Asal usul unggas ayam

of 26 /26
ASAL USUL UNGGAS AYAM Ayam Hutan Merah Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Aves Ordo: Galliformes Famili: Phasianidae Genus: Gallus Spesies: G. gallus

Embed Size (px)

Transcript of Asal usul unggas ayam

ASAL USUL UNGGAS AYAM

ASAL USUL UNGGAS AYAMAyam Hutan Merah

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: AnimaliaFilum: ChordataKelas: AvesOrdo: GalliformesFamili: PhasianidaeGenus: GallusSpesies: G. gallusAyam Hutan Merah

Ciri-ciriJangger tunggal, bergerigiJantan : bulu bagian leher, sayap dan punggung berwarna merah jingga, serta bagian dada berwarna hitam, gelambir merah 2 buah,Betina : bulunya merah kecoklat-coklatan dan diselingi warna hitam, Ayam betina biasanya menetaskan antara lima sampai enam butir telur berwarna coklat muda pucat atau coklat kemerahan. Anak ayam dapat terbang setelah berumur satu minggu.Cakarnya gelapAyam-hutan merah tersebar luas di hutan tropis dan dataran rendah di benua Asia, dari Himalaya, RRC, Asia Tenggara, hingga ke Sumatra dan Jawa. Ada lima subspesies yang dikenali. Di Indonesia, subspesies G. g. bankiva ditemukan di Jawa, Bali, Lombok dan Sumatra.Ayam Hutan HijauKerajaan: AnimaliaFilum: ChordataKelas: AvesOrdo: GalliformesFamili: PhasianidaeGenus: GallusSpesies: G. variusKlasifikasi ilmiah

Ciri-ciri Panjang tubuh total sekitar 60 cm pada ayam jantan, dan 42 cm pada yang betina. Jengger pada ayam jantan tidak bergerigi, dengan warna kebiruan di tengahnya. Pial tunggal Bulu-bulu pada leher, tengkuk dan mantel hijau berkilau dengan tepian kehitaman, nampak seperti sisik ikan. Penutup pinggul panjang meruncing kuning keemasan dengan tengah berwarna hitam. Sisi bawah tubuh hitam, dan ekor hitam berkilau kehijauan. Ayam betina lebih kecil, kuning kecoklatan, dengan garis-garis dan bintik hitam.Iris merah, paruh abu-abu keputihan, dan kaki kekuningan atau agak kemerahan.Penyebaran dan KebiasaanMenyukai daerah terbuka, tepi hutan . Penyebarannya terbatas di Jawa dan kepulauan Nusa Tenggara termasuk Bali. Di Jawa Barat tercatat hidup hingga ketinggian 1.500 m dpl, di Jawa Timur hingga 3.000 m dpl dan di Lombok hingga 2.400 m dpl.Ayam-hutan Hijau memakan aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, aneka serangga, serta berbagai jenis hewan kecil seperti laba-laba, cacing, kodok dan kadal kecil.Ayam ini kerap terlihat dalam kelompok, 2 7 ekor atau lebih, Pada malam hari, kelompok ayam hutan ini tidur tak berjauhan di rumpun bambu, perdu-perduan, atau daun-daun palem hutan pada ketinggian 1,5 4 m di atas tanah.Ayam hutan hijau berbiak antara bulan Oktober-Nopember di Jawa Barat dan sekitar Maret-Juli di Jawa Timur. Telur 3-4 butir berwarna keputih-putihan.Ayam-hutan Hijau pandai terbang. Ayam hutan kelabu atau Gallus sonneratiiKerajaan:AnimaliaFilum:ChordataKelas:AvesOrdo:GalliformesFamili:PhasianidaeGenus:GallusSpesies:G. sonneratiiKlasifikasi ilmiahCiri-ciri Ayam hutan jantan memiliki bulu-bulu leher, tengkuk dan mantel berwarna kelabu berbintik hitam-putih dengan kulit muka merah, bercak putih di telinga, paruh kuning kecoklatan, iris mata kuning, ekor hitam keunguan dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah. Sisi bawah tubuh berwarna kelabu bergaris putih dan kakinya berwarna kuning kemerahan terang dengan sebuah taji. Ayam betina memiliki kaki tidak bertaji, bulu-bulu yang pendek, berwarna coklat tua dengan bulu-bulu seperti sisik berwarna putih kecoklatan di bagian sisi bawah tubuh.

Penyebaran dan KebiasaanAyam hutan kelabu tersebar dan endemik di hutan tropis bercuaca kering di India bagian tengah, barat dan selatan. Ayam betina biasanya menetaskan telur antara tiga sampai lima butir berwarna putih atau putih kemerahan yang dierami oleh induk betina selama kurang lebih tiga minggu.Ayam hutan kelabu mempunyai kebiasaan serupa dengan Ayam hutan merah, yang juga dapat ditemui dan berhibridasi di India. Ayam ini hidup berkelompok dan bersarang di atas pohon. Di pagi dan sore hari, mereka keluar mencari makanan di atas permukaan tanah. Pakan ayam hutan kelabu terdiri dari aneka biji-bijian, pucuk rumput dan dedaunan, serangga serta berbagai jenis hewan kecil.Nama ilmiah spesies ini memperingati seorang penjelajah berkebangsaan Perancis bernama Pierre Sonnerat.Ayam hutan Ceylon (Gallus lafayetti L)Kerajaan:AnimaliaFilum:ChordataKelas:AvesOrdo:GalliformesFamili:PhasianidaeGenus:GallusSpesies:G. Lafayetti LessonKlasifikasi ilmiahCiri-ciri Warna bulu mirip dengan ayam hutan merah, tapi pada yang jantan bulu bagian dada berwarna merah jinggaYang betina mempunyai bulu sekunder berwarna lurik (barred)Jangger bagian tengahnya bewarna kuningTelur bertotol-totol

Perbedaan postur keempat jenis ayam hutan

TEORI ASAL USUL AYAM PIARAANMONOPHYLETIC (Darwin 1868)Nenek moyang ayam sekarang bersal dari ayam hutan merah (Galus galus)Alasan :Hasil Persilangan Gallus galus dg ayam piaraan fertilSuara Gallus galus hampir sama dg ayam sekarangHasil persilangan galus galus dengan ayam sekarang menghasilkan warna hitam dan merahPOLIPHYLETIC (Ghigi 1922)Nenek moyang ayam sekarang berasal dari banyak nenek moyang Alasan :Adanya perbedaan temperamen dan sifat-sifat fisiologisWarna bulu merah keemasan berasal dari ayam hutan merahWarna bulu abu-abu dan perak berasal dari ayam hutan abu-abuWarna bulu hitam polos berasal dari ayam hutan hijauCakar berwarna kuning berasal dari ayam hutan abuPENGGOLONGAN AYAM RASBerdasarkan KlasBerdasarkan Asal-UsulBerdasarkan Berat Ringannya AyamBerdasarkan Tujuan PemeliharaanBerdasarkan Pertumbuhan atau fase hidupSilsilah Dalam SeleksiPerusahaan atau Breeding Farm

KlasBangsaVaritasTypeCombWarnaKulitWarnaTelurBuluShankBerat BadanJantanBetiaAmericanPlimouth RockBarredSingleKuningCoklatNon4,33,4WhiteBuffSilver ColumbianBlueWyandotteSilverSingleKuningCoklatNon3,92,9GoldenWhiteBuffPartrigeSilver PI. Penggolongan Berdasarkan Klas

KlasBangsaVaritasTypeCombWarnaKulitWarnaTelurBuluShankBerat BadanJantanBetiaAmericanR.I.RSingleSingleKuningCoklatNon3.92,9RoseRoseKuningCoklatNon3.92,9R.I.R WhiteRoseRoseKuningCoklatNon3.92,9Jersey GiantBlackSingleKuningCoklatNon5.94,9WhiteNew HampshireSingleKuningCoklatNon3.92,9LamonaSingleKuningPutihNon3.62,9DominiqueRoseKuningCoklatNon3.92,9JavaBlackSingleKuningCoklatNon3.22,3MotledBarredSingleKuningPutihNon3.92,9

KlasBangsaVaritasTypeCombWarnaKulitWarnaTelurBuluShankBerat BadanJantanBetiaAsiaticBrahmaLightPeaKuningCoklatAda5,44,3DarkBuffChochinBuffSingleKuningCoklatAda5,44,3PartrigeWhiteBlackLangshamWhiteSinglePutihCoklatAda4,33,4BlackI. Penggolongan Berdasarkan KlasKlasBangsaVaritasTypeCombWarna KulitWarnaTelurBuluShankBerat BadanJantanBetiaEnglishDorkingWhiteSinglePutihPutihNon3,42,7SilverRoseColouredSingleOrpingtonBuffSingleKuningCoklatNon4,53,8BlueWhiteBlackCornishWhiteSinglePutihCoklatNon4,33,4DarkBuffSussexSpeckledSinglePutihCoklatNon4,13,2RedLightAustrolorpBlackSinglePutihTintedNon3,92,9RedcupRosePutihPutihNon3,42,7

KlasBangsaVaritasTypeCombWarna KulitWarnaTelurBuluShankBerat BadanJantanBetiaMediteranianLeghornDark BrownSingleKuningPutihNon2,72,0Light BrownRoseRose CombSingelWhiteRoseBlackRoseSilverSingleMinorcaBlackSinglePutihPutihNon4,13,4BlackRoseWhiteSingleBuffSingleSpanishWhiteSinglePutihPutihNon3,82,9BlackKlasBangsaVaritasTypeCombWarna KulitWarnaTelurBuluShankBerat BadanJantanBetiaMediteranianAndalusianSinglePutihPutihNon3,22,5AnconaSingle CombSingleKuningPutihNon2,72,0Rose CombRoseButercupKuningPutihNon2,92,3CatalanaBuffSinglePutihPutihNon3,82,7

Kesimpulan postur tubuh dari ke empat klas

II. Penggolongan Berdasarkan Asal UsulAmerika : RIR, PL, NH, dllMediteranian : WL, Minorca, Ancona dll.Inggris : Austrolorp, Sussex, dllAsia : Brahma, Langsham, Cochin, dllEropa : North Holand BlueIII. Penggolongan Berdasarkan Berat BadanAyam Ringan : WL, Minorca, Ancona dll.Ayam sedang : Orpington, Austrolorp, NH, dllAyam Berat : Langsham, Cochin, Brahma dllIV. Penggolongan Berdasarkan Tujuan PemeliharaanType Petelur : WL, Minorca, Ancona dll.Sifat-sifat : - Cepat dewasa kelamin (18-20 mg)- Ukurn telur normal (60-65 gr)- Kualitas telur baik dan seragam- Produksi telur tinggi (250-300 bt/th)- Tidak mengeramType Dwiguna : Austrolorp, RIR, PR, Orpington, dllSifat-sifat :- Mampu memproduksi telur dan daging- Produksi telur & daging < dari petelurType Pedaging : Brahma, Langsham, Cochin, DorkingSifat-sifat- Pertumbuhan cepat- Kulit kuning, bulu putih- FCR rendah,Kualitas daging baikType Hoby : Phoenix, Bantam, Kapas, dll:V. Penggolongan Berdasarkan Fase HidupFase Starter (Brooder) : 0 6 mgFase Pertumbuhan (Grower) : 6 20 mgFase peneluran (Layer) : 20 - afkirVI. Penggolongan Berdasarkan Silsilah dalam seleksiGrand Parent StockParent StockFinal StockLokalVII. Penggolongan Berdasarkan Breeding FarmHy-Line (Amerika) : Hy-Line B 11, Hybro, Hy-Line W36Shaver (Canada) : Strain ShaverRossela (Belanda) : Strain RosesllaModern Breed of ChickensSingle Comb White LeghornSalah satu varietas WL yang digunakan untuk menghasilkan petelur komersial dg kerabang putihSingle Comb RIRRIR gold (Jantan) RIR gold (betina) RIR (Jantan) Barred PR(betinaPetelur coklat (telur banyak, besar)DOC Autosexing (Jantan, betina warna berlainan )Modern Breed of ChickensNew HamshireBulu merah, kerabang coklatAyam penghasil daging terbaik dg prod. tinggi

White Plymouth Rock- Dulu sebagai varietas murni induk broler, sekarang sebagai back ground breed sintetis- pertumbuhan lambatNH (Jantan) Type pedaging (betina)BroilerBreed sintetis ayam pedagingNH (Jantan) NH murni kurang baik karena adanya bulu jarum pada kulitnyaModern Breed of ChickensCornishKulit kuning, kerabang coklatDaya tetas rendah, produksi rendahUntuk menghasilkan pedaging yang baik harus dikawinkan dg. Barred PL, NH, White PL.

Barred Plymouth Rock- Single comb- Petelur coklat- Kurang populer

Light SussexDi Inggris digemari sebagai penghasil daging karena kulit putihKerabang coklatPedaging yang baik