C5 s1 5 model kekuatan persaingan

of 19 /19
Welcome to Riset Bisnis 5 Model Kekuatan Persaingan Novita Widyastuti Sugeng, SST.Par, M.Si.Par

Transcript of C5 s1 5 model kekuatan persaingan

Page 1: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

Welcome to

Riset Bisnis5 Model Kekuatan Persaingan

Novita Widyastuti Sugeng, SST.Par, M.Si.Par

Page 2: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

5 model kekuatan persainganadalah kerangka untukmemahami struktur industri dandibangun oleh seorangprofessor Harvard, MichaelPorter.

Page 3: C5 s1   5 model kekuatan persaingan
Page 4: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

Pada umumnya, industri-industri lebih menarik ketika ancamansubstitusinya rendah.Ini berarti produk atau layanan dari industri-industri lain tidak mudah menjadi pengganti produk/layananyang dibuat dan dijual di focal perusahaan industri.

Page 5: C5 s1   5 model kekuatan persaingan
Page 6: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

Pada umumnya, industri-industri lebih menarik ketika ancamanpendatang barunya rendah. Hal ini berarti para pesaing tidakmudah masuk ke industri untuk meniru industri mapan yangsedang berjalan. Biasanya perusahaan-perusahaan akanberusaha menghambat para pendatang baru. Mari kita lihat 6sumber utama hambatan untuk masuk:

Page 7: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

1. Skala ekonomi

Industri industri yang ditandai dengan skala ekonomi yang besar akan

sulit untuk dimasuki perusahaan baru, kecuali mereka rela untuk

menerima kerugian biaya. Skala ekonomi muncul ketika produksi massal

produk menghasilkan biaya rata-rata yang lebih rendah.

2. Perbedaan produk

Industri industri seperti industri minuman ringan yang ditandai dengan

perusahaan yang memiliki merek merek yang kuat, sulit untuk disaingi

tanpa menghabiskan banyak iklan-iklan.

Page 8: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

3. Kebutuhan Modal

Kebutuhan untuk investasi dalam jumlah uang yang besar untuk

memperoleh jalan masuk ke suatu industri merupakan hambatan lain

untuk masuk.

4. Ukuran Keuntungan-Keuntungan Biaya Independen

Kompetitor-kompetitor bisa jadi memiliki biaya biaya yang

menguntungkan, yang tidak berhubungan dengan ukurannya, dan

tidak tersedia untuk pendatang baru.Biasanya keuntungan keuntungan

ini berlandaskan pada sejarah perusahaan.

Page 9: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

5. Akses ke Saluran Distribusi

Saluran distribusi seringnya sulit untuk dimasuki.Hal ini khususnya pada

pasar yang ramai, seperti toko serba ada. Untuk minuman olahraga

baru yang ditempatkan di rak toko serba ada, biasanya menggantikan

produk yang sudah pernah ada di sana.

6. Hambatan dari Pemerintah dan Hukum

Pada industri industri yang memiliki pengetahuan intensif, seperti bio-

technology dan software, hak cipta, merek dagang dan hak cipta

membentuk hambatan besar untuk masuk.

Page 10: C5 s1   5 model kekuatan persaingan
Page 11: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

Ada 4 faktor utama yang menentukan sifat dan intensitas persaingan di antara

perusahaan yang sudah ada di suatu industri:

1. Jumlah dan Keseimbangan Kompetitor

2. Tingkat Perbedaan Produk

3. Tingkat Pertumbuhan Suatu Industri

4. Tingkat Biaya Tetap

Page 12: C5 s1   5 model kekuatan persaingan
Page 13: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

Beberapa faktor memiliki dampak pada kemampuan pemasok dalam

mengerahkan tekanan tersebut pada pembeli dan menekan

keuntungan industri yang mereka layani. Hal tersebut meliputi:

Page 14: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

1. Pemusatan Supplier

Ketika hanya ada beberapa supplier yang menyediakan produk kritis

kepada sejumlah banyak pembeli, pemasok memiliki keuntungan.

2. Pertukaran Biaya-biaya

Pertukaran biaya-biaya adalah biaya tetap yang dijumpai oleh para

pembeli ketika menukar atau mengganti dari satu pemasok ke

pemasok lainya. Bila pertukaran biayanya tinggi, pembeli akan

cenderung menukar pemasoknya.

Page 15: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

3. Daya Tarik Substitusi

Kekuatan pemasok meningkat ketika tidak ada substitusi yang menarik

untuk produk dan layanan yang ditawarkan oleh pemasok.

4. Ancaman Integrasi ke Depan

Kekuatan pemasok meningkat apabila ada kemungkinan kredibel

bahwa pemasok mungkin akan masuk pada industri pembeli.

Page 16: C5 s1   5 model kekuatan persaingan
Page 17: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

Beberapa faktor mempengaruhi kemampuan pembeli untuk mendesak

pemasok dan menekan keuntungan industri-industri dari apa yang

mereka beli. Hal tersebut meliputi:

Page 18: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

1. Pemusatan Kelompok Pembeli

Apabila pembeli terkonsentrasi, berarti hanya ada beberapa pembeli

besar, dan mereka membeli dengan jumlah besar dari pemasok,

mereka dapat menekan pemasok untuk menurunkan harga dan

dengan demikian akan mempengaruhi profit industri industri di mana

mereka membeli.

2. Biaya Pembeli

Semakin penting sebuah barang untuk seorang pembeli, pembeli akan

lebih peka dengan harga yang akan dia bayar.

Page 19: C5 s1   5 model kekuatan persaingan

3. Tingkat Standardisasi Produk Pemasok

Sejauh mana produk perbedaan produk pemasok dari para

kompetitornya mempengaruhi daya tawar menawar pembeli.

4. Ancaman Integrasi ke Belakang

Kekuatan pembeli meningkat apabila ada ancaman kredibel yang

memungkinkan pembeli masuk ke industri pemasok. Misalnya industri PC

(personal computer) dapat menjaga harga monitor komputer tetap

rendah dengan mengancam untuk membuat sendiri monitornya

apabila harga yang ditetapkan terlalu tinggi.