BAB I PENDAHULUAN - .atau suatu proses sewaktu atom, molekul, atau ion memasuki suatu fase limbah

download BAB I PENDAHULUAN - .atau suatu proses sewaktu atom, molekul, atau ion memasuki suatu fase limbah

of 70

  • date post

    22-May-2019
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of BAB I PENDAHULUAN - .atau suatu proses sewaktu atom, molekul, atau ion memasuki suatu fase limbah

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Minyak adalah suatu istilah umum untuk semua cairan organik

yang tidak larut / bercampur dalam air (hidrofobik) tetapi dapat larut pada

pelarut organik. Ada berbagai macam jenis minyak yang dimanfaatkan

secara beragam pula oleh manusia. Salah satu jenis minyak yang sering

dimanfaatkan oleh manusia adalah minyak kelapa sebagai minyak goreng.

Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sebagai

alat pengolah bahanbahan makanan. Minyak goreng sebagai media

penggoreng sangat penting dan kebutuhannya semakin meningkat. Kini

krisis minyak goreng nyaris merata di hampir seluruh kota di negara yang

menjadi salah satu penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia ini.

Dengan kondisi harga minyak goreng yang semakin melambung tinggi,

membuat sejumlah kalangan masyarakat untuk berpikir kreatif mendaur

ulang minyak goreng bekas pakai atau disebut juga minyak jelantah.

Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah dipakai

berulang-ulang sampai berubah menjadi keruh.Walaupun minyak jelantah

masih dapat digunakan untuk menggoreng, penggunaan minyak ini secara

berulang-ulang dapat membahayakan kesehatan.Hal ini dikarenakan,

pemakaian minyak berulang-ulang dapat meningkatkan persentase lemak

jenuh atau lemak tidak baik dan dapat menurunkan persentase lemak tak

jenuh atau lemak baik pada minyak.Selain itu, penggunaan minyak

jelantah juga dapat menyebabkan munculnya radikal bebas yang tidak baik

untuk tubuh. Radikal bebas tidak baik karena merupakan zat karsinogenik

atau zat pemicu kanker bagi tubuh manusia.

Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu cara untuk

memurnikan kembali minyak jelantah agar dapat berfungsi kembali seperti

minyak baru. Jika kualitas minyak jelantah bisa kembali baik atau

2

mendekati kualitas minyak baru yang dilihat dari kandungan di dalamnya,

minyak jelantah dapat digunakan beberapa kali lagi. Untuk itu, dibutuhkan

suatu senyawa yang dapat menghilangkan radikal bebas sehingga minyak

jelantah dapat berkualitas prima seperti minyak baru. Senyawa tersebut

dapat ditemukan di beberapa jenis tumbuhan, salah satunya adalah pada

kulit petai.

Pada kulit petai terdapat senyawa fenolik yang dapat menangkal

radikal bebas dengan cepat sehingga dapat menjernihkan kembali minyak

jelantah.Senyawa fenolik sendiri merupakan senyawa yang banyak

terdapat pada tumbuhan dan memiliki cincin aromatik satu atau lebih

gugus hidroksi (OH-).Menurut sumber, kelebihan lain dari kulit petai

adalah dapat menghilangkan bau tengik dari minyak jelantah. Selain itu,

dengan memanfaatkan kulit petai, peneliti turut serta memanfaatkan

limbah yang biasa terbuang.Maka, kulit petai dapat dioptimalkan

manfaatnya selain biasanya hanya dibuang begitu saja.

Sebelumnya, sudah pernah ada pihak yang melakukan penelitian

serupa yaitu menjernihkan minyak jelantah menggunakan ekstrak kulit

petai.Penelitian oleh Gideon Fransisco, mahasiswaUniversitas Katolik

Widya Mandala Surabaya (UKWMS),dilakukan dengan mengekstrak

senyawa fenolik pada kulit petai untuk dijadikan sebagai absorben.

Penelitian ini berhasil memperpanjang umur minyak jelantah, sehingga

minyak jelantah dapat dipakai kembali sebanyak tiga sampai empat kali

penggorengan lagi.

Penelitian lain yang menyerupai penelitian ini adalah cara

menjernihkan minyak jelantah menggunakan ampas tebu sebagai

adsorbennya. Penelitian ini dilakukan oleh A. Fuadi Ramdja, Lisa Febrina,

dan Daniel Krisdianto, mahasiswa Universitas Sriwijaya, dengan

mengubah partikel ampas tebu sebagai adsorben menjadi sekecil-kecilnya

untuk hasil yang maksimal. Penelitian ini berhasil karena minyak jelantah

dapat kembali ke kondisi baik seperti minyak baru setelah dilakukan

pengujian kualitas minyak.

3

Atas dasar hal tersebut, maka peneliti berminat untuk melakukan

penelitian yang berjudul PemanfaatanParkia speciosa untuk

Menjernihkan Minyak Jelantah.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1.2.1 Apakah kulit petai dapat digunakan untuk menjernihkan minyak jelantah?

1.2.2 Bagaimana cara menggunakan kulit petai untuk menjernihkan minyak

jelantah?

1.2.3 Bagaimana kualitas minyak hasil penjernihan tersebut?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

1.3.1 Untuk mengetahui apakah kulit petai dapat digunakan untuk menjernihkan

minyak jelantah.

1.3.2 Untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan kulit petai untuk

menjernihkan minyak jelantah.

1.3.3 Untuk mengetahui kualitas minyak hasil penjernihan dari kulit petai.

1.4 MANFAAT PENELITIAN

1.4.1 Untuk peneliti

1. Meningkatkan kreativitas peneliti.

2. Membuat inovasi baru di bidang lingkungan dan pemakaian minyak yang

sudah tak terpakai.

3. Menambah wawasan tentang manfaat dari kulit petai.

4. Sebagai wawasan bagi peneliti dalam pemanfaatan dan pengolahan

minyak jelantah.

1.4.2 Untuk masyarakat dan lingkungan :

1. Menghemat pengeluaran dengan mendaur ulang minyak jelantah.

2. Mengurangi limbah minyak dan kulit petai yang mengotori lingkungan.

3. Mengoptimalkan manfaat dari kulit petai yang biasa tidak termanfaatkan.

4

1.5 BATASAN MASALAH

1. Perlu dilakukan pengujian kualitas minyak untuk mengetahui hasil

penelitian. Padahal, tahap pengujian ini cukup sulit untuk dilakukan

karena meliputi tahap pengujian kadar air, asam lemak bebas, dan

penentuan bilagan peroksida dimana membutuhkan peralatan yang

lengkap dan memadai serta melewati serangkaian proses yang cukup sulit.

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kulit Petai (Parkia speciosa)

Gambar 2.1 Kulit petai

Sumber : google image

Petai (Parkia speciosa) merupakan pohon tahunan tropika dari suku

polong-polongan (Fabaceae) dan merupakan anak suku petai-petaian

(Mimosoidae). Secara fisik, pohon petai dapat mencapai ketinggian 20 meter dan

memiliki sedikit cabang. Pohon petai juga memiliki daun majemuk yang tersusun

secara sejajar dan juga memiliki bunga majemuk yang tersusun dalam bongkol

yang biasanya terdapat di ujung ranting. Sementara buahnya berukuran besar,

memanjang, dan bertipe buah polong. Dalam satu buah terdapat hingga 20 biji

berwarna hijau dan diselimuti selaput berwarna coklat terang.

Biji petai dilindungi oleh kulit petai yang memiliki beragam manfaat.

Kulit petai mengandung senyawa fenolik yang dapat berfungsi sebagai

antioksidan alami dan dapat menangkal radikal bebas. Bagi kesehatan, kulit petai

bermanfaat sebagai bahan anti penuaan, mencegah tumbuhnya sel secara

abnormal, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan sirukulasi darah,

menjaga kesehatan kardiovaskular, mengobati diabetes dan asam urat. Bagi

tumbuhan, kulit petai dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman dan

mencegah timbulnya hama karena kulit petai berperan sebagai insektisida dan

fungisida alami..

6

Manfaat-manfaat kulit petai ini dikarenakan kulit petai memiliki

kandungan senyawa yang beragam dan bermanfaat. Contoh senyawa yang

terkandung dalam kulit petai adalah senyawa fenol yang berfungsi sebagai zat anti

gatal dan senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai zat anti inflamasi atau zat

yang dapat mengurangi tanda-tanda dan gejala peradangan. Kedua senyawa ini

tergolong sebagai antioksidan alami yang bermanfat dalam menangkal radikal

bebas. Bagi tubuh, radikal bebas dapat menyebabkan penuaan dini, menyebabkan

munculnya penyakit kronis, merusak jaringan, serta merusak DNA.

2.2 Minyak Jelantah

Gambar 2.2 Minyak jelantah

Sumber : google image

Minyak adalah suatu istilah umum untuk semua cairan organik yang tidak

larut / bercampur dalam air (hidrofobik) tetapi dapat larut pada pelarut organik.

Minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid, yaitu

senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut

dalam pelarut organik non-polaryang polaritasnya sama.

Dari asal diperolehnya, ada tiga jenis minyak yaitu minyak nabati, minyak

hewani, dan minyak bumi.Minyak nabati adalah minyak yang dapat diperoleh dari

tumbuh-tumbuhan.Minyak hewani adalah minyak yang dapat diperoleh dari

berbagai jenis hewan.Sementara, minyak bumi merupakan minyak yang diperoleh

dari hasil tambang yang berupa campuran dari berbagai zat organik.

Manusia memanfaatkan minyak untuk berbagai macam fungsi bergantung

pada darimana minyak tersebut diperoleh.Misalnya, minyak kelapa sawit yang

dipakai untuk menggoreng, minyak tanah untuk bahan bakar, minyak rem sebagai

https://id.wikipedia.org/wiki/Lipid

7

pelumas, maupun minyak nilam yang dipakai sebagai wewangian.Salah satu yang

paling sering digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari adalah minyak

goreng yang biasa dipakai untuk memasak.

Minyak goreng atau minyak masakan merupakan minyak atau lemak yang

berasal dari pemurnian bagian tumbuhan, hewan, atau dibuat secara sintetik yang

dimurnikan dan biasanya digunakan untuk menggoreng m