Farmakokinetik Fixx

download Farmakokinetik Fixx

of 20

  • date post

    20-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    244
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Farmakokinetik KUliah

Transcript of Farmakokinetik Fixx

PowerPoint Presentation

FarmakokinetikPenyusun : Aliyah Adek Rahmah 105070200111024Awaliya Ramadhan 105070207131005Dinni nurul kurnia ilahi 125070207131005Celine rosalia ishaq 125070207131001Sanda prima dewi 125070201131017M. Badrus Solikhin 125070201131006Dwi Uswatun Sholikhah 135070200111019Hadyarani Wulan M 135070200111015Putri Dewi Arumsari 135070201111001Vidia Indra Darmawan 135070207111004Komang Sanisca N. 135070200131003Nuryantri Puspitasari 1350702011310137/9/2014Footer Text1

PendahuluanIlmu farmakokinetik termasuk dalam ruang lingkup dari farmakologi yang termasuk sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari interaksi obat dengan konstituen (unsur pokok) tubuh untuk menghasilkan efek terapi (therapeutic). Farmakodinamik mempelajari tentang pengaruh obat dalam tubuh. Sedangkan farmakokinetik mempelajari proses apa yang dialami obat dalam tubuh. Siklus farmakokinetik obat yaitu obat dalam tubuh menuju ke plasma darah kemudian bekerja ditempat kerja dari obat tersebut dan berakhir dengan efek yang ditimbulkan obat tersebut.7/9/2014Footer Text2Proses Perjalanan Obat diantaranya:AbsorpsiDistribusiMetabolismedan Ekskresi7/9/2014Footer Text3AbsorpsiAbsorpsi merupakan proses masuknya obat dari tempat pemberian ke dalam darah. Bergantung pada cara pemberiannya, tempat pemberian obat adalah saluran cerna (mulut sampai dengan rectum), kulit, paru, otot, dan lain-lain (Setiawati, 2008). 7/9/2014Footer Text4

Pada umumuya produk obat mengalami absorpsi melalaui suatu rangkaian proses. Proses tersebut meliputi :1. Disintegrasi produk obat yang diikuti pelepasan obat dari zat pembawa.2. Pelarutan obat dalam media.3. Absorpsi melewati membran menuju sirkulasi sitemik. Difusi pasif : pada proses ini obat masuk ke dalam sirkulasi sistemik disebabkan perbedaan konsentrasi obat pada kedua sisi membran sel. Transport aktif : ini merupakan proses pemindahan senyawa obat yang diperntarai oleh pembawa (carrier). Difusi yang difasilitasi : merupakan sistem transport yang diperantarai pembawa, berbeda dengan transport aktif, obat bergerak karena perbdaan konsentrasi (bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah). 7/9/2014Footer Text5Cara pemberian obat 7/9/2014Footer Text6Absorpsi obat melalui saluran cerna (Sublingual, PeroralKetersediaan hayatiPemberian obat perektalObat tetes mata Obat secara inhalasiObat secara suntikan (IV,IM, SC, intra-arterial, intra tekal, intra peritonial)

DistribusiDistribusi obat dapat didefinisikan sebagai proses meninggalkan aliran sirkulasi darah dan masuk ke dalam cairan ekstraseluler dan jaringan-jaringan. Distribusi adalah proses dimana obat menjadi berada dalam cairan tubuh dan jaringan. Setelah obat masuk sirkulasi darah (sesudah absorpsi). Obat akan dibawa ke seluruh tubuh oleh aliran darah dan kontak dengan jaringan-jaringan tubuh saat distribusi terjadi. Ketika obat didistribusi di dalam plasma, kebanyakan berikatan dengan protein (terutama albumin) dalam derajat (presentase) yang berbeda-beda. Obat-obat yang lebih besar dari 80% berikatan dengan protein dikenal sebagai obat-obat yang berikatan dengan tinggi protein.

Jika ada dua obat yang berikatan tinggi dengan protein diberikan bersama-sama maka terjadi persaingan untuk mendapatkan tempat pengikatan dengan protein, sehingga lebih banyak obat bebas yang dilepaskan dalam sirkulasi. Demikian pula, kadar protein yang rendah menurunkan jumlah obat bebas dalam plasma. Dengan demikian dalam hal ini dapat terjadi kelebihan dosis, karena dosis obat yang diresepkan dibuat berdasarkan presentase dimana obat itu berikatan dengan protein.

Jadi penting sekali untuk memeriksa persentase pengikatan dengan protein dari semua obat-obat yang diberikan kepada klien untuk menghindari kemungkinan toksisitas obat. Seorang perawat juga harus memeriksa kadar protein plasma dan albumin plasma klien karena penurunan protein (albumin) plasma akan menurunkan tempat pengikatan dengan protein, sehingga memungkinkan lebih banyak obat bebas dalam sirkulasi. Tergantung dari obat (obt-obat) yang diberikan, akibat dari hal ini dapat mengancam nyawa. Kecepatan distribusi obatFaktor yang mempengaruhi kecepatan distribusi obat adalah :aliran darah ke jaringan/organ tubuhsifat-sifat fisik dan kimia obatsifat membran yang memisahkan jaringan dari darah/cairan interstitialbanyaknya obat yang terikat pada protein plasma. Sifat-sifat fisikokimia obat juga mempengaruhi tercapainya keseimbangan distribusi pada jaringan tertentu. Luas distribusi obatDistribusi total obat dalam tubuh dapat diperkirakan dengan cara mengaitkan jumlah obat dalam tubuh dengan jumlah obat dalam darah, atau dengan kadar obat dalam darah.Metabolisme Metabolisme adalah reaksi perubahan zat kimia dalam jaringan biologi yang dikatilisis oleh enzim menjadi suatu metabolit (Schmitz, 2009). Metabolisme/biotransformasi obat adalah proses tubuh merubah komposisi obat sehingga menjadi lebih larut air untuk dapat dibuang keluar tubuh.7/9/2014Footer Text12First-Pass Metabolism(Schmitz,2009)Obat yang digunakan secara oral akan melalui liver/hepar sebelum masuk ke dalam darah menuju ke daerah lain dari tubuh (Misalnya otak, jantung, paru-paru, jaringan lainnya).Di dalam liver terdapat enzim khusus (yaitu sitokrom P450) yang akan mengubah obat menjadi bentuk metabolitnya.Metabolit umumnya menjadi lebih larut dalam air (polar) dan akan dengan cepat diekskresikan keluar tubuh (melalui urin, feses,keringat, dll.)

Organ yang Berperan dalam MetabolismeHatiPada organ hati terjadi inaktivasi sebagian jenis obat oleh enzim-enzim hati, kemudian ditransformasikan menjadi metabolik inaktif atau zat yang larut dalam air untuk diekskresikan.Ginjal Ginjal dapat membantu untuk megeluarkan sisa metabolisme

Obat yang dapat memiliki efek terhadap metabolisme yaitu :Barbiturat memiliki efek dapat meningkatkan induksi enzim-enzim hati, meningkatkan metabolisme obat, menurunkan konsentrasi obat kedua di dalam plasmaAntitukak (simetidin) memiliki efek dapat menghambat pelepasan enzim-enzim hati, menurunkan metabolisme obat Valium, Dilatin, Morfin dsb, meningkatkan konsentrasi obat kedua di dalam plasma.

Waktu paruh kelainan fungsi hati atau ginjal, waktu paruh obat menjadi lebih panjang dan lebih sedikit obat yang dimetabolisme 15Proses MetabolismeFase I (Reaksi bukan sintesis)Meliputi Oksidasi, reduksi, hidrolisis, dan hidroksilasi Metabolitnya tidak dieliminasi dari tubuh kecuali dengan adanya metabolisme lebih lanjutFase II (Reaksi Sintetik)Meliputi konjugasi, glukoronidasi/sulfatasiMetabolitnaya lebih larut dalam air dan mudah diekskresikan.

EkskresiProses eliminasi obat dari dalam tubuhObat dikeluarkan dari tubuh melalui berbagai organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi atau dalam bentuk asalnya.Dalam ginjal obat diekskresikan dalam bentuk urin.

Proses pembentukan urine FiltrasiGlomerulus yang terdapat pada kapsula Bowman menyaring darah (filtrasi) sehingga dihasilkan filtrat glomerulus (urine primer).b. ReabsorbsiDi dalam tubulus kontortus proksimal zat-zat dalam urine primer yang masih berguna akan diserap kembali (direabsorbsi). c. AugmentasiPada tubulus kontortus distal ditambahkan zat-zat yang sudah tak berguna dan hendak dibuang (augmentasi), misalnya kelebihan obat, kelebihan vitamin, dan lain-lain. Ekskresi obat juga terjadi melalui keringat, liur, air mata, air susu, dan rambut, tetapidalam jumlah yang relatif kecil sekali sehingga tidak berarti dalam pengakhiran efek obat.Liur dapat digunakan sebagai pengganti darah untuk menentukan kadar obat tertentu.

Thank You!Any Questions ???7/9/2014Footer Text20