Etika Bisnis Dalam Fungsi Pemasaran

download Etika Bisnis Dalam Fungsi Pemasaran

of 15

  • date post

    09-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    135
  • download

    31

Embed Size (px)

Transcript of Etika Bisnis Dalam Fungsi Pemasaran

ETIKA BISNIS DALAM FUNGSI PEMASARAN

ETIKA BISNIS DALAM FUNGSI PEMASARAN

Oleh:1. Dony Ristiyanto Nugroho (3.51.12.1.08)2. Sabrina Puteri Adila (3.51.12.1.22)

Kegiatan pemasaran adalah kegiatan menciptakan, mempromosikan, dan menyampaikan barang atau jasa kepada para konsumennya. Pemasaran juga berupaya menciptakan nilai yang lebih dari pandangan konsumen atau pelanggan terhadap suatu produk perusahaan dibandingkan dengan harga barang atau jasa dimaksud serta menampilkan nilai lebih tinggi dengan produk pesaingnya. Pada dasarnya kegiatan pemasaran merupakan fungsi utama dalam menentukan bisnis perusahaan.Biasanya untuk produk barang sering kali diiklankan di media, sedangkan untuk jasa, secara etis dan moral relative sangat sedikit yang diiklankan kepada umum secara terbuka. Dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, pemasaran bisa dilakukan dengan situs-situs, email dan lain-lain.

Semua dapat dilakukan secara cepat, efisien dan tanpa batasan wilayah dan waktu. Sehingga persaingan produk dan jasa saat ini semakin ketat, Oleh karena itu, pemasar dituntut kreatif dan inovatif dalam melakukan kegiatan pemasatan tersebut. Dalam persaingan pemasaran yang begitu ketat, kadang kita menemukan perusahaan yang melakukan pemasaran tanpa memperhatikan etika. Hal ini mungkain secara jangka pendek untung, namun jika untuk jangka panjang akan rugi. Karena masyarakat akan meninggalkan perusahaan yang melakukan kegiatan yang tidak etis tersebut. Guna mendapatkan profit semaksimal mungkin, perusahaan tentunya berusaha sebaik mungkin agar produknya laku terjual.

Tentu saja ada cara baik dan ada pula cara yang buruk secara etis untuk memengaruhi orang lain. Di antara cara yang baik untuk memengaruhi orang lain secara etis adalah membujuk/persuasi, bertanya, memberitahu, dan menasihati. Cara memengaruhi yang tidak etis mencakup ancaman, pemaksaan, penipuan, manipulasi, dan berbohong. Sayangnya, begitu sering praktik penjualan dan periklanan menggunakan cara-cara yang menipu atau manipulatif untuk memengaruhi, atau diarahkan pada audiens yang dapat ditipu dan manupulasi

Dalam persaingan pemasaran yang begitu ketat, kadang kita menemukan perusahaan yang melakukan pemasaran tanpa memperhatikan etika. Hal ini mungkain secara jangka pendek untung, namun jika untuk jangka panjang akan rugi. Karena masyarakat akan meninggalkan perusahaan yang melakukan kegiatan yang tidak etis tersebut.

Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi seorang manajer pemasaran untuk melakukan tindakan tidak etis, yaitu: 1. Manajer sebagai pribadi manusia, ada rasa ingin memenuhi kebutuhan pribadinya, untuk menangkalnya dibutuhkan pendidikan agama dan moral.2. Kepentingan korporasi, adanya tekanan majemen yang membuat seorang manajer dipaksa dengan kondisi tertentu biasanya dengan target yang sulit dicapai sehingga melakukan apapun untuk mencapainya. 3. Lingkungan, yang ada di sekitarnya yang langsung maupun tidak langsung membentuk perilaku manajer pemasaran itu.

Menurut John R. Boatright, 3 konsep etika dalam pemasaran menurut John R. Boatright adalah : Fairness (Justice) FreedomWell-being

Manfaat etika bisnis di dalam fungsi pemasaranDapat menciptakan persaingan yang sehat antar perusahaan maupun organisasi dalam kegiatannya melakukan kegiatan pemasaran dengan memperhatikan etika-etika yang ada.Dapat menjalin kerjasama antar perusahaan lainnya dalam kegiatan pemasaran, sehingga tidak ada persaingan saling menjatuhkan dan menghancurkan.Dapat menimbulkan rasa kepercayaan yang tinggi terhadap pelanggan atau konsumen yang melihat perusahaan atau organisasi yang menjalankan kegiatan pemasaran dengan etika-etika bisnis dan sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Dapat konsekuen dan konsisten dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama antara konsumen dengan penjual (perusahaan)

Di Indonesia untuk mengatur dan melindungi konsumen terhadap kejahatan bisnis seperti terdapat UU No. 8 Tahun 1999, Pasal 1 butir: segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk member perlindungan kepada konsumen. Definisi perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

Fungsi Promosi atau Periklanan Promosi atau iklan sesungguhnya mempunyai fungsi memberikan informasi yang lengkap dan akurat kepada masyarakat tentang sesuatu yang dipromosikan. Unsur promosi dalam bauran pemasaran, harus memiliki peran yang benar, yang dapat diukur dengan kritria sebagai berikut : 1. Sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar dan obyektif tentang kandungan atau komposisi barang yang dipromosikan; 2. Sebagai fungsi menjelaskan fungsi manfaat positif barang bagi manusia; 3. Sebagai sarana memberikan image yang benar terhadap perusahaan;

4. Tidak ada unsur maksud memperdaya atau memanipulasi terhadap masyarakat konsumen; 5. Selalu berpedoman pada prinsip-prinsip kejujuran; 6. Bermaksud tidak mengecewakan konsumen dalam arti memberikan kepuasan yang terpercaya.

Unsur kejujuran sesuai dengan realita barang yang dipromosikan justru merupakan kunci dalam etika promosi. Sebagai konsumen kita mempunyai tanggung jawab ataupun kewajiban sebagai berikut: 1. membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;

2. beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa; 3. membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati; 4. mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Stealth Marketing Salah satu bentuk pemasaran yang kemungkinan dapat menciptakan konsumen yang tidak terdidik adalah Stealth Marketing. Stealth Marketing didefinisikan sebagai penggunaan praktek-praktek pemasaran yang tidak menunjukkan hubungan yang sebenarnya dengan perusahaan-perusahaan yang mensponsorinya. Stealth marketing dikatakan sebagai pemasaran anti radar, karena konsumen tidak mengetahui kalau dirinya merupakan objek pemasaran. Strategi ini memang bisa dibilang nakal karena memiliki nuansa memperdaya konsumen. Dalam menganalisis permasalahan etika Stealth Marketing, menggunakan hal-hal seperti deception, intrusion, dan exploitation (Martin dan Smith) :

Deception Intrusion Exploitation

TERIMA KASIH