All About Mic

download All About Mic

If you can't read please download the document

  • date post

    30-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    388
  • download

    8

Embed Size (px)

Transcript of All About Mic

All About Mic

Pada zaman teknologi saat ini, audio memainkan peran yang cukup penting bagi manusia, hal ini karena manusia memerlukan hiburan dari segala rutinitas. Manusia percaya dengan music, salah satu produk audio, dapat memberikan ketenangan kepada mereka. Akhir-akhir ini, dengan beredarnya CD karaoke, bayak orang mau membeli peralatan audio sendiri dan menempatkannya dirumahnya. Setelah melihat hal tersebut, rasanya perlu saya membuat artikel ini untuk para penikmat audio utamanya yang ingin memiliki Mic bahkan alat rekaman sendiri. Jenis-Jenis Mic 1. MIKROFON RIBBON Mikrofon ribbon dibuat dari material konduktor yang digantung dalam sebuah medan magnet, sehingga ketika dibuat bergetar oleh gelombang suara akustik, menghasilkan aliran arus dan terjadi fenomena yang sama seperti dalam mikrofon elektrodinamik. Diagram berikut mengilustrasikan situasi ini:

Gambar 10.4 Diagram mikrofon ribbon Berikut adalah daftar pendek karakteristik utama mikrofon ribbon: Diafragma sangat tipis sehingga memiliki respon hebat terhadap frekuensi tinggi, meskipun hal ini membuat mikrofon ribbon sangat rapuh dan tidak sesuai untuk tekanan suara tinggi. Digunakan untuk merekam vokal yang lembut dan gitar akustik. 2. MIKROFON PIEZOELEKTRIK

Mikrofon jenis ini memanfaatkan karakteristik unsur tertentu dalam material keramik yang menghasilkan medan listrik bila terkena kompresi. Gelombang suara mencapai material keramik dan gelombang terkompresi dan terekspansi sesuai dengan kandungan frekuensinya. Material keramik yang terstimulasi menghasilkan korespondensi arus yang sesuai. Karakteristik material memungkinkan proses yang sebaliknya terjadi ketika terjadi perbedaan dalam potensial listrik sehingga material terkompresi atau terdilatasi; oleh karena itu material ini digunakan dalam konstruksi loudspeaker jenis tertentu. Kristal yang digunakan untuk pemasangan mikrofon piezoelektrik sangat sensitif terhadap panas dan kelembapan, sehingga memiliki karakteristik yang cenderung tidak konstan dan cepat aus. Kualitas suara yang dihasilkan tidak cemerlang, sehingga mikrofon piezoelektrik lebih sering digunakan dalam konteks radio dan televisi. 3. MIKROFON KONDENSER Mikrofon jenis ini, disebut juga elektrostatik, memiliki kondenser/kapasitor di dalamnya. Salah stau plat kondenser merupakan diafragma mikrofon yang bergetar ketika gelombang akustik mengenainya. Getaran plat menghasilkan variasi pada jarak antara dua plat sehingga mengubah nilai kapasitansinya dan menyebabkan perubahan voltase pada ujung-ujung plat yang menghasilkan arus listrik. Diafragma dibuat dengan mylar (plastik) dilapis dengan emas (konduktor). Pada awalnya perlu disediakan voltase untuk mempolarisasikan kondenser. Voltase ini disebut phantom power dan biasanya disediakan oleh mixer yang terhubungkan dengan mikrofon. Lebih spesifik, setiap channel mixer memiliki tombol yang mengaktifkan phantom power dan mengirim voltase konstan 48 V ke mikrofon. Diagram berikut mengilustrasikan bagaimana phantom power bekerja: diagram pertama memperlihatkan skema elektrik, dan kedua menunjukkan skema logis, ketiga grafik signal dimana kita memahami sinyal teramplifikasi; amplifikasi voltase ini dibutuhkan karena arus yang dihasilkan mikrofon sangat rendah dan perlu diamplifikasi sebelum tiba pada tahap preamplifikasi mixer.

Gambar 10.3 Phantom power diaplikasikan pada mikrofon kondenser

Phantom power memiliki dua tujuan: untuk mempolarisasi kondenser di dalam mikrofon, dan untuk mengamplifikasi arus yang berasal darinya. Mikrofon kondenser lebih akurat dibandingkan mikrofon elektrodinamik karena diafragmanya terbuat dari material kecil dan ringan sehingga bersensitivitas tingi, sekalipun pada frekuensi tinggi. Berikut adalah daftar singkat karakteristik utama mikrofon kondenser: Diafragma tipis untuk reproduksi frekuensi tinggi yang bagus Mudah rusak bila terkena tekanan suara sangat tinggi. Sangat rapuh sehingga tidak ideal untuk penampilan live: lebih sesuai untuk pekerjaan studio recording. Untuk keperluan rekaman ada beberapa tipe-tipe dari mikropon sesuai dengan instrument yang akan direkam diantaranya yaitu:Kick Snare Hi Hat Toms Overhead E.Bass A.Bass E.Guitar A.Guitar Keyboard Piano Rhodes Vokal Mic Pre = D112 - RE 20 - MD 421 - SM57. = SM57 - Beta57. = SM57 - AKG 451 - AKG 461. = MD 421 - U87 - U89. = SM81 - U87 - 4011 - 4007 - 4006 - TC40K - TC 30K - AT4050 - AKG 414. = Aquilar DI - Countryman DI - Jensen DI - RE 20 - U87. = Aquilar DI - Countryman DI - Jensen DI - RE20 - U87 - Royer 121. = SM57 - MD 409 - KSM 44 - KSM 27. - AKG 414 - Royer 121. = SM57 - AKG 451 - AKG 414 - K2 - KSM 44 - KSM 27. = Countryman DI - Jensen DI. = AKG 414 - AKG 451 - SM57 - 4011 - 4007 - U87. = Countryman DI - Jensen DI. = U87 - Blueberry - AKG 414 - KSM 44 - K2 - Classic K2 - GT 505 - KMS 105. = NEVE 1073 - True Precision 8 - Grace m801 - API - Millenia - SSL.

Ada juga merek barcus berry, pianoman, Pick ups yang bisa dijadikan sebagai referensi. Untuk mendengarkan contoh suara hasil rekaman dari alat diatas, dapat di dengar dari: http://www.thelisten...om/sessions.htm atau untuk melihat jenis-jenis mic yang lain dapat juga melalui alamat ini: http://www.musiktek....ic.php?60.14683 Dan Kalau bingung dengan tipe-tipe tersebut, penulis menyarankan memakai SM57 saja.

Pola Pattern pada Mic Mikrofon itu memiliki pola pattern yang berbeda-beda. Pola pattern adalah arah penangkapan bunyi. Pada dasarnya ada 3 pola pattern dasar dari sebuah mikrofon yaitu OMNI - CARDIOID - FIGURE EIGHT (8). 1. OMNI = Fokus penangkapan bunyinya merata dari semua arah. Omni pattern ini biasanya digunakan sebagai talkback mik mik jadi sang produser saat ngomong tidak perlu ke depan mikrofon atau juga player saat ngomong tidak perlu dekat2 ke mikrofon karena bunyinya bisa ditangkap langsung oleh mikrofon. Omni mikrofon ini juga digunakan sebagai Room Mikrofon. 2. CARDIOID = Fokus arah penangkapan bunyinya dari arah depan. Cardioid mikrofon biasanya digunakan untuk close miking atau juga di Sound Reinforcement. Tujuannya tidak lain untuk meminimalisasikan leakage (bocoran suara) dari instrument yang lain apalagi saat melakukan Live Sound (semuanya mikrofon pola patternnya Cardioid), kita tentu tidak menginginkan suara dari instrument lain bocor ke sana sini. Kalau terlalu banyak bocoran suara dapat mengakibatkan OUT OF HASE atau soundnya menjadi berubah juga. Mikrofon tipe cardioid ini sendiri terbagi atas beberapa jenis: Sub Cardioid - Super Cardioid - Hyper Cardioid. Contoh mikrofon dengan pola pattern Cardioid adalah Shure SM57. 3. FIGURE EIGHT = Fokus arah penangkapan bunyinya dari arah depan dan belakang. Rata2 mikrofon yang menggunakan ribbon pola patternnya FIGURE EIGHT. Setiap pola pattern mempunyai Distance Factor yang berbeda, tergantung jenis pola patternnya. Bagaimana cara mendapatkan nilai Distance Factor ini mungkin boleh dijelaskan oleh bang Hadi secara lebih detail karna tidak dijelaskan dalam artikel beliau. Mohon dapat dijelaskan juga tehnik perhitungan dan rumus yang digunakan untuk mendapatkan Distance Factor dan nilai Directivity Index dari setiap pola pattern mikrofon. Apakah beliau sudah melakukan percobaan hingga mendapatkan nilai2 ini atau mengutip dari sumber lainnya. saat menggunakan mikrofon tipe Omni, Rumus yang digunakan berdasarkan informasi yang disediakan adalah: Jarak mik A x Distance Factor mik B : Distance Factor mik B = Jarak mikrofon B. Sebagai contoh yang diberikan oleh bang Hadi dalam artikelnya, kalo sepasang mikrofon Fig 8 ditempatkan 3 m dari sumber bunyi = menempatkan sepasang mikrofon Super Cardioid dengan jarak 3.36 m dari sumber bunyi (artinya jaraknya semakin jauh) dengan catatan reverb 0.6s.

Untuk Overhead bisa pake macam2. Kalo ruangan akustiknya bagus boleh pake OMNI. Tapi kalo akustiknya kurang sempurna boleh pake CARDIOID. Ada juga SE yang pake FIGURE 8. Untuk take Guitar bisa pake CARDIOID. Rata2 sih emang pake cardioid. Terkadang saya kombinasi dengan OMNI. Kalo rekam elektrik gitar juga pake Figure 8 mic ribbon tapi ruangannya harus isolated biar tidak bocor dengan bunyi dari instrument lain. rekam akustik bass dan horns pake Figure 8, tapi yang mic ribbon. Kalau misalnya mik cuma 1, terus patternnya FIGURE 8, bisa dipake buat rekam Tom2 atau perkusi. Bisa juga pake buat rekam vokal.

Setelah banyak berbicara, ada beberapa gambar yang bisa dijadikan referensi dan juga perbandingan harganya untuk bulan november 2010.

Head phone UltraSone HFI 550 Rp 850.000,- Made in Germany

Review : http://www.dansdata.com/hfi550.htm

Head phone UltraSone ProLine 550 Rp 1.300.000,- Made in Germany

Description : http://www.ultrasone.com/index_en.ph...n&artikel_id=5

Head phone UltraSone ProLine 650 ( white Pads ) Rp 1.750.000,- Made in Germany Head phone UltraSone ProLine 750 ( white Pads ) Rp 2.250.000,- Made in Germany

Head phone UltraSone DJ 1 Rp 750.000,- Made in Germany

Description : http://www.ultrasone.com/index_en.ph...&artikel_id=13

Roland RH-200V Drum/ Bass monitoring headphones Rp 250.000,-

Headphone/microphone head set AP 850 ND Rp 300.000,-

Head Phone Pioneer HDJ 1000 Rp 1.480.000,-

Description : http://reviews.cnet.com/headphones/p...html?tag=specs

Pioneer Digital Multi Player CDJ-350 Rp 6.400.000,-

Description : http://pioneerdjusa.com/gear.aspx?product=CDJ-350

Sennheiser E 835 Rp 770.000,-

Description : http://www.sennheiserusa.com/private..._evo800_004513 Sennheiser E 845 Rp 1.100.000,-

Description : http://www.sennheiserusa.com/private...-evo800_004515

Sennheiser E 604 Dynamic Cardioid Microphone Rp 1.400.000,-

Description : http://www.sennheiser.com/sennheiser...tion-600-e-604

Sennheiser E609 Dynamic Guitar Microphone Rp 1.250.000,-

Description : http://www.sennheiserusa.com/profess...ion-600_500074

Sennheiser E 906 - dynamic