, diantaranya air (HO) dan amonia (NH). C. PENGARUH IKATAN HIDROGEN TERHADAP TITIK DIDIHIkatan hidrogen mempengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin besar ikatan hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Akan tetapi, senyawa hidrogen unsur-unsur golongan VA,VIA, dan VII A tidak mengikuti kecenderungan tersebut. Namun, khusus pada air, terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya. Akibatnya jumlah total ikatan hidrogennya lebih besar daripada asam klorida (HF) yang seharusnya memiliki ikatan hidrogen terbesar (karena paling tinggi perbedaan elektronegativitasnya) sehingga titik didih air lebih tinggi daripada asam klorida.

Senyawa yang lebih ringan memiliki titik didih lebih tinggi karena adanya ikatan hidrogen antarmolekul pada masing-masing senyawa tersebut. Molekul yang membentuk ikatan hidrogen menjadi lebih sulit untuk dipisahkan sehingga cairannya memiliki titik didih yang tinggi.Contoh :HO Pada molekul air, oksigen lebih elektronegatif dibandingkan hidrogen. Oksigen yang cenderung negatif dapat menarik hidrogen yang cenderung positif dari molekul air yang lain sehingga antar molekul-molekul terjadi tarik-menarik.

Titik didih senyawa di pengaruhiMassa molekul relatifSemakin besar Mr suatu senyawa maka titik didihnya semakin tinggi. Hal ini dapat terjadi karena adanya proses pemisahan anatr molekul sehingga perubahan wujud zat dari cair ke gas memerlukan energi yang besar. Adapun senyawa yang memiliki Mr kecil, titik doidhnya cenderung rendah karena molekul tersebut mudah direnggangkan hingga lolos menjadi molekul gas.Gaya Antar Molekul Semakin kuat gaya antarmolekul, titik didihnya juga semakin tinggi. Perenggangan dan pemutusan gaya antarmolekul diperlukan energi yang besar. Jika gaya antarmolekul lemah, titik mdidhnya juga rendah. Akibatnya dengan energi yang kecil pun ikatannya dapat diputuskan dengan mudah.Cara untuk mengetahui adanya ikatan hidrogen kita harus mengamati senyawa yang memiliki perbedaan nilai keelektronegatifan dan titik didih yang besar meskipun nilai Mr nya kecil.D. Mekanisme terjadinya ikatan HidrogenGaya elektrostatik yang besar terjadi karena adanya perbedaan keelektronegativan yang besar. Ikatan hidrogen terjadi akibat adanya gaya elektrostatik antar molekul dengan beda keelektronegativan yang besar. Ikatan hidrogen terbentuk dari interaksi antar molekul senyawa kovalen polar yang memiliki perbedaan keelektronegativan atau momen dipol yang besar antara hidrogen dan unsur yang berikatan dengannya.

Contoh: Pada molekul air, oksigen lebih elektronegatif dibandingkan hidrogen. Oksigen yang cenderung negatif dapat menarik hidrogen yang cenderung positif dari molekul air yang lain sehingga antar molekul molekul terjadi tarik menarik.

HF. Atom F lebih elektronegatif daripada H, sehingga HF membentuk molekul polar. Antar molekul HF terjadi tarik menarik. SEKIAN DARI KAMITERIMA KASIH