Buku kualitatif

download Buku kualitatif

of 165

  • date post

    11-Apr-2017
  • Category

    Education

  • view

    46
  • download

    13

Embed Size (px)

Transcript of Buku kualitatif

BAB 1

Metodologi Penelitian

A. PendahuluanPenelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang sangat penting bagi pengembangan ilmu dan bagi pemecahan suatu masalah. Beberapa ilmuan memulai kegiatan ilmiahnya dengan melakukan penelitian. Penelitian menjadi salah satu alat untuk mengungkap kebenaran sehingga menjadi sebuah pengetahuan yang baru. Selain itu, Penelitian juga berguna untuk memecahkan suatu masalah dengan mengambil hasil penelitian yangtelah dilakukan oleh orang Ilmuan sebelumnya. Penelitian yang seksama dan sistematis membantu para Ilmuan untuk menemukan suatu permasalahan yang terjadi dan mencari solusi yang terbaik dari masalah yang dihadapi. Aktifitas penelitian merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan oleh Ilmuan untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat diterima oleh publik. Dengan demikian penelitian adalah pengalaman yang berharga dan menjadi guru yang terbaik yang memberikan banyak pelajaran bagi yang mau memanfaatkannya.Penelitian-penelitian yang telah ditemukan dapat mengungkap berbagai gejala yang jika dikembangkan lebih lanjut dengan tepat, maka terdapat solusi yang tepat bagi suatu masalah. Di sinilah para Ilmuan dapat menemukan konsep dan teori baru. Dengan demikian, penelitian pada hakikatnya adalah suatu kegiatan untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. B. Penelitian sebagai Metodologi IlmuPenelitian merupakan suatu usaha menemukan pengetahuan ilmiah. Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang kita ketahui yang berjumlah banyak dan beragam. Sedangkan pengertian dari pengetahuan ilmiah (science) adalah pengetahuan yang mengikuti aturan ilmiah. Walau semua pengetahuan tidak melalui penelitian, akan tetapi posisi penelitian akan menempati peran yang strategik dalam menghasilkan pengetahuan yang baru secara akurat. Ada banyak cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tidak hanya dengan melalui penelitian saja. Namun dapat melalui pengalaman langsung, bertanya kepada yang lebih memahami, membaca buku pengetahuan, dan bahkan bisa didapatkan hanya dari berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Menurut Kneller (1987:18-23) ada lima sumber pengetahuan, yaitu:

1. Revealed Knowledge, yaitu pengetahuan yang bersumber dari Tuhan melalui wahyu yang diturunkan kepada Rosul pilihan yang dituangkan dalam kitab-kitab suci yang kebenarannya sudah tidak diragukan lagi dan bersifat mutlak.

2. Iintuitif Knowledge, yaitu pengetahuan yang diperoleh individu secara pribadi yang melibatkan intuisi dalam penghayatannya terhadap sesuatu secara mendalam. Intuisi atau insign dapat muncul secara tiba-tiba tanpa disadari dalam hal cipta, rasa dan karsa seseorang yang bersifat unik.

3. Rational knowledge, pengetahuan yang diperoleh semata-mata atas hasil rekayasa akal bukan atas hasil observasi terhadap peristiwa-peristiwa faktual. Yang dikedepankan adalah kekuatan logika, sehingga suatu pernyataan dianggap benar karena silogismenya rasional atau dapat diterima secara nalar.

4. Empirikal knowledge, pengetahuan yang diperoleh dari hasil observasi dengan menggunakan kekuatan pengelihatan, pendengaran, penciuman, perasaan dan peradaban terhadap realitas yang ada, sehingga pengetahuan ini teruji kebenarannya secara empiric dengan bukti yang dapat diamatai oleh pancaindra.

5. Authoritative Knowledge, pengetahuan yang dikokohkan oleh reputasi pencetusnya/ahlinya atau diterima berdasarkan otoritas seseorang.Berdasarkan jenis pengetahuan ini, dijelaskan bahwa seseorang dapat memiliki pengetahuan karena ia terlibar secara mendalam dengan bidang yang digelutinya secara piker dan empirical. Kegiatan ini dapat diwadahi dalam kegiatan penelitian.Cara lain yang dapat digunakan untuk endapatkan pengetahuan adalah dengan bertanya kepada orang lain. Yang pasti orang yang memiliki pengetahuan dan wewenang yang lebih di banding dengan kita. Biasanya orang hanya bertanya mengenai hal luarnya saja tanpa menanyakan alasan-alasan dari apa yang sudah dibicarakan sehingga hanya percaya dan mengikutinya saja. Hal itu tentu tidak menjamin keakuratan informasi yang didaptakan. Pengetahuan seperti ini termasuk dalam kategori authoritatif. Untuk memperoleh pengetahuan yang benar orang harus menggunakan nalarnaya dengan dibangun suatu kerangka piker dedukatif yang dimulai dari hal-hal yang bersifat umum menuju ke hal-hal yang lebih khusus. Untuk memperoleh kesimpulan yang benar harus melalui premis-premis yang benar pula. Oleh karena itu perlu adanaya cara untuk menguji kebenaran dari premis-premis yang didapatkan. Cara mengujinya dengan menggunakan penalaran induktif yang mengkaji fakta-fakta secara cermat untuk mendapatkan kesimpulan.Penelitian adalah aktifitas menggunakan kekuatan berpikir dan observasi dengan menggunakan kaidah-kaidah tertentu untuk menghasilkan ilmu pengetahuan guna menyelesaikan suatu persoalan. Aktifitas berpikir dalam penelitian tidak hanya sekedar memindahkan atau mengambil teori-teori yang sudah ada, akan tetapi ini merupakan aktifitas berpikir secara ilmiah. Dengan kata lain Peneliti akan paham bagaimana melakukan penelitian untuk menguji teori-teori atau menemukan yang masih menjadi rahasia dengan menggunakan kerangka berpikir yang rasional dan dapat menganalisis data/fakta secara ilmiah sehingga menjadi teori baru yang teruji kebenarannya dan berguna bagi pemecah masalah yang mengemban ilmu. Untuk memproleh pengetahuan yang benar penelitian dapat dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah oleh peneliti yang memiliki integritas ilmiah. Artinya, penelitian dilaksanakan berdasarkan teori-teori, prinsip-prinsip, serta asumsi-asumsi dasar pengetahuan, dengan menggunakan penalaran deduktif-deduktif serta prosedur dan teknik yang sistematik. Peneliti selain memiliki penguasaan di bidang yang diteliti dan metodologi penelitian, tetapi harus juga memiliki integritas ilmiah, artinya dia harus bersikap objektif, terbuak, jujur, dan berpegangan teguh kepada kebenaran ilmiah.Hasil penelitian yang valid dan reliable dapat menghasilkan kesimpulan-kesimpulan bagi ilmu pengetahuan dan bahkan menjadi ilmu pengetahuan itu sendiri dan menjadi konsep atau teori yang dapat digunakan untuk memahami, mendeskripsikan, menjelaskan, mengontrol dan memprediksikan suatu fanomena. Aktifitas tersebut sangat berguna bagi upaya pemecahan masalah dan memverifikasikannya dengan fanomena empiric untuk mendapatkan data dan fakta yang sesungguhnya atau yang relevan dengan masalah yang dihadapi. Fakta dapat di olah dengan tepat melalui metode yang relevandan dianalisis secara mendalam yang melibatkan verification logical framework dalam menyajikan temuan-temuan dan kesimpulan yang dapat dijadikan rujukan bagi pemecahan masalah dan bagi pengembangan disiplin ilmu. Demikian seterusnya sebagai suatu aktifitas terus menerus sebagaimana tertulis dalam gambar 1.1 berikut ini.

Penelitian sebagai Metodologi Ilmu

Generalisasi KonsepteoriData FaktaTo understandTo describeTo explainTo controlTo predictTo Solve ProblemFanomena EmpirikVerification Logical Framework

Gambar 1.1 : Penelitian Sebagai Metodologi ilmu

C. Paradigma KeilmuanNicolas Henry (1995:21-49) menyatakan bahwa, standart suatu disiplin ilmu mencangkup focus dan locus. Focus mempersoalkan tentang what of thr field atau metode dasar yang digunakan atau cara-cara ilmiah yang digunakan untuk memecahkan suatu persoalan; sedangkan locus mencangkup where of the field atau medan atau tempat dimana metode tersebut dapat digunakan atau dimanfaat kan sebagaimana mestinya. Suetu ilmu merupakan kumpulan dari pengetahuan yang tertata dan kebenarannya sudah teruji serta sudah diakui oleh para ahli dan masyarakat serta dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah lain. Pengetahuan yang diperoleh dalam penelitian dapat berupa fakta, konsep, generalisasi atau teori. Pengetahuan tersebut dapat membantu kita dalam memecahkan suatu persoalan yang sedang dihadapi. Bahkan penelitian dapat menggugurkan asumsi pertama dari pemikiran seseorang karena dapat menunjukkan konteks yang actual dan terbukti kebenarannya. Namun dengan demikian dalam praktik selanjutnya, melakukan penelitian memerlukan kaidah sendiri dengan berpatokan kepada paradigm tertentu. Dengan demikian peneliti memerlukan paradigm yang jelas unutk membuktikannya, seperti yang dikatakan Huntington (1996) bahwa paradigma dalam penelitian menjadi peta yaitu simplify-kasi yang perlu sehingga kita tahu dimana kita sedang berada, dan kemana kita harus melangkah. Paradigm menurut Mustopadidjaja (2000) adalah teori dasar atau cara pandang yang fandumental, dilandasi nilai-nilai tertentu, dan berdasarkan teori pokok, konsepsi, asumsi, metodologi atau cara pendekatan yang dapat digunakan teoritis dan praktisi dalam menanggapi suatu masalah baik dalam kaitan pengembangan ilmu maupun dalam upaya pemecahan masalah bagi kemajuan hidup dan kehidupan manusia. Definisi hamper serupa dengan yang diangkat oleh Kuhn (1970) bahwa paradigm merupakan suatu cara pandang, nilai-nilai, metode-metode, prinsip dasar atau cara memecahkan suau masalah yang dianut oleh suatu masyarakat ilmiah pada suatu masa tertentu (Kuhn, 1970).Suatu paradigma dalam suatu penelitian adalah penggunaan paradigm yang memiliki pandangan yang berbeda dan menggambarkan suatu pola, model, peta, jalan atau langkah yang akan ditempuh. Langkah-langkah tersebut biasanya dikembangkan dalam penelitian analisis dan pengembangan kebijakan. Walaupun sudah ada beberapa instrument kuantitatif untuk mengukur efektifitas kbijakan, namun untuk menganalisis dan mengembangkan suatu kebijakan yang bersifat expost maupun secara mendalam atau untuk menemukan model yang sesuai serta kebijakan yang tepat diperlukan explorasi data kualitatif. Ini menjadi suatu paradigma baru peneliin kebijakan. Dengan demikian paradigm merupakan suatu cara berpikir masyarakat ilmiah untuk memahami realitas objek yang diteliti. Paradigma digunakan untuk menunjukkan konsepsi dasar seseorang mengenai suatu aspe