ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN...

of 83 /83
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN KURS DOLAR PADA DETIK.COM Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos) Oleh Irna Syahputri NIM: 11140510000157 JURUSAN JURNALISTIK FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA 1440 H/ 2019  

Embed Size (px)

Transcript of ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN...

Page 1: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN KURS

DOLAR PADA DETIK.COM

Skripsi

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Oleh

Irna Syahputri

NIM: 11140510000157

JURUSAN JURNALISTIK

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIFHIDAYATULLAH

JAKARTA

1440 H/ 2019

 

Page 2: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

 

Page 3: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

 

Page 4: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

 

Page 5: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

iv

ABSTRAK

Irna Syahputri (11140510000157)

Analisis Framing Pemberitaan Kenaikan Kurs Dolar pada Detik.com

Kenaikan kurs dolar yang membuat rupiah melemah semakin ramai di

berbagai media. Hal tersebut disebabkan oleh perdagangan antara Amerika

Serikat (AS) dan Tiongkok mengalami defisit atau kekurangan yang dampaknya

cukup besar bagi AS. Perkembangan terakhir nilai tukar rupiah turun menjadi

14.157 rupiah per dolar AS pada April 2019. Berita mengenai kenaikan dolar

terhadap rupiah tersebut sangat menjadi perhatian masyarakat. Detik.com

merupakan portal media online tercepat dalam meluncurkan pemberitaan

mengenai kenaikan dolar dan juga aktif memberikan pemberitaan pada isu

tersebut. Setiap hari jurnalis berhadapan dengan beragam peristiwa dengan

berbagai pandangan dan kompleksitasnya. Lewat frame, jurnalis mengemas

peristiwa yang kompleks itu menjadi peristiwa yang dapat dipahami, dengan

perspektif tertentu dan lebih menarik perhatian khalayak. Laporan berita yang

akhirnya ditulis oleh wartawan pada akhirnya menampilkan apa yang dianggap

penting, apa yang perlu ditonjolkan, dan apa yang perlu disampaikan oleh

wartawan kepada khalayak pembaca.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penelitian dilakukan untuk

menjawab pertanyaan bagaimana framing pemberitaan kenaikan dolar dan

konstruksi pada berita tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan

kualitatif, dengan paradigma konstruktivisme. Metode analisis yang digunakan

adalah framing Robert N. Entman dan Teori Konstruksi Realitas Sosial. Terdapat

empat elemen dalam framing Robert N. Entman, yaitu Define Problems,

Diagnose Causes, Make Moral Judgement dan Treatment recommendation.

Empat elemen tersebut menjadi alat bagi penulis untuk memahami bagaimana

media mengemas peristiwa dengan strategi menentukan masalah, mendiagnosis

penyebab, membuat penilaian moral, dan menyarankan tawaran. Dengan

demikian dapat terlihat cara yang digunakan oleh media untuk menonjolkan

pemaknaan dalam suatu peristiwa. Dalam pemberitaan kenaikan kurs dolar ini,

strategi pembingkaian Detik.com ini lebih menonjol pada elemen causal

interpretation/diagnose causes yang mengharapkan pembaca dapat fokus kepada

apa penyebab terjadinya pergolakan ekonomi di Indonesia. Dengan hal ini,

penulis menyimpulkan bahwa Detik.com melakukan konstruksi sosial dengan

berbagai cara yang ditemukan melalui elemen-elemen analisis framing Robert N.

Entman bahwa konstruksi yang dibuat oleh Detik.com dilakukan melalui strategi,

yaitu konsep akutualisasi menjadi pertimbangan utama sehingga pembaca merasa

tepat waktu dalam memperoleh berita. Hal ini termasuk pada tahapan sebaran

konstruksi dalam teori Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Selain itu,

Detik.com juga berupaya untuk mengkonstruksi pikiran pembaca dengan

menganggap penting peristiwa kenaikan dolar tersebut.

Kata Kunci: Berita, Kenaikan Dolar, Detik, Framing, Konstruksi Media

 

Page 6: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

v

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah, segala puji dan syukur

atas kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat serta limpahan karunia-Nya

penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul "Analisis Framing

Pemberitaan Kenaikan Kurs Dolar pada Detik.com". Tak lupa, shalawat serta

salam semoga Allah curahkan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW

serta keluarga, sahabat, dan para pengikutinya hingga akhir zaman. Aamiin.

Skripsi ini merupakan tugas akhir penulis yang disusun guna melengkapi

salah satu syarat yang telah ditentukan dalam menempuh program studi Strata

Satu (S1) Jurusan Jurnalistik di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan keterbatasan

dan kekurangan ini akhirnya peneliti bisa menyelesaikan penelitian ini. Hal ini tak

akan terwujud sendiri, melainkan karena dukungan dan bantuan dari banyak pihak

baik moril maupun materi, sehingga banyak ucapan terima kasih penulis ucapkan

kepada:

1. Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta Suparto, M. Ed, Ph.d., Wakil Dekan II Bidang

Administrasi Umum, Dr. Hj. Roudhonah, M.Ag., serta Wakil Dekan III

Bidang Kemahasiswaan, Dr. Suhaimi, M.Si.

2. Ketua Prodi Jurnalistik, Kholis Ridho, M.Si dan Sekretaris Prodi

Jurnalistik, Dra. Musfirah Nurlaily, MA, yang telah membantu penulis

selama masa perkuliahan.

3. Dosen Pembimbing Skripsi, Rubiyanah, MA, yang telah menuntun penulis

dengan sangat baik dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Ade Masturi, MA, selaku Dosen Pembimbing Akademik.

5. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang telah

memberikan dedikasinya sebagai pengajar yang memberikan berbagai

pengarahan, pengalaman, serta bimbingan kepada peneliti selama dalam

masa perkuliahan.

6. Seluruh staff dan karyawan tata usaha Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

Komunikasi yang membantu penulis dalam pembuatan surat-menyurat.

 

Page 7: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

vi

7. Terima kasih kepada Detik.com yang telah membantu penulis, Bapak

Nanang dan Bapak Danang Sugianto yang bersedia meluangkan waktunya

untuk wawancara.

8. Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada kedua orang tua tercinta Ayah

(Alm) Imron Syah dan Ibu Rosnawati, terima kasih atas segala curahan

kasih sayang, semangat serta doa-doa yang selalu dipanjatkan untuk

kesuksesan dan keberhasilan penulis.

9. Adik-adikku tercinta, Irma Syahputri, M. Kemal Syahputra, dan M. Faiq

Syahputra yang menjadi motivasi penulis agar dapat menyelesaikan skripsi

ini.

10. Partner sekaligus sahabat terbaik, M. Bagas Dwi Saputra yang selalu

memberi dukungan serta semangat kepada penulis.

11. Sahabat-sahabatku member Kurus Bareng, Fika Fensa, Dhita Manaf,

Ulfah Armanida, Nabilla Putri Maharani, dan Angel Ibrahim terima kasih

selama ini tetap selalu bersama dalam suka maupun duka.

12. Teman-teman Jurnalistik A dan B angkatan 2014, terima kasih atas waktu

yang telah kita habiskan bersama selama masa perkuliahan.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses

penyusunan skripsi ini, sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.

Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dengan balasan yang

setimpal.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kata sempurna,

karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis

harapkan sehingga skripsi ini dapat menjadi manfaat bagi para pembaca.

Aamin Yaa Robbal'Alamin.

Jakarta, April 2019

Irna Syahputri

 

Page 8: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

vii

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ............................................... i

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN ............................................ ii

LEMBAR PERNYATAAN ........................................................................... iii

ABSTRAK ...................................................................................................... iv

KATA PENGANTAR .................................................................................... v

DAFTAR ISI ................................................................................................... vii

DAFTAR TABEL .......................................................................................... x

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ...................................................... 1

B. Batasan dan Rumusan Penelitian ......................................... 4

1. Batasan Masalah ............................................................ 4

2. Rumusan Masalah .......................................................... 4

C. Tujuan Penelitian ................................................................. 5

D. Manfaat Penelitian ............................................................... 5

E. Metodologi Penelitian .......................................................... 5

1. Paradigma Penelitian ..................................................... 5

2. Pendekatan Penelitian .................................................... 6

3. Metode Penelitian .......................................................... 6

4. Subjek dan Objek Penelitian .......................................... 7

5. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................ 7

6. Teknik Pengumpulan Data ............................................ 8

7. Teknik Analisis Data ..................................................... 8

8. Pedoman Penulisan ........................................................ 11

F. Tinjauan Pustaka .................................................................. 11

G. Sistematika Penulisan .......................................................... 12

BAB II KAJIAN PUSTAKA ................................................................. 14

A. Framing Robert N Entman ................................................... 14

 

Page 9: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

viii

B. Konstruksi Sosial atas Realitas ............................................ 17

1. Tahap Menyiapkan Materi Konstruksi .......................... 19

2. Tahap Sebaran Konstruksi ............................................. 20

3. Pembentukan Kontruksi Realitas ................................... 20

4. Tahap Konfirmasi .......................................................... 22

C. Konseptualisasi Berita dan Media Online ........................... 22

1. Definisi Berita ................................................................ 22

2. Kriteria Umum Nilai Berita ........................................... 22

3. Media Online ................................................................. 25

4. Karakteristik Berita di Media Online ............................ 27

D. Perekonomian Indonesia ...................................................... 28

1. Masalah Inflasi ............................................................... 28

2. Kebijakan Fiskal ............................................................ 30

BAB III GAMBARAN UMUM .............................................................. 32

A. Profil Detik.com ................................................................... 32

1. Sejarah Singkat .............................................................. 32

2. Konten Media Online Detik.com ................................... 33

3. Profile Detik.com ........................................................... 34

BAB IV HASIL TEMUAN DAN ANALISA DATA ............................ 35

A. Temuan Data ........................................................................ 35

1. Berita 4 September 2018 ............................................... 36

2. Berita 5 September 2018 ............................................... 37

3. Berita 6 September 2018 ............................................... 39

4. Berita 7 September 2018 ............................................... 40

B. Analisis Data ........................................................................ 41

1. Analisis Berita 1 ............................................................ 42

2. Analisis Berita 2 ............................................................ 45

3. Analisis Berita 3 ............................................................ 48

4. Analisis Berita 4 ............................................................ 51

 

Page 10: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

ix

C. Interpretasi ........................................................................... 53

1. Tahap Menyiapkan Materi Konstruksi .......................... 54

2. Tahap Sebaran Konstruksi ............................................. 54

3. Tahap Pembentukan Konstruksi Realitas ...................... 55

4. Tahap Konfirmasi .......................................................... 55

BAB V PENUTUP .................................................................................. 59

A. Simpulan .............................................................................. 59

B. Saran .................................................................................... 60

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 61

 

Page 11: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

x

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Konsep Framing Robert N. Entman ....................................... 9

Tabel 2.1 Perangkat Framing Robert N. Entman ................................... 15

Tabel 2.2 Konsep Framing Robert N. Entman ....................................... 16

Tabel 4.1 Berita Isu Kenaikan Dollar .................................................... 35

Tabel 4.2 Jokowi Rapat Bahas Rupiah, Hasilnya .................................. 36

Tabel 4.3 Rupiah KO Lawan Dolas AS ................................................. 37

Tabel 4.4 Sri Mulyani Beberkan Kondisi Ekonomi RI Terkini ............. 39

Tabel 4.5 Rupiah Terpukul, Pengusaha Kedelai dan Tempe Mengeluh 40

 

Page 12: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kenaikan kurs dolar yang membuat rupiah melemah semakin ramai di

berbagai media. Nilai tukar rupiah menembus level 14.203 rupiah per dolar

Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Mei 2018, kemudian nilai tukar

rupiah menembus 14.400 rupiah per dolar Amerika Serikat (AS) pada

perdagangan Juni 2018, mencapai posisi 14.800 rupiah per dolar Amerika

Serikat (AS) pada September 2018. Perkembangan terakhir nilai tukar rupiah

turun menjadi 14.157 rupiah per dolar AS pada April 2019. Berita mengenai

kenaikan dolar terhadap rupiah sangat menjadi perhatian masyarakat sehingga

ada beberapa elit politik yang menanggapi isu tersebut.

Amerika Serikat (AS) merupakan negara perekonomian terbesar di

dunia yang melakukan perdagangan hampir ke seluruh negara. Partner

dagang AS yaitu Tiongkok, negara perekonomian terbesar kedua di dunia.

Perdagangan antara AS dan Tiongkok mengalami defisit atau kekurangan

yang dampaknya cukup besar bagi AS. Maka dari itu AS menjalankan

program kebijakan terbaru yang diumukan Presiden AS Donald Trump pada

Maret 2018 untuk menurunkan defisit perdagangan AS.

Bank Sentral Amerika yaitu Federal Reserve atau The Fed memutuskan

untuk menaikkan tingkat suku bunga hingga mencapai 2% agar dapat

memberi kepastian bagi para investor, pengusaha serta konglomerat di

seluruh dunia. Setelah tingkat suku bunga dinaikkan banyak investor,

pengusaha, konglomerat dan semacamnya mengalihkan kekayaan dalam

bentuk dolar Amerika Serikat (USD) agar dapat presentase bunga yang besar.

Hal inilah yang membuat USD mengalami apresiasi atau kenaikan terhadap

mata uang berbagai negara di dunia, termasuk salah satunya yaitu Rupiah.

Pertumbuhan impor yang lebih tinggi dibandingkan ekspor membuat

para investor asing khawatir, maka dari itu pemerintah mengatasi hal ini

dengan menaikan pajak penghasilan (PPh) impor agar dapat menahan gerakan

impor yang menjadi pemberat dari defisit transaksi berjalan. Dalam kondisi

seperti ini pemerintah berharap masyarakat bisa menyikapi dengan tenang.

 

Page 13: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

2

Memang ada dampak positif dan negatif dari kenaikan dolar. Salah satu

dampak positifnya adalah Indonesia berpeluang untuk meningkatkan surplus

perdagangan. Surplus yang diterima dapat lebih besar jika Indonesia dapat

mengintensifkan tingkat ekspor mereka lebih tinggi lagi terutama ke negara-

negara mitra dagang utama. Untuk dampak negatif salah satunya adalah efek

ke utang pemerintah pelemahan rupiah membuat kewajiban membayar cicilan

pokok dan bunga utang luar negeri dalam bentuk valuta asing (valas) akan

membesar. Ruang fiskal akan semakin sempit, dalam jangka panjang defisit

keseimbangan primer membengkak.

Detik.com merupakan portal media online tercepat dalam meluncurkan

pemberitaan mengenai kenaikan dolar. Dari berita kenaikan dolar ini,

Detik.com termasuk media online yang mengangkat berita ini dengan banyak

perspektif. Mulai dari otomotif, liburan dan juga mengangkat pendapat

kementerian dan elit politik.

Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel

daring di Indonesia. Detik.com merupakan salah satu situs berita terpopuler di

Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya,

Detik.com hanya mempunyai edisi daring dan menggantungkan pendapatan

dari bidang iklan. Meskipun begitu, Detik.com merupakan yang terdepan

dalam hal berita-berita baru (breaking news). Sejak tanggal 3 Agustus 2011,

Detik.com menjadi bagian dari PT Trans Corporation, salah satu anak

perusahaan CT Corp.1

Bingkai berita atau framing adalah pendekatan untuk mengetahui

bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan

ketika menseleksi isu dan menulis berita. Cara pandang atau perspektif itu

pada akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, perspektif itu pada

akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, perspektif itu pada akhirnya

menentukan fakta apa yang diambil, bagian mana yang ditonjolkan dan

dihilangkan, dan hendak dibawa ke mana berita tersebut.2

1 http://www.amsi.or.id/display/member-amsi/detik-com/ diakses pada 20 November 2018

pukul 2:04 WIB 2Eriyanto, Analisis Framing :Konstruksi, Ideologi & Politik Media. (Yogyakarta: LKiS

Yogyakarta, 2002), h. 221

 

Page 14: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

3

Dalam melihat suatu peristiwa media selalu melakukan konstruksi

realitas, yaitu upaya untuk menyusun beberapa peristiwa. Proses

pembentukan realitas itu, hasil akhirnya adalah adanya bagian tertentu dari

realitas yang lebih menonjol dan lebih mudah dikenal. Akibatnya khalayak

lebih mudah mengingat aspek-aspek tertentu yang ditonjolkan oleh media

massa. Aspek-aspek yang tidak disajikan secara menonjol menjadi terlupakan

dan sama sekali tidak diperhatikan oleh khalayak.3

Pada penelitian ini penulis akan menggunakan model framing oleh

Robert N. Entman. Konsep framing oleh Entman, digunakan untuk

menggambarkan proses seleksi dan menonjolkan aspek tertentu dari realitas

oleh media.4 Dalam konsepsi Entman, framing pada dasarnya merujuk pada

pemberian definisi, penjelasan, evaluasi, dan rekomendasi dalam suatu

wacana untuk menekankan kerangka berpikir tertentu terhadap peristiwa yang

diwacanakan.5

Alasan penulis memilih pemberitaan kenaikan kurs dolar terhadap

rupiah pada Detik.com karena berita tersebut termasuk dalam isu nasional dan

juga Detik.com membuat fokus berita tentang kenaikan dolar dengan judul

"Dolar Mengamuk". Pada berita tersebut juga memiliki judul yang menarik

perhatian masyarakat. Hal ini juga yang membuat berita ini memiliki nilai

proximity (kedekatan peristiwa dengan pembaca dalam keseharian hidup

mereka) cukup besar sehingga menjadi perbincangan para pembaca di kolom

komentar berita tersebut.

Berita pada Detik.com ini terkait kenaikan kurs dolar terhadap rupiah

jelas akan mengusik masyarakat, besar kemungkinan beberapa bahan pokok

impor yang digunakan sebagai bahan baku penjualan dalam negeri akan

mengalami kenaikan dan berdampak kenaikan harga terhadap penjualan

produk dalam negeri. Dalam beberapa berita di Detik.com, pemerintah

terkesan mempunyai kinerja yang lemah dalam menghadapi kenaikan kurs

3Eriyanto, Analisis Framing :Konstruksi, Ideologi & Politik Media. (Yogyakarta : LKiS

Yogyakarta, 2002), h. 77 4 Eriyanto, Analisis Framing : Konstruksi, Ideologi & Politik Media. (Yogyakarta : LKiS

Yogyakarta, 2002), h. 220 5 Eriyanto, Analisis Framing : Konstruksi, Ideologi & Politik Media. (Yogyakarta : LKiS

Yogyakarta, 2002), h. 222

 

Page 15: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

4

dolar. Hal ini bisa saja membuat masyarakat Indonesia panik dalam

menghadapi pelemahan rupiah

Dalam memproduksi berita ini tentu ada proses dimana media

mengkonstruksi berita tersebut. Di antara banyaknya media yang

memberitakan isu tersebut, Detik.com merupakan salah satu media yang juga

melakukan pembingkaian berita. Dari latar belakang masalah di atas, maka

penulis mengambil judul skripsi tentang "Analisis Framing Pemberitaan Isu

Kenaikan Dolar pada Detik.com".

B. Batasan dan Rumusan Penelitian

1. Batasan Masalah

Agar masalah yang diteliti tidak terlalu luas dan menjadi lebih

terarah, penulis mencoba membatasi masalah yang akan diteliti. Oleh

karena itu penulis hanya membatasi pada pemberitaan dalam isu

mengenai kenaikan dolar terhadap rupiah pada Detik.com periode 4

september sampai 7 september 2018 sebagai berikut.

a. 4 September 2018 : "Jokowi Rapat Bahas Rupiah Keok Lawan Dolar

AS, Ini Hasilnya"

b. 5 September 2018 : "Rupiah KO Lawan Dolar AS. Sri Mulyani :

Pemerintah Siaga"

c. 6 September 2018 : "Sri Mulyani Beberkan Kondisi Ekonomi RI

Terkini"

d. 7 September 2018 : "Rupiah Terpukul, Pengusaha Kedelai dan

Tempe di Banten Mengeluh"

Penulis memilih edisi tersebut karena Detik.com secara terus

menerus memberitakan tentang isu kenaikan dolar terhadap rupiah

dengan menekankan aspek-aspek tertentu.

2. Rumusan Masalah

a) Bagaimana Detik.com mengkonstruksi pemberitaan dalam isu

mengenai kenaikan dolar terhadap rupiah?

1) Bagaimana define problems (pendefinisian masalah) isu

kenaikan dolar terhadap perekonomian rumah tangga pada

Detik.com?

 

Page 16: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

5

2) Bagaimana diagnose causes (memperkirakan masalah atau

sumber masalah) isu kenaikan dolar terhadap perekonomian

rumah tangga pada Detik.com?

3) Bagaimana make moral judgement (membuat keputusan moral)

tentang isu kenaikan dolar terhadap perekonomian rumah tangga

pada Detik.com?

4) Bagaimana treatment recommendation (menekankan

penyelesaian) isu kenaikan dolar terhadap perekonomian rumah

tangga pada Detik.com?

C. Tujuan Penelitian

1) Untuk mengetahui pembingkaian tentang pemberitaan dalam isu

mengenai kenaikan dolar terhadap rupiah pada Detik.com.

2) Untuk mengetahui Detik.com dalam mengkonstruksi pemberitaan dalam

isu mengenai kenaikan dolar terhadap rupiah.

D. Manfaat Penelitian

1) Manfaat Akademik

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan masukan untuk

para peneliti dalam melakukan penelitian terkait teori konstruksi sosial

atas realitas terhadap suatu media dengan menggunakan teknik analisis

framing, khususnya model Robert N. Entman.

2) Manfaat Praktis

Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi dan referensi

bagi khalayak tentang bagaimana suatu media dalam mengemas suatu

pemberitaan. Bahwa pengemasan suatu berita itu dilakukan tidak hanya

berdasarkan isu yang berkembang tetapi juga sudah melalui tahapan

konstruksi yang dilakukan oleh suatu media.

E. Metodologi Penelitian

1. Paradigma Penelitian

Menurut Bogdan dan Biklen mengartikan paradigma sebagai

kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama, konsep

atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian.6

6H. Moh. Kasiram. Metodologi Penelitian Kualitatif – Kuantitatif. (Malang: UIN Maliki

Press, 2010), h. 147

 

Page 17: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

6

Pada penelitian ini peneliti menggunakan paradigma konstruktivis.

Paradigma constructionism, menganggap kenyataan itu hanya bisa

dipahami dalam bentuk jamak, berupa konstruksi mental yang tak dapat

diraba, berbasis social dan pengalaman yang bersifat lokal dan spesifik

(ontologi).7

Paradigma konstruktivis memiliki beberapa karakteristik

diantaranya, memiliki tujuan untuk menentukan realitas yang terjadi

sebagai hasil interaksi antara penulis dengan objek penelitian, penulis

melibatkan dirinya dengan realitas yang diteliti, kualitas dilihat dari sejuh

mana penulis mampu menyerap dan mengerti bagaimana individu

mengkonstruksi sebuah realitas.8

2. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif

dengan model deskriptif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang

berhubungan dengan data visual dan data verbal. Proses dalam

penulisannya menggunakan metode pengumpulan data dan metode

analisis data.9 Penelitian deskriptif ditujukan untuk: (1) mengumpulkan

informasi actual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada, (2)

mengidentifikasi masalah, dan membuat perbandingan, mengidentifikasi

masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku, (3)

membuat perbandingan atau evaluasi, dan (4) menentukan apa yang

dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar

dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada

waktu yang akan datang.10

3. Metode Penelitian

Analisis framing secara sederhana dapat digambarkan sebagai

analisis untuk mengetahui bagaimana realitas (peristiwa, aktor,

kelompok, atau apa saja) dibingkai oleh media. Pembingkaian tersebut

7H. Moh. Kasiram. Metodologi Penelitian Kualitatif – Kuantitatif. (Malang: UIN Maliki

Press, 2010), h. 151 8Eriyanto, AnalisisFraming :Konstruksi, Ideologi&Politik Media. (Yogyakarta:LKiS

Yogyakarta, 2002), h. 43 9Antonius Birowo.Metode Penulis dan Komunikasi Teori dan Aplikasi.

(Yogyakarta:Gintayali,2004), h. 2 10

Jalaludin Rakhmat.MetodePenelitianKomunikasi. (Bandung: PT RemajaRosdakarya,

2005) hal 25

 

Page 18: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

7

tentu saja melalui proses konstruksi. Di sini realitas sosial dimaknai dan

dikonstruksi dengan makna tertentu. Peristiwa dipahami dengan

bentukan tertentu. Hasilnya, pemberitaan media pada sisi tertentu atau

wawancara dengan orang-orang tertentu. Semua elemen tersebut tidak

hanya bagian dari teknis jurnalistik, tetapi menandakan bagaimana

peristiwa dimaknai dan ditampilkan.11

Framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana

perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika

menseleksi isu dan menulis berita. Cara pandang atau perspektif itu pada

akhirnya menentukan fakta apa yang diambil, bagian mana yang

ditonjolkan dan dihilangkan, dan hendak dibawa ke mana berita

tersebut.12

4. Subjek dan Objek Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat subjek dan objek penelitian. Subjek

penelitiannya yaitu media online Detik.com, sedangkan yang menjadi

objek yaitu pemberitaan pada pemberitaan dalam isu mengenai kenaikan

dolar terhadap rupiah pada Detik.com periode 4 september sampai 7

september 2018 sebagai berikut.

a. 4 September 2018 : "Jokowi Rapat Bahas Rupiah Keok Lawan Dolar

AS, Ini Hasilnya"

b. 5 September 2018 : "Rupiah KO Lawan Dolar AS. Sri Mulyani :

Pemerintah Siaga"

c. 6 September 2018 : "Sri Mulyani Beberkan Kondisi Ekonomi RI

Terkini"

d. 7 September 2018 : "Rupiah Terpukul, Pengusaha Kedelai dan

Tempe di Banten Mengeluh"

5. Tempat dan Waktu Penelitian

Waktu penelitian ini dilakukan pada November 2018 - April 2019.

Tempat penelitian ini dilakukan di Gedung Transmedia - Lantai 8-9 Jln.

Kapten Tendean kav. 12-14A, Jakarta Selatan, 12790.

11

Eriyanto, AnalisisFraming :Konstruksi, Ideologi&Politik Media. (Yogyakarta:LKiS

Yogyakarta, 2002), h. 3 12

Eriyanto, AnalisisFraming :Konstruksi, Ideologi&Politik Media. (Yogyakarta:LKiS

Yogyakarta, 2002), h. 221

 

Page 19: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

8

6. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian kualitatif ini memanfaatkan diri peneliti sendiri sebagai

instrumen utama untuk memperoleh data yang dibutuhkan dengan

berbagai cara, sebagai berikut:

a) Telaah Teks, mencari data mengenai hal-hal yang berkaitan

dengan pemberitaan dalam isu mengenai kenaikan dolar terhadap

rupiah dalam bentuk berita, transkrip, teks dan lain-lain di

Detik.com.

b) Wawancara yaitu percakapan dengan maksud tertentu. Teknik

pengumpulan data yang dilakukan dengan cara dialog (face to

face atau calling) untuk mengetahui informasi yang mendalam.

Wawancara yang dilakukan ini termasuk dalam kategori in-dept

interview, yang dalam pelaksanaannya lebih bebas serta untuk

menentukan permasalahan secara lebih terbuka, sehingga pihak yang

diwawancarai dapat mengemukakan pendapat dan ide-idenya.

c) Dokumentasi merupakan salah satu metode penelitian

kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang

dibuat oleh subjek atau orang lain tentang subjek. Pengamatan

berperan serta dan wawancara mendalam dapat pula dilengkapi

dengan analisis dokumen seperti berita koran, artikel-artikel dan

foto-foto. Dalam penelitian ini dokumen berbentuksurat-surat,

serta foto sebagaibukti otentik bahwa peneliti telah melaksanakan

penelitian.

7. Teknik Analisis Data

Model analisis data dalam penelitian ini akan menggunakan

model analisis framing dari Robert N. Entman. Pemilihan analisis

framing model Robert N. Entman.

Framing pada dasarnya melibatkan seleksi dan arti-penting. Untuk

membingkai adalah untuk memilih beberapa aspek realitas yang

dipahami dan membuat mereka lebih menonjol dalam teks

berkomunikasi, sedemikian rupa untuk mempromosikan definisi masalah

tersendiri, interpretasi kausal, evaluasi moral, dan atau rekomendasi

 

Page 20: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

9

pengobatan untuk item yang dijelaskan. Biasanya membingkai

mendiagnosis, mengevaluasi, dan meresepkan, titik dieksplorasi paling

teliti oleh Gamson (1992). Contohnya adalah bingkai "perang dingin"

yang mendominasi berita AS tentang pameran asing hingga baru-baru

ini. Bingkai perang dingin menyoroti peristiwa-peristiwa luar negeri

tertentu - katakanlah, perang sipil - sebagai masalah, mengidentifikasi

sumber mereka (pemberontak komunis), menawarkan penilaian moral

(agresi ateistik), dan memuji solusi tertentu (dukungan AS untuk pihak

lain).13

Bingkai, kemudian, define problem (menentukan masalah) -

menentukan apa yang agen kausal lakukan dengan biaya dan manfaat,

biasanya diukur dalam hal nilai-nilai budaya umum; diagnose causes

(mendiagnosis penyebab)-mengidentifikasi kekuatan menciptakan

masalah; make moral judgments (membuat penilaian moral)-

mengevaluasi agen penyebab dan efeknya; dan suggest remedies

(menyarankan tawaran) perbaikan dan membenarkan perawatan untuk

masalah dan memprediksi kemungkinan efeknya. Satu kalimat dapat

melakukan lebih dari satu dari empat fungsi pembingkaian ini, meskipun

banyak kalimat dalam teks mungkin tidak dapat melakukan satu pun dan

bingkai dalam teks tertentu mungkin tidak harus mencakup semua empat

fungsi.14

Selanjutnya bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel 1

Konsep Framing Robert N. Entman

Define Problems

(pendefinisian masalah)

Bagaimana suatu peristiwa/ isu dilihat?

Sebagai apa? Atau sebagai masalah

apa?

Diagnose Causes

(memperkirakan

masalah atau sumber

Peristiwa itu dilihat disebabkan oleh

apa? Apa yang dianggap sebagai

penyebab dari suatu masalah? Siapa

13

Denis McQuail,McQuail's Reader in Mass Communication Theory.(London: SAGE

Publications L.td,2002),h.391 14

Denis McQuail,McQuail's Reader in Mass Communication Theory.(London: SAGE

Publications L.td,2002),h.391

 

Page 21: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

10

masalah) (aktor) yang dianggap sebagai

penyebab masalah?

Make Moral Judgement

(membuat keputusan

moral)

Nilai moral apa yang disajikan

untuk menjelaskan masalah? Nilai

moral apa yang dipakai untuk

melegitimasi atau mendelegitimasi

suatu tindakan?

Treatment

Recommendation

(menekankan

penyelesaian)

Penyelesaian yang apa yang

ditawarkan untuk mengatasi masalah/

isu? Jalan apa yang ditawarkan dan

harus ditempuh untuk mengatasi

masalah?

Sumber : Eriyanto, 2002: 223-224

Contoh perang dingin juga menunjukkan bahwa frame memiliki

setidaknya empat lokasi dalam proses komunikasi: komunikator, teks,

penerima, dan budaya. Komunikator membuat penilaian framing sadar

atau tidak sadar dalam memutuskan apa yang harus dikatakan, dipandu

oleh bingkai (sering disebut skemata) yang mengatur sistem kepercayaan

mereka. Teks ini berisi bingkai, yang dimanifestasikan oleh ada atau

tidaknya kata kunci tertentu, frasa stok, gambar stereotip, sumber

informasi, dan kalimat yang memberikan tumpang tindih gugus fakta

atau penilaian secara tematik.

Bingkai yang memandu pemikiran dan kesimpulan penerima

mungkin atau mungkin tidak mencerminkan bingkai dalam teks dan

tujuan framing komunikator. Budaya adalah stok bingkai yang sering

dipanggil; pada kenyataannya, budaya dapat didefinisikan sebagai

serangkaian kerangka umum yang ditunjukkan secara empiris yang

ditunjukkan dalam wacana dan pemikiran sebagian besar orang dalam

kelompok sosial. Pembingkaian di keempat lokasi mencakup fungsi yang

 

Page 22: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

11

serupa: seleksi dan penyorotan, dan penggunaan elemen yang disorot

untuk membuat argumen tentang masalah dan penyebabnya, evaluasi,

dan / atau solusi.15

8. Pedoman Penulisan

Pedoman dalam penulisan ini mengacu pada pedoman penulisan

skripsi berdasarkan Surat Keputusan Rektor UIN Syarif Hidyatullah

Jakarta Nomor 507 Tahun 2017.

F. Tinjauan Pustaka

Berdasarkan pengamatan langsung peneliti di perpustakaan Fakultas

Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi dan Perpustakaan Utama UIN Syarif

Hidayatullah, mengenai skripsi Analisis Framing. Peneliti meninjau skripsi

dan jurnal yang sudah ada yang berkaitan dengan judul yang dianalisis

peneliti seperti:

Setya Malik Kefin Turangga dalam skripsinya menemukan bahwa

Republika Online dan Kompas.com memiliki sudut pandang yang berbeda

dalam mengkonstruk berita. Hal ini terlihat dari strategi penyampaian pesan

yang digunakan oleh kedua media online tersebut. Selain itu, struktur

organisasi dan pandangan dari kedua media online tersebut yakni Republika

Online dan Kompas.com juga cenderung memengaruhi konten berita yang

diterbitkan. Kesamaan dengan peneliti penulis ialah pada media, metode

penelitian, dan paradigma penelitian. Disini peneliti menggunakan media

online, metode analisis framing serta paradigma konstruktivisme. Perbedaan

dengan skripsi penulis adalah dari objek penelitiannya dan model penelitian.

Penulis hanya menggunakan satu media online saja dan menggunakan model

framing Robert N. Entman.16

Heri Mulyono dalam skripsinya menemukan bahwa berita internasional

di dalam Republika Online khususnya untuk berita terbunuhnya Muamar

Qaddafi dikonstruksi berdasarkan perspektif ideology dan insane medianya.

15

Denis McQuail,McQuail's Reader in Mass Communication Theory.(London: SAGE

Publications L.td,2002),h.391-392 16

Setya Malik KefinTurangga.Analisis Framing Pemberitaan Instruksi Gubernur DKI

Jakarta Terkait Larangan Penyembelihan Hewan Kurban di Sembarang Tempat Oleh Republika

Online dan Kompas Online September 2015 (Skripsi Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2016)

 

Page 23: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

12

Yakni lebih memilih berita-berita yang lebih mendukung dan

memperjuangkan hak-hak umat Islam. Dalam kasus terbunuhnya Muammar

Qaddafi ini lebih dilihat dari motif ekonomi dibandingkan dari sisi

kriminalitas. Kesamaan dengan peneliti ialah pada media, metode penelitian,

dan model framing. Disini peneliti menggunakan media online, metode

analisis framing serta model framing Robert N. Entman. Perbedaan dengan

skripsi penulis adalah dari objek penelitiannya dan paradigma penelitian.

Penulis memakai media online Detik.com dan paradigmanya menggunakan

Konstruktivisme.17

Gregorius Paulus Tahu dalam jurnal onlinenya menemukan bahwa

tidak ada perbedaan yang signifikan dalam rata abnormal return sebelum dan

sesudah penurunan rupiah terhadap dolar pada 4 September 2018 artinya

sebelum dan sesudah pengumuman kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar,

perubahan reaksi harga saham tidak signifikan. Kemudian juga tidak ada

perbedaan yang signifikan dalam total volume sebelum dan sesudah

penurunan rupiah terhadap dolar, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan

di total aktivitas volume perdagangan (TVA) antara sebelum dan sesudah

pengumuman penurunan rupiah terhadap dolar. Kesamaan dengan penulis

yaitu objek penelitian tentang kenaikan dolar. Perbedaan dengan jurnal ini

adalah metode penelitian. Jurnal ini menggunakan event study, sedangkan

peneliti menggunakan analisis framing.18

G. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah serta teraturnya skripsi ini dan memberikan

gamaran yang jelas serta lebih terarah mengenai pokok permasalahan yang

dijadikkan pokok dalam skripsi ini, maka peneliti mengelompokkan dalam

lima bab pembahasan, yaitu sebagai berikut

17

Heri Mulyono. Analisis Framing Berita Terbunuhnya Muammar Qaddafi Pada

Republika Online Periode Oktober 2011 (Skripsi Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi,

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2012) 18

Gregorius Paulus Tahu.Reaksi Pasar Modal Indonesia Terhadap Pelemahan Rupiah

Terhadap Dolar AS (Event Study Yang Terdaftar di BEI) (Jurnal Online Fakultas Ekonomi,

Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Indonesia 2018) Jurnal Widya Manajemen Vol. 1, No. 1,

November 2018.

 

Page 24: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

13

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini membahas tentang latar belakang, pembatasan dan perumusan

masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian,

tinjauan pustaka dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini menjelaskan tentang kajian teoritis konstruksi sosial, konsep framing

Robert N. Entman dan media online.

BAB III GAMBARAN UMUM

Bab ini berisi gambaran umum media online Detik.com, sejarah berdirinya,

konten media dan profil Detik.com.

BAB IV HASIL TEMUAN DAN ANALISIS DATA

Bab ini mendeskripsikan mengenai teori dan hasil temuan peneliti analisis

framing terhadap pemberitaan mengenai isu kenaikan dolar terhadap pada

media online Detik.com.

BAB V PENUTUP

Bab ini merupakan tahap akhir dari penelitian skripsi yang berisikan

mengenai kesimpulan mulai dari tahap awal sampai akhir penelitian dan

penutup kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

Menguraikan judul-judul sumber bacaan selama penelitian ini baik dari buku,

jurnal, skripsi dan lain-lain.

 

Page 25: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

14

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Framing Robert N Entman

Robert M. Entman adalah Associate Professor bidang Studi

Komunikasi, Jurnalisme, dan Ilmu Politik dan Rekan Fakultas, Pusat Urusan

Perkotaan dan Penelitian Kebijakan, Univeristas Northwestern, Evanston,

Illinois, Amerika Serikat.1 Definisi framing yang diberikan Entman dalam

Journal of Communication vol.43 yang ditulisnya, yaitu:

"To frame is to select some aspects of aperceived reality and make

them more salient in a communicating text, in such a way as to

promote aparticular problem definition, causal interpretation, moral

evaluation, and/or treatment recommendation"2

Bingkai berita ada pada dua tingkat: sebagai prinsip yang disimpan

secara mental untuk pemrosesan informasi dan sebagai karakteristik teks

berita. Contoh kerangka sebagai pemandu yang diinternalisasi adalah

kerangka perang dingin yang dikenakan pada urusan internasional dan

kerangka pacuan kuda yang dikenakan pada kampanye pemilihan; dalam

kerangka pengertian ini adalah skema pemrosesan informasi.3

Tetapi frame juga menggambarkan atribut dari berita itu sendiri, dan

itulah fokus dari artikel ini. Frame berada dalam sifat spesifik dari narasi

berita yang mendorong mereka yang mempersepsikan dan berpikir tentang

peristiwa untuk mengembangkan pemahaman mereka. Bingkai berita disusun

dari dan diwujudkan dalam kata kunci, metafora, konsep, simbol, dan gambar

visual yang ditekankan dalam narasi berita. Karena narasi akhirnya terdiri

dari tidak lebih dari kata dan gambar visual yang secara konsisten muncul

dalam narasi dan menyampaikan makna konsonan tematis di media dan

1 Robert M. Entman, Framing US Coverage of International News: Contrast in Narrative

of the KAL and Iran Air Incident, h. 6 2 Robert M. Entman, Journal of Communication : Framing: Toward Clarification of a

Fractured Paradigm.h. 52 3 Robert M. Entman, Framing US Coverage of International News: Contrast in Narrative

of the KAL and Iran Air Incident, h. 7

 

Page 26: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

15

waktu. Dengan memberikan, mengulang, dan dengan demikian memperkuat

kata-kata dan gambar visual yang merujuk beberapa ide tetapi tidak yang lain,

bingkai bekerja untuk membuat beberapa ide lebih menonjol dalam teks,

yang lain kurang begitu dan yang lainnya sama sekali tidak terlihat. Bingkai

tidak menghilangkan semua informasi yang tidak konsisten; teks-teks pasti

mengandung beberapa data yang tidak selaras. Tetapi melalui repitisi,

penempatan, dan penguatan asosiasi satu sama lain, kata dan gambar yang

membentuk bingkai membuat satu interpretasi dasar lebih mudah dipahami,

lebih bisa dipahami, dan mudah diingat daripada yang lain.4

Tabel 2.1

Perangkat Framing Robert N. Entman

Seleksi Isu

Aspek ini berhubungan dengan pemilihan

fakta. Dari realitas yang kompleks dan

beragam itu, aspek mana yang diseleksi

untuk ditampilkan? Dari proses ini selalu

terkandung di dalamnya ada bagian berita

yang dimasukkan (included). tetapi ada juga

berita yang dikeluarkan (excluded). Tidak

semua aspek atau bagian dari isu

ditampilkan, wartawan memilih aspek

tertentu dari suatu isu.

Penonjolan Aspek

Aspek ini berhubungan dengan penulisan

fakta. Ketika aspek tertentu dari isu tertentu

dari suatu peristiwa/isu tersebut telah dipilih,

bagaimana aspek tersebut ditulis? Hal ini

sangat berkaitan dengan pemakaian kata,

kalimat,gambar, dan citra tertentu untuk

ditampilkan kepada khalayak.

Sumber : Eriyanto, 2002: 222

4 Robert M. Entman, Framing US Coverage of International News: Contrast in Narrative

of the KAL and Iran Air Incident, h. 7

 

Page 27: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

16

Oleh sebab itu, Entman membagi framing dalam empat konsep,

diantaranya define problem (menentukan masalah) yaitu menentukan apa

yang agen kausal lakukan dengan biaya dan manfaat, biasanya diukur dalam

hal nilai-nilai budaya umum; diagnose causes (mendiagnosis penyebab) yaitu

mengidentifikasi kekuatan menciptakan masalah; make moral judgments

(membuat penilaian moral) yaitu mengevaluasi agen penyebab dan efeknya;

dan suggest remedies (menyarankan tawaran) perbaikan dan membenarkan

perawatan untuk masalah dan memprediksi kemungkinan efeknya.5

Selanjutnya bisa dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.2

Konsep Framing Robert N. Entman

Define Problems

(pendefinisian masalah)

Bagaimana suatu peristiwa/ isu

dilihat? Sebagai apa?mAtau sebagai

masalah apa?

Diagnose Causes

(memperkirakan masalah atau

sumber masalah)

Peristiwa itu dilihat disebabkan oleh

apa? Apa yang dianggap sebagai

penyebab dari suatu masalah?

Siapa (aktor) yang dianggap sebagai

penyebab masalah?

Make Moral Judgement

(membuat keputusan moral)

Nilai moral apa yang disajikan

untuk menjelaskan masalah? Nilai

moral apa yang dipakai untuk

melegitimasi atau

mendelegitimasisuatu tindakan?

Treatment Recomendation

(menekankan penyelesaian)

Penyelesaian yang apa

yang ditawarkan untuk mengatasi

masalah/ isu? Jalan apa yang

ditawarkan dan harus ditempuh

untuk mengatasi masalah?

Sumber : Eriyanto, 2002: 223-224

5 Denis McQuail,McQuail's Reader in Mass Communication Theory.(London: SAGE

Publications L.td,2002), h.391

 

Page 28: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

17

B. Konstruksi Sosial atas Realitas

Istilah konstruksi atas realitas sosial (social construction of reality)

menjadi terkenal sejak diperkenalkan oleh Peter L. Berger dan Thomas

Luckmann melalui bukunya yang berjudul The Sociological of Knowledge

(1966). Ia menggambarkan proses sosial melalui tindakan dan interaksinya, di

mana individu menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang dimiliki

dan dialami bersama secara subyektif.

Asal usul konstruksi sosial dari filsafat konstruktivisme yang dimulai

dari gagasan-gagasan konstruktif kognitif. Menurut von Glasersfeld,

pengertian konstruktif kognitif muncul pada abad ini dalam tulisan Mark

Baldwin yang secara luas diperdalam dan disebarkan oleh Jean Piaget.

Namun apabila ditelusuri, sebenarnya gagasan-gagasan pokok

konstruktivisme sebenarnya telah dimulai oleh Giambatissta Vico, seorang

epistimolog dari Italia, ia adalah cikal bakal konstruktivisme.6

Pada tahun 1710, Vico dalam 'De Antiquissima Italorum Sapientia,

mengungkapkan filsafatnya dengan berkata 'Tuhan adalah pencipta alam

semesta dan manusia adalah tuan dari ciptaan'. Dia menjelaskan bahwa '

mengetahui' berarti 'mengetahui bagaimana membuat sesuatu'. Ini berarti

seseorang itu baru mengetahui sesuatu jika ia menjelaskan unsur-unsur apa

saja yang membangun sesuatu itu. Menurut Vico bahwa hanya Tuhan sajalah

yang dapat mengerti alam raya ini karena hanya Dia yang tahu bagaimana

membuatnya dan dari apa Ia membuatnya. Sementara itu orang hanya dapat

mengetahui sesuatu yang telah dikonstruksikannya.7

Istilah konstruksi realitas menjadi terkenal sejak diperkenalkan oleh

Peter L. Berger dan Thomas Luckmann (1966) melalui bukunya The Social

Construction of Reality: A Treatise in the Sociological of Knowledge, dan

kemudian diterbitkan dalam edisi bahasa Indonesia di bawah judul Tafsir

Sosial atas Kenyataan: Risalah tentang Sosisologi Pengetahuan (1990).

Dalam buku tersebut mereka menggambarkan proses sosial melalui tindakan

6 Burhan Bungin, Konstruksi Sosial Media Massa.(Jakarta: Prenada Media Group, 2008),

h. 13

7 Burhan Bungin, Konstruksi Sosial Media Massa.(Jakarta: Prenada Media Group, 2008),

h. 13-14

 

Page 29: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

18

dan interaksinya, dimana individu secara intens menciptakan suatu realitas

yang dimiliki dan dialami bersama secara subjektif. Mereka telah berhasil

menunjukan bagaimana posisi-posisi teoretis yang komprehensif tentang

tindakan sosial tanpa kehilangan logika intinya.

Berger dan Luckmann memulai penjelasan realitas sosial dengan

memisahkan pemahaman "kenyataan" dan "pengetahuan". Mereka

mengartikan realitas sebagai kualitas yang terdapat di dalam realitas-realitas,

yang diakui memiliki keberadaan (being) yang tidak bergantung kepada

kehendak kita sendiri. Sementara, pengetahuan didefinisikan sebagai

kepastian bahwa realitas-realitas itu nyata (real) dan memiliki karakteristik

secara spesifik.8

Menurut Berger dan Luckmann, pengetahuan yang dimaksud adalah

realitas sosial masyarakat. Realitas sosial tersebut adalah pengetahuan yang

bersifat keseharian yang hidup dan berkembang di masyarakat, seperti

konsep, kesadaran umum, wacana publik, sebagai hasil dari konstruksi sosial.

Realitas sosial dikonstruksi melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan

internalisasi. Menurut Berger dan Luckmann, konstruksi sosial tidak

berlangsung dalam ruang hampa, namun sarat dengan kepentingan-

kepentingan.

Realitas sosial yang dimaksud oleh Berger dan Luckmann ini terdiri

dari realitas objektif, realitas simbolis, dan realitas subjektif. Realitas objektif

adalah realitas yang terbentuk dari pengalaman di dunia objektif yang berada

diluar diri individu, dan realitas ini dianggap sebagai kenyataan. Realitas

simbolis merupakan ekspresi simbolis dari realitas objektif dalam berbagai

bentuk. Sedangkan realitas subjektif adalah realitas yang terbentuk sebagai

proses penyarapan kembali realitas objektif dan simbolis ke dalam individu

melalui proses internalisasi.9

Posisi "konstruksi sosial media massa" adalah mengoreksi substansi

kelemahan dan melengkapi "konstruksi sosial atas realitas", dengan

menempatkan seluruh kelebihan media massa dan efek media pada

8 Alex Sobur, Analisis Teks Media.(Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2009), h. 91

9 Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskusus Teknologi

Komunikasi di Masyarakat. (Jakarta: Prenadamedia Group,2009), h. 196

 

Page 30: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

19

keunggulan "konstruksi sosial media massa" atas "konstruksi sosial atas

realitas". Namun proses simultan yang digambarkan di atas tidak bekerja

secara tiba-tiba, namun terbentuknya proses tersebut melalui beberapa tahap

penting. Dari konten konstruksi sosial media massa, proses kelahiran

konstruksi sosial media massa melalui tahap-tahap sebagai berikut:10

1. Tahap Menyiapkan Materi Konstruksi

Menyiapkan materi konstruksi sosial media massa adalah tugas

redaksi media massa, tugas itu didistribusikan pada desk editor yang ada

di setiap media massa. Masing-masing media memiliki desk yang

berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan visi suatu media. Isu-isu

penting setiap hari menjadi fokus media massa, terutama yang

berhubungan tiga hal, yaitu kedudukan (tahta), harta, dan perempuan.

Ada tiga hal penting dalam penyiapan materi konstruksi sosial

yaitu Pertama, keberpihakan media massa kepada kapitalisme.

Sebagaimana diketahui, saat ini hampir tidak ada lagi media massa yang

tidak dimiliki oleh kapitalis. Dalam arti, media massa digunakan oleh

kekuatan-kekuatan kapital untuk menjadikan media massa sebagai mesin

penciptaan uang dan pelipatgandaan modal. Dengan demikian, media

massa tidak bedanya dengan supermarket, pabrik kertas, pabrik uranium,

dan sebagainya. Semua elemen media massa, termasuk orang-orang

media massa berpikir untuk melayani kapitalisnya, ideologi mereka

adalah membuat media massa yang laku di masyarakat.

Kedua, keberpihakan semu kepada masyarakat. Bentuk dari

keberpihakan ini adalah dalam bentuk empati, simpati dan berbagai

partisipasi kepada masyarakat, namun ujung-ujungnya adalah juga untuk

"menjual berita" dan menaikkan rating untuk kepentingan kapitalis.

Ketiga, keberpihakan kepada kepentingan umum. Bentuk

keberpihakan kepada kepentingan umum dalam arti sesungguhnya

sebenarnya adalah visi setiap media massa, namun akhir-akhir ini visi

10 Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskusus Teknologi

Komunikasi di Masyarakat. (Jakarta: Prenadamedia Group,2009), h. 207

 

Page 31: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

20

tersebut tak pernah menunjukan jati dirinya, namun slogan-slogan

tentang visi ini tetap terdengar.11

2. Tahap Sebaran Konstruksi

Sebaran konstruksi media massa dilakukan melalui strategi media

massa. Dalam tahap ini konsep akutualisasi menjadi pertimbangan utama

sehingga pembaca merasa tepat waktu dalam memperoleh berita.12

Konsep konkret strategi sebaran media massa masing-masing media

berbeda, namun prinsip utamanya adalah real-time. Media elektronik

memiliki konsep real-time yang berbeda dengan media cetak. Karena

sifat-sifatnya yang berlangsung (live), maka yang dimaksud dengan real-

time oleh media elektronik adalah seketika disiarkan, seketika itu juga

pemberitaan sampai ke permisa atau pendengar.

Pada umumnya, sebaran konstruksi sosial media massa

menggunakan model satu arah, di mana media menyodorkan informasi

sementara konsumen media tidak memiliki pilihan lain kecuali

mengonsumsi informasi itu. Model satu arah ini terutama terjadi pada

media cetak. Sedangkan media elektronik khususnya radio, bisa

dilakukan dua arah, walaupun agenda setting konstruksi masih

didominasi oleh media.13

Prinsip dasar dari sebaran konstruksi media

massa adalah informasi harus sampai pada pemirsa dalam waktu yang

cepat berdasarkan agenda media.

3. Pembentukan Konstruksi Realitas

a) Tahap Pembentukan Konstruksi Realitas

Tahap berikut setelah sebaran konstruksi, di mana pemberitaan

telah sampai pada pembaca dan pemirsanya, yaitu terjadi

pembentukan konstruksi di masyarakat melalui tiga tahap yang

berlangsung secara generik.

11

Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskusus Teknologi

Komunikasi di Masyarakat.(Jakarta: Prenadamedia Group,2009), h. 209-210 12

Burhan Bungin, Konstruksi Sosial Media Massa. (Jakarta: Kencana Prenadamedia

Group,20011), h. 197 13

Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskusus Teknologi

Komunikasi di Masyarakat.(Jakarta: Prenadamedia Group,2009), h. 211

 

Page 32: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

21

Tahap pertama adalah konstruksi pembenaran sebagai suatu

bentuk konstruksi media massa yang terbangun di masyarakat yang

cenderung membenarkan apa saja yang ada (tersaji) di media massa

sebagai sebuah realitas kebenaran. Dengan kata lain, informasi

media massa sebagai otoritas sikap untuk membenarkan sebuah

kejadian. Ini adalah pembentukan konstruksi tahap pertama.

Tahap kedua adalah kesediaan dikonstruksi oleh media massa,

yaitu sikap generik dari tahap yang pertama. Bahwa pilihan

seseorang untuk menjadi pembaca dan pemirsa media massa adalah

karena pilihannya untuk bersedia pikiran-pikirannya dikonstruksi

oleh media massa.

Tahap ketiga adalah menjadikan konsumsi media massa sebagai

pilihan konsumtif, di mana seseorang secara habit tergantung pada

media massa. Media massa adalah bagian kebiasaan hidup yang tak

bisa dilepaskan. Tanpa hari, tanpa menonton televisi, tanpa hari

tanpa membaca koran, tanpa hari tanpa mendengar radio, dan

sebagainya. Pada tingkat tertentu, seseorang merasa tak mampu

beraktivitas apabila ia belum membaca koran atau menonton televisi

pada hari itu.14

b) Pembentukan Konstruksi Citra

Pembentukan konstruksi citra adalah bangunan yang diinginkan

oleh tahap konstruksi. Di mana bangunan konstruksi citra yang

dibangun oleh media massa ini terbentuk dalam dua model; (1)

model good news dan (2) model bad news. Model good news adalah

sebuah konstruksi yang cenderung menkonstruksi suatu pemberitaan

sebagai pemberitaan yang baik. Pada model ini objek pemberitaan

dikonstruksi sebagai sesuatu yang memiliki citra baik sehingga

terkesan lebih baik dari sesungguhnya kebaikan yang ada pada objek

itu sendiri. Sedangkan model bad news adalah sebuah konstruksi

yang cenderung mengkonstruksi kejelekan atau cenderung memberi

14

Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskusus Teknologi

Komunikasi di Masyarakat.(Jakarta: Prenadamedia Group,2009), h. 212

 

Page 33: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

22

citra buruh pada objek pemberitaan sehingga terkesan lebih jelek,

lebih buruk pada objek pemberitaan itu sendiri.

Setiap pemberitaan (disadari atau tidak oleh media massa)

memiliki tujuan-tujuan tertentu dalam model pencitraan di atas. Jadi,

umpamanya pada kasus pemberitaan kriminal, maka model bad news

menjadi tujuan akhir, di mana terbentuknya citra buruk sebagai

penjahat, koruptor, terdakwa, maupun buronan.15

4. Tahap Konfirmasi

Konfirmasi adalah tahapan ketika media massa maupun pembaca

dan pemirsa memberi argumentasi dan akuntabilitas terhadap pilihannya

untuk terlibat dalam tahap pembentukan konstruksi. Bagi media, tahapan

ini perlu sebagai bagian untuk memberi argumentasi terhadap alasan-

alasannya konstruksi sosial. Sedangkan bagi pemirsa dan pembaca,

tahapan ini juga sebagai bagian untuk menjelaskan mengapa ia terlibat

dan bersedia hadir dalam proses konstruksi sosial.16

C. Konseptualisasi Berita dan Media Online

1. Definisi Berita

Doug Newsom dan James A. Wollert dalam Media Writing News

for the Mass Media mengemukakan, dalam definisi sederhana, berita

adalah apa saja yang ingin dan perlu diketahui orang atau lebih luas lagi

oleh masyarakat. Dengan melaporkan berita, media massa memberikan

informasi kepada masyarakat mengenai apa yang mereka butuhkan.17

2. Kriteria Umum Nilai Berita

Kriteria umum nilai berita (news value) merupakan acuan yang

dapat digunakan oleh para jurnalis, yakni para reporter dan editor, untuk

memustuskan fakta yang pantas dijadikan berita dan memilih mana yang

lebih baik. Kriteria mengenai nilai berita merupakan patokan seorang

bagi reporter. Dengan kriteria tersebut, seorang reporter dapat dengan

15 Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskusus Teknologi

Komunikasi di Masyarakat.(Jakarta: Prenadamedia Group,2009), h. 213

16

Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskusus Teknologi

Komunikasi di Masyarakat.(Jakarta: Prenadamedia Group,2009), h. 216

17

Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia:Menulis Berita dan Feature.(Bandung:Simbiosa

Rektama Media,2008), h. 64

 

Page 34: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

23

mudah mendeteksi mana peristiwa yang harus diliput dan dilaporkan, dan

mana peristiwa yang tak harus diliput dan harus dilupakan.

Kriteria umum nilai berita, menurut Brian S. Brooks, George

Kennedy, Darly R. Moen, dan Don Ranly dalam News Reporting and

Editing menunjuk kepada sembilan hal, yaitu:

a) Keluarbiasaan (Unusualness)

News is unusualness. Berita adalah sesuatu yang luar biasa.

Dalam pandangan jurnalistik, berita bukanlah suatu peristiwa biasa.

Kalangan praktisi jurnalistik sangat meyakini, semakin besar suatu

peristiwa, semakin besar pula nilai berita yang ditimbulkannya. Nilai

berita peristiwa luar biasa, paling tidak dapat dilihat dari lima aspek:

lokasi peristiwa, waktu peristiwa itu terjadi, jumlah korban, daya

kejut peristiwa, dan dampak yang ditimbulkan peristiwa tersebut,

baik dalam bentuk jiwa dan harta, maupun menyangkut

kemungkinan perubahan aktivitas kehidupan masyarakat.18

b) Kebaruan (Newsness)

News is new. Berita adalah semua apa yang terbaru. Berita

adalah apa saja yang disebut hasil karya terbaru, seperti sepeda

motor baru, mobil baru, rumah baru, gedung baru, walikota baru,

bupati baru, gubernur baru, presiden baru. Semua yang baru, apa pun

namanya, pasti memiliki nilai berita.

c) Akibat (Impact)

News has impact. Berita adalah segala sesuatu yang

berdampak luas. Suatu peristiwa tidak jarang menimbulkan dampak

besar dalam kehidupan masyarakat. Dampak suatu pemberitaan

bergantung pada beberapa hal: seberapa banyak khalayak yang

terpengaruh, pemberitaan itu langsung mengena kepada khalayak

atau tidak, dan segera tidaknya efek berita itu menyentuh khalayak

media surat kabar radio, atau televisi yang melaporkannya.

18 Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia:Menulis Berita dan Feature.(Bandung:Simbiosa

Rektama Media,2008), h. 81

 

Page 35: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

24

d) Aktual (Timeliness)

News is timeliness.Berita adalah peristiwa yang sedang atau

terjadi. Secara sederhana aktual berarti menunjuk pada peristiwa

yang baru atau yang sedang terjadi. Sesuai dengan definisi

jurnalistik, media massa haruslah memuat atau menyiarkan berita-

berita aktual yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

e) Kedekatan (Proximity)

News is nearby. Berita adalah kedekatan. Kedekatan

mengandung dua arti. Kedekatan geografis dan kedekatan psikologi.

Kedekatan geografis menunjuk pada suatu periatiwa atau berita yang

terjadi di sekitar tempat tinggal kita. Semakin dekat suatu peristiwa

yang terjadi dengan domisili kita, maka semakin terusik dan semakin

tertarik kita untuk menyimak dan mengikutinya. Kedekatan

psikologis lebih banyak ditentukan oleh orang dengan suatu objek

peristiwa atau berita.19

f) Informasi (Information)

News is information. Berita adalah informasi. Menurut Wilbur

Schramm, informasi adalah segala yang bisa menghilangkan

ketidakpastian. Tidak setiap informasi mengandung dan memiliki

nilai berita. Setiap informasi yang tidak memiliki nilai berita,

menurut pandangan jurnalistik tidak layak untuk dimuat, disiarkan,

atau ditayangkan media massa. Hanya informasi yang memiliki nilai

berita, atau memberi banyak manfaat kepada publik yang patut

mendapat perhatian media.

g) Konflik (Conflict)

News is conflict. Berita adalah konflik atau segala sesuatu yang

mengandung unsur atau sarat dengan dimensi pertentangan. Konflik

atau pertentangan, merupakan sumber berita yang tak pernah kering

dan tak akan pernah habis. Ada atau tidak ada pemihakan, konflik

akan cenderung jalan terus. Sebab konflik senantiasa imanen

(menyatu) dengan dinamika kehidupan.

19

Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia:Menulis Berita dan Feature.(Bandung:Simbiosa

Rektama Media,2008), h. 82-84

 

Page 36: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

25

h) Orang Penting (Public Figure, News Maker)

News is about people. Berita adalah tentang orang-orang

penting, orang-orang ternama, pesohor, selebriti, figur publik.

Orang-orang penting, orang-orang terkemuka, di mana pun selalu

membuat berita. Jangankan ucapan dan tingkah lakunya,

namanyasaja sudah membuat berita. Teori jurnalistik menegaskan,

nama menciptakan berita (names makes news).20

i) Kejutan (Suprising)

News is surprising. Kejutan adalah sesuatu yang datangnya

tiba-tiba, diluardugaan, tidak direncanakan, di luar perhitungan, tidak

diketahui sebelumnya. Nilai berita kejutan, ditentukan oleh subjek

pelaku, situasi saat itu, peristiwa sebelumnya, bidang perhatian,

pengetahuan, serta pengalaman orang-orang atau masyarakat di

sekitarnya.21

3. Media Online

Media online merupakan media komunikasi yang pemanfaatannya

menggunakan perangkat internet. Karena itu, media online tergolong

media massa yang popular dan bersifat khas. Kekhasan media ini terletak

pada keharusan untuk memiliki jaringan teknologi informasi dengan

menggunakan perangkat komputer, di samping pengetahuan tentang

program computer untuk mengakses informasi atau berita.22

Media online kini menjadi alternatif media yang paling mudah

dalam mendapat akses informasi atau berita. Teknologi internet menjadi

basis terpenting dalam pemanfaatan media online. Tidak sedikit

wartawan yang mencari berita dari internet. Media online atau internet

pun kini menjadi sarana yang paling efektif untuk menerbitkan siaran

pers (press release) bagi pengirim berita, baik individu maupun

institusi.23

20

Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia:Menulis Berita dan Feature (Bandung:Simbiosa

Rektama Media,2008), h. 86-88 21

Haris Sumadiria, Jurnalistik Indonesia:Menulis Berita dan Feature.(Bandung:Simbiosa

Rektama Media,2008), h. 90-91 22

Indah Suryawati, Jurnalistik Suatu Pengantar :Teori & Praktik.(Bogor:Ghalia

Indonesia,2011), h. 46

23

Syarifudin Yunus, Jurnalistik Terapan.(Bogor:Ghalia Indonesia,2010), h. 33

 

Page 37: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

26

Keunggulan media online sebagai berikut:

a) Informasinya bersifat up to date (senantiasa terbaru). Media online

dapat melakukan upgrade suatu informasi atau berita dari waktu ke

waktu. Hal ini terjadi karena media online memiliki proses penyajian

informasi dan berita yang lebih mudah dan sederhana dibandingkan

dengan jenis media massa lainnya.

b) Informasinya bersifat realtime. Media online dapat menyajikan

informasi dan berita saat peristiwa sedang berlangsung (live).

Sebagian besar wartawan media online dapat mengirim informasi

langsung ke meja redaksi dari lokasi peristiwa.

c) Informasinya bersifat praktis. Media online dapat diakses di mana

dan kapan saja, sejauh didukung oleh fasilitas teknologi internet.

Pengguna internet dapat mengakses informasi di kantor, di rumah, di

kamar, di warung internet (warnet), bahka di dalam mobil

sekalipun.24

Media online makin dipilih dan digemari oleh kalangan jurnalistik

dan masyarakat karena tidak hanya dapat mencari dan memperoleh

informasi semata, tetapi juga dapat melakukan korespondensi atau

komunikasi tertulis dengan narasumber. Teknologi internet

memungkinkan pengguna untuk melakukan korespondensi melalui

fasilitas e-mail (surat elektronik), di samping pencarian informasi dengan

cepat melalui mesin pencari, seperti google.com. Melalui fasilitas e-mail,

wartawan dapat melakukan wawancara secara tertulis kepada narasumber

berita. Dalam aktivitas jurnalistik, wawancara melalui e-mail saat ini

memiliki tingkat efektivitas dan afisiensi yang tinggi. Bahkan, dalam

perkembangannya kini, adanya fasilitas facebook (FB) pun makin

menjadikan pemanfaatan media online atau internet semakin marak

lagi.25

24 Indah Suryawati, Jurnalistik Suatu Pengantar:Teori & Praktik.(Bogor:Ghalia

Indonesia,2011) , h. 46

25

Syarifudin Yunus, Jurnalistik Terapan.(Bogor:Ghalia Indonesia,2010), h. 33

 

Page 38: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

27

4. Karakteristik Berita di Media Online

Kiat-kiat penulisan untuk media online menurut Robert Niles,How

to write for the Web dalam "The Online Journalism Review":

Short–ringkas, the shorter the better.

Active voice–gunakan kalimat aktif.

Strong verbs—pilih kata kerja yang kuat.

Contextual hyperlinking–lengkapi dengan tautan informasi terkait;

memungkinkan pembaca memperkaya pengetahuan dan informasi

pendukung.

Use formatting–gunakan variasi tampilan huruf atau kalimat (),

misalnya dengan menggunakan daftar (list), header tebal, dan

kutipan (blockquotes).

Easy to read—mudah dibaca; jangan ada blok teks/alinea yang lebih

dari lima baris. “No block of text more than five lines on the screen.26

Adapula gaya penulisan di media online, yaitu:

a) Menyesuaikan dengan karakter pembaca, gaya bahasa

jurnalisme online hendaknya: ringkas, padat, to the point.

b) Judul sederhana dan padat.

c) Tulisan mudah dipindai memindai (scannable), misalnya dengan

subjudul (maksimum tiap lima paragraf). highlight kata-kata

penting dengan warna berbeda, cetak tebal, jenis huruf, ukuran

huruf, hypertext/hyperlink.

d) Tulisan pendek lebih disukai. Jumlah kata paling banyak 50%

dari media cetak.

e) Alinea pendek. Satu alinea idealnya hanya terduru dari 65

karakter atau maksimal lima baris (lines).

f) Gunakan alinea/paragraf pendek dan jarak antar-alinea.

g) Uraian panjang dipecah-pecah menjadi beberapa judul,

sambungkan melalui multiple hyperlink.

h) Pembaca tidak suka tulisan panjang dan harus men-scroll jauh

ke bawah.

26 www.romeltea.com diakses pada 7 Januari 2019 pukul 07:16

 

Page 39: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

28

i) Gunakan tabel atau poin/angka urut ke bawah (bullets or

numbering). Pembaca lebih mudah dan lebih nyaman membaca

uraian berurut ke bawah daripada membaca alinea panjang.

j) Terapkan prinsip Piramida Terbalik (yang penting di atas, uraian

selanjutnya).

k) Gunakan bahasa sesederhana dan "informal" untuk tulisan opini

(artikel) dan feature.

l) Pendekatan "Piramida Terbalik" lebih intens digunakan dalam

penulisan berita online, yaitu benar-benar mengedepankan yang

paling penting dan mendesak diketahui pembaca.

m) Bahasa Jurnalistik (language of mass media) juga kian penting

berperan mengingat karakter bahasa jurnalistik yang lugas,

ringkas, sederhana, dan mudah dipahami.27

D. Perekonomian Indonesia

1. Masalah Inflasi

Masalah yang terus menerus mendapat perhatian pemerintah adalah

masalah inflasi. Tujuan jangka panjang pemerintah adalah menjaga agar

tingkat inflasi yang berlaku berada pada tingkat yang sangat rendah.

Tingkat inflasi nol persen bukanlah tujuan utama kebijakan pemerintah

karena ia adalah sukar untuk dicapai. Yang paling penting untuk

diusahakan adalah menjaga inflasi tetap rendah.

Adakalanya tingkat inflasi meningkat dengan tiba-tiba atau wujud

sebagai akibat suatu peristiwa tertentu yang berlaku di luar ekspetasi

pemerintah, misalnya efek dari pengurangan nilai uang (depreasiasi nilai

uang) yang sangat besar atau ketidakstabilan politik. Menghadapi

masalah inflasi yang bertambah cepat ini pemerintah akan menyusun

langkah-langkah yang bertujuan agar kestabilan harga-harga dapat

diwujudkan kembali.28

27

www.romelteamedia.com diakses pada 7 Januari 2019 pukul 19:54 28

Sadono Sukirno, Makroekonomi Teori Pengantar. (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2004),

h. 333

 

Page 40: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

29

Kenaikan harga-harga yang tinggi dan terus-menerus bukan saja

menimbulkan beberapa efek buruk ke atas kegiatan ekonomi, tetapi juga

kepada kemakmuran individu dan masyarakat.29

Kenaikan harga-harga

menimbulkan efek yang buruk pula ke atas perdagangan. Kenaikan harga

menyebabkan barang-barang negara itu tidak dapat bersaing di pasaran

internasional. Maka ekspor akan menurun. Sebaliknya, harga-harga

produksi dalam negeri yang semakin tinggi sebagai akibat inflasi

menyebabkan barang-barang impor menjadi relatif murah. Maka lebih

banyak impor akan dilakukan. Ekspor yang menurun dan diikuti pula

oleh impor yang bertambah menyebabkan ketidakseimbangan dalam

aliran mata uang asing. Kedudukan neraca pembayaran akan

memburuk.30

Di samping menimbukan efek buruk ke atas kegiatan ekonomi

negara, inflasi juga akan menimbulkan efek-efek yang berikut kepada

individu dan masyarakat:

a) Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang-orang yang

berpendapatan tetap. Pada umumnya kenaikan upah tidaklah

secepat kenaikan harga-harga. Maka inflasi akan menurunkan upah

riil individu-individu yang berpendapatan tetap.

b) Inflasi akan mengurangi nilai kekayaan yang berbentuk uang.

Sebagian kekayaan mesyarakat disimpan dalam bentuk uang.

Simpanan di bank, simpanan tunai, dan simpanan dalam institusi-

institusi keuangan lain merupakan simpanan keuangan. Nilai riilnya

akan menurun apabila inflasi berlaku.

c) Memperburuk pembagian kekayaan. Telah ditunjukan bahwa

penerima pendapatan tetap akan menghadapi kemerosotan dalam

nilai riil pendapatannya, dan pemilik kekayaan bersifat keuangan

mengalami penurunan dalam nilai riil kekayaannya. Akan tetapi

pemilik harta-harta tetap (tanah, bangunan, rumah) dapat

29

Sadono Sukirno, Makroekonomi Teori Pengantar. (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2004),

h. 338 30

Sadono Sukirno, Makroekonomi Teori Pengantar. (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2004),

h. 339

 

Page 41: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

30

mempertahankan atau menambah nilai riil kekayaannya. Juga

sebagian penjual/pedagang dapat mempertahankan nilai riil

pendapatannya. Dengan demikian inflasi menyebabkan pembagian

pendapatan di antara golongan berpendapatan tetap dengan pemilik-

pemilik harta tetap dan pejual/pedangang akan menjadi semakin

tidak merata.31

2. Kebijakan Fiskal

Dalam menerangkan bagaimana kebijakan pemerintah digunakan

untuk mengatasi masalah pengangguran atau inflasi, analisis yang dibuat

selalu dilakukan secara terpisah, yaitu secara berasingan diterangkan

begaimana kebijakan fiskal dan kebijakan moneter digunakan untuk

mengatasi masalah yang dihadapi.

Kebijakan fiskal dilaksanakan oleh Kementrian Keuangan dan

kebijakan moneter dijalankan oleh Bank Sentral. Kedua instistusi ini

haruslah menyesuaikan kebijakan ekonominya dalam mengatasi masalah

yang dihadapi. Apabila tidak demikian, yaitu apabila langkah mereka

menimbulkan efek yang bertentangan yaitu satu pihak menjalankan

langkah-langkah untuk mengatasi inflasi dan pihak lainnya menjalankan

kebijakan mengatasi pengangguran, kebijakan yang bertentangan itu

tidak akan mencapai tujuannya. Untuk meningkatkan kefektifan

kebijakan pemerinah masing-masing institusi di atas perlu menjalankan

hal berikut:

a) Untuk mengatasi pengangguran: Bank Sentral perlu menurunkan

suku bunga dan Kementrian Keuangan menambah pengeluaran

pemerintah yang dapat diikuti pula dengan pengurangan pajak.

Langkah tersebut akan menyebabkan kenaikan dalam pengeluaran

agregat sebagai akibat: kenaikan investasi, kenaikan pengeluaran

pemerintah dan kenaikan pengeluaran rumah tangga (konsumsi).

b) Untuk mengatasi inflasi: Tindakan yang perlu dijalankan Bank

Sentral adalah mengurangi penawaran uang dan menaikkan suku

bunga. Kebijakan moneter ini akan mengurangi investasi dan

31

Sadono Sukirno, Makroekonomi Teori Pengantar. (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2004),

h. 339

 

Page 42: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

31

pengeluaran rumah tangga (konsumsi). Seterusnya Kementrian

Keuangan perlu pula mengurangi pengeluaran dan menaikkan pajak

individu dan perusahaan. Langkah tersebut dapat mengurangi

pengeluaran pemerintah, mengurangi investasi dan mengurangi

pengeluaran rumah tangga.32

32

Sadono Sukirno, Makroekonomi Teori Pengantar. (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2004),

h. 349

 

Page 43: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

32

BAB III

GAMBARAN UMUM

A. Profil Detik.com

1. Sejarah Singkat

Detik.com merupakan sebuah portal web berisi berita dan artikel

daring yang termasuk salah satu terpopuler di Indonesia. Pada oktober

1995, Budiono Darsono (mantan wartawan detik), Yayan Sopyan

(mantan wartawan detik), Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo),

dan Didi Nugrahadi mendirikan perusaan web service untuk corporate

atau media online yang bernama Agrakom. Pada tahun 1998, mereka

mempunyai ide membuat media online sendiri. Konsep media berita di

internet yang tidak terkendala dengan waktu, tidak memiliki batasan

halaman atau ruang. Pada 9 juli 1998, lahirlah Detik.com, sebuah media

online yang dapat memberikan informasi secara cepat dan faktual.

Mereka berempat sepakat untuk memakai kata "detik" untuk

menggambarkan cepatnya sebuah informasi dari media online. Kanal

yang ada pertama kali ketika Detik.com meluncurkan adalah detiknews,

detikinet, detik finance. Dalam waktu berdekatan setelah peluncuran,

ketika berita politik mulai mereda, saat itu pula muncul kanal baru yaitu

detiksport. Lalu di tahun 2001, detikfood hadir menjadi kanal baru. Pada

tahun 2014 hadir detikhot, kemudian tahun 2017, dengan perkembangan

internet yang sangat pesat, maka muncul dua kanal baru, detikforum dan

detiktv. Tak mau ketinggalan terlalu lama, kanal baru lainnya yaitu

blogdetik dan detikoto dirilis. Berdasarkan minat pembaca pada tahun

2009, detikhealth muncul dan dilanjut dengan wolipop lifestyle pada

2010.

Pada 3 agustus 2011, Detik.com atau PT Agranet diakuisisi oleh CT

Corp. Di tahun yang sama, kanal baru detiktravel hadir menambah ragam

berita Detik.com. Diikuti dengan diluncurkannya aplikasi "masak apa"

yang dibuat untuk mempermudah pembaca mengetahui resep-resep

makanan terbaru. Pada saat bergabung dengan CT Crop, dibentuklah

 

Page 44: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

33

TransMedia, yang terdiri dari Trans Tv, Trans 7, Detik.com, TransVision

dan CNN Indonesia. Memasuki tahun 2015, Detik.com mengubah diri

dengan slogan baru yang berbunyi D'New Generation. D'New Generation

adalah perwujudan diri Detik.com sebagai portal berita yang tidak hanya

cepat, tapi akurat, memberi edukasi, berpengaruh serta berkembang

mengikuti zaman. Dengan ini, Detik.com menghadirkan kanal baru yaitu

hoax or not, detikX, dan pasang mata. Detiktv pun bertransformasi

menjadi 20Detik.1

2. Konten Media Online Detik.com2

Detik News (news.Detik.com) berisi informasi berita politik-

peristiwa.

Detik Finance (finance.Detik.com) memuat berita ekonomi dan

keuangan.

Detik Sport (sport.Detik.com) berisi info olahraga termasuk sepak

bola.

Detik Hot (hot.Detik.com) berisi info gosip artis/selebriti dan

infotainment.

Detik i-Net (inet.Detik.com) memuat informasi mengenai teknologi

informasi.

Detik Food (food.Detik.com) informasi tentang resep makanan dan

kuliner.

Detik Oto (oto.Detik.com) memuat informasi mengenai otomotif.

Detik Health (health.Detik.com) memuat info dan artikel kesehatan.

Detik Travel (travel.Detik.com) memuat informasi tentang liburan

dan pariwisata.

Wolipop (wolipop.Detik.com) berisi informasi tentang wanita dan

gaya hidup.

20 Detik (tv.Detik.com/20detik) memuat original konten video mulai

dari news sampai lifestyle.

1 www.youtube.com/detikcom diakses pada 4 April 2019 pukul 12:34

2 www.detik.com/dapur/redaksi diakses pad 4 april 2019 pukul 12:39

 

Page 45: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

34

Detik X (x.Detik.com) berisi indeks berita mendalam dan interaktif

mengenai investigasi, skandal, peristiwa dan sebagainya.

Detik Foto (foto.Detik.com) memuat berita foto.

Detik Event (event.Detik.com) memuat event-event yang diadakan

dan kerjasama dengan Detikcom.

Detik Forum (forum.Detik.com) tempat diskusi online antar

komunitas pengguna Detikcom.

Blog Detik (blog.Detik.com) tempat pengakses mengisi info atau

artikel, foto, video di halaman blog pribadi.

Iklan Baris (iklanbaris.Detik.com) berisi iklan yang langsung diisi

konsumen.

Pasang Mata (pasangmata.Detik.com) informasi berita dari

pengguna dan dimoderasi oleh admin.

3. Profile Detik.com3

Nama : Detik.com

Alamar Redaksi : di Gedung Transmedia - Lantai 8-9 Jln. Kapten

Tendean kav. 12-14A, Jakarta Selatan, 12790.

Telepon : (021) 79187722

3 www.detik.com/dapur/redaksi diakses pad 4 april 2019 pukul 12:39

 

Page 46: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

35

BAB IV

HASIL TEMUAN DAN ANALISA DATA

A. Temuan Data

Pemberitaan kenaikan kurs dolar yang dimuat oleh Detik.com penting

untuk penulis analisis mengenai bingkai pemberitaan. Detik.com terkenal

dengan media online yang cepat dalam merilis suatu berita, terutama

mengenai pemberitaan kenaikan kurs dolar ini. Pada awal September 2018,

Detik.com gencar memberitakan perkembangan pelemahan nilai tukar rupiah

yang saat itu memang sedang ramai dibicarakan.

Saat isu kenaikan dolar ini naik, Detik.com membuat fokus berita

dengan judul "Dolar Mengamuk" yang memberitakan perkembangan

pemberitaan kenaikan kurs dolar tersebut secara running. Dengan membuat

fokus berita tersebut, tampak seperti isu ini sangat menarik perhatian

Detik.com, maka dari itu, penulis ingin tahu konstruksi pembingkaian berita

seperti apa yang disajikan oleh Detik.com.

Dari hasil temuan berita penulis hanya mengambil 4 berita dari

keseluruhan berita dari Detik.com dengan judul dan isi berita yang sesuai

dengan apa yang penulis ingin teliti yaitu mengenai pemberitaan kenaikan

kurs dolar. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode analisis framing

model Robert N. Entman. Analisis model Entman memiliki 4 perangkat

sebagai mata pisau analisis dalam melihat sebuah bingkai pemberitaan, yakni:

define problem (menentukan masalah), diagnose causes (mendiagnosis

penyebab), make moral judgments (membuat penilaian moral), dan treatment

recommendation (menyarankan penyelesaian).

Berikut berita terkait isu kenaikan dolar terhadap perekonomian rumah

tangga Indonesia edisi 4-7 September 2018 dalam Detik.com.

Tabel 4.1

Berita Kenaikan Dolar

Tanggal Berita Judul Berita

4 September 2018 Jokowi Rapat Bahas Rupiah Keok

Lawan Dolar AS, Ini Hasilnya

 

Page 47: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

36

5 September 2018 Rupiah KO Lawan Dolar AS. Sri

Mulyani : Pemerintah Siaga

6 September 2018 Sri Mulyani Beberkan Kondisi

Ekonomi RI Terkini

7 September 2018 Rupiah Terpukul, Pengusaha Kedelai

dan Tempe di Banten Mengeluh

1. Berita 4 September 2018

Judul: Jokowi Rapat Bahas Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Ini

Hasilnya

Tabel 4.2

"Jokowi Rapat Bahas Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Ini Hasilnya"

Problem Identification Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar

rapat bersama beberapa menteri ekonomi,

Gubernur Bank Indonesia (BI), dan Ketua

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Istana.

Materi rapat tersebut tentang pelemahan

nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika

Serikat (AS).

Causal Interpretation "Misalnya soal kebutuhan valas dari BUMN,

misalnya sempat kemarin ini tidak ada

kuotasi di bank-bank kita mengenai kurs

sehingga yang membutuhkan dolar malah

bingung ini berapa dan sebagainya," ungkap

dia.

Moral Evaluation "Intinya adalah pembahasan hari ini merinci

lebih lanjut untuk langkah-langkah yang

tadinya dianggap kurang konkret," ujar dia.

Treatment Recommendation Pemerintah, kata Darmin, juga akan

menerbitkan aturan baru yang akan membuat

nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali

menguat dan stabil, melalui kinerja ekspor.

 

Page 48: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

37

Problem Identification, melalui temuan teks yang termasuk ke dalam

elemen ini, Detik.com ingin menunjukan bahwa usaha yang dilakukan oleh

pemerintah untuk menangani pelemahan nilai tukar rupiah bisa dikatakan

belum maksimal.

Causal Interpretation, melalui kutipan yang terdapat pada

pemberitaan ini, Detik.com tidak menyajikan penyebab masalah yang lebih

mendalam, terlihat dari kutipan narasumber yang dimuat hanya

menjelaskan situasi umum yang ada di masyarakat.

Moral Evaluation, melalui kutipan ini Detik.com ingin menunjukan

bahwa presiden memberikan penekanan terhadap pihak-pihak yang

bertanggungjawab atas munculnya permasalahan dalam kenaikan kurs

dolar ini.

Treatment Recommendation, melalui teks pada berita tersebut, solusi

yang dituliskan Detik.com adalah dengan menerbitkan aturan yang baru

agar rupiah kembali menguat, kemudian Detik.com terlihat ingin

menggiring opini pembaca bahwa secara tidak langsung pemerintah

mengungkapkan penyebab lain yaitu kinerja ekspor yang pada akhirnya

juga menjadi penyebab masalah dalam isu ini.

2. Berita 5 September 2018

Judul: Rupiah KO Lawan Dolar AS. Sri Mulyani : Pemerintah Siaga

Tabel 4.3

"Rupiah KO Lawan Dolar AS. Sri Mulyani : Pemerintah Siaga"

Problem Identification Sri Mulyani mengimbau masyarakat tidak

perlu panik berlebihan melihat pelemahan

rupiah. Dia meminta agar masyarakat tetap

percaya pemerintah dan BI tidak tinggal diam.

Causal Interpretation Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

menjelaskan pelemahan nilai tukar saat ini

disebabkan gonjang-ganjing perekonomian

global. Selain perang dagang antara AS dan

China, gejolak ekonomi yang melanda Turki,

Venezuela hingga Argentina membuat investor

 

Page 49: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

38

khawatir menempatkan dananya di negara

berkembang termasuk Indonesia.

Moral Evaluation Sri Mulyani menjelaskan, para investor asing

melihat kondisi makro ekonomi Indonesia dari

sisi pertumbuhan ekonomi dan inflasi masih

terjaga, namun mereka melihat defisit neraca

berjalan masih melebar.

Treatment

Recommendation

Namun untuk mengatasi hal itu, pemerintah

mengambil langkah dengan menaikkan pajak

penghasilan (PPh) impor terhadap 1.147

komoditas. Tujuannya tentu untuk mengerem

impor yang menjadi pemberat dari defisit

transaksi berjalan

Problem Identification, melalui teks dari paragraf tersebut, Detik.com

ingin menunjukan bahwa pemerintah terusik dengan kepanikan

masyarakat. Hal tersebut membuat pemerintah bergerak cepat dalam

mengatasi masalah ini.

Causal Interpretation, berdasarkan temuan teks pada pemberitaan ini,

tampaknya Detik.com melihat meskipun dikatakan bahwa tidak hanya

negara Indonesia yang merasakan ini, namun tetap saja Indonesia termasuk

negara yang perkonomiannya mengkhawatirkan.

Moral Evaluation, melalui teks pemberitaan ini, Detik.com terlihat

ingin menunjukan bahwa masih ada faktor penyebab kerentanan

perekonomian Indonesia yaitu buruknya defisit neraca berjalan, meskipun

sisi pertumbuhan ekonomi dan inflasi masih terjaga.

Treatment Recommendation, berdasarkan temuan teks pada

pemberitaan ini, Detik.com tampaknya ingin menunjukan bahwa terdapat

ketidakseimbangan pada kebijakan pemerintah yang terlihat pada angka

pertumbuhan ekspor dan impor yang menjadi permasalahan utama bagi

investor asing.

 

Page 50: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

39

3. Berita 6 September 2018

Judul: Sri Mulyani Beberkan Kondisi Ekonomi RI Terkini

Tabel 4.4

"Sri Mulyani Beberkan Kondisi Ekonomi RI Terkini"

Problem Identification Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

memberikan penjelasan terkait kondisi ekonomi

Indonesia saat ini. Sama dengan negara-negara

lain, Indonesia tengah dibayangi ketidakpastian

global.

Causal Interpretation "Kita tahu ekonomi global sedang dalam

kondisi menantang, ketidakpastian meningkat

karena kebijakan moneter juga mengetatnya

likuiditas, kombinasi dengan ekspansi

kebijakan fiskal, perdagangan proteksionis dan

perang dagang, yang menyebabkan

ketidakpastian ke banyak negara," kata dia di

acara Indonesia International Geothermal

Convention & Exhibition (IIGCE) 2018 di JCC

Senayan, Jakarta

Moral Evaluation "Indonesia tidak terkecuali dari kondisi itu, tapi

untungnya Indonesia setidaknya sudah

menguatkan fundamental sebelum era

normaliasasi ini terjadi. Di mulai taper tantrum

di 2013, Indonesia sudah mulai memperbaiki

kerentanan dari ekonomi," ujarnya.

Treatment Recommendation Sri Mulyani mengatakan, untuk mengatasi

masalah ini perlunya memperbaiki fundamental

perekonomian. Indonesia, kata dia, telah

melakukan perbaikan itu.

Problem Identification, melalui teks pemberitaan ini, terlihat

Detik.com ingin menunjukan bahwa kondisi perekonomian Indonesia

cukup mengkhawatirkan.

 

Page 51: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

40

Causal Interpretation, berdasarkan kutipan dalam pemberitaan ini,

Detik.com tampaknya ingin meyakinkan pembaca bahwasannya benar

kondisi perekonomian Indonesia memang perlu dikhawatirkan.

Moral Evaluation, melalui kutipan dalam berita ini, Detik.com

tampaknya ingin membuktikan bahwa kerentanan yang terjadi dalam

perekonomian Indonesia belum sepenuhnya teratasi sejak lama.

Treatment Recommendation, berdasarkan temuan teks dalam berita

ini, tampaknya Detik.com ingin menunjukan bahwa usaha yang dilakukan

pemerintah untuk mengatasi kerentanan ekonomi Indonesia belum

memiliki hasil yang signifikan dan masih membutuhkan usaha lebih.

4. Berita 7 September 2018

Judul: Rupiah Terpukul, Pengusaha Kedelai dan Tempe di Banten

Mengeluh

Tabel 4.5

Rupiah Terpukul, Pengusaha Kedelai dan Tempe di Banten Mengeluh

Problem Identification Kenaikan kurs dolar atas rupiah dikeluhkan

oleh pengusaha kedelai dan tempe. Pasalnya,

pasokan kedelai impor membuat mereka

menaikkan harga jual ke pembeli.

Causal Interpretation “….Kenaikan ini, ia mengatakan dipengaruhi

oleh kurs rupiah atas dolar…”

Moral Evaluation Sementara itu, Tanwiri, pengusaha tempe dan

tahu di Kota Serang juga mengeluhkan hal

yang sama. Harga kedelai yang tinggi

membuat para pengusaha tempe harus

menurunkan kualitas tempe dan tahu.

Treatment

Recommendation

“Harapannya pemerintah harus menurunkan

dolar. Usaha kecil begini kan kewalahan.

Kalau tempe dari awal harganya ya segitu aja,

kualitas kita turunin kadang pembeli rewel

juga,” ujarnya.

 

Page 52: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

41

Problem Identification, melalui teks di atas tampaknya Detik.com

ingin menunjukkan pada pembaca bahwa kenaikan dolar yang berdampak

pada lemahnya rupiah juga berimbas pada kebutuhan pokok khususnya

pangan dalam rumah tangga.

Causal Interpretation, dalam hal ini secara tidak langsung Detik.com

membenarkan bahwa kenaikan kurs dolar menjadi penyebab naiknya harga

bahan pangan terlihat dari bukti harga tempe yang awalnya Rp. 6.400

menjadi sekitar Rp. 7.200 per kilo yang disebutkan dalam berita.

Moral Evaluation, dalam hal ini Detik.com terlihat untuk memberikan

penekanan mengenai kenaikan harga tempe di pasaran dengan

menambahkan pendapat dari pengusaha tempe lain nya yang juga

merasakan dampak dari pelemahan rupiah.

Treatment Recommendation, melalui kutipan tersebut Detik.com

seperti ingin memberikan bukti kepada pembaca dengan menekankan

bahwa pengusaha kecil pun juga tidak sanggup dengan kenaikan dolar ini

yang berdampak adanya keluhan dari pembeli dan menginginkan

penguatan rupiah agar usahanya kembali normal.

B. Analisis Data

Berdasarkan hasil temuan yang mengacu pada elemen Define Problems,

Diagnose Causes, Make Moral Judgement dan Treatment recommendation

yang ada di dalam keempat berita yang diteliti, penulis melihat bahwa

tampaknya Detik.com ingin membentuk pembingkaian makna pemberitaan

isu kenaikan dolar di Indonesia. Seperti pendapat Entman dalam Journal of

Communication, frame berada dalam sifat spesifik dari narasi berita yang

mendorong mereka yang mempersepsikan dan berpikir tentang peristiwa

untuk mengembangkan pemahaman mereka. Hal tersebut ditunjukan oleh

Detik.com dengan memberitakan isu kenaikan dolar di Indonesia selama

beberapa bulan. Diantaranya pada periode 4 september sampai 7 september

2018. Melalui pembingkaian yang dilakukan, Detik.com seperti ingin

menggiring opini pembaca untuk menyadari kondisi ketidakstabilan

perekonomian di Indonesia.

 

Page 53: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

42

1) Analisis Berita 1

Framing berita pertama Detik.com pada 4 September 2018 yang

berjudul Jokowi Rapat Bahas Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Ini

Hasilnya ini ditulis oleh Hendra Kusuma. Melalui pemberitaan ini

Detik.com ingin membuat pembingkaian makna bahwa pemerintah pun

mengakui kondisi perekonomian Indonesia sedang buruk. Sebenarnya

pelemahan nilai tukar rupiah terjadi karena mekanisme pemerintahan

yang belum berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dalam teks yang telah

diklasifikasikan ke dalam elemen-elemen berikut ini. Mengacu pada

penjelasan dalam tabel 4.2, yaitu elemen identifikasi masalah dalam

pemberitaan ini terdapat pada lead pertama yaitu pemerintah menggelar

rapat bersama dikarenakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar

AS. Rapat digelar begitu melihat kondisi rupiah yang melemah. Pejabat-

pejabat yang hadir dalam rapat ini tentu saja punya andil dalam

perekonomian Indonesia, apalagi ditambah dengan hadirnya Presiden

Jokowi artinya isu pelemahan nilai tukar rupiah ini merupakan masalah

yang besar bagi perekonomian Indonesia.

Hal ini diperkuat dalam penggalan judul berita yaitu "Rupiah Keok

Lawan Dolar AS". Kata "keok" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(KBBI) artinya "kalah", dengan kata lain Detik.com menggambarkan

bahwa rupiah telah kalah dari dolar. Kata tersebut dapat mempengaruhi

pandangan pembaca dan membuat pembaca resah dengan keadaan

ekonomi saat ini.

"....Bayangin aja kalau misalkan dolar naik tinggi, terus

bahan bakunya naik, harga-harga naik, inflasi naik, misalkan saya

nih yang tadinya pemasukannya satu juta,pengeluaran lima ratus

ribu, karena inflasi naik, dolar naik segala macem, keluar jadi satu

setengah juta. Ya maksudnya dampaknya begitu parah gitu.

Makanya kita fokusnya kesitu"1

Dari hasil wawancara di atas, terlihat Detik.com juga ingin

memberikan penyadaran terhadap masyarakat bahwa imbas dari naiknya

dolar dalam jangka panjang akan memengaruhi kenaikan harga pangan,

yang mana dalam hal ini masyarakat dalam langsung merasakan dampak

1 Wawancara Pribadi dengan Danang Sugianto, Reporter Detik Finance, 21 Maret 2019

 

Page 54: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

43

tersebut sebagai pelaku ekonomi. Untuk itu Detik.com menginginkan

pembaca untuk lebih peduli terhadap isu-isu yang terjadi. Dikarenakan

isu tersebut bukan hanya masalah bagi pemerintah, tetapi juga masalah

bagi masyarakat.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.2, yaitu elemen penyebab

masalah yang ditulis oleh Detik.com sebenarnya tidak adanya kejelasan

dari pemerintah terkait penyebab masalah dalam isu ini. Tampak dari

kutipan yang dimuat dalam isu ini, narasumber Darmin Nasution sebagai

Menteri Koordinator Perekonomian tidak menyampaikan penyebab

masalah dengan mendalam. Narasumber yang dimuat hanya menjelaskan

situasi umum yang ada di masyarakat dengan menyebutkan kondisi

kuotasi kurs yang tidak menentu. Padahal kapasitas seorang Menteri

Koodinator Perekonomian bisa lebih memberikan informasi lebih

mendalam terkait penyebab masalah isu kenaikan dolar ini. Berita ini

hanya mengambil satu narasumber yaitu Menteri Koordinator

Perekonomian Darmin Nasution. Pernyataan Darmin mengenai rapat

tersebut yaitu menjelaskan apa saja yang dibahas selama rapat. Terdapat

pada paragraf ke-2 bahwa Darmin menjelaskan apa saja yang dibahas

selama 2 jam pada rapat tersebut.

Dalam penyajian berita, Detik.com menulis hal yang dijelaskan

oleh Darmin seperti berulang-ulang. Masalah kuotasi kurs telah

dijelaskan pada paragraf ke-3, namun dijelaskan lagi pada paragraf ke-5.

Seharusnya ada beberapa atau bahkan banyak masalah yang dijelaskan

mengenai rapat tersebut. Tidak melulu hanya mengenai kuotasi kurs atau

penawaran nilai mata uang yang diulang-ulang. Tampak bahwa

keterbatasan informasi yang dimuat oleh Detik.com dikarenakan

narasumber terkesan membatasi informasi untuk masyarakat.

"....Ini perlu digarisbawahi juga, kami tidak boleh

mengasumsikan sendiri. Kalau misal narasumber ngomong tiga

kalimat ya sudah. Jangan kita berasumsi sendiri. Itu fatal banget.

Berita detik isinya sesuai dengan yang ada dilapangan."2

2 Wawancara Pribadi dengan Danang Sugianto, Reporter Detik Finance, 21 Maret 2019

 

Page 55: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

44

Berdasarkan hasil wawancara di atas, Detik.com menganggap

bahwa jawaban yang disampaikan oleh narasumber kepada media

merupakan hasil arahan yang direncanakan dari ketentuan rapat, sehingga

melalui berita ini Detik.com ingin menunjukan bahwa pemerintah

memiliki kekurangan yang tidak dipublikasikan, yang mana kekurangan

inilah yang menjadi penyebab munculnya isu ini.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.2, elemen moral

evaluation pada berita ini terdapat pada paragraf ke-7, Detik.com seperti

ingin menggiring opini pembaca bahwa pembahasan rapat mengenai

kenaikan dolar yang digelar pada hari itu belum menemukan langkah-

langkah yang baru dan lebih konkret. Dilihat dari kata "ingin" pada

kalimat kedua paragraf ke-7 bahwa pemerintah juga belum menemukan

upaya yang tepat dalam menangani isu ini. Kata "Presiden" yang menjadi

subjek dalam kalimat tersebut, terlihat bahwa seakan-akan pemerintah

ingin terlihat serius dalam menangani hal ini.

Pelemahan nilai tukar rupiah merupakan kesempatan pemerintah

dalam mendorong ekspor. Dengan memperbesar ekspor komoditas

andalan, maka defisit neraca perdagangan yang selama ini terjadi, bisa

ditekan. Memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah untuk menggenjot

ekspor bukan suatu perkara yang mudah. Namun pemerintah belum tahu

bagaimana target dan tujuan dalam bidang ekspor yang artinya membuat

masyarakat khawatir pada perekonomian Indonesia. Dalam kutipan pada

paragraf ke-9 terdapat kata "memang kita belum" yang semakin

mempertegas bahwa memang belum ada tindakan atau rencana apapun

dari pemerintah soal kinerja ekspor.

"....Jadi pelemahan kemarin, kalau pemerintah dan BI tidak

bekerja, niscaya akan lebih parah dan pemerintah juga sudah

melakukan beberapa upaya kayak misalnya kasih insentif pajak

buat pengusaha, investor segala macem."3

Berdasarkan hasil wawancara di atas terlihat bahwa Detik.com

menganggap pemerintah sudah bekerja sebagaimana tugasnya.

Dikarenakan ada kebijakan atau langkah-langkah yang belum terlaksana

3 Wawancara Pribadi dengan Danang Sugianto, Reporter Detik Finance, 21 Maret 2019

 

Page 56: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

45

dan belum sempurna, maka dari itu lemahnya nilai tukar rupiah masih

terjadi sampai saat ini. Detik.com tampaknya memandang pergerakan

yang dilakukan pemerintah saat ini sebagai upaya kecil pemerintah.

Pasalnya, jika pemerintah sama sekali tidak melakukan apapun, hal

tersebutlah yang dapat menjadi permasalahan yang lebih parah.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.2, elemen treatment

recommendation, solusi yang dituliskan Detik.com terdapat pada paragraf

ke-8 yaitu menerbitkan aturan yang baru agar rupiah kembali menguat,

kemudian Detik.com terlihat ingin menggiring opini pembaca bahwa

secara tidak langsung pemerintah mengungkapkan penyebab lain yaitu

kinerja ekspor yang pada akhirnya juga menjadi penyebab masalah dalam

isu ini.

Tampaknya Detik.com ingin menunjukan bahwa memang aturan

yang telah dilaksanakan pemerintah belum membuahkan hasil yang

maksimal. Neraca perdagangan yang masih defisit disebabkan oleh

kinerja impor, khususnya ketergantungan terhadap bahan baku dan

barang modal dari produksi luar negeri atau impor meningkat signifikan.

Hal tersebut tidak sejalan dengan prioritas pemerintah dalam membangun

infrastruktur.

Teks pada tabel 4.2 mengarah pada elemen treatment

recommendation, yang sebenarnya pemerintah belum mendapatkan

solusi. Hal ini diperkuat dengan kalimat "akan menerbitkan aturan baru"

dengan kalimat "melalui kinerja ekspor", sedangkan pada paragraf ke-9,

Darmin menjelaskan bahwa pembahasan ekspor belum dibicarakan

secara mendalam, secara tidak langsung Darmin mengakui bahwa masih

banyak yang belum dibahas pada rapat tersebut.

2) Analisis Berita 2

Framing berita kedua Detik.com pada 5 September 2018, yang

berjudul Rupiah KO Lawan Dolar AS. Sri Mulyani : Pemerintah Siaga

yang ditulis oleh Danang Sugianto. Berita ini menyoroti pemerintah yang

mengimbau kepada masyarakat Indonesia bahwa pemerintah sedang

melakukan sesuatu supaya rupiah kembali menguat. Tampaknya

 

Page 57: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

46

Detik.com ingin memperlihatkan kepada pembaca bahwa pemerintah

terusik dengan kepanikan masyarakat sehingga pemerintah bergerak

dengan cepat.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.3, elemen identifikasi

masalah terdapat pada paragraf ke-1 yaitu pemerintah meyakinkan

masyarakat bahwa pemerintah tidak tinggal diam dengan kondisi

ekonomi seperti ini. Hal ini diperkuat dengan kata "tenang" dalam KBBI

berarti tidak rusuh, tidak kacau, tidak ribut artinya pemerintah ingin

masyarakat Indonesia menghadapi kondisi ini dengan aman dan tentram.

Sri Mulyani ialah Menteri Keuangan Indonesia (Menkeu) yang

mempunyai reputasi baik di masyarakat Indonesia atas kemampuannya

dalam mempertahankan nama baik keuangan Indonesia pada kondisi

yang buruk sekalipun. Pada berita tersebut Sri Mulyani memberikan

pernyataan mengenai himbauan kepada masyarakat agar tidak perlu

panik berlebih atas kondisi ekonomi saat ini. Dengan menambah kutipan

langsung dari Sri Mulyani mengenai himbauan tersebut, hal itu dapat

membuat masyarakat memberikan peluang kepercayaan kepada

pemerintah karena yang berbicara langsung ialah Menkeu Sri Mulyani

yang mempunyai reputasi yang baik.

Pada paragraf ke-9 Sri Mulyani menambahkan bahwa pemerintah

tetap siap siaga, artinya pemerintah tetap siap untuk bertindak. Pada judul

berita ditulis yaitu "Rupiah KO Lawan Dolar AS, Sri Mulyani:

Pemerintah Siaga". Terdapat kejanggalan jika kata "KO" disandingkan

dengan kata "Siaga". Kata "KO" berasal dari bahasa Inggris "Knockout"

yaitu kalah jika terjatuh akibat pukulan dan tidak mampu bangkit, artinya

pemerintah tetap siaga namun rupiah tetap saja terkena pukulan

depresiasi padahal menteri yang berjabat merupakan menteri yang

berpengalaman dan memiliki reputasi yang baik.

"....Memang kondisinya seperti ini kok. Kita gak nakut-

nakutin. Karena kita begini. Ini sebenarnya yang harus

digarisbawahi, kita itu bikin berita itu sebenarnya tujuannya bukan

bikin informasi buat masyarakat juga, emang itu tujuan besarnya,

tapi tujuan/sisi lainnya adalah kita ngasih warning ke

pemerintah...."4

4 Wawancara Pribadi dengan Danang Sugianto, Reporter Detik Finance, 21 Maret 2019

 

Page 58: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

47

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dalam hal ini Detik.com

mengklaim bahwa semua data yang disajikan dalam berita benar adanya.

Tampaknya Detik.com menekankan bahwa informasi untuk masyarakat

bukanlah tujuan utamanya, melainkan memberikan warning atau

peringatan kepada pemerintah agar segera melakukan sesuatu agar

persoalan kondisi perekonomian Indonesia dapat teratasi.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.3, elemen sumber

permasalahan yang ditulis oleh Detik.com yaitu kondisi ini disebabkan

oleh, pertama, gonjang-ganjing perekonomian global terdapat pada

paragraf ke-2. Pada paragraf tersebut Sri Mulyani menjelaskan gonjang-

ganjing perekonomian global yaitu perang dagang AS dan China dan

gejolak ekonomi pada negara berkembang yaitu Turki, Venezuela hingga

Argentina. Indonesia termasuk negara yang berkembang, maka dari itu

pada investor khawatir menempatkan dananya di negara berkembang.

Kedua, impor yang menjadi pemberat dari defisit transaksi

berjalan. terdapat pada paragraf ke-6. Defisit transaksi berjalan secara

sederhana dapat dikatakan sebagai angkat pertumbuhan impor yang lebih

tinggi dibandingkan angka pertumbuhan ekspor. Hal ini diperkuat dengan

kata "mengerem" berarti menggunakan rem supaya berhenti, artinya

pemerintah bermaksud memberhentikan impor yang menjadi

penghambat.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.3, elemen moral

evaluation terdapat pada paragraf ke-4. Dalam paragraf tersebut

menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap kenaikan dolar

tidak membuat pertumbuhan ekonomi dan inflasi makro ekonomi

Indonesia goyah. Kemudian kalimat "defisit neraca berjalan masih lebar"

mengartikan bahwa memang bidang impor semakin lama semakin

meningkat. Pada paragraf ini Detik.com mengolah agar masyarakat tahu,

masih ada sisi perekonomian Indonesia yang masih berjalan dengan

lancar yaitu pertumbuhan ekonomi dan inflasi di Indonesia.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.3, elemen treatment

recommendation, Detik.com menyajikan solusi yaitu dengan menaikkan

 

Page 59: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

48

PPh impor barang-barang komoditas. Komoditas dalam KBBI

merupakan barang mentah yang dapat digolongkan menurut mutunya

sesuai dengan standar perdagangan internasional, misalnya gandum,

karet dan kopi. Indonesia dapat menurunkan laju impor yang menjadi

pemberat Indonesia dalam kenaikan dolar saat ini. Secara tidak langsung

Detik.com tampaknya ingin menunjukan bahwa terdapat

ketidakseimbangan pada kebijakan pemerintah yang terlihat pada angka

pertumbuhan ekspor dan impor yang menjadi permasalahan utama bagi

investor asing.

Tampaknya Detik.com juga ingin menunjukan bahwa ada

kejanggalan dengan pendapat Sri Mulyani. Hal ini diperkuat oleh kalimat

"Sri Mulyani mengimbau masyarakat tidak perlu panik berlebihan

melihat pelemahan rupiah." pada paragraf ke-8, dengan kalimat "....

investor khawatir menempatkan dananya di negara berkembang termasuk

Indonesia." yang terdapat pada paragraf ke-2. Dari kalimat tersebut

terlihat bahwa tampaknya langkah-langkah untuk mengerem kenaikan

dolar dengan menaikan PPh impor bukanlah langkah yang tepat untuk

meredakan kekhawatiran masyarakat, tetapi justru malah membuat

masyarakat lebih panik. Langkah Sri Mulyani ini tampaknya hanya untuk

meredakan kekhawatiran kepada investor asing daripada masyarakat.

Penaikan PPh impor mempunyai kesinambungan terhadap investor

asing. Pph impor merupakan pajak penghasilan yang dibebankan kepada

badan usaha tertentu, baik milik pemerintah (BUMN) ataupun pihak

swasta, yang melakukan kegiatan perdagangan terkait ekspor, impor

ataupun reimpor. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa solusi yang

dijalankan tidak fokus untuk menanggulangi turunnya perekonomian

masyarakat, yang mana masyarakat justru merasakan langsung dampak

dari kestabilan ekonomi di Indonesia, khususnya pedagang lokal yang

bermodal kecil.

3) Analisis Berita 3

Framing berita ketiga pada Detik.com pada 6 September 2018

berjudul Sri Mulyani Beberkan Kondisi Ekonomi RI Terkini yang ditulis

 

Page 60: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

49

oleh Achmad Dwi Afriyadi. Pemberitaan ini berisi tentang Menkeu Sri

Mulyani yang menjelaskan kondisi ekonomi di Indonesia yang

mengkhawatirkan setelah mengalami kenaikan dolar yang menyebabkan

rupiah melemah.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.4, elemen identifikasi

masalah dalam pemberitaan ini adalah terlihat bahwa Detik.com ingin

menunjukan bahwa kondisi perekonomian Indonesia cukup

mengkhawatirkan. Hal ini diperkuat dengan kata "ketidakpastian global"

yang dapat membuat masyarakat gelisah dengan keadaan ekonomi

Indonesia.

"Kita pengen kasih tau ke masyarakat kondisi yang sebenarnya

seperti ini biar masyarakat juga. ya emang sih butuh sih biar

masyarakat enggak di takut-takutin juga. Masyarakat juga butuh

tau yang sebenarnya juga, biar mereka enggak tenang-tenang aja

tanpa tau kondisinya gimana."5

Berdasarkan hasil wawancara di atas, tampaknya Detik.com ingin

menunjukan bahwa selama kondisi ekonomi yang mengkhawatirkan ini,

masyarakat bersikap tenang dan tidak peduli dengan kondisi ekonomi

yang sedang terjadi. Secara tidak langsung, pemberitaan mengenai

pembeberan kondisi ekonomi yang disampaikan Sri Mulyani menjadi

suatu informasi penting untuk masyarakat agar sadar dan peka akan

perekonomian Indonesia saat ini.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.4, elemen penyebab

masalah pada pemberitaan ini terletak pada paragraf ke-3. Pada paragraf

tersebut Detik.com tampaknya ingin meyakinkan pembaca bahwasannya

benar kondisi perekonomian Indonesia memang perlu dikhawatirkan.

Hal ini diperkuat pada paragraf ke-2. Paragraf tersebut jelaskan

bahwa kondisi ekonomi yang terjadi dipicu oleh adanya kebijakan

moneter oleh AS, likuiditas yang mengetat dan ditambah perang dagang

AS dan China. Dalam judul disebutkan bahwa "Sri Mulyani Beberkan

Kondisi Ekonomi RI Terkini" tetapi tampaknya hal-hal yang dijelaskan

oleh Sri Mulyani adalah hanya penyebab global yang memang negara-

5 Wawancara Pribadi dengan Danang Sugianto, Reporter Detik Finance, 21 Maret 2019

 

Page 61: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

50

negara lain juga terkena imbasnya. Dalam pemberitaan ini tidak

disebutkan apa saja penyebab internal Indonesia yang juga mendukung

terjadi depresiasi rupiah terhadap apresiasi dolar.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.4, elemen moral

evaluation dalam pemberitaan ini terdapat pada paragraf ke-9. Melalui

kutipan tersebut, Detik.com tampaknya ingin membuktikan bahwa

kerentanan yang terjadi dalam perekonomian Indonesia belum

sepenuhnya teratasi sejak lama. Hal ini diperkuat dengan kalimat

"Indonesia setidaknya sudah menguatkan fundamental sebelum era

normaliasasi ini terjadi." pada paragraf ke-9, tampaknya Detik.com ingin

menunjukan bahwa sudah sejak lama Indonesia memakai cara tersebut

dengan tujuan menghindari nilai tukar rupiah yang melemah, kemudian

kata "setidaknya" menggambarkan bahwa baru sedikit hal yang telah

dilakukan pemerintah.

Tampaknya Detik.com ingin meyakinkan dari berita 1, bahwa

memang pemerintah melakukan langkah-langkah yang kurang tepat

dalam menghadapi rupiah sehingga kenaikan dolar masih berpengaruh

kepada pelemahan nilai tukar rupiah. Hal tersebutlah yang akan

mengganggu kesejahteraan masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya

dari kebutuhan primer, sekuder sampai ke tersier.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.4, elemen treatment

recommendation atau solusi yang diberikan Detik.com ada pada paragraf

ke-8, yaitu memperbaiki fundamental. Tetapi, Indonesia telah

memperbaiki fundamental tersebut meskipun hanya ada perubahan 5%.

Dalam hal ini Detik.com nampaknya ingin menunjukan ke pembaca

bahwa memperbaiki fundamental bukan cara yang tepat dan seharusnya

pemerintah mencari cara lain agar perekonomian Indonesia

terselamatkan. Sepertinya Detik.com ingin menunjukan bahwa usaha

yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kerentanan ekonomi

Indonesia belum memiliki hasil yang signifikan dan masih membutuhkan

usaha lebih.

 

Page 62: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

51

4) Analisis Berita 4

Framing berita keempat pada Detik.com pada 7 September 2018

berjudul Rupiah Terpukul, Pengusaha Kedelai dan Tempe di Banten

Mengeluh yang ditulis oleh Bahtiar Rivai. Melalui pemberitaan ini

Detik.com ingin membuat pembingkaian makna bahwa masyarakat

seharusnya sadar dengan kondisi ekonomi saat ini, tak hanya itu,

Detik.com secara tidak langsung menjadi pemerintah sebagai sasaran

dalam pemberitaan ini. Hal ini terlihat dalam teks yang telah

diklasifikasikan ke dalam elemen-elemen berikut ini.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.5, elemen identifikasi

masalah dalam pemberitaan ini terdapat pada paragraf pertama, melalui

teks tersebut tampaknya Detik.com ingin menunjukkan bahwa harga

bahan baku impor yang digunakan oleh pengusaha kedelai dan tempe

naik akibat dolar naik, yang menjadikan pengusaha tersebut menaikkan

harga jual ke pembeli.

Hal ini terlihat jelas bahwa naiknya dolar AS memunculkan

dampak yang lumayan signifikan di Indonesia. Awalnya hanya orang-

orang yang memakai barang-barang elektronik, namun dalam beberapa

hari timbul keluhan dari pengusaha-pengusaha di bidang pangan. Dalam

hal ini Detik.com tampaknya ingin masyarakat lebih sadar keadaan

ekonomi di Indonesia.

"....Mungkin kalau untuk mereka yang berkecimpung di

industri misalnya elektronik, kan kerasa banget langsung naik

waktu itu, harga-harga elektronik komputerlah segala macem

kerasa banget. Terus kalau misalnya mungkin sosialita-sosialita

yang mungkin orang-orang kaya ya kerasa banget waktu itu.

Mungkin yang kelas menengah ke bawah itu kalau secara jangka

panjang tuh begitu terus kondisinya itu akan kerasa banget...."6

Berdasarkan hasil wawancara di atas, Detik.com menekankan

bahwa semua golongan masyarakat dari bawah, menengah dan atas juga

akan merasakan dampak kenaikan dolar. Namun, ada ukuran waktu

tertentu yang menentukan golongan masyarakat mana yang akan

merasakan dampaknya terlebih dahulu dan yang terakhir. Pemerintah

6 Wawancara Pribadi dengan Danang Sugianto, Reporter Detik Finance, 21 Maret 2019

 

Page 63: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

52

seharusnya sudah memprediksikan hal tersebut sebelum terjadi. Rupiah

merupakan salah satu uang terlemah ketiga di dunia. Seharusnya

pemerintah sadar bahwa kenaikan dolar terhadap pelemahan rupiah akan

terjadi.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.5, elemen penyebab

masalah dalam pemberitaan ini terdapat pada paragraf ke-4 yang

menjelaskan bahwa pengusaha tempe dan kedelai mengeluh akibat nilai

tukar rupiah yang melemah karena dolar. Tempe merupakan makanan

tradisional yang terkenal murah dan bergizi. Hal tersebutlah yang

menjadi patokan bahwa terlihat kenaikan dolar atas lemahnya nilai tukar

rupiah yang sedang terjadi merupakan masalah besar bagi masyarakat.

Kenaikan kurs dolar yang tidak bisa dihindari ini, membuat

pengusaha tempe dan kedelai mengatur ulang harga dan ukuran dari

tempe. Harga akan disesuaikan dengan harga pasar yang tentunya sedang

mahal akibat naik dolar. Dari berita tersebut tertulis bahwa perhari

biasanya bisa menghasilkan 300 potong tempe ukuran 50 sentimenter.

Namun, dalam berita tersebut Detik.com tidak menyebutkan hasil

potongan dan ukuran tempe secara detil setelah terkena dampak dari

kenaikan dolar. Fakta berupa angka sangat dibutuhkan dalam berita, agar

masyarakat mendapatkan info yang lebih akurat.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.5, elemen moral

evaluation dalam pemberitaan ini terdapat pada paragraf ke-6 yang dapat

mendukung identifikasi masalah pada berita ini, yaitu bahwa pengusaha-

pengusaha kecil khususnya pada bidang industri, mempunyai suara atau

pendapat yang sama dalam kenaikan dolar yang terjadi. Dalam berita

tersebut, tampaknya Detik.com ingin menunjukan bahwa pengusaha

tempe dan kedelai sangat menyayangkan kalau harga dan kualitas tempe

menurun.

Menurut Sadono Sukirno dalam buku Makroenokomi Teori

Pengantar, kenaikan harga-harga yang tinggi dan terus-menerus bukan

saja menimbulkan beberapa efek buruk ke atas kegiatan ekonomi, tetapi

juga kepada kemakmuran individu dan masyarakat. Sebagai pelaku

 

Page 64: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

53

ekonomi terkecil, kesejahteraan rumah tangga dapat terganggu dengan

kondisi ekonomi yang buruk karena kenaikan dolar.

Dikutip kembali pada buku Makroekonomi Teori Pengantar,

Menurut Sadono Sukirno kenaikan harga-harga menimbulkan efek yang

buruk pula ke atas perdagangan. Kenaikan harga menyebabkan barang-

barang negara itu tidak dapat bersaing di pasaran internasional. Maka

ekspor akan menurun. Ekspor yang menurun dan diikuti pula oleh impor

yang bertambah menyebabkan ketidakseimbangan dalam aliran mata

uang asing. Kedudukan neraca pembayaran akan memburuk.

Mengacu pada penjelasan dalam tabel 4.5, elemen treatment

recommendation, Detik.com menyajikan solusi yaitu pemerintah ditekan

agar mempercepat mengembalikan kondisi ekonomi dalam keadaan

normal. Tampaknya Detik.com ingin menunjukan bahwa pengusaha

tempe, pengusaha kedelai dan pengusaha-pengusaha kecil lainnya tidak

ingin mendapat ocehan atau rewelan dari para pelanggan. Pengusaha

ingin melihat upaya pemerintah agar tidak kewalahan. Tentu saja

pengusaha manapun ingin usaha berjalan lancar tanpa hambatan.

C. Interpretasi

Dari hasil temuan yang telah diteliti melalui empat pemberitaan pada

Detik.com dalam isu kenaikan dolar, penulis menemukan adanya sebuah

pembentukan frame bahwa sebenarnya Detik.com ingin bersikap netral pada

pemberitaan isu ini. Hal tersebut dilihat dari pemberitaan Detik.com yang

lebih menjurus ingin memberi kritik kepada pemerintah sekaligus ingin

menyadarkan masyarakat dan mengedukasi masyarakat mengenai

permasalahan isu kenaikan dolar ini.

"Yang diharapkan sih agar masyarakat lebih aware gitu, lebih

mau ikut memperhatikan kondisi rupiah. Jangan bodo amat gitu. Toh,

ini juga mempengaruhi banget ke kehidupan mereka. Jadi masyarakat

juga harus pinterlah tentang kayak begini. Jadi gak dibohong-bohongi

juga sama pemerintah yang mungkin bilangnya "aman kok" padahal

sebenarnya gak begitu. Jadi intinya mau warning ke pemerintah

sekaligus mengedukasi masyarakat."7

7 Wawancara Pribadi dengan Danang Sugianto, Reporter Detik Finance, 21 Maret 2019

 

Page 65: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

54

Dalam isu ini terlihat Detik.com mengikuti pergerakan yang dilakukan

pemerintah dan juga melihat bagaimana minat masyarakat terhadap isu ini.

Kenaikan dolar yang dialami Indonesia tentunya akan melemahkan nilai tukar

rupiah dan mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat indonesia. Secara

tidak langsung Detik.com ingin membangun kesadaran masyarakat agar lebih

peka terhadap isu nasional yang sedang terjadi. Dikarenakan pemberitaan

yang dilakukan oleh Detik.com ini tercipta melalui proses kontruksi dan

menggunakan sudut padang tertentu. Dalam hal ini penulis akan menguraikan

temuan terkait proses konstruksi yang dilakukan Detik.com terkait proses

kontruksi yang dilakukan Detik.com terkait isu kenaikan dolar.

1. Tahap Menyiapkan Materi Konstruksi

Fokus pengumpulan bahan berita yang dilakukan oleh Detik.com

yaitu dengan mengangkat isu nasional yang sedang terjadi di Indonesia.

Detik.com mengaku bahwa kecepatan merupakan karakterisik dari

Detik.com sehingga dalam pembuatan pemberitaan isu kenaikan dolar

ini, Detik.com tidak ingin kehilangan momentum yang akan merugikan

pihak Detik.com. Tentu saja setiap media online membutuhkan rating

yang tinggi dalam setiap pemberitaannya. Begitu pula dengan Detik.com

yang menyiapkan bahan pemberitaan dengan cepat. Karakteristik berita

seperti kebaruan dan kedekatan psikologis dengan masyarakat juga

termasuk kedalam bahan berita Detik.com dalam pemberitaan ini.

2. Tahap Sebaran Konstruksi

Prinsip dasar dari sebaran kontruksi media ialah real time, dimana

konsep aktualitas menjadi pertimbangan utama sehingga khalayak

merasa tepat waktu mengonsumsi berita yang disajikan oleh media

massa. Intinya, semua informasi harus sampai pada pembaca secepatnya

berdasarkan pada agenda media. Dalam tahap ini, Detik.com

mengedepankan prinsip utama tersebut yaitu real time, yang mana media

elektronik memiliki konsep real time yang berbeda dengan media cetak.

Karena sifat-sifatnya yang berlangsung (live), maka yang dimaksud

dengan real time oleh media elektronik adalah seketika disiarkan,

seketika itu juga pemberitaan sampai ke permisa atau pendengar. Dalam

 

Page 66: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

55

hal akurat, Detik.com mengaku bahwa keakuratan pada berita merupakan

hal yang sulit, maka dari itu Detik.com berusaha agar kecepatan yang ada

pada Detik.com bisa juga seimbang dengan keakuratan.

3. Tahap Pembentukan Konstruksi Realitas

Pada tahap pembentukan konstruksi realitas, terdapat pembentukan

konstruksi citra, yaitu bangunan yang diinginkan oleh tahap konstruksi.

Di mana bangunan konstruksi citra yang dibangun oleh media massa ini

terbentuk dalam dua model yaitu model good news dan model bad news.

Berita mengenai isu kenaikan dolar yang disajikan oleh Detik.com

cenderung menggunakan model bad news. Ini terlihat dari hampir

keseluruhan berita yang menyudutkan pemerintah. Salah satunya terlihat

pada berita edisi 5 September 2018 yang berjudul "Rupiah KO Lawan

Dolar AS. Sri Mulyani : Pemerintah Siaga", dari judul tersebut jelas ada

kejanggalan yang mengarah bahwa pemerintah kurang maksimal dalam

menjaga perekonomian di Indonesia.

4. Tahap Konfirmasi

Tahap konfirmasi menurut Burhan Bungin adalah tahapan ketika

media massa maupun pembaca dan pemirsa memberi argumentasi dan

akuntabilitas terhadap pilihannya untuk terlibat dalam tahap

pembentukan konstruksi. Pada tahap ini, Detik.com menjelaskan bahwa

pers adalah pilar keempat demokrasi yang mempunyai fungsi untuk

mengingatkan pemerintah. Alasan Detik.com memberitakan isu ini

adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai

pergolakan ekonomi yang sedang terjadi. Di sini Detik.com mencoba

untuk mengkonstruk berita ini dengan menjabarkan perkembangan yang

dilakukan pemerintah dalam mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah dan

mencoba untuk menggiring opini pembaca agar sependapat dengan

Detik.com bahwa masyarakat perlu mengkhawatirkan kondisi

perekonomian Indonesia.

Pada empat berita mengenai pemberitaan isu kenaikan dolar, pada

elemen define Problem (menentukan masalah) terlihat bahwa Detik.com

ingin menekankan bahwa dolar semakin hari semakin naik, dan rupiah

 

Page 67: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

56

semakin terpuruk dengan mekanisme kerja pemerintah yang belum

maksimal.

Pada elemen diagnose causes (mendiagnosis penyebab) tampaknya

Detik.com ingin menunjukan bahwa kenaikan dolar yang menyebabkan

lemahnya nilai tukar rupiah disebabkan oleh pemerintah yang tidak

dengan tanggap mencegah atau mengatasi isu ini, sehingga kondisi

ekonomi masyarakat dari bawah, menengah dan atas terganggu.

Pada elemen make moral judgment (membuat penilaian moral)

terlihat bahwa Detik.com ingin membuktikan bahwa isu kenaikan dolar

yang terjadi bukan hanya muncul dari pergolakan ekonomi dunia, tetapi

juga dari langkah-langkah dan kinerja pemerintah selama ini belum bisa

mengatasi permasalahan yang menyebabkan kerentanan ekonomi di

Indonesia.

Pada elemen suggest remedies (menyarankan tawaran) terlihat

bahwa Detik.com memberikan saran bahwa pemerintah seharusnya

dalam isu kenaikan dolar ini dapat memaksimalkan kinerjanya yang

selama ini belum terlihat hasil yang signifikan agar kegiatan ekonomi di

Indonesia tidak terganggu dan dapat normal kembali.

Dalam pemberitaan isu kenaikan dolar ini, strategi pembingkaian

Detik.com ini lebih menonjol pada elemen causal interpretation/diagnose

causes yang mengharapkan pembaca dapat fokus kepada apa penyebab

terjadinya pergolakan ekonomi di Indonesia. Tampaknya Detik.com

memang ingin memusatkan perhatian pembaca untuk terus mengikuti

perkembangan permasalahan ekonomi di Indonesia.

Berdasarkan pemaparan elemen-elemen yang terdapat pada analisis

framing Robert N. Entman, maka menjadi sesuai apabila framing Robert

N. Entman digunakan untuk menganalisis penelitian ini. Untuk itu dalam

penelitian ini diuraikan pembingkaian yang terdapat dalam pemberitaan

isu kenaikan dolar melalui konsepsi empat elemen ke dalam klasifikasi

berdasarkan framing Robert N. Entman yaitu realitas yang disajikan

secara menonjol atau mencolok mempunyai kemungkinan lebih besar

untuk diperhatian dan mempengaruhi khalayak dalam memahami suatu

realitas.

 

Page 68: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

57

Merujuk pada pendapat dari Peter L. Berger dan Thomas

Luckmann melalui bukunya yang berjudul The Sociological of

Knowledge (1966), istilah konstruksi atas realitas sosial merupakan

proses sosial melalui tindakan dan interaksinya, di mana individu

menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang dimiliki dan

dialami bersama secara subyektif. Maka melalui pemberitaan mengenai

kenaikan kurs dolar ini, Detik.com menjalankan konstruksi realitas sosial

yang merupakan pengetahuan yang bersifat keseharian yang hidup dan

berkembang di masyarakat, seperti konsep, kesadaran umum, wacana

publik, sebagai hasil dari konstruksi sosial. Tampak dari kesinambungan

antara elemen define problem (menentukan masalah), diagnose causes

(mendiagnosis penyebab), make moral judgments (membuat penilaian

moral) dan suggest remedies (menyarankan tawaran) memiliki benang

merah antara satu dengan yang lain. Benang merah ini lah yang

kemudian dapat ditarik untuk menyimpulkan sebuah makna besar pada

pemberitaan kenaikan kurs dolar ini, maka makna yang ingin

disampaikan Detik.com melalui pemberitaan mengenai isu kenaikan

dolar pada edisi 4 - 7 September 2018 adalah mengkritik mekanisme

kerja pemerintah yang kurang maksimal sehingga menimbulkan kondisi

ekonomi Indonesia terpuruk. Detik.com sebenarnya ingin meningkatkan

kesadaran masyarakat bahwa isu pelemahan nilai tukar rupiah ini patut

untuk dikhawatirkan, karena dampak dari terjadinya masalah dalam isu

ini juga dirasakan oleh masyarakat kecil, yang mana usaha-usaha mikro

yang dijalankan oleh masyarakat juga terkena imbas, ini yang membuat

perekonomian indonesia juga menjadi buruk. Tak hanya itu, masyarakat

juga berperan sebagai konsumen dari ekonomi mikro juga turut terkena

imbas dari masalah ini. Untuk itu Detik.com menaikan isu ini tak hanya

untuk membuat masyarakat peka terhadap permasalahan yang terjadi,

namun juga sebagai kritik terhadap masyarakat bahwa dampak dari

akibat terjadinya masalah dalam kenaikan kurs dolar ini dirasakan juga

oleh seluruh lapisan masyarakat, baik itu produsen dan konsumen di

dalam perekonomian.

 

Page 69: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

58

Berdasarkan pendapat Entman yang memandang bahwa framing

adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana menseleksi isu dan

menulis berita. Cara pandang atau bagian mana yang ditonjolkan dan

dihilangkan, dan hendak dibawa ke mana berita tersebut. Detik.com

sebagai media mencoba menyatukan cara berpikir pembaca terhadap isu

kenaikan dolar yang dibentuk oleh Detik.com. Dapat dikatakan, dalam

pembuatan berita, wartawan dapat memutuskan apa yang akan ia

beritakan, apa yang diliput, dan apa yang harus dibuang, apa yang

ditonjolkan dan apa yang harus disembunyikan kepada khalayak

sehingga mempunyai peran besar untuk menggiring opini publik.

Selain itu, Detik.com juga berupaya mengkontruksi pemikiran

pembaca dengan menganggap penting isu kenaikan dolar. Dalam

pemberitaannya, Detik.com secara tidak langsung menganggap kinerja

pemerintah kurang maksimal dan dengan naiknya dolar tak hanya

berimbas pada lapisan masyarakat bagian atas saja, tetapi seluruh lapisan

masyarakat dari bawah, menengah dan atas. Sehingga pembaca akan

terkonstruksi oleh berita yang disajikan Detik.com dan menganggap

penting persoalan mengenai isu kenaikan dolar.

Pada dasarnya konstruksi pemberitaan kenaikan pemberitaan dolar

yang disampaikan oleh Detik.com sesuai dengan karakteristik atau

keunggulan Detik.com yaitu "cepat", karena prinsip dasar dari sebaran

konstruksi media massa adalah informasi harus sampai pada pemirsa

dalam waktu yang cepat berdasarkan agenda media. Dengan hal ini,

penulis menyimpulkan bahwa Detik.com melakukan konstruksi sosial

dengan berbagai cara yang ditemukan melalui elemen-elemen analisis

framing Robert N. Entman bahwa konstruksi yang dibuat oleh Detik.com

dilakukan melalui strategi, yaitu konsep akutualisasi menjadi

pertimbangan utama sehingga pembaca merasa tepat waktu dalam

memperoleh berita. Hal ini termasuk pada tahapan sebaran konstruksi

dalam teori Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Selain itu, Detik.com

juga berupaya untuk mengkonstruksi pikiran pembaca dengan

menganggap penting peristiwa kenaikan dolar tersebut.

 

Page 70: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

59

BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil temuan yang mengacu pada elemen Define Problems,

Diagnose Causes, Make Moral Judgement dan Treatment Recommendation

yang ada di dalam keempat berita yang diteliti, penulis melihat bahwa

tampaknya Detik.com ingin membentuk pembingkaian makna melalui

pemberitaan mengenai pemberitaan kenaikan kurs dolar pada edisi 4 - 7

September 2018 adalah mengkritik mekanisme kerja pemerintah yang kurang

maksimal sehingga menimbulkan kondisi ekonomi Indonesia terpuruk.

Detik.com sebenarnya ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa

pelemahan nilai tukar rupiah ini patut untuk dikhawatirkan, karena dampak

dari terjadinya masalah dalam isu ini juga dirasakan oleh masyarakat kecil,

yang mana usaha-usaha mikro yang dijalankan oleh masyarakat juga terkena

imbas, ini yang membuat perekonomian indonesia juga menjadi buruk.

Kenaikan dolar yang dialami Indonesia tentunya akan melemahkan

nilai tukar rupiah dan mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat indonesia.

Secara tidak langsung Detik.com ingin membangun kesadaran masyarakat

agar lebih peka terhadap isu nasional yang sedang terjadi. Dalam

pemberitaan kenaikan kurs dolar ini, strategi pembingkaian Detik.com ini

lebih menonjol pada elemen causal interpretation/diagnose causes yang

mengharapkan pembaca dapat fokus kepada apa penyebab terjadinya

pergolakan ekonomi di Indonesia. Tampaknya Detik.com memang ingin

memusatkan perhatian pembaca untuk terus mengikuti perkembangan

permasalahan ekonomi di Indonesia.

Dengan hal ini, penulis menyimpulkan bahwa Detik.com melakukan

konstruksi sosial dengan berbagai cara yang ditemukan melalui elemen-

elemen analisis framing Robert N. Entman bahwa konstruksi yang dibuat

oleh Detik.com dilakukan melalui strategi, yaitu konsep akutualisasi menjadi

pertimbangan utama sehingga pembaca merasa tepat waktu dalam

memperoleh berita. Hal ini termasuk pada tahapan sebaran konstruksi dalam

 

Page 71: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

60

teori Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Selain itu, Detik.com juga

berupaya untuk mengkonstruksi pikiran pembaca dengan menganggap

penting peristiwa kenaikan dolar tersebut.

B. Saran

Saran untuk media online Detik.com, seharusnya tidak terpaku dengan

kecepatan saja dalam menaikkan berita, tetapi juga memerhatikan kedalaman

dan cover both side dengan menyajikan lebih dari satu narasumber dalam

setiap pemberitaan agar pembaca tidak salah tafsir. Detik.com diharapkan

dapat memperhatikan dan memberikan penilaian antara sisi positif dan sisi

negatif yang berimbang, sehingga tidak menimbulkan keberpihakan yang

mengakibatkan pemberitaan menjadi tidak objektif.

 

Page 72: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

61

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Birowo,Antonius. 2004. Metode Penulis dan Komunikasi Teori dan

Aplikasi.Yogyakarta: Gintayali.

Bungin, Burhan. 2011. Konstruksi Sosisal Media Massa. Jakarta:Prenada Media

Group.

Bungin, Burhan. 2009. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskusus

Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Prenada Media Group.

Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi & Politik

Media.Yogyakarta:LKiS Yogyakarta.

Kasiram, Moh. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif – Kuantitatif. Malang: UIN

Maliki Press.

McQuail, Denis. 2002. McQuail's Reader in Mass Communication Theory.

London: SAGE Publications L.td.

Rakhmat, Jalaludin. 2005. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja

Rosda Karya.

Sobur, Alex. 2004. Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Sukirno, Sadono. 2005. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo

Persada.

Sukirno, Sadono. 2004. Makroekonomi Teori Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo

Persada.

Sumadiria, Haris. 2008. Jurnalistik Indonesia: Menulis Berita dan Feature.

Bandung: Simbiosa Rektama Media.

Suryawati, Indah. 2011. Jurnalistik Suatu Pengantar: Teori & Praktik. Bogor:

Ghalia Indonesia.

Yunus, Syarifudin. 2010. Jurnalistik Terapan. Bogor: Ghalia Indonesia.

 

Page 73: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

62

Jurnal Ilmiah

Entman, Robert M. 1991. Framing US Coverage of International News: Contrast

in Narrative of the KAL and Iran Air Incident, dalam Jurnal of

Communication.

Entman, Robert M. 1993. Framing: Toward Clarification of a Fractured

Paradigm, dalam Journal of Communication.

Internet

http://www.amsi.or.id/display/member-amsi/detik-com/ diakses pada 20 November 2018

www.detik.com/dapur/redaksi diakses pada 4 April 2019

www.romeltea.com diakses pada 7 Januari 2019

www.romelteamedia.com diakses pada 7 Januari 2019

www.youtube.com/detikcom diakses pada 4 April 2019

https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-4196729/jokowi-rapat-bahas-rupiah-keok-

lawan-dolar-as-ini-hasilnya diakses pada 4 april 2019

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4199602/rupiah-ko-lawan-dolar-as-sri-

mulyani-pemerintah-siaga diakses pada 4 april 2019

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4200953/sri-mulyani-beberkan-kondisi-

ekonomi-ri-terkini diakses pada 4 april 2019

https://finance.detik.com/industri/d-4202288/rupiah-terpukul-pengusaha-kedelai-dan-

tempe-di-banten-mengeluh diakses pada 4 april 2019

 

Page 74: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

Struktur Redaksi/Organisasi Detik.com

Direktur Pemberitaan Ahmad Ridwan Dalimunthe

Dewan Redaksi Ahmad Ridwan Dalimunthe, Iin

Yumiyanti, Andi Abdullah Sururi, Ardhi

Suryadhi, Elvan Dany Sutrisno, Odillia

Winneke, Sudajat, Fajar Pratama, Fakih

Fahmi

Pemimpin Redaksi /

Penanggung Jawab

Iin Yumiyanti

Wakil Pemimpin

Redaksi

Andi Abdullah Sururi, Ardhi Suryadhi,

Elvan Dany Sutrisno

Kepala Peliputan Herianto Batubara (Jakarta), Andi

Saputra (Daerah dan Luar Negeri)

Detik News Fajar Pratama (Redaktur Pelaksana),

Hestiana Dharmastuti (Wakil Redaktur

Pelaksana), Ahmad Toriq (Wakil

Redaktur Pelaksana), Bagus Prihantoro

Nugroho, Danu Damarjati, Dhani Irawan,

Edward Febriyatri Kusuma, Elza Astari

Retaduari, Erwin Dariyanto, Mei Amelia

R, Ferdinan, Idham Khalid, Indah

Mutiara Kami, Mega Putra Ratya, M

Iqbal, M Taufiqqurahman, Niken Widya

Yunita, Nograhany Widhi K, Novi

Christiastuti Adiputri, Ray Jordan, Rina

Atriana, Rivki, Rita Uli Hutapea, Niken

Purnamasari, Yulida Mediastara

Detik Finance Angga Aliya ZRF (Redaktur Pelaksana),

Hans Henricus B.S.A, Dana Aditiasari,

Zulfi Suhendra, Ardan Adhi Chandra,

 

Page 75: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

Eduardo Simorangkir, Fadhly Fauzi

Rachman, Hendra Kusuma, Danang

Sugianto, Puti Aini Yasmin, Sylke Febrina

Laucereno, Trio Hamdani, Selfie Miftahul

Jannah, Achmad Dwi Afriyadi

Detik Sport Doni Wahyudi (Redaktur Pelaksana),

Amalia Dwi Septi, Femi Diah N, Fredy

Meylan Ismawan, Lucas Aditya, Mercy

Raya, Mohammad Resha Pratama,

Novitasari Dewi Salusi, Okdwitya Karina

Sari, Rifqi Ardita Widianto, Randy

Prasastya, Yanu Arifin

Detik Hot Nurul Ken Yunita (Redaktur Pelaksana),

Nugraha Rodiana (Wakil Redaktur

Pelaksana), Asep Syaifullah, Delia

Arnindita Larasati, Desy Puspasari, Devy

Octafiani, Dicky Ardian, Komario Bahar,

Mahardian Prawira Bhisma, Mauludi

Rismoyo, Prih Prawesti, Tia Agnes Astuti,

Dyah Paramita Saraswati, Veynindia

Esaloni Pardede, Febriyantino Nur

Pratama, Hanif Hawari

Detik i-Net Kris Fathoni (Redaktur Pelaksana), Fino

Yurio Kristo (Wakil Redaktur

Pelaksana), Anggoro Suryo Jati,

Muhammad Alif Goenawan,

Rachmatunnisa, Yudhianto, Josina, Agus

Tri Haryanto

Detik Food Odilia Winneke (Redaktur Pelaksana),

Lusiana Mustinda, Maya Safira,

Andi Annisa Dwi R, Annisa Trimirasti

Detik Oto Dadan Kuswaraharja (Redaktur

Pelaksana), M Luthfi Andika (Wakil

 

Page 76: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

Redaktur Pelaksana), Rangga

Rahadiansyah, Dina Rayanti,

Khairul Imam Gozali,

Detik Health AN Uyung Pramudiarja (Redaktur

Pelaksana), Firdaus Anwar, M Reza

Sulaiman, Rahma Lillahi Sativa, Suherni

Detik Travel Fitraya Ramadhanny (Redaktur

Pelaksana), Afif Farhan (Wakil

Redaktur Pelaksana), Kurnia Yustiana,

Johanes Randy Prakoso, Wahyu Setya

Widodo, Melissa Bonauli, Syanti Mustika.

Wolipop Eny Kartikawati (Redaktur Pelaksana),

Hestianingsih (Wakil Redaktur

Pelaksana), Alissa Safiera, Arina

Yulistara, Kiki Oktaviani, Rahmi Anjani,

Mohammad Abdoeh, Daniel E. Ngantung,

Anggi Mayasari Violita.

20 Detik Gagah Wijoseno (Redaktur Pelaksana),

Fuad Fariz (Wakil Redaktur Pelaksana),

Triono Wahyu Sudibyo (Wakil Redaktur

Pelaksana), Septiana Ledysia, Achmad

Triyanto, Raisha Anagza, Okta Marfianto,

Billy Triantoro, Didik Dwi Haryanto,

Ihsan Danakusuma, Deny Fitrianto,

Wirsad Hafiz, Yandra Wijaya, M

Zaky Fauzi Azhar, Iswahyudy, Tri

Aljumanto, Rahmayoga, Nandya Bachtiar,

Niza Sari Pratiwi, Aji

Bagoes, Marisa, Lutfi Ichsan, Nugroho Tri

L, Lintang Jati Rahim, Fahrur Roji Asari,

Okky Budi Permana, Abdul Haris U,

Anggoro Fajar Purnomo, Muhammad

Abdurrosyid, Esty Rahayu Anggraini, Adil

 

Page 77: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

Pradipta, Budi Setiawan, Suci Prasetyo

Seto, Nita Sari, Isfari Hikmat, Yulius

Dimas Wisnu, Mardi Rahmat, Aiga

Shesania, Gusti Ramadhan, Reza Julian,

M. Adrian Rachmadi, Ryan Deshana P,

Clara Angelita, Monica Arum, Rendy

Herdiansyah, Septian Fajarudin

Detik X Irwan Nugroho (Redaktur Pelaksana),

Sapto Pradityo (Wakil Redaktur

Pelaksana), Deden Gunawan, M. Rizal

Maslan, Aryo Bhawono, Pasti Liberti,

Ibad Durrohman, Gresnia, Melisa Mailoa

Detik Foto Dikhy Sasra (Redaktur Pelaksana), Ari

Saputra, Agung Phambudhy, Grandyos

Zafna, Rachman Haryanto, Rengga

Sancaya, Agus Purnomo, Aries Suyono,

M. Ridho Suhandi

Brand News Room Mega Putra Ratya (Head), Niken Widya

Yunita, Mustiana Lestari, Raras

Prawitaningrum, Suci Rizki Lestari

Research and

Development

Sudrajat (Head), Ki Agoos Auliansyah,

Mindra Purnomo, Zaki Alfarabi, Andhika

Akbaransyah, Fuad Hasim, Luthfy

Syahban, Edi Wahyono, Regista Arrizky.

Redaktur Bahasa Habib Rifai, Hadi Prayuda

 

Page 78: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

Selasa, 04 Sep 2018 13:22 WIB

Jokowi Rapat Bahas Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Ini Hasilnya

Hendra Kusuma - detikFinance

Foto: Rengga Sancaya

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat bersama beberapa menteri

ekonomi, Gubernur Bank Indonesia (BI), dan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Istana.

Materi rapat tersebut tentang pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat

(AS).

Usai rapat, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan apa saja yang

dibahas selama 2 jam sejak pukul 09.00 itu.

"Artinya pembahasannya sudah semakin rinci, semakin detail supaya langkah-langkah

menjadi lebih konkret termasuk tentu saja karena tadi juga ada BI, OJK itu membicarakan

juga perkembangan seperti apa terakhir bahwa kursnya kuotasinya agak tidak baik hari-hari

ini," kata Darmin di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Darmin mengatakan, dalam rapat internal bersama orang nomor satu di Indonesia juga

sempat dibahas masalah teknis yang terjadi di lapangan.

"Misalnya soal kebutuhan valas dari BUMN, misalnya sempat kemarin ini tidak ada kuotasi

di bank2-bank kita mengenai kurs sehingga yang membutuhkan dolar malah bingung ini

berapa dan sebagainya," ungkap dia.

Dari pembahasan tersebut, selain menekankan penggunaan TKDN atau tingkat komponen

dalam negeri di setiap proyek, pemerintah juga fokus pada kinerja ekspor, dan pelaksanaan

biodiesel 20% (B20).

"Intinya adalah pembahasan hari ini merinci lebih lanjut untuk langkah-langkah yang tadinya

dianggap kurang konkret. Presiden ingin supaya kebijakan dan langkah-langkah betul-betul

konkret," ujar dia.

Pemerintah, kata Darmin, juga akan menerbitkan aturan baru yang akan membuat nilai tukar

rupiah terhadap dolar AS kembali menguat dan stabil, melalui kinerja ekpsor.

"Memang kita belum, mungkin 1-2 hari lagi baru kita menjelaskan ekspor persisnya apa

targetnya apa tujuannya ke mana, memang itu perlu rinci sekali sehingga nanti kita bisa

memprediksi seperti apa perkembangan sebulan ke depan," tutup dia.

 

Page 79: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

Rabu, 05 Sep 2018 23:57 WIB

Rupiah KO Lawan Dolar AS, Sri Mulyani: Pemerintah Siaga

Danang Sugianto - detikFinance

Foto: Lamhot Aritonang

Jakarta - Pemerintah berharap masyarakat tenang menyikapi nilai tukar rupiah yang

melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pemerintah tidak tinggal diam rupiah terus

dihantam penguatan dolar AS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pelemahan nilai tukar saat ini

disebabkan gonjang-ganjing perekonomian global. Selain perang dagang antara AS dan

China, gejolak ekonomi yang melanda Turki, Venezuela hingga Argentina membuat investor

khawatir menempatkan dananya di negara berkembang termasuk Indonesia.

"Seperti hari ini banyak fund manager rebalancing. Sekarang semua fund manager

menganggap emerging market bersiko sehingga mereka menghindar," tutur Sri Mulyani di

Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Sri Mulyani menjelaskan, para investor asing melihat kondisi makro ekonomi Indonesia dari

sisi pertumbuhan ekonomi dan inflasi masih terjaga, namun mereka melihat defisit neraca

berjalan masih melebar.

Hal itu terlihat dari investasi portofolio yang tercatat minus US$ 1,2 miliar di kuartal I-2018

dan hanya masuk US$ 0,1 miliar di kuartal II-2018. Investasi portofolio sendiri merupakan

catatan arus masuk modal asing ke pasar saham dan keuangan.

Namun untuk mengatasi hal itu, pemerintah mengambil langkah dengan menaikkan pajak

penghasilan (PPh) impor terhadap 1.147 komoditas. Tujuannya tentu untuk mengerem impor

yang menjadi pemberat dari defisit transaksi berjalan

"Neraca pembayaran kita dianggap merupakan bagian yang harus kita address. Maka

sekarang kita address isu itu. Kalau dari sisi kebijakan monter dan fiskal, APBN kita defisit

menurun, dan moneter tetap menjaga inflasi rendah," terangnya.

Sri Mulyani mengimbau masyarakat tidak perlu panik berlebihan melihat pelemahan rupiah.

Dia meminta agar masyarakat tetap percaya pemerintah dan BI tidak tinggal diam.

"Kondisi memang berubah, namun pemerintah ingin menyampaikan ke masyarakat,

pemerintah tetap siap siaga," kata Sri Mulyani (das/hns)

 

Page 80: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

Kamis, 06 Sep 2018 19:45 WIB

Sri Mulyani Beberkan Kondisi Ekonomi RI Terkini

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance

Foto: Grandyos Zafna

Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan terkait kondisi

ekonomi Indonesia saat ini. Sama dengan negara-negara lain, Indonesia tengah dibayangi

ketidakpastian global.

Sri Mulyani menjelaskan, ekonomi dunia dalam kondisi menantang. Hal tersebut dipicu

kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), likuiditas yang mengetat, yang dikombinasi dengan

perang dagang.

"Kita tahu ekonomi global sedang dalam kondisi menantang, ketidakpastian meningkat

karena kebijakan moneter juga mengetatnya likuiditas, kombinasi dengan ekspansi kebijakan

fiskal, perdagangan proteksionis dan perang dagang, yang menyebabkan ketidakpastian ke

banyak negara," kata dia di acara Indonesia International Geothermal Convention &

Exhibition (IIGCE) 2018 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Kebijakan AS berdampak pada nilai tukar banyak negara. Nilai tukar dolar AS menguat dan

membuat mata uang negara lain termasuk Indonesia melemah.

"Normalisasi ada peningkatan suku bunga, dolar AS apresiasi sangat kuat melawan banyak

mata uang di dunia termasuk Indonesia. Sekarang Indonesia depresiasi 7,7%," kata dia.

Meski begitu, Sri Mulyani mengatakan, ketatnya likuiditas paling menantang saat ini. Hal

tersebut terkait dengan pasokan atau supply dolar AS.

Bagi negara yang dengan sistem ekonomi terbuka, ketatnya likuiditas berpengaruh pada

defisit transaksi berjalan (current account deficit), termasuk Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan, untuk mengatasi masalah ini perlunya memperbaiki fundamental

perekonomian. Indonesia, kata dia, telah melakukan perbaikan itu.

"Indonesia tidak terkecuali dari kondisi itu, tapi untungnya Indonesia setidaknya sudah

menguatkan fundamental sebelum era normaliasasi ini terjadi. Di mulai taper tantrum di

2013, Indonesia sudah mulai memperbaiki kerentanan dari ekonomi," ujarnya.

 

Page 81: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

Perbaikan fundamental ini membuat perekonomian Indonesia masih sanggup tumbuh 5%

hingga saat ini. Pertumbuhan ini didukung dari sektor konsumsi, investasi, hingga belanja

pemerintah.

Kemudian, inflasi juga masih terjaga. Inflasi ini tak lepas dari peran pemerintah dan Bank

Indonesia (BI).

"Inflasi masih di level 3,18%, didukung kebijakan pemerintah berkaitan dengan stabilitas

harga pangan, harga yang diatur pemerintah, dan tentu saja bank sentral yang mengatur

kebijakan moneter yang bertujuan untuk stabilisasi," tutupnya.

 

Page 82: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

Jumat, 07 Sep 2018 17:15 WIB

Rupiah Terpukul, Pengusaha Kedelai dan Tempe di Banten Mengeluh

Bahtiar Rivai - detikFinance

Foto: Bahtiar Rivai

Serang - Kenaikan kurs dolar atas rupiah dikeluhkan oleh pengusaha kedelai dan tempe.

Pasalnya, pasokan kedelai impor membuat mereka menaikkan harga jual ke pembeli.

Bahaudin misalnya, penjual kedelai untuk kawasan Kota Serang harus menaikkan harga

kedelai per kilogram. Kenaikan bahkan sampai kisaran Rp1000.

"Sebelum dolar naik dulu jual Rp 6,400. Sekarang kita jual Ro 7.400 per kilo," kata Bahaudin

kepada detikcom, Kota Serang, Banten, Jumat (7/9/2018).

Tapi, kenaikan harga ini menurutnya tidak sekaligus. Per dua minggu lalu, ia menjual sekitar

Rp 7.200 per kilo. Kenaikan ini, ia mengatakan dipengaruhi oleh kurs rupiah atas dolar.

Apalagi, kedelai yang ia dapat adalah impor dari Amerika.

"Ini semuanya impor, saya setiap hari mengambil dari distributor di pelabuhan di Cilegon

bisa 10-20 ton," ujarnya.

Sementara itu, Tanwiri, pengusaha tempe dan tahu di Kota Serang juga mengeluhkan hal

yang sama. Harga kedelai yang tinggi membuat para pengusaha tempe harus menurunkan

kualitas tempe dan tahu.

"Yang kewalahan tukang tempenya. keuntungan dia mengurang karena keambil untungnya

untuk beli kacang kedelai," ujarnya.

Jika perhari ia bisa menghasilkan 300 potong tempe ukuran 50 sentimeter, dengan kenaikan

harga ini, ia mengaku harus mengurangi produksi.

"Harapannya pemerintah harus menurunkan dolar. Usaha kecil begini kan kewalahan. Kalau

tempe dari awal harganya ya segitu aja, kualitas kita turunin kadang pembeli rewel juga,"

ujarnya.

 

Page 83: ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/47015...Detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia.

DOKUMENTASI