Chemical Peeling ...

download Chemical Peeling ...

of 24

  • date post

    18-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    913
  • download

    1

Embed Size (px)

description

This is a little about chemical peeling, the agents and the uses. That doesn't include the cases and patient's management. For further infornation, contact me at : zanuar_i@yahoo.com

Transcript of Chemical Peeling ...

Oleh : dr. Brilliant Zanuar Ichsan

LEMBAGA ESTETIKA MEDIK DAN KOSMETOLOGI INDONESIA (LEMKI) JAKARTA SELATAN

I.

CHEMICAL PEELING

Chemical peeling sudah lama digunakan untuk memperbaiki keseluruhan penampilan kulit manusia. Chemical peeling pertama kali digunakan oleh bangsa Mesir yang menggunakan susu asam untuk mandi (asam laktat) dan berbagai bahan kimia seperti alabaster dan garam. Chemical peeling ditujukan untuk menimbulkan penipisan terkontrol dari sebagian ketebalan kulit, merusak sejumlah tertentu dari epidermis dan dermis bagian atas sehingga memunculkan pertumbuhan kulit baru dengan karakteristik permukaan yang lebih baik dari sebelumnya (Burgess, 2005). Respon penyembuhan dari peeling berupa : a. Hilangnya keratosis aktinik dan lentigines b. Regenerasi epidermal akibat migrasi epitel dari struktur adneksa c. Berkurangnya solar elastosis d. Penggantian jaringan ikat baru Chemical peeling dibagi 3 : a. Superfisial (very light & light) b. Medium-depth c. Deep Tabel 1. Klasifikasi Agen Chemical PeelingAgen Chemical Peeling Glycolic acid 2050% Salicylic acid 2030% Resorcinol 2030% (510 min) Jessners Solution (13 coats) Trichloroacetic acid 10% (1 coat) Microdermabrasion (2 passes) Glycolic acid 5070% (520 min) Jessners solution (510 coats) Resorcinol 50% (3060 min) Trichloroacetic acid 1035% (1 coat) Phenol 88% Glycolic Acid 70% (530 min) Medium-depth/papillary dermal necrosis Trichloroacetic acid 35% in combination with: Glycolic acid (5070%) Solid CO2 Jessners solution Pyruvic acid 4070% Modified Bakers peel (2 drops croton oil) Baker-Gordon phenol peel Deep/reticular dermal necrosis Superficial/epidermal necrosis Very superficial/stratum corneum exfoliation Kedalaman Penetrasi

Tabel 2. Indikasi Chemical Peeling Kedalaman Peeling Indikasi Kerut halus, Glogau I Skar atrofik akne, minimal Melasma epidermal Post inflammatory Superfisial hyperpigmentation (PIH) Akne vulgaris Pseudofolikulitis barbae Mottled dischromia (ethnic skin) Photoaging ringansedang/Glogau II dan III Medium Keratosis aktinik Melasma dermal Skar atrofik akne (sedang) Pigmentary dischromia Deep Photodamage berat , Glogau IV Seperti di atas Kulit berpigmen dalam Penyakit jantung Penyakit gunjal Penyakit hati Seperti di atas Kulit berpigmen dalam (kontraindikasi relatif) Infeksi HSV aktif Dermatitis aktif Adanya tanning Penggunaan isotretinoin dalam 1 tahun terakhir Malignansi kulit Kontraindikasi

Tabel 3. Klasifikasi Fitzpatrick Tipe kulit I II III IV V VI Warna Putih Putih Putih Putih Coklat Hitam Ciri-ciri Mudah terbakar, jarang tanning Biasanya terbakar, tanning lebih sedikit dari rata-rata Kadang terbakar ringan, rata-rata mengalami tanning Jarang terbakar, tanning melebihi rata-rata Jarang terbakar, tanning lebih dalam Tidak pernah terbakar, pigmentasi dalam

II.

MODALITAS APLIKASI

1. Asam Glikolat Asam glikolat merupakan asam alpha hidroksi, larut dalam alkohol, berasal dari gula buah-buahan dan susu. Asam ini memiliki efek anti inflamasi dan antioksidan. Asam glikolat bersifat keratolitik, merangsang fibroblas dan lapisan germinativum. Asam ini bekerja menipiskan stratum korneum, menimbulkan epidermolisis dan mendispersi melanin lamina basal, asam hialuronat dermis dan epidermis, serta meningkatkan ekspresi gen karena naiknya sekresi IL-6. Absorbsi asam glikolat pada kulit manusia tergantung dari pH, kekuatan, dan waktu. Larutan asam glikolat 70% biasanya digunakan sebagai agen chemical peeling superfisial dengan pH 0,08-2,75. Larutan peeling dengan pH 2. Makin tinggi konsentrasi asam (70%) maka makin merusak jaringan. Keefektifan asam glikolat dikarenakan adanya peningkatan koefisien permiabilitas transmembran yang diikuti dengan penurunan pH. Asam glikolat dikenal sebagai terapi adjunctive dalam photodamage, akne, rosasea, striae alba, pseudofolliculitis barbae, gangguan hiperpigmentasi, keratosis aktinik, kerut halus, lentigines, melasma dan keratosis seboroik. Terlebih lagi asam ini dapat menekan perkembangan tumor kulit yang diinduksi sinar UV dan telah diusulkan sebagai modalitas terapi untuk menanggulangi keadaan eksfoliasi kulit seperti misalnya iktiosis, xeroderma, dan psoriasis. Pada wanita post menopause dapat diberikan krim yang mengandung 0,01% estradiol dan asam glikolat 15%, diaplikasikan disalah satu sisi wajah selama 6 bulan. Krim ini dapat menginduksi perbaikan yang signifikan dari reversing marker penebalan epidermis karena penuaan kulit. Asam glikolat memberikan perbaikan kulit dan restorasi kulit menjadi tampak normal kembali dengan cepat. Asam glikolat efektif untuk semua jenis akne dan lebih banyak digunakan daripada larutan jessner (meski efek terapinya sama namun eksfoliasinya lebih ringan daripada jessner). Walaupun dalam kasus scar atrofik akne kurang memberikan hasil memuaskan, namun larutan asam ini efektif untuk terapi akne vulgaris. Sekarang ini asam glikolat secara luas digunakan untuk mengatasi defek pada epidermis dan papila dermis dalam berbagai konsentrasi, dari 20-70% tergantung dari kondisi yang diterapi. seperti rete peg pattern dan

Asam glikolat dikontraindikasikan untuk dermatitis kontak, ibu hamil, dan yang hipersensitif terhadap glikolat. Asam ini juga meningkatkan hipersensitivitas terhadap sinar UV. Pada pasien photodamage dapat diberikan self-treatment berupa lotion asam glikolat 25% selama 6 bulan yang akan meningkatkan total ketebalan kulit sebesar 25%, kandungan asam mukopolisakarida, densitas kolagen dan perbaikan kualitas dari serabut elastis. Keefektifan peeling menggunakan asam glikolat dapat dicapai dengan konsentrasi 50-70%. Untuk hasil maksimal, peeling asam glikolat sebaiknya dikombinasikan dengan asam retinoid dan antioksidan lainnya. Beberapa studi meneliti keefektifan krim hidrokuinon 4% dan asam glikolat 2% yang digunakan sendiri-sendiri atau bersamaan dengan asam salisilat pada kasus reversing actinic damage di leher dan dada atas selama 12 minggu; peeling asam salisilat dilakukan tiap 3 minggu. Terapi ini menghasilkan perbaikan sebesar 33-71% untuk kasus photodamage, hiperpigmentasi, masalah tekstur kulit, kerut halus dan lainnya. Studi lainnya meneliti peeling ringan asam glikolat 50% yang digunakan untuk memperbaiki photoaging kulit. Peeling ringan asam glikolat 50% diaplikasikan topikal selama 5 menit ke salah satu sisi wajah, punggung tangan, sekali seminggu selama 4 minggu. Perbaikan yang terjadi signifikan berupa berkurangnya kerut halus, tekstur yang lebih halus, solar keratosis yang lebih sedikit, penyamaran solar lentigines. Secara histologis nampak stratum korneum menipis, lapisan granuler yang lebih kuat, dan epidermis lebih tebal. Interval terapi yang lebih lama menimbulkan deposisi kolagen yang dapat diukur dari peningkatan mRNA. Sebelum mengaplikasikan asam glikolat, bersihkan kulit terlebih dahulu menggunakan alkohol untuk mengurangi asam yang dapat dinetralisir oleh kulit berminyak. Asam glikolat dan TCA 50% dapat digunakan bersama untuk mediumdepth peeling dengan interval 6 atau 12 bulan, biasanya digunakan untuk keratosis aktinik, rhyditid ringan, pigmentary dyschromia dan flatten depressed scar. Karena TCA pada konsentrasi yang tinggi cenderung menimbulkan scar dan hipopigmentasi, maka digunakan lebih dulu larutan asam glikolat 70% ke seluruh wajah dan dinetralkan dengan air 2 menit kemudian. Kemudian diikuti dengan pemakaian krim EMLA (lidokain 2,5% dan prilokain 2,5%) atau krim ELA-Max (lidokain 4%) ke area tertentu pada wajah sekitar 30 menit tanpa ditutup. Agen ini kemudian dibersihkan dan TCA 35% diaplikasikan ke seluruh wajah.

Pada pasien melasma, diberikan krim tabir surya SPF 15 dan lotion GA 10% pada malam hari selama 2 minggu. Kemudian diterapi peeling dengan GA 50% sebulan sekali selama 3 bulan. Pasien di follow up dengan interval yang teratur dan juga pada peeling terakhir kemudian diukur derajat perbaikan pigmentasinya menggunakan MASI (melasma area and severity index). Pada pasien akne digunakan larutan GA 70% dengan lama sekitar 2-8 menit. Jumlah dan frekuensi aplikasi tergantung dari intensitas respon klinis, rata-rata sekitar 6 kali aplikasi. Perbaikan paling cepat ditunjukkan pada kasus akne komedo dan akne papulo-pustuler. Peeling GA juga menunjukkan hasil yang signifikan berupa perbaikan skar superfisial post akne pada tipe noduler kistik meskipun harus sampai 8-10 kali peeling. Untuk skar atrofik diperlukan minimal 8 kali peeling. Untuk orang-orang yang tidak toleran dengan peeling, dapat diberikan GA dalam produk perawatan sehari-hari di rumah dalam jangka panjang. Untuk kasus striae distensi alba dengan tipe kulit apapun dapat digunakan asam glikolat topikal 20% untuk penggunaan sehari-hari ke seluruh area yang diterapi. Sebagai tambahan, setengah area terapi diaplikasikan L-ascorbic acid, zink sulfate 2% dan tirosin 0,5% dan separuh sisanya diaplikasikan krim emolien tretionin 0,05%. Krim tersebut diaplikasikan setiap hari selama 12 minggu. Hasilnya dinilai pada minggu ke-4 dan ke-12 dan akan didapatkan peningkatan kandungan elastin didalam papila dan retikuler dermis. Pseudofolikulitis barbae yang biasa terjadi karena pencukuran rambut di wajah dapat diatasi dengan lotion asam glikolat dan lotion ini dapat digunakan sebagai regimen lotion untuk bercukur yang dapat digunakan sehari-hari. Pada kasus scalp psoriasis digunakan lotion asam glikolat 10% 2 kali sehari selama 8 minggu. Komplikasi yang biasa terjadi dari penggunaan asam glikolat adalah infeksi dan hiperpigmentasi (jarang terjadi). Perawatan post peeling harus diikuti dengan serial peeling, penggunaan tretinoin atau asam glikolat di rumah, juga dengan menghindari paparan matahari berlebih. Sebelum peeling, jangan lupa tanyakan terlebih dahulu riwayat medis sebelumnya. Contoh informed consent :

I, ________________, after carefully reading the information regarding the glycolic acid peeling prodedure, give my informed consent to undergo glycolic acid peel