Ara Budidaya Jamur Tiram Di Daerah Panas

of 29/29
cara Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas "Berada di daerah yang cukup panas kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Ada banyak cara untuk menyiasati kondisi lingkungan tersebut." Terbit08 Juli 2011Dibaca28,333 kaliKomentar45 KomentarKategori:Tips & Motivasi BisnisIde Bisnis:bisnis jamur, budidaya jamur tiram, cara budidaya jamur,kumbung jamur, tips bisnis Menekuni bisnis budidaya jamur tiram memang sangat menguntungkan. Tingginya permintaan pasar dan mudahnya proses budidaya jamur tiram menjadi salah satu alasan mengapa jenis jamur ini lebih sering dibudidayakan masyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya. Meskipun begitu, sampai hari ini ada sebuah kendala yang sering dihadapi para pemula dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram. Yaitu faktor pemilihan lokasi budidaya yang sesuai dengan habitat hidup jamur tersebut. Biasanya pertumbuhan jamur tiram akan optimal sepanjang tahun bila lokasi budidayanya sesuai dengan habitat aslinya, yakni di kawasan pegunungan atau di daerah dataran dengan ketinggian antara 400-800 meter di atas permukaan air laut (mdpl), serta memiliki suhu udara sekitar 20-28°C dengan tingkat kelembapan sekitar 70% sampai 80%. Lalu bisakah jamur tiram dibudidayakan di daerah panas? Bagi Anda yang berada di daerah dataran rendah khususnya di lingkungan yang cukup panas, kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Sebab ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati kondisi lingkungan di sekitar Anda. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, mari kita bahas bersama beberapa tips bisnis yang bisa Anda gunakan untuk membudidayakan jamur tiram di daerah panas. Pertama, langkah mudah yang bisa Anda coba yaitu membuat bangunan kumbung jamur dengan sistem sirkulasi buka tutup. Yang dimaksud buka tutup disini adalah menutup sirkulasi kumbung jamur di siang hari agar kelembapan di dalamnya tetap terjaga, dan membukanya pada malam hari sehingga suhu ruangan di dalam kumbung jamur bisa lebih dingin. Kedua, gunakan bahan atap yang tidak menyerap panas. Hal ini penting agar intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam kumbung jamur tidak berlebihan.
  • date post

    25-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    356
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Ara Budidaya Jamur Tiram Di Daerah Panas

cara Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas"Berada di daerah yang cukup panas kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Ada banyak cara untuk menyiasati kondisi lingkungan tersebut." Terbit08 Juli 2011Dibaca28,333 kaliKomentar45 KomentarKategori:Tips & Motivasi BisnisIde Bisnis:bisnis jamur, budidaya jamur tiram, cara budidaya jamur,kumbung jamur, tips bisnis

Menekuni bisnis budidaya

jamur

tiram

memang

sangat

menguntungkan. Tingginya permintaan pasar dan mudahnya proses budidaya jamur tiram menjadi salah satu alasan mengapa jenis jamur ini lebih sering dibudidayakan masyarakat dibandingkan jenis jamur lainnya. Meskipun begitu, sampai hari ini ada sebuah kendala yang sering dihadapi para pemula dalam menjalankan bisnis budidaya jamur tiram. Yaitu faktor pemilihan lokasi budidaya yang sesuai dengan habitat hidup jamur tersebut.

Biasanya pertumbuhan jamur tiram akan optimal sepanjang tahun bila lokasi budidayanya sesuai dengan habitat aslinya, yakni di kawasan pegunungan atau di daerah dataran dengan ketinggian antara 400-800 meter di atas permukaan air laut (mdpl), serta memiliki suhu udara sekitar 20-28C dengan tingkat kelembapan sekitar 70% sampai 80%. Lalu bisakah jamur tiram dibudidayakan di daerah panas?

Bagi Anda yang berada di daerah dataran rendah khususnya di lingkungan yang cukup panas, kini tidak perlu takut lagi untuk mencoba budidaya jamur tiram. Sebab ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati kondisi lingkungan di sekitar Anda. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, mari kita bahas bersama beberapa tips bisnis yang bisa Anda gunakan untuk membudidayakan jamur tiram di daerah panas.

Pertama, langkah mudah yang bisa Anda coba yaitu membuat bangunan kumbung jamur dengan sistem sirkulasi buka tutup. Yang dimaksud buka tutup disini adalah menutup sirkulasi kumbung jamur di siang hari agar kelembapan di dalamnya tetap terjaga, dan membukanya pada malam hari sehingga suhu ruangan di dalam kumbung jamur bisa lebih dingin.

Kedua, gunakan bahan atap yang tidak menyerap panas. Hal ini penting agar intensitas sinar matahari yang masuk ke dalam kumbung jamur tidak berlebihan. Beberapa bahan yang bisa Anda gunakan sebagai atap kumbung jamur antara lain anyaman bambu, atau genteng.

Ketiga, faktor kelembapan merupakan syarat utama yang harus terpenuhi dalam budidaya jamur tiram, sebab kelembapan udara sangat berpengaruh pada pertumbuhan jamur. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa

meletakkan beberapa tong/wadah air di dalam kumbung jamur untuk meningkatkan kelembapan ruangan.

Keempat, karena lokasi budidaya jamur berada di daerah panas, maka usahakan untuk membuat bangunan kumbung di tempat yang teduh atau dekat dengan pepohonan. Selain itu hindari pula pembuatan pintu kumbung yang berada di arah matahari terbit atau terbenam, hal ini dilakukan untuk mencegah sinar matahari langsung masuk ke ruangan kumbung.

Kelima, lindungi sekitar lokasi kumbung dari sinar matahari langsung yang terlalu menyengat. Anda bisa melakukannya dengan cara menanam banyak pohon rindang (perdu) disekeliling kumbung jamur.

Keenam, untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam kumbung jamur tiram, usahakan tinggi bangunan kumbung dibuat lebih tinggi atau tidak kurang dari 4 meter.

Ketujuh, perhatikan rak penyimpanan baglog jamur yang dibuat. Bila di daerah dingin rak yang dibuat pada kumbung jamur bisa mencapai 5 tingkat, pastikan rak yang dibuat di daerah panas tidak lebih dari 3 tingkat.

Kedelapan, karena lokasi kumbung jamur berada di daerah panas, maka sebisa mungkin lakukan penyiraman lebih sering dibandingkan di daerah pegunungan. Penyiraman baglog jamur bisa Anda lakukan minimal 3 kali dalam sehari.

Nah, dengan demikian Anda tidak perlu khawatir jika ingin mmbudidayakan jamur tiram tetapi daerah Anda merupakan daerah yang panas. Silahkan mencoba peluang bisnis jamur dimanapun Anda tinggal. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang! Salam sukses.

Teknik Budidaya Jamur Tiram By galeriukm -- Category: Agrobisnis

Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup populer di tengah masyarakat Indonesia, selain Jenis jamur lainnya seperti jamur merang, jamur kuping dan jamur shitake. Pada umumnya jamur tiram dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Namun sebagian orang menjalankan bisnis olahan jamur tiram misalnya berbentuk keripik jamur tiram dan bentuk lain. Jamur tiram adalah jenis jamur kayu yang memiliki kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur kayu lainnya. Jamur tiram mengandung protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflavin lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur lain. Jamur tiram

mengandung 18 macam asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan tidak mengandung kolesterol

Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan dalam proses budidayanya sehingga dapat dikelola sebagai usaha sampingan ataupun usaha ekonomis skala kecil, menengah dan besar (Industri). Negara-negara yang telah mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai agrobisnis andalan dan unggulan adalah Cina, belanda, Spanyol, Prancis, Belgia dan Thailand. Negara-negara tersebut trermasuk produsen jamur terbesar di dunia.

Jika anda tertarik menekuni usaha budidaya jamur tiram ini, hal penting yang harus dipenuhi adalah menciptakan dan menjaga kondisi lingkungan pemeliharaan (cultivation) yang memenuhi syarat pertumbuhan jamur tiram. Hal lain yang penting adalah menjaga lingkungan pertumbuhan jamur tiram terbebas dari mikroba atau tumbuhan pengganggu lainnya. Tidak jarang pembudidaya jamur tiram mendapati baglog(kantong untuk media jamur tiram) ditumbuhi tumbuhan lain selain jamur tiram, hal ini disebabkan proses sterilisasi yang kurang baik dan lingkungan yang tidak kondusif. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tahapan pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya jamur tiram. Tahapan ini merupakan proses budidaya jamur tiram dari mulai pembuatan media sampai proses pemanenan jamur tiram. Jika anda tidak ingin repot menyemai benih, anda bisa membeli baglog yang sudah siap dengan benih jamur tiram yang sudah siap dibudidayakan.

PERSIAPAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM Bangunan/Ruangan Budidaya Jamur Tiram

Pada dasarnya bangunan bisa memanfaatkan ruangan yang ada dalm rumah, biasanya bangunan untuk budidaya Jamur Tiram bangunan jamur terdiri dari beberapa ruangan, diantaranya:

1. Ruang persiapan Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan, Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.

2. Ruang Inokulasi

Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya mikroba lain).

3. Ruang Inkubasi Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 28 derajat C dengan kelembaban 60% 80%, Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.

4.Ruang Penanaman Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 22 derajat C dengan kelembaban 80 90%.

PERALATAN DAN BAHAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur diantaranya, Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong. Bahan-bahan yang digunakan dalam budidaya jamur tiram adalah Serbuk kayu, bekatul (dedak), kapur (CaCO3), gips (CaSO4), tepung jagung (biji-bijan), glukosa, kantong plastik, karet, kapas, cincin plastik.

PROSES DAN TEKNIK BUDIDAYA JAMUR TIRAM Dalam melaksanakan Budidaya Jamur Tiram ada beberapa proses dan kegiatan yang dilaksanakan antara lain: 1. Persiapan Bahan Bahan yang harus dipersiapkan diantaranya serbuk gergaji, bekatul, kapur, gips, tepung jagung, dan glukosa.

2. Pengayakan Serbuk kayu yang diperoleh dari penggergajian mempunyai tingkat keseragaman yang kurang baik, hal ini berakibat tingkat pertumbuhan miselia kurang merata dan kurang baik. Mengatasi hal

tersebut maka serbuk gergaji perlu di ayak. Ukuran ayakan sama dengan untuk mengayak pasir (ram ayam), pengayakan harus mempergunakan masker karena dalam serbuk gergaji banyak tercampur debu dan pasir

3. Pencampuran Bahan-bahan yang telah ditimbang sesuai dengan kebutuhan dicampur dengan serbuk gergaji selanjutnya disiram dengan air sekitar 50 60 % atau bila kita kepal serbuk tersebut menggumpal tapi tidak keluar air. Hal ini menandakan kadar air sudah cukup.

4. Pengomposan Pengomposan adalah proses pelapukan bahan yang dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk gergaji kemudian menutupinya dengan plastic

5. Pembungkusan (Pembuatan Baglog) Pembungkusan menggunakan plastik polipropilen (PP) dengan ukuran yang dibutuhkan. Cara membungkus yaitu dengan memasukkan media ke dalam plastik kemudian dipukul/ditumbuk sampai padat dengan botol atau menggunakan filler (alat pemadat) kemudian disimpan.

6. Sterilisasi Sterilisasi dilakukan dengan mempergunakan alat sterilizer yang bertujuan menginaktifkan mikroba, bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90 100 derajat C selama 12 jam.

7. Inokulasi (Pemberian Bibit) Inokulasi adalah kegiatan memasukan bibit jamur ke dalam media jamur yang telah disterilisasi. Baglog ditiriskan selama 1 malam setelah sterilisasi, kemudian kita ambil dan ditanami bibit diatasnya dengan mempergunakan sendok makan/sendok bibit sekitar + 3 sendok makan kemudian diikat dengan karet dan ditutup dengan kapas. Bibit Jamur Tiram yang baik yaitu: - Varitas unggul - Umur bibit optimal 45 60 hari - Warna bibit merata - Tidak terkontaminasi

8. Inkubasi (masa pertumbuhan miselium) Jamur Tiram Inkubasi Jamur Tiram dilakukan dengan cara menyimpan di ruangan inkubasi dengan kondisi tertentu. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media berwarna putih merata, biasanya media akan tampak putih merata antara 40 60 hari.

9. Panen Jamur Tiram Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat yang optimal, pemanenan ini biasanya dilakukan 5 hari setelah tumbuh calon jamur. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mempertahankan kesegarannya dan mempermudah pemasaran. (Galeriukm).Posted by Polengs on 02:07. Jamur,Jamur Merang,Pertanian - 1 comment

Cara Budidaya Jamur Merang (Volvariella volvaceae)

JAMUR, dalam sejarah telah dikenal sebagai makanan sekitar sejak tiga ribu tahun yang lalu, dimana jamur menjadi makanan khusus buat raja Mesir yang kemudian berkembang menjadi makanan spesial bagi masyarakat umum karena rasanya yang enak. Di Cina, pemanfaatan jamur sebagai bahan obat-obatan sudah dimulai sejak dua ribu tahun silam. Jamur merang merupakan jenis jamur yang pertama kali dapat dibudidayakan secara komersial. Di Cina jamur merang mulai dibudidayakan sejak pertengahan abad 17, dan di Indonesia tanaman ini diperkirakan mulai dibudidayakan sekitar tahun 1950-an. Sebenarnya Jamur merang tidak kalah populer dengan Jamur Tiram. Jamur Merang telah banyak di konsumsi sebagian besar warga indonesia. memang jamur merang perospeknya kurang begitu menguntungkan dinadingkan dengan Budidaya Jamur tiram yang telah banyak dibudidayakan oleh banyak kalangan. Dengan sedikitnya para pembudidaya jamur merang ini tidak ada salahnya kita mencoba

membudidayakannya, sebagai peluang usaha yang menguntungkan. Karena sekarang ini telah banyak di temuai berbagai jenis makanan yang dihasilkan dari jamur merang. Sebut saja sate jamur,

jamur goreng tepung, sup jamur, pepes jamur, keripik jamur, dan banyak jenis makanan olahan lain dari jamur, kini menjadi daftar menu utama di restoran-restoran yang menyediakan menu khusus vegetarian. Di restoran dan rumah makan umum pun, menu serbajamur kini semakin banyak ditemui. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam Budidaya Jamur Merang (Jamur Jerami) merupakan serangkaian kegiatan, mulai dari seleksi kultur jamur, kompos, pemeliharaan atau perawatan pertumbuhan, dan pemanenan.

Gambaran dasar dan hal yang harus disiapkan sebelum Berbudidaya Jamur Merang.

1. Lahan harus pasti cukup luas (untuk satu kubung tempat penanaman perlu +/lahan 512 m)

2. kapasitas satu kubung untuk satu siklus tanam (+/-) satu bulan antara 300 s.d. 400 kg jamur. Idealnya kalau kita pingin panen tidak terputus dan tenaga kerja bisa efisien kita harus memiliki paling tidak 6 s.d 8 kubung.

3. Lokasi harus dekat dengan bahan baku, terutama Merang/ jerami / batang padi sisa panen padi 4. Sumber air harus cukup bagus.

5. Diusahakan jauh dari pemukiman warga, karena ada bau tidak sedap diantara proses vermentasi/ pembusukan jerami/merang.

6. Untuk proses sterilisasi dan penguapan ruang sebelum penyebaran bibit, saat itu saya menghabiskan rata-rata 120 liter minyak tanah dalam waktu +/12Jam

7. Bahan baku lain yang harus diperhatikan limbah kapuk kapas (bukan kapas sintetis) karena konsumsinya cukup banyak juga setiap siklusnya.

I.

Pembuatan Kumbung

A. Penentuan Lokasi : Sketsa Kumbung Jamur Merang

1. 2. 3. Jalan

Sumber Sumber

jerami air

B. Persyaratan Kumbung : C. Dinding dalam dan atas menggunakan plastik polyetilen. Dinding luar menggunakan sterofoam. Kumbung lebih baik ditempat Perbedaan kumbung : Kumbung atas lancip : bila panas maka uap akan mengalir ke samping. Digunakan untuk kumbung yang memiliki satu rak ditengah. Kumbung atas datar yang memiliki dua rak II. 1. 2. 3. 4. Limbah kapas Kapur Media Jerami CaCO3 Dedak : uap air akan jatuh ketengah-tengah kumbung. Digunakan untuk kumbung

a) Jerami mengandung : Lignin Selulosa Silicca

b) Alternatif jerami : c) Alang-alang Eceng gondok Batang jagung Kelaras pisang Alternatif limbah kapas : Hampas sagu

Hampas

tahu Hampas tempe Hampas kapuk III. 1. 2. Pembuatan Kompos Lapisan Lapisan bawah atas : kompos jerami : kompos kapas

IV. 1. 2. 3. 4.

Memasukkan Kompos 10 Lapisi hari kompos 0,5 cm jerami kompos sampai masuk kapas suhu kumbung, yang telah simpan setinggi 40 1 cm/rak. bulan. jam.

dikompos pertahankan

selama 4-5

Pasteurisasi

70C,

Penanaman dilakukan bila suhu < 40C.

V. 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Pasteurisasi / Steam Lantai Peralatan untuk wadah Semua Drum pasteurisasi diisi penuh, salurkan penanaman bibit kumbung harus disertakan dalam dibersihkan. pasteurisasi. tertutup. ke dalam kumbung.

ruang pipa

Setelah mencapai 70C (biasanya setelah 7-8 jam). Suhu dipertahankan selama 4-5 jam Penanaman bibit dilakukan setelah istirahat 1 hari. - bila penyeteaman tidak matang, maka jendela harus dibuka agar amoniak keluar. bila penyeteman matang, maka jendela ditutup saja.

Catatan :

Cara 1. Cari

Pembibitan jamur payung di

Jamur peranian bibit

Merang jamur

: merang

2. Iris-iris jamur, payungnya saja lalu masukkan dalam panci siramlah air hangat supaya steril 3. Aduk abu sekam, sekam mentah dan irisan jamur dicampur air bersih dengan banyak irisan 3/4 Kg. Tutup rapat pada tempat teduh selama 2-4 hari

4. Setelah 2-4 hari dibuka tutupnya akan terlihat serabut benang putih seperti sarang laba-laba. Apabila tidak terlihat serabut putih berarti gagal.

VI.

Penanaman Bibit

1. 2. 3. 4. 5. 6.

pH

diusahakan

mencapai

7

/

netral.

Peralatan untuk penanaman yang telah di pasteurisasi disiapkan untuk diisi bibit. Bibit Bibit Bibit log ditabur sempilan dihancurkan pada di 2/3 tanam media di agar dari lembut. tinggi media media gulungan ( / 1 log untuk tidak 2 di 1m2) tabur. tanam.

tengahnya sebanyak

bawah

tempat

Bisa juga dibuat bantalan di tiang danditanami bibit.

Penebaran Bibit Jamur

7. 8. 9.

Hari I Hari II Hari III

: penanaman dilakukan sore hari. : pertumbuhan miselium diperhatikan. : - Bila bibit telah keluar miselium, maka disiram.

langsung

- Bila bibit belum tumbuh, maka penyiraman dilakukan 10. 11. 12. 13. 14. Hari Hari Hari IV V Hari Hari VIII : hari Penyiraman : : mulai bibit hari ke ke dilakukan 4, pintu 4. pada & tengah dibuka pkl hari antara 00.00 buka di / bila jamur buka tumbuh pkl pkl 13.00

jendela di

06.00-06.15. jam. . 45. besar.

jendela VI VII

dibuka :

15.

Pintu jendela

buka di

selama 30

: di buka

jendela 60-90

jendela

15. Panen selanjutnya jendela dibuka terus sampai selesai.

VII.

Pemeliharaan Media Budidaya

Jamur berumur 7 hari setelah tanam

1.

Penyiraman dilakukan 3 atau 4 hari setelah Untuk mengubah masa vegetatif

tanam. menjadi

masa generatif. Karena penyiraman

dilakukan pada siang hari sehingga jamur menjadi stress dan mengubah fase tanam. 2. 3. 4. Temperatur Temperatur ruangan media 3434-36C. 38C.

Bila temperatur media mencapai 38C atau lebih maka akan tumbuh cendawan Monilia, tumbuh antara hari ke V VIII.

VIII.

Panen

1. Ciri jamur siap tanam : Bila masih ada tonjolan Bila bulat sudah merata , panen dilakukan keesokan harinya. , jamur siap panen.

2. Cara panen jamur : Lebih baik tidak menggunakan kuku tangan, tetapi menggunakan pisau yang telah disterilkan. Tinggalkan / sisakan sedikit pangkal buah jamur yang di panen. Media tidak boleh terangkat.

3. Penyebab menurunnya kualitas jamur merang (bercak-bercak): Pasteurisasi tidak matang Dedak tidak matang

4. Penyebab jamur pecah : Suhu terlalu tinggi Terlambat waktu panen.

Semoga Bermanfaat.,.,.

Potensi Bisnis Budidaya Jamur Tiram "Melihat potensi bisnis budidaya jamur tiram yang semakin besar, banyak masyarakat yang tertarik membudidayakannya dengan media buatan seperti baglog jamur." Terbit 09 Juli 2011 Dibaca 6,075 kali Komentar 15 Komentar Kategori: Potensi Bisnis Daerah Ide Bisnis:

budidaya jamur, jamur tiram, kumbung jamur, potensi bisnis, usaha jamur Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur konsumsi yang banyak diminati pasar. Kandungan protein, kalori, zat besi, dan berbagai macam vitamin yang terdapat di dalamnya sering dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan makanan sehat dengan cita rasa yang cukup nikmat. Hal inilah yang membuat kebutuhan pasar jamur tiram setiap harinya menunjukan peningkatan yang sangat tajam, sehingga jamur konsumsi ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pada dasarnya jamur tiram hidup di daerah yang sejuk seperti di kawasan pegunungan maupun hutan. Biasanya jenis jamur ini tumbuh di permukaan batang pohon yang sudah lapuk atau di bawah pohon berdaun lebar yang intensitas cahaya mataharinya tidak terlalu besar. Namun, melihat potensi bisnis budidaya jamur tiram yang semakin cerah, banyak masyarakat yang mulai tertarik untuk mencoba membudidayakannya dengan media buatan yang tidak jauh berbeda dengan habitat aslinya.

Budidaya Jamur Tiram Menurut pengelompokannya jamur tiram berasal dari genus pleurotus yang memiliki ciri-ciri tangkai tumbuh menyamping. Beberapa jenis jamur tiram yang sering dibudidayakan masyarakat antara lain jamur tiram putih (pleurotus ostreatus), jamur tiram abu-abu (pleurotus sajorcaju), jamur tiram coklat (pleurotus cystidiosus), jamur tiram merah (pleurotus flabellatus), serta jamur tiram kuning (pleurotus sp.). Di Indonesia sendiri, jenis jamur tiram yang banyak dibudidayakan yaitu jamur tiram yang berwarna putih (pleurotus ostreatus).

Dalam budidaya jamur tiram, media tanam yang sering digunakan pelaku usaha jamur adalah substrat berupa serbuk gergaji kayu yang dicampurkan dengan bekatul, kapur, dan air. Untuk membuat media tanam yang biasa disebut dengan baglog jamur ini, semua bahan harus difermentasikan terlebih dahulu sebelum akhirnya dikemas dalam plastik dan disterilisasikan dengan cara dikukus atau dioven.

Selain mempersiapkan media tanam yang sesuai dengan habitat aslinya, pelaku usaha jamur sebaiknya juga memperhatikan kelembaban, suhu, serta intensitas cahaya matahari yang disesuaikan dengan kebutuhan daur hidup jamur tiram. Misalnya saja pada masa pertumbuhan misellium maka hindari sengatan sinar matahari langsung, sedangkan pada masa pertumbuhan badan buah maka diperlukan sinar matahari hingga 60-70%. Selanjutnya, perhatikan pula suhu ideal yang sesuai dengan habitat alami pertumbuhan jamur tiram. Pada tahapan inkubasi, pelaku usaha membutuhkan suhu udara antara 22-28 C dan pada masa pembentukan badan buah suhu udara yang dibutuhkan berkisar antara 16-22 C.

Meskipun habitat aslinya identik dengan tempat yang sejuk dan lembab seperti di daerah dataran tinggi, namun tidak menutup kemungkinan Anda pun bisa membudidayakan jamur tiram sebagai potensi daerah di dataran rendah. Untuk menyiasatinya, Anda bisa membuat ruangan atau kumbung jamur yang disesuikan dengan iklim pada habitat alami jamur tiram. Sehingga dimanapun Anda berada, bisnis budidaya jamur tiram masih bisa Anda kembangkan sebagai peluang usaha. Selalu ada jalan menuju kesuksesan, bila Anda mau mencoba dan terus berusaha. Salam sukses. Budidaya Jamur Tiram di Medan

SENIN, 27 DESEMBER 2010 Budidaya Jamur Tiram di Medan

Banyak peluang untuk mendapatkan keuntungan. Salah satunya dengan budidaya jamur tiram. Jamur Tiram putih (Pleuratus florida) merupakan salah satu jenis jamur yang saat ini menjadi alternatif pilihan sebagai makanan sehat yang layak dikonsumsi.

Disamping rasanya yang lezat - bahkan mirip dengan daging ayam juga memiliki kandungan gizi yang cukup bermanfaat, sehingga saat ini sudah menjadi pilihan bagi masyarakat sebagai makanan yang layak dikonsumsi. Hal tersebut menjadikan permintaan pasar akan jamur tiram semakin meningkat, bukan hanya dari dalam negeri tetapi juga permintaan dari luar negeri yang masih sangat besar peluangnya.

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur yang hidup di kayu mudah dibudidayakan menggunakan substrat serbuk kayu dan diinkubasikan dalam kumbung. Jamur tiram termasuk jamur pangan potensial yang mempunyai nilai gizi tinggi, dengan kandungan senyawa aktif mampu mengendalikan kesehatan manusia.

Jamur tiram atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus sp. merupakan jamur konsumsi termasuk kedalam Klas Bosidiomycetes. Spesies jamur tiram, Pleurotus ostreatus selain dapat dikonsumsi juga bernilai ekonomi tinggi. Selain itu masih banyak species jamur tiram lainnya dari Genus Pleurotus yang telah dibudidayakan antara lain Pleurotus umbellatus, P. flabellatus, P. dryngeus, P. sajor caju, P. iringii, P. abalonus. Jamur tiram yang banyak dikenal oleh petani jamur Indonesia secara umum antara lain : Tiram putih (Pleurotus ostreatus), jenis ini memiliki tangkai bercabang. Disebut jamur

tiram putih karena jamur ini memang berwarna putih, tudungnya bulat 3-15 cm. Tiram abu-abu (Pleurotus cystidius), jenis jamur ini tangkainya tidak bercabang, tudung bulat dengan diameter lebih kecil dibandingkan dengan tiram putih. Tiram abu-abu keunggulannya mempunyai rasa manis. Tiram raja (Pleurotus umbellatus), atau King oyster tidak bercabang, tudung besar berwarna kecoklatcoklatan dan pecah-pecah bagian pinggirnya.

Kandungan protein jamur tiram rata-rata 3,5-4% dari berat basah. Berarti proteinnya dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Bila dihitung dari berat kering jamur tiram kandungan proteinnya adalah 19-35%, sementara beras 7,3%, gandum 13,2%, kedelai 39,1% dan susu sapi 25,2%. Jamur tiram juga mengandung sembilan asam-asam amino esensial yang tidak bisa disintesis dalam tubuh yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin dan fenilalanin. Kandungan lemak jamur tiram setidaknya 72% dari total asam-asam lemaknya adalah asam lemak tidak jenuh. Jamur tiram juga mengandung sejumlah vitamin penting terutama kelompok vitamin B, vitamin C dan provitamin D yang akan diubah menjadi vitamin D dengan bantuan sinar matahari. Kandungan vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol)-nya cukup tinggi. Jamur merupakan sumber mineral yang baik, Kandungan mineral utama yang tertinggi adalah kalium (K), kemudian fosfor (P), natrium (Na), kalsium (Ca) dan magnesium (Mg). Namun, jamur juga merupakan sumber mineral minor yang baik karena mengandung seng, besi, mangan, molibdenum, kadmium, dan tembaga. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Mg mencapai 56-70 persen dari total abu, dengan kandungan kalium sangat tinggi mencapai 45 persen.

Menurut Chang dan Miles kandungan logam berat itu masih jauh di bawah batas yang ditetapkan dalam undang-undang Fruit Product Order and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954. Oleh karena itu jamur tiram sebagai sayuran adalah aman dikonsumsi setiap hari, sumber yang baik untuk asam-asam amino yang diperlukan dalam membentuk protein dalam tubuh, sumber yang baik untuk vitamin terutama vitamin B1, B2 dan provitamin D2, dan sumber mineral terutama kalium dan fosfor.

Jamur tiram bisa hidup pada daerah yang bersuhu antara 10 s/d 32 oC. Artinya bila suhu 32oC. Adapun pertumbuhan optimum jamur tiram adalah pada suhu 25-26 oC. Secara alamiah di Indonesia daerah yang mempunyai suhu 25-26 oC terdapat pada daerah dataran tinggi kira-kira pada ketinggian 500-1000 m dpl.

Sumber : TEKNOLOGI BIOPROSES PEMBIBITAN DAN PRODUKSI JAMUR TIRAM UNTUK PENINGKATAN NILAI TAMBAH PERTANIAN Henky Isnawan H., Netty Widyastuti, Donowati, Jamil, Uswindraningsih PPP Teknologi Bioindustri

Dalam Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. II, hal. 123-126 /HUMAS-BPPT/ANY

Pembudidayaan Jamur Tiram di Medan

Berangkat dari potensi yang banyak untuk dikembangkan dari budidaya jamur tiram dan melihat respon dari masyarakat medan yang banyak berkeinginan untuk membudidayakan jamur tiram ini maka kami mencoba untuk memperkenalkan kepada anda bahwa kami telah hadir ke dunia maya untuk berkenalan kepada anda yang berminat untuk membudidayakan jamur tiram. Kami adalah petani jamur yang merintis budidaya jamur tiram ini semenjak Dua (2) tahun yang lalu. Alhamdulilah sampai dengan saat ini kami masih terus mengelola usaha ini baik pembudidayaannya dan juga untuk pembibitan.

Kami berlokasi di Tanjung morawa, bergerak dalam bidang usaha pembudidayaan dan pembibitan. Bagi anda yang berminat untuk membudidayakan jamur tiram di medan dan sekitarnya dapat menghubungi :

Nama HP Email Harga Bibit

: Harianto atau biasa di panggil Anto : 081265318900 : [email protected] : 4.000/ baglog

Paradigma Petani di Medan

Sering kali kita melihat suatu kondisi dimana petani kehidupannya masih dibawah standard. Kehidupannya pun masih mengandalkan dari hasil panen yang diharapkan. Pertanyaannya adalah

apakah petani tidak ingin maju?? Kalau jujur semua pasti menjawab pasti mau. Pertanyaan berikutnya juga muncul: Bagaimana caranya??. Jawabnya banyak cara yang bisa dilakukan terutama untuk menambah penghasilan, salah satunya adalah dengan budidaya jamur. Jamur apa yang bisa dikembangbiakkan? Jamur yang bisa dikembang biakkan adalah jamur tiram, jamur merang atau jamur kancing. Melihat dari proses hasil pertanian sendiri kita tidak menyadari ada sisa dari hasil pertanian khususnya medan yang masih belum dimanfaatkan yaitu jerami atau damen atau batang padi. Kebanyakan jerami tersebut dibiarkan tergeletak, dikeringkan kemudian dibakar tanpa menghasilkan manfaat apapun. Padahal jika petani mau untuk mengelola sisa hasil panen tersebut bukan tidak mungkin petani bisa mendapat penghasilan tambahan . Bacalah sebuah realita kehidupan dimana menjadi petani itu menjanjikan :

Dari Dosen Menjadi Petani Jamur Merang

Oleh Widjil Purnomo

KARAWANG Bagi kalangan petani jamur merang (Volvariella volvacea) di Indonesia, sosok Ir Misa Suwarsa, Msc (49) sudah tidak asing lagi. Pak Misa, begitu ia biasa dipanggil, merupakan satusatunya ahli jamur merang di Indonesia. Bahkan ia sukses mendidik dan melatih orang yang ingin menjadi petani seperti dirinya. Itulah sebabnya, rumah Misa yang dikelilingi areal persawahan di Kampung Jatimulya, Mekarjati, Karawang, Jawa Barat, tak pernah sepi dikunjungi tamu, mulai dari pejabat, ilmuwan jamur merang hingga pedagang di pasar. Menteri Pertanian (waktu itu) Bungaran Saragih merupakan pejabat yang paling sering berkunjung ke rumah Misa. Bahkan suatu kali, Bungaran Saragih datang membawa istri dan tamunya dari Uni Eropa untuk menikmati sate jamur merang. Suami Yani Maryani (34) ini tak canggung mencangkul sawah bersama petani lain dan memikul jerami dari sawah ke tempat penyimpanan di dekat rumahnya. Tugas utamanya adalah memeriksa tubung-tubung (kamar tempat pembiakan jamur merang yang kedap cahaya) di dekat rumahnya, dengan dibantu sepuluh karyawannya. "Saya ini petani dan keturunan petani. Jadi aneh rasanya kalau hanya berpangku tangan dan duduk di depan meja seperti orang kantoran," ucapnya terkekeh. Kehidupan bapak dua anak, yakni Muhammad Hidayatullah (10) dan Siti Nurjanah (3) ini sangat bersahaja.

Rumah induknya berukuran sekitar 4x6 m2 berlantaikan semen dengan dinding separuh tembok dan separuh kayu di bagian atas. Tidak ada perabotan yang istimewa kecuali rak yang berisi berbagai literatur. Di samping rumah dekat tubung, terdapat bangunan tanpa dinding dan di sinilah ia menerima tamu atau berdiskusi dengan murid-muridnya di atas balai-balai. Misa mengaku bahagia karena pemerintah memberi perhatian pada perkembangan jamur merang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini terbukti dengan dibentuknya Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Jamur Merang Indonesia oleh Departemen Pertanian yang dipusatkan di rumahnya dan mengangkat Misa sebagai kepalanya. Setiap periode, pemerintah mengirim utusan dari berbagai daerah untuk dididik dan dilatih menjadi petani jamur merang. "Kini mereka sudah menjadi petani jamur merang. Ada yang sukses, tapi juga ada yang gagal karena jamurnya tidak bisa tumbuh dengan baik. Biasanya yang gagal ini, mereka tidak sungguh-sungguh ingin menjadi petani. Mereka hanya iseng saja," tuturnya. Kiprahnya di bidang jamur merang, membuat Misa melenggang masuk Istana Negara. Ia mendapat penghargaan sebagai perintis budi daya jamur merang di Indonesia. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 27 Mei 2004. Pada tahun itu pula ia satusatunya orang asing yang diundang Pemerintah China untuk mendalami jamur merang selama setahun di negara tirai bambu itu.

Petani Memprihatinkan

Menjadi petani jamur merang sebenarnya bukan cita-cita Misa Suwarsa, meski ia anak petani di Depok, Jawa Barat. Kesadaran ini justru muncul saat ia telah mapan sebagai dosen di almamaternya, Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). "Saya terkesan saat ngobrol dengan seorang profesor dari satu negara di Eropa yang saat itu menjadi dosen tamu di ITB," ungkapnya. Profesor itu menyatakan prihatin melihat petani Indonesia yang nasibnya sangat malang karena tidak bisa memanfaatkan potensi yang ada di sekelilingnya. Seandainya mereka bisa memanfaatkan jerami, kehidupan ekonominya pasti akan lain. "Jerami dibakar begitu saja. Padahal sisa abunya justru merusak kesuburan tanah karena mengandung karbon," ungkap Misa menirukan profesor itu. Sebaliknya, jerami bisa dimanfaatkan sebagai media pembudidayaan jamur merang. Secara ekonomis, nilai jual jamur merang enam kali lipat dari nilai padi. Sementara peluang pasarnya sangat besar, terutama China dan Jepang, juga negara-negara Eropa. "Seharusnya ada seorang ahli yang mau membimbing para petani itu agar bisa hidup sejahtera," katanya. Mendengar ucapan itu, Misa tersentak lalu teringat orang tuanya sendiri yang kesulitan menghidupi anak-anaknya. "Hati saya bergolak antara tetap sebagai dosen atau terjun langsung membimbing petani. Akhirnya saya memutuskan keluar sebagai dosen ITB," kata Misa mengenang peristiwa 15 tahun lalu itu.

Rupanya keputusan itu tidak direstui orang tua. Tapi Misa yang kala itu masih bujangan, tetap nekad dan malah pergi ke Karawang. "Saya hanya mendengar kalau Karawang itu lumbung padi. Maka saya pergi ke sini, meski tidak punya bekal dan tidak punya saudara," ungkapnya. Di Karawang, Misa langsung menuju sekelompok petani di sawah dan mengungkapkan keinginannya untuk membuat jamur merang. Namun ia justru ditertawakan karena sudah banyak usaha jamur merang yang gulung tikar. Hal ini tidak membuat niat Misa surut. Ia tetap minta agar dikenalkan dengan pengusaha jamur merang yang bangkrut itu. Lantas kepada pengusaha tersebut, Misa menawarkan kerja sama, tapi ditolak karena sang pengusaha kapok membudidayakan jamur merang. Maka kemudian ia menyewa tiga tubung milik pengusaha itu. Di luar dugaan, ternyata tiga tubung itu membuka babak babak baru dalam hidupnya. Hanya dalam tempo sebulan, Misa bisa secara terus menerus memanen jamur merang dan menjualnya sendiri ke pasar. Tak ayal, ia langsung melunasi utangnya termasuk bunga yang digunakan untuk proses produksinya. Sebelum masa sewa selama setahun habis, Misa sudah mampu membeli lahan di Kampung Mekarjati untuk membangun tiga tubung sendiri. Kini ia memiliki delapan tubung yang setiap tubungnya rata-rata menghasilkan 1.500 kg jamur merang setiap bulan. "Para pedagang datang sendiri ke sini dengan membeli antara Rp 7.500 hingga Rp 10.000 per kg. Restoran di Jakarta juga ada yang pesan langsung dari sini dengan kualitas yang paling baik. Kami kewalahan melayani permintaan mereka," ucapnya. Misa juga mengaku ada permintaan untuk mengekspor jamur merang, tapi belum bisa dilaksanakan karena permintaan dalam negeri saja belum bisa dipenuhi. Bahkan ada sebuah bank asing yang cukup bonafit menawarkan bantuan finansial agar Misa bisa memproduksi besar-besaran untuk ekspor. "Saya menolak karena misi saya bukan seperti itu," tegasnya.

Sumber berita ( http://www.Sinarharapan.co.id )

Contoh berikutnya adalah Pensiunan polisi yaitu bapak Haji Djuhiya, yang berkonsentrasi mengembangkan usaha jamur tiram, berikut uraiannya :

BISNIS JAMUR TIRAM PANTANG SURAM

Belum banyak yang tahu, ternyata jamur tiram adalah bisnis yang sangat menjanjikan. Kabarnya, jamur tiram akan dijadikan tanaman pangan masa depan.

Dari Cisarua-Bandung Barat, Sabili berkesempatan berkunjung ke sebuah tempat usaha budidaya jamur tiram milik Haji Djuhiya, pensiunan polisi (ajudan inspektur) yang mendapat penghargaan Satya Lencana Pembanguan oleh Presiden RI ke-2 Soeharto. Belum banyak yang tahu, ternyata jamur tiram adalah bisnis yang sangat menjanjikan. Kabarnya, jamur tiram akan dijadikan tanaman pangan masa depan.

Kerap orang menilai, masa pensiun adalah masa dimana seseorang tidak lagi berguna dan produktif. Boleh jadi benar, tapi hal itu tidak berlaku bagi Haji Muhammad Djuhiya. Di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Djuhiya membuat kelompok Citra Jamur Lestari. Kelompok ini membudidayakan jamur kayu tiram putih yang bergizi tinggi untuk memenuhi pasar lokal dan ekspor.

Awalnya, Djuhiya tidak menanam jamur. Ia semula dikenal sebagai peternak ayam, sapi dan sayur mayur. Usaha jamur tiram baru ia geluti sejak tahun 1991, sesudah memasuki masa pensiun.

Saya mempelopori ayam ras. Bahkan saya mendapatkan penghargaan sebagai peternak teladan nasional, khususnya sapi perah. Iseng-iseng, saya mencari inovasi baru dengan menanam jamur tiram. Ketika itu sudah ada yang menanam jamur, tapi tidak berkembang, ungkap Djuhiya.

Bermula dari langseng nasi, Djuhiya memindahkannya ke drum, hingga ia punya ruang-ruang khusus pembudidayaan jamur dengan menggunakan pollibag. Ia juga mendapat bantuan modal dari bank. Singkat cerita, Djuhiya sukses sebagai petani jamur tiram.

Mengikuti jejak Djuhiya, kini terdapat 600 petani yang berusaha jamur, mulai dari Cisarua, Parongpong, dan daerah lainnya. Jika digabung dalam sehari bisa menghasilkan 10-15 ton jamur tiram. Sebelumnya hanya sekilodua kilo.

''Permintaan dari luar negeri sebesar 8 ton per bulan belum bisa dipenuhi,'' Djuhiya menjelaskan.

Ketekunannya membudidayakan jamur tiram, menghantarkan Djuhiya menjadi petani sukses. Ia pernah mendapatkan penghargaa Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Soeharto pada 1997. Dari pergulatannya dengan bisnis jamur, kakek berumur 73 tahun dengan 26 cucu dan bercicit 9 itu sempat berkeliling dunia dari Asia, Eropa hingga Afrika. Selatan, Zambia, Sudan, Tanzania, Kenya, Uganda, dan Makkah.

Dalam rangka Hari Pangan se-Dunia di Roma, Djuhiya juga mendapatkan penghargaan dari FAO tahun 1985. Rencananya, Djuhiya diundang untuk menjadi pembicara di Cina.

Djuhiya kini memiliki lahan seluas 1,5 hektare, menyatu dengan tempat tinggalnya. Dalam kesempatan itu, saya diajak keliling ke tempat penanaman budiaya jamur tiram, dengan ruangruangnya, mulai dari pembibitan, inkubasi, dan produksi. Adapun media yang digunakan adalah serbuk gergaji, dedak, dan kapur.

Budidaya Jamur Tiram

Tahapan budidaya jamur, antara lain: membuat media dari serbut gergaji dicampur kapur dan dedak, lalu diaduk dan diayak dengan sedikit air/dibasahi; sterilisasi selama 5 jam dengan 100 derajat, dalam karung atau plastic; setelah dingin diinokulasi/masukin bibit; lalu masukan kapas, ikat dengan karung; disimpan di ruang inkubasi selama 2 bulan, baru kemudian dipanen.

Dalam satu hari, Djihiya menghasilkan 300 kilo jamur. Untuk menghasilkan jamur yang bagus, harus memiliki kelembaban suhu 18-25 derajat. Adapun biaya operasionalnya membutuhkan 80 karung serbuk gergaji.

Kiat sukses Djuhiya sebagai petani jamur adalah telaten, kerja keras dan jujur. Ada modal tidak ada akal gagal, ada akal tanpa modal tidak terwujud, punya akal dan ilmu tapi tidak punya modal tidak terwujud. Bagusnya ada modal ide mekar, ujar Djuhiya yang berpendidikan akhir Sekolah Rakyat (SR).

Di antara banyak jenis jamur yang sekarang sedang baik prospeknya adalah Jamur Tiram Putih/Shemeji (Pleuratus Astreatus). Jamur ini disebut juga jamur kayu, karena tumbuh pada media kayu lapuk. Jenis jamur kayu lainnya adalah jamur kuping jamur shitake, dan jamur Gauderma.

Yang paling gampang dipasarkan adalah jamur tiram. Kini anak saya yang paling tua, H. Rahmat lebih maju usahanya, ujar lelaki kelahiran Bandung 15 Mei 1930. , pendidikan akhir Sekolah Rakyat (SR).

Perhimpinan petani Jamur tiram yang diketuainya (Yayasan Yampi) pernah menyumbang 100 ribu ton gabah kering ke Afrika senilai 17 M. Banyak petani Indonesia yang mendapatkan kesempatan mengajar ke Afrika. Adapun biayanya ditanggung oleh negara.

Permintaan akan jamur siap panen dalam polybag tersebut, menurutnya, sangat tinggi, hanya saja ia belum mampu menyediakannya. Di rumahnya, tempat budidaya jamur tiram sampai saat ini, Djuhiya telah banyak memberikan pelatihan-pelatihan pada mahasiswa tentang budidaya jamur tiram juga sebagai tempat PKL, sumber bahan penelitian dan konsultasi teknologi serta menjadi tempat tujuan agrowisata yang sering dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Cisarua.

Banyak pemuda, baik dalam dan luar negeri yang belajar dengan saya. Mereka belajar 2-4 bulan. Menariknya, pemuda Afrika pun jauh-jauh datang ke Bandung untuk belajar budidaya jamur tiram. (Adhes/emy)

Pertanyaan berikut yang muncul adalah jamur apa yang akan dikembangkan? Kembali lagi kepada anda mau mengembangkan yang mana. Jamur merang boleh, jamur tiram boleh. Tetapi jika memang berminat saya hanya bisa membantu dari sisi pembudidayaan jamur tiram saja. Untuk budidaya jamur merang saya sudah pelajari tetapi belum sepenuhnya memahami.

Berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha tersebut berikut uraianya :

Beberapa pertimbangan yang layak untuk anda dalam mengembangkan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut : 1. Daya serap pasar masih sangat tinggi dan semakin meningkat. 2. Merupakan konsumsi masyarakat sehingga kebutuhannya akan terus menerus karena habis dimakan. 3. Bahan bakunya mudah diperoleh dan murah. 4. Tidak memerlukan lahan yang luas untuk skala kecil/rumahtangga. Untuk budidaya 5000 baglog cukup dengan lahan 5 x 8 meter persegi. 5. Masyarakat semakin sadar pentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan 6. Jamur bisa dipanen setiap hari dan tidak mengenal musim 7. Sebagai alternatif pengganti daging yang semakin mahal

8. Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan 9. Sisa baglog yang sudah habis masa panennya bisa digunakan sebagai pupuk kompos untuk pupuk kolam ikan, pupuk tanaman, campuran pakan ternak, dll.

Proyeksi pengembangan usaha : Budidaya jamur termasuk usaha kecil menengah tapi justru inilah yang menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional. Disamping itu, produk jamur tiram ada berbagai macam sub-usaha dan turunannya, misalnya : 1. Produksi bibit jamur 2. Produksi jamur tiram segar 3. Produk-produk olahan : krupuk jamur, kripik jamur, abon jamur,sate jamur, dll 4. Kompos dan pakan ternak dari sisa baglog produksi 5. Tempat wisata dll

Berikut adalah ilustrasi perhitungan biaya untuk budidaya jamur tiram : Diasumsikan budidaya sebanyak 3000 baglog Biaya pembuatan kumbung : Rp. 3.000.000,- (bisa dipakai untuk 6 musim

atau 2 tahun)

:

Rp.

500.000,- per musim tanam Rp. 12.000.000,- (@ Rp. 4.000,-)/baglog Rp. 12.500.000,- permusim

Pembelian 3000 baglog : TOTAL INVESTASI :

Prosentase kegagalan dari 3000 baglog sebesar 10% = 300 baglog, 1 baglog dengan berat 1.4 kg bisa menghasilkan jamur 0.42 0.56 kg, lebih jelas, kita ambil yang terendah, yaitu 0.42 kg jamur tiram segar per baglog supaya tidak berekspektasi terlalu tinggi dan timbul kekecewaan nantinya. Produksi jamur : Harga jamur per kg 2.700 x 0.42 = 1.134 kg : Rp. 18.000,- untuk daerah medan (harga agen)

:

Rp. 25.000 s/d 30.000 harga ecer : 1.134 x Rp. 18.000 = Rp. 20.412.000,-

Total omset

Keuntungan permusim = Rp. 20.412.000 - Rp. 12.500.000 = Rp. 7.912.000,- , dengan asumsi yang dipakai adalah hasil panen terendah dan kita tidak terlalu banyak mengeluarkan waktu dan tenaga karena pemeliharaan maupun pemasaran sudah dikerjakan orang lain.

Kalau ingin hasil yang lebih besar dan memuaskan, tentunya harus sedikit kerja keras lagi untuk berusaha memotong jalur pemasaran langsung ke pasar atau swalayan atau bahkan bisa langsung ke konsumen tanpa melalui agen lagi. Tentunya akan memperoleh harga yang jauh lebih tinggi, dan keuntungan yang diperolehpun cukup tinggi yaitu sekitar Rp. 15.850.000 permusimnya. Bagi para pemula disarankan untuk memulainya secara bertahap.

Apakah biaya diatas cukup mahal? Jika anda hanya memiliki modal yang minim anda dapat memulai usaha pembudidayaan jamur tiram tersebut dengan sistem bertahap, yaitu dapat dimulai dengan pembudidayaan dengan jumlah baglog sebanyak 1.000, dengan perkiraan modal 6 jutaan anda sudah bisa memulainya.

Bagaimana apakah anda tertarik untuk mulai membudidayakan jamur tiram disekitar anda? Jika anda tertarik silahkan hubungi ke 081265318900 atau melalui email: [email protected]