c .RESPONS, seperti halnya pada AKIBAT. Dalam tuturan ada rangkaian stimulus-RESPONS. Stimulus ini

download c .RESPONS, seperti halnya pada AKIBAT. Dalam tuturan ada rangkaian stimulus-RESPONS. Stimulus ini

of 247

  • date post

    14-Mar-2019
  • Category

    Documents

  • view

    276
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of c .RESPONS, seperti halnya pada AKIBAT. Dalam tuturan ada rangkaian stimulus-RESPONS. Stimulus ini

340 PENERJEMAHAN BERDASAR MAKNA

Apakah ada beberapa bentuk yang bisa digunakan dalam ter-jemahan itu, dengan tetap mempertahankan makna yang sama? Apa bentuk bahasa sasaran yang menandai tiap hubungan itu?

B. Sebutkanlah hubungan antarproposisi dalam tiap soal berikut.

1. [ Joe banyak mengikuti latihan. Joe memenangkan perlombaan itu.

2. [ Saya lapar. Saya tidak mau makan

3.[ Saya berhenti makan permen. Saya menjadi langsing.

4. [ Pintunya terbuka sedikit. 'Ibno pasti ada di sini.

6. [ Peter mengecat pagar. Pagarnya berkarat.

6. [ Saya datang Saya akan membantumu.

7.[ Lantainya sudah dibersihkan.

Kamu jangan mengotorinya.

8. [Mereka mencegah datangnya pencuri. Mereka membeli seekor anjing.

9.[ Saya tidak sebeg:itu c,apek. Saya akan main tenis.: I

10. c: 'Ibno minum air. 'Ibno haus.

Melalui banyak latihan, Joe memenangkan perlom. baan itu.

Meskipun lapar, saya tidak maumakan.

Saya berhenti makan per-men agar menjadi langsing.

'Ibno pasti ada di sini, karen a pintunya terbuka sedikit.

Peter mengecat pagar, karena pagarnya sudah berkarat.

Saya datang untuk membantumu.

Lantainya sudah dibersih-kan, jadi jangan mengotorinya.

Mereka mencegah datang-nya pencuri dengan membeli seekor an-jingo

Kalau saja saya tidak sebegitu capek, saya akan main tenis.

Karena haus, 'Ibno minum air.

HUBUNGAN LOGIS 341

C. Garisbawahilah tiap bentuk yang mengkodekan hubungan logis, dan tuliskanlah kedua proposisi itu, serta sebutkan hubungan-nya.

Contoh: Saya saya-pergi saya-mengunjungi Tuntugkus.

[ INDUK Saya pergi.

alasan~, ------ bahwa saya mengunjungi Tuntugkus.

1. Wi wegabiajai ijakun Thntugkus. Saya saya-pergi saya-menguDjungi Tuntugkus.

2. Nunikan wakabiajai kampatuma Saya-melakukan-demikian saya-ke-hulu tiga-kali

kanajan. saya-tidur.

3. Wawaimjuakin, duwi wakan Wawaim saya-meninggalkan di sana saya-naik

ashi wainakiajai aents semua saya-melihat orang-orang

wainchataijun. yang-belum-pernah-saya-lihat -oby.

4. Dutika ai Sesudah-melakukan-demikian menjadi-(penanda-suby-lain)

minak, " Pataajuitme," bagi-saya kamu-adalah-kerabatku

tujutuinakui, ketika-mereka-mengatakan-kepada-saya

ditajai ijunjan. dengan-mereka saya-bersatu.

5. Dita sujuyanume Mereka memberikan-kepada-saya

shig aneeyajai, sangat saya-senang

yuutan, tuja senchi kuitabianume mina makanan-oby dan sangat-banyak mereka-memelihara milikku

huwajun. waDitaku-oby.

342 PENERJEMAHAN BERDASAR MAKNA

6. Kuashat umuyanume nijamchin, Banyak mereka-minum singkong-bir-oby

tujash wika umutsiajai mina duwagjai. tetapi saya-topik saya-tidak-minum milikku dan-istriku.

7. Ijatan umikan wakitkiabiajai kunjungan-oby saya-menyelesaikan saya-kembali

mina pujutaijui. milikku ke-tempat-tinggalku.

8. Waketkun Saya-kembali

makichik satu

mawabiajai saya-membunuh

japan rusa-oby.

9. Nunikan . shig Saya-melakukan-demikian sangat

aneasan tajabiajai. saya-menjadi-bahagia saya-tiba-kembali.

Bab28

Pernn Stimulus-RESPONS

Wacana tuturan dan wacana dialog (narrative and dialogue discourse) terutama terdiri atas urutan KEJADIAN kronologis. Satu hal teIjadi dan kemudian hal lainnya; seseorang berbicara, dan kemudian yang lainnya menjawab. Akan tetapi, wacana tuturan dan wacana dialog mungkin mempunyai struktur tambahan, melebihi ~ur kronologis (waktu berurutan dan waktu bersamaan, lihat hIm. 291-296). Satuan wacana itu mempunyai hubungan satu sama lain yang disebut hubung-an stimulus--RESPONS (rangsangan-TANGGAPAN). dalam wacana pembeberan (expository discourse), struktur wacananya didasarkan atas hubungan logis. Akan tetapi, dalam tuturan atau dialog ada ber-macam-macam jenis hubungan. Pertanyaan merupakan stimulus untuk sebuah JAWABAN, atau sebuah masalah merupakan stimulus untuk sebuah PEMECAHAN. KEJADIAN stimulus membangkitkan KEJADIAN RESPONS.

Akan tetapi, hubungan ini juga berbeda dengan hubungan yang dibahas di bab-bab sebelumnya, dalam arti hubungan itu bukan pasang-an tetap. Alasan-HASIL merupakan pasangan tetap. Keduanya mun-cuI bersama, karena itu hubungannya disebut hubungan alasan-HASIL. Hubungan stimuIus-RESPONS lebih luwes. Misalnya, perta-nyaan berpasangan dengan JAWABAN, tetapi dapat juga diikuti oleh PERTANYAAN-BALIK, atau EVALUASI, atau bahkan REAKSI. Oleh karena keluwesan ini, orang dapat lebih mudah membicarakan peran satuan itu daripada hubungan antarsatuan itu. Dalam bab ini akan ditunjukkan hubungan stimulus-RESPONS, tetapi penekanannya diberikan pada peran tiap bagian.

Peran stimulus RESPONS di bagi menjadi dua bagi-an. peran tuturan dan peran wieara. Peran tuturan merupakan ciri -dari waca-na tuturan; dan peran wicara merupakan ciri dialog.

344 PENERJEMAHAN BERDASAR MAKNA

Peron-peron tuturon

Teks tuturan ialah teks yang menceritakan KEJADIAN. Teks itu bisa menceritakan kejadian sebenarnya yang terjadi pada masa lalu, atau kejadian imajiner yang terjadi secara bertahap dalam pikiran penutur. Teks itu biasanya diceritakan oleh persona pertama atau persona ketiga; dan waktu, lokasi, dan partisipasinya penting. Tulang punggung cerita, atau kejadian yang diceritakan, biasanya terdiri dari serangkai-an kejadian yang terjadi satu per satu menurut urutan waktu. Kejadian itu berhubungan satu sarna lain melalui hubungan stimulus-RESPONS.

Peran tuturan dalam sebuah wacana Bering membentuk struktur alur (plot). Peran tuturan ini mencakup Bemus yang terdaftar di bawah ini.

Stimulus

kejadian awal peristiwa masalah kerumitan

RESPONS

HASIL JALAN KELUAR PEMECAHAN KELANJUTAN

Peran tuturan tidak berpasangan, kecuali dalam arti bahwa yang satu merupakan stimulus dari yang lainnya, RESPONS. Misalnya, kejadian yang satu merupakan peristiwa untuk kejadian berikutnya. Kejadian ini menimbulkan masalah, yang kemudian menimbtilkan KEJADIAN, yangmerupakan PEMECAHAN. Pada umumnya tuturan bokan hanya merupakan serangkaian KEJADIAN, walaupun kadang-kadang memang bisa hanya terdiri dari serangkaian proposisi yang berhubungan satu sarna lain menurut hubungan waktu berurutan, seperti bagan 28.1.

------Mimi pergi ke kota.

E peristiwa 1

peristiwa 2 ------ Mimi membeli lPakanan.

peristiwa S ------ Mimi pulang ke rumah lagi.

Bagan 28.1

Kebanyakan teks tuturan lebih rumit dari ini dan terdiri dari KEJADIAN yang berhubungan satu sarna lain tidak sekedar secara

340 PERAN STIMULUS PERAN STIMULUS 345

waktu beruru.tan yang eederhana. Kejadian itu membentuk etruktur alur. Miealnya, perhatikan hubungan dalam tuturan eeperti yang diper-Iihatkan dalam bagan 28.2.

peristiwa ..... '---------------Mimi pergi ke toko.

masalah'

peristiwa ---------- Seseorang mencuri UBngMimi.

peristiwa - Mimi tidak tabu mi.

, peristiwa--

lanjaannya di ke-ranjang.

KERUMITAN Mimi tidak dapat membayar belan-jaannya.

jALAN KELUAR -----------------., Mimi menemukan seorang teman yang kebetulan ada di tokoitu.

PEMECAHAN ------------- TemanMimi memin-jamkannya uang.

Bagan 28.2

Peran tuturan digunakan untuk menggolongkan KEJADIAN utama, yaitu tulang punggung tuturan. Di samping itu ada banyak lagi KEJADIAN lain dalam teke itu yang tidak berada dalam Bosak (main-line) tuturan itu. Kejadian ini merupakan informasi latar belakang yang digunakan untuk mendukung KEJADIAN utama (perhatikan hubung-an logie dari contoh di atae). Satuan eeperti propoeiei dan gugue proposisi yang memberikan informasi latar belakang mungkin her-hubungan dengan KEJADIAN utama melalui hubungan orientaei, pen-jelasan, atau logis yang dijelaekan di bah-bab sebelumnya. KEJADIAN tertentu hanya merupakan latar belakang dan bukan bagian urutan yang membentuk struktur tuturan. Kejadian itu membantu mengarah-kan, menjelaskan, atall, memberikan informasi, tetapi bukan meru-pakan sosok KEJADIAN.

Peran stimulus-RESPONS berbeda dengan peran sebah-AKIBAT, tetapi bukan berarti tidak ada hubungannya. Seperti sebab mendahului

346 PENl$RJEMAHAN BERDASAR MAKNA

AKIBAT, stimulus mendahului RESPONSE. Begitu juga, tidak mung kin ada AKIBAT tanpa ada sebab; tidak mungkin ada RES PONS tanpa ada stimulus. Kemiripan lain yaitu adanya prominensi wajar paela RESPONS, seperti halnya pada AKIBAT. Dalam tuturan ada rangkaian stimulus-RESPONS. Stimulus ini menimbulkan RESPONS, kemudian RESPONS itu dapat berfungsi sebagai stimulus untuk RESPONS lain-nya. Rangkaian itu berlanjut hingga RESPONS terakhir. Sering RES-PONS akhir ini berupa HASIL atau PEMECAHAN (Beekman 1978a:8),

Definisi peran tuturan

Peristiwa merupakan kejadian atau serangkaian kejadian yang menimbulkan atau mendorong timbulnya HASIL tertentu. HASIL itu berupa kejadian atau urutan kejadian yang timbul sebagai RESPONS terhadap kejadian (peristiwa) sebelumnya. Lihat bagan 28.3.

Jatar Konvensi itu diadakan di Manila.

iPeristiwa 1----Lawan Amir berpidato.

peristiwa

peristiwa 2 ---- kemudian Amir berpidato.

HASIL ----------- Orang-orang memilih Amir.

Bagan 28.3

Masalah merupakan nama yang agak umum dan mencakup semua jenis "ketidakseimbangan" seperti kekurangan, keadaan tertekan, ke-rugian, bencana, ancaman, tragedi, kecelakaan, tantangan, dan krillia. Masalah merupakan stimulus yang menimbulkan PEMECAHAN. Oleh karena itu, dalam masalah-PEMECAHAN, satuan yang satu memo pakan masalah dan l!Iatuan lainnya PEMECAHAN (lihat bagan 28.4).

E latar --------- Amir dan Mimi aaa di Manila.

m