BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil...

of 23 /23
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Observasi Awal Kemampuan menggambar bentuk geometri masih kurang diminati anak Kelompok B Paud Afiat seperti anak menggambar bentuk segitiga masih agak bengkok, gambar persegi yang mereka buat miring dan lingkaran yang dibuat kurang tepat dan juga tidak beraturan. Guru di Paud Afiat berupaya terus dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk geometri tersebut dengan memberi kesempatan kepada anak Kelompok B Paud Afiat menggambar bebas apa saja yang ingin digambarnya. Bahkan guru seringkali mengajarkan anak meniru garis tegak datar, miring, lengkung dan lingkaran yang dibuat oleh guru, meminta anak meniru pola bentuk persegi, segitiga, dan lingkaran. Namun tetap saja, guru mengalami beberapa kesulitan. Dari kegiatan pembelajaran tersebut dapat diidentifikasi beberapa kesulitan tersebut diantaranya anak kurang mampu dalam meniru membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar lingkaran, segitiga, dan persegi dengan rapi dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, lingkaran, segitiga, persegi. Berdasarkan data hasil observasi awal yang telah dilakukan peneliti tanggal 5 Januari 2012 pada anak Kelompok B Paud Afiat, diperoleh data kemampuan menggambar bebas yang dimiliki anak masih kurang. Hal ini terlihat jelas pada kertas yang dibagikan guru sebagai tempat untuk menggambar, mereka masih sangat kaku dalam meniru membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran. 41

Transcript of BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil...

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Observasi Awal

Kemampuan menggambar bentuk geometri masih kurang diminati anak Kelompok B

Paud Afiat seperti anak menggambar bentuk segitiga masih agak bengkok, gambar persegi yang

mereka buat miring dan lingkaran yang dibuat kurang tepat dan juga tidak beraturan.

Guru di Paud Afiat berupaya terus dalam meningkatkan kemampuan menggambar bentuk

geometri tersebut dengan memberi kesempatan kepada anak Kelompok B Paud Afiat

menggambar bebas apa saja yang ingin digambarnya. Bahkan guru seringkali mengajarkan anak

meniru garis tegak datar, miring, lengkung dan lingkaran yang dibuat oleh guru, meminta anak

meniru pola bentuk persegi, segitiga, dan lingkaran. Namun tetap saja, guru mengalami beberapa

kesulitan. Dari kegiatan pembelajaran tersebut dapat diidentifikasi beberapa kesulitan tersebut

diantaranya anak kurang mampu dalam meniru membuat garis tegak, miring, lengkung dan

lingkaran, membuat gambar lingkaran, segitiga, dan persegi dengan rapi dan menggambar bebas

dari bentuk dasar titik garis, lingkaran, segitiga, persegi.

Berdasarkan data hasil observasi awal yang telah dilakukan peneliti tanggal 5 Januari

2012 pada anak Kelompok B Paud Afiat, diperoleh data kemampuan menggambar bebas yang

dimiliki anak masih kurang. Hal ini terlihat jelas pada kertas yang dibagikan guru sebagai tempat

untuk menggambar, mereka masih sangat kaku dalam meniru membuat garis tegak, miring,

lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi dan

menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran.

41

Data hasil pengamatan observasi awal terhadap kemampuan menggambar anak

Kelompok B Paud Afiat yang dinilai pada 3 (tiga) aspek menunjukkan bahwa: aspek (1) dapat

membuat garis tegak datar, miring, lengkung dan lingkaran hanya terdapat 8 anak atau 40% anak

yang mampu, dan 12 orang atau 60% yang kurang mampu melakukannya. Pada sepek (2) dapat

membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi terdapat 5 orang anak atau 25%

anak yang mampu dan 15 orang anak atau 75% yang tidak mampu melakukannya. Demikian

halnya pada aspek (3) dapat menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga,

dan lingkaran terdapat hanya 5 orang anak atau 25 % anak yang mampu dan 15 orang anak atau

75% yang tidak mampu melakukannya. Secara jelas hasil pengamatan tersebut dapat dilihat

dalam tabel berikut.

Tabel 3 Hasil Pengamatan Observasi Awal Kemampuan Menggambar Bebas Pada Anak Kelompok B

Paud Afiat

No Indikator

Hasil Capaian

Mampu Kurang Mampu

Tidak Mampu

Jmlh % Jmlh % Jmlh % 1 Dapat membuat garis tegak, miring, lengkung

dan lingkaran 8 40 8 40 4 20

2 Dapat membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi 5 25 11 55 4 20

3 Dapat menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran 5 25 9 45 6 30

Rata-Rata 6 30 9 47 5 23

Persentase Rata-Rata 30% 47% 23

Sumber Data: Olahan Data Primer, 2012

Berdasarkan data yang ada pada tabel 6 di atas, menunjukkan bahwa hasil pengamatan

observasi awal terhadap kemampuan menggambar bebas pada 20 anak Kelompok B Paud Afiat

diperoleh persentase rata-rata hanya sebesar 30% atau 6 anak yang dapat membuat garis tegak,

miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi,

dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran dengan

tepat. Kemudian terdapat 47% atau 9 anak yang kurang mampu dalam membuat garis tegak,

miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi,

dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran dengan baik.

Selebihnya terdapat 23% atau 5 anak yang tidak mampu dalam membuat garis tegak, miring,

lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi, dan

menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran dengan baik.

Dengan demikian sebagian anak Kelompok B Paud Afiat masih perlu bimbingan dalam

meningkatkan kemampuannya menggambar bebas dalam hal: dapat meniru membuat garis

tegak, miring, lengkung dan lingkaran, dapat membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran

dengan rapi dan dapat menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan

lingkaran. Oleh karena itu, berdasarkan hasil kesepakatan antara peneliti dengan pimpinan dan

guru di Paud Afiat bahwa dalam meningkatkan kemampuan tersebut, peneliti akan mencoba

mengajarkan anak Kelompok B Paud Afiat dalam melakukan kegiatan menggambar bebas

dengan teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri.

4.1.2 Siklus I

Deskripsi hasil penelitian tindakan siklus I akan diuraikan sesuai dengan prosedur

penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, yaitu meliputi tahapan perencanaan,

tahapan pelaksanaan tindakan, tahapan pemantauan dan evaluasi dan tahapan analisis dan

refleksi.

4.1.2.1 Tahap Perencanaan Siklus I

Tahap pelaksanaan merupakan tahap awal yang berupa kegiatan untuk menentukan

langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah yang akan dihadapi. Pada

tahap ini, perlunya suatu koordinasi dengan pimpinan Paud Afiat dan guru Kelompok B Paud

Afiat mengenai waktu pelaksanaan penelitian, materi yang akan diajarkan dan bagaimana

rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan.

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilaksanakan sebelumnya, bahwa

kemampuan menggambar bebas anak Kelompok B Paud Afiat masih rendah. Dalam pembahasan

dengan pimpinan dan guru Kelompok B Paud Afiat diperoleh kesepakatan menerapkan teknik

menggambar 3 bentuk dasar geometri untuk meningkatkan kemampuan menggambar bebas

tersebut.

Adapun hal yang dilakukan pada tahap perencanaan ini yaitu sebagai berikut: (1)

Mengkaji kemampuan menggambar bebas anak Kelompok B Paud Afiat berdasarkan observasi

awal dengan indikator: dapat membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, dapat

membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi dan dapat menggambar bebas dari

bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran, (2) Menyusun rencana pembelajaran

dalam bentuk Rencana Kegiatan Harian (RKH) berdasarkan tema/subtema indikator yang telah

dibuat. Mengenai langkah-langkah dan susunan rencana pembelajaran terlampir, (3) Merancang

pelaksanaan kegiatan dalam skenario pembelajaran serta mempersiapkan media yang digunakan

untuk pembelajaran menggambar bebas yang berupa: kertas, pensil, dan krayon. Dalam

merancang kegiatan penelitian dilakukan koordinasi dengan pimpinan dan guru Paud Afiat

sebagai observer, (4) Menyiapkan lembar observasi dan penilaian yang akan digunakan

dalam pembelajaran menggambar bebas dengan teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri, (6)

Mempersiapkan alat dokumentasi.

4.1.2.2 Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Pelaksanaan tindakan penelitian ini merupakan pelaksanaan dari rencana yang telah

dibuat sebelumnya. Tindakan yang dilakukan adalah pembelajaran menggambar bebas dengan

menggunakan teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri untuk meningkatkan kemampuan

menggambar bebas. Tahap pelaksanaan ini terdiri dari dua pertemuan dengan tahap

pelaksanaannya sebagai berikut.

1. Pertemuan I

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 31 Mei 2012. Peneliti

bertindak sebagai guru dan pimpinan Paud Afiat bersama gurunya bertindak sebagai observer.

Pada pertemuan pertama diajarkan tentang membuat garis tegak, miring, lengkung dan

lingkaran dan dapat membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi, dengan

langkah-langkah pembelajaran berpedoman pada skenario pembelajaran sebagai berikut.

Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan inti, dengan terlebih dahulu memperkenalkan

media yang telah disiapkan peneliti dalam kegiatan menggambar bebas seperti : kertas, pensil

dan krayon. Setelah kegiatan ini selesai peneliti mulai mengajarkan kepada anak bagaimana

membuat macam-macam garis pada kertas. Garis dapat berupa : garis tegak, garis miring,

garis putus-putus, garis silang, garis lengkung. Selanjutnya Peneliti mengajarkan kepada anak

bagaimana membuat bentuk gambar lingkaran dengan rapi menggunakan kaleng susu. Setelah

semua kegiatan tersebut diajarkan kepada anak, dilanjutkan dengan pemberian tugas dengan

aspek yang diamati adalah dapat membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran dan

dapat membuat gambar lingkaran dengan rapi menggunakan kaleng susu.

Untuk memudahkan peneliti dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan

pemberian tugas yang diberikan kepada anak, peneliti membagi anak menjadi 4 kelompok,

tiap kelompok berjumlah 5 orang. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung peneliti

melakukan pengamatan dan memberikan bantuan kepada anak yang mengalami kesulitan

dalam membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran dengan tepat dan membuat

gambar lingkaran dengan rapi. Bagi anak yang mampu melaksanakan tugas yang diberikan

peneliti dengan baik, peneliti memberikan penguatan kepada anak tersebut.

2. Pertemuan II

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari berikutnya, yaitu pada hari Senin, tanggal 4

Juni 2012. Pada pertemuan kedua peneliti memberikan langkah pembelajaran yang sama

namun dengan objek pengamatan yang berbeda, indikator: dapat menggambar bebas dari

bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran. Dari hasil pertemuan pertama masih

ada anak didik yang belum mampu membuat gambar bentuk lingkaran yang tepat dengan

menggunakan kaleng susu, pada pertemuan ini peneliti mengajarkan kembali bagaimana

membuat bentuk gambar lingkaran, bentuk gambar persegi dan segitiga. Pada pertemuan

kedua ini akan dilakukan suatu perbaikan atas kekurangan dan permasalahan di pertemuan

pertama.

Setelah kegiatan awal selesai, peneliti masuk pada kegiatan inti yang diawali dengan

memberi tugas kepada anak mengelompokkan pias-pias bentuk geometri (lingkaran, segitiga,

persegi) menurut bentuk dan warna. Selanjutnya peneliti mengajarkan kepada anak

bagaimana membuat bentuk gambar persegi dan segitiga dengan rapi. Untuk mengetahui

kemampuan anak terhadap apa yang telah dipelajarinya, peneliti memberi tugas kepada anak

membuat bentuk persegi dan segitiga dengan rapi menggunakan balok persegi dan balok

segitiga. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan peneliti mengajarkan cara menggambar

bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran, dalam hal ini peneliti memberi

contoh menggambar bentuk mobil dari bentuk persegi dan lingkaran, kemudian meminta anak

untuk menggambar bebas bentuk mobil dari bentuk persegi dan lingkaran.

Untuk memudahkan peneliti dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan

pemberian tugas yang diberikan kepada anak, peneliti kembali membagi anak menjadi 4

kelompok, tiap kelompok berjumlah 5 orang. Peneliti memberikan bantuan dengan

membimbing setiap anak yang mengalami kesulitan dalam menggambar bebas bentuk mobil

dari bentuk persegi dan lingkaran dengan tepat. Bagi anak yang mampu melaksanakan tugas

yang diberikan peneliti dengan baik, peneliti memberikan penguatan kepada anak tersebut.

Setelah kegiatan pembelajaran selesai, anak-anak diajak untuk istirahat, dengan

meminta terlebih dahulu anak berdoa makan, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bermain

bebas, tetapi masih dalam pemantauan peneliti bersama guru mitra. Setelah kegiatan istirahat

selesai anak diminta mengembalikan dan menyimpan mainan pada tempatnya.

Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan kegiatan penutup yaitu anak diminta

menyelesaikan sendiri tugasnya dalam menggambar bebas bentuk mobil dari bentuk persegi

dan lingkaran sampai selesai. Peneliti mengadakan diskusi kegiatan pembelajaran yang telah

dilakukan dan menginformasikan tentang kegiatan pembelajaran besoknya. Setelah kegiatan

tersebut selesai peneliti kembali mengorganisasi anak agar duduk diam dan mengemasi semua

peralatan belajarrnya untuk persiapan pulang ke rumah masing-masing, namun sebelum itu

anak diminta untuk berdoa dan mengucapkan salam sebagai tanda usai pelajaran pada hari itu.

4.1.2.3 Tahap Pemantauan dan Evaluasi Siklus I

Kegiatan ini dilakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tindakan sesuai dengan tujuan

penelitian yaitu meningkatkan kemampuan menggambar bebas pada anak Kelompok B Paud

Afiat melalui teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri. Observasi ini dilakukan pada saat

proses pembelajaran berlangsung. Dalam proses penelitian ini juga dibantu oleh pimpinan dan

guru Paud Afiat dalam mengobservasi, yaitu menilai berdasarkan indikator yang ada pada format

penilaian kegiatan anak dengan memberikan tanda checklist () pada anak yang mampu

melakukan kegiatan berdasarkan indikator yang dinilai. Di samping itu juga mencatat hal-hal

yang dilakukan anak Kelompok B Paud Afiat baik yang positif maupun yang negatif selama

proses pembelajaran dilaksanakan. Demikian halnya pada kegiatan guru lembar observasi

diarahkan pada poin-poin dalam pedoman yang telah dirumuskan oleh peneliti dengan guru

kelas. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai kesesuaian pelaksanaan

pembelajaran menggunakan teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri dengan Rencana

Kegiatan Harian yang telah disusun serta untuk mengetahui seberapa besar pembelajaran dengan

menggunakan teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri dapat meningkatkan kemampuan

menggambar bebas pada anak Kelompok B Paud Afiat. Uraian observasi tiap pertemuan pada

siklus I sebagai berikut.

1. Pengamatan Kegiatan Guru

Hasil penilaian pada lembar pengamatan kegiatan guru siklus I diperoleh

hasil sebagai berikut: a) Persiapan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dalam

hal menyiapkan media dan format penilaian kegiatan anak dalam kriteria baik; b)

kemampuan membuka pelajaran pada kegiatan menarik perhatian anak dan

membangkitkan motivasinya dalam belajar dalam kriteria baik, menjelaskan prosedur

pembelajaran menggambar yang akan dilaksanakan dalam kriteria cukup: c) Sikap

peneliti dalam proses pembelajaran dalam hal kejelasan suara dan penampilan

mengajar berada pada kriteria baik; d) proses pembelajaran dalam

hal kesesuaian penggunaan teknik dengan materi yang diajarkan dalam kriteria baik,

kejelasan dalam menerangkan teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri dan

kejelasan dalam member contoh berada pada kriteria cukup, membimbing dan

mengarahkan anak dalam menggambar bebas dengan teknik menggambar 3 bentuk

dasar geometri; pengelolaan waktu dalam proses pembelajaran dalam kriteria cukup,

e) kegiatan evaluasi dalam hal kemampuan melakukan penilaian berada pada

kriteria baik, memberikan reinforcement kepada anak didik berada pada kriteria

cukup, f) kemampuan menutup pelajaran dalam kriteria baik.

2. Pengamatan Kegiatan Anak

Berdasarkan data hasil pengamatan siklus I terhadap kemampuan menggambar bebas

pada anak Kelompok B Paud Afiat melalui teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri,

diperoleh data kemampuan menggambar bebas yang dimiliki anak pada siklus I mengalami

peningkatan dibanding observasi awal. Hal ini terlihat jelas pada data hasil pengamatan

berdasarkan indikator yang dinilai pada 3 (tiga) aspek menunjukkan bahwa: aspek (1) dapat

membuat garis tegak datar, miring, lengkung dan lingkaran sudah terdapat 14 anak atau 70%

anak yang mampu, dan 4 orang atau 20% yang kurang mampu melakukannya serta 2 orang

atau 10% yang tidak mampu melakukannya. Pada sepek (2) dapat membuat gambar persegi,

segitiga, dan lingkaran dengan rapi sudah terdapat 12 anak atau 60% anak yang mampu dan 6

anak atau 30% yang belum mampu melakukannya serta 2 orang atau 10% yang tidak mampu

melakukannya. Sedangkan pada aspek (3) dapat menggambar bebas dari bentuk dasar titik

garis, persegi, segitiga, dan lingkaran sudah terdapat 10 anak atau 50% anak yang mampu dan

terdapat 6 anak atau 30% anak yang belum mampu melakukannya serta 4 orang atau 20%

yang kurang mampu melakukannya. Secara jelas hasil pengamatan tersebut dapat dilihat

dalam tabel berikut.

Tabel 4 Hasil Pengamatan Siklus I Kemampuan Menggambar Bebas Pada Anak Kelompok B Paud

Afiat

No Indikator

Hasil Capaian

Mampu Kurang Mampu

Tidak Mampu

Jmlh % Jmlh % Jmlh % 1 Dapat membuat garis tegak, miring, lengkung

dan lingkaran 14 70 4 20 2 10

2 Dapat membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi 12 60 6 30 2 10

3 Dapat menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran 10 50 6 30 4 20

Rata-Rata 12 60 5 27 3 13 Persentase Rata-Rata 60% 27% 13

Sumber Data: Olahan Data Primer, 2012

Berdasarkan data yang ada pada tabel 7 di atas, menunjukkan bahwa hasil pengamatan

siklus I terhadap kemampuan menggambar bebas pada 20 anak Kelompok B Paud Afiat melalui

teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri diperoleh persentase rata-rata sebesar 60% atau 12

anak yang dapat membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar

persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi, dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis,

persegi, segitiga, dan lingkaran dengan baik. Kemudian masih ada 27% atau 5 anak yang kurang

mampu dalam membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi,

segitiga, dan lingkaran dengan rapi, dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi,

segitiga, dan lingkaran dengan baik. Selebihnya masih ada 13% atau 3 anak yang tidak mampu

dalam membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga,

dan lingkaran dengan rapi, dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga,

dan lingkaran dengan baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam gambar di bawah ini.

Gambar 1 Rata-Rata Persentase Kemampuan Menggambar Bebas Anak Kelompok B Paud Afiat Melalui

Teknik Menggambar 3 Bentuk Dasar Geometri

Siklus I

Berdasarkan rata-rata persentase hasil pengamatan siklus I terhadap kemampuan

menggambar bebas pada anak Kelompok B Paud Afiat melalui teknik menggambar 3 bentuk

dasar geometri tersebut, dibandingkan dengan indikator kinerja yang ditetapkan belum sesuai

harapan, sehingga peneliti bersama pimpinan dan guru Paud Afiat sebagai guru mitra merasa

bahwa hasil penelitian ini belum maksimal. Oleh sebab itu peneliti dan guru mitra membuat

perencanaan untuk tindakan pada siklus berikutnya.

4.1.2.4 Tahap Analisis dan Refleksi Siklus I

Berdasarkan data-data yang diperoleh dari kolaborasi peneliti dengan pimpinan dan guru

di Paud Afiat, bahwa hasil siklus I diperoleh dari hasil pengamatan kegiatan pembelajaran yang

dilaksanakan peneliti sebagai guru dan kemampuan menggambar bebas yang dimiliki anak

Kelompok B setelah digunakan teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri, kemudian

dianalisis dan direfleksi sebagai langkah pengambilan tindakan pada siklus berikutnya.

Berdasarkan hasil analisis dan refleksi tindakan siklus I dapat disimpulkan bahwa

keaktifan anak didik dalam menggambar masih kurang, karena kurangnya bimbingan dan arahan

dari peneliti kepada anak yang mengalami kesulitan dalam menggambar garis tegak, miring,

0%10%20%30%40%50%60%70%80%

Aspek I Aspek 2 Aspek 3

Mampu

Kurang Mampu

Tidak Mampu

lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi dan

menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran. Selain itu,

kesungguhan sebagian besar anak dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh peneliti dalam

menggambar bebas masih rendah dan belum optimal. Hal ini disebabkan peneliti belum dapat

menyampaikan atau menjelaskan materi secara jelas dalam hal menggambar garis tegak, miring,

lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi dan

menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran dengan teknik

menggambar 3 bentuk dasar geometri. Pada siklus berikutnya perlunya untuk memotivasi anak

baik sebelum maupun sesudah pada setiap proses pembelajaran menggambar bebas sehingga

akan memberikan stimulus (rangsangan) imajinasi yang mendalam pada diri peserta didik untuk

belajar. Hal lain peneliti juga sebaiknya memberikan arahan yang lebih jelas pada anak

bagaimana menggambar garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi,

segitiga, dan lingkaran dengan rapi dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi,

segitiga, dan lingkaran, yaitu dengan lebih membangkitkan gairah anak dalam belajar dengan

lebih komunikatif serta lebih ceria (fun learning) lagi dengan mereka serta bisa memperbaiki

cara penyampaian dalam mengajar baik dari segi suara maupun materi yang diperdalam.

Ketika peneliti membagi anak dalam beberapa kelompok, anak-anak masih terkesan

ramai ketika bergabung dengan kelompoknya. Pada siklus berikutnya sebaiknya peneliti lebih

mengendalikan untuk segera berkumpul dengan kelompok masing-masing. Peneliti kurang

memberikan penguatan kepada anak didik, sehingga masih banyak diantara mereka yang kurang

termotivasi selama proses pembelajaran. Untuk di siklus berikutnya cara motivasi yang diberikan

peneliti salah satunya yaitu dengan memberikan semacam reward pada anak. Hal ini bertujuan

agar minat dan motivasi anak dalam belajar dapat meningkat. Reward disini bisa berupa

penghargaan baik secara verbal maupun non verbal agar anak didik berusaha untuk lebih mampu

menggambar garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga,

dan lingkaran dengan rapi dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga,

dan lingkaran dari teman-temannya yang lain. Di samping itu, peneliti perlu mengarahkan

kepada anak tentang manfaat dalam menggambar bebas, bahwa banyak yang bisa dihasilkan

dalam menggambar bebas pada umumnya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan

dalam menggambar khususnya menggambar bebas melalui teknik menggambar 3 bentuk dasar

geometri.

4.1.3 Siklus II

Pada siklus ini masih dengan pembelajaran yang sama dengan langkah-langkah

kegiatannya seperti pada langkah siklus I, hanya saja pada siklus II ini lebih ditekankan pada

upaya perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan

menggambar pada anak Kelompok B Paud Afiat Desa Pantungo melalui teknik menggambar 3

bentuk dasar geometri berdasarkan hasil analisis dan refleksi siklus I.

4.1.3.1 Tahap Perencanaan Siklus II

Berdasarkan hasil analisis dan refleksi pada siklus I telah diketahui kemampuan

menggambar bebas anak Kelompok B Paud Afiat sudah meningkat melalui teknik menggambar

3 bentuk dasar geometri, tetapi masih kurang maksimal apabila dibandingkan dengan indikator

kinerja yang ditetapkan. Hal ini ditunjukkan masih ada 8 anak atau 40% yang kurang mampu

dalam membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga,

dan lingkaran dengan rapi dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga,

dan lingkaran dengan tepat. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran ini dilanjutkan ke siklus II

dengan harapan pada tindakan siklus II dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan pada siklus I

sehingga tujuan meningkatkan kemampuan menggambar bebas anak Kelompok B Paud Afiat

melalui teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri akan lebih baik lagi.

Secara garis besar perencanaan pada siklus II ini akan dipaparkan pada kegiatan berikut

yaitu dengan melakukan identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah

adalah: (1) Peneliti menyampaikan materi dalam hal dapat membuat garis tegak, miring,

lengkung dan lingkaran, dapat membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi

dengan lebih jelas dan memberikan arahan kembali kepada anak tentang bagaimana cara

menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran dengan tepat, (2)

Memberikan motivasi kepada anak misalnya dengan memberikan penghargaan baik berupa

verbal maupun non verbal, (3) Memberikan bimbingan yang lebih baik lagi kepada anak yang

mengalami kesulitan dalam membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat

gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi dan menggambar bebas dari bentuk dasar

titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran dengan tepat, (4) Lebih mengatur waktu lebih efisien

dalam membelajarkan anak, (5) Menyiapkan Rencana Kegiatan Harian (RKH) dan skenario

pembelajaran untuk pelaksanaan tindakan siklus II, (6) Menyiapkan format penilaian lembar

pengamatan kegiatan guru dan kegiatan anak dalam menilai kemampuannya menggambar bebas

berdasarkan indikator yang dinilai, (7) Menetapkan jadwal pelaksanaan tindakan siklus II dalam

dua pertemuan yaitu pertemuan pertama pada hari Kamis, tanggal 7 Juni 2012 dan pertemuan

kedua pada hari Selasa, tanggal 12 Juni 2012.

4.1.3.2 Tahap Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Tahap pelaksanaan tindakan siklus II ini terdiri dari dua pertemuan. Pada tahap ini guru

melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan Rencana Kegiatan Harian (RKH) dan skenario

pembelajaran yang telah disusun sebagai berikut.

1. Pertemuan 1

Pertemuan pertama siklus II dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 7 Juni 2012.

Sebagaimana pada siklus I peneliti bertindak sebagai guru dan pimpinan Paud Afiat bersama

gurunya bertindak sebagai observer. Pada pertemuan pertama ini, peneliti mengajarkan

kembali tentang dapat membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran dan dapat

membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi karena masih ada 40% anak

yang kurang mampu melakukan kegiatan tersebut dengan tepat. Langkah-langkah

pembelajaran yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut

Pada kegiatan inti peneliti dimulai dengan memberi tugas anak mengurutkan pola

bentuk geometri misalnya: segitiga, lingkaran, persegi.. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan

dengan mengajarkan kembali bagaimana membuat garis tegak, garis miring, garis putus-

putus, garis silang, garis lengkung dan garis lingkaran. Dilanjutkan dengan peneliti

mengajarkan kembali kepada anak bagaimana membuat bentuk gambar segitiga dan persegi

dengan rapi. Setelah semua kegiatan tersebut diajarkan kepada anak, dilanjutkan dengan

pemberian tugas untuk mengetahui kemampuan anak dengan aspek yang diamati adalah dapat

membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran dan dapat membuat bentuk gambar

segitiga dan persegi dengan rapi.

Pembelajaran kembali dilanjutkan dengan mengajarkan anak menggambar bentuk

rumah dengan bentuk dasar segitiga dan persegi dengan tepat. Setelah kegiatan ini selesai

peneliti kembali memberi tugas anak menggambar bentuk rumah dengan bentuk dasar

segitiga dan persegi dengan tepat. Tak lupa saat melaksanakan tugas peneliti memberikan

bantuan dengan membimbing anak yang mengalami kesulitan dalam membuat garis tegak,

miring, lengkung dan lingkaran dengan tepat dan membuat bentuk gambar segitiga dan

persegi dengan rapi. Bagi anak yang mampu melaksanakan tugas yang diberikan peneliti

dengan baik, peneliti memberikan penguatan kepada anak tersebut.

2. Pertemuan II

Pertemuan kedua dilaksanakan pada pada hari Senin, tanggal 12 Juni 2012. Pada

pertemuan kedua peneliti kembali memberikan langkah pembelajaran yang sama namun

dengan objek pengamatan yang berbeda sebagaimana tindakan siklus I pada indikator: dapat

menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran sesuai dengan

sub tema ”Sekolahku”. Pada pertemuan kedua ini kembali akan dilakukan suatu perbaikan

atas kekurangan dan permasalahan di pertemuan pertama dengan langkah-langkah

pembelajaran sebagai berikut.

Kegiatan inti diawali dengan memberi tugas anak memasangkan bentuk geometri

dengan benda 3 dimensi yang bentuknya sama misalnya bola-lingkaran, persegi-kotak tempat

makan anak, balok-segitiga. Pembelajaran dilanjutkan dengan mengajarkan kepada anak

bagaimana membuat bentuk gambar persegi, segitiga dan lingkaran dengan rapi. Untuk

mengetahui kemampuan yang dimiliki anak atas apa yang diajarkan peneliti, anak-anak diberi

tugas membuat bentuk gambar persegi, segitiga dan lingkaran dengan rapi. Setelah kegiatan

ini selesai, peneliti kembali mengajarkan cara menggambar bebas dari bentuk dasar persegi dan

segitiga menjadi gambar sekolah. Seperti biasanya untuk mengetahui kemampuan anak terhadap

apa yang telah diajarkan, peneliti memberi tugas kepada anak menggambar bebas dari bentuk

dasar persegi dan segitiga menjadi gambar sekolah. Untuk memudahkan peneliti dalam

melakukan pengawasan terhadap kegiatan pemberian tugas yang diberikan kepada anak,

peneliti membagi anak menjadi 4 kelompok, tiap kelompok berjumlah 5 orang. Peneliti

memberikan bantuan dengan membimbing setiap anak yang mengalami kesulitan dalam

menggambar bebas dari bentuk dasar persegi dan segitiga menjadi gambar sekolah dengan

tepat. Bagi anak yang mampu melaksanakan tugas yang diberikan peneliti dengan baik,

peneliti memberikan penguatan kepada anak tersebut.

4.1.3.3 Tahap Pemantauan dan Evaluasi Siklus II

Tahap pemantauan dan evaluasi di siklus II dilaksanakan seperti yang dilakukan pada

siklus I. situasi yang terjadi pada siklus II ini, hampir sama dengan situasi yang terjadi pada

siklus I. Adapun hasil kegiatan tahapan pemantauan dan evaluasi yang diperoleh dari siklus II

berdasarkan catatan yang dilakukan dapat dilihat dalam tabel berikut.

1. Pengamatan Kegiatan Guru

Hasil penilaian pada lembar pengamatan kegiatan guru siklus II diperoleh

hasil sebagai berikut: a) Persiapan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai dalam

hal menyiapkan media dan format penilaian kegiatan anak dalam kriteria baik; b)

kemampuan membuka pelajaran pada kegiatan menarik perhatian anak dan

membangkitkan motivasinya dalam belajar dalam kriteria baik, menjelaskan prosedur

pembelajaran menggambar yang akan dilaksanakan dalam kriteria baik; c) Sikap

peneliti dalam proses pembelajaran dalam hal kejelasan suara dan penampilan

mengajar berada pada kriteria baik; d) proses pembelajaran dalam

hal kesesuaian penggunaan teknik dengan materi yang diajarkan dalam kriteria baik,

kejelasan dalam menerangkan teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri dan

kejelasan dalam member contoh berada pada kriteria baik, membimbing dan

mengarahkan anak dalam menggambar bebas dengan teknik menggambar 3 bentuk

dasar geometri; pengelolaan waktu dalam proses pembelajaran dalam kriteria baik,

e) kegiatan evaluasi dalam hal kemampuan melakukan penilaian berada pada

kriteria baik, memberikan reinforcement kepada anak didik berada pada kriteria baik,

f) kemampuan menutup pelajaran dalam kriteria baik.

2. Pengamatan Kegiatan Anak

Berdasarkan data hasil pengamatan siklus II terhadap kemampuan menggambar bebas

pada anak Kelompok B Paud Afiat melalui teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri,

diperoleh data kemampuan menggambar bebas yang dimiliki anak pada siklus I mengalami

peningkatan yang signifikan dibanding observasi awal dan siklus I. Hal ini terlihat jelas pada

data hasil pengamatan berdasarkan indikator yang dinilai pada 3 (tiga) aspek menunjukkan

bahwa: aspek (1) dapat membuat garis tegak datar, miring, lengkung dan lingkaran sudah

terdapat 18 anak atau 90% anak yang mampu, dan 2 orang atau 10% yang kurang mampu

melakukannya serta 0% yang tidak mampu melakukannya. Pada sepek (2) dapat membuat

gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi sudah terdapat 17 anak atau 85% anak

yang mampu dan 3 anak atau 15% yang tidak mampu melakukannya serta 0% yang tidak

mampu melakukannya. Demikian halnya pada aspek (3) dapat menggambar bebas dari bentuk

dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran sudah terdapat 17 anak atau 85% anak yang

mampu dan 3 anak atau 15% yang belum mampu melakukannya serta 1 orang atau 5% yang

kurang tidak mampu melakukannya. Secara jelas hasil pengamatan tersebut dapat dilihat

dalam tabel berikut.

Tabel 5 Hasil Pengamatan Siklus II Kemampuan Menggambar Bebas Pada Anak Kelompok B Paud

Afiat

No Indikator

Hasil Capaian

Mampu Kurang Mampu

Kurang Mampu

Jmlh % Jmlh % Jmlh % 1 Dapat membuat garis tegak, miring, lengkung

dan lingkaran 18 90 2 10 0 0

2 Dapat membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi 17 85 3 15 0 0

3 Dapat menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran 17 85 2 10 1 5

Rata-Rata 17 86 2 12 0 2 Persentase Rata-Rata 86% 12% 2

Sumber Data: Olahan Data Primer, 2012

Berdasarkan data yang ada pada tabel 8 di atas, menunjukkan bahwa hasil pengamatan

siklus II terhadap kemampuan menggambar bebas pada 20 anak Kelompok B Paud Afiat melalui

teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri diperoleh persentase rata-rata sebesar 17 anak atau

86% yang dapat membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar

persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi, dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis,

persegi, segitiga, dan lingkaran dengan baik. Dan masih ada 2 anak atau 12% yang kurang

mampu dalam membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi,

segitiga, dan lingkaran dengan rapi, dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi,

segitiga, dan lingkaran dengan baik. Selebhnya masih ada 2% yang tidak mampu dalam

membuat garis tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan

lingkaran dengan rapi, dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan

lingkaran dengan baikUntuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam gambar di bawah ini.

Gambar 2 Rata-Rata Persentase Kemampuan Menggambar Bebas Anak Kelompok B Paud Afiat Melalui

Teknik Menggambar 3 Bentuk Dasar Geometri Siklus II

Berdasarkan rata-rata persentase hasil pengamatan siklus II terhadap kemampuan

menggambar bebas pada anak Kelompok B Paud Afiat melalui teknik menggambar 3 bentuk

dasar geometri tersebut, dibandingkan dengan indikator kinerja yang ditetapkan sudah sesuai

harapan, sehingga peneliti bersama pimpinan dan guru Paud Afiat sebagai guru mitra merasa

bahwa hasil penelitian ini telah maksimal. Oleh sebab itu peneliti dan guru mitra berkesimpulan

tidak perlu untuk melakukan tindakan pada siklus berikutnya.

4.1.3.4 Tahap Analisis dan Refleksi Siklus II

Hasil siklus II yang didapat dari hasil observasi, penilaian proses dan penilaian hasil

kemampuan menggambar bebas anak Kelompok B Paud Afiat melalui teknik menggambar 3

bentuk dasar geometri dapat disimpulkan bahwa kemampuan menggambar bebas anak

Kelompok B Paud Afiat sudah meningkat secara maksimal. Adapun hasilnya dapat dijelaskan

sebagai berikut.

1. Selama proses pembelajaran berlangsung keaktifan dan keantusiasan anak dalam

menggambar sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat ketika dalam proses pembelajaran

maupun dalam mengerjakan tugas yang diberikan peneliti dalam hal membuat garis

tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan

lingkaran dengan rapi dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi,

segitiga, dan lingkaran, secara keseluruhan anak Kelompok B Paud Afiat sudah

0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%

100%

Aspek I Aspek 2 Aspek 3

Mampu

Kurang Mampu

Tidak Mampu

memperlihatkan aktivitas yang baik. Hal lain telihat anak sudah mempunyai

keberanian untuk bertanya apabila mengalami kesulitan dalam membuat garis

tegak, miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan

lingkaran dengan rapi dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi,

segitiga, dan lingkaran.

2. Kualitas proses dan kemampuan anak Kelompok B Paud Afiat dalam menggambar

bebas melalui teknik 3 bentuk dasar geometrik yaitu persegi, segitiga dan lingkaran

terjadi peningkatan. Terbukti dari 20 anak didik yang mampu membuat garis tegak,

miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran

dengan rapi dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga,

dan lingkaran dengan baik sudah terdapat 17 anak atau 85% dan 3 anak atau 15%

yang belum mampu.

3. Dalam melaksanakan proses pembelajaran, peneliti telah sesuai dengan RKH yang

telah dibuat sebelumnya. Hanya pada pertemuan II peneliti kelebihan waktu 10

menit. Hal ini dikarenakan peneliti memberikan penghargaan, serta ucapan terima

kasih kepada seluruh anak Kelompok B bersama pimpinan Paud dan guru kelas

atas kerjasamanya selama ini bersedia menjadi guru mitra.

Berdasarkan hasil penelitian silklus II, dilihat dari rata-rata persentase yang

diperoleh terkait dengan kemampuan menggambar bebas anak Kelompok B Paud Afiat

dengan menggunakan teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri mengalami

peningkatan dibanding siklus I yaitu sebesar 85%. Dengan mempertimbangkan capaian

hasil proses pembelajaran siklus II serta diskusi dengan observer, maka dapat

disimpulkan bahwa teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri dapat meningkatkan

kemampuan menggambar bebas anak Kelompok B Paud Afiat. Dari fakta penelitian

tindakan kelas ini dianggap cukup dan diakhiri pada siklus II.

4.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang diolah dari data-data penelitian yang ada pada siklus I

dan Siklus II dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan kemampuan menggambar bebas anak

Kelompok B Paud Afiat melalui teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri. Hal ini tampak

jelas pada rata-rata persentase kemampuan menggambar bebas yang dicapai anak Kelompok B

Paud Afiat, sebagaimana terlihat pada tabel berikut ini.

Tabel 6 Rekapitulasi Rata-Rata Persentase Kemampuan Menggambar Bebas

Anak Kelompok B Paud Afiat

No Kegiatan Tindakan Hasil Capaian

Mampu Kurang Mampu Tidak Mampu Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 Observasi Awal 6 30 9 47 5 23 2 Siklus I 12 60 5 27 3 13 3 Siklus II 17 85 2 12 0 2

Peningkatan kemampuan menggambar bebas anak Kelompok B Paud Afiat melalui

bahwa teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri lebih jelasnya dapat dilihat dalam gambar

berikut ini.

Gambar 3 Rata-Rata Persentase Kemampuan Menggambar Bebas Anak Kelompok B Paud Afiat Melalui

Teknik Menggambar 3 Bentuk Dasar Geometri Observasi Awal, Siklus I dan Siklus II

Dengan memperhatikan hasil yang dicapai dari kegiatan pembelajaran yang telah

dilaksanakan peneliti, telah menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menggambar bebas

anak Kelompok B Paud Afiat melalui bahwa teknik menggambar 3 bentuk dasar geometri yaitu

dari observasi awal hanya 6 anak atau 30% yang mampu dalam hal dapat membuat garis tegak,

miring, lengkung dan lingkaran, membuat gambar persegi, segitiga, dan lingkaran dengan rapi

dan menggambar bebas dari bentuk dasar titik garis, persegi, segitiga, dan lingkaran, setelah

diadakan tindakan siklus I meningkat menjadi 12 anak atau 60%, siklus II menjadi 17 anak atau

85%.

Dengan demikian dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa melalui teknik menggambar 3

bentuk dasar geometri efektif dapat meningkatkan kualitas proses dan kualitas hasil

pembelajaran kemampuan menggambar bebas anak Kelompok B Paud Afiat.

0%10%20%30%40%50%60%70%80%90%

Mampu Kurang Mampu Tidak Mampu

Observasi Awal

Siklus I

Siklus II