Elaborasi Doc

download Elaborasi Doc

of 22

  • date post

    04-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    86
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of Elaborasi Doc

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dituntut untuk senantiasa melakukan inovasi dalam pembelajaran, pada berbagai aspeknya, mulai dari visi, misi, tujuan, program, layanan, metode, teknologi, proses, sampai evaluasi. Bagi seorang dosen atau seorang pendidik pemilihan model pembelajaran hendaknya dilakukan secara cermat, agar pilihan itu tepat atau relevan dengan berbagai aspek pembelajaran yang lain, efisien dan menarik. Lebih dari itu, banyak pakar yang menyatakan bahwa sebaik apa pun materi pelajaran yang dipersiapkan tanpa diiringi dengan model pembelajaran yang tepat pembelajaran tidak akan mendatangkan hasil yang maksimal. Strategi pembelajar elaborasi adalah strategi belajar yang menambahkan ide tambahan berdasarkan apa yang seseorang sudah ketahui sebelumnya Elaborasi adalah mengasosiasikan item agar dapat diingat dengan sesuatu yang lain, seperti frase, adegan , pemandangan, tempat, atau cerita . Srategi belajar ini efektif digunakan apabila ide yang ditambahkan sesuai dengan penyimpulan. Implikasi dari strategi belajar ini adalah mendorong siswa untuk menyelami informasi itu sendiri, misalnya untuk menarik kesimpulan dan berspekulasi tentang implikasi yang mungkin terjadi dalam proses transfer ilmu ( transfer of knowledge) dan juga transfer nilai (transfer of value) dalam meyerap dalam proses belajar. Belajar menurut ahli pendidikan adalah suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap yang dikondisikan terhadap peserta didik dengan tujuan adanya perubahan tingkah laku. Tingkah laku yang diharapkan dan dapat diukur adalah yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Perubahan tingkah laku yang tadinya tidak tahu menjadi tahu adalah merupakan salah satu aspek dalam belajar yang dinamakan keterampilan kognitif, menurut taksonomi Bloom yang yang merupakan tanggung jawab pendidikan, aspek ini memilik ibeberapa tingkatan. Dalam pembelajaran selain teori kognitifisme ada juga teori behaviorisme dimana dalam pembelajaran saat ini harus sudah mulai ditinggalkan karena menurut para ahli sudah tidak sesuai dengan paradigma baru dalam belajar. Paradigma baru dalam belajar sekarang menggunakan Elaborasi yang merupakan bagian dari kognitifisme. Adapun elaborasi paradigma baru dalam belajar lebih menuntut kepada keaktifan peserta didik atau pembelajar sebagai peran1

utama dalam belajar. Untuk itulah penulis merasa perlu untuk membahas teori elaborasi terhadap peningkatan dorongan dan keaktifan peserta didik dalam kegiatan proses belajar mengajar dan implikasinya dalam kemajuan peserta didik

B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Teori Elaborasi ? 2. Bagaimana Strategi Komponen Teori Elaborasi ? 3. Bagaimana Langkah-Langkah Pengembangan Desain Teori Elaborasi? 4. Bagaimana Kelebihan dari Teori Elaborasi Dalam Pembelajaran?

C. Tujuan Pembahasan 1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud Teori Elaborasi 2. Untuk mengetahui Strategi Komponen Teori Elaborasi 3. Untuk mengetahui Langkah-Langkah Pengembangan Desain Teori Elaborasi 4. Untuk mengetahui Kelebihan dari Teori Elaborasi Dalam Pembelajaran

D. Manfaat Pembahasan Setelah menulis makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dan mengetahui peran Pendidik dan Peserta didik dalam mengembangkan belajar bermakna berdasarkan Teori Elaborasi membentuk karakter siswa ( SDM ) yang baik sehingga dapat bersaing di era globalisasi dari segi kognitif, afektif, dan Psikomotorik, khususnya bagi peserta didik.

2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Pembelajaran Teori Elaborasi Pembelajaran Elaborasi adalah pembelajaran yang menambahkan ide tambahan berdasarkan apa yang seseorang sudah ketahui sebelumnya . Elaborasi adalah mengasosiasikan item agar dapat diingat dengan sesuatu yang lain, seperti frase, adegan , pemandangan, tempat, atau cerita . Pembelajaran ini efektif digunakan apabila ide yang ditambahkan sesuai dengan penyimpulan. 1 Implikasi dari strategi belajar ini adalah mendorong siswa untuk menyelami informasi itu sendiri, misalnya untuk menarik kesimpulan dan berspekulasi tentang implikasi yang mungkin. Anak-anak menggunakan prior knowledge-nya sehingga ide baru dapat meluas, dengan demikian dapat menyimpan informasi lebih banyak daripada yang disajikan sebenarnya. Elaborasi jelas membantu siswa belajar dan mengingat materi dalam kelas lebih efektif daripada jika tidak. Anak-anak mulai mengelaborasi pengalamannya sejak awal . Contoh dari penggunaan elaborasi adalah ketika seorang anak berusia 11 tahun mengingat barisan staff musical (E, G, B, D,F) dengan cara mengasosiasikan mereka dengan frase Every Good Boy Does Fine. Teori Elaborasi secara exclusive membicarakan mengenai macro level yang menggambarkan metode yang berkaitan dengan hubungan beberapa ide, seperti bagaimana merangkaikan ide-ide tersebut. Pada halaman ini akan digambarkan tiga macam metode pembelajaran: organisasional, delivery, dan management. Teori Elaborasi tidak berhubungan dengan strategic delivery dan management, walaupun itu merupakan variabel penting yang dibutuhkan untuk digabungkan kedalam beberapa teori dan model pembelajaran. Jika akan digunakan secara optimal dan menyeluruh untuk pengembangan pembelajaran dan perencanaan. Teori elaborasi hanya berkaitan dengan strategi organisasional pada macro level. Teori ini memulai pengajaran dengan memberikan penjelasan yang bersifat umum, sederhana, mendasar tetapi tidak abstrak. Teori ini juga menggambarkan penggunaan rangkaian prerequisit dari bagian1

Agoes,Yaumil, Peranan Keluarga Dalam Pembinaan SDM, Jakarta : Pustaka Antara,1993.h.23

3

yang sederhana menuju rangkaian yang lebih kompleks, dan memberikan tinjauan serta kesimpulan dengan cara sistimatis. Bagian penting yang berhubungan dengan materi subyek adalah learning prerequisit. Konsep dari learning prerequisit meliputi fakta pengetahuan yang harus diperoleh sebelum pengetahuan lain diperoleh. Sekumpulan learning prerequisit dinamakan learning hierarchy.Teori elaborasi adalah teori mengenai desain pembelajaran dengan dasar argumen bahwa pelajaran harus diorganisasikan dari materi yang sederhana menuju pada harapan yang kompleks dengan mengembangkan pemahaman pada konteks yang lebih bermakna sehingga berkembang menjadi ide-ide yang terintegrasi. Pengertian ini dirumuskan Charles Reigeluth dari Indiana University dan koleganya pada tahun 1970-an. Konsep ini memiliki tiga kata kunci yang fokus pada urutan elaborasi konsep, elaborasi teori, dan penyederhanaan kondisi. Menurut teori ini pembelajaran dimulai dari proses yang sederhana dan mudah, bagaimana mengajarkan konsep secara menyeluruh dan mendalam serta menerapkan prinsip agar menjadi lebih detail maka sejumlah konsep dan pendekatan belajar harus dibagi dalam sejumlah episode belajar layaknya sebuah cerita atau sinetron dalam hal ini guru dimisalkan sebagai sutradara yang mengatur jalannya pembelajaran sesuai dengan skenario yaitu Rencana program pembelajaran. Selanjutnya siswa sebagai aktor memilih konsep, prinsip, atau versi pekerjaan yang di-elaborasi atau dipelajari. Pendekatan elaborasi berkembang sejalan dengan perubahan paradigma belajar yang asalnya berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa, sebagai kebutuhan baru dalam menerapkan langkah-langkah pembelajaran. Maka dalam tiap pelatihan atau diklat baik materi pembelajaran maupun administrasi pembelajaran harus disertakan pendekatan elaborasi. Ini memperlihatkan bahwa belajar sekarang bukan berpusat kepada guru tapi kepada siswa. Motivasi untuk belajar yang paling utama adalah motivasi dari dalam diri peserta didik. Sedangkan motivasi dari guru hanyalah sebagai motivasi tambahan.2

2

U.S.Winataputra Prof. Dr. Teori Belajar dan Pembelajaran, Penerbit UT Jakarta,2003,h.32.

4

Baik atau buruk dari Nilai kognitif pada raport yang ditulis oleh wali kelas sebagian besar akibat dari usaha-usaha internal sedangkan usaha dari guru sebagai eksternal adalah hanya sebagian kecil saja. Jadi hasil yang di dapat sesuai dengan usaha siswa sendiri.

Teori elaborasi adalah: Teori tentang struktur representasi kognitif, dan Proses ingatan (memory): yaitu mekanisme penyandian, penyimpanan, dan pengungkapan kembali apa yang telah disimpan dalam ingatan. Struktur kognitif Struktur kognitif didefmisikan sebagai struktur organisasional yang ada dalam ingatan seseorang yang mengintegrasikan unsur-unsur pengetahuan yang terpisah-pisah ke dalam suatu unit kon-septual. 3 Kajian-kajian yang dilakukan dalam bidang psikologi kognitif, banyak yang memusatkan perhatiannya pada konsepsi bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru merupakan fungsi dari struktur kognitif yang sudah dimiliki si-belajar (Ausubel, 1968; Anderson, Reynolds, Schallert, dan Goatz, 1977; Norman dan Bobrow, 1979). Yang paling awal mengetengahkan konsepsi ini adalah Ausubel (1963). Ausubel (1963) dan juga Dansereau (1985) berpendapat bahwa pengetahuan diorganisasi dalam ingatan seseorang dalam struktur hirarkhis. Ini berarti bahwa pengetahuan yang lebih umum, inklusif, dan abstrak membawahi pengetahuan yang lebih spesifik dan konkret.

B. Komponen Strategi Teori Elaborasi Teori Elaborasi pengajaran dikemukakan Reigeluth dan Stein (1983) mengunakan tujuh komponen strategi, yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7)3

urutan elaboratif untuk struktur utama pengajaran , urutan prasyarat pembelajaran (di dalam masing-masing subjek pelajaran), summarizer (rangkuman). syintherizer, (sintesa) analogi, cognitive strategy activator (pengaktif strategi kognitif), kontrol belajar

AM, Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada , 1996.h.32.

5

1. Rangkaian Elaborative Rangkaian Elaborative merupakan sesuatu yang khas dari sederhana ke rangkaian kompleks. dimana,Ide umum yang digambarkan tidak hanya meringkas ide yang ada, Penggambaran (epitomize) dilakukan berdasarkan pada tipe materi tunggal yaitu :Epitomizing dan Summarizing, Penggambaran