BANK BERDASAR PRINSIP SYARIAH

of 36 /36
BANK BERDASAR PRINSIP BANK BERDASAR PRINSIP SYARIAH SYARIAH Bq. Juwita Maesari 2010/20024/MRS Mariana 2010/20007/MRS Meichris yhon selly boling 2010/20017/MRS Rohmadhidayat 2011/20127/MRS Siti Suhaidah 2010/20056/MRS STIE IEU Yogyakarta 2012

Embed Size (px)

description

BANK BERDASAR PRINSIP SYARIAH. Bq. Juwita Maesari 2010/20024/MRS Mariana 2010/20007/MRS Meichris yhon selly boling 2010/20017/MRS Rohmadhidayat 2011/20127/MRS Siti Suhaidah 2010/20056/MRS STIE IEU Yogyakarta 2012. PENGERTIAN BANK ISLAM / SYARIAH. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of BANK BERDASAR PRINSIP SYARIAH

  • BANK BERDASAR PRINSIP SYARIAHBq. Juwita Maesari 2010/20024/MRSMariana 2010/20007/MRSMeichris yhon selly boling 2010/20017/MRSRohmadhidayat 2011/20127/MRSSiti Suhaidah 2010/20056/MRS

    STIE IEU Yogyakarta2012

  • PENGERTIAN BANK ISLAM / SYARIAH

    BANK YANG BEROPERASI DENGAN PRINSIP SYARIAH

    BANK YANG DALAM OPERASIONALNYA BERLANDASKAN KEPADA AL-QURAN DAN AL-HADITS

  • LATAR BELAKANG, SEJARAH DAN DASAR HUKUM BANK ISLAM DI INDONESIA2 FAKTOR PENDORONG BERDIRINYA BANK ISLAM:1. LARANGAN RIBA2. KELEMAHAN SISTEM BUNGASEJARAH DAN DASAR HUKUM DI INDONESIAUU 14/1967: TIDAK ADA/TIDAK MENGENALPAKJUN 1983: KEBEBASAN MENENTUKAN TINGKAT SUKU BUNGAPAKTO 1988: KEMUDAHAN BERDIRINYA LK DAN PERBANKANUU 7/1992: DIKENAL BANK BAGI HASIL, DUAL BANKING SYSTEMUU 10/1998: DOUBLE WINDOWS (DUAL SYSTEM BANK), PERBEDAAN DEFINISI KREDIT DAN PEMBIAYAAN, DLL 6. UU 23/1999: SWBI7. UU 3/2004

  • INTERMEDIARY UNIT KONSEP BAGI HASIL PRODUK SYARIAHUANG SEBAGAI ALAT TUKAR BUKAN SEBAGAI KOMODITITRANSAKSI YANG TRANSPARAN, KEIKHLASAN & KEJUJURAN

    FUNGSI & PRINSIP OPERASIONAL BANK SYARIAH

  • 6.ETIK BISNIS SYARIAH DILARANG: MELAKUKAN KEGIATAN PENIPUAN, KECURANGAN, MARK-UP, SUAP, MAISIR, GHARAR, HARAM & RIBA7.PERILAKU SUMBER DAYA INSANI WAJIB MENTELADANI SIFAT NABI (SHIDIQ, ISTIQOMAH, FATONAH, AMANAH & TABLIGH)

  • PERBEDAAN BANK SYARIAH DENGAN BANK KONVENSIONAL

    ASPEKBANK SYARIAHBANK KONVENSIONALAKAD DAN LEGALITASHUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIFHUKUM POSITIFSTRUKTUR ORGANISASI DAN PENGAWASANBI, DPS DAN DSNBIINVESTASIHALALHALAL DAN HARAMPRINSIP OPERASIONALTITIPAN, BAGI HASIL, JUAL BELI, SEWA, JAMINAN, PINJAMPERANGKAT BUNGATUJUANPROFIT DAN FALAH ORIENTEDPROFIT ORIENTEDHUBUNGAN DENGAN NASABAHKEMITRAANDEBITUR KREDITURLEMBAGA PENYELESAIAN SENGKETABASYARNASBANI

  • PERBEDAANBUNGA DAN BAGI HASIL BUNGA DIHITUNG DARI PINJAMAN MODAL (POKOK)BUNGA BERUBAH SESUAI KONDISI PASARNOMINAL TETAP SESUAI BUNGADIRAGUKAN OLEH SELURUH AGAMA

    BAGI HASILDIHITUNG DARI MARGIN (KEUNTUNGAN)NISBAH TETAP SESUAI AKADNOMINAL BERUBAH SESUAI KONDISI USAHATIDAK ADA KERAGUAN

  • KONSEP & SISTEMPERBANKAN SYARIAHMASYARAKAT PEMILIK DANAMASYARAKAT PENGGUNA DANAPROSES PENGHIMPUNAN DANAPROSES PENYALURAN DANA KONSEP PENGHIMPUNAN DANA : 1. AL WADIAH 2. MUDHARABAH KONSEP PENYALURAN DANA : 1. BAGI HASIL (MUDHARABAH & MUSYARAKAH) 2. JUAL BELI (MURABAHAH)

  • PRINSIP DASAR OPERASIONALPENGHIMPUNAN DANA MASYARAKATA. TITIPAN (WADIAH DHAMANAH)B. BAGI HASIL (MUDHARABAH)

    PENYALURAN DANA KEPADA MASYARAKAT1. BAGI HASIL (MUDHARABAH, MUSYARAKAH)2. JUAL-BELI (MURABAHAH, AL BAI BITHAMAN AJIL, ISTHISNA, SALAM) 3. SEWA (IJARAH, AL BAIUT TAKJIRI)4. PINJAMAN KEBAJIKAN (AL QARDHUL HASAN)5. JAMINAN/GADAI (RAHN)

    JASA LALU LINTAS KEUANGAN1. PERWAKILAN (WAKALAH)2. PENJAMIN (KAFALAH)3. PEMINDAHAN UTANG (HIWALAH)4. IMBALAN (JUALAH)5. SHARF

  • NASABAH MEMESAN BARANG KEPADA BANK BANK MEMBELI DAN MEMBAYAR BARANG KEPADA SUPPLIERBANK MENJUAL BARANG KEPADA NASABAHSUPPLIER MENGIRIM BARANG KEPADA NASABAHNASABAH MEMBAYAR KEPADA BANK (TUNAI ATAU CICILAN)SKEMA MURABAHAHBANKNASABAHSUPPLIER12435

  • BANKBANKNASABAHNASABAHMODALMODALMODAL & SKILLMODAL & SKILLPROYEKPROYEKOMZET / KEUNTUNGANGAMBAR (iii)

  • SKEMA MUDHARABAHGAMBAR (ii)

  • PENGATURAN DAN PENGAWASAN PERBANKAN SYARIAH: MENGAPA DIPERLUKAN? MENJAGA STABILITAS SISTEM KEUANGAN (MAKRO EKONOMI) DAN KEBERLANGSUNGAN USAHA BANK (MIKRO EKONOMI)PERLINDUNGAN MASYARAKAT (KHUSUSNYA MASYARAKAT AWAM DAN NASABAH KECIL)OPTIMALISASI PERAN LEMBAGA PERBANKAN DALAM MENUNJANG PROGRAM PEMBANGUNAN

  • KEUNIKAN PERBANKAN SYARIAH

    FUNGSI DASAR BANK SYARIAH SECARA UMUM SAMA DGN BANK KONVENSIONAL, SEHINGGA PRINSIP UMUM PENGATURAN DAN PENGAWASAN BANK BERLAKU PULA PADA BANK SYARIAH. NAMUN ADANYA SEJUMLAH PERBEDAAN CUKUP MENDASAR DLM OPERASIONAL BANK SYARIAH MENUNTUT ADANYA PERBEDAAN PENGATURAN DAN PENGAWASAN BAGI BANK SYARIAH. PERBEDAAN MENDASAR: (1) PERLUNYA JAMINAN PEMENUHAN KETAATAN PADA PRINSIP SYARIAH DALAM SELURUH AKTIVITAS BANK (2) PERBEDAAN KARAKTERISTIK OPERASIONAL, KHUSUSNYA AKIBAT DARI PELARANGAN BUNGA YANG DIGANTIKAN DENGAN INSTRUMEN NISBAH BAGI HASIL.

  • KERANGKA PENGATURAN, PENGAWASAN & PENGENDALIAN BANK SYARIAH SEJUMLAH PERANGKAT DASAR YANG DIPERLUKAN UNTUK MENCIPTAKAN BANK SYARIAH YANG SEHAT DAN ISTIQOMAH A.L. ADALAH:SISTEM PENGENDALIAN INTERN (SPI), FUNGSI MANAJEMEN RISIKO, PERATURAN PENINGKATKAN KETERBUKAAN INFORMASI, SISTEM AKUNTANSI YANG SESUAI,MEKANISME JAMINAN KEPATUHAN SYARIAH, DANAUDIT EKSTERN (KESEHATAN KEUANGAN & KEPATUHAN SYARIAH). DIMANA IMPLEMENTASI DARI PERANGKAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN TERSEBUT MEMILIKI SEJUMLAH PERBEDAAN PADA BANK SYARIAH KARENA PERBEDAAN SISTEM NILAI DAN OPERASINYA.

  • BANK SYARIAH DALAM UU PERBANKAN UU 7/1992 JT UU 10/1998PASAL 1 ANGKA 3 UU 10/1998 BANK UMUM ADALAH BANK YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL DAN ATAU SYARIAH YANG DALAM KEGIATANNYA MEMBERIKAN JASA DALAM LALU LINTAS PEMBAYARANPASAL 1 ANGKA 4 UU 10/1998 BPR ADALAH BANK YANG MELAKSANAKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL ATAU BERDASAR PRINSIP SYARIAH YANG DALAM KEGIATANNYA TIDAK MEMBERIKAN JASA DALAM LALU LINTAS PEMBAYARAN

  • PENGERTIAN PRINSIP SYARIAHPASAL 1 ANGKA 13 UU 10/1998PRINSIP SYARIAH ADALAH ATURAN PERJANJIAN BERDASARKAN HUKUM ISLAM ANTARA BANK DENGAN PIHAK LAIN UNTUK PENYIMPANAN DANA DAN ATAU PEMBIAYAAN KEGIATAN USAHA ATAU KEGIATAN LAINNYA YANG DINYATAKAN SESUAI DENGAN SYARIAH, ANTARA LAIN PEMBIAYAAN BERDASARKAN PRINSIP BAGI HASIL (MUDHARABAH), PENYERTAAN MODAL (MUSYARAKAH), JUAL BELI BARANG DENGAN MEMPEROLEH KEUNTUNGAN (MURABAHAH), ATAU PEMBIAYAAN BARANG MODAL BERDASARKAN PRINSIP SEWA MURNI TANPA PILIHAN (IJARAH), ATAU DENGAN ADANYA PILIHAN PEMINDAHAN KEPEMILIKAN ATAS BARANG YANG DISEWA DARI PIHAK BANK OLEH PIHAK LAIN (IJARAH WA IQTINA)

  • KEGIATAN USAHA BANK UMUM SYARIAHPASAL 6 (HURUF a - n) HURUF m: MENYEDIAKAN PEMBIAYAAN DAN ATAU MELAKUKAN KEGIATAN LAIN BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH, SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG DITETAPKAN OLEH BANK INDONESIA

  • PENGERTIAN PEMBIAYAANPASAL 1 ANGKA 12 UU 10/1998 PEMBIAYAAN BERDASAR PRINSIP SYARIAH ADALAH PENYEDIAAN UANG ATAU TAGIHAN YANG DIPERSAMAKAN DENGAN ITU BERDASARKAN PERSETUJUAN ATAU KESEPAKATAN ANTARA BANK DENGAN PIHAK LAIN YANG DIBIAYAI UNTUK MENGEMBALIKAN UANG ATAU TAGIHAN TERSEBUT SETELAH JANGKA WAKTU TERTENTU DENGAN IMBALAN ATAU BAGI HASIL

  • PRINSIP KEHATI-HATIAN PADA PEMBIAYAAN BANK SYARIAH DALAM UU PERBANKANPASAL 8 (1) UU 10/1998 TENTANG KEWAJIBAN MEMILIKI KEYAKINAN DALAM MEMBERIKAN PEMBIAYAAN, DAN (2) TENTANG KEWAJIBAN MEMILIKI DAN MENERAPKAN PEDOMAN PEMBIAYAAN BERDASAR PRINSIP SYARIAHPASAL 11 UU 10/1998 UU 10/1998 TENTANG BATAS MAKSIMUM PEMBERIAN PEMBIAYAANPASAL 7 (C) BANK SYARIAH DAPAT MELAKUKAN PENYERTAAN MODAL SEMENTARA UNTUK MENGATASI KEGAGALAN PEMBIAYAAN BERDASAR PRINSIP SYARIAH, DENGAN SYARAT HARUS MENARIK KEMBALI PENYERTAANNYA (PENGECUALIAN PASAL 10)

  • PENGATURAN DAN PENGAWASAN BANK INDONESIA PADA BANK SYARIAH

  • PERAN DAN FUNGSI BIMENETAPKAN DAN MELAKSANAKAN KEBIJAKAN MONETERMENGATUR DAN MENJAGA KELANCARAN SISTEM PEMBAYARANMENGATUR DAN MENGAWASI BANK

  • PASAL-PASAL KHUSUS BAGI BANK SYARIAH DALAM UU BANK INDONESIA NO 23/1999 JT UU 3/2004PASAL 10 (2) CARA-CARA PENGENDALIAN MONETER (OPERASI PASAR TERBUKA, PENETAPAN TINGKAT DISKONTO, PENETAPAN CADANGAN WAJIB MINIMUM, PENGATURAN KREDIT ATAU PEMBIAYAAN) DAPAT DILAKUKAN BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH

    PASAL 11 (1) DAN (2) BI DAPAT MEMBERIKAN KREDIT ATAU PEMBIAYAAN MAKS 90 HARI KEPADA BANK UNTUK MENGATASI MASALAH KESULITAN PENDANAAN JANGKA PENDEK, DAN WAJIB DIJAMIN DENGAN AGUNAN YANG BERKUALITAS TINGGI DAN MUDAH DICAIRKAN YANG NILAINYA MINIMAL SEBESAR JUMLAH KREDIT ATAU PEMBIAYAAN YANG DITERIMANYA.

  • KERANGKA PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN BANK SYARIAH OLEH BANK INDONESIAPERANGKAT YANG DIPERLUKAN UNTUK MENCIPTAKAN BANK SYARIAH YANG SEHAT DAN ISTIQOMAHIMPLEMENTASI DARI PERANGKAT PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

  • REGULASI DAN STANDARD PERBANKAN SYARIAH YANG TELAH DIHASILKAN DALAM RANGKA MENDUKUNG PELAKSANAAN OPERASIONAL BANK SYARIAH YANG BERHATI-HATI DAN ISTIQOMAH MENJALANKAN PRINSIP SYARIAH: 1. KELEMBAGAAN

    2. KEHATI-HATIAN

    3. PASAR KEUANGAN & MONETER

    4. STANDARD

    PENDIRIAN BANK UMUM SYARIAHPENDIRIAN BPR SYARIAHPEMBUKAAN KC SYARIAH OLEH BANK KONVENSIONAL PENILAIAN KUALITAS ASSET PEMBENTUKAN CADANGAN PENGHAPUSAN (PPAP) GIRO WAJIB MINIMUMKLIRINGPASAR KEUANGAN ANTAR BANK SYARIAHFASILITAS PINJAMAN JANGKA PENDEK SYARIAH PSAK NO.59 dan PAPSIPEDOMAN AUDIT BANK SYARIAH LAPORAN BANK UMUM & BPR SYARIAHAKAD SYARIAH

  • ATURAN BANK INDONESIA BAGI PERBANKAN SYARIAHBANK UMUM BERDASARKAN PRINSIP SYARIAHBPR BERDASARKAN PRINSIP SYARIAHPERUBAHAN KEGIATAN USAHA BUK MENJADI BUS DAN PEMBUKAAN KANTOR BANK BERDASAR PRINSIP SYARIAH OLEH BUKKUALITAS AKTIVA PRODUKTIF (KAP) BANK SYARIAHPENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF (PPAP) BANK SYARIAHKEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM (KPMM)GIRO WAJIB MINIMUMKLIRINGPASAR UANG ANTAR BANK BERDASAR PRINSIP SYARIAH (PUAS)SERTIFIKAT WADIAH BANK INDONESIA (SWBI)FASILITAS PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK BAGI BANK SYARIAH (FPJPS)LAPORAN BANK UMUM (LBU) BANK SYARIAHLAPORAN BULANAN BPRSAKAD SYARIAH

  • KELEMBAGAAN BANK SYARIAHPBI NO. 6/24/PBI/2004 TANGGAL 14 OKTOBER 2004 TENTANG BANK UMUM SYARIAHPBI NO. 6/17/PBI/2004 TANGGAL 1 JULI 2004 TENTANG BPRSPBI NO. 4/1/PBI/2002 TANGGAL 27 MARET 2002 TENTANG BANK KONVENSIONAL MELAKUKAN KEGIATAN SYARIAHPBI N0. 8/ /PBI/2006 TENTANG PERUBAHAN BANK KONVENSIONAL MENJADI BANK SYARIAH

  • KELEMBAGAAN BANK SYARIAHPASAL 16 UU 10/1998 TENTANG PERSYARATAN DAN TATA CARA PENDIRIAN BANK UMUM DAN BPRS 3 ALTERNATIFPENDIRIAN BANK BARU (BUS, BPRS)KONVERSI BK MENJADI BSDUAL SYSTEM BANKA. MEMBUKA KANTOR CABANG SYARIAHB. KONVERSI KCK MENJADI KCSC. MENINGKATKAN KCPK MENJADI KCSD. MEMBUKA UNIT USAHA SYARIAH

  • PERATURAN KEHATI-HATIAN BANK SYARIAHPBI NO. 5/7/PBI/2003 TANGGAL 19 MEI 2003 TENTANG KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF BAGI BANK UMUM SYARIAHPBI NO. 6/19/PBI/2004 TANGGAL 1 JULI 2004 TENTANG KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF BAGI BPRSPBI NO. 5/9/PBI/2003 TANGGAL 19 MEI 2003 TENTANG PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA PRODUKTIF BANK SYARIAHPBI NO. 7/13/PBI/2005 TANGGAL 10 JUNI 2005 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK UMUM SYARIAH

  • SISTEM PEMBAYARAN KEUANGAN DAN MONETER (OPERASIONAL BANK SYARIAH)PBI NO. 6/21/PBI/2000 TANGGAL 3 AGUSTUS 2004 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUMPBI NO. 2/4/PBI/2000 TANGGAL 11 FEBRUARI 2000 TENTANG KLIRINGPBI NO. 2/8/PBI/2000 TANGAL 23 FEBRUARI 2000 TENTANG PASAR UANG ANTAR BANK BERDASARKAN PRINSIP SYARIAHPBI NO. 2/9/PBI/2000 TANGGAL 23 FEBRUARI 2000 TENTANG SERTIFIKAT WADIAH INDONESIAPBI NO. 5/3/PBI/2003 TANGGAL 4 FEBRUARI 2003 TENTANG FASILITAS PINJAMAN JANGKA PENDEK SYARIAH

  • DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) DAN DEWAN SYARIAH NASIONAL (DSN)

    LATAR BELAKANG: KAFFAH, JAMINAN KEPERCAYAAN, BEDAKAN HAQ DAN BATIL, KENYATAAN DI LAPANGANDASAR PEMBENTUKAN DAN TUGAS DEWAN PENGAWAS SYARIAH: PENJELASAN PASAL 6 HURUF m UU 10/1998 DAN PASAL 13 HURUF C (UNTUK BPRS)DPS WAJIB MENGIKUTI FATWA DARI DSNDPS ADALAH DEWAN YANG DITEMPATKAN DI BANK SYARIAH YANG KEANGGOTAANNYA DITETAPKAN BERDASARKAN REKOMENDASI DSN YANG BERTUGAS MENGAWASI PENERAPAN PRINSIP SYARIAH DALAM KEGIATAN USAHA BANKDSN ADALAH DEWAN YANG DIBENTUK OLEH MUI MERUPAKAN SATU-SATUNYA BADAN YANG MEMPUNYAI KEWENANGAN MENGELUARKAN FATWA SYARIAH TERHADAP JENIS-JENIS KEGIATAN, PRODUK, DAN JASA KEUANGAN SYARIAH, SERTA MENGAWASI PENERAPAN FATWA DIMAKSUD OLEH LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DI INDONESIA

  • TUGAS DAN WEWENANG DSNMENUMBUH KEMBANGKAN PENERAPAN NILAI-NILAI SYARIAH DALAM AKTIVITAS KEUANGAN DAN EKONOMIMENGELUARKAN FATWA ATAS JENIS-JENIS KEGIATAN KEUANGANMENGELUARKAN FATWA ATAS PRODUK DAN JASA KEUANGAN SYARIAHMENGAWASI PENERAPAN FATWA YANG TELAH DIKELUARKAN

  • ARAH DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH INDONESIA

  • VISI PENGEMBANGAN BANK SYARIAH DI INDONESIATERWUJUDNYA SISTEM PERBANKAN SYARIAH YANG KOMPETITIF, EFISIEN DAN MEMENUHI PRINSIP-PRINSIP KEHATI-HATIAN YANG MAMPU MENDUKUNG SEKTOR RIIL SECARA NYATA MELALUI KEGIATAN PEMBIAYAAN BERBASIS BAGI HASIL DAN TRANSAKSI RIIL DALAM KERANGKA KEADILAN, TOLONG MENOLONG DAN MENUJU KEBAIKAN GUNA MENCAPAI KEMASLAHATAN MASYARAKAT

  • NILAI DASAR LEMBAGA KEUANGAN DAN PERBANKAN SYARIAHPERTUMBUHAN EKONOMIYANG BERKELANJUTAN DAN BERKEADILANUKHUWAH / JAMAAHADIL:

    TRANSPARAN DAN JUJURTRANSAKSI FAIR, TANPAPEMERASANPERSAINGAN SEHATKONTRAK YANG ADILMENGHINDARI KEGIATAN YANGMERUSAK:

    LARANGAN PRODUK YANGMERUGIKAN DAN BERBAHAYA,LARANGAN PROSES YANGBERBAHAYA,TIDAK GUNAKAN SBR DAYAILLEGAL DANSECARA TDK ADILKEMASLAHATAN:

    PRODUKTIF,TIDAK SPEKULATIF,EFEKTIF, EFISIEN, BERKELANJUTAN DALAMPENGGUNAAN SBR DAYA,AKSES YANG SEBESARBESARNYA BAGI MASYARAKAT UNTUKMEMPEROLEH SBR DAYAAQIDAH

  • AGENDA KE DEPANMENINGKATKAN KUALITAS DAN KUANTITAS SUMBER DAYA INSANISOSIALISASI DAN EDUKASI PUBLIKPENGEMBANGAN INSTRUMEN DAN PRODUK YANG LEBIH INOVATIFPENGEMBANGAN PASAR SEKUNDER, PASAR UANG SYARIAH, PASAR INTER BANK DAN LINKAGE DI INDUSTRI KEUANGANIMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGAN MANAJEMEN RISIKO, PRINSIP KEHATI-HATIAN, GOOD CORPORATE GEVERNANCE & SYARIA COMPLIANCEMENDORONG TERCIPTANYA A UNION REGULATORY, STANDART AKAD, PRODUK DAN TRANSAKSI

    *