BAB IV HASIL PENELITIAN - IV.pdfditampilkan oleh Suara Merdeka selama mencuatnya kasus sengketa SPBE

download BAB IV HASIL PENELITIAN - IV.pdfditampilkan oleh Suara Merdeka selama mencuatnya kasus sengketa SPBE

If you can't read please download the document

  • date post

    05-Jun-2019
  • Category

    Documents

  • view

    214
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB IV HASIL PENELITIAN - IV.pdfditampilkan oleh Suara Merdeka selama mencuatnya kasus sengketa SPBE

64

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Dalam penelitian ini, penulis mengambil semua pemberitaan yang

ditampilkan oleh Suara Merdeka selama mencuatnya kasus sengketa SPBE

tersebut, yaitu periode bulan Juli sampai dengan bulan Desember.

Pemberitaan tersebut berisikan tentang segala peristiwa terkait dengan aksi

penolakan warga Dukuh Pamot Kelurahan Noborejo Kecamatan Argomulyo

Salatiga terhadap keberadaan Stasiun Pengisian Bulk (tabung gas) Elpiji

milik PT Capital Realm Indonesia (PT CRI) di wilayah mereka.

Pada penelitian ini penulis membaginya kedalam tiga tahapan.

Pertama, penulis melakukan analisis teks pemberitaan, dalam dimensi teks

ini, yang diteliti antara lain adalah meliputi struktur makro, superstruktur

dan struktur mikro teks pemberitaan. Penulis memanfaatkan dan mengambil

analisis linguistik tentang kosakata, kalimat, proposisi dan paragraf untuk

menjelaskan dan memaknai teks berita yang ditampilkan oleh harian Suara

Merdeka. Kedua, dengan analisis kognisi sosial, Kognisi sosial merupakan

dimensi untuk menjelaskan bagaimana suatu teks diproduksi oleh

individu/wartawan sebagai pembuat teks berita. Ketiga, Analisis Sosial,

yaitu melihat bagaimana teks itu diberitakan lebih jauh dengan struktur

sosial dan pengetahuan yang berkembang dalam masyarakat atas suatu

wacana. Ketiga dimensi inilah yang digunakan oleh penulis untuk

65

melakukan kajian analisis wacana kritis terhadap pemberitaan kasus

sengketa SPBE di Salatiga oleh harian Suara Merdeka.

4.1 Analisis Teks Berita

Tabel 4.1

Tabel Elemen Wacana VanDijk

JULI

SM 19/07/2010

Warga Demo Tolak Keberadaan SPBE

Struktur Wacana Hal Yang Diamati Elemen

Struktur Makro Tematik

Warga Dukuh Pamot Kelurahan Noborejo

Kecamatan Argomulyo Salatiga, mengadakan

aksi demo menolak keberadaan Stasiun

Pengisian Bulk (tabung gas) Elpiji (SPBE)

diwilayah mereka.

Topik

Super Struktur Skematik

Alur yang ditampilkan dalam pemberitaan ini

adalah, sebagai pembuka menjelaskan bahwa

warga menilai kebaradaan SPBE yang didirikan

PT Capital Realm Indonesia (PT CRI)

mengancam keselamatan mereka.

Inti dari isi pemberitaan menjelaskan bahwa

warga Dukuh Pamot yang menamakan dirinya

Forum Kerukunan Warga Pamot (Fokermapa)

mengadakan aksi demo yaitu dengan

memblokade jalan masuk SPBE dengan

menggunakan kayu dan bambu.

Disela-sela aksi tersebut, warga juga

Skema

66

membubuhkan tanda tangan penolakan pada

kain putih sepanjang 10 meter, yang telah

disediakan. Dijelaskan pula bahwa aksi

masyarakat tersebut dilatarbelakangi oleh

kekawatiran warga terhadap keberadaan SPBE

diwilayah mereka karena seperti akhir-akhir ini

sering terjadinya kasus ledakan gas elpiji di

rumah warga, terlepas dari itu warga juga

merasa jengkel karena didalam pendirian SPBE

tersebut tidak ada ada ijin dari warga sekitar,

dan pembangunannya terkesan ditutup-tutupi.

Dibagian akhir atau penutup memaparkan

pernyataan data pihak pengelola SPBE, yang

mengatakan bahwa aksi demo dari warga

tersebut tidak kepada PT CRI tetapi kepada Wali

Kota.

Struktur Mikro Semantik

Makna yang ingin ditampilkan antara lain

seperti Warga menilai kebaradaan SPBE yang

didirikan PT Capital Realm Indonesia (PT CRI)

mengancam keselamatan mereka, warga

mengadakan aksi demo. Protes tersebut

didasarkan bahwa industri yang memiliki resiko

tinggi tersebut, tanpa persetujuan warga

setempat.

Dengan detil menjelaskan bahwa dalam aksi

tersebut, wargamemblokade jalan masuk menuju

SPBE dengan bambu, serta membawa sanduk,

Latar, Detil, maksud,

praanggapan,

nominalisasi

67

poster, dan keranda yang intinya menolak

keberadaan SPBE di wilayah mereka. warga

sudah berkali-kali menyampaikan protes kepada

SPBE itu.

Sintaksis

Gaya penulisan teks berita tersebut secara umum

menggunakan bentuk kalimat aktif. Dan

cenderung hanya memaparkan pernyataan dari

masing-masing pihak yang terkait dalam kasus

tersebut

Stilistik

Dalam pemberitaan ini tidak ada pemakaian kata

ganti yang dipilih oleh wartawan untuk

memanipulasi bahasa dengan menciptakan

komunitas imajinatif. Misalnya kita atau

kami. Pada prinsisipnya kata ganti digunakan

untuk menunjukkan sikap wartawan dalam

pemberitaannya. Dimana apa yang menjadi

sikap wartawan juga menjadi sikap komunitas

secara keseluruhan, apakah itu warga Dukuh

Pamot, Pemerintah Kota salatiga ataupun Pihak

PT CRI sebagai pengelola.

Dalam pemberitaan ini tidak ditemukan

pemilihan kata oleh wartawan yang secara

ideologis dipakai untuk menunjukkan

pemaknaan seseorang terhadap fakta/realitas.

Artinya dalam pemberitaan ini wartawan

Bentuk kalimat,

koherensi, kata ganti.

Leksikon

68

bersikap netral sebagai komunikator tanpa

memihak kelompok manapun.

Restoris

Dalam pemebritaan ini tidak disertai gambar

ataupun foto. Sebagai bentuk penekanannya

adalah dengan membuat cetak tebal pada bagian

sub judul yang menjelaskan warga khawatir

SPBE akan sebabkan ledakan

Grafis, metafora,

ekspresi

SM 21/07/2010

Wali Kota Kaget, Izin Terpenuhi Warga Tetap Protes.

Struktur Wacana Hal Yang Diamati Elemen

Struktur Makro Tematik

Tema yang ditampilkan dalam pemberitaan ini

adalah sosialisasi pengelola SPBE dengan warga

dinilai masih kurang.

Topik

Super struktur Skematik

Alur yang ditampilkan dalam pemberitaan ini

adalah, sebagai pembuka menjelaskan bahwa

aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga

Pamot terkait pendirian SPBE mengagetkan

Wali Kota Salatiga.

Inti dari isi pemberitaan adalah menjelaskan

Skema

69

bahwa Wali Kota menilai sosialisasi pengelola

SPBE dengan warga masih kurang. Ini

berkenaan dengan kekhawatiran warga tentang

resiko meledaknya tabung gas di SPBE tersebut

dibagian akhir atau penutup mejelaskan bahwa

prosedur dan sosialisasi dari SPBE sudah

dilakukan akan tetapi sbagian warga bersikeras

menolaknya.

Struktur mikro Semantik

Makna yang ingin ditampilkan adalah

Sepengetahuan dirinya (walikota), SPBE

tersebut telah melalui proses perijinanan

termasuk warga sekitar, namun kenyataannya

masih ada warga yang tidak setuju.

Agus Pramono, pengelola SPBE

mengungkapkan, pihaknya telah memenuhi

semua prosedur perijinan yang ditentukan.

Sosialisasi dengan warga telah dilakukan

beberapa kali pula. Dia berharap warga tidak

perlu mempermasalahkan beroperasinya SPBE.

Mereka juga memenuhi standar yang ditetapkan

PT Pertamina. Adapun upaya untuk pendekatan

dengan masyarakat akan tetap dilakukan

Sintaksis

Gaya penulisan teks berita tersebut secara umum

menggunakan bentuk kalimat aktif. Dan

cenderung hanya memaparkan pernyataan dari

Latar, detil, maksud,

praanggapan,

nominalisasi

Bentuk

kalimat,koherensi,

kata ganti

70

masing-masing pihak yang terkait dalam kasus

tersebut.

Stilistik

Dalam pemberitaan ini tidak ada pemakaian kata

ganti yang dipilih oleh wartawan untuk

memanipulasi bahasa dengan menciptakan

komunitas imajinatif. Misalnya kita atau

kami. Pada prinsisipnya kata ganti digunakan

untuk menunjukkan sikap watawan dalam

pemberitaannya. Dimana apa yang menjadi

sikap wartawan juga menjadi sikap komunitas

secara keseluruhan, apakah itu warga

Dukuh Pamot, Pemerintah Kota salatiga ataupun

Pihak PT CRI sebagai pengelola.

Dalam pemberitaan ini tidak ditemukan

pemilihan kata oleh wartawan yang secara

ideologis dipakai untuk menunjukkan

pemaknaan seseorang terhadap fakta/realitas.

Artinya dalam pemberitaan ini wartawan

bersikap netral sebagai komunikator tanpa

memihak kelompok manapun

Leksikon

Struktur mikro Restoris

Dalam pemebritaan ini tidak disertai gambar

ataupun foto. Sebagai bentuk penekanannya

adalah dengan membuat cetak tebal pada bagian

sub judul yang menjelaskan bahwa pihak

pengelola SPBE sudah memenuhi standar

Grafis, metafora,

ekspresi

71

prosedur dan sosialisasi kepada warga.

OKTOBER

02/10/2010

Masyarakat Pamot Somasi Pemkot

Struktur Wacana Hal Yang Diamati Elemen

Struktur makro Tematik

Tema yang ditampilkan dalam pemberitaan ini

adalah penyampaian somasi oleh warg Pamot

kepada Pemkot Salatiga karena menilai

pemberian izin atas SPBE menyalahi aturan.

Tema

Superstruktur Skematik

Alur yang ditampilkan dalam pemberitaan ini

adalah, sebagai pembuka menjelaskan bahwa

pemberian izin dari Pemkot Salatiga terhadap

pendirian SPBE dinilai melanggar hukum, maka

dari itu masyarakat Pamot mengajukan somasi.

Inti dari isi pemberitaan adalah menjelaskan

bahwa Fokermapa menyatakan, masyarakat

Pamot,