Review Buku Metode Penelitian Kualitatif

download Review Buku Metode Penelitian Kualitatif

of 25

  • date post

    11-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    2.387
  • download

    91

Embed Size (px)

Transcript of Review Buku Metode Penelitian Kualitatif

Review Buku Metode Penelitian Kualitatif

Phebe Illenia S. 111141011

REVIEW BUKU METODE PENELITIAN KUALITATIF PENDEKATAN KUALITATIF UNTUK PENELITIAN PERILAKU MANUSIA oleh E. KRISTI POERWANDARI TUGAS MATA KULIAH METODE PENELITIAN KUALITATIF

Oleh : Phebe Illenia Suryadinata 111141011

MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2011

Review Buku Metode Penelitian Kualitatif

Phebe Illenia S. 111141011

REVIEW BUKU PENDEKATAN KUALITATIF UNTUK PENELITIAN PERILAKU MANUSIA I. Pendahuluan Psikologi merupakan ilmu yang posisinya berada di tengah-tengah yang dapat ditempatkan di bawah disiplin yang berbeda-beda. Saat ini, konsep psikologi adalah suatu ilmu yang bertujuan untuk menemukan hubungan sebab akibat suatu perilaku dalam rangka untuk memprediksikan sesuatu. Dalam psikologi eksperimental, sebab lingkungan, biologis, dan kognitif terhadap perilaku menjadi sesuatu yang disorot. Ini dapat dilakukan dengan cara sistematis yaitu melakukan variasi terhadap variabel independen dan mengukur efeknya terhadap variabel dependen. Memang saat ini penelitian positivistik memberikan warna terbesar dalam ilmu psikologi sampai saat ini. Hukum-hukum pasti tentang positivistik seringkali diberikan, karenanya pula, meskipun penelitian kuantitatif tidak selalu positivistik, namun pendekatan kuantitatif dikaitkan erat dengan positivistik. Karena pengenalan tentang kuantitatif-positivistik dianggap lebih memadai, maka paradigma lain seperti kualitatif tidak dikenal dengan baik. Pendekatan kualitatif-interpretif bukanlah pendekatan yang baru, hanya saja yang lebih dikenal adalah kuantitatif-positivistik. Namun, seperti yang dikatakan Patton (1990, dalam Poerwandari, 2009) dan Neuman (1997, dalam Poerwandari, 2009) bahwa baik pendekatan kuantitatif dan kualitatif harus dipahami dengan baik. Menurut Neuman (1997, dalam Poerwandari, 2009), untuk mendapatkan pengetahuan dan untuk dapat melakukan ilmu sosial dengan baik, maka kita harus melihat dunia sosial dengan perspektif kuantitatif dan kualitatif. Memang pembandingan antara kuantitatif dan kualitatif tidak dapat dihindarkan dan memang harus dilakukan karena pendekatan kualitatif masih sering dilihat dari kacamata positivistik-kuantitatif. Pembandingan juga harus dilakukan agar para peneliti dapat memahami pendekatan dan metode apa yang cocok untuk penelitiannya. Dengan tidak dipahaminya pendekatan kualitatif dengan baik, ada kecenderungan bahwa data yang diperoleh diperlakukan secara

Review Buku Metode Penelitian Kualitatif

Phebe Illenia S. 111141011

tidak tepat. Seringkali pula pendekatan in dipilih bila seseorang menghindari penelitian kuantitatif karena tidak menguasai statistik. Padahal permasalahannya bukanlah memilih paradigma yang lebih mudah atau lebih sulit karena keduanya memiliki asumsi berbeda. Suatu topik penelitian haruslah mendapatkan penanganan yang tepat, dengan arti, harus menggunakan paradigma yang tepat agar dapat mengungkap realitas yang sesungguhnya. II. Paradigma Ilmu-Ilmu Sosial dan Dasar Pemikiran Penelitian Kualitatif Sebelumnya, kita harus mengerti arti paradigma terlebih dahulu. Menurut Denzin dan Lincoln (1994, dalam Poerwandari, 2009), paradigma mencakup keyakinan-keyakinan mengenai ontologi, epistemologi, dan metodologi. Istilah paradigma mengacu pada pernyataan yang menerangkan bagaimana dunia dan kehidupan dipersepsikan. Ada dua paradigma besar yang mendasari ilmu pengetahuan khususnya ilmu sosial yaitu paradigma positivistik dan paradigma interpretif (Sarantakos, 1993 dalam Poerwandari, 2009). Sarantakos menyebutkan ada satu paradigma lagi yaitu paradigma kritikal. Sedangkan menurut Denzin dan Lincoln (1994, dalam Poerwandari, 2009) ada empat (sub) paradigma yaitu positivis dan postpositivis, konstruktivis-interpretif, kritikal (marxist, emansipatoris), dan feminispoststruktural. Perbedaan paradigma positivistik dan paradigma interpretif: Positivistik Obyektif. Ilmu didasarkan pada hukum dan prosedur baku. Pendekatannya deduktif. Sifatnya nomotetik. Pengetahuan diperoleh dari indera. Ilmu adalah sesuatu yang bebas nilai. Penelitian sosial adalah langkah instrumental untuk mempelajari peristiwa sosial sehingga dapat memprediksi. Interpretif Subjektif. Dasar ilmu justru dalam arti common sense. Pendekatannya induktif. Sifatnya idiografis. Pengetahuan tidak hanya dari indera, karena pemahaman makna lebih penting. Ilmu tidak bebas nilai. Penelitian sosial tidak selalu memiliki nilai instrumental karena digunakan untuk mengembangkan pemahaman untuk mengerti apa yang ada di balik peristiwa.

Review Buku Metode Penelitian Kualitatif

Phebe Illenia S. 111141011

III. Karakteristik Penelitian Kualitatif Penelitian dengan pendekatan kualitatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Mendasarkan diri pada kekuatan narasi Kekuatan penelitian kualitatif, untuk dapat mengungkapkan kompleksitas realitas sosial yang ditelitinya, adalah kekuatan narasi. Suatu aspek penelitian kualitatif memerlukan elaborasi naratif untuk memungkinkan pembaca memahami kedalaman dan makna terhadap keutuhan fenomena. Elaborasi naratif dapat dibantu dengan skema, bagan atau gambar. 2. Studi dalam situasi alamiah (naturalistic inquiry) Desain penelitian kualitatif bersifat alamiah. Peneliti tidak memanipulasi setting penelitian, melainkan melakukan studi terhadap suatu fenomena dalam situasi di mana fenomena itu berada. Fokus penelitian dapat berupa orang, kelompok, dan organisasi dengan situasi alamiahnya. 3. Analisis induktif Metode kualitatif berorientasi pada eksplorasi, penemuan, dan logika induktif. Peneliti mencoba untuk memahami situasi sesuai dengan bagaimana situasi itu muncul. Analisis induktif dimulai dengan observasi khusus, yang akan memunculkan tema-teman, kategori-kategori, dan pola hubungan antara kategorikategori tersebut (Patton, 1990 dalam Poerwandari, 2009). 4. Kontak personal langsung: peneliti di lapangan Kegiatan lapangan adalah aktivitas sentral penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif memang menekankan pentingnya kedekatan dengan orang dan situasi penelitian agar peneliti memperoleh pemahaman jelas tentang realitas dan kondisi nyata kehidupan. 5. Perspektif holistik Tujuan penting penelitian kualitatif adalah memperoleh pemahaman menyeluruh dan utuh tentang fenomena yang diteliti. Keseluruhan fenomena perlu dimengerti sebagai suatu sistem yang kompleks, dan bahwa yang menyeluruh itu lebih bermakna. 6. Perspektif dinamis, perspektif perkembangan

Review Buku Metode Penelitian Kualitatif

Phebe Illenia S. 111141011

Penelitian kualitatif melihat gejala sosial sebagai sesuatu yang dinamis dan berkembang. Minat peneliti kualitatif adalah mendeskripsikan dan memahami proses dinamis yang terjadi berkenaan dengan gejala yang diteliti. Karenanya, peneliti kualitatif alamiah justru mengamati perubahan dan melaporkannya daripada mengendalikan atau membatasinya. 7. Orientasi pada kasus unik Penelitian kualitatif menampilkan kedalaman dan detail karena fokusnya memang penyelidikan mendalam pada sejumlah kecil kasus. 8. Bersandar pada netralitas-empatis Peneliti kualitatif menganggap objektivitas murni tidaklah ada. Pilihan untuk meneliti topik tertentu sudah pasti subjektif, sementara desain dan instrumen penelitian mengandung bias. Peneliti kualitatif menekankan unsur subjektivitas maksudnya adalah mengungkap data dari perspektif subjek yang diteliti. Sedangkan untuk istilah netralitas-empatis, empati mengacu pada sikap peneliti terhadap subjek yang dihadapi dan netralitas mengacu pada sikap peneliti terhadap temuan penelitian. 9. Ada fleksibilitas desain Penelitian kualitatif tidak dapat secara jelas, lengkap dan pasti ditentukan di awal. Desain kualitatif memiliki sifat luwes yang akan berkembang sejalan dengan pekerjaan lapangan. 10. Sirkuler Penelitian kualitatif disebut sirkuler karena tidak selalu mengikuti tahaptahap kaku terstruktur. 11. Peneliti adalah instrumen kunci Peneliti kualitatif tidak memiliki formula baku dalam menjalankan penelitiannya. Karenanya kompetensi peneliti adalah aspek terpenting. Peneliti memiliki peran besar mulai dari memilih topik sampai interpretasi. IV. Teori Sebagai Penopang Sekaligus Temuan Penelitian 1. Penelitian Kualitatif: Sekedar Eksplorasi dan Deskripsi?

Review Buku Metode Penelitian Kualitatif

Phebe Illenia S. 111141011

Glaser dan Strauss (1967, dalam Poerwandari, 2009) mengatakan bahwa dalam pengembangan teori-dari-dasar, mereka lebih memfokuskan pada data kualitatif karena tidak berhenti pada tahap deskripsi dan eksplorasi saja. Elemen penting sering dapat diungkapkan dengan baik melalui metode kualitatif. Dalam area substansi, kualitatif lebih sering menampilkan temuan yang melampaui temuan lain. Penelitian kualitatif juga dapat menjadi cara yang adekuat dan efisien untuk memperoleh informasi dan dapat bergerak luwes menghadapi kesulitan di lapangan. Penelitian kualitatif meyakini bahwa teori tidak dapat dibangun tanpa deskripsi data. Penelitian kualitatif tidak terbatas pada eksplorasi dan deskripsi tetapi juga memungkinkan untuk menemukan dan membangun teori. 2. Penelitian Kualitatif: Tidak Perlu Dukungan Teori? Suatu penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, dapat meminimalkan bahasan teori untuk keperluan praktis. Namun untuk penelitian akademik, akan sangat merugikan bila menghindari telaah terhadap penelitian sebelumnya. Adanya konsepsi di benak peneliti terkadang menyebabkan peneliti tidak mau membaca atau menelaah kepustakaan yang relevan dengan topik. Hal ini justru membuat peneliti tidak dapat melihat bangunan pemahaman yang tertata tentang topik yang ditekuninya. Tanpa membaca, peneliti hanya akan mengembangkan pertanyaan yang basi dan tidak dapat mengembangkan pemikiran kritis. Mengartikan penelitian kualitatif tidak memerlukan teori dengan mengamil sikap tidak membaca atau menelaah studi pustaka hanya akan menghasilkan penelitian yang kurang berkualit