HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik,...

of 188 /188
HIMPUNAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA

Transcript of HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik,...

Page 1: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

HIMPUNAN

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

TAHUN 2015

KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

Page 2: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

i

KATA SAMBUTAN

Dalam rangka menyediakan informasi hukum berupa peraturan perundang-

undangan, Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan Sekretariat

Kemenko Polhukam menyusun himpunan peraturan perundang-undangan yang

diterbitkan di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, yaitu

Himpunan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,

Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,

serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan Tahun 2015. Himpunan Peraturan Perundang-Undangan ini

sangat dibutuhkan untuk dijadikan pedoman dalam menjabarkan tugas dan tanggung

jawab serta wewenang yang dilaksanakan secara profesional dan prosedural baik di

lingkungan kerja Kemenko Polhukam maupun di lapangan.

Demikian sambutan saya, semoga buku himpunan ini dapat memberi

manfaat bagi keberhasilan pelaksanaan tugas Kemenko Polhukam.

Jakarta, Desember 2015

Sektretaris Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,

Eko Wiratmoko

Page 3: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

ii

Page 4: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

iii

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Sambutan…………………………………………………………………...

i

Daftar Isi…………………………………………………………………………... iii

1. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2015 tentang Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan …………………….

1

2. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan..……………………

19

3. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Kelas Jabatan di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ..…………………………………………..……………………...

47

4. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan……………………………………………………………………

63

Page 5: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

1

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 1 TAHUN 2015

TENTANG

PEDOMAN PENANGANAN BENTURAN KEPENTINGAN

DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka menuju tata kelola pemerintahan yang

bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme, diperlukan suatu kondisi

yang bebas dari benturan kepentingan;

b. bahwa pemahaman yang tidak seragam mengenai benturan

kepentingan menimbulkan penafsiran yang beragam dan

berpengaruh pada kinerja pegawai, sehingga perlu disusun

pedoman benturan kepentingan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tentang

Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara

Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, Dan

Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999

Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 3851);

Page 6: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

2

2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan

Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 3874) sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 140, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4150);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1974 tentang Pembatasan

Kegiatan Pegawai Negeri Dalam Usaha Swasta (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 8, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3021);

4. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi

Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2015 Nomor 8);

5. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor: Per-367/Menko/Polhukam/10/2010 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan

6. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor: Per-02/Menko/Polhukam/8/2011 tentang

Disiplin Pegawai Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan;

7. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor: Per-03/Menko/Polhukam/8/2011 tentang

Kode Etik Pegawai Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan;

8. Peraturan Menteri KoordinatorBidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor: Per-04/Menko/Polhukam/10/2011 tentang

Petunjuk Pelaksanaan Pemeriksaan dan Penjatuhan Hukuman

Disiplin dan Kode Etik Pegawai Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan;

9. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman

Umum Penanganan Benturan Kepentingan (Berita Negara

Republik IndonesiaTahun 2013 Nomor 65);

Page 7: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

3

10. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor 2 Tahun 2013 tentang Sistem Penanganan

Pengaduan (Whistblower System) Tindak Pidana Korupsi di

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

11. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengendalian

Gratifikasi di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM,

DAN KEAMANAN TENTANG PEDOMAN PENANGANAN

BENTURAN KEPENTINGAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN.

Pasal 1

Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan adalah sebagaimana

tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari

Peraturan Menteri ini.

Pasal 2

Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud

dalam Pasal 1 menjadi acuan bagi pejabat dan pegawai di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan untuk

mengenal, mencegah, dan mengatasi benturan kepentingan dalam

pelaksanaan tugas dan fungsinya.

Pasal 3

Atasan langsung pejabat dan/atau pegawai melakukan pembinaan dan

pengawasan terhadap pelaksanaan penanganan Benturan Kepentingan

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1.

Page 8: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

4

Pasal 4

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 6 Mei 2015

MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd. TEDJO EDHI PURDIJATNO

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 25 Mei 2015

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

ttd. YASONNA H. LAOLY

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 NOMOR 738

Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Persidangan dan Hubungan Kelembagaan, ttd. Drs. Subroto, M.M.

Page 9: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

5

LAMPIRAN

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 1 TAHUN 2015

TENTANG

PEDOMAN PENANGANAN BENTURAN KEPENTINGAN

DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

Page 10: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

6

PEDOMAN PENANGANAN BENTURAN KEPENTINGAN

DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka pelaksanaan pemerintahan yang baik (good government) dan

peningkatan pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing Pejabat dan

Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan serta dalam rangka penciptaan lingkungan kerja yang bebas

korupsi, perlu dilakukan pengenalan serta upaya pencegahan dan penanganan

terhadap terjadinya benturan kepentingan dari Pejabat atau Pegawai di

lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

dalam pengambilan keputusan atau pelaksanaan tugasnya.

Untuk itu diperlukan adanya suatu pedoman bagi seluruh pejabat dan pegawai

di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

dalam penanganan benturan kepentingan di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Penyusunan Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan mengacu

antara lain kepada peraturan perundang-undangan yang menyangkut

pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum,

dan Keamanan, pencegahan dan pemberantasan korupsi, pelaksanaan

reformasi birokrasi dan pedoman yang diatur di dalam Peraturan Menteri

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun

2012 tentang Pedoman Umum Penanganan Benturan Kepentingan.

Page 11: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

7

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan Pedoman Benturan Kepentingan di Lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan adalah:

1. Maksud

Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi Pejabat dan Pegawai

untuk mengenal, mencegah, mengatasi benturan kepentingan sehingga

mencegah terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme.

2. Tujuan

a. menciptakan budaya kerja organisasi yang dapat mengenal,

mencegah, dan mengatasi situasi-situasi benturan kepentingan;

b. meningkatkan pelayanan publik dan mencegah terjadinya kerugian

Negara;

c. meningkatkan integritas;

d. meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan

berwibawa.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup pedoman ini adalah mengatur hal-hal terkait dengan benturan

kepentingan dan tata cara penanganan benturan kepentingan jika terjadi

benturan kepentingan.

D. Pengertian

Pengertian umum dalam pedoman ini meliputi:

1. Benturan Kepentingan adalah situasi dimana pejabat atau pegawai

memiliki atau patut diduga memiliki kepentingan pribadi terhadap setiap

penggunaan wewenang dalam kedudukan atau jabatannya, sehingga

dapat mempengaruhi kualitas keputusan dan/atau tindakannya.

2. Kepentingan Pribadi adalah keinginan/kebutuhan pejabat atau pegawai

mengenai suatu hal yang bersifat pribadi, dan/atau bersifat hubungan

afiliasinya/hubungan dekat/balas jasa/pengaruh dari pegawai, pejabat di

2. ....

Page 12: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

8

lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan, dan pihak lain.

3. Hubungan Afiliasi adalah hubungan yang dimiliki oleh seorang Pegawai

dengan pihak tertentu baik karena hubungan darah, hubungan

perkawinan maupun hubungan pertemanan/kelompok/golongan yang

dapat mempengaruhi keputusannya.

4. Pejabat adalah pejabat struktural atau pejabat yang mempunyai

wewenang mengambil keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan

program dan kegiatan yang menjadi tugas dan fungsinya.

5. Pegawai adalah Pegawai Negeri dan Pegawai lain yang berdasarkan

Keputusan Pejabat yang berwenang diangkat dalam suatu jabatan atau

ditugaskan dan bekerja secara penuh dalam satuan organisasi di

lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan.

Page 13: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

9

BAB II

BENTURAN KEPENTINGAN

A. Bentuk, Jenis dan Sumber Benturan Kepentingan

1. Bentuk Benturan Kepentingan adalah sebagai berikut:

a. situasi yang menyebabkan Pejabat atau Pegawai di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

menerima gratifikasi atau pemberian/penerimaan hadiah atas suatu

keputusan/jabatannya;

b. situasi yang menyebabkan Pejabat atau Pegawai di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

menggunakan aset jabatan untuk Kepentingan Pribadi/golongan;

c. situasi yang menyebabkan Pejabat atau Pegawai di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

menggunakan informasi rahasia jabatan untuk Kepentingan Pribadi/

golongan;

d. situasi yang menyebabkan Pejabat atau Pegawai di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

memberikan akses khusus kepada pihak tertentu tanpa mengikuti

prosedur yang seharusnya;

e. situasi yang menyebabkan Pejabat atau Pegawai di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dalam

melakukan proses pengawasan tidak mengikuti prosedur karena

adanya pengaruh dan harapan dari pihak yang diawasi;

f. situasi yang menyebabkan Pejabat atau Pegawai di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

menyalahgunakan jabatan;

g. situasi yang menyebabkan Pejabat atau Pegawai di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

mengerjakan pekerjaan lain diluar tugas pokok dan tugas kedinasan

pada saat jam bekerja; dan

Page 14: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

10

h. situasi yang menyebabkan Pejabat di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan melakukan diskresi

yang melampaui wewenang atau mencampuradukkan wewenang atau

sewenang-wenang.

2. Jenis Benturan Kepentingan adalah sebagai berikut:

a. kebijakan dari Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang berpihak

akibat pengaruh, hubungan dekat, ketergantungan, dan/atau

pemberian gratifikasi;

b. pemberian izin dari Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang diskriminatif;

c. pengangkatan Pegawai berdasarkan hubungan dekat/balas jasa/

rekomendasi/pengaruh dari pejabat pemerintah;

d. pemilihan partner atau rekanan kerja oleh Pejabat atau Pegawai di

lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan berdasarkan keputusan yang tidak professional;

e. Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan melakukan komersialisasi pelayanan

publik;

f. Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan menggunakan aset dan informasi

rahasia untuk Kepentingan Pribadi.

g. Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan melakukan pengawasan tidak sesuai

dengan norma, standar, dan prosedur.

h. Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan melakukan pengawasan atau penilaian

atas pengaruh pihak lain dan tidak sesuai norma, standar, dan

prosedur; dan

i. Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan menjadi bagian dari pihak yang

memiliki kepentingan atas sesuatu yang dinilai.

2. ....

Page 15: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

11

3. Sumber Benturan Kepentingan adalah sebagai berikut:

a. penyalahgunaan wewenang, yaitu dengan membuat keputusan atau

tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan atau melampaui batas-batas

pemberian wewenang yang diberikan oleh peraturan perundang

undangan;

b. Hubungan Afiliasi;

c. gratifikasi, yaitu pemberian dalam arti luas meliputi pemberian uang,

barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas

penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas

lainnya;

d. kelemahan sistem organisasi, yaitu keadaan yang menjadi kendala

bagi pencapaian tujuan pelaksanaan kewenangan Pejabat atau

Pegawai terkait yang disebabkan karena struktur dan budaya

organisasi yang ada; dan

e. Kepentingan Pribadi.

B. Pencegahan Terjadinya Benturan Kepentingan

Setiap Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan dilarang:

1. Ikut dalam proses pengambilan keputusan apabila terdapat potensi

adanya Benturan Kepentingan;

2. Memanfaatkan jabatan untuk memberikan perlakuan istimewa kepada

keluarga, kerabat, kelompok dan/atau pihak lain atas beban Daftar Isian

Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan;

3. Memegang jabatan lain yang patut diduga memiliki Benturan

Kepentingan, kecuali sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

undangan;

4. Melakukan transaksi dan/atau menggunakan harta/aset Barang Milik

Negara untuk Kepentingan Pribadi, keluarga atau golongan;

5. Menerima, memberi, menjanjikan hadiah (cinderamata) dan/atau

hiburan dalam bentuk apapun yang berkaitan dengan kedinasan,

termasuk dalam rangka hari keagamaan atau acara lainnya;

c. ....

Page 16: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

12

6. Mengizinkan mitra usaha atau pihak ketiga memberikan sesuatu dalam

bentuk apapun kepada Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan;

7. Menerima refund dan keuntungan pribadi lainnya yang melebihi

dan/atau bukan haknya dari pihak manapun dalam rangka kedinasan

atau hal-hal yang dapat menimbulkan potensi Benturan Kepentingan;

8. Bersikap diskrimintatif dan tidak adil serta melakukan kolusi untuk memenangkan satu atau beberapa pihak dalam pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

9. Memanfaatkan data dan informasi rahasia instansi untuk kepentingan

pihak lain; dan

10. Dengan sengaja, baik secara langsung atau tidak langsung, turut serta

dalam pemborongan, pengadaan, atau persewaan, yang pada saat

dilakukan perbuatan, untuk seluruh atau sebagian ditugaskan untuk

mengurus atau mengawasinya.

C. Tata Cara Penanganan Benturan Kepentingan

1. Penanganan Atas Situasi yang Berpotensi Benturan Kepentingan

a. Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan yang berada pada situasi yang

berpotensi memiliki Benturan Kepentingan, maka berdasarkan

penilaiannya sendiri yang bersangkutan wajib melaporkan kepada

atasan langsung dengan menyampaikan formulir Surat Pernyataan

Potensi Benturan Kepentingan disertai keterangan tindakan lanjutan

yang diharapkan oleh pelapor;

b. dalam hal Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan berdasarkan

penilaiannya sendiri tidak merasa memiliki potensi Benturan

Kepentingan, namun berdasarkan penilaian atasan langsung

dan/atau Inspektorat memiliki potensi Benturan Kepentingan, maka

digunakan penilaian atasan langsung dan/atau Inspektorat;

c. Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan yang bertindak sebagai pelapor

Page 17: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

13

tersebut dilarang untuk meneruskan kegiatan/melaksanakan tugas

dan tanggung jawab yang terkait dengan situasi yang berpotensi

Benturan Kepentingan;

d. atasan langsung meneruskan Surat Pernyataan Potensi Benturan

Kepentingan kepada Inspektorat disertai dengan pertimbangan

bahwa diperlukan pemeriksaan terkait situasi Benturan Kepentingan

yang dihadapi oleh Pejabat atau Pegawai sebagai pelapor;

e. setelah dilakukan pemeriksaan, Inspektorat menyusun rekomendasi

hasil pemeriksaan untuk disampaikan kepada Biro Umum melalui

Bagian Kepegawaian agar dapat dilakukan tindakan lanjutan dengan

turut mempertimbangkan tindakan lanjutan yang diharapkan oleh

pelapor; dan

f. tindakan lanjutan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf e,

meliputi:

1) penarikan diri dari proses pengambilan keputusan dimana

Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang bertindak sebagai

pelapor tersebut terkait dalam proses pengambilan keputusan;

2) membatasi akses Pejabat atau Pegawai di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

yang bertindak sebagai pelapor tersebut atas informasi tertentu

apabila yang bersangkutan memiliki kepentingan;

3) mutasi Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang

bertindak sebagai pelapor tersebut;

4) mengalihtugaskan tugas dan tanggung jawab Pejabat atau

Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan yang bertindak sebagai pelapor

tersebut; dan

5) mengintensifkan pengawasan terhadap Pejabat atau Pegawai

di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum

yang bertindak sebagai pelapor tersebut.

Page 18: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

14

2. Penanganan Atas Benturan Kepentingan Yang Bersumber Dari

Gratifikasi.

Dalam hal situasi Benturan Kepentingan bersumber dari Gratifikasi, maka

pelaporan adanya situasi Benturan Kepentingan mengacu pada angka 1

diatas atau angka 3 dibawah dan untuk pelaporan atau pemberian

keterangan segala bentuk gratifikasi mengacu pada Peraturan Menteri

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor 6 Tahun 2013

tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

3. Penanganan Atas Dugaan Benturan Kepentingan Dalam Pengambilan

Keputusan dan/atau Tindakan.

a. Pejabat atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan wajib melaporkan dan memberikan

keterangan tentang dugaan adanya atau potensi adanya Benturan

Kepentingan dalam menetapkan keputusan dan/atau tindakan yang

dilakukan oleh Pejabat atau Pegawai tertentu di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,

disampaikan kepada Tim Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai.

b. pelaporan dan pemberian keterangan sebagaimana dimaksud huruf

a mencantumkan identitas jelas pelapor dan melampirkan dokumen

pembuktian yang terkait melalui mekanisme yang telah diatur dalam

Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor: Per-04/Menko/Polhukam/10/2011 tentang

Petunjuk Pelaksanaan Pemeriksaan dan Penjatuhan Hukum Disiplin

dan Kode Etik Pegawai Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan;

c. bagi masyarakat yang mengetahui adanya atau potensi adanya

Benturan Kepentingan di lingkungan Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, dapat menyampaikan

pelaporan atas dugaan adanya atau potensi adanya Benturan

Kepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan

menggunakan saluran pos dan/atau melalui www.polkam.go.id)

kepada Tim Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai melalui Unit

Pelayanan Publik Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum,

Page 19: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

15

dan Keamanan dengan mencantumkan identitas jelas pelapor serta

melampirkan dokumen pembuktian yang terkait.

4. Pengawasan

Pengawasan terhadap pelaksanaan keputusan dari tindak lanjut hasil

pemeriksaan terjadinya Benturan Kepentingan dilaksanakan oleh

Inspektorat di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan.

5. Sanksi

Setiap Pejabat atau Pegawai yang dalam menetapkan keputusan

dan/atau tindakan terbukti mengandung Benturan Kepentingan akan

dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang

berlaku.

D. Upaya Yang Diperlukan Untuk Keberhasilan Penanganan Benturan

Kepentingan

Agar penanganan Benturan Kepentingan dapat dilakukan secara baik dan

berhasil diperlukan beberapa upaya sebagai berikut:

1. Komitmen dan Keteladanan

Diperlukan komitmen dan keteladanan dari seluruh Pejabat dan Pegawai

di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan dalam menggunakan kewenangannya secara baik dengan

mempertimbangkan kepentingan lembaga, kepentingan publik,

kepentingan pegawai, dan berbagai faktor lain.

2. Perhatian Khusus atas Hal Tertentu

Perhatian khusus perlu dilakukan terhadap hal-hal tertentu yang dianggap

beresiko tinggi yang akan dapat menyebabkan terjadinya situasi Benturan

Kepentingan. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus tersebut

antara lain adalah :

a. Hubungan Afiliasi;

b. gratifikasi;

c. pekerjaan tambahan;

d. informasi orang dalam;

2. ....

Page 20: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

16

e. kepentingan dalam pengadaan barang;

f. tuntutan keluarga dan komunitas;

g. kedudukan di organisasi lain;

h. intervensi pada jabatan sebelumnya; dan

i. perangkapan jabatan.

3. Menghindari Situasi Benturan Kepentingan

Pejabat dan/atau Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan dapat lebih awal menghindari terjadinya

Benturan Kepentingan atau melakukan antisipasi terhadap terjadinya

Benturan Kepentingan dalam pengambilan keputusan, antara lain dengan

lebih awal mengetahui agenda pembahasan untuk pengambilan

keputusan atau melakukan penarikan diri (recusal) dari pengambilan

keputusan secara ad hoc.

Page 21: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

17

Formulir Surat Pernyataan Potensi Benturan Kepentingan

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

Surat Pernyataan Potensi Benturan Kepentingan Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :

Jabatan :

Pangkat, Golongan :

Unit Kerja :

Menyatakan dengan sebenarnya berdasarkan penilaian (sendiri/atasan langsung/Inspektorat)* memiliki potensi Benturan Kepentingan terkait dengan pelaksanaan tindakan:

Transaksi/Kegiatan :

Bentuk Benturan Kepentingan :

Nilai Transaksi/Kegiatan :

Oleh karena itu, dengan ini saya menyatakan sikap agar dapatnya dipertimbangkan tindakan lanjutan yaitu ………………. (disebutkan pilihan tindakan lanjutkan yang diharapkan oleh pelapor sesuai BAB III Huruf C Angka 1. a).

Demikian surat pernyataan ini saya buat agar dapat dipergunakan sesuai Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta ketentuan peraturan perundang-undangan jika diperlukan.

Hormat saya,

Nama Jelas

NIP/NRP.

*) coret yang tidak perlu

Page 22: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

18

BAB IV

PENUTUP

Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ini merupakan salah satu acuan

bagi Pejabat dan Pegawai di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan dalam bersikap dan berperilaku sehingga dapat mewujudkan

good governance dan clean government.

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

TEDJO EDHI PURDIJATNO

Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Persidangan dan Hubungan Kelembagaan, ttd. Drs. Subroto, M.M.

Page 23: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

19

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 2 TAHUN 2015

TENTANG

PEDOMAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengisian jabatan pimpinan tinggi

secara terbuka dan kompetitif dengan memperhatikan

syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan

dan latihan, rekam jejak jabatan dan integritas serta

persyaratan lain yang dibutuhkan sesuai dengan amanat

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur

Sipil Negara, perlu dilakukan pengisian jabatan pimpinan

tinggi secara terbuka;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tentang

Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara

Terbuka di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur

Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nomor 5494);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 100 Tahun 2000 tentang

Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan

Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2000 Nomor 197, Tambahan Lembaran Negara Republik

Page 24: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

20

Indonesia Nomor 4018) sebagaimana telah diubah dengan

Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 33,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4194);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang

Wewenang, Pengangkatan, Pemindahan dan

Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263)

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah

Nomor 63 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik

Indonesia Tahun 2009 Nomor 164);

4. Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan

Keamanan Laut (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2014 Nomor 380);

5. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang

Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);

6. Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2015 tentang

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2015 Nomor 83);

7. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor: Per-367/Menko/Polhukam/10/2010

tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

8. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor: PER-7/Menko/12/2011 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komisi Kejaksaaan

Republik Indonesia;

9. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan Nomor: PER-01/Menko/1/2012 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komisi Kepolisian

Nasional;

Page 25: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

21

10. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 tentang Tata

Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka

di Lingkungan Instansi Pemerintah (Berita Negara Republik

Indonesia Tahun 2014 Nomor 477);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN TENTANG PEDOMAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN.

Pasal 1

Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka

di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum,

dan Keamanan adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran

yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri

ini.

Pasal 2

Pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dilakukan melalui proses seleksi terbuka yang dilaksanakan oleh panitia seleksi untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi utama, jabatan pimpinan tinggi madya dan jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Pasal 3

Pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 secara berkelanjutan akan

dievaluasi, kemudian disesuaikan dengan dinamika perubahan

peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi

Page 26: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

22

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan

serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pasal 4

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya

dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 4 Juni 2015

MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. TEDJO EDHI PURDIJATNO

Diundangkan di Jakarta pada tanggal 11 Juni 2015

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. YASONNA H. LAOLY

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 NOMOR 879

Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Persidangan dan Hubungan Kelembagaan, ttd. Drs. Subroto, M.M.

Page 27: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

23

LAMPIRAN

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 2 TAHUN 2015

TENTANG

PEDOMAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA

DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

Page 28: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

24

PEDOMAN PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI SECARA TERBUKA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil

Negara disebutkan bahwa pengisian jabatan pimpinan tinggi dilakukan secara

terbuka dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan,

pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan, dan integritas serta persyaratan

lain yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

undangan.

Sebagai wujud komitmen terhadap Grand Design Reformasi Birokrasi yang

dipertajam dengan rencana aksi 9 (Sembilan) Program Percepatan Reformasi

Birokrasi maka Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan berupaya mewujudkan Manajemen Aparatur Sipil Negara

berdasarkan merit sistem, salah satunya dengan melaksanakan pengisian

jabatan pimpinan tinggi secara terbuka. Dengan sistem merit tersebut, maka

pelaksanaan promosi jabatan didasarkan pada kebijakan dan manajemen

Aparatur Sipil Negara yang dilakukan sesuai dengan kualifikasi, kompetensi,

dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang

politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan,

umur, atau kondisi kecacatan.

Sehubungan dengan ketentuan tersebut di atas, guna lebih menjamin

terpenuhinya pengisian jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan secara profesional,

akuntabel, dan obyektif perlu dilakukan pengaturan mengenai pengisian

jabatan pimpinan tinggi secara terbuka melalui proses seleksi terbuka

berdasarkan sistem merit, dengan mempertimbangkan kesinambungan karier

Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud disusun Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka

di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

adalah sebagai acuan bagi panitia seleksi dalam menyelenggarakan pengisian

Page 29: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

25

jabatan pimpinan tinggi utama, pimpinan tinggi madya dan pimpinan tinggi

pratama di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan.

Tujuannya adalah terselenggaranya seleksi calon pejabat pimpinan tinggi yang

transparan, obyektif, kompetitif, dan akuntabel serta mendapatkan jabatan

pimpinan tinggi yang berkualitas.

C. Sasaran

Sasaran disusunnya Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara

Terbuka di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan adalah terselenggaranya seleksi calon pejabat pimpinan tinggi yang

transparan, obyektif, kompetitif, dan akuntabel serta terpilihnya calon pejabat

pimpinan tinggi sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dan mengacu

pada sistem merit.

D. Ruang Lingkup

Ruang lingkup disusunnya Pedoman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi

Secara Terbuka di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan meliputi jabatan pimpinan tinggi di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, tata cara

seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi, monitoring dan evaluasi.

E. Pengertian

1. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga

negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai

Pegawai Aparatur Sipil Negara secara tetap oleh pejabat pembina

kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

2. Jabatan Pimpinan Tinggi adalah sekelompok jabatan tinggi pada instansi

pemerintah.

3. Pejabat Pimpinan Tinggi adalah Pegawai Aparatur Sipil Negara, prajurit

Tentara Nasional Indonesia, dan anggota Kepolisian Negara Republik

Indonesia yang menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi.

4. Jabatan Pimpinan Tinggi Utama adalah kepala lembaga pemerintah non

kementerian.

5. Jabatan Pimpinan Tinggi Madya adalah jabatan yang setara dengan

Eselon I a dan Eselon I b.

Page 30: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

26

6. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama adalah jabatan yang setara dengan

Eselon II.

7. Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang mempunyai

kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan

pemberhentian Pegawai Aparatur Sipil Negara dan pembinaan

Manajemen Aparatur Sipil Negara di instansi pemerintah sesuai

ketentuan perundang-undangan. Pejabat Pembina Kepegawaian yang

dimaksud dalam Peraturan Menteri ini adalah Menteri Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

8. Pejabat yang Berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan

melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian

pegawai Aparatur Sipil Negara sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan. Pejabat yang Berwenang yang dimaksud dalam

Peraturan Menteri ini adalah Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan.

9. Komisi Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat KASN adalah

lembaga nonstruktural yang mandiri dan bebas dari intervensi politik.

10. Panitia Seleksi adalah tim yang dibentuk oleh Pejabat Pembina

Kepegawaian untuk melaksanakan seleksi terbuka calon pimpinan

tinggi.

11. Sekretariat Panitia Seleksi adalah tim yang dibentuk oleh Sekretaris

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan selaku

Pejabat yang Berwenang untuk membantu Panitia Seleksi dalam

melaksanakan seleksi terbuka calon pimpinan tinggi.

12. Tim Penilai Kompetensi adalah tim independen yang ditunjuk oleh Ketua

Panitia Seleksi yang bertugas untuk membantu Panitia Seleksi.

13. Sistem Merit adalah kebijakan dan Manajemen Aparatur Sipil Negara

yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil

dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna

kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau

kondisi kecacatan.

14. Assesment Center adalah metode terstandar yang dilakukan untuk

menilai/mengukur kompetensi dan prediksi keberhasilan PNS dalam

suatu jabatan dengan menggunakan alat ukur psikotes, kuisioner

kompetensi, dan wawancara kompetensi berdasarkan persyaratan

kompetensi jabatan dan dilakukan oleh beberapa assesor.

7 ....

Page 31: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

27

BAB II

JABATAN PIMPINAN TINGGI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

A. Jabatan Pimpinan Tinggi Utama

Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di lingkungan Kementerian Koodinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan yaitu: Kepala Badan Keamanan Laut.

B. Jabatan Pimpinan Tinggi Madya

Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Koodinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan, yaitu:

1. Sekretaris Kementerian Koordinator;

2. Deputi Kementerian Koordinator; dan

3. Staf Ahli Kementerian Koordinator.

C. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, yaitu:

1. Kepala Biro Kementerian Koordinator;

2. Inspektur Kementerian Koordinator;

3. Asisten Deputi Kementerian Koordinator;

4. Kepala Sekretariat Komisi Kepolisian Nasional; dan

5. Kepala Sekretariat Komisi Kejaksaan Republik Indonesia.

D. Jabatan Pimpinan Tinggi Yang Dapat Diisi Oleh Prajurit Tentara Nasional

Indonesia Atau Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Aktif

1. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi oleh prajurit Tentara Nasional

Indonesia atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia aktif

mengacu pada standar kompetensi jabatan yang ditentukan oleh

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

2. Pengisian jabatan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilakukan

melalui suatu mekanisme tahapan seleksi.

BAB II

Page 32: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

28

BAB III

TATA CARA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI

A. Persyaratan

Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dilaksanakan secara

kompetitif oleh Panitia Seleksi dengan persyaratan sebagai berikut:

1. Jabatan Pimpinan Tinggi Utama

a. persyaratan umum:

1) personel dari instansi penegak hukum yang memiliki kekuatan

armada patroli;

2) telah menduduki jabatan eselon I atau yang setara, atau jabatan

eselon II yang memiliki pengalaman jabatan terkait selama

minimal 5 (lima) tahun.

3) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman

pada bidang yang sesuai;

4) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang

setara;

5) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai

baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

6) tidak sedang menjalani hukuman disiplin;

7) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan

Tahunan (SPT) Pajak Orang Pribadi 1 (satu) tahun terakhir; dan

8) sehat fisik dan mental.

b. persyaratan khusus:

1) Pegawai Negeri Sipil:

a) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Utama Madya

Golongan Ruang IV/d;

b) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan

Tingkat II, diutamakan telah mengikuti Pendidikan dan

Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I; dan

Page 33: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

29

c) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan) tahun.

2) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian Negara

Republik Indonesia:

a) pangkat perwira tinggi bintang dua atau perwira tinggi bintang

tiga;

b) telah mengikuti pendidikan:

(1) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah Staf

dan Komando Tentara Nasional Indonesia; atau

(2) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian Negara

Republik Indonesia;

c) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun.

2. Jabatan Pimpinan Tinggi Madya

a. Jabatan Sekretaris Kementerian Koordinator

1) persyaratan umum:

a) telah menduduki jabatan eselon I atau yang setara, atau

jabatan eselon II yang memiliki pengalaman jabatan terkait

selama minimal 5 (lima) tahun;

b) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan

pengalaman pada bidang yang sesuai;

c) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang

setara;

d) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya

bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

e) tidak sedang menjalani hukuman disiplin;

f) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat

Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu)

tahun terakhir; dan

g) sehat fisik dan mental.

2) ....

Page 34: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

30

2) persyaratan khusus:

a) Pegawai Negeri Sipil:

(1) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Utama Madya

Golongan Ruang IV/d;

(2) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan

Tingkat II, diutamakan telah mengikuti Pendidikan dan

Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I; dan

(3) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan) tahun.

b) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian

Negara Republik Indonesia:

(1) pangkat perwira tinggi bintang dua atau perwira tinggi

bintang tiga;

(2) telah mengikuti pendidikan;

(a) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah

Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia; atau

(b) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian Negara

Republik Indonesia;

(3) pernah menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Utama atau Kepala Kepolisian Daerah; dan

(4) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun.

b. Jabatan Deputi

1) persyaratan umum:

a) telah menduduki jabatan eselon I atau yang setara, atau

jabatan eselon II yang memiliki pengalaman jabatan terkait

selama minimal 5 (lima) tahun;

b) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan

pengalaman pada bidang yang sesuai;

c) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang

setara;

d) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya

bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

e) tidak sedang menjalani hukuman disiplin;

f) ....

Page 35: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

31

f) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat

Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu)

tahun terakhir; dan

g) sehat fisik dan mental.

2) persyaratan khusus

a) Pegawai Negeri Sipil:

(1) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Utama Madya

Golongan Ruang IV/d;

(2) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan

Tingkat II, diutamakan telah mengikuti Pendidikan dan

Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I; dan

(3) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan).

b) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian

Negara Republik Indonesia:

(1) pangkat perwira tinggi bintang satu atau perwira tinggi

bintang dua;

(2) telah mengikuti pendidikan:

(a) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah

Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia; atau

(b) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian Negara

Republik Indonesia;

(3) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun.

c. Jabatan Staf Ahli

1) persyaratan umum:

a) telah menduduki jabatan eselon I atau yang setara, atau eselon

II yang memiliki pengalaman jabatan terkait selama minimal 5

(lima) tahun. Khusus pelamar dari jabatan fungsional

sekurang-kurangnya menduduki jabatan fungsional jenjang

madya;

b) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan

pengalaman pada bidang yang sesuai;

Page 36: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

32

c) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang

setara;

d) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya

bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

e) tidak sedang menjalani hukuman disiplin;

f) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat

Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu)

tahun terakhir; dan

g) sehat fisik dan mental.

2) persyaratan khusus

a) Pegawai Negeri Sipil:

(1) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Utama Muda

Golongan Ruang IV/c;

(2) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan

Tingkat II atau Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan

Tingkat I; dan

(3) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan).

b) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian

Negara Republik Indonesia:

(1) pangkat perwira tinggi bintang satu atau perwira tinggi

bintang dua;

(2) telah mengikuti pendidikan:

(a) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah

Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia; atau

(b) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisian Negara

Republik Indonesia;

(3) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun.

Page 37: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

33

3. Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

a. Jabatan Asisten Deputi/Kepala Biro/Inspektur.

1) persyaratan umum:

a) telah menduduki jabatan eselon II atau yang setara, atau

eselon III selama minimal 4 (empat) tahun. Khusus pelamar

dari jabatan fungsional sekurang-kurangnya menduduki

jabatan fungsional jenjang madya;

b) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan

pengalaman pada bidang yang sesuai;

c) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang

setara;

d) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya

bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

e) tidak sedang menjalani hukuman disiplin;

f) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat

Pemberitahuan Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu)

tahun terakhir; dan

g) sehat fisik dan mental.

2) persyaratan khusus:

a) Pegawai Negeri Sipil;

(1) pangkat sekurang-kurangnya Pembina Tingkat I

Golongan Ruang IV/b;

(2) telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Kepemimpinan Tingkat III atau Pendidikan dan

Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II; dan

(3) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan)

tahun.

b) ....

Page 38: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

34

b) prajurit Tentara Nasional Indonesia/anggota Kepolisian

Negara Republik Indonesia;

(1) pangkat:

(a) Kolonel;

(b) Komisaris Besar Polisi; atau

(c) perwira tinggi bintang satu.

(2) telah mengikuti pendidikan:

(a) Sekolah Staf dan Komando Angkatan atau Sekolah

Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia;

atau

(b) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Kepolisan Negara

Republik Indonesia.

(3) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun.

b. Kepala Sekretariat Komisi Kepolisian Nasional:

Persyaratan:

1) berasal dari anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;

2) telah menduduki jabatan eselon II atau yang setara, atau eselon

III selama minimal 4 (empat) tahun;

3) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman

pada bidang yang sesuai;

4) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang

setara;

5) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai

baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

6) tidak sedang menjalani hukuman disiplin;

7) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan

Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu) tahun terakhir;

8) sehat fisik dan mental;

9) pangkat Komisaris Besar Polisi atau perwira tinggi bintang satu;

b. ....

Page 39: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

35

10) telah mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi

Kepolisan Negara Republik Indonesia; dan

11) berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun.

c. Kepala Sekretariat Komisi Kejaksaan Republik Indonesia

Persyaratan umum:

1) personel dari Kejaksaan Republik Indonesia;

2) telah menduduki jabatan eselon II atau yang setara, atau eselon

III selama minimal 4 (empat) tahun;

3) memiliki kompetensi yang terkait dengan jabatan dan pengalaman

pada bidang yang sesuai;

4) kualifikasi pendidikan umum minimal sarjana (S-1) atau yang

setara;

5) semua unsur penilaian prestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai

baik dalam 2 (dua) tahun terakhir;

6) tidak sedang menjalani hukuman disiplin;

7) telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara

Negara (LHKPN) pada jabatan terakhir dan Surat Pemberitahuan

Tahunan Pajak Orang Pribadi (SPT) 1 (satu) tahun terakhir;

8) sehat fisik dan mental;

9) pangkat Pembina Tingkat I Golongan ruang IV/b atau Pembina

Utama Muda Golongan Ruang IV/c;

10) telah mengikuti pendidikan Pendidikan dan Pelatihan

Kepemimpinan Tk.III atau Pendidikan dan Pelatihan

Kepemimpinan Tk.II;

11) berusia setinggi-tingginya 58 (lima puluh delapan) tahun.

B. Tahapan Pelaksanaan Seleksi

Dalam melaksanakan seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi dilakukan

tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan ini meliputi pembentukan Panitia Seleksi, Sekretariat

Panitia Seleksi, dan Tim Penilai Kompetensi.

6) ....

Page 40: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

36

a. pembentukan Panitia Seleksi

1) Panitia Seleksi dibentuk dengan Keputusan Menteri Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

2) Dalam membentuk Panitia Seleksi, Pejabat Pembina Kepegawaian

berkoordinasi dengan Komisi ASN.

3) Panitia Seleksi terdiri atas unsur:

a) pejabat terkait dari Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan;

b) pejabat dari instansi lain yang jenis tugas dan kompetensi

jabatannya sesuai dengan jabatan yang akan diisi; dan

c) akademisi, pakar dan profesional sesuai dengan bidang

jabatan yang akan diisi.

4) jumlah Panitia Seleksi berjumlah ganjil yaitu paling sedikit 5 (lima)

orang dan paling banyak 9 (sembilan) orang dari unsur terkait

internal dan eksternal instansi.

5) Panitia Seleksi melaksanakan seleksi dapat dibantu oleh Tim

Penilai Kompetensi (assessor) yang independen dan memiliki

pengalaman dalam membantu seleksi.

6) Panitia Seleksi mempunyai tugas:

a) mengumumkan pendaftaran penerimaan seleksi calon

pejabat;

b) melakukan pendaftaran calon;

c) melakukan seleksi administrasi calon;

d) mengumumkan daftar nama calon yang lulus seleksi

administrasi;

e) melakukan penilaian kualitas kepemimpinan dan kompetensi

calon dengan bantuan Tim Penilai Kompetensi Independen;

f) melakukan uji jejak rekam calon;

g) merekomendasikan 3 (tiga) orang calon untuk masing-masing

jabatan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian, dan

selanjutnya Pejabat Pembina Kepegawaian mengusulkan 3

(tiga) orang calon tersebut kepada Presiden melalui Tim

5) ....

Page 41: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

37

Penilai Akhir (TPA) untuk seleksi calon Pimpinan Tinggi Utama

atau Pimpinan Tinggi Madya; dan

h) melaporkan hasil pelaksanaan tugas Panitia Seleksi kepada

Pejabat Pembina Kepegawaian;

7) Panitia Seleksi dibantu oleh Sekretariat.

8) Masa kerja Panitia Seleksi terhitung sejak tanggal ditetapkan

Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan sampai dengan diangkatnya Pejabat Pimpinan Tinggi.

b. Pembentukan Sekretariat Panitia Seleksi

1) Sekretariat Panitia Seleksi dibentuk berdasarkan Keputusan

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan selaku Ketua Panitia Seleksi dan berjumlah paling

banyak 21 (dua puluh satu) orang dari unsur terkait.

2) Sekretariat Panitia Seleksi mempunyai tugas:

a) memberikan dukungan administrasi kepada Panitia Seleksi;

b) menyusun jadwal kegiatan Panitia Seleksi;

c) merencanakan kegiatan pelaksanaan rapat;

d) menyiapkan bahan keperluan rapat;

e) menyusun acara rapat;

f) menghimpun surat-surat/dokumen;

g) membuat notulen rapat;

h) mempublikasikan kegiatan Panitia Seleksi; dan

i) melaporkan pelaksanaan tugas kepada Ketua Panitia Seleksi.

3) masa kerja Sekretariat Panitia Seleksi selama satu tahun anggaran.

c. Pembentukan Tim Penilai Kompetensi

1) Tim Penilai Kompetensi bersifat independen dan ditunjuk oleh

Ketua Panitia Seleksi.

2) jumlah Tim Penilai Kompetensi harus ganjil, sekurang-kurangnya 7

(tujuh) orang.

3) Tim Penilai Kompetensi bertugas:

d) ....

Page 42: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

38

a) membantu Panitia Seleksi dalam melakukan penilaian kualitas

kepemimpinan dan kompetensi; dan

b) melaporkan hasil penilaian beserta peringkatnya kepada

Panitia Seleksi.

2. Tahapan Seleksi

a. pengumuman:

1) diumumkan secara terbuka melalui website Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

(www.polkam.go.id), melalui surat edaran kepada instansi lain

dan/atau media cetak.

2) pengumuman tersebut dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a) untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Pimpinan

Tinggi Madya (setara dengan eselon Ia dan Ib) diumumkan

terbuka dan kompetitif kepada seluruh instansi secara

nasional;

b) untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama diumumkan

secara terbuka dan kompetitif paling kurang pada tingkat

kementerian yang bersangkutan; dan

c) pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Utama, Pimpinan Tinggi

Madya dan Pimpinan Tinggi Pratama dilakukan secara terbuka

dan kompetitif di kalangan PNS dengan memperhatikan syarat

kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan,

rekam jejak jabatan, dan integritas serta persyaratan lain yang

dibutuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

undangan.

3) dalam pengumuman tersebut harus memuat :

a) nama jabatan;

b) persyaratan jabatan;

c) persyaratan administrasi;

d) batas waktu pengumpulan kelengkapan administrasi;

e) materi atau tahapan seleksi; dan

f) prosedur lain yang diperlukan.

c) ....

Page 43: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

39

4) dalam hal peserta yang mendaftar belum memenuhi batas jumlah

minimal pelamar maka Panitia Seleksi dapat melakukan

perpanjangan waktu pengumuman dengan perubahan jadwal

seleksi.

b. Tata Cara:

1) pendaftaran

a) Panitia Seleksi hanya menerima berkas yang dikirimkan ke

alamat yang telah ditentukan.

b) berkas yang sudah dikirimkan menjadi milik Panitia Seleksi dan

tidak dapat diminta kembali.

c) berkas yang dikirimkan atau diterima sebelum tanggal

penerimaan berkas dianggap tidak berlaku.

d) berkas pendaftaran 1 (satu) rangkap harus disusun dengan

urutan sebagai berikut:

(1) fotokopi ijazah;

(2) fotokopi Surat Keputusan Pengangkatan dalam pangkat

terakhir;

(3) fotokopi Surat Keputusan Pengangkatan dalam jabatan

terakhir

(4) fotokopi sertifikat mengikuti pendidikan dan pelatihan

jabatan struktural terakhir;

(5) fotokopi hasil penilaian prestasi kerja dalam 2 (dua)

tahun terakhir;

(6) fotokopi bukti penyerahan Laporan Harta Kekayaan

Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Surat

Pemberitahuan (SPT) Tahunan;

(7) formulir persetujuan yang telah ditandatangani oleh

Pejabat Pembina Kepegawaian/Pejabat yang

berwenang (dapat diunduh dalam website

www.polkam.go.id); dan

(8) Daftar Riwayat Hidup (dapat diunduh dalam website

www.polkam.go.id).

(3) ....

Page 44: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

40

e) setiap pelamar wajib mencantumkan prioritas jabatan yang

diminati dan diisikan pada formulir persetujuan.

f) Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pejabat yang Berwenang

dapat menugaskan Pegawai Negeri Sipil Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang

memenuhi syarat administrasi untuk mengikuti seleksi.

g) dalam hal pada saat seleksi jumlah peserta yang mendaftar

atau yang memenuhi persyaratan administrasi setelah

dilakukan perpanjangan pengumuman kurang dari 3 (tiga)

orang maka:

(1) untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Utama atau

Jabatan Pimpinan Tinggi Madya, Pejabat Pembina

Kepegawaian atau Pejabat yang Berwenang dapat

menunjuk calon untuk diajukan sebagai peserta seleksi

untuk mengisi jabatan tersebut; dan

(2) untuk pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama,

Pejabat yang Berwenang dapat menunjuk calon untuk

diajukan sebagai peserta seleksi untuk mengisi jabatan

tersebut.

h) calon sebagaimana dimaksud pada huruf g) angka (1) dan (2)

dapat mengirimkan berkas lamaran langsung ditujukan kepada

Panitia Seleksi untuk selanjutnya tetap mengikuti tahapan

proses seleksi berikutnya.

2) Pelaksanaan seleksi

a) seleksi administrasi:

(1) penilaian terhadap kelengkapan berkas administrasi

yang mendukung persyaratan dilakukan oleh Sekretariat

Panitia Seleksi.

(2) penetapan calon peserta seleksi terbuka Jabatan

Pimpinan Tinggi yang memenuhi persyaratan

administrasi untuk mengikuti seleksi berikutnya untuk

setiap 1 (satu) lowongan Jabatan Pimpinan Tinggi.

(3) kriteria persyaratan administrasi didasarkan atas

peraturan perundang-undangan dan peraturan internal

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

h) ….

Page 45: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

41

Keamanan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina

Kepegawaian.

(4) syarat yang harus dipenuhi adalah adanya keterkaitan

objektif antara kompetensi, kualifikasi, kepangkatan,

pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan, dan

integritas serta persyaratan lain yang dibutuhkan oleh

jabatan yang akan diduduki.

(5) pengumuman hasil seleksi ditandatangani oleh Ketua

Panitia Seleksi.

(6) Tata cara penilaian pada seleksi kompetensi akan

ditetapkan lebih lanjut oleh Ketua Panitia Seleksi.

b) seleksi kompetensi

(1) penilaian kompetensi dititikberatkan pada penilaian

kompetensi manajerial dan kompetensi bidang.

(2) penilaian kompetensi manajerial menggunakan metode

assessment center atau menggunakan metode

psikometri, wawancara kompetensi, analisa kasus dan

presentasi.

(3) kriteria penilaian kompetensi mengacu pada standar

kompetensi manajerial masing-masing jabatan.

(4) penilaian kompetensi bidang menggunakan metode

tertulis, wawancara, dan pembuatan makalah. Penilaian

meliputi aspek presentasi, penguasaan masalah,

kemampuan berpikir strategis, upaya terobosan, dan

kendali waktu.

(5) penilaian kompetensi manajerial dan kompetensi bidang

diselenggarakan oleh Tim Penilai Kompetensi.

(6) Tim Penilai Kompetensi dapat memberikan

pertimbangan jabatan yang sesuai bagi peserta

berdasarkan hasil penilaian diluar peminatan yang

dicantumkan.

(7) hasil penilaian beserta peringkatnya disampaikan oleh

Tim Penilai Kompetensi kepada Panitia Seleksi.

(3) ….

Page 46: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

42

c) hasil seleksi:

(1) Panitia Seleksi mengolah hasil dari setiap tahapan

seleksi dan menyusun peringkat hasil seleksi.

(2) Panitia Seleksi mengumumkan hasil dari setiap tahapan

seleksi kepada peserta seleksi.

(3) Panitia Seleksi membuat peringkat hasil penilaian dan

menyampaikan 3 (tiga) orang calon sesuai urutan

tertinggi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian untuk

pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Utama dan Jabatan

Pimpinan Tinggi Madya.

(4) Pejabat Pembina Kepegawaian mengusulkan 3 (tiga)

orang calon sesuai urutan nilai tertinggi kepada

Presiden melalui Tim Penilai Akhir (TPA) dengan

tembusan KASN.

(5) Panitia Seleksi membuat peringkat hasil penilaian dan

menyampaikan 3 (tiga) orang calon sesuai urutan

tertinggi kepada Pejabat yang Berwenang untuk

pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

(6) Pejabat yang Berwenang mengusulkan 3 (tiga) calon

sesuai urutan nilai tertinggi kepada Pejabat Pembina

Kepegawaian.

3. Tahapan Seleksi Untuk Prajurit Tentara Nasional Indonesia Atau Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Aktif

Tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi untuk prajurit Tentara Nasional Indonesia atau anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia aktif berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. Pejabat Pembina Kepegawaian menyampaikan Jabatan Pimpinan

Tinggi yang dapat diisi oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia atau

anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia aktif kepada Panglima

Tentara Nasional Indonesia atau Kepala Kepolisian Negara Republik

Indonesia.

b. Panglima Tentara Nasional Indonesia atau Kepala Kepolisian Negara

Republik Indonesia menunjuk 3 (tiga) orang calon peserta seleksi

berdasarkan hasil sidang Wanjakti;

3 ….

Page 47: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

43

c. 3 (tiga) orang calon peserta seleksi yang ditunjuk oleh Panglima

Tentara Nasional Indonesia atau Kepala Kepolisian Negara Republik

Indonesia mengikuti seleksi kompetensi sesuai mekanisme

sebagaimana terdapat pada ketentuan seleksi kompetensi;

d. hasil penilaian seleksi kompetensi beserta peringkatnya disampaikan

oleh Tim Penilai Kompetensi kepada Panitia Seleksi;

e. Panitia Seleksi membuat peringkat hasil penilaian 3 (tiga) orang calon

dan disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian untuk

pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Utama serta Jabatan Pimpinan

Tinggi Madya;

f. Pejabat Pembina Kepegawaian mengusulkan 3 (tiga) calon sesuai

urutan nilai tertinggi kepada Presiden melalui Tim Penilai Akhir (TPA)

dengan tembusan KASN;

g. Panitia Seleksi membuat peringkat hasil penilaian 3 (tiga) orang calon

dan disampaikan kepada Pejabat yang Berwenang untuk pengisian

Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama;

h. Pejabat yang Berwenang mengusulkan 3 (tiga) calon sesuai urutan

nilai tertinggi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian.

BAB IV

Page 48: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

44

BAB IV

MONITORING DAN EVALUASI

A. Kandidat yang sudah dipilih, ditetapkan dan dilantik harus diberikan orientasi

tugas oleh Pejabat Pembina Kepegawaian dan/atau Pejabat yang Berwenang

selama 1 (satu) bulan.

B. Status kepegawaian bagi kandidat terpilih yang berasal dari instansi luar

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ditetapkan

dengan status dipekerjakan sesuai peraturan perundang-undangan paling

lama 5 (lima) tahun.

C. Pejabat Pimpinan Tinggi yang telah menduduki jabatan 5 (lima) tahun dapat

diperpanjang berdasarkan pencapaian kinerja, kesesuaian kompetensi, dan

berdasarkan kebutuhan instansi setelah mendapatkan persetujuan Pejabat

Pembina Kepegawaian dan berkoordinasi dengan KASN.

D. Pejabat Pembina Kepegawaian menyampaikan laporan pelaksanaan seleksi

pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara terbuka kepada KASN dan Menteri

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

BAB V

Page 49: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

45

BAB V

PENUTUP

Dengan dibuatnya pedoman ini diharapkan pelaksanaan seleksi pengisian Jabatan

Pimpinan Tinggi secara terbuka di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan dapat terselenggara secara profesional, akuntabel,

dan obyektif berdasarkan sistem merit, sehingga dapat menghasilkan pejabat yang

berintegritas, professional, dan kompeten.

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

TEDJO EDHI PURDIJATNO

Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Persidangan dan Hubungan Kelembagaan, ttd. Drs. Subroto, M.M.

Page 50: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

46

Page 51: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

47

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 3 TAHUN 2015

TENTANG

KELAS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang: a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan pada Pasal 7 ayat (1)

Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2015 tentang Tunjangan

Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, perlu menetapkan

kembali Kelas Jabatan di lingkungan Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

b. bahwa Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum,

dan Keamanan Nomor: Per-400/Menko/ Polhukam/12/2010

tentang Penetapan Peringkat/ Grade Jabatan di Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

sebagaimana telah diubah dua kali, terakhir dengan Peraturan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

Nomor 1 Tahun 2014, perlu diganti untuk disesuaikan dengan

peraturan perundang-undangan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan tentang

Kelas Jabatan di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan.

Page 52: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

48

Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6 tahun

2014, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

5494);

2. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Komisi

Kepolisian Nasional;

3. Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2011 tentang Komisi

Kejaksaan Republik Indonesia;

4. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi

Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2015 Nomor 8);

5. Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2015 tentang Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 83);

6. Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2015 tentang Tunjangan

Kinerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 228);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK,

HUKUM, DAN KEAMANAN TENTANG KELAS JABATAN DI

LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG

POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN.

Pasal 1

Kelas Jabatan yang diatur dalam Peraturan Menteri ini terdiri atas:

a. Kelas Jabatan di Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan sebagaimana tercantum dalam

Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari

Peraturan Menteri ini;

Page 53: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

49

b. Kelas Jabatan di Sekretariat Komisi Kejaksaan Republik

Indonesia sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang

merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri

ini; dan

c. Kelas Jabatan di Sekretariat Komisi Kepolisian Nasional

sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan

bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 2

Kelas Jabatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 berlaku

terhitung mulai tanggal 1 Mei 2015.

Pasal 3

(1) Kelas Jabatan untuk setiap jabatan dari pemangku jabatan

Pimpinan Tinggi Madya yang belum diangkat berdasarkan

Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2015 tentang

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan, mengacu pada Peraturan Menteri ini.

(2) Kelas Jabatan untuk setiap jabatan berdasarkan:

a. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum,

dan Keamanan Nomor: Per-367/Menko/

Polhukam/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan;

b. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum,

dan Keamanan Nomor: Per-07/Menko/

Polhukam/12/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja

Sekretariat Komisi Kejaksaan Republik Indonesia; dan

c. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum,

dan Keamanan Nomor: Per-01/Menko/ Polhukam/1/2012

tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komisi

Kepolisian Nasional.

dinyatakan mengacu pada Peraturan Menteri ini.

Page 54: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

50

Pasal 4

(1) Kelas Jabatan untuk setiap jabatan yang berlaku setelah

ditetapkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan tentang Organisasi dan Tata Kerja

baru, mengacu pada Peraturan Menteri ini sepanjang belum

diubah atau diganti dengan Peraturan Menteri yang baru.

(2) Setiap jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang

tidak tercantum pada Lampiran I, Lampiran II, dan Lampiran III

Peraturan Menteri ini, maka Kelas Jabatan akan disesuaikan

dengan Kelas Jabatan sesuai Peraturan Menteri ini sepanjang

belum diubah atau diganti dengan Peraturan Menteri yang

baru.

Pasal 5

Ketentuan pelaksanaan pemberian tunjangan kinerja di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

masih mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor: Per-

401/Menko/Polhukam/12/2010 tentang Pelaksanaan Pemberian

Tunjangan Kinerja Pegawai di Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan sebagaimana telah diubah dua

kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan Nomor 4 Tahun 2013, sepanjang belum

diubah atau diganti dengan Peraturan Menteri yang baru.

Pasal 6

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor: Per-

400/Menko/Polhukam/12/2010 tentang Penetapan

Peringkat/Grade Jabatan di Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan sebagaimana telah diubah dua kali,

terakhir dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan Nomor 1 Tahun 2014, dicabut dan

dinyatakan tidak berlaku.

Page 55: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

51

Pasal 7

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan

Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara

Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Oktober 2015 MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. LUHUT BINSAR PANDJAITAN

Diundangkan di Jakarta pada tanggal Oktober 2015 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA ttd.

WIDODO EKATJAHJANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 NOMOR 1609

Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Persidangan dan Hubungan Kelembagaan, ttd. Drs. Subroto, M.M.

Page 56: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

52

LAMPIRAN

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 3 TAHUN 2015

TENTANG

KELAS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

Page 57: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

53

KELAS JABATAN

DI KEMENTERIAN KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

1. JABATAN PIMPINAN TINGGI

MADYA (ESELON I.A) 17

Sekretaris Kementerian Koordinator

Deputi

2. JABATAN PIMPINAN TINGGI

MADYA (ESELON I.B) 16

Staf Ahli

Staf Khusus

3. JABATAN PIMPINAN TINGGI

PRATAMA (ESELON II) 15

Kepala Biro

Asisten Deputi

Inspektur

4. JABATAN ADMINISTRATOR

(ESELON III)

12 Kepala Bagian

Kepala Bidang

11 Kepala Bagian Perpustakaan

5. JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU 11 Auditor Madya

6. JABATAN PENGAWAS

(ESELON IV) 9 Kepala Subbagian

7. JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU 9

Dokter

Perancang Peraturan Perundang-Undangan Muda

Auditor Muda

Analis Kebijakan Muda

LAMPIRAN I

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 3 TAHUN 2015

TANGGAL : 23 OKTOBER 2015

Page 58: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

54

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

8. JABATAN PENGAWAS

(ESELON IV) 8

Kepala Subbagian Administrasi Pustaka

Kepala Subbagian Pengadaan dan

Pemeliharaan Pustaka

Kepala Subbagian Pelayanan Pustaka

Kepala Subbagian Persuratan

Kepala Subbagian Penggandaan

Kepala Subbagian Pengamanan

9. JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU 8

Analis Kebijakan Pertama Bidang

Politik Dalam Negeri, Politik Luar

Negeri, Hukum, Pertahanan dan

Keamanan Negara, dan

Komunikasi dan Informasi

Auditor Pertama

Perancang Peraturan Perundang-Undangan

Pertama

10. JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU 7

Analis Kepegawaian Pelaksana Lanjutan

Arsiparis Pelaksana Lanjutan

Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan

Pranata Hubungan Masyarakat Pelaksana

Lanjutan

Page 59: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

55

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

11.

JABATAN FUNGSIONAL UMUM (PELAKSANA)

7

Analis Politik Dalam Negeri

Analis Politik Luar Negeri

Analis Hukum

Analis Pertahanan dan Keamanan

Analis Komunikasi dan Informasi

Analis Konsep Rancangan Peraturan Perundang-

Undangan

Analis Perencana Pelaksanaan Anggaran

Analis Akuntabilitas Kinerja

Analis Organisasi

Analis Tata Laksana

Analis Pengelola Barang Milik Negara

Analis Kegiatan Persandian

Bendahara Pengeluaran

Pelaksana Monitoring

Pengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran

Penata Kesekretariatan

Penata Laporan Keuangan

Pengelola Kepegawaian

Penyiap Bahan Publikasi Hasil Persidangan

Penyiap Bahan Produk Hukum

Page 60: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

56

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

Penyiap Bahan Konsultasi dan Bantuan Hukum

Penelaah Hubungan Kelembagaan

Penyusun Laporan Akuntabilitas

Penyusun Laporan Pelaksanaan Kegiatan dan

Anggaran

JABATAN FUNGSIONAL UMUM (PELAKSANA)

7 Penyusun Laporan

Pengembangan Kinerja Organisasi

Penyusun Pengadaan dan

Perlengkapan Kantor

Penyusun Laporan Kerumahtanggaan

Penyusun Penggajian

Pegawai

Penyusun Rencana

Pelaksanaan Persidangan

Penyusun Materi

Persidangan

Penyusun Rekaman dan Transkrip Persidangan

Penyusun Bahan Risalah

Penyusun Laporan Hasil

Pengawasan

Perencana

Page 61: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

57

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

12. JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU 6

Analis Kepegawaian Pelaksana

Arsiparis Pelaksana

Perawat

Pranata Hubungan Masyarakat Pelaksana

Pustakawan Pelaksana

13. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 6

Pengadministrasi Keuangan

Penata Acara

Pengolah Bahan Kegiatan Persandian

Pengolah Data

Verifikator

14. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 5

Komandan Peleton Satuan Pengamanan

Operator Komputer

Pengadministrasi Hubungan Kelembagaan

Pengadministrasi Perlengkapan dan Rumah

Tangga

Pengadministrasi Pengadaan dan Perlengkapan Kantor

Pengadministrasi Tata Naskah

Pengadministrasi Umum

Pengawas Sarana dan Prasarana

Petugas Protokol

Page 62: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

58

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

JABATAN FUNGSIONAL UMUM (PELAKSANA)

5

Petugas Pelayanan Persidangan

Petugas Dokumentasi

Teknisi

15. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 4

Komandan Regu Satuan Pengamanan

Pengagenda Surat

Pengemudi

Penata Jamuan Acara

Petugas Penggandaan

Petugas Persandian

16. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 3

Caraka

Penata Naskah dan Dokumen

Petugas Pergudangan

Pendistribusi Risalah

Satuan Pengamanan

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

LUHUT BINSAR PANDJAITAN

Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Persidangan dan Hubungan Kelembagaan, ttd. Drs. Subroto, M.M.

Page 63: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

59

KELAS JABATAN

DI SEKRETARIAT KOMISI KEJAKSAAN

REPUBLIK INDONESIA

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

1. JABATAN PIMPINAN TINGGI

PRATAMA (ESELON II) 15 Kepala Sekretariat

2. JABATAN ADMINISTRATOR

(ESELON III) 12 Kepala Bagian

3. JABATAN PENGAWAS

(ESELON IV) 9 Kepala Subbagian

4. JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU 7

Analis Kepegawaian Pelaksana Lanjutan

5. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 7

Bendahara Pengeluaran

Pengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran

Pengevaluasi Pengaduan Internal dan Eksternal

Penyusun Bahan Pengambilalihan

Pemeriksaan

6. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 7

Penyusun Laporan

Penyusun Laporan Pengaduan

Penyusun Materi Koordinasi dengan K/L, Ormas, dan Perguruan

Tinggi

LAMPIRAN II

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 3 TAHUN 2015

TANGGAL: 23 OKTOBER 2015

Page 64: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

60

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

Penyusun Rekomendasi Tindak Lanjut Hasil

Evaluasi Komisi Kejaksaan

Perencana

7. JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU 6

Analis Kepegawaian Pelaksana

Arsiparis Pelaksana

8. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 6

Verifikator

Pengelola Rumah Tangga

Pengelola Barang Milik Negara

9. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 5

Pengadministrasi Umum

Pengadministrasi Pengadaan dan

Perlengkapan Kantor

Petugas Protokol

Operator Komputer

Pengawas Sarana dan Prasarana

10. 3 Caraka

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

LUHUT BINSAR PANDJAITAN

Page 65: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

61

KELAS JABATAN

DI SEKRETARIAT KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

1. JABATAN PIMPINAN TINGGI

PRATAMA (ESELON II) 15 Kepala Sekretariat

2. JABATAN ADMINISTRATOR

(ESELON III) 12 Kepala Bagian

3. JABATAN PENGAWAS

(ESELON IV) 9 Kepala Subbagian

4. JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU 7

Pranata Komputer Pelaksana Lanjutan

5. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 7

Bendahara Pengeluaran

Pengevaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran

Penyusun Laporan Administrasi SKM

Penyusun Laporan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut

6. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 7

Penyusun Laporan Hubungan Lembaga

Pemerintah

Penyusun Laporan Hubungan Media dan

Masyarakat

Perencana

LAMPIRAN III

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 3 TAHUN 2015

TANGGAL : 23 OKTOBER 2015

Page 66: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

62

NO. JABATAN

(STRUKTURAL/FUNGSIONAL) KELAS

JABATAN NAMA JABATAN

1 2 3 4

7. JABATAN FUNGSIONAL

TERTENTU 6

Analis Kepegawaian Pelaksana

Arsiparis Pelaksana

8. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 6

Pengadministrasi Keuangan

Pengelola Barang Milik Negara

Pengelola Rumah Tangga

Pengolah Data dan Info SKM

Verifikator

9. JABATAN FUNGSIONAL

UMUM (PELAKSANA) 5

Pengadministrasi Hubungan Kelembagaan

Pengadministrasi Pengadaan dan

Perlengkapan Kantor

Pengadministrasi Umum

Operator Komputer

10. 3 Caraka

MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

LUHUT BINSAR PANDJAITAN

Page 67: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

63

PERATURAN MENTERI KOORDINATOR

BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 4 TAHUN 2015

TENTANG

ORGANISASI DAN TATA KERJA

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang: a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 96 huruf b dan

Pasal 98 Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang

Organisasi Kementerian Negara dan Pasal 44 Peraturan

Presiden Nomor 43 Tahun 2015 tentang Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

b. bahwa berdasarkan Surat Persetujuan Menteri

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor B/3129/M.PANRB/9/2015, Tanggal 23 September

2015;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian

Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008

Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4916);

Page 68: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

64

2. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi

Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2015 Nomor 8);

3. Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2015 tentang

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun

2015 Nomor 83).

MEMUTUSKAN:

Menetapkan: PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK,

HUKUM, DAN KEAMANAN TENTANG ORGANISASI DAN TATA

KERJA KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK,

HUKUM, DAN KEAMANAN.

BAB I

KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI

Pasal 1

(1) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada

Presiden.

(2) Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan dipimpin oleh Menteri Koordinator.

Pasal 2

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi,

dan pengendalian urusan Kementerian dalam penyelenggaraan

pemerintahan di bidang politik, hukum, dan keamanan.

Page 69: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

65

Pasal 3

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

2, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan isu di bidang politik, hukum, dan keamanan;

b. pengendalian pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga yang terkait dengan isu di bidang politik, hukum, dan keamanan;

c. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

d. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

e. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; dan

f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Presiden.

Pasal 4

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

mengoordinasikan:

a. Kementerian Dalam Negeri;

b. Kementerian Luar Negeri;

c. Kementerian Pertahanan;

d. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia;

e. Kementerian Komunikasi dan Informatika;

f. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan

Reformasi Birokrasi;

Page 70: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

66

g. Kejaksaan Agung;

h. Badan Intelijen Negara;

i. Tentara Nasional Indonesia;

j. Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan

k. Instansi lain yang dianggap perlu.

BAB II

SUSUNAN ORGANISASI

Pasal 5

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

terdiri atas:

a. Sekretariat Kementerian Koordinator;

b. Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri;

c. Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri;

d. Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia;

e. Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara;

f. Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban

Masyarakat;

g. Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa;

h. Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan

Aparatur;

i. Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi;

j. Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional;

k. Staf Ahli Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman;

l. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi;

m. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup;

dan

n. Inspektorat.

Page 71: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

67

BAB III

SEKRETARIAT KEMENTERIAN KOORDINATOR

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Pasal 6

(1) Sekretariat Kementerian Koordinator berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator.

(2) Sekretariat Kementerian Koordinator dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Koordinator.

Pasal 7

Sekretariat Kementerian Koordinator mempunyai tugas

menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan,

dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur

organisasi di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan.

Pasal 8

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

7, Sekretariat Kementerian Koordinator menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi kegiatan Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan;

b. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan;

c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang

meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan,

kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip,

dan dokumentasi Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan;

Page 72: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

68

d. pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana;

e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan

serta pelaksanaan advokasi hukum;

f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara

dan layanan pengadaan barang/jasa; dan

g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri

Koordinator.

Bagian Kedua

Susunan Organisasi

Pasal 9

Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan terdiri atas:

a. Biro Perencanaan dan Organisasi;

b. Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan; dan

c. Biro Umum.

Bagian Ketiga

Biro Perencanaan dan Organisasi

Pasal 10

Biro Perencanaan dan Organisasi mempunyai tugas

melaksanakan penyusunan rencana, program, dan anggaran

serta penataan organisasi dan tata laksana.

Page 73: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

69

Pasal 11

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

10, Biro Perencanaan dan Organisasi menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan, sinkronisasi, dan harmonisasi rencana, program,

dan anggaran di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan;

b. pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan

rencana, program, kegiatan, dan anggaran serta penyusunan

laporan akuntabilitas kinerja Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan;

c. penataan dan penguatan organisasi, penataan dan

penyempurnaan sistem ketatalaksanaan serta

pengembangan organisasi dan tata laksana di Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

d. pengelolaan data, pembangunan dan pengembangan jaringan

sistem informasi, dan pengelolaan perpustakaan di

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan; dan

e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Sekretaris

Kementerian Koordinator.

Pasal 12

Biro Perencanaan dan Organisasi terdiri atas:

a. Bagian Perencanaan;

b. Bagian Evaluasi dan Pelaporan;

c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana;

d. Bagian Data dan Informasi; dan

e. Kelompok Jabatan Fungsional.

Page 74: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

70

Pasal 13

Bagian Perencanaan mempunyai tugas melaksanakan

penyusunan, sinkronisasi, dan harmonisasi rencana, program,

dan anggaran di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan.

Pasal 14

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

13, Bagian Perencanaan menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Deputi Bidang

Koordinasi Politik Luar Negeri, Deputi Bidang Koordinasi

Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan Deputi Bidang Koordinasi

Pertahanan Negara;

b. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran

Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban

Masyarakat, Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa,

Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan

Aparatur, dan Staf Ahli;

c. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran

Sekretariat Kementerian Koordinator dan Inspektorat; dan

d. penyiapan penyusunan rencana, program, dan anggaran

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan.

Pasal 15

Bagian Perencanaan terdiri atas:

a. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I;

b. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II; dan

c. Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III.

Page 75: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

71

Pasal 16

(1) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran I mempunyai

tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana,

program, dan anggaran Deputi Bidang Koordinasi Politik

Dalam Negeri, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri,

Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara.

(2) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran II mempunyai

tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana,

program, dan anggaran Deputi Bidang Koordinasi Keamanan

dan Ketertiban Masyarakat, Deputi Bidang Koordinasi

Kesatuan Bangsa, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi,

Informasi, dan Aparatur, dan Staf Ahli.

(3) Subbagian Penyusunan Program dan Anggaran III

mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan

rencana, program, dan anggaran Sekretariat Kementerian

Koordinator dan Inspektorat.

Pasal 17

Bagian Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan

pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan

rencana, program, kegiatan, dan anggaran serta penyusunan

laporan akuntabilitas kinerja Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan.

Pasal 18

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

17, Bagian Evaluasi dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi:

a. pemantauan pelaksanaan rencana, program, kegiatan, dan

anggaran;

b. evaluasi pelaksanaan rencana, program, kegiatan, dan

anggaran; dan

c. penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program,

kegiatan, dan anggaran serta laporan akuntabilitas kinerja

Page 76: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

72

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan.

Pasal 19

Bagian Evaluasi dan Pelaporan terdiri atas:

a. Subbagian Pemantauan;

b. Subbagian Evaluasi; dan

c. Subbagian Pelaporan.

Pasal 20

(1) Subbagian Pemantauan mempunyai tugas melakukan

pemantauan pelaksanaan program, kegiatan, dan anggaran.

(2) Subbagian Evaluasi mempunyai tugas melakukan evaluasi

pelaksanaan program, kegiatan, dan anggaran.

(3) Subbagian Pelaporan mempunyai tugas melakukan

penyusunan laporan pelaksanaan program, kegiatan, dan

anggaran serta laporan akuntabilitas kinerja Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Pasal 21

Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas

melaksanakan penataan dan penguatan organisasi, penataan

dan penyempurnaan sistem ketatalaksanaan serta

pengembangan organisasi dan tata laksana di Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Page 77: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

73

Pasal 22

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

21, Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan

fungsi:

a. evaluasi dan penataan organisasi di Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan;

b. evaluasi dan penataan ketatalaksanaan di Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; dan

c. pengembangan organisasi dan tata laksana di Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Pasal 23

Bagian Organisasi dan Tata Laksana terdiri atas:

a. Subbagian Organisasi;

b. Subbagian Tata Laksana; dan

c. Subbagian Pengembangan Kelembagaan dan

Ketatalaksanaan.

Pasal 24

(1) Subbagian Organisasi mempunyai tugas melakukan

penyiapan evaluasi dan penataan organisasi di Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

(2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan

penyiapan evaluasi dan penataan ketatalaksanaan di

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan.

(3) Subbagian Pengembangan Kelembagaan dan

Ketatalaksanaan mempunyai tugas melakukan penyiapan

pengembangan organisasi dan tata laksana di Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Page 78: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

74

Pasal 25

Bagian Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan

pengelolaan data, sistem informasi, dan perpustakaan di

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Pasal 26

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

25, Bagian Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi:

a. pengelolaan data di Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan;

b. pengelolaan sistem informasi di Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; dan

c. pengelolaan perpustakaan di Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Pasal 27

Bagian Data dan Informasi terdiri atas:

a. Subbagian Data;

b. Subbagian Sistem Informasi; dan

c. Subbagian Perpustakaan.

Pasal 28

(1) Subbagian Data mempunyai tugas melakukan pengumpulan,

pengolahan, dan penyajian data di Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

(2) Subbagian Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan

pengelolaan sistem informasi di Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

(3) Subbagian Perpustakaan mempunyai tugas melakukan

Page 79: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

75

penyusunan rencana kebutuhan bahan pustaka dan

pelayanan perpustakaan.

Bagian Keempat

Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan

Pasal 29

Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan

mempunyai tugas melaksanakan penyusunan peraturan

perundang-undangan, advokasi hukum, hubungan masyarakat,

dan kerja sama.

Pasal 30

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

29, Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan

menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan,

pendokumentasian dan publikasi produk hukum serta

penelaahan produk hukum dan pemberian advokasi hukum;

b. fasilitasi pelaksanaan persidangan dan penyusunan risalah

persidangan;

c. fasilitasi penyiapan naskah persidangan;

d. pelaksanaan urusan hubungan kelembagaan dan hubungan

masyarakat;

e. pemberian dukungan administrasi kerja sama; dan

f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Sekretaris

Kementerian Koordinator.

Page 80: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

76

Pasal 31

Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan terdiri

atas:

a. Bagian Hukum;

b. Bagian Persidangan dan Risalah;

c. Bagian Naskah Persidangan;

d. Bagian Hubungan Kelembagaan dan Hubungan Masyarakat;

dan

e. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 32

Bagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyusunan

rancangan peraturan perundang-undangan, pendokumentasian

dan publikasi produk hukum serta penelaahan produk hukum dan

pemberian advokasi hukum.

Pasal 33

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

32, Bagian Hukum menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan rancangan peraturan perundang-undangan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan;

b. fasilitasi penyusunan rancangan peraturan perundang-

undangan di bidang politik, hukum, dan keamanan;

c. pendokumentasian dan publikasi produk hukum serta

pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum; dan

d. penelaahan produk hukum serta pemberian pertimbangan dan

advokasi hukum.

Page 81: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

77

Pasal 34

Bagian Hukum terdiri atas:

a. Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan;

b. Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Produk Hukum; dan

c. Subbagian Penelaahan Produk Hukum dan Pemberian

Advokasi Hukum.

Pasal 35

(1) Subbagian Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan

mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan

rancangan peraturan perundang-undangan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dan

fasilitasi penyusunan rancangan peraturan perundang-

undangan di bidang politik, hukum, dan keamanan.

(2) Subbagian Dokumentasi dan Publikasi Produk Hukum

mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi

produk hukum, penyiapan pengundangan peraturan

perundang-undangan, penyiapan salinan dan publikasi

produk hukum serta pengelolaan jaringan dokumentasi dan

informasi hukum.

(3) Subbagian Penelaahan Produk Hukum dan Pemberian

Advokasi Hukum mempunyai tugas melakukan penyiapan

penelaahan produk hukum serta pemberian pertimbangan

dan advokasi hukum.

Pasal 36

Bagian Persidangan dan Risalah mempunyai tugas

melaksanakan fasilitasi pelaksanaan persidangan dan

penyusunan risalah persidangan.

Page 82: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

78

Pasal 37

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

36, Bagian Persidangan dan Risalah menyelenggarakan fungsi:

a. perencanaan, pelaksanaan, pendokumentasian administrasi,

penatausahaan, dan rekapitulasi kegiatan persidangan;

b. pelaksanaan perekaman dan transkrip, penyusunan notulensi,

dan resume persidangan; dan

c. penyusunan risalah persidangan dan pengelolaan hasil risalah

persidangan.

Pasal 38

Bagian Persidangan dan Risalah terdiri atas:

a. Subbagian Persidangan;

b. Subbagian Rekaman dan Transkrip Persidangan; dan

c. Subbagian Risalah Persidangan.

Pasal 39

(1) Subbagian Persidangan mempunyai tugas melakukan

penyiapan perencanaan, pelaksanaan, pendokumentasian

administrasi, penatausahaan, dan rekapitulasi kegiatan

persidangan.

(2) Subbagian Rekaman dan Transkrip Persidangan mempunyai

tugas melakukan penyiapan pelaksanaan perekaman dan

transkrip, penyusunan notulensi, dan resume persidangan.

(3) Subbagian Risalah Persidangan mempunyai tugas

melakukan penyiapan penyusunan risalah persidangan dan

pengelolaan hasil risalah persidangan.

Pasal 40

Bagian Naskah Persidangan mempunyai tugas melaksanakan

fasilitasi penyiapan naskah persidangan.

Page 83: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

79

Pasal 41

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

40, Bagian Naskah Persidangan menyelenggarakan fungsi:

a. pengumpulan, pengolahan, pengelolaan, analisis, dan

penyajian dokumen naskah persidangan tingkat menteri dan

dokumen naskah kegiatan menteri lingkup koordinasi

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan;

b. pengumpulan, pengolahan, pengelolaan, analisis, dan

penyajian dokumen naskah persidangan tingkat pimpinan

tinggi madya; dan

c. pengumpulan, pengolahan, pengelolaan, analisis, dan

penyajian dokumen naskah persidangan dan dokumen

naskah kegiatan menteri lintas koordinasi Kementerian/

Lembaga serta Lembaga Negara.

Pasal 42

Bagian Naskah Persidangan terdiri atas:

a. Subbagian Naskah Persidangan Tingkat Menteri;

b. Subbagian Naskah Persidangan Tingkat Pimpinan Tinggi

Madya; dan

c. Subbagian Naskah Persidangan Lintas Koordinasi.

Pasal 43

(1) Subbagian Naskah Persidangan Tingkat Menteri mempunyai

tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, pengelolaan,

analisis, dan penyajian dokumen naskah persidangan tingkat

menteri dan dokumen naskah kegiatan menteri lingkup

koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum,

dan Keamanan.

Page 84: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

80

(2) Subbagian Naskah Persidangan Tingkat Pimpinan Tinggi

Madya mempunyai tugas melakukan pengumpulan,

pengolahan, pengelolaan, analisis, dan penyajian dokumen

naskah persidangan tingkat pimpinan tinggi madya.

(3) Subbagian Naskah Persidangan Lintas Koordinasi

mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan,

pengelolaan, analisis, dan penyajian dokumen naskah

persidangan dan dokumen naskah kegiatan menteri lintas

koordinasi Kementerian/Lembaga serta Lembaga Negara.

Pasal 44

Bagian Hubungan Kelembagaan dan Hubungan Masyarakat

mempunyai tugas melaksanakan urusan hubungan kelembagaan

dan hubungan masyarakat serta pemberian dukungan

administrasi kerja sama.

Pasal 45

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

44, Bagian Hubungan Kelembagaan dan Hubungan Masyarakat

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan pemantauan tindak lanjut rekomendasi

persidangan dengan Kementerian/Lembaga, Lembaga-

Lembaga Negara, dan Non Lembaga Pemerintahan;

b. pemberian dukungan administrasi kerja sama;

c. pelaksanaan mobilisasi media, penyiapan pelaksanaan konferensi

pers, dan pelayanan informasi kepada media; dan

d. pelaksanaan peliputan, publikasi, dan pendokumentasian

kegiatan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan.

Page 85: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

81

Pasal 46

Bagian Hubungan Kelembagaan dan Hubungan Masyarakat

terdiri atas:

a. Subbagian Hubungan Kementerian/Lembaga;

b. Subbagian Hubungan Media; dan

c. Subbagian Publikasi.

Pasal 47

(1) Subbagian Hubungan Kementerian/Lembaga mempunyai

tugas melakukan penyiapan pelaksanaan pemantauan tindak

lanjut rekomendasi persidangan dengan

Kementerian/Lembaga, Lembaga-Lembaga Negara, dan Non

Lembaga Pemerintahan serta pemberian dukungan

administrasi kerja sama.

(2) Subbagian Hubungan Media mempunyai tugas melakukan

penyiapan pelaksanaan mobilisasi media, konferensi pers, dan

pelayanan informasi kepada media.

(3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan penyiapan

pelaksanaan peliputan, publikasi, dan pendokumentasian

kegiatan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan.

Bagian Kelima

Biro Umum

Pasal 48

Biro Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan

ketatausahaan, kepegawaian, kerumahtanggaan, barang milik/

kekayaan negara dan layanan pengadaan barang/jasa serta

keuangan.

Page 86: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

82

Pasal 49

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

48, Biro Umum menyelenggarakan fungsi:

a. administrasi persuratan, kearsipan, ketatausahaan,

keprotokolan, dan pengamanan;

b. pengelolaan kepegawaian;

c. pelaksanaan pengadaan barang/jasa;

d. pelaksanaan pengelolaan kerumahtanggaan;

e. pelaksanaan pengelolaan barang milik/kekayaan negara;

f. pelaksanaan pengelolaan keuangan; dan

g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Sekretaris

Kementerian Koordinator.

Pasal 50

Biro Umum terdiri atas:

a. Bagian Tata Usaha dan Protokol;

b. Bagian Kepegawaian;

c. Bagian Pengadaan dan Rumah Tangga;

d. Bagian Keuangan; dan

e. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 51

Bagian Tata Usaha dan Protokol mempunyai tugas melaksanakan

administrasi persuratan, kearsipan, ketatausahaan, keprotokolan,

dan pengamanan.

Pasal 52

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

51, Bagian Tata Usaha dan Protokol menyelenggarakan fungsi:

a. pengadministrasian surat masuk dan surat keluar serta tata

Page 87: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

83

naskah dan ekspedisi;

b. pengelolaan arsip inaktif, pemusnahan arsip, mempersiapkan

arsip statis serta melaksanakan pembinaan dan evaluasi

dalam rangka penyelenggaraan kearsipan;

c. penyiapan acara dan kegiatan keprotokolan serta

pengamanan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum,

dan Keamanan; dan

d. pengelolaan ketatausahaan Menteri Koordinator, Sekretaris

Kementerian Koordinator, dan Staf Ahli.

Pasal 53

Bagian Tata Usaha dan Protokol terdiri atas:

a. Subbagian Persuratan;

b. Subbagian Kearsipan;

c. Subbagian Protokol dan Pengamanan;

d. Subbagian Tata Usaha Menteri Koordinator;

e. Subbagian Tata Usaha Sekretaris Kementerian Koordinator;

dan

f. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli.

Pasal 54

(1) Subbagian Persuratan mempunyai tugas melakukan kegiatan

pengadministrasian surat masuk dan surat keluar serta tata

naskah dan ekspedisi.

(2) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan

pengelolaan arsip inaktif, pemusnahan arsip, mempersiapkan

arsip statis serta melaksanakan pembinaan dan evaluasi

dalam rangka penyelenggaraan kearsipan.

(3) Subbagian Protokol dan Pengamanan mempunyai tugas

melakukan penyiapan acara dan kegiatan keprotokolan serta

pengamanan Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan.

Page 88: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

84

(4) Subbagian Tata Usaha Menteri Koordinator mempunyai tugas

melakukan pengelolaan ketatausahaan Menteri Koordinator.

(5) Subbagian Tata Usaha Sekretaris Kementerian Koordinator

mempunyai tugas melakukan pengelolaan ketatausahaan

Sekretaris Kementerian Koordinator.

(6) Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan

pengelolaan ketatausahaan Staf Ahli.

Pasal 55

Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan

pengelolaan kepegawaian.

Pasal 56

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

55, Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan penyiapan perencanaan dan pengembangan

pegawai;

b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan kepegawaian; dan

c. pelaksanaan penerapan disiplin dan kesejahteraan pegawai.

Pasal 57

Bagian Kepegawaian terdiri atas:

a. Subbagian Pengembangan Pegawai;

b. Subbagian Mutasi dan Jabatan; dan

c. Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai.

Pasal 58

(1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas

melakukan penyiapan pengelolaan analisis kebutuhan dan

perencanaan pegawai jabatan fungsional, serta pendidikan

dan pelatihan pegawai.

Page 89: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

85

(2) Subbagian Mutasi dan Jabatan mempunyai tugas melakukan

penyiapan pengelolaan usulan mutasi jabatan, pembinaan

karir, kepangkatan serta pengelolaan informasi kepegawaian.

(3) Subbagian Disiplin dan Kesejahteraan Pegawai mempunyai

tugas melakukan penyiapan penerapan pelaksanaan disiplin

dan kode etik, pengurusan pensiun, administrasi tunjangan

jabatan/kinerja, pemberian penghargaan serta pelayanan

kesehatan pegawai.

Pasal 59

Bagian Pengadaan dan Rumah Tangga mempunyai tugas

melaksanakan pengadaan barang/jasa, pengelolaan

kerumahtanggaan, dan pengelolaan barang milik/kekayaan

negara.

Pasal 60

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

59, Bagian Pengadaan dan Rumah Tangga menyelenggarakan

fungsi:

a. penyusunan rencana kebutuhan dan distribusi barang/jasa;

b. pelaksanaan dukungan administrasi pengadaan barang/jasa;

c. pelaksanaan pengelolaan kerumahtanggaan; dan

d. pelaksanaan pengelolaan barang milik/kekayaan negara.

Pasal 61

Bagian Pengadaan dan Rumah Tangga terdiri atas:

a. Subbagian Pengadaan;

b. Subbagian Rumah Tangga; dan

c. Subbagian Barang Milik Negara.

Page 90: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

86

Pasal 62

(1) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan

penyiapan penyusunan rencana kebutuhan dan distribusi

barang/jasa serta pelaksanaan dukungan administrasi

pengadaan barang/jasa.

(2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan

penyiapan pelaksanaan pengelolaan kerumahtanggaan.

(3) Subbagian Barang Milik Negara mempunyai tugas melakukan

penyiapan pelaksanaan pengelolaan barang milik/kekayaan

negara.

Pasal 63

Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan

keuangan.

Pasal 64

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

63, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan rencana anggaran dan pengelolaan administrasi

keuangan;

b. pelaksanaan perbendaharaan; dan

c. pelaksanaan akuntansi, verifikasi, dan pelaporan keuangan.

Pasal 65

Bagian Keuangan terdiri atas:

a. Subbagian Administrasi Keuangan;

b. Subbagian Perbendaharaan; dan

c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan.

Page 91: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

87

Pasal 66

(1) Subbagian Administrasi Keuangan mempunyai tugas

melakukan penyiapan penyusunan rencana anggaran dan

pengelolaan administrasi keuangan.

(2) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melaksanakan

perbendaharaan.

(3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas

melakukan penyiapan pelaksanaan akuntansi, verifikasi, dan

pelaporan keuangan.

BAB IV

DEPUTI BIDANG KOORDINASI POLITIK DALAM NEGERI

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Pasal 67

(1) Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator.

(2) Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri dipimpin oleh Deputi.

Pasal 68

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri mempunyai tugas

menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi perumusan,

penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian pelaksanaan

kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan isu di

bidang politik dalam negeri.

Pasal 69

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

68, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri

Page 92: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

88

menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan

pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang politik dalam negeri;

b. pengendalian pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga

yang terkait dengan isu di bidang politik dalam negeri;

c. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kelembagaan demokrasi;

d. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang desentralisasi dan otonomi daerah;

e. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang organisasi masyarakat sipil;

f. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang pemilihan umum dan partai politik;

g. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang otonomi khusus;

h. pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang

politik dalam negeri;

i. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian

dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di

lingkungan Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri;

dan

j. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri

Koordinator.

Bagian Kedua

Susunan Organisasi

Pasal 70

Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri terdiri atas:

a. Sekretariat Deputi;

b. Asisten Deputi Koordinasi Demokrasi dan Organisasi

Masyarakat Sipil;

Page 93: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

89

c. Asisten Deputi Koordinasi Desentralisasi dan Otonomi

Daerah;

d. Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum dan

Penguatan Partai Politik;

e. Asisten Deputi Koordinasi Otonomi Khusus; dan

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Bagian Ketiga

Sekretariat Deputi

Pasal 71

(1) Sekretariat Deputi berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Deputi.

(2) Sekretariat Deputi dipimpin oleh Sekretaris Deputi.

Pasal 72

Sekretariat Deputi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi

pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada

seluruh unsur organisasi di lingkungan Deputi Bidang Koordinasi

Politik Dalam Negeri.

Pasal 73

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

72, Sekretariat Deputi menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan,

rencana, program, dan anggaran di lingkungan Deputi;

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Page 94: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

90

Pasal 74

Sekretariat Deputi terdiri atas:

a. Bagian Program dan Evaluasi; dan

b. Bagian Tata Usaha dan Umum.

Pasal 75

Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan, rencana, program, dan anggaran Deputi.

Pasal 76

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 75, Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan dan penyerasian rencana, program, dan anggaran Deputi; dan

b. pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, dan anggaran serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Deputi.

Pasal 77

Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas:

a. Subbagian Penyusunan Program; dan

b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi.

Pasal 78

(1) Subbagian Penyusunan Program mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan dan penyerasian rencana, program, dan anggaran Deputi.

(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan penyiapan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, dan anggaran serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja Deputi.

Page 95: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

91

Pasal 79

Bagian Tata Usaha dan Umum mempunyai tugas melaksanakan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 80

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

79, Bagian Tata Usaha dan Umum menyelenggarakan fungsi:

a. pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi; dan

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 81

Bagian Tata Usaha dan Umum terdiri atas:

a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Umum.

Pasal 82

(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan

pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi.

(2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Page 96: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

92

Bagian Keempat

Asisten Deputi Koordinasi Demokrasi dan Organisasi Masyarakat Sipil

Pasal 83

Asisten Deputi Koordinasi Demokrasi dan Organisasi Masyarakat

Sipil mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang penguatan demokrasi dan organisasi masyarakat sipil.

Pasal 84

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

83, Asisten Deputi Koordinasi Demokrasi dan Organisasi

Masyarakat Sipil menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penguatan demokrasi;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang kelembagaan demokrasi;

c. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang organisasi masyarakat sipil

dan organisasi masyarakat asing; dan

d. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 85

Asisten Deputi Koordinasi Demokrasi dan Organisasi Masyarakat

Sipil terdiri atas:

a. Bidang Penguatan Demokrasi dan Kelembagaan Demokrasi;

dan

b. Bidang Pengawasan Organisasi Masyarakat Sipil dan

Organisasi Masyarakat Asing.

Page 97: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

93

Pasal 86

Bidang Penguatan Demokrasi dan Kelembagaan Demokrasi

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan

sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan,

analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang penguatan

demokrasi dan kelembagaan demokrasi.

Pasal 87

Bidang Pengawasan Organisasi Masyarakat Sipil dan Organisasi

Masyarakat Asing mempunyai tugas melaksanakan penyiapan

koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang

isu di bidang organisasi masyarakat sipil dan organisasi

masyarakat asing.

Bagian Kelima

Asisten Deputi Koordinasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah

Pasal 88

Asisten Deputi Koordinasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah

mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang desentralisasi dan otonomi daerah.

Pasal 89

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

88, Asisten Deputi Koordinasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penyelenggaraan

desentralisasi;

Page 98: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

94

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang otonomi daerah dan

penyelenggaraan pemerintahan daerah; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 90

Asisten Deputi Koordinasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah

terdiri atas:

a. Bidang Desentralisasi; dan

b. Bidang Otonomi Daerah.

Pasal 91

Bidang Desentralisasi mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penyelenggaraan desentralisasi.

Pasal 92

Bidang Otonomi Daerah mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang otonomi daerah dan

penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Page 99: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

95

Bagian Keenam

Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum

dan Penguatan Partai Politik

Pasal 93

Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum dan

Penguatan Partai Politik mempunyai tugas mengoordinasikan dan

menyinkronkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan

melaksanakan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan

tentang isu di bidang pengelolaan pemilihan umum dan penguatan

partai politik.

Pasal 94

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

93, Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum dan

Penguatan Partai Politik menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang pengelolaan pemilihan umum

dan pemilihan kepala daerah;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penguatan partai politik; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 95

Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum dan

Penguatan Partai Politik terdiri atas:

a. Bidang Pengelolaan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala

Daerah; dan

b. Bidang Penguatan Partai Politik.

Page 100: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

96

Pasal 96

Bidang Pengelolaan Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala

Daerah mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi

dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan,

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang pengelolaan pemilihan umum dan pemilihan kepala

daerah.

Pasal 97

Bidang Penguatan Partai Politik mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penguatan partai politik.

Bagian Ketujuh

Asisten Deputi Koordinasi Otonomi Khusus

Pasal 98

Asisten Deputi Koordinasi Otonomi Khusus mempunyai tugas

mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang otonomi khusus.

Pasal 99

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

98, Asisten Deputi Koordinasi Otonomi Khusus

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang otonomi khusus Aceh, Daerah

Khusus Ibukota Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta;

Page 101: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

97

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang otonomi khusus Papua dan

Papua Barat; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 100

Asisten Deputi Koordinasi Otonomi Khusus terdiri atas:

a. Bidang Otonomi Khusus Aceh, Daerah Khusus Ibukota

Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta; dan

b. Bidang Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat.

Pasal 101

Bidang Otonomi Khusus Aceh, Daerah Khusus Ibukota Jakarta,

dan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang otonomi khusus Aceh, Daerah

Khusus Ibukota Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasal 102

Bidang Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat mempunyai

tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi

perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang otonomi khusus

Papua dan Papua Barat.

Page 102: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

98

BAB V

DEPUTI BIDANG KOORDINASI POLITIK LUAR NEGERI

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Pasal 103

(1) Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator.

(2) Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri dipimpin oleh Deputi.

Pasal 104

Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri mempunyai tugas

menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi perumusan,

penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian pelaksanaan

kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan isu di

bidang politik luar negeri.

Pasal 105

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

104, Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri

menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan

pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang politik luar negeri;

b. pengendalian pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga

yang terkait dengan isu di bidang politik luar negeri;

c. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kerja sama Asia dan Pasifik;

d. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kerja sama Afrika;

e. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kerja sama Timur Tengah;

Page 103: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

99

f. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kerja sama Amerika;

g. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kerja sama Eropa;

h. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kerja sama ASEAN;

i. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kerja sama multilateral;

j. pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang

politik luar negeri;

k. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian

dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di

lingkungan Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri; dan

l. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri

Koordinator.

Bagian Kedua

Susunan Organisasi

Pasal 106

Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri terdiri atas:

a. Sekretariat Deputi;

b. Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia, Pasifik, dan

Afrika;

c. Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa;

d. Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama ASEAN;

e. Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Organisasi

Internasional; dan

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Page 104: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

100

Bagian Ketiga

Sekretariat Deputi

Pasal 107

(1) Sekretariat Deputi berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Deputi.

(2) Sekretariat Deputi dipimpin oleh Sekretaris Deputi.

Pasal 108

Sekretariat Deputi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi

pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada

seluruh unsur organisasi di lingkungan Deputi Bidang Koordinasi

Politik Luar Negeri.

Pasal 109

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

108, Sekretariat Deputi menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan,

rencana, program, dan anggaran di lingkungan Deputi;

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 110

Sekretariat Deputi terdiri atas:

a. Bagian Program dan Evaluasi; dan

b. Bagian Tata Usaha dan Umum.

Page 105: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

101

Pasal 111

Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi

kebijakan, rencana, program, dan anggaran Deputi.

Pasal 112

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

111, Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan dan penyerasian rencana, program, dan

anggaran Deputi; dan

b. pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan

rencana, program, dan anggaran serta penyusunan laporan

akuntabilitas kinerja Deputi.

Pasal 113

Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas:

a. Subbagian Penyusunan Program; dan

b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi.

Pasal 114

(1) Subbagian Penyusunan Program mempunyai tugas

melakukan penyiapan penyusunan dan penyerasian rencana,

program, dan anggaran Deputi.

(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas

melakukan penyiapan pemantauan, evaluasi, dan

penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, dan

anggaran serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja

Deputi.

Page 106: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

102

Pasal 115

Bagian Tata Usaha dan Umum mempunyai tugas melaksanakan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 116

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

115, Bagian Tata Usaha dan Umum menyelenggarakan fungsi:

a. pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi; dan

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 117

Bagian Tata Usaha dan Umum terdiri atas:

a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Umum.

Pasal 118

(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan

pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi.

(2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Page 107: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

103

Bagian Keempat

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia, Pasifik, dan Afrika

Pasal 119

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia, Pasifik, dan Afrika

mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang kerja sama Asia, Pasifik, dan Afrika.

Pasal 120

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

119, Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia, Pasifik dan

Afrika menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu politik, hukum, dan keamanan di bidang

kerja sama bilateral dan regional Asia dan Pasifik;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu politik, hukum, dan keamanan di bidang

kerja sama bilateral dan regional Afrika dan Timur Tengah;

dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 121

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Asia, Pasifik, dan Afrika

terdiri atas:

a. Bidang Kerja Sama Bilateral Asia dan Pasifik; dan

b. Bidang Kerja Sama Bilateral Afrika dan Timur Tengah.

Page 108: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

104

Pasal 122

Bidang Kerja Sama Bilateral Asia dan Pasifik mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu politik, hukum, dan keamanan di bidang

kerja sama bilateral dan regional Asia dan Pasifik.

Pasal 123

Bidang Kerja Sama Bilateral Afrika dan Timur Tengah mempunyai

tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi

perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu politik, hukum, dan keamanan

di bidang kerja sama bilateral dan regional Afrika dan Timur

Tengah.

Bagian Kelima

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa

Pasal 124

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa

mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang kerja sama Amerika dan Eropa.

Pasal 125

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

124, Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu politik, hukum, dan keamanan di bidang

Page 109: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

105

kerja sama bilateral dan regional Amerika;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu politik, hukum, dan keamanan di bidang

kerja sama bilateral dan regional Eropa; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 126

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa terdiri

atas:

a. Bidang Kerja Sama Bilateral Amerika; dan

b. Bidang Kerja Sama Bilateral Eropa.

Pasal 127

Bidang Kerja Sama Bilateral Amerika mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu politik, hukum, dan keamanan di bidang

kerja sama bilateral dan regional Amerika.

Pasal 128

Bidang Kerja Sama Bilateral Eropa mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu politik, hukum, dan keamanan di bidang

kerja sama bilateral dan regional Eropa.

Page 110: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

106

Bagian Keenam

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama ASEAN

Pasal 129

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama ASEAN mempunyai tugas

mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang kerja sama ASEAN.

Pasal 130

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

129, Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama ASEAN

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang politik dan pertahanan

ASEAN;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang hukum, keamanan, dan hak

asasi manusia ASEAN; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 131

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama ASEAN terdiri atas:

a. Bidang Politik dan Pertahanan ASEAN; dan

b. Bidang Hukum, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia ASEAN.

Page 111: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

107

Pasal 132

Bidang Politik dan Pertahanan ASEAN mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang politik dan pertahanan ASEAN.

Pasal 133

Bidang Hukum, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia ASEAN

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan

sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan,

analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang hukum,

keamanan, dan hak asasi manusia ASEAN.

Bagian Ketujuh

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Organisasi Internasional

Pasal 134

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Organisasi Internasional

mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang kerja sama multilateral.

Pasal 135

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

134, Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Organisasi

Internasional menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu kerja sama multilateral di bidang politik,

keamanan, dan pertahanan;

Page 112: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

108

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu kerja sama multilateral di bidang hukum,

hak asasi manusia, dan kemanusiaan; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 136

Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Organisasi Internasional

terdiri atas:

a. Bidang Politik, Keamanan, dan Pertahanan Internasional; dan

b. Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Kemanusiaan

Internasional.

Pasal 137

Bidang Politik, Keamanan, dan Pertahanan Internasional

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan

sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan,

analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu kerja sama

multilateral di bidang politik, keamanan, dan pertahanan.

Pasal 138

Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Kemanusiaan

Internasional mempunyai tugas melaksanakan penyiapan

koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang

isu kerja sama multilateral di bidang hukum, hak asasi manusia,

dan kemanusiaan.

Page 113: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

109

BAB VI

DEPUTI BIDANG KOORDINASI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Pasal 139

(1) Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator.

(2) Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia dipimpin oleh Deputi.

Pasal 140

Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia

mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi

perumusan, penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian

pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang hukum dan hak asasi manusia.

Pasal 141

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

140, Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia

menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan

pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang hukum dan hak asasi manusia;

b. pengendalian pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga

yang terkait dengan isu di bidang hukum dan hak asasi

manusia;

c. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang materi hukum;

Page 114: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

110

d. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang pemberdayaan aparatur hukum;

e. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang penegakan hukum;

f. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang hukum internasional;

g. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang pemajuan dan perlindungan hak asasi

manusia;

h. pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang

hukum dan hak asasi manusia;

i. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian

dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di

lingkungan Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi

Manusia; dan

j. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri

Koordinator.

Bagian Kedua

Susunan Organisasi

Pasal 142

Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia terdiri

atas:

a. Sekretariat Deputi;

b. Asisten Deputi Koordinasi Materi Hukum;

c. Asisten Deputi Koordinasi Penegakan Hukum;

d. Asisten Deputi Koordinasi Hukum Internasional;

e. Asisten Deputi Koordinasi Pemajuan dan Perlindungan Hak

Asasi Manusia; dan

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Page 115: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

111

Bagian Ketiga

Sekretariat Deputi

Pasal 143

(1) Sekretariat Deputi berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Deputi.

(2) Sekretariat Deputi dipimpin oleh Sekretaris Deputi.

Pasal 144

Sekretariat Deputi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi

pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada

seluruh unsur organisasi di lingkungan Deputi Bidang Koordinasi

Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Pasal 145

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

144, Sekretariat Deputi menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan,

rencana, program, dan anggaran di lingkungan Deputi;

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 146

Sekretariat Deputi terdiri atas:

a. Bagian Program dan Evaluasi; dan

b. Bagian Tata Usaha dan Umum.

Page 116: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

112

Pasal 147

Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi

kebijakan, rencana, program, dan anggaran Deputi.

Pasal 148

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

147, Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan dan penyerasian rencana, program, dan

anggaran Deputi; dan

b. pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan

rencana, program, dan anggaran serta penyusunan laporan

akuntabilitas kinerja Deputi.

Pasal 149

Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas:

a. Subbagian Penyusunan Program; dan

b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi.

Pasal 150

(1) Subbagian Penyusunan Program mempunyai tugas

melakukan penyiapan penyusunan dan penyerasian rencana,

program, dan anggaran Deputi.

(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas

melakukan penyiapan pemantauan, evaluasi, dan

penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, dan

anggaran serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja

Deputi.

Page 117: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

113

Pasal 151

Bagian Tata Usaha dan Umum mempunyai tugas melaksanakan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 152

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

151, Bagian Tata Usaha dan Umum menyelenggarakan fungsi:

a. pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi; dan

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Pasal 153

Bagian Tata Usaha dan Umum terdiri atas:

a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Umum.

Pasal 154

(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan

pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi.

(2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Page 118: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

114

Bagian Keempat

Asisten Deputi Koordinasi Materi Hukum

Pasal 155

Asisten Deputi Koordinasi Materi Hukum mempunyai tugas

mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang materi hukum.

Pasal 156

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

155, Asisten Deputi Koordinasi Materi Hukum menyelenggarakan

fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang materi hukum privat;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang materi hukum publik; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 157

Asisten Deputi Koordinasi Materi Hukum terdiri atas:

a. Bidang Materi Hukum Privat; dan

b. Bidang Materi Hukum Publik.

Pasal 158

Bidang Materi Hukum Privat mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang materi hukum privat.

Page 119: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

115

Pasal 159

Bidang Materi Hukum Publik mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang materi hukum publik.

Bagian Kelima

Asisten Deputi Koordinasi Penegakan Hukum

Pasal 160

Asisten Deputi Koordinasi Penegakan Hukum mempunyai tugas

mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang penegakan hukum.

Pasal 161

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

160, Asisten Deputi Koordinasi Penegakan Hukum

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penyelesaian kasus hukum

dan budaya hukum;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang pemberdayaan aparatur

hukum; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 162

Asisten Deputi Koordinasi Penegakan Hukum terdiri atas:

a. Bidang Penyelesaian Kasus Hukum; dan

Page 120: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

116

b. Bidang Pemberdayaan Aparatur Hukum.

Pasal 163

Bidang Penyelesaian Kasus Hukum mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penyelesaian kasus hukum dan

budaya hukum.

Pasal 164

Bidang Pemberdayaan Aparatur Hukum mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang integritas dan profesionalisme

aparatur hukum.

Bagian Keenam

Asisten Deputi Koordinasi Hukum Internasional

Pasal 165

Asisten Deputi Koordinasi Hukum Internasional mempunyai tugas

mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang hukum

internasional.

Pasal 166

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

165, Asisten Deputi Koordinasi Hukum Internasional

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu penegakan hukum di bidang hukum laut

dan hukum dirgantara;

Page 121: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

117

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang hukum humaniter; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 167

Asisten Deputi Koordinasi Hukum Internasional terdiri atas:

a. Bidang Hukum Laut dan Dirgantara; dan

b. Bidang Hukum Humaniter.

Pasal 168

Bidang Hukum Laut dan Dirgantara mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu penegakan hukum di bidang hukum laut dan

hukum dirgantara.

Pasal 169

Bidang Hukum Humaniter mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang hukum humaniter.

Bagian Ketujuh

Asisten Deputi Koordinasi Pemajuan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia

Pasal 170

Asisten Deputi Koordinasi Pemajuan dan Perlindungan Hak Asasi

Manusia mempunyai tugas mengoordinasikan dan

menyinkronkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan

melaksanakan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan

tentang isu di bidang pemajuan dan perlindungan hak asasi

manusia.

Page 122: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

118

Pasal 171

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

170, Asisten Deputi Koordinasi Pemajuan dan Perlindungan Hak

Asasi Manusia menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang pemajuan hak asasi manusia;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang perlindungan dan

penghormatan hak asasi manusia; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 172

Asisten Deputi Koordinasi Pemajuan dan Perlindungan Hak Asasi

Manusia terdiri atas:

a. Bidang Pemajuan Hak Asasi Manusia; dan

b. Bidang Perlindungan Hak Asasi Manusia.

Pasal 173

Bidang Pemajuan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang pemajuan hak asasi manusia.

Pasal 174

Bidang Perlindungan Hak Asasi Manusia mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang perlindungan dan penghormatan

hak asasi manusia.

Page 123: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

119

BAB VII

DEPUTI BIDANG KOORDINASI PERTAHANAN NEGARA

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Pasal 175

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara berada di bawah

dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator.

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dipimpin oleh

Deputi.

Pasal 176

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara mempunyai tugas

menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi perumusan,

penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian pelaksanaan

kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan isu di

bidang pertahanan negara.

Pasal 177

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

176, Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara

menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan

pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang pertahanan negara;

b. pengendalian pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga

yang terkait dengan isu di bidang pertahanan negara;

c. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang doktrin dan strategi pertahanan;

d. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang intelijen pertahanan;

Page 124: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

120

e. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang wilayah perbatasan dan tata ruang

pertahanan;

f. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang potensi pertahanan;

g. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kekuatan, kemampuan, dan kerja sama

pertahanan;

h. pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang

pertahanan negara;

i. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian

dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di

lingkungan Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara;

dan

j. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri

Koordinator.

Bagian Kedua

Susunan Organisasi

Pasal 178

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara terdiri atas:

a. Sekretariat Deputi;

b. Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan;

c. Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan;

d. Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata

Ruang Pertahanan;

e. Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja

Sama Pertahanan; dan

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Page 125: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

121

Bagian Ketiga

Sekretariat Deputi

Pasal 179

(1) Sekretariat Deputi berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Deputi.

(2) Sekretariat Deputi dipimpin oleh Sekretaris Deputi.

Pasal 180

Sekretariat Deputi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi

pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada

seluruh unsur organisasi di lingkungan Deputi Bidang Koordinasi

Pertahanan Negara.

Pasal 181

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

180, Sekretariat Deputi menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan,

rencana, program, dan anggaran di lingkungan Deputi;

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 182

Sekretariat Deputi terdiri atas:

a. Bagian Program dan Evaluasi; dan

b. Bagian Tata Usaha dan Umum.

Page 126: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

122

Pasal 183

Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi

kebijakan, rencana, program, dan anggaran Deputi.

Pasal 184

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

183, Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan dan penyerasian rencana, program, dan

anggaran Deputi; dan

b. pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan

rencana, program, dan anggaran serta penyusunan laporan

akuntabilitas kinerja Deputi.

Pasal 185

Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas:

a. Subbagian Penyusunan Program; dan

b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi.

Pasal 186

(1) Subbagian Penyusunan Program mempunyai tugas

melakukan penyiapan penyusunan dan penyerasian rencana,

program, dan anggaran Deputi.

(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas

melakukan penyiapan pemantauan, evaluasi, dan

penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, dan

anggaran serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja

Deputi.

Page 127: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

123

Pasal 187

Bagian Tata Usaha dan Umum mempunyai tugas melaksanakan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 188

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

187, Bagian Tata Usaha dan Umum menyelenggarakan fungsi:

a. pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi; dan

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Pasal 189

Bagian Tata Usaha dan Umum terdiri atas:

a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Umum.

Pasal 190

(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan

pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi.

(2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Page 128: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

124

Bagian Keempat

Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan

Pasal 191

Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan

mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang doktrin dan strategi pertahanan.

Pasal 192

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

191, Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang doktrin pertahanan;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang strategi pertahanan; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 193

Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan terdiri

atas:

a. Bidang Doktrin Pertahanan; dan

b. Bidang Strategi Pertahanan.

Pasal 194

Bidang Doktrin Pertahanan mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang doktrin pertahanan.

Page 129: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

125

Pasal 195

Bidang Strategi Pertahanan mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang strategi pertahanan.

Bagian Kelima

Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan

Pasal 196

Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan mempunyai tugas

mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang intelijen pertahanan.

Pasal 197

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

196, Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penyelidikan, pengamanan,

dan penggalangan pertahanan;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang ancaman intelijen terhadap

negara; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Page 130: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

126

Pasal 198

Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan terdiri atas:

a. Bidang Kontra Intelijen; dan

b. Bidang Ancaman Intelijen.

Pasal 199

Bidang Kontra Intelijen mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penyelidikan, pengamanan, dan

penggalangan pertahanan.

Pasal 200

Bidang Ancaman Intelijen mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang ancaman intelijen terhadap

negara.

Bagian Keenam

Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan

Pasal 201

Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang

Pertahanan mempunyai tugas mengoordinasikan dan

menyinkronkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan

melaksanakan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan

tentang isu di bidang wilayah perbatasan dan tata ruang

pertahanan.

Page 131: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

127

Pasal 202

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

201, Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata

Ruang Pertahanan menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu pertahanan di bidang wilayah

perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang tata ruang pertahanan; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 203

Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang

Pertahanan terdiri atas:

a. Bidang Wilayah Perbatasan; dan

b. Bidang Tata Ruang Pertahanan.

Pasal 204

Bidang Wilayah Perbatasan mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu pertahanan di bidang wilayah perbatasan

dan pulau-pulau kecil terluar.

Pasal 205

Bidang Tata Ruang Pertahanan mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang tata ruang pertahanan.

Page 132: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

128

Bagian Ketujuh

Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan

Pasal 206

Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja

Sama Pertahanan mempunyai tugas mengoordinasikan dan

menyinkronkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan

melaksanakan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan

tentang isu di bidang kekuatan, kemampuan, dan kerja sama

pertahanan.

Pasal 207

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

206, Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja

Sama Pertahanan menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang potensi, kekuatan, dan

kemampuan pertahanan;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang kerja sama pertahanan; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 208

Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja

Sama Pertahanan terdiri atas:

a. Bidang Kekuatan dan Kemampuan Pertahanan; dan

b. Bidang Kerja Sama Pertahanan.

Page 133: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

129

Pasal 209

Bidang Kekuatan dan Kemampuan Pertahanan mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang potensi, kekuatan, dan

kemampuan pertahanan.

Pasal 210

Bidang Kerja Sama Pertahanan mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang kerja sama pertahanan.

BAB VIII

DEPUTI BIDANG KOORDINASI KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Pasal 211

(1) Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban

Masyarakat berada di bawah dan bertanggung jawab kepada

Menteri Koordinator.

(2) Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban

Masyarakat dipimpin oleh Deputi.

Pasal 212

Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi

perumusan, penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian

pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat.

Page 134: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

130

Pasal 213

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

209, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban

Masyarakat menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan

pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat;

b. pengendalian pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga

yang terkait dengan isu di bidang keamanan dan ketertiban

masyarakat;

c. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang intelijen keamanan dan bimbingan

masyarakat;

d. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang penanganan kejahatan konvensional dan

kejahatan terhadap kekayaan negara;

e. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang penanganan kejahatan transnasional dan

kejahatan luar biasa;

f. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang penanganan konflik dan kontijensi;

g. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang penanganan pengamanan obyek vital

nasional dan transportasi;

h. pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang

keamanan dan ketertiban masyarakat;

i. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian

dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di

lingkungan Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan

Ketertiban Masyarakat; dan

j. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri

Koordinator.

Page 135: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

131

Bagian Kedua

Susunan Organisasi

Pasal 214

Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat

terdiri atas:

a. Sekretariat Deputi;

b. Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Keamanan, Bimbingan

Masyarakat, dan Obyek Vital Nasional;

c. Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan

Konvensional dan Kejahatan terhadap Kekayaan Negara;

d. Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan

Transnasional dan Kejahatan Luar Biasa;

e. Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan

Keamanan Transportasi; dan

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Bagian Ketiga

Sekretariat Deputi

Pasal 215

(1) Sekretariat Deputi berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Deputi.

(2) Sekretariat Deputi dipimpin oleh Sekretaris Deputi.

Pasal 216

Sekretariat Deputi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi

pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada

seluruh unsur organisasi di lingkungan Deputi Bidang Koordinasi

Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

Page 136: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

132

Pasal 217

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

216, Sekretariat Deputi menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan,

rencana, program, dan anggaran di lingkungan Deputi;

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 218

Sekretariat Deputi terdiri atas:

a. Bagian Program dan Evaluasi; dan

b. Bagian Tata Usaha dan Umum.

Pasal 219

Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi

kebijakan, rencana, program, dan anggaran Deputi.

Pasal 220

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

219, Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan dan penyerasian rencana, program, dan

anggaran Deputi; dan

b. pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan

rencana, program, dan anggaran serta penyusunan laporan

akuntabilitas kinerja Deputi.

Page 137: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

133

Pasal 221

Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas:

a. Subbagian Penyusunan Program; dan

b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi.

Pasal 222

(1) Subbagian Penyusunan Program mempunyai tugas

melakukan penyiapan penyusunan dan penyerasian rencana,

program, dan anggaran Deputi.

(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas

melakukan penyiapan pemantauan, evaluasi, dan

penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, dan

anggaran serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja

Deputi.

Pasal 223

Bagian Tata Usaha dan Umum mempunyai tugas melaksanakan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 224

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

223, Bagian Tata Usaha dan Umum menyelenggarakan fungsi:

a. pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi; dan

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Page 138: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

134

Pasal 225

Bagian Tata Usaha dan Umum terdiri atas:

a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Umum.

Pasal 226

(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan

pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi.

(2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Bagian Keempat

Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Keamanan, Bimbingan Masyarakat,

dan Obyek Vital Nasional

Pasal 227

Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Keamanan, Bimbingan

Masyarakat, dan Obyek Vital Nasional mempunyai tugas

mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang intelijen keamanan,

bimbingan masyarakat, dan obyek vital nasional.

Pasal 228

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

227, Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Keamanan, Bimbingan

Masyarakat, dan Obyek Vital Nasional menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang intelijen keamanan;

Page 139: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

135

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang bimbingan masyarakat dan

obyek vital nasional; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 229

Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Keamanan, Bimbingan

Masyarakat, dan Obyek Vital Nasional terdiri atas:

a. Bidang Intelijen Keamanan; dan

b. Bidang Bimbingan Masyarakat dan Obyek Vital Nasional.

Pasal 230

Bidang Intelijen Keamanan mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang intelijen keamanan.

Pasal 231

Bidang Bimbingan Masyarakat dan Obyek Vital Nasional

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan

sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan,

analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang bimbingan

masyarakat dan obyek vital nasional.

Page 140: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

136

Bagian Kelima

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional dan

Kejahatan terhadap Kekayaan Negara

Pasal 232

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional

dan Kejahatan terhadap Kekayaan Negara mempunyai tugas

mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang penanganan

kejahatan konvensional dan kejahatan terhadap kekayaan

negara.

Pasal 233

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

232, Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan

Konvensional dan Kejahatan terhadap Kekayaan Negara

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan kejahatan

konvensional;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan kejahatan

terhadap kekayaan negara; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 234

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional

dan Kejahatan terhadap Kekayaan Negara terdiri atas:

a. Bidang Penanganan Kejahatan Konvensional; dan

b. Bidang Penanganan Kejahatan terhadap Kekayaan Negara.

Page 141: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

137

Pasal 235

Bidang Penanganan Kejahatan Konvensional mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan kejahatan

konvensional.

Pasal 236

Bidang Penanganan Kejahatan terhadap Kekayaan Negara

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan

sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan,

analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang

penanganan kejahatan terhadap kekayaan negara.

Bagian Keenam

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Transnasional

dan Kejahatan Luar Biasa

Pasal 237

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Transnasional

dan Kejahatan Luar Biasa mempunyai tugas mengoordinasikan

dan menyinkronkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan

melaksanakan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan

tentang isu di bidang penanganan kejahatan transnasional dan

kejahatan luar biasa.

Pasal 238

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

237, Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan

Transnasional dan Kejahatan Luar Biasa menyelenggarakan

fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan kejahatan

transnasional;

Page 142: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

138

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan kejahatan luar

biasa; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 239

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Transnasional

dan Kejahatan Luar Biasa terdiri atas:

a. Bidang Penanganan Kejahatan Transnasional; dan

b. Bidang Penanganan Kejahatan Luar Biasa.

Pasal 240

Bidang Penanganan Kejahatan Transnasional mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan kejahatan

transnasional.

Pasal 241

Bidang Penanganan Kejahatan Luar Biasa mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan kejahatan luar biasa.

Bagian Ketujuh

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi

Pasal 242

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan

Transportasi mempunyai tugas mengoordinasikan dan

menyinkronkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan

melaksanakan pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan

tentang isu di bidang penanganan konflik, kontijensi konflik, dan

keamanan transportasi.

Page 143: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

139

Pasal 243

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

242, Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan

Keamanan Transportasi menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan konflik dan

kontijensi konflik;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan keamanan

transportasi; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 244

Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan

Transportasi terdiri atas:

a. Bidang Penanganan Konflik dan Kontijensi Konflik; dan

b. Bidang Penanganan Keamanan Transportasi.

Pasal 245

Bidang Penanganan Konflik dan Kontijensi Konflik mempunyai

tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi

perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang penanganan konflik

dan kontijensi konflik.

Pasal 246

Bidang Penanganan Keamanan Transportasi mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang penanganan keamanan

transportasi.

Page 144: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

140

BAB IX

DEPUTI BIDANG KOORDINASI KESATUAN BANGSA

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Pasal 247

(1) Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator.

(2) Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa dipimpin oleh Deputi.

Pasal 248

Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa mempunyai tugas

menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi perumusan,

penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian pelaksanaan

kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait dengan isu di

bidang kesatuan bangsa.

Pasal 249

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

248, Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa

menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan

pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang kesatuan bangsa;

b. pengendalian pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga

yang terkait dengan isu di bidang kesatuan bangsa;

c. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang wawasan kebangsaan;

d. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang memperteguh ke-Bhinneka-an;

e. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kewaspadaan nasional;

Page 145: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

141

f. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang etika dan karakter bangsa;

g. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang kesadaran bela negara;

h. pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang

kesatuan bangsa;

i. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian

dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di

lingkungan Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa; dan

j. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri

Koordinator.

Bagian Kedua

Susunan Organisasi

Pasal 250

Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa terdiri atas:

a. Sekretariat Deputi;

b. Asisten Deputi Koordinasi Wawasan Kebangsaan;

c. Asisten Deputi Koordinasi Memperteguh Ke-Bhinneka-an;

d. Asisten Deputi Koordinasi Kewaspadaan Nasional;

e. Asisten Deputi Koordinasi Kesadaran Bela Negara; dan

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Bagian Ketiga

Sekretariat Deputi

Pasal 251

(1) Sekretariat Deputi berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Deputi.

(2) Sekretariat Deputi dipimpin oleh Sekretaris Deputi.

Page 146: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

142

Pasal 252

Sekretariat Deputi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi

pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada

seluruh unsur organisasi di lingkungan Deputi Bidang Koordinasi

Kesatuan Bangsa.

Pasal 253

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 252, Sekretariat Deputi menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan, rencana, program, dan anggaran di lingkungan Deputi;

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan Deputi; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 254

Sekretariat Deputi terdiri atas:

a. Bagian Program dan Evaluasi; dan

b. Bagian Tata Usaha dan Umum.

Pasal 255

Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi

kebijakan, rencana, program, dan anggaran Deputi.

Pasal 256

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

255, Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan dan penyerasian rencana, program, dan

anggaran Deputi; dan

b. pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan

rencana, program, dan anggaran serta penyusunan laporan

akuntabilitas kinerja Deputi.

Page 147: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

143

Pasal 257

Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas:

a. Subbagian Penyusunan Program; dan

b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi.

Pasal 258

(1) Subbagian Penyusunan Program mempunyai tugas

melakukan penyiapan penyusunan dan penyerasian rencana,

program, dan anggaran Deputi.

(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas

melakukan penyiapan pemantauan, evaluasi, dan

penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, dan

anggaran serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja

Deputi.

Pasal 259

Bagian Tata Usaha dan Umum mempunyai tugas melaksanakan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 260

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

259, Bagian Tata Usaha dan Umum menyelenggarakan fungsi:

a. pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi; dan

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Page 148: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

144

Pasal 261

Bagian Tata Usaha dan Umum terdiri atas:

a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Umum.

Pasal 262

(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan

pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi.

(2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Bagian Keempat

Asisten Deputi Koordinasi Wawasan Kebangsaan

Pasal 263

Asisten Deputi Koordinasi Wawasan Kebangsaan mempunyai

tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang wawasan

kebangsaan.

Pasal 264

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

263, Asisten Deputi Koordinasi Wawasan Kebangsaan

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang materi wawasan kebangsaan;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu wawasan kebangsaan di bidang etika

Page 149: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

145

dan karakter bangsa; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 265

Asisten Deputi Koordinasi Wawasan Kebangsaan terdiri atas:

a. Bidang Materi Wawasan Kebangsaan; dan

b. Bidang Etika dan Karakter Bangsa.

Pasal 266

Bidang Materi Wawasan Kebangsaan mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang materi wawasan kebangsaan.

Pasal 267

Bidang Etika dan Karakter Bangsa mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu wawasan kebangsaan di bidang etika dan

karakter bangsa.

Bagian Kelima

Asisten Deputi Koordinasi Memperteguh Ke-Bhinneka-an

Pasal 268

Asisten Deputi Koordinasi Memperteguh Ke-Bhinneka-an

mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang memperteguh ke-Bhinneka-an.

Page 150: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

146

Pasal 269

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

268, Asisten Deputi Koordinasi Memperteguh Ke-Bhinneka-an

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu ke-bhinneka-an di bidang kerukunan

suku dan umat beragama;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu ke-bhinneka-an di bidang pembauran

bangsa dan kearifan lokal; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 270

Asisten Deputi Koordinasi Memperteguh Ke-Bhinneka-an terdiri

atas:

a. Bidang Kerukunan Suku dan Umat Beragama; dan

b. Bidang Pembauran Bangsa dan Kearifan Lokal.

Pasal 271

Bidang Kerukunan Suku dan Umat Beragama mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu ke-bhinneka-an di bidang kerukunan suku

dan umat beragama.

Pasal 272

Bidang Pembauran Bangsa dan Kearifan Lokal mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu ke-bhinneka-an di bidang pembauran

bangsa dan kearifan lokal.

Page 151: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

147

Bagian Keenam

Asisten Deputi Koordinasi Kewaspadaan Nasional

Pasal 273

Asisten Deputi Koordinasi Kewaspadaan Nasional mempunyai

tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang kewaspadaan

nasional.

Pasal 274

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

273, Asisten Deputi Koordinasi Kewaspadaan Nasional

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang potensi ancaman ideologi,

sosial, dan budaya;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang peningkatan kewaspadaan

masyarakat; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 275

Asisten Deputi Koordinasi Kewaspadaan Nasional terdiri atas:

a. Bidang Potensi Ancaman; dan

b. Bidang Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat.

Pasal 276

Bidang Potensi Ancaman mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang potensi ancaman ideologi, sosial,

dan budaya.

Page 152: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

148

Pasal 277

Bidang Kewaspadaan Masyarakat mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang peningkatan kewaspadaan

masyarakat.

Bagian Ketujuh

Asisten Deputi Koordinasi Kesadaran Bela Negara

Pasal 278

Asisten Deputi Koordinasi Kesadaran Bela Negara mempunyai

tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang kesadaran bela

negara.

Pasal 279

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

278, Asisten Deputi Koordinasi Kesadaran Bela Negara

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang bela negara lingkungan

pemukiman;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang bela negara lingkungan kerja

dan pendidikan; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 280

Asisten Deputi Koordinasi Kesadaran Bela Negara terdiri atas:

a. Bidang Bela Negara Lingkungan Pemukiman; dan

b. Bidang Bela Negara Lingkungan Kerja dan Pendidikan.

Page 153: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

149

Pasal 281

Bidang Bela Negara Lingkungan Pemukiman mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang bela negara lingkungan

pemukiman.

Pasal 282

Bidang Bela Negara Lingkungan Kerja dan Pendidikan

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan

sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan,

analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang bela negara

lingkungan kerja dan pendidikan.

BAB X

DEPUTI BIDANG KOORDINASI KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN APARATUR

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Pasal 283

(1) Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator.

(2) Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur dipimpin oleh Deputi.

Pasal 284

Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur

mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi

perumusan, penetapan, dan pelaksanaan serta pengendalian

pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang komunikasi, informasi, dan aparatur.

Page 154: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

150

Pasal 285

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

284, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan

Aparatur menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi dan sinkronisasi perumusan, penetapan, dan

pelaksanaan kebijakan Kementerian/Lembaga yang terkait

dengan isu di bidang komunikasi, informasi, dan aparatur;

b. pengendalian pelaksanaan kebijakan Kementerian/ Lembaga

yang terkait dengan isu di bidang komunikasi, informasi, dan

aparatur;

c. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang media massa;

d. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang telekomunikasi dan informatika;

e. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang infomasi publik dan kehumasan;

f. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang pendayagunaan aparatur;

g. koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan di bidang program dan reformasi birokrasi;

h. pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan di bidang

komunikasi, informasi, dan aparatur;

i. koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian

dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di

lingkungan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi,

dan Aparatur; dan

j. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri

Koordinator.

Pasal 286

Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi, dan Aparatur

terdiri atas:

a. Sekretariat Deputi;

Page 155: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

151

b. Asisten Deputi Koordinasi Infomasi Publik dan Media Massa;

c. Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika;

d. Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemerintahan;

e. Asisten Deputi Koordinasi Peningkatan Pelayanan Publik; dan

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

Bagian Ketiga

Sekretariat Deputi

Pasal 287

(1) Sekretariat Deputi berada di bawah dan bertanggung jawab

kepada Deputi.

(2) Sekretariat Deputi dipimpin oleh Sekretaris Deputi.

Pasal 288

Sekretariat Deputi mempunyai tugas melaksanakan koordinasi

pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada

seluruh unsur organisasi di lingkungan Deputi Bidang Koordinasi

Komunikasi, Informasi, dan Aparatur.

Pasal 289

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

288, Sekretariat Deputi menyelenggarakan fungsi:

a. koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan,

rencana, program, dan anggaran di lingkungan Deputi;

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Page 156: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

152

Pasal 290

Sekretariat Deputi terdiri atas:

a. Bagian Program dan Evaluasi; dan

b. Bagian Tata Usaha dan Umum.

Pasal 291

Bagian Program dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi penyusunan, pemantauan, dan evaluasi

kebijakan, rencana, program, dan anggaran Deputi.

Pasal 292

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

291, Bagian Program dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan dan penyerasian rencana, program, dan

anggaran Deputi; dan

b. pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan

rencana, program, dan anggaran serta penyusunan laporan

akuntabilitas kinerja Deputi.

Pasal 293

Bagian Program dan Evaluasi terdiri atas:

a. Subbagian Penyusunan Program; dan

b. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi.

Pasal 294

(1) Subbagian Penyusunan Program mempunyai tugas

melakukan penyiapan penyusunan dan penyerasian rencana,

program, dan anggaran Deputi.

(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas

melakukan penyiapan pemantauan, evaluasi, dan

penyusunan laporan pelaksanaan rencana, program, dan

anggaran serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja

Deputi.

Page 157: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

153

Pasal 295

Bagian Tata Usaha dan Umum mempunyai tugas melaksanakan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 296

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

295, Bagian Tata Usaha dan Umum menyelenggarakan fungsi:

a. pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi; dan

b. pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan sistem

informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip, dan

penyusunan peraturan perundang-undangan di lingkungan

Deputi.

Pasal 297

Bagian Tata Usaha dan Umum terdiri atas:

a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Subbagian Umum.

Pasal 298

(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan

pengelolaan ketatausahaan di lingkungan Deputi.

(2) Subbagian Umum mempunyai tugas melakukan penyiapan

pemberian dukungan administrasi meliputi pengelolaan

sistem informasi, kepegawaian, hubungan masyarakat, arsip,

dan penyusunan peraturan perundang-undangan di

lingkungan Deputi.

Page 158: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

154

Bagian Keempat

Asisten Deputi Koordinasi Informasi Publik dan Media Massa

Pasal 299

Asisten Deputi Koordinasi Informasi Publik dan Media Massa

mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang informasi publik, kehumasan, dan media massa.

Pasal 300

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

299, Asisten Deputi Koordinasi Informasi Publik dan Media Massa

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang informasi publik dan

kehumasan;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang media massa; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 301

Asisten Deputi Koordinasi Informasi Publik dan Media Massa

terdiri atas:

a. Bidang Informasi Publik; dan

b. Bidang Media Massa.

Pasal 302

Bidang Informasi Publik mempunyai tugas melaksanakan penyiapan

koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan,

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang

informasi publik dan kehumasan.

Page 159: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

155

Pasal 303

Bidang Media Massa mempunyai tugas melaksanakan penyiapan

koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang

isu di bidang media massa.

Bagian Kelima

Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika

Pasal 304

Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika

mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang telekomunikasi dan informatika.

Pasal 305

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

304, Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang telekomunikasi;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang informatika; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 306

Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika terdiri

atas:

a. Bidang Telekomunikasi; dan

b. Bidang Informatika.

Page 160: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

156

Pasal 307

Bidang Telekomunikasi mempunyai tugas melaksanakan

penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang telekomunikasi.

Pasal 308

Bidang Informatika mempunyai tugas melaksanakan penyiapan

koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan

kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang

isu di bidang informatika.

Bagian Keenam

Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemerintahan

Pasal 309

Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemerintahan mempunyai

tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan perumusan dan

pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang pendayagunaan

aparatur.

Pasal 310

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

309, Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemerintahan

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang kelembagaan dan

ketatalaksanaan;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang sumber daya manusia dan

pengawasan aparatur; dan

Page 161: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

157

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 311

Asisten Deputi Koordinasi Tata Kelola Pemerintahan terdiri atas:

a. Bidang Kelembagaan dan Ketatalaksanaan; dan

b. Bidang Sumber Daya Manusia dan Pengawasan Aparatur.

Pasal 312

Bidang Kelembagaan dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang kelembagaan dan

ketatalaksanaan.

Pasal 313

Bidang Sumber Daya Manusia dan Pengawasan Aparatur

mempunyai tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan

sinkronisasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan,

analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang sumber

daya manusia dan pengawasan aparatur.

Bagian Ketujuh

Asisten Deputi Koordinasi Peningkatan Pelayanan Publik

Pasal 314

Asisten Deputi Koordinasi Peningkatan Pelayanan Publik

mempunyai tugas mengoordinasikan dan menyinkronkan

perumusan dan pelaksanaan kebijakan dan melaksanakan

pemantauan, analisis, evaluasi, dan pelaporan tentang isu di

bidang program dan reformasi birokrasi.

Page 162: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

158

Pasal 315

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

314, Asisten Deputi Koordinasi Peningkatan Pelayanan Publik

menyelenggarakan fungsi:

a. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang program dan reformasi

birokrasi pelayanan barang dan jasa;

b. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perumusan dan

pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang program dan reformasi

birokrasi pelayanan administrasi; dan

c. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Deputi.

Pasal 316

Asisten Deputi Koordinasi Peningkatan Pelayanan Publik terdiri

atas:

a. Bidang Peningkatan Pelayanan Barang dan Jasa; dan

b. Bidang Peningkatan Pelayanan Administrasi.

Pasal 317

Bidang Peningkatan Pelayanan Barang dan Jasa mempunyai

tugas melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi

perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis,

evaluasi, dan pelaporan tentang isu di bidang program dan

reformasi birokrasi pelayanan barang dan jasa.

Pasal 318

Bidang Peningkatan Pelayanan Administrasi mempunyai tugas

melaksanakan penyiapan koordinasi dan sinkronisasi perumusan

dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, analisis, evaluasi, dan

pelaporan tentang isu di bidang program dan reformasi birokrasi

pelayanan administrasi.

Page 163: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

159

BAB XI

INSPEKTORAT

Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Pasal 319

(1) Inspektorat adalah unsur pengawas yang berada di bawah

dan bertanggung jawab kepada Menteri Koordinator melalui

Sekretaris Kementerian Koordinator.

(2) Inspektorat dipimpin oleh Inspektur.

Pasal 320

Inspektorat mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan

intern di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan.

Pasal 321

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal

320, Inspektorat menyelenggarakan fungsi:

a. penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern;

b. pelaksanaan pengawasan intern terhadap kinerja dan

keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan

kegiatan pengawasan lainnya;

c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas

penugasan Menteri Koordinator;

d. penyusunan laporan hasil pengawasan; dan

e. pelaksanaan administrasi Inspektorat.

Page 164: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

160

Pasal 322

Inspektorat terdiri atas:

a. Subbagian Tata Usaha; dan

b. Kelompok Jabatan Fungsional Auditor.

Pasal 323

(1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan tata

usaha Inspektorat.

(2) Dalam melaksanakan tugasnya Subbagian Tata Usaha

Inspektorat secara administratif berada di bawah pembinaan

Inspektur.

Pasal 324

(1) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor mempunyai tugas

membantu Inspektur dalam melaksanakan pengawasan

intern sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-

undangan.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor terdiri atas sejumlah

tenaga fungsional auditor dalam jenjang jabatan yang diatur

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana

dimaksud pada ayat (2) dikoordinasikan oleh pejabat

fungsional auditor senior yang ditunjuk oleh Inspektur.

(4) Jumlah Kelompok Jabatan Fungsional Auditor sebagaimana

dimaksud pada ayat (2) ditentukan berdasarkan kebutuhan

dan beban kerja.

(5) Jenjang jabatan tenaga fungsional auditor sebagaimana

dimaksud pada ayat (2) diatur sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan.

Page 165: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

161

BAB XII

STAF AHLI

Pasal 325

(1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada

Menteri Koordinator dan secara administratif dikoordinasikan

oleh Sekretaris Kementerian Koordinator.

(2) Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi mempunyai tugas

memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada

Menteri Koordinator sesuai keahliannya.

(3) Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional mempunyai tugas

memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada

Menteri Koordinator sesuai keahliannya.

(4) Staf Ahli Bidang Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman

mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu

strategis kepada Menteri Koordinator sesuai keahliannya.

(5) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi

mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu

strategis kepada Menteri Koordinator sesuai keahliannya.

(6) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu

strategis kepada Menteri Koordinator sesuai keahliannya.

BAB XIII

JABATAN FUNGSIONAL

Pasal 326

Di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum,

dan Keamanan dapat ditetapkan jabatan fungsional sesuai

dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Page 166: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

162

Pasal 327

(1) Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga fungsional

sesuai dengan bidang keahlian dan keterampilannya dan

secara administratif dalam melaksanakan tugasnya

dikoordinasikan oleh Deputi atau Kepala Biro atau Inspektur.

(2) Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan

dan beban kerja.

(3) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) diatur sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan.

BAB XIV

ESELON, PENGANGKATAN, DAN PEMBERHENTIAN

Pasal 328

(1) Sekretaris Kementerian Koordinator dan Deputi adalah jabatan

struktural eselon I.a atau Jabatan Pimpinan Tinggi Madya.

(2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I.b atau Jabatan

Pimpinan Tinggi Madya.

(3) Kepala Biro, Inspektur, Asisten Deputi, dan Sekretaris Deputi

adalah jabatan struktural eselon II.a atau Jabatan Pimpinan

Tinggi Pratama.

(4) Kepala Bagian dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural

eselon III.a atau Jabatan Administrator.

(5) Kepala Subbagian adalah jabatan struktural eselon IV.a atau

Jabatan Pengawas.

Pasal 329

(1) Pejabat struktural eselon I atau Jabatan Pimpinan Tinggi

Madya diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul

Menteri Koordinator, setelah melalui prosedur seleksi sesuai

dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Page 167: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

163

(2) Pejabat struktural eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi

Pratama diangkat dan diberhentikan oleh Menteri

Koordinator, setelah melalui prosedur seleksi sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Pejabat struktural eselon III ke bawah diangkat dan

diberhentikan oleh Menteri Koordinator.

(4) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan

diberhentikan oleh Pejabat yang diberi pelimpahan wewenang

oleh Menteri Koordinator.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelimpahan wewenang

dalam pengangkatan dan pemberhentian pejabat struktural

eselon III ke bawah ditetapkan oleh Menteri Koordinator.

Pasal 330

Pejabat struktural eselon I.a yang dialihtugaskan pada jabatan

Staf Ahli tetap diberikan eselon I.a.

BAB XV

TATA KERJA

Pasal 331

Sekretaris Kementerian Koordinator, Deputi, Staf Ahli, dan

Inspektur dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, harus

bekerja sama di bawah pimpinan Menteri Koordinator.

Pasal 332

Sekretaris Kementerian Koordinator, Deputi, Staf Ahli, Inspektur,

dan pejabat lain dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, harus

menerapkan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah.

Page 168: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

164

Pasal 333

Sekretaris Kementerian Koordinator, Deputi, Staf Ahli, Inspektur,

dan pejabat lain dalam melaksanakan tugas dan fungsinya harus

menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik di

lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan, antar Kementerian/ Lembaga yang

dikoordinasikannya maupun dengan Kementerian/Lembaga lain

yang terkait.

Pasal 334

(1) Pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi oleh Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dilakukan

melalui penerapan peta bisnis proses yang menggambarkan

tata hubungan kerja yang efektif dan efisien baik antar

Kementerian/Lembaga yang dikoordinasikannya maupun

dengan Kementerian/ Lembaga lain yang terkait.

(2) Selain melalui penerapan peta bisnis proses sebagaimana

dimaksud pada ayat (1), pelaksanaan koordinasi dan

sinkronisasi dilakukan melalui:

a. rapat koordinasi Menteri Koordinator atau rapat

koordinasi gabungan antar Menteri Koordinator;

b. rapat koordinasi Menteri Koordinator dengan

Kementerian/Lembaga terkait baik dalam koordinasi

Menteri Koordinator maupun di luar koordinasi Menteri

Koordinator;

c. rapat koordinasi tingkat Pimpinan Tinggi Madya dengan

Kementerian dan Lembaga terkait;

d. rapat kelompok kerja yang dibentuk oleh Menteri

Koordinator sesuai dengan kebutuhan;

e. forum-forum koordinasi dan konsultasi yang sudah ada

sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

f. konsultasi langsung dengan para Menteri dan pimpinan

lembaga lain yang terkait; dan

g. rapat koordinasi internal.

Page 169: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

165

(3) Pelaksanaan koordinasi dilakukan secara berkala dan/atau

sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan.

(4) Hasil pelaksanaan koordinasi oleh Menteri Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan dilaporkan kepada

Presiden.

(5) Hasil pelaksanaan koordinasi oleh Pimpinan Tinggi Madya

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan guna dijadikan bahan laporan

kepada Presiden dan menjadi bahan tindak lanjut

pelaksanaan hasil koordinasi, baik oleh Pimpinan Tinggi

Madya Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan

Keamanan maupun bersama dengan unsur Kementerian dan

Lembaga terkait.

Pasal 335

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

harus menyusun analisa jabatan, peta jabatan, uraian tugas, dan

analisa beban kerja terhadap seluruh jabatan di Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Pasal 336

Semua unsur di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan wajib menerapkan sistem

pengendalian internal di lingkungan masing-masing.

Pasal 337

Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab memimpin

dan mengoordinasikan bawahan masing-masing dan memberikan

pengarahan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

Page 170: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

166

Pasal 338

Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi

petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-masing

dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya dan

laporan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan.

Pasal 339

Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan satuan organisasi

wajib melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan

organisasi di bawahnya.

Pasal 340

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Menteri Koordinator dapat

membentuk perangkat kerja yang bersifat ad-hoc dan non

struktural, antara lain:

a. Desk-desk Koordinasi

Dibentuk oleh Menteri Koordinator sesuai kebutuhan guna

membantu melaksanakan langkah-langkah koordinasi untuk

mengelola masalah-masalah khusus, bersifat mendesak, dan

lintas sektoral di bidang politik, hukum, dan keamanan yang

memerlukan penanganan cepat.

b. Pusat Pemantau Krisis

Dibentuk oleh Menteri Koordinator untuk menghimpun

informasi secara cepat, tepat, dan akurat tentang suatu

kejadian krisis atau berpotensi krisis yang terjadi di setiap

wilayah di seluruh Indonesia.

c. Tim Koordinasi atau Kelompok Kerja

Dibentuk oleh Menteri Koordinator sesuai kebutuhan guna

melakukan koordinasi pembahasan atau pengkajian masalah

yang bersifat strategis untuk merumuskan saran atau konsep

kebijakan dan pemecahan masalah yang memerlukan

penyelesaian bersama yang hasilnya dapat dimanfaatkan

sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan kebijakan di

Page 171: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

167

bidang politik, hukum, dan keamanan.

d. Kelompok atau Satuan Tugas

1. Dibentuk oleh Menteri Koordinator untuk memantau dan

mengatasi situasi krisis di bidang politik, hukum, dan

keamanan yang bersifat mendesak atau mendadak dan

memerlukan penanganan atau penyelesaian secara

cepat; dan

2. Kelompok atau Satuan Tugas merupakan suatu unit

penugasan yang profesional dan fleksibel terdiri atas

unsur lembaga pemerintahan terkait yang bekerja tepat

waktu, tepat sasaran, dan tepat guna.

e. Tim Pencari Fakta

Dibentuk oleh Menteri Koordinator untuk memantau,

mencari, menemukan, dan mengevaluasi fakta atau bukti

atas suatu masalah yang dianggap perlu atau masalah yang

telah menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu

stabilitas nasional.

BAB XVI

EVALUASI KELEMBAGAAN

Pasal 341

(1) Penataan organisasi pemerintahan dilakukan berdasarkan

evaluasi kelembagaan dan analisis kebutuhan organisasi.

(2) Evaluasi kelembagaan sebagaimana dimaksud dalam ayat

(1) dilakukan paling kurang 3 (tiga) tahun sekali.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai evaluasi kelembagaan diatur

dalam peraturan menteri yang menangani urusan

pemerintahan di bidang aparatur negara.

Page 172: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

168

BAB XVII

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 342

(1) Unit organisasi yang menangani fungsi di bidang pengadaan

barang/jasa pemerintah, karena sifat tugas dan fungsinya

melaksanakan tugas dan fungsi Unit Layanan Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah di lingkungan Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

(2) Kepala Bagian yang menangani fungsi di bidang pengadaan

barang/jasa pemerintah, karena sifat tugas dan fungsinya

menjadi Kepala Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa

Pemerintah di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai Unit Layanan Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) ditetapkan oleh Menteri Koordinator sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 343

(1) Unit organisasi yang menangani fungsi di bidang pengelolaan

data dan sistem informasi karena sifat tugas dan fungsinya

melaksanakan tugas dan fungsi Unit Layanan Pengadaan

Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik yang selanjutnya

disebut LPSE di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan.

(2) Kepala Bagian yang menangani fungsi pengelolaan data dan

sistem informasi, karena sifat tugas dan fungsinya menjadi

Kepala Unit LPSE di lingkungan Kementerian Koordinator

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas dan tanggung jawab

LPSE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh

Menteri Koordinator sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan.

Page 173: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

169

Pasal 344

(1) Kepala Biro yang menangani fungsi pelaksanaan urusan hubungan masyarakat, karena sifat tugas dan fungsinya menjadi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi yang selanjutnya disebut PPID di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tugas dan tanggung jawab PPID sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri Koordinator sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 345

Susunan organisasi Kementerian Koordinator Bidang Politik,

Hukum, dan Keamanan dan satuan organisasi di bawah

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan

sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian

tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pasal 346

Perubahan atas susunan organisasi dan tata kerja Kementerian

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ditetapkan

oleh Menteri Koordinator setelah mendapat persetujuan tertulis

dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan

aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Page 174: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

170

BAB XVIII

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 347

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, semua peraturan

yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang

Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor: Per-

367/Menko/Polhukam/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,

dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan

belum diubah dan/atau diganti dengan peraturan baru

berdasarkan Peraturan Menteri ini.

Pasal 348

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, seluruh jabatan yang

ada beserta pejabat yang memangku jabatan di lingkungan

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,

tetap melaksanakan tugas dan fungsinya sampai dengan diangkat

pejabat baru berdasarkan Peraturan Menteri ini.

BAB XIX

KETENTUAN PENUTUP

2

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri

Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor: Per-

367/Menko/Polhukam/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 350

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Page 175: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

171

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya

dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 28 Oktober 2015

MENTERI KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA,

ttd. LUHUT BINSAR PANDJAITAN

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 5 November 2015

DIREKTUR JENDERAL

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN,

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

WIDODO EKATJAHJANA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2015 NOMOR 1665

Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA Kepala Biro Persidangan dan Hubungan Kelembagaan, ttd. Drs. Subroto, M.M.

Page 176: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

172

Page 177: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

173

cv

Page 178: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

174

Page 179: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

175

Page 180: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

176

Page 181: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

177

Page 182: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

178

Page 183: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

179

Page 184: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

180

Page 185: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

181

Page 186: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

182

Page 187: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

183

Page 188: HIMPUNAN - Kemenko Polhukam RI€¦ · Himpunan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, serta Himpunan Keputusan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang

184