Dry Dock Feasibility Study

download Dry Dock Feasibility Study

of 15

  • date post

    05-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    464
  • download

    41

Embed Size (px)

Transcript of Dry Dock Feasibility Study

Program Pengembangan Eksekutif Pertamina Singkat (PPEPS) Angkatan II-2012 Business Project

STUDI KELAYAKAN : Pembangunan Galangan PT Badak NGL Untuk Penghematan Biaya Pemeliharaan Kapal dan Membuka Peluang Usaha BaruNasrul Syahruddin - 127203

1. PENDAHULUAN 1.1. Visi, dan Misi PT Badak NGL1 Materi yang dipilih dalam pembuatan makalah Business Project (BP) ini, tidak terlepas dari Visi dan Misi PT Badak NGL saat ini yaitu: Visi PT Badak NGL adalah Menjadi perusahaan energy kelas dunia yang terdepan dalam inovasi. Misi PT Badak NGL adalah Memproduksi Energy bersih serta mengelola dengan standar kinerja terbaik, sehingga menghasilkan nilai tambah maksimal bagi pemangku kepentingan (stakeholders). Rencana pembangunan galangan kapal ini sejalan dengan Visi dan Misi PT Badak NGL dimana terdapat unsur usaha peningkatan kualitas dan standar kinerja terbaik pada sistem pendukung produksi LNG, dalam hal ini pemeliharaan armada tugboat, serta inovasi dalam mengembangkan unit usaha baru untuk memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan.

1.2. Masa Depan Bisnis PT Badak NGL PT Badak NGL pernah menjadi penghasil LNG terbesar di dunia pada awal tahun 2000. Namun sejak tahun 2005, pasokan gas menurun dan ada kebijakan pemerintah untuk tidak memperpanjang kontrak lama maupun membuat kontrak ekspor LNG baru. Saat ini hanya 5 unit dari 8 Train yang dioperasikan sesuai dengan jumah pasokan gas dan kebijakan tersebut. Untuk tetap bertahan dan terus meningkatkan kinerja, PT Badak NGL sesuai visi dan misi-nya, menentukan langkah-langkah strategis untuk menjalankan bisnis1

Website PT Badak NGL; www.badaklng.co.idHalaman - 1

PPEPS II Business Project

LNG dengan optimalisasi biaya operasi termasuk berusaha untuk menemukan sumber-sumber pendapatan baru dengan sumber daya yang ada. Dengan strategi tersebut, PT Badak NGL diharapkan terus memberikan kinerja standar kelas dunia, meskipun dalam kondisi penurunan kapasitas produksi dan

kekurangpastian masa depan perusahaan. Salah satu usaha ke arah tersebut adalah dengan pembangunan galangan kapal ini.

1.3. Tujuan dan Ruang Lingkup Business Project Tujuan penulisan makalah ini sebagai studi kelayakan Pembangunan Galangan Kapal dalam rangka optimalisasi biaya pemeliharaan armada Tugboat, serta sebagai sumber pendapatan baru bagi PT Badak NGL. Ruang lingkup makalah ini mencakup kondisi dan permasalahan pemeliharaan kapal, analisa parameter kelayakan teknis, ekonomi, hukum, rekomendasi, serta jadwal dan rencana pelaksanaan proyek.

2. MENGAPA PT BADAK NGL PERLU MEMBANGUN GALANGAN KAPAL 2.1. Kondisi Pemeliharaan Kapal dan Permasalahannya Salah satu proses dalam rantai jaringan bisnis LNG adalah proses pengapalan LNG. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan proses tersebut, PT. Badak NGL memelihara dan mengoperasikan 7 unit tug boat, 3 unit mooring boat dan 2 unit kapal patroli, sebagai armada pandu-tunda kapal LNG. Untuk perawatan dan perbaikan, kapal-kapal tersebut harus dikirim ke suatu galangan kapal minimal dua kali dalam 4 tahun masa berlaku sertifikat Class Kapal sesuai ketentuan ijin pengoperasian kapal. Selama ini PT. Badak NGL mengirim kapalnya ke galangan Surabaya atau Jakarta sehingga memerlukan biaya bahan bakar tinggi karena jauhnya jarak yang harus ditempuh. Tingginya occupancy galangan di pulau Jawa juga menyebabkan besarnya biaya crew karena kapal harus menunggu lama untuk masuk galangan. Kondisi ini mengganggu jadwal pemeliharaan dan berpengaruh pada

ketersediaan operasional armada tug boat.

PPEPS II Business Project

Halaman - 2

2.2. Potensi Penghematan Biaya dan Keuntungan Jika PT Badak NGL memiliki fasilitas pemeliharaan kapal, maka biaya bahan

bakar dapat ditekan dan jadwal pemeliharaan kapal dapat diatur sedemikian rupa sehingga biaya tunggu crew kapal dapat dieliminasi. Permasalahan yang sama juga dialami oleh perusahaan-perusahaan tetangga seperti Pupuk Kaltim, Indominco dan KPC, termasuk pemilik-pemilik kapal di daerah Samarinda dan Balikpapan. Kondisi ini merupakan potensi pasar bagi PT Badak NGL jika fasilitas tersebut bisa di manfaatkan dengan baik. Potensi penghematan dan keuntungan dapat diwujudkan melalui investasi pembangunan galangan kapal. Makalah ini menyajikan perhitungan potensi penghematan dan kelayakan investasi dari aspek teknis, ekonomis, dan legalitas sebagai dasar pengambilan keputusan untuk pembangunan galangan kapal di PT Badak NGL.

3. ANALISA DATA DAN EVALUASI 3.1. Hasil Survey Armada Kapal dan Galangan di area Kalimantan Timur Analisa dan evaluasi yang dilakukan dalam penulisan ini bersumber dari data primer dan sekunder. Data primer langsung didapatkan dari lapangan dengan melakukan survey, wawancara dan quisioner kepada tempat dan pihak terkait. Sementara data sekunder didapatkan dari berbagai literatur yang berhubungan. Tabulasi data hasil survey untuk armada kapal PT Badak NGL dan perusahaan lain di sekitar Bontang (PT. Pupuk Kaltim dan Pertamina Kutim), dapat dilihat di Lampiran-1. Kapal-kapal yang beroperasi dan berlokasi di Kalimantan Timur dapat

dikategorikan sebagai kapal Tunda atau Tug boat, Kapal Motor dan Tongkang. Kapal motor meliputi kapal barang umum (general cargo), kapal tanker, landing craft ship, dan kapal ferry penumpang. Kapasitas terbesar masing-masing adalah berkisar 400, 500, dan 900 Gross Tonnage (GT). Daftar perusahaan pelayaran yang berlokasi di Kalimantan Timur dapat dilihat pada Lampiran-2. Sedangkan galangan kapal yang berada di Kalimantan Timur seperti terlihat pada Lampiran-3.

PPEPS II Business Project

Halaman - 3

3.2. Analisa Potensi Pasar Galangan Kapal di Kalimantan Timur Sebagian besar galangan kapal berada di bantaran sungai Mahakam Samarinda, sangat tergantung pada kedalaman water front nya sehingga ukuran kapal yang bisa dibangun maupun yang direparasi terbatas, sehingga banyak pemilik kapal mengirim kapalnya ke luar Kalimantan Timur. Sedangkan galangan kapal Balikpapan terletak di pinggir laut, sehingga lebih fleksible dibandingkan dengan galangan di Samarinda. Dari klasifikasi pekerjaan yang dilakukan, pada umumnya adalah perawatan kapal dan beberapa membangun kapal baru. Dari data yang diperoleh, proyeksi jumlah armada cenderung bertambah akibat meningkatnya hasil perkebunan dan pertambangan yang membutuhkan kapal tongkang dan tug boat. Lampiran-2 memperlihatkan populasi armada khususnya tug boat dan tongkang. Lebih dari 90% berlokasi di sekitar Samarinda dan Bontang, dan kurang dari 10% berlokasi di Balikpapan. Kondisi tersebut menunjukkan prospek kebutuhan perawatan dan perbaikan kapal yang semakin besar terutama untuk daerah Samarinda, Bontang dan sekitarnya. Sampai saat ini belum ada galangan di daerah Bontang dan sekitarnya yang mempunyai kualifikasi memadai untuk melakukan perawatan dan perbaikan kapal. Dilihat dari kondisi ini, potensi pasar terutama untuk perawatan dan perbaikan kapal cukup besar dan menjanjkan. Analisa kelayakan investasi akan dilakukan dengan mengambil 75% pangsa pasar di area Bontang dan sekitarnya karena belum adanya galangan kapal di area ini. Untuk area Samarinda, pangsa pasar diambil 30% berdasarkan hasil survey yang menunjukkan indikasi kecenderungan kapal dikirim ke luar Kalimantan Timur karena kendala spesifikasi water-front galangan yang terbatas. Karena sudah cukup banyak galangan kapal di area Balikpapan, maka hanya diambil 5% dari pangsa pasar yang ada berdasarkan jumlah kapal yang tidak dapat diserap oleh galangan di Balikpapan berdasarkan hasil survey. Dengan mengelompokkan dan menghitung kapasitas armada milik PT Badak NGL, diperoleh ukuran LWT (Lightweight Tonnage) terbesar 600 ton. Dengan mempertimbangkan potensi pasar yang ada di Kalimantan Timur, maka dapat ditentukan kapasitas maksimum galangan (dengan safety factor 1.6) yaitu sebesar

PPEPS II Business Project

Halaman - 4

1.6 x 600 ton = 960 ton (~1000 Ton). Sehingga kapasitas maksimum sarana pokok galangan yang direncanakan adalah 1000 ton.

3.3. Analisa Persaingan Usaha dan Strategi Pemasaran Galangan Untuk tujuan operasional dengan komersialisasi galangan, perlu dilakukan analisa persaingan usaha dan strategi pemasaran yang tepat agar investasi yang diperlukan untuk membangun galangan dapat memberikan keuntungan sesuai yang diharapkan. Dari sekian banyak kapal yang beroperasi di Kalimantan Timur, sebagian besar digunakan pada industri MIGAS (jenis tug boat, tanker dan LCT) dan Pertambangan batu bara (jenis tug boat dan Tongkang). Untuk industri MIGAS yang menerapkan standar kualitas dan keselamatan yang tinggi, hampir semua galangan yang ada di Kalimantan Timur belum dapat memenuhi standar tersebut. Hal ini dibuktikan berdasarkan pengalaman PT Badak NGL sendiri sebagai perusahaan MIGAS kelas dunia dengan standar kualitas dan keselamatan yang tinggi, tidak menemukan galangan yang sesuai standar tersebut. Sehingga kebanyakan pemilik kapal yang bergerak di industri MIGAS termasuk PT Badak NGL mengirimkan kapalnya ke luar Kalimantan Timur untuk perawatan. Jika PT Badak NGL memasuki industri galangan di Kalimantan Timur dan bersaing dengan galangan yang sudah ada, menguasai potensi pasar seperti dijelaskan pada bab 3.2 bukan merupakan hal yang sulit untuk dicapai. Untuk mencapai hal tersebut, strategi pemasaran yang ditempuh disesuaikan dengan penentuan segmen dan target pasar yang jelas dan fokus. Berdasarkan analisa persaingan usaha, segmen pasar yang tepat adalah segmen perawatan kapal-kapal tug boat yang memiliki populasi paling banyak. Sedangkan target pasar yang dipilih adalah kapal-kapal tug boat yang beroperasi di industri MIGAS yang mensyaratkan standar kualitas dan keselamatan yang tinggi. Sehingga strategi pemasaran yang harus ditempuh oleh galangan PT Badak NGL adalah menyediakan sumber daya manusia, fasilitas dan peralatan dengan kualifikasi terbaik serta standar kualitas dan keselamatan yang tinggi dari