Teknis Budidaya Ayam Kampung Dan Manfaat Herbal Bagi Unggas

Click here to load reader

  • date post

    19-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    65
  • download

    2

Embed Size (px)

description

budidaya ayam kampung memanfaatkan herbal sebagai suplemen tambahan akan meningkatkan penghasilan saat panen.

Transcript of Teknis Budidaya Ayam Kampung Dan Manfaat Herbal Bagi Unggas

PENDAHULUANSalam sejahtera untuk rekan-rekan semua. Pengetahuan mengenai berternak tidak susah di pelajari. Apalagi saat ini, internet sudah menyediakan semua informasi yang kita butuhkan. Syarat utama menjadi seorang peternak khususnya yakni TEKUN. Tekun dalam semua hal. Mulai belajarnya, memeliharanya, memanennya. Biasakan untuk bertanya dengan Why (Kenapa?) dan What If (Bagaimana jika). Dengan gitu, kita bisa melakukan segala sesuatu dengan mudah karena kita tau dasar dari permasalahan tersebut dan menemukan solusi dengan berbagai altenatifnya. Dunia peternakan sebagai penghasilan tetap dihadapkan dengan masalah biaya produksi semakin lama semakin tinggi tapi harga penenan yang fluktuatif. Kita dituntut untuk bisa mencari solusi dari masalah ini. Mulai dari pemilihan bibit , pemilihan pakan, pemilihan cara pemeliharaan, pemilihan sistem penjualan yang bagus dan efisien yang akan berdampak pada minimalisasi biaya produksi. Banyak peternak khususnya pemula tanpa perhitungan yang tepat, asal tabrak, asal beternak yang berujung merugi. Jadilah peternak cerdas. Cerdas memilih dan mengambil keputusan. Jika memang di lokasi tidak memungkinkan untuk beternak, mulai dari pakan mahal, langka, bahan alternatif susah, pemasaran susah, lebih baik pilih usaha lainnya selain beternak. Dalam bab-bab berikutnya, akan dijelaskan tata laksana kandang yang berdasarkan pengalaman dan teori yang telah terbukti dilapangan. Tidak karena modus iklan suatu produk, namun benar-benar sudah dipraktekkan oleh orang-orang sukses yang memiliki ribuan hingga puluhan ribu ayam peliharaan selama bertahun-tahun. Dengan demikian peternak mampu mengikutinya dengan mudah dan sukses dalam peternakan. Ada empat kunci pokok dalam praktik beternak1. MANAJEMAN PEMILIHAN BAHAN BIBIT / DOC2. MANAJEMEN PAKAN3. MANAJEMEN PEMELIHARAAN 4. MANAJEMEN PEMASARANSemua point diatas harus, wajib dilaksanakan dengan benar. Jika tidak,, tanggung sendiri akibatnya. Pasti merugi.

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN1DAFTAR ISI3BAB I. MANAJEMEN PEMILIHAN DOC4BAB II. PERSIAPAN SEBELUM DOC MASUK6BAB III. MEMAKSIMALKAN ANTIBODY12BAB IV. PERLAKUAN SELAMA MASA STARTER, GROWER DAN FINISHER14BAB V. MEMBUAT PROBIOTIK HERBAL (ALIPH)21BAB VI. HERBAL PEMUSNAH SEGALA MACAM PENYAKIT24BAB VII. PEMANFAATAN BAHAN LOKAL UNTUK PAKAN TERNAK25BAB VIII. PAKAN TUNGGAL29BAB IX. PAKAN JADI DAN KONSENTRAT31BAB X. MENYUSUN RANSUM UNGGAS32BAB XI. MOL CACING34BAB XII. KANDUNGAN NUTRISI BAHAN PAKAN37BAB XIII. TENTANG KUB48BAB XIV TENTANG JOPER51BAB XV ANALISA USAHA52BAB XVI. TANAMAN OBAT KELUARGA MURAH DAN BERKUALITAS55BAB XVII. PENANGANAN MUSIM HUJAN64

BAB IMANAJEMEN PEMILIHAN BIBIT / DOC

Manajemen pemilihan Bibit/DOC ini jangan dianggap remeh, inilah awalan yang harus dilakukan dengan benar. Jangan asal percaya dengan penetas yang sudah lama berdagang, harga murah, stok banyak. Benar-benar perhatikan pemilihan bibit berikut ini:1. Bulu ayam keringBibit ayam minimal keluar dari mesin tetas 24 jam setelah menetas. Ini dikarenakan setelah menetas ayam masih kondisi basah bulu dan akan kering sepenuhnya setelah 24 jam. Tidak ada cangkang telur yang masih menempel pada tubuh ayam tersebut. Pusar dibagian perut ayam (di bawah dubur) harus sudah putus. Artinya perut ayam harus mulus hanya terdapat bulu saja. Pusar ini biasanya berbentuk bulat kecil atau sedikit besar berwarna hitam di bagian perut ayam. Jika ini didapati, lebih baik masuk golongan afkir saja. Karena akan menyusahkan ketika dipelihara. Ayam tidak kunjung besar, walaupun sudah berusia tua. Gampang terkena penyakit, bagian perut kalo ditekan terasa keras, itu ayam tidak akan bisa gemuk ataupun besar. Kondisi dubur (pantat) ayam bersih, tidak ada sisa kotoran yang menempel. 2. Sehat dan lincahSalah satu parameter mengetahui ayam tersebut sehat, adalah dari pergerakannya. Ayam harus kelihatan aktif mencari makan, aktif lari-larian, banyak gerak. 3. Bobot standarBobot standar dari ayam berbeda-beda . Kampung asli / KUB (Kampung Asli Unggul Balitnak) = 28 gram Joper / Jowo super / kamper = 35gram Broiler = 37-38gram4. Tidak ada cacatKondisi ayam tidak cacat adalah semua anggota tubuh lengkap, bentuk normal. 5. Indukan jelasIndukan sangat penting pengaruhnya terhadap pertumbuhan anak ayam. Indukan harus terbebas dari jenis penyakit menular seperti ND, AI, Marek, Gumboro dll. Seleksi indukan harus ketat. Tidak hanya tahan penyakit, tapi harus dari indukan yang pertumbuhannya cepat, produksi telur tinggi, riwayat konversi pakan sedikit, tahan penyakit. Jika semua unsur positig ada di genetik indukan, maka 90% sifatnya (gen) akan turun ke anakannya. Ini jadi salah satu nilai positif yang perlu di pertimbangkan. Jangan sungkan menanyakan kepada penetas, tentang Indukan ini. Pertimbangkan sumber pembelian DOC, jangan terlalu jauh dari peternakan kita, ini kaitannya dengan stress selama pengangkutan. Sebaik apapun janji jasa pengiriman, pasti ada kekurangan dan keteledorannya. Pada hakekatnya, jika Ayam hidup hanya sampai usia 21 hari ( broiler ukuran kecil), maka tidak perlu diberikan vaksin. Karena antibodi masih mampu di handle oleh kuning telur yang diserap ketika usia DOC. Untuk memaksimalkan penyerapan kuning telur, akan dibahas di bab selanjutnya.

BAB IIPERSIAPAN SEBELUM DOC MASUKDOC ibaratkan adalah bayi, sangat rentan kondisinya. Perlu kita memperhatikan lingkungan sekitaran kandang dan didalam kandang itu sendiri. Terutama untuk kandang yang sudah pernah dipakai (bukan baru). Persiapan kandang ini minimal 1minggu. Yang perlu dilakukan adalah:1. Pembersihan kandanga) Bersihkan seluruh ruangan kandang dan sekitaran kandang yakni dengan menghilangkan bekas-bekas pemeliharaan sebelumnya berupa sekam, kotoran, sarang laba-laba. Dan mengeluarkan peralatan kandang yang kotor. b) Setelah benar2 sudah bersih, semprot menggunakan fastax (beli ditoko pertanian) dengan dosis 1 kali 100 ml per tangki semprot 12 liter. Disemprot secara basah. Bukan Cuma kabut, jadi benar2 basah. Untuk yang beralaskan tanah, kira2 sampai meresap kedalam tanahnya. Seluruh bagian harus disemprot dengan rata. Semprot juga sekelilih kandang (diluar). Dari alas, pagar sampai atapnya. Untuk kandang ukuran 3 x 5meter perlu 1 botol fastax untuk tahapan ini. c) Tempat pakan dan minum dicuci dengan larutan disinfektan (formalin atau byclean atau rinso atau antisep). Dengan cara melarutkan 5 ml disinfektan dengan 1 liter air. Cuci bersih dulu tempat pakan dan minumnya menggunakan sabun (boleh pakai sabun apa aja). Setelah bersih, rendam alat pakan dan minum tadi kedalam larutan yang telah dibuat selama kurang lebih 20 menit. Kemudian angkat dan bilas dengan air bersih. Dan keringkan. d) Setelah 3 hari dari penyemprotan, siapkan peralatan untuk brooding (induk buatan) didalam kandang. Penjelasan tentang brooding akan di jelaskan selanjutnya.e) Setelah semua siap, pada hari itu juga (kalo cukup waktu) di lakukan penyemprotan tahap kedua, dengan dosis 1 tutup botol fastax atau disinfektan jenis lain, dengan 1 liter air, kemudian disemprotkan keseluruh isi kandang, termasuk kandang brooding yang telah dibuat, tempat minum dan tempat pakan. Untuk semprot kali ini cukup semprot kabut saja. f) Tiga hari setelah penyemprotan kedua, doc sudah siap untuk dimasukkan ke brooding. 2. Persiapan kandang Brooding (kandang indukan)Kandang Brooding ini berfungsi sebagai pengganti induk ayam. Doc membutuhkan suhu lingkungan antara 30-32o C ketika usia 0-14 hari, selanjutnya 28-30oC sampai panen. Lingkungan disekitar kita sulit mendapatkan suhu yang ideal seperti itu. Maka dibantu dengan adanya pemanas didalam brooding tersebut. Pemanas ini bisa berasal dari lampu pijar, arang, batu bara ataupun gas elpiji. Semuanya ada kekurangan dan kelebihannya. Akan tetapi untuk populasi diatas 500 ekor, lebih disarankan tidak mengunakan lampu pijar jika kandang brooding tidak full tertutup. Karena prinsip pemanasan disini adalah memanaskan udara disekitar kandang dan didalam kandang brooding. Kandang brooding ini sendiri terdiri dari sekat (pagar), alas, pemanas, tempat pakan dan minum. a. Sekat (pagar)Sekat atau pagar bisa terbuat dari lembaran seng setinggi 60cm, kardus, papan dll. Fungsi utamanya adalah membatasi pergerakan doc dan memaksimalkan penggunaan pemanas dalam kandang. selain itu juga untuk menghalau dari predator (Pemangsa). Bentuk kandang bervariasi, mulai dari lingkaran, ataupun segi empat. Semua bisa dipakai. Tidak ada patokan pastinya. Ukuran kandang itu sendiri idealnya : 0-7 hari = 100ekor / m2 8-14 hari = 50 ekor / m2 15- 21 hari = 25ekor / m2 21-panen = 14 ekor/m2Atau menggunakan satu acuan saja yakni 14kg / m2 dari usia 0-panen.

b. AlasAlas disini berfungsi sebagai pembantu penghangat doc selain pemanas, juga sebagai penyerap air yang dibawa oleh feses doc itu sendiri. Untuk kandang lantai (postal) alas ini bisa berupa sekam padi yang dilapisi koran yang bisa diganti setiap hari selama 3 hari. Setelah 3 hari sudah bisa tanpa koran. Selain itu juga untuk menjaga doc agar tidak memakan bahan alas berupa sekam yang akan menggangu pencernaan si DOC. Selain sekam lapis korang, bisa juga menggunakan alas karpet yang bisa diangkat setelah doc usia 7 hari. Sedangkan untuk kandang panggung tidak perlu pakai sekam, cukup pakai koran atau karpet selama 7 hari kemudian tanpa koran ataupun karpet. Khusus untuk alas tanah (Bukan semen), sebelum menabur sekam perlu ditaburi kapur mati, dimana berfungsi sebagai disinfektan juga. Ketebalan sekam disesuaikan dengan ukuran doc, untuk permulaan cukup dikasih 5cm saja ketebalannya, untuk selanjutnya bisa dinaikkan menjadi 10cm ketebalannya. c. PemanasSeperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa pemanas ini bermacam2. Ada dari lampu pijar, arang, batubara, gas elpiji. Untuk cakupan luas, bisa menggunakan elpiji, Merk dagang yang sering dipakai adalah gasolek dari medion, dari mensana. Cara lain menggunakan arang kayu, dengan modifikasi tempat arang yang sesuai kebutuhan. Kemudian menggunakan lampu pijar, per