Data and Driven Fraud Detection

download Data and Driven Fraud Detection

of 25

  • date post

    02-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    522
  • download

    24

Embed Size (px)

Transcript of Data and Driven Fraud Detection

BAB 06 Data and Driven Fraud Detection A. Latar Belakang Analisis berbasis data pada ringkasan laporan keuangan sangat berguna terutama dalam audit eksternal. Bagian ini menganalisis jenis data-penggerak tertentu yang mengarah pada penipuan dan korupsi dalam laporan keuangan. Penipuan dapat dideteksi dari mana saja di sepanjang cara-melalui dokumen sumber transaksi, jurnal entri transaksi berdasarkan dokumen tersebut, buku besar saldo (yang merupakan ringkasan dari jurnal entri) -dan akhirnya dari laporan keuangan yang dihasilkan. Kecuali penipuan besar, bagaimanapun, tidak dapat mempengaruhi ringkasan laporan keuangan secara signifikan untuk dideteksi. Penipuan kecil biasanya terdeteksi dengan berfokus pada sumber dokumen atau gejala lainnya. Untuk mendeteksi penipuan melalui laporan keuangan, pada perubahan yang tidak dapat dijelaskan. Misalnya, kebanyakan perusahaan dengan pelanggan yang sangat sedikit membayar kas pada saat pembelian. Sebaliknya, pembayaran mereka dibuat dengan cek berdasarkan tagihan bulanan. Akibatnya, pendapatan biasanya tidak meningkat tanpa penyesuaian pendapatan dimana harus disertai dengan kenaikan biaya pokok penjualan dan persediaan yang dibeli dan rekening saldo hutang. B. Anomali Akuntansi dan Fraud

Dalam realita yang terjadi, auditor hanya menemukan anomali saja tanpa menemukan fraud. Anomali Akuntansi disebabkan oleh lemahnya control. Mereka bukan serta merta kesalahan; namun terjadi karena adanya kegagalan di sebuah sistem, prosedur, dan kebijakan. Ciri khas dari anomali akuntansi adalah :

1. Bukan merupakan penipuan dan tidak berakibat hukum

Forensic Accounting & Fraud Examination

FEB-UB 2012

Page 1

2. Dapat ditemukan diseluruh data, sehingga auditor cukup melakukan sampel statistik

Fraud itu berbeda dengan Anomali Akuntansi. Fraud adalah tindakan penipuan yang dirancang dengan intelegensi yang baik dan mempergunakan bukti-bukti palsu untuk meyakinkan dan berakibat hukum. Biasanya terjadi hanya pada satu atau dua kasus akun tertentu. Sedangkan Anomali Akuntansi disebabkan oleh lemahnya control.

Audit Sampling dan Fraud

Statistic

sampling

menjadi

dibutuhkan

dalam

menganalisis

anomali

dikarenakan anomali sangat berbeda dengan fraud, dan ada disetiap bagian laporan keuangan, didalamnya ada kontrol dan kebijakan audit. Namun sebaliknya dalam mendeteksi fraud, statistic sampling kurang efektif. Kekurangan ini dapat dibantu dengan menggunakan software yang sesuai dengan keadaan klien, sehingga saat ini lebih banyak auditor yang dapat mengefisiensikan waktu dan biaya.

C. Proses Dalam Analisi Data

Proses analisis data membutuhkan sebuah meode yang efektif yang menggunakan perangkat lunak dan sebuah analisis teknik yang berorientasi data. Menggunakan Metode Provoactive untuk Deteksi Fraud. Langkah- langkahnya sebagai berikut:

Langkah 1: Memahami Bisnis

Forensic Accounting & Fraud Examination

FEB-UB 2012

Page 1

Proses deteksi provoaktif dimulai dengan pemahaman dari bisnis atau unit yang diperiksa. Pemahaman yang baik meliputi pemahaman bisnis, proses dan prosedur. Hal ini akan memudahkan analisis.dan membuat hipotesis tentang skema yang bisa ada. Prosedur deteksi penipuan yang sama tidak dapat diterapkan secara umum untuk semua jenis bisnis atau unit organisasi.

Langkah 2: Identifikasi Kemungkinan Terjadinya Frauds

Langkah penilaian risiko membutuhkan pemahaman tentang sifat penipuan yang berbeda. Proses identifikasi penipuan dimulai dengan konseptual membagi unit bisnis ke fungsi individu atau siklus. Hal ini akan membantu memfokuskan pada proses deteksi. Pada langkah ini, orang yang terlibat dalam fungsi bisnis dapat diwawancarai. Pemeriksaan dapat menggunakan pertanyaan seperti berikut:

Bagaimana orang dalam dan orang luar berinteraksi satu sama lain?

Apa jenis penipuan telah terjadi atau diduga di masa lalu?

Apa jenis penipuan yang dapat dilakukan atas nama perusahaan?

Bagaimana kemungkinan karyawan atau manajemen melakukan penipuan?

Bagaimana vendor atau pelanggan melakukan penipuan?

Forensic Accounting & Fraud Examination

FEB-UB 2012

Page 1

Bagaimana vendor atau pelanggan yang bekerja melakukan kolusi dengan karyawan?

Langkah 3: Membuat Daftar Gejala Kemungkinan Fraud

Penipuan itu sendiri jarang terlihat,

hanya gejalanya yang biasanya dapat

diamati. Gejala penipuan sering hanya dijelaskan oleh faktor non-fraud, yang menciptakan kebingungan, penundaan dan tambahan biaya untuk tim penipuan. Gejala kecurangan dapat dibagi menjadi kelompok berikut:

Akuntansi anomali

Kelemahan pengendalian intern

Analytical anomali

Extravagant gaya hidup

Perilaku yang tidak biasa

Saran dan keluhan

Langkah 4: Gunakan Teknologi untuk mengumpulkan data symptom

Forensic Accounting & Fraud Examination

FEB-UB 2012

Page 1

Setelah gejala didefinisikan dan berkorelasi dengan penipuan, data pendukung diambil dari database perusahaan, situs web online, dan sumber lain. Langkah ini biasanya dilakukan dengan menganalisis data melalui aplikasi atau dengan (SQL) query dan script.

Langkah 5: Menganalisis Hasil

Setelah anomali diperhalus dan diproses oleh pemeriksa menjadi indikasi kemungkinan penipuan, data dianalisis dengan menggunakan metode tradisional ataupun berbasis teknologi. Penguji biasanya bekerja dengan auditor dan personil keamanan untuk mengidentifikasi alasan adanya anomali. Wawancara dilakukan dengan rekan kerja, menyelidiki dokumen kertas, dan kontak pihak luar yang terkait. Satu keuntungan dari pendekatan deduktif adalah potensinya menggunakan kembali. Analisis sering dapat otomatis dan terintegrasi langsung ke dalam sistem perusahaan dengan cara yang menyediakan real-time analisis dan sebagai deteksi penipuan serta mengetahui jenis pencegahan penipuan.

Langkah 6: Selidiki Symptom

Langkah terakhir dari pendekatan data-driven adalah investigasi menjadi indikator yang paling penting. Penyidik dapat sepenuhnya menggunakan analisis komputer untuk menyediakan data pendukung dan detail data.

Forensic Accounting & Fraud Examination

FEB-UB 2012

Page 1

Keuntungan utama dari pendekatan data-driven adalah penyidik mengambil alih proses penyelidikan penipuan. Pendekatan data-driven dapat menyoroti adanya penipuan hal ini masih kecil.

Kelemahan utama pada pendekatan data-driven adalah bahwa proses ini lebih mahal dan membutuhkan waktu lebih intensif dari pendekatan tradisional.

Mendeteksi kecurangan berbasis data.

Dalam mendeteksi kecurangan dengan berbasis data, pengujian dapat dilakukan dengan beberapa metode, seperti metode deduktif dan induktif:

1. Adapun metode induktif dapat dilakukan dengan menggunakan:

a.

Commercial data mining software.

Keuntungan :

Dapat mengetahui adanya keanehan-keanehan pada database (database

anomalies) dan aktivitas lain yang tidak biasanya

Dapat mengidentifikasi tren pembelian atas variasi produk dengan melakukan

pengujian terlebih dahulu

Forensic Accounting & Fraud Examination

FEB-UB 2012

Page 1

Dapat menemukan harga yang diinginkan oleh vendor sehingga dapat

meningkatkan total pembelian lebihcepat

Mudah untuk digunakan.

Kerugian :

Hanya bias mentransfer data dengan ukuran yang kecil, data yang ditansferakan

bersifat statis dan tidak bias dikombinasikan.

Adanya keterbatasan software akan membuat keterbatasan dalam menganalisis.

Tanpa adanya manipulasi data dan membuat model atas banyaknya kombinasi

red flags, maka identifikasi atas gejala-gejala fraud akan terhenti dan tindakan fraud yang terjadi tidak dapat dibersihkan.

b. Statistical Analysis.

Keuntungan :

Biayanya lebih murah dalam implementasi dan penggunaannya.

Orang yang berpotensi melakukan fraud tidak akan mengetahui bahwa fraud

sedang dideteksi.

Dapat digunakan pada perusahaan yang memiliki ukuran database sangat besar.

Forensic Accounting & Fraud Examination

FEB-UB 2012

Page 1

Kerugian :

Menggunakan spekulasi untuk mencari sesuatu yang penting yaitu orang yang berpotensi untuk melakukan tindakan fraud, jadi ada kemungkinan bahwa yang akan terjadi sesudahnya akan berbeda dari apa yang diharapkan

Cenderung mengidentifikasi fraud melalui seberapa banyak jumlah gejala (symptoms)

2. Adapun metode deduktif dapat dilakukan dengan menggunakan cara:

Langkah-langkah menggunakan metode deduktif:

a)

Memahami Bisnis perusahaan

b) Memahami type kecurangan yang terjadi di perusahaan

c)

menjelaskan indikasi yang menunjukkan terjadinya kecurangan

d) menggunakan database dan sistem informasi perusahaan untuk mengidentifikasi indikasi kecurangan

e)

melakukan follow up untuk menjelaskan apakah aksi kecurangan benar-benar terjadi dan faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab terjadinya kecurangan tersebut.

Forensic Accounting & Fraud Examination

FEB-UB 2012

Page 1

Dalam mendeteksi kecurangan dengan berbasis analisis laporan keuangan (laporanlaba/rugi dan neraca) pengujian dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu:

1. AnalisisVertikal

Mengkonversikan angka laporan keuangan dalam bentuk prosentase lalu membandingkan pos laporan keuangan terhadap pos dasar pembandingnya.

2. AnalisisRasio

Menghitung rasio atas laporan keuangan dan membandingkan perubahannya dari tahun ketahun.

3. AnalisisHorisontal

Analisi