pilkada Hefrizal

download pilkada Hefrizal

of 20

  • date post

    11-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of pilkada Hefrizal

  • OlehDr. Hefrizal HandraFakultas Ekonomi Universitas Andalas

    Disampaikan pada FGD Evaluasi Pemilihan Kepala Daerah 2010 di Kabupaten Pesisir Selatan, 11 Oktober 2010PENDANAAN PILKADA:Problematika dan Solusi Kedepan

  • Pendanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)Siapa yang harusnya mendanai? Negara atau Daerah? APBN atau APBD?Bagaimana Pelaksanaan Anggarannya?Bagaimana Penentuan Jumlahnya ?Bagaimana Pertanggungjawabannya?Baimana Sebaiknya kedepan

  • Prinsip DasarSiapa yang punya urusan, dia yang mendanai:Urusan Pemerintah Pusat dibiayai dengan APBNLembaga-lembaga Negara dibiayai APBN (termasuk KPU)Urusan Pemerintahan Daerah dibiayai dengan APBDUrusan Pusat yang didekonsentrasikan atau ditugaspembantuankan ke daerah dibiayai APBN

  • Belanja Negara terdiri dari: Belanja Kementrian dan Lembaga NegaraBelanja Subdisi, bunga utang, hibah, dllNegara dapat memberi subsidi, dan hibah ke organisasi di luar pemerintah.Belanja Transfer dana dari Pusat (APBN) ke Daerah (APBD) untuk mengatasi ketimpangan.Belanja Negara tahun 2010 diperkirakan sebesar Rp. 1.048 Triliun

  • *Belanja PusatJENIS BELANJA NEGARA DALAM APBNBelanja (Transfer ke) DaerahBelanja Kementrian/LembagaPembayaran Bunga UtangSubsidiBelanja LainnyaDana PerimbanganDana Otonomi Khusus dan PenyesuaianAPBN

  • APBN Untuk Apa Saja?

  • APBN Untuk Apa Saja?

  • Urusan Pemerintah Daerah Terkait Pemilu, Pilpres dan PilkadaMenurut PP 38/2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Bidang Kesbangpol, sub bidang politik dalam negeri, Urusan Kabupaten/Kota adalah:fasilitasi pemilu, pilpres dan pilkada skala kabupaten/kota.Fasilitasi berarti membantu menciptakan/menjaga kondisi dan suasana yang kondusif bagi terselenggaranya kegiatan tersebut.

  • KPU dan KPUD itu siapa?KPU, lembaga negara dengan cabang di Propinsi dan Kabupaten/Kota (KPUD Prop dan KPUD Kab/Kota)KPU dibiayai oleh APBNKPU adalah pengguna anggaran Pemilu yang ada di APBNKPUD adalah bagian dari KPU, anggaran KPUD bagian dari anggaran KPU.KPU bukan bagian dari Pemerintah, KPUD bukan bagian dari Pemerintah Daerah.

  • Dasar Hukum Pendanaan Pemilu dan Pilpres?UU No. 22 tahun 2007, Pasal 114:(1) Anggaran belanja KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, Bawaslu, Sekretariat Jenderal KPU, sekretariat KPU Provinsi, dan sekretariat KPU Kabupaten/Kota serta Sekretariat Bawaslu bersumber dari APBN. (2) Pendanaan penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden wajib dianggarkan dalam APBN.

  • Dasar Hukum Pendanaan Pilkada?UU No. 32 Tahun 2004 pasal 112: Biaya kegiatan Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dibebankan pada APBD.UU No. 22 tahun 2007:Pasal 114 ayat 5. Pendanaan penyelenggaraan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah wajib dianggarkan dalam APBD. Pasal 115: Anggaran penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang tentang APBN, serta Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah tentang APBD wajib dicairkan sesuai dengan tahapan penyelenggaraan Pemilu.

  • Mekanisme Penganggaran Mekanisme penganggaran harus mengacu kepada UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pelaksanaan anggaran Pemilu harus sesuai dengn UU 1/2004 dan berbagai PP dan PermenPelaksanaan anggaran daerah untuk Pilkada tidak diatur secara spesifik dalam UU ataupun PP, Ada PP No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Mendagri berinisiatif untuk membuat pedoman pengaggaran: Permendagri No. 44 tahun 2007 tentang pedoman pengelolaan belanja Pilkada yang kemudian diubah dengan Permendagri No. 57 tahun 2009.

  • Anggaran PilkadaMenurut Permendagri dimungkinkan dalam bentuk: Belanja Hibah Pemerintah Daerah kepada KPUDKPUD bukan bagian Pemda, jadi tidak bisa menggunakan APBD seperti Satuan Kerja Perangkat DaerahPemda dimungkinkan memberi Hibah kepada Pemda lainnya, Pemerintah Pusat ataupun cabang Lembaga Negara di Daerah.

  • Belanja Tidak LangsungJENIS BELANJA PEMERINTAH KABUPATEN Belanja PegawaiBelanja LangsungBelanja BungaBelanja SubsidiBelanja HibahBelanja Bantuan SosialBelanja Bagi Hasil Kepada DesaBelanja Bantuan Kepada DesaBelanja PegawaiBelanja ModalBELANJABelanja Tidak TerdugaBelanja Barang dan Jasa

  • Belanja Hibah Pemda ke KPUDHarus ada di Perda APBD dan atau Perda APBDP di tahun Hibah itu diberikan.Ada mekanisme khusus pelaksanaan Hibah tersebut

  • Penentuan Jumlah Kebutuhan Dana Untuk Pilkada?Dalam menyusun kebutuhan anggaran (dilakukan KPUD), ada standar biaya dan standar harga. Siapa yang menetapkan standar? Ada standar belanja umum (SBU) K/L Pusat ditetapkan oleh Menkeu, ada standar biaya dan standar harga daerah ditetapkan oleh Bendahara Umum DaerahBelanja untuk Pilkada dipastikan mengurangi belanja daerah untuk kebutuhan pelayanan publik dan pembangunan daerah jika dianggarkan hanya satu kali saat Pilkada. Jumlah kebutuhan yang besar dapat dipenuhi melalui dana cadangan tiap tahun, sehingga tidak mengganggu kebutuhan pelayanan publik.

  • Dana Untuk PilkadaJika kebutuhannya dihitung secara wajar untuk penyelenggaraan Pilkada yang dapat menghasilkan Kepala Daerah yang kompeten,Maka jumlah itu adalah kecil dibandingkan dengan perbaikan kesejahteraan masyarakat yang dapat dihasilkan oleh kepemimpinan yang baru tersebut.

  • Pertanggungjawaban Dana PilkadaPertanggungjawaban keuangan disisi si pemberi adalah naskah perjanjian hibah dan bukti hibah sudah diterima. Kemana dan bagaimana dana hibah digunakan sepenuhnya harus dipertanggungjawabkan oleh si penerima sesuai peraturan berlakuKPUD sebagai lembaga negara, terikat dengan UU 17/2003 dan UU 1/2004. Sehingga proses pertanggungjawaban dana hibah yang diterimanya sesuai dengan peraturan tersebut.Pengelolaan keuangan oleh KPUD secara internal sepenuhnya menjadi binaan KPU dan semestinya dibina/diawasi oleh internal auditor KPU.Secara eksternal, Laporan Keuangan KPU (termasuk KPUD) di audit oleh BPK

  • Pendanaan Pilkada KedepanSebaiknya dibiayai oleh anggaran KPU saja (artinya APBN) sehingga akuntabilitasnya jelas.Konsekuensinya, Pemda tidak boleh memberi hibah ke KPUD untuk Pilkada, juga tidak boleh menyediakan anggaran untuk kegiatan terkait dengan penyelenggaran Pemilu, Pilpres. Perlu penghematan belanja dengan sistem Pilkada satu putaran saja (the winner takes all)Namun usulan ini memerlukan perubahan UU

  • Pendanaan Pilkada kedepanJika sistem pendanaan yang sekarang diteruskan, Pemda disarankan untuk membentuk Dana Cadangan untuk kebutuhan Pilkada lima tahun mendatang (diperlukan Perda Dana Cadangan).Perlu perbaikan mekanisme pengaggaran dan pelaksanaan dana hibah dengan standar biaya dan standar harga yang berlaku di daerah