Hal 6 Hal 14 Hal 27 PILKADA Damai - .Aturan Pilkada P emilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015

download Hal 6 Hal 14 Hal 27 PILKADA Damai - .Aturan Pilkada P emilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015

of 52

  • date post

    30-Jul-2019
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Hal 6 Hal 14 Hal 27 PILKADA Damai - .Aturan Pilkada P emilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015

  • Pemanasan Jelang Pemilu dan Pilpres

    Agar Nelayan Menjadi Sejahtera Tantangan Pemeriksaan di Papua

    WARTA PEMERIKSAEdisi 03 | Vol. I - MARET 2018

    Hal 6 Hal 14 Hal 27

    PILKADADamai

    Warta Pemeriksa Maret.indd 1 27/03/18 22.21

  • 2

    WARTA PEMERIKSA | Edisi 03 | Vol. I - Maret 2018

    DAFTAR ISI

    3

    4

    6

    12

    14

    20

    21

    22

    27

    30

    33

    36

    39

    40

    41

    42

    43

    47

    Dari Redaksi

    Bongkar Pasang Aturan Pilkada

    Pemanasan Jelang Pemilu dan Pilpres

    Serba-Serbi Pesta Demokrasi Daerah

    Agar Nelayan Menjadi Sejahtera

    BPK dan CGR Pererat Kerja Sama

    BPK Matangkan Pemeriksaan IAEA

    Nizam Burhanuddin, Kepala Direktorat Utama

    Pembinaan dan Pengembangan Hukum

    Pemeriksaan Keuangan

    Berawal dari Juru Ketik

    Tantangan Pemeriksaan di Papua

    Peningkatan Kapabilitas Pengawasan Internal

    Omzet Menggiurkan Bakso Kemasan

    Menjaring Bukti dari Jejak Digital

    Bersama Mendorong Transparansi

    dan Akuntabilitas

    Pentingnya Harmonisasi

    dan Sinkronisasi Produk Hukum

    Dana Otsus Papua Banyak Masalah

    BPK Ajak Blogger Kawal Harta Negara

    WTP dan Akuntabilitas

    Berita Foto

    Warta Pemeriksa Maret.indd 2 27/03/18 22.21

  • 3

    WARTA PEMERIKSA | Edisi 03 | Vol. I - Maret 2018

    Tahun 2018 bisa disebut sebagai tahun panas bagi perpolitikan

    nasional. Tahun ini akan diselenggarakan pilkada serentak yang

    telah diumumkan oleh KPU akan diselenggarakan pada tang-

    gal 27 Juni 2018 dan rencananya ada 171 daerah yang melak-

    sanakannya. Saat yang sama juga sudah dimulai tahapan pemi-

    lihan anggota legislatif dan presiden 2019. Kontestasi pemilu

    sering diwarnai beragam masalah. Belum apa-apa sudah kerap terde ngar

    kasus korupsi yang menimpa calon-calon kepala daerah. Sejumlah kasus

    ba nyak ditangani aparat penegak hukum. Kasus ini juga melibatkan pengelo-

    laan keuangan negara/daerah, karena banyak calon yang merupakan incum-

    bent sehingga potensi penyalahgunaan anggaran dapat terjadi. Inilah yang

    harus diwaspadai. Tidak hanya itu, kesiapan penyelenggaraan juga harus

    dicermati, mulai dari penganggaran penyelenggaraan di KPU, penganggaran

    di Bawaslu dan anggaran pengamanan menjadi penting untuk dipastikan

    telah memadai dari segi besaran biaya yang diperlukan dan ketentuan yang

    menjadi aturan pelaksanaannya.

    BPK aktif mengawal penyelenggaraan pilkada melalui pemeriksaan tahun

    2015 yang bertujuan untuk mengukur kesiapan instansi penyelenggara dan

    pengawas pilkada bahkan hingga kesiapan Mahkamah Konstitusi mengadili

    sengketa pilkada. Banyak sekali manfaat dan hasil positif yang dihasilkan dari

    pemeriksaan tersebut bagi penyelenggaraan pilkada selanjutnya. Rubrik ten-

    tang pilkada ini menjadi tema utama yang menjadi cerita sampul dan rubrik

    BPK bekerja di Warta Pemeriksa edisi Maret 2018.

    Sosok kali ini menampilkan Nizam Burhanuddin yang menarik untuk di-

    baca dan dapat menjadi edukasi serta pemicu bagi para pegawai untuk ber-

    karya dan terus menimba pendidikan walaupun sebagai pegawai BPK hanya

    bermodalkan ijazah SMA dan memulai karir sebagai juru ketik.

    Topik menarik lain yang diangkat sebagai sorotan edisi ini adalah rang-

    kuman pembahasan dalam Seminar Kemaritiman yang diselenggarakan di

    BPK pada tanggal 19 Maret 2018 dengan pembicara adalah Anggota IV Rizal

    Djalil, Ketua DPR Bambang Soesatyo dan Menko Kemaritiman Luhut Pan jaitan.

    Warta Pemeriksa juga menyajikan tulisan mengenai pegawai BPK yang

    sekaligus juga pengusaha dalam berbagi pengalaman dan kiat-kiat berbisnis

    pada rub rik bisnis dan niaga yang mungkin dapat menginspirasi kita untuk

    mengikuti jejaknya menambah penghasilan tanpa mengganggu jam kerja

    kantor.

    Peningkatan kapabilitas pengawasan internal menjadi judul yang ditam-

    pilkan dalam rubrik sudut pandang. Dwita Pradana Inspektur Pemerolehan

    Keyakinan Mutu Pemeriksaan memaparkan mengenai capaian penilaian

    kapabilitas fungsi pemeriksaan internal Inspektorat Utama BPK sebagai apa-

    rat pengawasan intern BPK kepada Warta Pemeriksa.

    Tidak hanya itu, masih banyak rubrik menarik lain yang dapat dibaca.

    Kami juga meminta peran serta para pegawai BPK maupun pihak eksternal

    BPK untuk memberikan tulisan tentang tugas pokok BPK atau topik lain yang

    menarik dan bermanfaat.

    Semoga Warta Pemeriksa menjadi majalah yang dapat memberikan infor-

    masi yang bermanfaat bagi para pembaca.

    Tim Redaksi

    Pengarah

    Moermahadi Soerja Djanegara

    Bahrullah Akbar

    Hendar Ristriawan

    Bahtiar Arif

    Penanggung Jawab

    R Yudi Ramdan

    Supervisi Penerbitan

    Gunarwanto

    Ketua Tim Redaksi

    Adelina Silalahi

    Redaksi

    Bidramnanta

    Iqra Fiqh

    Yudha Bayangkara

    Resa Revano

    Eko

    Reny Jingga

    Kepala Sekretariat

    Dayu Sandra Tiurma Uly

    Sekretariat

    Bestantia Indraswati

    Nusabela

    Reza Hadi Satria

    Apriyana

    R Doedi S

    Sudarman

    Sekretariat

    Gedung BPK-RI

    Jalan Gatot Subroto no 31

    Jakarta

    Telepon: 021-25549000

    Pesawat 1188/1187

    Faksimili: 021-57854096

    Email: wartabpkri@gmail.com

    www.bpk.go.id

    Diterbitkan oleh:

    Sekretariat Jenderal

    Badan Pemeriksa Keuangan

    Republik Indonesia

    Tim Editorial

    DARI REDAKSI

    Warta Pemeriksa Maret.indd 3 27/03/18 22.21

  • 4

    WARTA PEMERIKSA | Edisi 03 | Vol. I - Maret 2018

    BONGKARPASANGAturan Pilkada

    Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

    Serentak 2015 menjadi agenda

    pertama setelah Undang-Undang

    tentang Pemilihan Gubernur,

    Bupati dan Wali Kota diterbitkan

    Februari di tahun yang sama.

    Pilkada serentak digelar di 269 pemerintah

    daerah yang terdiri dari 9 provinsi, 224 kabu-

    paten, dan 36 kota. Selang dua bulan setelah

    terbitnya regulasi pemilihan pemimpin daerah,

    pemerintah mengganti menjadi Undang-Un-

    dang Nomor 8 Tahun 2015. Perubahan regulasi

    dalam jangka waktu yang pendek ini meng-

    gambarkan level kesiapan pemerintah dalam

    penyelenggaraan pilkada serentak.

    Untuk mengukur kedalaman kesiapan

    pemerintah, Badan Pemeriksa Keuangan ikut

    aktif dalam mengawal penyelenggaraannya.

    Caranya dengan menggelar pemeriksaan de-

    ngan tujuan tertentu (PDTT). Tujuan peme-

    riksaaan adalah meng ukur kesiapan instansi

    penyelenggara dan pengawas pilkada hingga

    kesiapan Mahkamah Konstitusi mengadili

    seng keta pilkada.

    Pemeriksaan dilakukan oleh BPK Pusat se-

    lama 25 hari dan 32 BPK Perwakilan selama 15

    hari. Pemeriksaan yang digelar pada Juni-Juli

    2015 itu memeriksa kesiapan Komisi Pemilihan

    Umum (KPU) pusat, KPU provinsi, KPU kabu-

    Hasil pemeriksaan menyebutkan ada 10 permasalahan seperti anggaran yang tidak direncanakan dengan matang, penggunaan anggaran yang tidak sesuai peruntukannya, serta sumber daya manusia penyelenggara pilkada yang tidak sesuai standar ketentuan.

    CERITA SAMPUL

    contractingwise.co.uk

    Warta Pemeriksa Maret.indd 4 27/03/18 22.21

  • 5

    WARTA PEMERIKSA | Edisi 03 | Vol. I - Maret 2018

    CERITA SAMPUL

    paten dan kota, Badan Pengawas Pemilihan

    Umum (Bawaslu) pusat hingga daerah, peme-

    rintah daerah, Kementerian Dalam Negeri, Mah-

    kamah Konstitusi, dan instansi terkait lainnya.

    Pemeriksaan ini merupakan permintaan

    Dewan Perwakilan Rakyat. Aspek yang diperiksa

    adalah kesiapan tentang anggaran dan sumber

    daya manusia penyelenggara pilkada serentak.

    Pemeriksaan dilakukan dengan metodologi

    pengujian berupa kesesuaian terhadap kriteria

    lewat telaah dokumen, analisis data, hingga

    wawancara.

    Hasil pemeriksaan menyebutkan ada 10

    temuan permasalahan seperti anggaran yang ti-

    dak direncanakan dengan matang, penggunaan

    anggaran yang tidak sesuai peruntukannya, ser-

    ta sumber daya manusia penyelenggara pilkada

    yang tidak sesuai standar ketentuan.

    Soal anggaran, hulu persoalan ada di peme-

    rintah pusat. Apa pasal? Karena undang-undang

    yang memerintahkan anggaran pilkada berasal

    dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

    (APBD) yang terbit belakangan setelah pem-

    bahasan APBD disusun. Undang-undang yang

    menyata kan anggaran pilkada serentak berasal

    dari APBD adalah Undang-Undang Nomor 8

    Tahun 2015 yang terbit April 2015. Undang-un-

    dang ini mengganti UU Nomor 1 Tahun 2015

    yang menyebutkan anggaran pilkada serentak

    ber asal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja

    Negara (APBN). Inilah yang membuat pemerin-

    tah daerah tidak menganggarkan pilkada se-

    rentak pada saat penyusunan APBD 2015 yang

    dibahas pada akhir 2014.

    Dalam pertemuan antara KPU Pusat de-

    ngan BPK pada Juli 2015, persoalan anggaran

    ini menjadi bahasan utama. Permasalahan

    anggaran disebabkan perubahan-perubahan

    ketentuan perundang-undangan, begitu kutip-

    an dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK yang

    terbit Juli 2015.

    Simpang siur regulasi ini berdampak adanya

    11 pemerintah daerah yang belum mengang-

    garkan penyelenggaraan pilkada serentak

    dalam APBD. Selain alasan ketentuan anggaran,

    ada juga pemerintah daerah yang beralasan

    karena ketidakjelasan waktu pilkada serentak

    hingga klaim bahwa kepala daerahnya belum

    sele